OKTOBER 2022
BAHAN AJAR Bahan Ajar untuk
siswa XII OTKP
PEMASARAN
PRODUK DIBUAT OLEH :
PRODUK KREATIF DAN Rahayu Dessy Pratiwi, S.Pd
KEWIRAUSAHAAN
KATA PENGANTAR
Bahan ajar pembelajaran PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) kelas XII OTKP ini
disusun sebagai pedoman belajar bagi peserta didik. Penyusunan bahan ajar ini mengacu pada
kompetensi dasar yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Selain untuk memenuhi kompetensi
peserta didik, bahan ajar ini sebagai salah satu tugas akhir peserta didik
Pada bahan ajar ini dirumuskan kompetensi perilaku, pengetahuan dan keterampilan yang
harus dikuasai peserta didik. Dalam penyusunan bahan ajar ini diharapkan peserta didik dapat
belajar mandiri, mampu memahami materi dan atau tanpa pendampingan.
Penulisan bahan ajar ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karenanya perlu adanya
perbaikan dan penyempurnaan. Kami menerima kritik dan saran serta perbaikan dan pengembangan
bahan ajar ini kedepannya. Demikian atas partisipasinya, kamu ucapkan terima kasih.
Banyuwangi, Oktober 2022
Rahayu Dessy Pratiwi, S.Pd
PETA KONSEP Pengertian
pemasaran
Ruang lingkup
pemasaran Tujuan Pemasaran
Konsep
pemasaran hal yang
dipasarkan
Sistem pemasaran
Pihak yang
strategi memasarkan
pemasaran
macam-macam
sitem pemasaran
lingkungan sistem
pemasaran
daur hidup
produk
posisi persaingan
situasi ekonomi
product
Pemasaran Produk price
place
bauran
pemasaran (4P)
promotion
dasar-dasar
segmentasi pasar syarat
tingkat
perencanaan tujuan
pemasaran
cara membuat
produk marketing plan
media pemasaran bentuk media
produk pemasaran
strategi media
pemasaran
Kesuksesan finansial dalam bentuk perolehan keuntungan usaha sering kali
bergantung pada kemampuan pemasaran. Finansial, operasi, akuntansi, dan fungsi bisnis
lainnya tidak akan berarti jika tidak ada cukup permintaan akan produk dan jasa. Harus ada
pendapatan agar laba bisa didapat. Saat ini, ketika banyak wirausaha mengakui pentingnya
pemasaran.
Begitu pentingnya pemasaran bagi sebuah usaha juga sering menjadi pemikiran bahwa
seseorang yang tidak mampu memasarkan produk tidak akan bisa menjadi wirausaha. Hal
tersebut adalah pemikiran yang keliru. Memiliki usaha bukan berarti harus mahir
memasarkan. Jika wirausaha memiliki niat untuk memasarkan ditambah dengan selalu
belajar, wirausaha akan mampu memasarkan produk usahanya. Selain itu, wirausaha juga bisa
memperkerjakan tenaga-tenaga pemasaran yang handal untuk memasarkan produk usahanya.
A. Ruang Lingkup Pemasaran
Menurut Kotler, inti dari pemasaran (marketing) adalah mengidentifikasi dan
memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang baik dan
singkat dari pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan”.
Wirausaha sebaiknya bisa mencari peluang dari kebutuhan atau mencari masalah-masalah
yang terjadi di sekitarnya. Wirausaha sebaiknya menyadari jika banyak orang tidak mampu
menemukan beberapa barang yang paling mereka inginkan, tetapi usahanya menyediakannya.
Wirausaha juga sebaiknya peka dan menyadari bahwa banyak orang menginginkan produk
yang bagus dengan harga yang lebih murah, dan usahanya mampu menyediakan produk itu.
Hal ini menunjukkan kecerdasan pemasaran dan mengubah kebutuhan pribadi atau sosial
menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
1. Pengertian Pemasaran
American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran adalah suatu
proses perencanaan dan eksekusi, mulai dari tahap konsepsi, penetapan harga, promosi,
hingga distribusi barang-barang, ide-ide dan jasa, untuk melakukan pertukaran yang
memuaskan individu dan lembaga- lembaganya.
Beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai definisi pemasaran.
Menurut Nitisemito dalam Rambat Lupiyoadi mengemukakan pemasaran merupakan
suatu kegiatan atau proses dalam sistem yang di dalamnya terdapat individu maupun
kelompok untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan baik barang atau jasa
untuk memperoleh keuntungan serta dapat memuaskan keinginannya.
Konsep inti pemasaran menurut pendapat di atas menjelaskan bahwa ada
beberapa hal yang harus dipenuhi dalam terjadinya proses pemasaran. Dalam pemasaran
terdapat produk sebagai kebutuhan dan keinginan orang lain yang memiliki nilai sehingga
diminta dan terjadinya proses permintaan karena ada yang melakukan pemasaran.
Adapun definisi pemasaran menurut Philip Kotler adalah proses sosial yang
dengan mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk
dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.
2. Tujuan Pemasaran
Kotler mengemukakan bahwa pemasaran mempunyai tujuan membangun hubungan
jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan
utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta
mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka.
Buchari Alma mengemukakan tujuan pemasaran:
a. Untuk mencari keseimbangan pasar, antara buyer's market dan seller's market,
mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus, dan produsen
ke konsumen, dari pemilik barang dan jasa ke calon konsumen.
b. Tujuan pemasaran yang utama ialah memberi kepuasan kepada konsumen. Tujuan
pemasaran bukan komersial atau mencari laba. Tapi tujuan utama ialah memberi
kepuasan kepada konsumen.
3. Hal-hal yang dipasarkan
Menurut Kotler, dalam ilmu pemasaran, sering kali para pemasar membagi sepuluh tipe
entitas untuk dipasarkan antara lain :
1) Barang, yaitu barang-barang yang berbentuk fisik dan merupakan bagian terbesar dari
produksi dan usaha pemasaran kebanyakan negara.
2) Jasa, yaitu ketika suatu negara perekonomiannya semakin maju, maka proporsi
kegiatan yang ada terfokus pada produksi jasa. Banyak produksi untuk pasar yang
mengalami bauran antara barang dan jasa.
3) Pengayaan pengalaman, yaitu dengan memadukan antara beberapa produk barang dan
jasa, perusahaan dapat menciptakan, mempergelarkan dan memasarkan pengayaan
pengalaman.
4) Peristiwa, yaitu ketika pemasar dapat tanggap akan kebutuhan konsumen untuk
mempromosikan suatu peristiwa yang berkaitan dengan berupa ulang tahun, pameran
dagang atau pementasan.
5) Orang, yaitu perusahaan/individu yang bergerak di bidang konsultan manajemen dan
menjadi Humas dari konsumen itu.
6) Tempat, yaitu ketika sebuah perusahaan/negara tanggap akan potensi yang ada, dan
berusaha mengembangkan sehingga potensi yang ada menjadi sumber pemasukan bagi
perusahaan atau negara tersebut. Para pemasar yang bergerak di bidang ini mencakup
spesialis di bidang pengembangan ekonomi, agen real estate dan pariwisata.
7) Properti, yaitu hak kepemilikan tak berwujud baik itu berupa benda nyata atau
finansial. Properti diperjual belikan, dan menyebabkan timbulnya pemasaran.
8) Organisasi, yaitu bagaimana organisasi dapat secara aktif berusaha untuk membangun
citra kuat pada masyarakat, guna lebih memenangkan persaingan yang ada.
9) Informasi, yaitu sesuatu yang dapat di produksi dan dipasarkan sebagai suatu produk.
Pada hakikatnya, informasi merupakan sesuatu yang di produksi dan di distribusikan
serta dapat di nikmati.
10) Gagasan, yaitu setiap penawaran pasar mencakup inti dari suatu gagasan dasar dari
pemasar, yang berusaha mencari apa yang menjadi kebutuhan yang bisa dipenuhi.
4. Pihak yang Memasarkan
Pemasar (marketer) adalah sesorang yang mencari respons berupa perhatian,
pembelian, dukungan dan sumbangan dari pihak lain yang disebut prospek. Jika dua pihak
ingin menjual sesuatu satu sama lain, kita menyebut pihak-pihak tersebut pemasar.
Pemasar harus terampil dalam menstimulaasi permintaan akan produk perusahaan
mereka, tetapi pandangan tersebut terlalu sempit untuk menggambarkan tugas mereka.
Seperti para professional dalam bidang produksi dan logistic yang bertanggung jawab atas
manajemen produksi, pasokan, dan persediaan, pemasar bertanggung jawab atas
manajemen permintaan. Wirausaha yang masih menjalankan pemasaran usahanya
berusaha untuk memenuhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai
tujuan usaha. Ada delapan keadaan permintaan dalam pemasaran yang mungkin terjadi,
yaitu sebagai berikut:
a. Permintaan negatif. Konsumen tidak menyukai produk dan mungkin bahkan
berusaha menghindarinya.
b. Permintaan yang tidak ada. Konsumen mungkin tidak sadar atau tidak tertarik pada
produk.
c. Permintaan laten. Konsumen mungkin memilki suatu kebutuhan yang kuat dan tidak
bisa dipenuhi produk yang ada.
d. Permintaan yang menurun. Konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak
membeli sama sekali.
e. Permintaan tidak teratur. Konsumen membeli secara musiman, bulanan, mingguan,
harian atau bahkan dalam hitungan jam.
f. Permintaan penuh. Konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar.
g. Permintaan berlimpah. Konsumen membeli semua produk lebih banyak daripada
produk yang ada.
h. Permintaan tidak sehat. Konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki
konsekuensi sosial yang tidak diinginkan.
B. Konsep Pemasaran
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan
pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep
pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia
dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan
mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang
luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena
konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli
mereka.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan
mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat
produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi
dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja,
organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri
dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan
kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap
melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6. Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor-
faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang
mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang
terlibat dalam perusahaan.
C. Sistem Pemasaran
Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan
saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan
sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran
barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan
membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu
mencakup:
1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
3. Target pasar.
4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
5. Kendala lingkungan (environmental constraints).
Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan,
yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem
pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara
terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.
1. Macam – Macam Sistem Pemasaran
a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
-Mengendalikan perilaku saluran
-Mencegah perselisihan antara anggota saluran
b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung
untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan
manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
2. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran
a. Lingkungan makro eksternal terdiri dari:
-Demografi (kependudukan).
-Kondisi ekonomi.
-Teknologi.
-Kekuatan sosial dan budaya.
-Kekuatan politik dan legal.
-Persaingan.
b. Lingkungan mikro eksternal, terdiri dari :
-Pasar (market)
-Pemasok
-Pialang (marketing intermediaries)
c. Lingkungan Non – Pemasaran Internal
Kekuatan non – pemasaran Internal adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian
penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam
organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.
D. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya
pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan
lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga
faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
a.Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap
pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
b.Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah
memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
c.Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan,
apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
Dalam dunia ekonomi ada bermacam-macam metode strategi pemasaran yang bisa
dijadikan rujukan bagi perusahaan diantaranya yakni analisis matriks lingkungan internal dan
eksternal, analisis SWOT, analisis bauran pemasaran. Dari berbagai macam metode yang ada
tentunya pihak perusahaan bisa memilih metode untuk mengembangkan perusahaan serta
dapat menganalisis langkah-langkah yang tepat sebelum memutuskan sebuah kebijakan.
Untuk itu sebelum menentukan pemilihan strategi pemasaran perusahaan membutuhkan
pertimbangan cermat atas sejumlah tipe informasi diantaranya :
1.Tujuan atau sasaran produk
Tujuan produk harus dijadikan pedoman dalam menentukan tipe dasar Strategi yang
dibutuhkan. Sebagai contoh, jika tujuan utama produk adalah meningkatkan volume
penjualan atau pertumbuhan pangsa pasar, maka biasanya alternatif utama yang
dipertimbangkan adalah permintaan selektif yang berfokus pada upaya merebut pelanggan
dari pesaing atau memperluas pasar yang dilayani.
2.Peluang Pasar
Karakteristik dan besarnya peluang pasar harus ditetapkan secara jelas berdasarkan analisis
pasar dan pengukuran pasar. Analisis pasar memberikan informasi mengenai siapa yang
membeli bentuk produk (dan siapa yang tidak membelinya), berbagai situasi penggunaan
produk (dan juga situasi yang tidak menggunakan situasi).
3.Kesuksesan Pasar (Market success)
Manajer pemasaran harus memahami jenis keunggulan bersaing dan tingkat pengeluaran
pemasaran yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan pasar. Melalui analisis persaingan,
perusahaan dapat memahami siapa pesaingnya, seberapa besar tingkat intensitas persaingan
yang ada, dan keunggulan apa yang harus dikembangkan.
Ciri penting rencana strategi pemasaran menurut Sofyan Assuari diantaranya :
1.Titik tolak penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan.
2.Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh.
3.Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi
perkembangan perusahaan.
4.Jadwal dan waktu (timing) yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan
fleksibititas dalam menghadapi perubahan.
5.Penyusunan rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang
dihadapi
E. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran terdiri dari empat P (product, price, place, and promotion) adalah
perangkat dari alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan dan dipadukan oleh perusahaan untuk
menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran. Tujuan pemasaran dapat tercipta dengan
melakukan analisa dalam hal bauran pemasara (marketing mix), marketing mix merupakan
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan
pemasaranya di pasar sasaran. Dalam hal bauran pemasaran (marketing mix) terdapat 4P yaitu:
Product Pelanggan Price
Sasaran
Ragam Daftar harga
Kualitas Positioning Diskon
Desain yang Potongan harga
Fitur diharapkan Periode
Nama Merek pembayaran
Kemasan
Layanan Tempat
Promotion Saluran
Cakupan
Iklan Pemilahan
Penjualan pribadi Lokasi
Promosi penjualan Persediaan
Hubungan Transportasi
Logistik
F. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli
yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang
mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar
bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para
pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.
a.Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu :
1)Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
-Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
-Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll
-Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
-Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat
pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
2)Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
-Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan
banyaknya langganan.
-Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
b.Syarat segmentasi Pasar
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
1)Dapat diukur
2)Dapat dicapai
3)Cukup besar atau cukup menguntungkan
4)Dapat dibedakan
5)Dapat dilaksanakan
c.Tingkat Segmentasi Pasar
Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli,
berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun
pada beberapa tingkat yang berbeda.
1)Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal
untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
2)Pemasaran segmen
Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku
pembelian.
3)Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen- segmen. Suatu
ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.
4)Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau
lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran
individu.
d.Manfaat Segmentasi Pasar
Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
1)Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-
kesempatan pemasaran.
2)Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran
yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada
berbagai segmen.
3)Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya.
G. Perencanaan Pemasaran Produk (Marketing Plan)
Marketing plan adalah panduan lengkap pemasaran yang dapat membantu pengusaha untuk
menetapkan target sasaran, memahami audiens, dan mengoptimalkan strategi pemasaran.
Panduan tersebut termasuk strategi marketing, kegiatan promosi, dan periklanan yang
direncanakan untuk periode tertentu.
Sementara itu, rencana pemasaran yang baik dapat membantu pengusaha untuk
mengkomunikasikan strategi besar bisnis dan berbagai taktik. Selain itu, ini juga dapat
memungkinkan pengusaha untuk melacak keberhasilan strategi pemasaran.
Tujuan Marketing Plan:
a) Memiliki tujuan pemasaran bisnis yang selaras dengan misi perusahaan dan visi organisasi.
b) Membantu pertumbuhan bisnis dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti rencana
untuk meningkatkan basis pelanggan.
c) Meninjau variabel pemasaran menggunakan unsur-unsur marketing mix.
d) Membuat strategi untuk meningkatkan pangsa pasar, memasuki ruang lingkup pasar baru,
dan meningkatkan brand awareness.
e) Membuat anggaran terperinci terkait dana dan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan
yang ditunjukkan dalam rencana pemasaran.
f) Menjabarkan tugas dan tanggung jawab yang ada dalam kegiatan pemasaran.
g) Mengidentifikasi peluang bisnis dan strategi apa yang dibutuhkan untuk memanfaatkan
peluang tersebut.
h) Membantu meninjau dan menganalisis lingkungan pemasaran yang membutuhkan riset
pasar, penilaian kebutuhan pelanggan, analisis pesaing, analisis PEST (politik, ekonomi,
sosial, dan teknologi), mempelajari tren bisnis baru, dan melakukan pemindaian terhadap
lingkungan yang berkelanjutan.
i) Mengintegrasikan fungsi bisnis untuk beroperasi dengan konsisten, terutama terkait aspek
penjualan, keuangan, sumber daya manusia, dan pemasaran.
Cara membuat marketing plan sebagai berikut:
1. Membuat Executive Summary
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk membuat marketing plan adalah membuat
executive summary atau ringkasan eksekutif. Ringkasan ini biasanya berisikan ringkasan atau
gambaran singkat tentang perusahaan dan tujuan utama dari seluruh rencana pemasaran yang
akan dibuat. Selain itu, juga bisa memasukkan pencapaian perusahaan dan rencana masa
depan bisnismu dalam ringkasan ini. Membuat ringkasan ini harus tetap ringkas, to the point,
dan menarik.
2. Meninjau Kembali Misi, Visi, dan Nilai Perusahaan
Langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah meninjau kembali nilai, visi, dan
misi perusahaan. Ini bertujuan untuk menyesuaikan semua informasi yang di dalam rencana
pemasaran dengan perspektif perusahaan. Selain itu, langkah ini juga dapat membantu
menjawab pertanyaan mengapa akan melakukan pemasaran yang direncanakan. Lebih lanjut,
ini akan membantu siapa saja yang membaca rencana pemasaran untuk mengetahui tentang
tujuan akhir bisnis yang direncanakan. Sehingga mereka dapat lebih memahami apa tujuan
pemasaran, aktivitas, dan rencana masa depan bisnis.
3. Mengidentifikasi Pasar dan Persaingan
Langkah ini bertujuan untuk mendukung rencana pemasaran dengan riset yang kuat.
perlu menganalisis situasi pasar saat ini, mempelajari pesaing, dan melihat kekuatan serta
kelemahan perusahaan. Dalam hal ini, juga dapat menggunakan analisis SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, dan threats) untuk memudahkan mengidentifikasi dan
menganalisis pasar dan persaingan pasar.
4. Menentukan Target Pelanggan
Saat membuat rencana pemasaran, penting bagi untuk mengidentifikasi siapa
pelanggan ideal. Sehingga dapat membuat strategi pemasaran yang lebih tepat dan sesuai
dengan target pelanggan. Salah satu cara yang dapat gunakan untuk menentukan target
pelanggan adalah dengan membuat buyer persona. Buyer persona merupakan profil berbasis
penelitian yang menggambarkan target pelanggan. Ini menggambarkan siapa pelanggan ideal
seperti apa keseharian mereka, apa saja tantangan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara
mereka membuat keputusan. Sementara itu, bukan tidak mungkin apabila memiliki lebih dari
satu jenis pelanggan. Untuk itu, dapat mengkategorikan pelanggan yang berbeda dengan
menggunakan diagram.
5. Uraikan Tujuan Pemasaran
Selanjutnya, tentukan tujuan pemasaran apa yang ingin dicapai. Kemudian uraikan
tujuan dan target pemasaran.Saat menguraikan tujuan pemasaran, sebaiknya menggunakan
angka aktual dibandingkan menulis pernyataan yang tidak jelas. Hal ini bertujuan untuk
memudahkan dan pembaca dalam memahami tujuan pemasaran. Selain itu, juga bisa
menggunakan metode SMART goals, yang terdiri dari specific (spesifik), measurable
(terukur), achievable (tercapai), relevant (relevan), dan time-based (tenggat waktu), untuk
menguraikan tujuan pemasaran.
6. Mempresentasikan Rencana Pemasaran
Pada langkah marketing plan ini, tuliskan satu atau lebih strategi pemasaran dan taktik
yang akan dilakukan untuk masing-masing strategi. Pastikan mencantumkan apa yang harus
dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan channel apa yang akan digunakan. Kemudian,
dapat membagi aktivitas pemasaran menjadi beberapa tahapan yang tertuang ke dalam sebuah
roadmap atau infografis yang mudah dipahami.
7. Menentukan Anggaran Pemasaran
Langkah marketing plan yang terakhir dan tak kalah penting dari semua langkah
sebelumnya adalah menentukan anggaran pemasaran dalam rencana pemasaran. Langkah ini
sangat penting, mengingat pemasaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam hal ini,
perlu membuat anggaran pemasaran yang terperinci. Anggaran ini nantinya juga dapat
membantu perusahaan dalam memilih sumber daya yang tepat.
Scan barcode di bawah ini untuk melihat contoh dokumen marketing plan:
H. Media Pemasaran
Menyusun strategi untuk suatu media pemasaran harus benar-benar dipikirkan secara matang
oleh para pelaku bisnis. Sebuah bisnis harus mampu mengidentifikasi target pasar yang dituju
dan menentukan media pemasaran yang digunakan untuk menyampaikan suatu produk atau
jasa kepada konsumen.
1. Bentuk media pemasaran
Bentuk media pemasaran terbagi k dalam tiga tipe, yaitu:
a. Pemasaran Above the Line
Pemasaran Above the Line (sering disebut sebagai Above the Line promotion/ Above
the Line marketing/ Pemasaran ATL/ ATL advertising) terdiri dari kegiatan periklanan
yang sebagian besar tidak ditargetkan dan memiliki jangkauan luas. Pemasaran ATL
dilakukan untuk membangun merek (Brand Building) dan menginformasikan
pelanggan tentang produk. Konversi/ Penjualan langsung bukanlah target utama dalam
Pemasaran ATL ini. Pemasaran ATL mencakup strategi pemasaran massal. Maksud
dari 'tidak ditargetkan' adalah bahwa komunikasi tidak diarahkan ke grup tertentu.
Media yang digunakan menyampaikan pesan kepada semua orang yang memiliki
akses ke mereka, bersifat massal.
Beberapa contoh Pemasaran ATL adalah:
1. Televisi. Rata-rata orang menonton TV 4.3 jam dalam sehari. Iklan di Televisi
memiliki jangkauan dari pemirsa lokal, nasional, dan internasional tergantung pada
saluran Televisi. Iklan Televisi memiliki koneksi yang lebih baik dengan pengguna
karena gambar bergerak dengan audio lebih disukai daripada gambar diam atau audio
saja.
2. Radio. Radio adalah pilihan sempurna bagi pemasar untuk menjangkau pemirsa
bahkan di saat-saat yang tidak memungkinkan. Sangat efektif menjangkau mereka
yang sedang bergerak dan bekerja karena hanya menyita perhatian dari sebagian
fungsi pendengaran. Radio juga memiliki jangkauan lokal, nasional, dan internasional
pula seperti TV.
3. Iklan cetak. Media cetak lokal, regional dan nasional memiliki jangkauan yang lebih
luas daripada media lainnya. Surat kabar memiliki slot iklan tetap yang digunakan
oleh pemasar untuk memberi tahu pelanggan/ calon pelanggan tentang merek atau
penawaran tertentu. Dari sisi harga, beriklan di media ini lebih terjangkau dan
memiliki ketahanan selama surat kabar/ majalah yang dimanfaatkan masih tersedia.
Keuntungan perusahaan melakukan Pemasaran ATL adalah:
Jangkauan Lebih Luas. Media iklan ATL memiliki jangkauan luas (nasional/
internasional).
Lebih baik Terhubung dengan pemirsa. Media seperti TV dan radio menggunakan
audio-visual yang memiliki koneksi yang lebih baik dengan pemirsa.
Brand Building. Iklan media adalah alat penting dalam mendefinisikan dan
mewujudkan identitas merek/ Brand Identity. Sebuah merek dibangun oleh pelanggan.
Peran pemasar dalam membangun merek adalah menjangkau secara kreatif sebanyak
mungkin calon pelanggan dan mengkomunikasikan kepada mereka tentang merek dan
manfaatnya. Pemasaran ATL, karenanya, memainkan peran sangat penting dalam
membangun merek di skala yang luas.
b. Pemasaran Below the Line
Pemasaran Below the Line (sering disebut sebagai promosi di bawah garis/ Pemasaran
di bawah garis/ pemasaran BTL/ iklan BTL) terdiri dari kegiatan periklanan yang
sangat spesifik, mudah diingat, dan langsung yang berfokus pada kelompok konsumen
yang ditargetkan. Sering dikenal sebagai strategi pemasaran langsung, strategi
Pemasaran BTL lebih berfokus pada konversi daripada membangun merek
Beberapa contoh Pemasaran BTL adalah:
Iklan luar ruang/ Outdoor Advertising. Iklan luar ruang biasanya dilakukan di tempat-
tempat umum dan terus-menerus dipajang, memiliki jangkauan yang lebih besar (dan
lebih bertarget) tergantung pada lokasi. Mereka termasuk Umbul-umbul, Spanduk,
Mobil berbungkus stiker (Car Wrapping), Baliho, neon box, billboard, dll.
Surat Pemasaran Langsung. Salah satu strategi paling pribadi yang digunakan oleh
pemasar, surat langsung (email, pesan teks, dll.) Adalah pesan yang dibuat khusus
tentang merek atau penawaran berbeda yang disusun sesuai dengan kebutuhan setiap
pelanggan. Karenanya strategi Pemasaran BTL ini dapat menghasilkan lebih banyak
konversi jika direncanakan dengan benar.
Sponsor. Pensponsoran adalah kemitraan dengan perusahaan atau acara yang tertentu
untuk mendapatkan lebih banyak impresi dan biasanya dilakukan sebagai bagian dari
strategi membangun merek di tingkat yang lebih spesifik.
Aktivasi Merek/ Brand Activation. Brand Activation adalah seni mengarahkan
tindakan konsumen melalui interaksi dan pengalaman langsung dengan Brand. Tujuan
utama dari kampanye ini adalah untuk membuat konsumen bertindak dan
menghidupkan merek melalui pengalaman dan membentuk hubungan emosional
jangka panjang.
Pemasaran di Dalam Toko. Kegiatan pemasaran yang dilakukan di dalam toko eceran
disebut kegiatan pemasaran di dalam toko. Aktivitas di bawah garis ini menggunakan
berbagai titik penjualan untuk mendapatkan hasil terbaik dari investasi.
Keuntungan perusahaan melakukan Pemasaran BTL adalah:
Sangat Bertarget. Konversi menjadi lebih baik ketika komunikasi dilakukan sesuai
dengan keinginan pelanggan. Karena strategi pemasaran BTL sangat ditargetkan,
hasilnya lebih baik dalam hal konversi.
ROI yang lebih baik. Upaya promosi Pemasaran BTL difokuskan pada kelompok
sasaran tertentu, memiliki jangkauan yang lebih baik, dapat dengan mudah dieksekusi,
dilacak, dan dikendalikan. Karenanya strategi Pemasaran BTL memberikan ROI yang
lebih baik.
Dapat didesain sesuai dengan masing-masing kelompok konsumen. Strategi
periklanan dalam Pemasaran BTL dirancang sesuai dengan kebutuhan kelompok
sasaran tertentu dan karenanya dapat dibentuk secara berbeda untuk kelompok
pelanggan yang berbeda.
c. Pemasaran Through the Line
Pemasaran Through the Line (sering disebut sebagai promosi Through the Line/
Pemasaran Through the Line/ Pemasaran TTL/ TTL advertising) melibatkan
penggunaan kedua strategi pemasaran ATL & BTL. Tren konsumen baru-baru ini di
pasar membutuhkan integrasi kedua strategi ATL & BTL untuk hasil yang lebih baik.
2. Strategi media pemasaran
Pemilihan strategi media pemasaran merupakan salah satu keputusan penting yang
sangat berpengaruh terhadap keberhaasilan pemasaran perusahaan. Media pemasaran adalah
media yang digunakan untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk atau jasa.
Bentuk, tampilan, dan harga tergantung anggaran yang tersedia. Strategi media yang dapat
digunakan antara lain :
a. Brosur
Brosur adalah terbitan tidak berkala yang terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman,
tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering
dijadikan satu, biasanya memiliki sampul, tapi tidak menggunakan jilid keras. Menurut
definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid lengkap (dalam
satu terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di
luar perhitungan sampul.
b. X banner
X banner adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, berbentuk
banner dengan konstruksi penyangga berbentuk “X” sehingga banner bisa berdiri.
Konstruksi banner memilik ukuran standar, yaitu 60 x 160 cm, 80 x 180 cm, dan 80 x
200 cm.
c. Stationery set
Stationery set merupakan benda-benda fungsional yang biasa digunakan dalam keperluan
kantor. Benda-benda ini memuat identitas perusahaan, seperti logo, slogan, komposisi
warna, dan hal-hal yang mencerminkan image perusahaan. Stationery set antara lain
notes, amplop, kop surat, kartu nama, map, dan sebagainya.
d. Media massa dan internet
Promosi dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik. Penggunaan
media massa cetak seperti majalah, Koran, dan tabloid, serta media massa elektronik
seperti televisi dan radio untuk promosi saat ini tidak begitu dominan seperti pada saat
internet belum berkembang. Namun sekarang ini perkembangan teknologi informasi
semakin maju, banyak kegiatan promosi yang dilakukan melalui media internet, seperti
melalui media sosial (facebook, twitter, instagram, dll), youtube, blog, ataupun browser.