MENGENAL NEGARA-NEGARA ASEAN
Digunakan untuk :
Proses Belajar Mengajar di SMP/MTs Kelas VIII
ALINE DAMETHRI, S.Pd
SMP Negeri 6 Bandar Lampung
Tahun 2021
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
Mendeskripsikan kondisi geografis
3.1 Menelaah perubahan keruangan dan 3.1.1 wilayah ASEAN
interaksi antar ruang di Indonesia dan Menganalisis iklim setiap negara-
negara ASEAN
negara-negara ASEAN yang
dikibatkan oleh faktor alam dan 3.1.2
manusia (teknologi, ekonomi,
pemanfaatan lahan politik) dan
pengaruhnya terhadap
keberlangsungan kehidupan ekonomi,
social, budaya dan politik.
4.1 Menyajikan telaah tentang 4.1.1 Menyajikan hasil analisis pengaruh
perubahan keruangan dan interaksi perubahan iklim global terhadap
antar ruang di Indonesia dan negara- keberlangsungan kehidupan
negara ASEAN yang dikibatkan ekonomi, sosial, budaya dan politik
oleh faktor alam dan manusia negara ASEAN.
(teknologi, ekonomi, pemanfaatan
lahan politik) dan pengaruhnya
terhadap keberlangsungan
kehidupan ekonomi, social, budaya
dan politik.
PETUNJUK PENGGUNAAN EBOOK
1. Perhatikan Peta Konsep dengan cermat!
2. Bacalah dengan cermat materi ajar dan sumber belajar lain!
3. Catatlah hal-hal yang menjadi informasi penting!
4. Jika ada hal-hal yang sulit dimengerti tanyakan kepada guru anda!
PETA KONSEP
MENGENAL
NEGARA-NEGARA
ASEAN
Kondisi Geografis Kondisi Iklim Negara-
Wilayah ASEAN Negara ASEAN
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran dengan model Discovery Learning peserta didik mampu:
1. Mendeskripsikan kondisi geografis wilayah ASEAN
2. Menganalisis iklim setiap negara-negara ASEAN
3. Menyajikan hasil analisis pengaruh perubahan iklim global terhadap keberlangsungan
kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik negara ASEAN
MENGENAL NEGARA-NEGARA ASEAN
Kondisi Geografis Wilayah ASEAN
https://img.jakpost.net/c/2018/11/13/2018_11_13_58606_1542126019._large.jpg
Gambar 1.1 Gambar Pemimpin-Pemimpin Negara Anggota ASEAN
Apakah kalian tahu bahwa ASEAN (Association of South East Asian Nations) berdiri pada 8
Agustus 1967 di Bangkok, Thailand?
ASEAN adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN didirikan
oleh lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Tahukah kalian Sebagian besar negara ASEAN memiliki wilayah Laut sekitar 5.060.100 km².
Adapun luas wilayah daratannya ± 4.817.000 km. Mayoritas negara-negara di ASEAN memiliki
ikloim tropis karena dilewati oleh garis khatulistiwa.
Berdasarkan letak geografis, ASEAN terletak di antara dua Samudra yaitu Hindia dan Pasifik, dan
terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia. Tahukah kalian bahwa negara-negara di
ASEAN memiliki 4 karakteristik yang unik?
Perhatikan pembahasan berikut!
1. Compact, yaitu berbentuk hamper seperti lingkaran. Contohnya negara kamboja.
2. Fragmented, yaitu berbentuk kepulauan yang terpisah-pisah. Contohnya Indonesia.
3. Elongated, Yaitu bentuk memanjang. Contohnya negara Vietnam.
4. Protruded, yaitu bentuknya lebih kompleks dan beragam, biasanya terdapat tangan yang
memanjang, contohnya Thailand dan Myanmar.
Kondisi Geografis Wilayah ASEAN
https://www.ruangguru.com/hs-fs/hubfs/1798917538.jpg?width=600&name=1798917538.jpg
Gambar 1.2 Gambar Peta ASEAN
A. Kondisi Geografis Wilayah ASEAN
1. Letak astronomis ASEAN terletak pada 28° LU - 11° LS dan 92° BT - 141° BT
2. Luas geografis Asia Tenggara berada diantara tiga perairan, yaitu :
Samudra Hindia dan Teluk Benggala di bagian barat.
Laut Cina Selatan di Utara
Samudra pasifik di timur.
B. Batas-batas wilayah ASEAN
a. Sebelah utara berbatsan dengan : Cina, Taiwan, India, dan Bangladesh
b. Sebelah barat berbatasan dengan : India, Bangladesh, Sri langka, dan Teluk Benggala
c. Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Australia
d. Sebelah Timur berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Papua Nugini
C. Penduduk di kawasan Asia Tenggara
Suku bangsa asli di Asia Tenggara terdiri dari ribuan etnis, namun yang cukup besar dapat
disebutkan suku bangsa Jawa, Batak, Sunda, Bugis, Dayak yang merupakan sebagian dari
ratusan suku bangsa yang tinggal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Suku bangsa
Siam tinggal di Thailand, suku bangsa Lao tinggal di Laos, suku bangsa Myanmar, dan Karen
(Myanmar), suku banhgsa Min (Vietnam), suku bangsa Khmen (Kamboja). Adapun suku bangsa
pendatang adalah Cina, India, dan Eropa, bahkan suku bangsa Cina sebanyak 70% mendominasi
negara Singapura.
Bentang Alam Kawasan Asia Tenggara
Secara geografis, bentang alam kawasan Asia Tenggara dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bentang
alam daratan dan bentang alam perairan.
Bentang alam daratan kawasan Asia Tenggara yang menyatu dengan benua Asia terutama negara
Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam dan sebagian Malaysia. Sedangkan bentang alam
daratan yang berupa kepulauan yaitu : negara Singapura, sebagian Malaysia, Indonesia, Brunei
Darusslam, Failipina, dan Timor Leste.
Kemudian bentang alam di kawasan Asia Tenggara yang berupa bentang alam perairan terdiri
dari bentang air tawar di daratan, seperti sungai, danau, rawa, dan bentang air asin di lautan, baik
pulau-pulau mempunyai berbagai kenampakan alamiah yang terbentuk akibat tenaga endogen
maupun eksogen.
Bentang Alam Asia Tenggara :
1. Pegunungan
Pegunungan yang terdapat di kawasan Asia Tenggara antara lain : Pegunungan Jaya Wijaya
(Indonesia). Pegunungan Bukit Barisan (Indonesia), Pegunungan Sierra Madre (Filipina),
Pegunungan Annam (Vietnam dan Laos), dan Pegunungan Arakan Yoma (Myanmar).
Pegunungan-pegunungan yang sudah disebutkan diatas, keberadaanya sangat bermanfaat
sekali untuk lahan pertanian, kepentingan pariwisata, kegiatan olahraga, dan lerengnya dapat
mendatangkan hujan (hujan orografis).
2. Gunung
Beberapa gunung-gunung tertinggi di kawasan Asia Tenggara antara lain : Gunung Jaya
Wijaya (Indonesia), Gunung Tahan (Malaysia), Gunung Bukit Timah (Singapura), Gunung
Apo (Filipina), Gunung Doi Inthanom (Thailand), Gunung Fa Si Pan (Vietnam) dan Gunung
Hkakabo Razi (Myanmar).
Gunung-gunung tersebut mempunyai arti penting, terutama dapat menyuburkan lahan
pertanian dan abu vulkaniknya, serta material yang dikeluarkan dimanfaatkan untuk bahan
bangunan dan obat-obatan bagi masyarakat setempat.
3. Sungai
Daftar sungai-sungai besar di kawasan Asia Tenggara antara lain: sungai Kapuas (Indonesia),
sungai Irawadi (Mayanmar), sungai Mekong dan sungai Menam Chao Phraya (Thailand),
sungai Pahang (Malaysia), sungai Agusan (Filipina), sungai Belait (Brunei Darussalam) dan
Sungai Merah (Vietnam).
Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang di Asia Tenggara, yakni mencapi lebih dari
4200 km. Sungai-sungai di kawasan Asia Tenggara berperang untuk irigasi, transmigrasi,
PLTA, perikanan, transportasi,sumber baraang tambang, rekreasi dan olahraga, serta masih
digunakan untuk MCK.
4. Danau
Danau-danau besar yang terdapat di kawasan Asia Tenggara antara lain : danau Toba
(Indonesia), danau Lanau (Filipina), danau Tonle sap (kamboja), danau Thale Luang
(Thailand). Danau-danau ini banyak dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA, perikanan,
transportasi, pariwisata, dan olahraga serta penghasil barang tambang.
5. Samudra, Laut dan Selat
Beberapa samudra, laut dan selat di kawasan Asia Tenggara antara lain : Samudra Hindia
(Indonesia), samudra Pasifik (Filipina), laut Andaman, laut Cina Selatan, laut Sulawesi, selat
Malaka, selat Karimata, selat Bali, selat Ombai, dan lain-lain.
Kondisi Iklim Negara-Negara ASEAN
Tahukah kalian bahwa ada negara ASEAN yang memiliki subtropis?
Seperti diketahui, sebagian besar negara ASEAN adalah beriklim tropis seperti Indonesia. Iklim
tropis terjadi di kawasan sekitar equator atau garis khatulistiwa, di antara garis 23,5° LU – 23,5°
LS.
Pada iklim tropis, cuaca hangat sepanjang hari dan tidak ada musim dingin. Sementara itu, iklim
subtropis ada di daerah 20° LU - 40° LS. Negara yang beriklim subtropis mempunyai suhu harian
dan musiman yang lebih beragam dari daerah tropis.
Lalu, neagra ASEAN mana yang memiliki iklim subtropis?
Negara itu adalah Myanmar, satu-satunya negara ASEAN yang memiliki iklim Subtropis.
Seperti wilayah lainnya, hal tersebut juga dipengaruhi oleh posisi geografis dan posisi lintang
negara Myanmar.
Namun wilayah Myanmar terbagi menjadi dua iklim. Myanmar bagian selatan memiliki iklim
tropis dan Myanmar bagian utara beriklim subtropis. Sedangkan Myanmar yang terletak di sekitar
khatulistiwa, iklimnya dipengaruhi angin musim.
Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, iklim di Myanmar dipengaruhi oleh angin monsun,
sehinnga iklimnya sering disebut sebagai iklim monsun atau monsoon climate.
Massa udara dingin dari Asia Tengah membawa salju ke rah pegunungan utara di Myanmar,
selama kurang lebih dua bulan dalam setahun.
Hal itulah yang menyebabkan iklim di Myanmar dipengaruhi oleh angin monsun.
Secara garis besar, Myanmar memiliki tiga musim, berbeda dengan negara lainnya di Asia
Tenggara yang hanya memiliki dua jenis musim.
Musim di Myanmar di antaranya sebagai berikut :
1. Musim kemarau yang sejuk namun relatif kering. Biasanya musim ini muncul pada akhir
Oktober hingga pertengahan Februari. Hal ini dipengaruhi oleh angin musim timur laut.
2. Musim kemarau yang panas dan kering. Biasanya musim ini muncul pada pertengahan Februari
hingga pertengahan Mei.
3. Musim hujan. Biasanya musim ini muncul pada pertengahan Mei hingga akhir Oktober. Hal ini
dipengaruhi oleh angin musim barat daya.
Meski begitu, untuk suhu di Myanmar tidak berbeda jauh dengan negara Asia Tenggara lainnya.
Karena meski merupakan satu-satunya negara ASEAN yang memiliki iklim subtropis, Myanmar
juga masih tetap termasuk dalam negara tropis.
Pengaruh Perubahan Iklim Global terhadap Hubungan Internasional Negara ASEAN
https://maritim.go.id/konten/unggahan/2019/03/IMG-20190323-WA0008.jpg
Gambar 1.3 Gambar Dampak Perubahan Iklim Secara Global
Semakin hari perubahan iklim semakin kita rasakan bahkan semakin mengkhawatirkan. Siang
hari sangat panas tiba-tiba hujan. Perlu diingat bahwa perubahan iklim tidak terjadi tiba-tiba,
peristiwa ini terjadi oleh berbagai sebab. Untuk itu kita harus berusaha menanggulanginya
dengan mulai mencintai dan menjaga lingkungan seperti menanam pohon, tidak membuang
sampah sembarangan, melakukan daur ulang, dan cara-cara sederhana lainnya.
Perubahan iklim bukanlah hal baru. Iklim global sebelumnya sudah selalu berubah-ubah. Pada
jutaan tahun yang lalu, sebagian wilayah dunia yang dahulunya tertutupi oleh es kini berubah
menjadi daratan akibat fluktuasi radiasi matahari atau letusan gunung berapi.
Perubahan iklim yang ada saat ini dan akan datang dapat disebabkan bukan hanya oleh peristiwa
alam melainkan lebih karena berbagai aktivitas manusia. Kemajuan pesat pembangunan ekonomi
telah memberikan dampak yang serius terhadap iklim dunia, seperti penggunaan energi fosil
untuk sumber energi, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, dan pembukaan lahan dengan
cara membabat hutan besar-besaran.
Negara-negara ASEAN harus mengambil tindakan bersama untuk menghadapi
perubahan iklim.
Sembilan dari sepuluh anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah
meratifikasi Perjanjian Paris, dan Myanmar diperkirakan akan mengikuti dalam waktu dekat.
Meskipun masing-masing negara memiliki Komitmen Kontribusi Nasional (NDC), kolaborasi
antara negara-negara ini sangat penting untuk mencapai target NDC dan mengatasi tantangan
perubahan iklim global di wilayah yang ditinggali oleh seperempat populasi dunia.
Laporan terbaru dari Lembaga Hubungan Internasional Norwegia (NUPI) ‘Impact of Climate
Change on ASEAN International Affairs,’ adalah salah satu laporan pertama yang berfokus pada
dampak perubahan iklim terhadap hubungan internasional ASEAN. Ditulis bersama-sama oleh
wadah pemikir dan lembaga internasional di seluruh ASEAN (termasuk World Resources
Institute Indonesia), laporan ini menyoroti kawasan yang perlu menjadi perhatian negara-negara
anggota.
https://wri-indonesia.org/sites/default/files/styles/large/public/640px
South_Asian_Summit_on_Gas_Trading_and_Transportation.jpg?itok=VbDwvDTb
Gambar 1.4 Gambar Peralihan Energi di Negara-Negara ASEAN
Perubahan iklim dapat mengakibatkan krisi kemanusiaan, migrasi, dan/ atau peningkatan
kebutuhan impor kebutuhan dasar yang dapat mempengaruhi hubungan antar negara.
Menurut Indeks Risiko Iklim Global, empat dari sepuluh negara yang paling terpengaruh oleh
perubahan iklim berada di Asia Tenggara, yakni Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam. Di
negara-negara ini dan negara lainnya, perubahan iklim berpotensi memiliki dampak berikut
terhadap hubungan internasional ASEAN:
Kenaikan permukaan laut diperkirakan akan mengakibatkan kerusakan paling besar di
Indonesia, di mana dampak rob (banjir dari laut) diperkirakan akan mempengaruhi 5,9 juta orang
setiap tahunnya mulai tahun 2100. Kenaikan permukaan laut dapat mengancam kota-kota di
pesisir pantai, menyebabkan penyusutan wilayah daratan dan memperburuk konflik di wilayah
perairan.
Kejadian cuaca ekstrem juga diperkirakan semakin memburuk. Peristiwa seperti Topan Haiyan
di Filipina telah memakan banyak korban jiwa dan mengakibatkan peningkatan migrasi lintas
batas negara.
Asap dari kebakaran yang melintasi batas negara mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan
manusia di perbatasan sehingga menyebabkan ketegangan antar negara. Meskipun dapat
menyebabkan keretakan hubungan diplomatik, permasalah ini juga membuka kesempatan kerja
sama antar negara.
Ketahanan pangan juga terancam mengingat sebagian besar tenaga kerja di Asia Tenggara
bekerja di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang sangat rentan terhadap perubahan
iklim. Hasil panen beras dan Produk Domestik Bruto (PDB) di negara-negara ASEAN
diperkirakan akan menurun masing-masing sebesar 50 persen dan 6,7 persen pada tahun 2100.
Semua kondisi ini berpotensi memiliki dampak signifikan terhadap migrasi. Kenaikan
permukaan laut akan meningkatkan evakuasi dari wilayah dataran rendah yang akan
meningkatkan kepadatan populasi di wilayah lain. Faktor-faktor perubahan iklim lain yang akan
mempengaruhi migrasi adalah perubahan aliran sungai, kurangnya air untuk pertanian dan
meningkatnya suhu di daerah pedesaan.
AKTIVITAS
PEMBELAJARAN
Setelah membaca uraian materi di atas, silahkan kalian secara individu menganalisis uraian
gambar yang terdapat pada tabel berikut!
Gambar Analisislah pengaruh efek rumah kaca
terhadap keberlangsungan kehidupan
ekonomi, sosial, budaya dan politik negara
ASEAN
https://edura.id/blog/wp-
content/uploads/2020/03/efek-rumah-kaca.jpg
Efek Rumah Kaca
1. Perhatikan dengan seksama gambar peta di bawah ini
Amati Peta tersebut, kemudian tunjukan letak geografis negara negara ASEAN:
Negara apa yang terletak paling utara?......................................
• Negara apa yang terletak paling selatan?............................
• Negara apa yang terletak paling barat?................................
• Negara apa yang terletak paling timur?...............................
2. Lengkapi Pernyataan dibawah ini!
Posisi Samudra dan benua dari Indonesia
a. Timur laut dari Indonesia adalah ……………………..
b. ……………….. dari Indonesia adalah Samudra Hindia
c. Tenggara dari Indondenesia adalah ……………………
d. ………………. dari Indonesia adalah …………………
3. Jelaskan Bentuk secara geografis, negara-negara ASEAN berdasarkan ciri—cirinya!
Ciri-ciri Penjelasan
Compact
Fragmented
Elongated
Protruded
4. Identifikasikan letak astronomis dan iklim masing-masing negara ASEAN pada tabel di
bawah
Negara Letak Bujur Letak Lintang Iklim
5. Perbedaan iklim antar Negara-negara Asean menyebabkan perbedaan dalam berbagai
hal.Berikan contohnya!
Kunci Jawaban
1. Letak geografis negara negara ASEAN
Negara apa yang terletak paling utara? Myanmar
Negara apa yang terletak paling selatan? Indonesia
Negara apa yang terletak paling barat? Myanmar
Negara apa yang terletak paling timur? Indonesia
2. Posisi samudra dan benua dari Indonesia
a. Timur laut dari Indonesia adalah Samudera Pasifik
b. Barat daya dari Indonesia adalah Samudra Hindia
c. Tenggara dari Indonesia adalah Benua Australia
d. Barat laut dari Indonesia adalah Benua Asia
3. Dari bentuk geografis negara-negara Asean mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :
- Compact atau bentuknya hampir bulat separti lingkaran, misalnya Kamboja
- Fragmented atau mempunyai bentuk terdiri atas banyak pulau yang terpisah-pisah,
misalnya Filipina dan Indonesia
- Elongated atau memiliki bentuk yang memanjang, misalnya Vietnam
- Protruded atau mempunyai bentuk yang beragam serta kompleks dengan bentuk yang
memanjang menyerupai tangan, misalnya Myanmar dan Thailand.
4. Letak garis, bujur, lintang dan iklim Negara-negara Asean
1. Negara Indonesia pada 6˚LU s.d. 11˚LS & 95˚ BT s.d. 141˚BT mempunyai iklim tropis
2. Negara Filipina pada 5˚LU s.d. 21˚LU & 117˚BT s.d. 126˚BT beriklim tropis
3. Singapura pada 1˚15’ LU s.d. 1˚26’ LU & 103˚BT s.d. 104˚BT memiliki iklim tropis
4. Malaysia pada 1˚LU s.d. 7˚LU & 100˚BT s.d. 119˚BT mempunyai iklim tropis
5. Thailand pada 5˚LU s.d. 21˚LU & 97˚BT s.d. 106˚BT beriklim tropis
6. Myanmar pada 10˚ LU s.d. 29˚ LU & 92˚ BT - 101˚ BT beriklim tropis dan sub tropis
7. Kamboja pada 10˚ LU s.d. 14˚ LU & 102˚ BT s.d. 108˚ BT memiliki iklim tropis
8. Brunei Darrusalam 4˚ LU s.d. 5˚ LU & 114˚ BT s.d. 115,5˚ BT beriklim tropis
9. Vietnam pada 8˚ LU s.d. 23˚ LU & 102˚ BT s.d. 109˚ BT berikim tropis
10. Laos 14˚ LU s.d. 22˚ LU & 100˚ BT s.d. 107˚ BT dan mempunyai iklim tropis
5. Adanya iklim yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap budaya, mobilitas dan interaksi
manusia setiap negara-negara Asean. Perbedaan terlihat dari bentuk rumah, makanan, cara
berpakaian, kesenian dan lain sebagainya.
Pedoman Penskoran
Keterangan:
Tiap nomor diberi nilai 20, maka
Nilai pengetahuan = Jumlah nilai yang diperoleh
Kriteria Nilai
A = 86 – 100 : Baik Sekali
B = 71– 85 : Baik
C = 56 – 70 : Cukup
D = ≤ 55 : Kurang
SUMBER RUJUKAN
Iwan Setiawan dkk. 2017. Pendidikan Ilmu pengetahuan SosialSMP/ Mts Kelas VIII.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Iwan Setiawan dkk. 2017. Buku Guru Pendidikan Ilmu pengetahuan SosialSMP/ Mts
Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tri Woro Setyaningsih. Dr. Supardi, M.Pd. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa
Pandemi Covid-19 SMP Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Pertama
https://sumbersejarah1.blogspot.com/2018/10/bentang-alam-asia-tenggara.html?m=1
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/PerubahanIklim-sk/topik-2.html
https://wri-indonesia.org/id/blog/negara-negara-asean-harus-mengambil-tindakan-bersama-
untuk-menghadapi-perubahan-iklim
SUMBER GAMBAR
https://img.jakpost.net/c/2018/11/13/2018_11_13_58606_1542126019._large.jpg
https://www.ruangguru.com/hs-fs/hubfs/1798917538.jpg?width=600&name=1798917538.jpg
https://maritim.go.id/konten/unggahan/2019/03/IMG-20190323-WA0008.jpg
https://wri-indonesia.org/sites/default/files/styles/large/public/640px
South_Asian_Summit_on_Gas_Trading_and_Transportation.jpg?itok=VbDwvDTb
https://edura.id/blog/wp-content/uploads/2020/03/efek-rumah-kaca.jpg