The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erieverawati.kimiasmkn2tarakan, 2022-10-18 19:54:27

Tata Nama Senyawa Kimia

Tata Nama Senyawa Kimia

Tata Nama Senyawa Kimia, Ionik dan Kovalen

Tata Nama Senyawa Kimia
Ada dua cara sistem tata nama senyawa kimia yang sampai saat ini digunakan.
1. Sistem IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Sistem ini

adalah sistem tata nama senyawa kimia resmi yang digunakan oleh para ahli
kimia di seluruh dunia.
2. Sistem trivial. Sistem penamaan ini hanya berlaku di Indonesia saja. Negara-
negara lain punya sistem penamaan trivial yang berbeda.
Contohnya, pada sistem IUPAC senyawa NaCl dinamakan natrium klorida. Namun,
sistem trivial menyebutnya garam dapur atau halit.

Tata Nama Senyawa Ionik
Senyawa ionik terbentuk dari unsur logam dan non logam. Senyawa ini merupakan
hasil penggabungan ion positif (kation) logam dan ion negatif (anion) non logam.
Cara menamai senyawa ionik berdasarkan IUPAC adalah dengan menuliskan nama
unsur logam, diikuti dengan nama unsur non logam dan ditambah akhiran ‘ida’.

Rumus penamaan senyawa ionik berdasarkan IUPAC
Contoh:
KCl : Kalium klorida
MgF2 : Magnesium fluorida
K2O : Kalium oksida.
NaCl : Natrium klorida
Tapi harus ingat, meski senyawa ionik memiliki muatan positif dan negatif, jumlah
muatan pada senyawa ini tetap nol.
Tapi, pada beberapa kasus bisa menemukan senyawa ionik dengan bilangan oksidasi
logam lebih dari satu. Jika menemukan kasus ini, bisa mengikuti sistem STOCK

dengan menambahkan angka romawi, menambahkan akhiran “o” untuk kation
dengan bilangan oksidasi yang rendah, atau akhiran “i” untuk kation dengan bilangan
oksidasi yang tinggi.

Contoh penamaan senyawa ionik berdasarkan sistem STOCK dan akhiran

Tata Nama Senyawa Kovalen
Senyawa kovalen dibentuk oleh dua unsur non logam melalui ikatan kovalen. Untuk
menamai senyawa ini, bisa menggunakan awalan yang menunjukkan jumlah relatif
setiap jenis atom dalam molekul tersebut. Berikut awalan yang digunakan:

mono : 1 (satu)

di : 2 (dua)

tri : 3 (tiga)

tetra : 4 (empat)

penta : 5 (lima)

heksa : 6 (enam)

hepta : 7 (tujuh)

okta : 8 (delapan)

nona : 9 (sembilan)

deka : 10 (sepuluh)

undeka : 11 (sebelas)

dodeka : 12 (dua belas)

Contoh:
SO2 : Belerang dioksida
SO3 : Belerang trioksida
CCl4 : Karbon tetraklorida
B2Br4 : Dibromo tetrabromida
Sistem awalan ini dapat menunjukkan hubungan antara nama senyawa dan rumusnya
dengan tepat.
Selain sistem awalan, elo juga bisa menggunakan sistem STOCK yang mirip dengan
penamaan pada senyawa ionik.

Contoh penamaan senyawa kovalen berdasarkan sistem awalan dan STOCK

Contoh Soal Penamaan
1.

Rumus kimia

1. N2 Gas nitrida
2. CO Karbon Oksida

3. CO2 Monokarbon Dioksida

4. N2O5 Dinitrogen Pentaoksida

Manakah pasangan yang tepat?
a. 1, 2, dan 3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4 saja
e. Semua benar
Satu-satunya jawaban yang benar adalah pernyataan 4, karena terdapat dua atom
nitrogen dan lima atom oksigen. Sehingga, senyawa ini disebut dinitrogen
pentaoksida. Jawaban yang benar adalah d.
2. Nama senyawa ionik CaS adalah…
a. Kalsium sulfur
b. Kalsium sulfida
c. Kalsium (II) sulfida
d. Kalsium sulfurida
e. Kalsium belerangida
Untuk menamai senyawa ionik, elo bisa mengacu pada aturan IUPAC “NAMA LOGAM
+ NAMA NON LOGAM + IDA”
Artinya, nama untuk senyawa CaS adalah kalsium sulfida. Jawabannya adalah b.
3. Nama dari senyawa ionik Fe(ClO4)3 adalah…
a. Besii (II) klorit
b. Besi (II) klorat
c. besi (II) klorat
d. besi (II) perklorat
e. besi (III) perklorat


Click to View FlipBook Version