Nama : Sari Maria Fernanda
Nim : 19058121
Jurusan : Sosiologi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA KATOLIK XAVERIUS Padang
Mata Pelajaran : SOSIOLOGI
Kelas/Semester : X IPS 1 / 2 ( GENAP )
Pertemuan : Ke-1
Alokasi Waktu : 2 JP/2x45menit (1xPertemuan)
Materi Pokok : Perilaku Menyimpang
Sub Materi : Perilaku Menyimpang
A. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi
3.1. Menganalisis materi terkait perilaku 3.1.1 Mengidentifikasi pengertian perilaku
menyimpang yang ada di masyarakat menyimpang.
3.1.2 Mengidentifikasi faktor terjadinya
perilaku menyimpang
3.1.3 Mengidentifikasi sifat sifat perilaku
menyimpang
4.1 Melakukan kajian, pengamatan dan 4.1.1 Menyajikan hasil diskusi kelompok
diskusi tentang perilaku menyimpang yang terkait dengan materi perilaku menyimpang
terjadi di masyarakat. yang ada di masyarakat.
B. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik, menggunakan model pembelajaran
discovery learning. Peserta didik mampu menjelaskan terkait materi perilaku menyimpang
yang ada dalam masyarakat sehingga akan dapat menumbuhkan keaktifan peserta didik
dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. (4C)
C. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alat/bahan : Laptop, in focus
Media : Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), video terkait materi “perilaku menyimpang”.
Sumber belajar :
INDRAWAN, TRI ADY. Modul Pembelajaran SMA Sosiologi Kelas X. Karangnunggal,
Tasimalaya, 2020.
Yunus, Achmad. 2014. Pendidikan Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Pati: MGMP
Pendidikan Sosiologi
Buku Paket Sosiologi Kelas X
Kegiatan Guru memberikan salam kepada semua peserta didik yang
pendahuluan (10 kemudian dilanjutkan dengan menanyakan kabar dari peserta
menit) didik tersebut apakah baik atau tidak.
(introduction)
Guru memerintahkan ketua kelas untuk memulai pembelajaran
yang diawali dengan doa.
Guru mengambil absen.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas
serta tujuan dari pembelajaran ini, yaitu terkait dengan materi
perilaku menyimpang yang ada masyarakat.
Guru memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar
fokus dan semangat dalam pembelajaran.
Guru sedikit menceritakan terkait dengan berbagai bentuk
perilaku menyimpang yang ada dalam lingkungan sekitar
masyarakat.
Guru memberikan arahan kepada seluruh peserta didiknya agar
dapat menjalankan peraturan-peraturan adat yang ada di
Minangkabau, karena di Minangkabau nilai, sikap dan budaya
terhadap sesama sangat di junjung tinggi.
Kegiatan inti Guru menampilkan sebuah masalah melalui video terkait dengan
(70menit) perilaku menyimpang. Kemudian guru meminta peserta didik untuk
Orientasi peserta fokus terkait dengan video yang diberikan serta mencari berbagai
didik pada masalah referensi terkait dengan materi yang diberikan oleh guru. Selanjutnya
(kegiatan literasi) diharapkan kepada peserta didik untuk tenang dan memerhatikan video
(science) dengan seksama sebagai bentuk partisipasi mereka dan bentuk saling
STEAM menghargai antara sesama murid dan juga kepada guru di sekolah
sebagai salah satu bentuk budaya orang Minangkabau.
Kemudian pada saat pemutaran video guru memberikan bimbingan
Mengorganisasi kepada muridnya terkait dengan “perilaku menyimpangyang terjadi
peserta didik dimasyarakat” sehingga guru mengharapkan kepada seluruh peserta
(critical thinking) didik mampu untuk menganalisis persoalan yang ditampilkan pada
video tersebut serta para peserta didik juga harus untuk berpikir kritis
(science) STEAM terhadap materi yang diberikan. Dan para peserta didik juga
diharapkan secara langsung agar mereka dapat mengaitkan video yang
telah ditampilkan oleh guru tersebut dengan berbagai konstek dalam
kehidupan bermasyarakat.
Selanjutnya guru akan membagi kelompok dalam peserta didik
Membimbing tersebut, yang mana setiap peserta didik akan di bagi menjadi 2
penyelidikan kelompok dengan berbagai tema yang berbeda dari materi perilaku
individu/kelompok menyimpang tersebut yakni pada tema bentuk, tolak ukur, metode,
(collaboration) dimensi dan juga cara memperoleh status dalam masyarakat
/Selanjutnya guru juga akan memberikan lembaran LKPD kepada
(science) STEAM peserta didiknya yang betujuan untuk membantu peserta didik dalam
kegiatan pembelajaran sehingga terjalinnya bentuk interaksi yang
efektif.
Selanjutnya peserta didik akan mengumpulkan berbagai data yang
Mengembangkan relevan terkait dengan materi yang diberikan dan juga dari penampilan
dan menyajikan video tersebut. Lalu peserta didik kemudian menuliskan hasil dari
hasil karya diskusi kelompok tersebut kedalam LKPD yang telah diberikan oleh
(communication) gurunya.
(science, art)
STEAM
Peserta didik ditunjuk beberapa orang untuk menyampaikan
Menganalisis dan kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peserta
mengevaluasi didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
proses pemecahan yang belum dipahami dan guru memberikan umpan balik (feed back)
masalah Kesimpulan yang telah diberikan oleh peserta didik, kemudian
(creativity) ditegaskan kembali oleh guru untuk mengkonfirmasi jika ada
kekeliruan dari peserta didik dalam mengidentifikasi materi yang telah
(science) STEAM disampaikan oleh guru tersebut.
1. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar yang
Kegiatan penutup telah dilaksanakan.
(10 menit) 2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah
bekerja sama dengan baik dalam kelompok
3. Guru mengumpulkan LKPD yang telah dibagikan tadi.
4. Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada
pertemuan berikutnya.
5. Sebelum dilaksanakan penutup kegiatan pembelajaran, maka guru
menyuruh peserta didiknya untuk membacakan alhamdulillah atas
pembelajaran yang telah berjalan secara maksimal sebagai ungkapan
rasa syukur kita kepada Allah swt. Atas keberkahan ilmu yang
diberikannya.
D. Penilaian (Assesment) hasil pembelajaran
1. Sikap : Jurnal Sikap yang diberikan oleh guru
2. Pengetahuan : LKPD dan Evaluasi Pengetahuan
3. Keterampilan : Penilaian Essay Singkat.
Mengetahui, Padang,30 Maret 2022
Kepala SMA Katolik Guru Sosiologi
Xaverius Padang Sari Maria Fernanda S.Pd
Beth Febriani
Bahan Ajar Materi : Perilaku Menyimpang
Pengertian Perilaku Menyimpang
Perilaku individu atau sekelompok individu yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku secara umum dalam masyarakat sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Teori
ini dikemukakan oleh Edwin M.Lemert, menurutnya seseorang berperilaku menyimpang
karena proses labeling yang diberikan masyarakat kepadanya.
Menurut Para Ahli
Perilaku menyimpang adalah perilaku manusia yang bertentangan tidak sesuai dengan norma-
norma dan nilai-nilai yang berlaku.
Pengertian perilaku menyimpang menurut para ahli
1. Menurut Gilli
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai social keluarga
dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok.
2. Bruce J. Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan
kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
3. Robert M. Z. Lawang
Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang
berlaku dalam suatu sistem sosial.
4. James V. Zanaden
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal
yang tercela dan luar batas toleransi.
5. Paul B. Horton
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan dan
kehidupan sosial.
Sifat sifat perilaku menyimpang
Secara umum, terdapat dua sifat penyimpangan, yaitu:
1. Penyimpangan yang bersifat positif
Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang memiliki dampak
positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya
alternatif. Umumnya, penyimpangan ini dapat diterima masyarakat karena sesuai dengan
perubahan zaman. Contoh, emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang
memunculkan banyak wanita karier.
2. Penyimpangan yang bersifat negatif
Dalam penyimpangan yang bersifat negatif, pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial
yang dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial. Tindakan dan
pelakunya akan dicela dan tidak diterima masyarakat. Bobot penyimpangan dapat diukur
menurut kaidah sosial yang dilanggar. Contoh, seorang koruptor selain harus mengembalikan
kekayaan yang dimilikinya kepada negara, juga tetap dikenakan hukuman penjara.
Faktor Faktor Terjadinya Perilaku Menyimpang
1. Perilaku Menyimpang Sebagai Akibat Proses Sosisalisasi Yang Tidak Sempurna
Proses sosialisasi dapat dianggap tidak berhasil jika individu tidak mampi mendalami norma-
norma maayarakat agar menjadi bagian dari dirinya. Proses sosialisasi yang dialami
seseorang yang tidak sempurna diakibatkan oleh media informasi dan media sosialisasi yang
satu dengan yang lain saling bertentangan. Terkadang pesan-pesan yang disampaikan oleh
agen sosialisasi seperti keluarga, teman bermain, sekolah, dan media massa tidak sepadan
atau saling bertentangan satu sama lain.
Contohnya : sebuah keluarga memberikan pesan untuk tidak merokok kepada anggota
keluarganya dalam hal ini adalah abak, tetapi si anak melihat atau membaca di media massa
bagaimana rokok diiklankan dengan sangat menarik. Ia juga melihat teman bermainnya
semuanya merokok. Kondisi sepeti ini menyebabkan si anak mengalami konflik batin antara
menghargai norma atau nilai yang diberikan keluarga atau memilih norma yang berkembang
pada kelompok bermainnya. Proses sosialisasi yang tidak sempurna juga dapat timbul akibat
cacat yang di derita sejak lahir baik itu gangguan jiwa, gangguab mental dan lain sebagainya.
2. Perilaku menyimpang Sebagai Hasil Proses Sosialisaisi NIlai-Nilai Subkebudayaan
Menyimpang.
Seorang anak yang dibesarkan pada suatu lingkungan yang menganggap perbuatan mabuk-
mabukan, perkelahian, dan pelacuran sebagai hal biasa cenderung akan melakukan perbuatan
menyimoang yang serupa. Di lain pihak, menurut ukuran masyarakat luas perbuatan itu
dianggap menyimpang. Penyimoangan bersumber dari pergaulan yang berbeda ( differential
association) yang dipelajari melalui proses alih budaya. Melalui proses belajar inilah, anak
menyerap suatu subkebudayaan menyimpang dari kelompok atau lingkungan tertentu dalam
masyarakat.
LEMBARAN KERJA PESERTADIDIK ( LKPD )
(PERTEMUAN PERTAMA)