The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sebuah cerita fabel yang mengkisahkan angsa dan bebek hidup rukun dan menolong anak angsa yang bersedih di hutan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sevinamae12, 2021-12-13 02:32:10

Cerita Angsa dan Bebek

Sebuah cerita fabel yang mengkisahkan angsa dan bebek hidup rukun dan menolong anak angsa yang bersedih di hutan

Keywords: #ceritafabel #sastraanak #sastra

Angsa
dan

Bebek

Di sebuah hutan tinggal lah sepasang bebek dan ibu angsa
putih. Bebek dan angsa hidup rukun di dalam hutan. mereka
hidup saling tolong menolong.

Setiap hari ibu angsa selalu mengajak anak anaknya
bermain dengan paman dan bibi bebek. Anak anak angsa
sangat senang jika ibunya mengajak pergi ke tempat
paman dan bibi bebek

Paman dan bibi bebek pun merasa sangat senang karena
ia merasa tidak kesepian dan sedih jika anak anak angsa
main ditempatnya.

Paman dan bibi bebek sedih karena anak anak mereka
mati di makan buaya. Saat itu paman dan bibi bebek
mengajak anak anaknya bermain di tepi sungai.

Setelah anak anak angsa bermain dengan paman dan
bibi bebek, mereka pun tertidur karena kecapean

Dilihat nya anak anak angsa tertidur pulas. Ibu angsa,
paman, dan bibi bebek mempunyai rencana untuk jalan
jalan bersama di sekitar hutan sembari bertukar cerita.
Sudah lama setelah ibu angsa mempunyai anak ia jalan
sekali bisa jalan jalan dengan tenang karena kalau pergi
bersama anak anaknya. Ibu angsa selalu siaga dengan
anak nya yang super aktif jalan jalan sehingga ia selalu
kerepotan. Ia menitipkan paman tupai untuk menjaga
anak anak nya sebentar.

Di suatu tempat terlihat anak angsa yang
bersedih, tidak di anggap oleh kelurarganya.
Ia selalu di abaikan oleh saudara dan
ibunya.

Hal tersebut yang membuat anak angsa
pergi menjauh dari saudara dan ibunya. Ia
binggung apa salahnya karena keluarga
tidak menganggap nya ada. Alhasil ia pun
hanya bisa menangis dan memikirkan mau
kemana setelah ini

Kesedihan anak angsa tersebut bermula karena saat ibu
dari angsa tersebut mengerami telur telurnya ia
berharap semua anaknya sama sepertinya bulunya putih
bersih dan mengkilap.

Hingga saat yang di nanti pun tiba, satu persatu telur yang
di erami nya pun menetas. Ia melihat anak anaknya mirip
seperti nya. Tinggalah salah satu telur di antara nya yang
terakhir menetas. ibu angsa menanti nanti dan berharao
tidak jauh beda dengan saudara yang lain.

Ibu angsa sangat kecewa karena salah satu anaknya
berbeda jauh dengan dirinya. Anak angsa yang menentas
terakhir bulunya berwarna kuning berbeda dengan anak
anak angsa lain yang bulunya berwarna putih. Karena
perbedaan bulunya yang tak sama, sehingga anak angsa
yang malang ini selalu tak di hiraukan dan selalu diabaikan
oleh ibunya

Anak angsa kuning selalu sendiri , ia selalu ditinggalkan
ibu dan saudara saudara nya bermain dan berenang
bersama di sungai

Setiap anak angsa kuning bermain bersama nya. Sang
ibu angsa memarahinya. Akhirnya pun si angsa kuning
hanya bisa melihat meteka bermain dari tepi sungai

Karena merasa tak di harapkan lagi oleh ibu dan
saudaranya. Si angsa kuning pun meninggal kan
mereka. Ia pergi jauh dari mereka untuk menemukan
apakah masih ada yang sayang dan peduli padanya.

Setelah berjalan cukup jauh ia melihat sungai yang
terdapat pelampung berbentuk angsa mirip seperti
ibunya. Ia berfikir dan menganggap bahwa pelampung
tersebut ialah ibunya. Ia pun bermain main dengan
pelampung itu. Karena keaktifannya ia pun terpental dari
pelampung. Ia menganggap bahwa dia juga tidak di
inginkan seperti ibunya yang tak menginginkan nya

Si angsa kuning pun jadi sedih kembali , ia kembali
berjalan yang entah tujuannya kemana. Sambil
merutuki dirinya dan merasa bahwa semua nya tidak
adil baginya.
Setelah berjalan cukup jauh ia beristirahat di dekat
semak semak. Ia memikirkan kembali apa salahnya
sehingga sebegitu tidak di inginkannya. Tanpa di
sadari ia pun meneteskan air mata, ia menangis
sekencang kencangnya berharap nanti tidak akan
sedih lagi.

Tangisan si angsa kuning terdengar oleh ibu angsa,
paman dan bibi bebek yang sedang jalan jalan.
Semuanya turut mencari dimana asal suara tangisan
tersebut

Setelah mencari kesana kemari akhirnya mereka pun
menemukan si angsa kuning yang menangis. Ibu
angsa dan bibi bebek langsung menghampiri nya
dan menanyai mengapa angsa kecil bersedih.
Mendengar cerita angsa kuning. Ibu angsa dan bibi
bebek merasa kasian akhirnya merekapun
menawarkan angsa kuning untuk ikut bersamanya

Bibi bebek : sudah nak jangan. bersedih, ada bibi
disini. Maukah kamu ikut bersama kita ?
Ibu angsa : betul nak, ibu juga punya anak sepertimu.
Kalau kau mau boleh tinggal bersamaku nanti kau bisa
main dengan anak anakku

Tanpa menunggu waktu lama si angsa kuning yang
menangis menerima ajakan mereka. Ia menerima untuk
tinggal bersamanya karena ia pun tak tahu lagi jika tidak
bertemu dengan ibu angsa, paman dan bibi bebek
nasibnya kedepan akan seperti apa.

Akhirnya merekapun memutuskan untuk kembali.
Setelah sampai di tempat paman dan bibi bebek. Anak
anak angsa yang tadi tertidur terbangun karena
mendengar suara di luar mereka langsung
menghampiri. Mereka terkejut dan kaget ada teman
baru. Anak anak ibu angsa berkenalan dan mengajak
angsa kuning bermain main. Si angsa kuning pun
senang dan tidak sedih lagi ternyata masih ada yang
sayang padanya.

Biografi

Nama : Sevina Maera Mayaza
NIM : 2020015276

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Sinopsis

Cerita ini tentang kisah angsa dan bebek yang hidup
rukun didalam hutan. Hingga pada saat mereka jalan
jalan mendengar suara tangisan. Akhirnya mereka pun
mencari dan kemudian menemukan anak angsa kuning
yang menangis dikarenakan ia berbeda dengan saudara
nya sehingga membuat ibunya tak memperdulikan nya.

Karena si angsa kecil sudah tidak tahan diperlakukan
begitu, ia memutuskan untuk pergi menjauh dari
keluarganya. Hingga pada akhirnya bertemu dengan ibu
angsa, paman bebek dan bibi bebek. Mereka
nenawarkan untuk tinggal bersama. Akhirnya angsa
kuning menerima tawaran itu. Angsa kuning pun kini tak
sedih lagi ternyata masih ada yang sayang dan peduli
padanya.


Click to View FlipBook Version