PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI
LISAN
Dr. Titin Nurhayatin, M.Pd.
Desti Fatin Fauziyyah, S.Pd., M.Pd.
PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI LISAN
• Menurut Yamin (2007-176) media adalah kata jamak dari medium berasal dari kata
latin memiliki arti perantara. Secara definisi media adalah suatu perangkat yang dapat
menyalurkan informasi dari sumber ke penerima informasi. Adapun dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (Tim Penulis, 2008:1002) media adalah perantara,
penghubung yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya).
• Menurut Ibrahim dan Syaodin (2003:112) mengartikan media sebagai segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa. Pada tahun 50-an media disebut
sebagai alat bantu audio visual karena pada masa itu, peranan media memang
semata-mata untuk membantu guru dalam mengajar, tetapi kemudian, namanya lebih
populer sebagai media pembelajaran atau media belajar.
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
• Penyampaian materi pelajaran dapat di seragamkan.
• Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
• Proses belajar siswa menjadi interaktif.
• Jumlah waktu belajar- mengajar dapat dikurangi.
• Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan.
• Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
• Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses itu sendiri
dapat ditingkatkan,
• Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif.
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Brezt dan Munadi (2008:53) mengidentifikasi jenis media berdasarkan indera yang
terlibat karena pemahaman bahwa penginderaan merupakan pintu gerbang ilmu
pengetahuan.
Media dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok
besar yaitu :
• Media audio adalah media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya
mampu memanipulasi kemampuan suara semata.
• Media visual adalah media yang hanya melibatkan indera pengelihatan.
• Media audio visual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan
pengelihatan sekaligus dalam satu proses.
• Multimedia adalah media yang melibatkan berbagai indera dalam sebuah proses
pembelajaran
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM PEMILIHAN KATA
Menurut Mulyanta dan Marlon (2009:3-4) kriteria media pembelajaran yang baik idealnya
meliputi 4 hal utama :
• Kesesuaian atau relevansi, artinya media pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan
belajar, rencana belajar, program kegiatan belajar, tujuan dan karakteristik peserta didik.
• Kemudahan, artinya semua isi pembelajaran melalui media harus mudah dimengerti,
dipelajari dan dipahami oleh peserta didik.
• Ketertarikan, artinya media pembelajaran harus mampu menarik maupun merangsang
perhatian peserta didik.
• Kemanfaatan, artinya isi dari media pembelajaran harus bernilai atau berguna.
MULTIMEDIA INTERAKTIF
Munir (2010:235) mengatakan sajian multimedia dapat diartikan sebagai media yang
menampilkan teks, suara, grafik, video, animasi, dalam sebuah tampilan yang terinteraksi
dan interaktif.
Munir (2010:235) juga mengemukakan bahwa multimedia mempunyai beberapa
keistimewaan yang tidak dimiliki oleh media lain. Diantaranya keistimewaan sebagai
berikut :
• Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik.
• Multimedia memberikan kebebasan kepada pelajar dalam menentukan topik proses
pembelajaran.
• Multimedia memberikan kemudahan kontrol yang sistematis dalam proses
pembelajaran.
MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM
PEMBELAJARAN
Menurut Munir (2012:235) multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu multimedia linier
dan multimedia interaktif.
• Multimedia linier adalah multimedia yang tidak dilengkapi dengan pengontrol apapun
yang dapat dioperasi oleh pengguna. Contoh : Tv dan film.
• Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol
yang dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang
dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh : pembelajaran interaktif, aplikasi game,
dll.
Multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap)
serta sehingga dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan kemauan pesarta didik,
sehingga secara sengaja proses belajar itu terjadi, bertujuan dan terkendali.
KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUAN MULTIMEDIA
INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN
a. Karakteristik multimedia interaktif dalam pembelajaran :
• Memiliki lebih dari satu media yang konvergen.
• Bersifat interaktif, memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon penguna.
• Bersifar mandiri, memberi kemudahan dan kelengkapan isi sehingga pengguna bisa
menggunakan tanpa bimbingan orang lain.
b. Kemampuan multimedia interaktif dalam pembelajaran :
Multimedia interaktif mempunyai beberapa kemampuan yang tidak dimiliki oleh media lain,
diantaranya :
• Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik.
• Multimedia memberi kebebasan kepada peserta didik dalam menentukan topik proses
belajar.
• Multimedia memberikan kemudahan control yang sistematis dalam proses belajar.
PEMBELAJARAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN
KOMUNIKASI LISAN
1. Teks deskripsi : media audio visual
2. Teks Narasi : media audio visual
3. Teks Prosedur : media audio visual
4. Teks Observasi : media audio visual
5. Surat Dinas dan Surat Pribadi : media visual
6. Puisi rakyat : media audio visual, animasi
7. Fabel/Legenda : media audio visual, animasi
Pustaka Utama
Nurhayatin, T. (2009). Pembinaan Kemampuan Berkomunikasi Lisan dan Pembelajarannya. Bandung : Prisma Press.
Pustaka Pendukung
Arie. (2019). Enjoy Public Speaking Jago Speak dan Presentasi Kece. Bandung: Rodapublika .
Arsjad, M. & Mukti, U.S. (1988). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Faber, J. dan Julie King. (2020). Seni Berbicara pada Anak. Jakarta: Gramedia.
Green, H. (1963). Developing Language Skills. Boston : Alyan and Bacon.
Hojanto, Ongky. (2018). Public Speaking Mastery. Jakarta: Gramedia.
Keraf, G. (1997). Komposisi. Ende : Nusa Indah.
Kemendikbud. (2018). Buku Guru Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
PuKsetmaekndaikUbutda. (m20a18). Buku Siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nessel, D. (1989). Thinking Throngh Language Acts. New York : Macmillan.
Nurgiyantoro, B. (1987). Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta : Gajah Mada.
Parera. J.D. (1987). Belajar Mengemukakan Pendapat. Jakarta : Erlangga.
Rahmat,J. (1992) Retorika Modern. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Richard, J.C. (1983). Language and Communication. London : Longman.
Sirait, C. B. (2009). The Power of Public Speaking. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Sirait, C. B. (2017). Public Speaking for Teacher. Jakarta : Grasindo.
Tarigan, H.G. (1986). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Djago. (1988). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa.Bandung : Angkasa.
Underhill, N. (1987). Testing Spoken Language. New York : Macmillan.
Khayyirah, Balqis. (2014). Cara Pintar Berbicara Cerdas di Depan Publik. Jogjakarta : Diva Press.
Maarif, Zainul. (2015). Retorika Metode Komunikasi Publik. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Maidar, G.A. & Mukti. (1986). Berbicara II ( PINA 434). Jakarta : UT.
Rahmat, J. (1994). Psikologi Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Tarigan, H.G & Suhendar, M.E. (1995). Berbicara I ( Materi pokok PINA 431). Jakarta : UT.