DENOK DWI HIDAYATI,15 / X IPS 1
Daftar Isi
A. Pengertian Gejala Sosial
B. Karakteristik Gejala Sosial
C. Jenis Gejala Sosial
D. Dampak Gejala Sosial
A. PENGERTIAN GEJALA SOSIAL
Gejala sosial menurut Durkhein gejala sosial dipahami sebagai fakta objektif di luar kehidupan
subjektif individu,yang meliputi berbagai aspek seperti gejala ekonomi,moral,politik,sosial,dan
budaya.
Sedangkan menurut Gulo gejala sosial didefinisikan sebagai peristiwa yang terjadi antara
manusia baik secara individu maupun kelompok .
Bisa kita mengerti juga bahwa Gejala sosial adalah suatu fenomena yang ditandai dengan
timbulnya permasalahan sosial yang memepengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap
individu didalam lingkungan kehidupanya.
B. KARAKTERISTIK GEJALA SOSIAL
Bersifat Kompleks (Rumit)
di dalamnya terdapat hubungan antarmanusia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya
yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, psikologis, politik, dan agama.
Beraneka Ragam
Gejala sosial memiliki sifat dan karakteristiknya masing-masing. Misalnya, gejala sosial akibat
problem ekonomi tidak dapat disamakan dengan gejala sosial akibat masalah agama, budaya,
ataupun politik, meskipun terdapat hubungan antara berbagai gejala tersebut.
Tidak Bersifat Universal
karena hanya dipengaruhi oleh suatu kondisi sosial atau budaya masyarakat tertentu saja. Oleh
karena itu, gejala sosial yang muncul di wilayah tertentu belum tentu sama dengan gejala sosial
yang muncul di wilayah lainnya.
Bersifat kompleks
Bersifat Dinamis
Tidak Bersifat Universal
karena hanya dipengaruhi oleh suatu kondisi sosial atau budaya masyarakat tertentu saja.
Oleh karena itu, gejala sosial yang muncul di wilayah tertentu belum tentu sama dengan
gejala sosial yang muncul di wilayah lainnya.
Bersifat Dinamis
mengacu pada perilaku masyarakat yang cenderung berubah-ubah (dinamis). Akibatnya,
peristiwa dan gejala sosial yang timbul pun menjadi cepat berubah. Seperti misalnya,
pergantian mode pakaian yang terus berganti setiap tahunnya.
Bersifat Kontekstual
Gejala sosial Bersifat kontelektual,artinya adalah gejala sosial memperlihatkan situasi yang
ada di sekitar lingkungan, baik tradisi, kebiasaan, norma yang berlaku, serta kondisi individu
yang ada di sekitarnya.
C. JENIS GEJALA SOSIAL
Gejala Ekonomi Gejala ekonomi adalah pergolakan dalam kondisi ekonomi yang berpotensi
mengubah kondisi masyarakat. Contoh gejala ekonomi adalah kemiskinan dan ketimpangan
penghasilan.
Gejala Budaya Gejala budaya adalah pergolakan dalam konteks kebudayaan masyarakat.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Indonesia adalah cerminan dari masyarakatnya,
sehingga segala perbedaan budaya dapat ditoleransi oleh masing-masing anggota masyarakat.
Maka tentu akan muncul polemik apabila suatu budaya dianggap tidak selaras dengan konsep
kebhinnekaan.
Gejala Alam Gejala alam tidak hanya gempa bumi, gunung meletus, atau angin puting beliung.
Ada kalanya gejala alam disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti banjir yang diakibatkan
oleh sampah. Hal tersebut merupakan akibat dari masyarakat yang suka membuang sampah
sembarangan.
Gejala Psikologis Tingkah laku individu dalam masyarakat turut dipengaruhi oleh aspek
psikologisnya. Aspek psikologis masyarakat Jepang yang memiliki trauma besar akibat perang
tentu berbeda dengan masyarakat lain yang tidak mengalami pengalaman serupa. Hal ini dapat
membedakan reaksi masing-masing masyarakat dalam menanggapi gejala sosial.
D. DAMPAK GEJALA SOSIAL
DAMPAK POSITIF
1. Potensi munculnya nilai dan norma baru
ada nilai dan norma masyarakat yang sudah ketinggalan zaman. Artinya, nilai dan norma yang
telah ada sebelumnya sudah tidak lagi menjawab kebutuhan yang ada di tengah masyarakat, kata
lain, sudah tidak kontekstual. Sehingga, munculnya gejala sosial diharapkan dapat
memunculkan nilai dan norma baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Adanya upaya mewujudkan kesetaraan gender
meningkatkan kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak asasi yang
sama sebagai manusia. Hal ini jelas merupakan pertanda yang baik karena dengan adanya
kesetaraan gender, tidak ada lagi ketimpangan atau judgement dari lingkungan terhadap
suatu gender tertentu.
3. Adanya diferensiasi struktural
mengacu kepada berkembangnya lembaga-lembaga sosial baru. Berbagai macam kebutuhan
di masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan wadah dan lembaga baru untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Contohnya yaitu adanya e-commerce yang memperlihatkan bentuk baru dari
transaksi jual-beli yang berkembang di masyarakat.
4. Tingkat pendidikan formal semakin tinggi dan merata
Gejala sosial yang berhasil diatasi akan membawa pemahaman bahwa “pendidikan itu
penting”. Akibatnya, masyarakat akan lebih aware terhadap pendidikan dan berusaha untuk
mendapatkan akses pendidikan, khususnya pendidikan formal, yang lebih baik lagi.
5. Meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan, munculnya berbagai penelitian ilmiah
terkait gejala sosial yang telah terjadi semakin menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) demi meningkatkan berbagai penemuan,
mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di tengah masyarakat melalui penelitian sosial, untuk
meningkatkan taraf hidup.
6. Berkembangnya industrialisasi
Ketika masyarakat sudah mendapatkan pendidikan yang baik, produktivitas masyarakat pun
akan meningkat dengan sendirinya. Hal ini mengakibatkan industri-industri semakin berkembang
menjadi lebih baik.
7. Kesadaran politik semakin tinggi
Masyarakat yang terdidik umumnya akan menyadari pentingnya kontribusi setiap individu
dalam praktek politik. Tingginya kesadaran politik ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi
dalam politik praktis.
8. Perlindungan terhadap kebebasan dalam kehidupan beragama
Gejala sosial memberi pelajaran pada masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dan
menghormati keanekaragaman. Dengan begitu, diharapkan akan munculnya kerukunan antar umat
beragama yang berujung pada terwujudnya kebebasan beragama secara hakiki.
DAMPAK NEGATIF
1. Terjadi kerusakan alam di berbagai wilayah
Hal ini dapat mengakibatkan banyak warga yang mengambil sumber daya dari alam
secara berlebihan, atau bahkan dengan sengaja merusak alam. Contohnya banyak kebun
pohon pisang yang rusak di beberapa wilayah akibat ulah remaja-remaja di berbagai wilayah
yang mengikuti video viral memukul pohon pisang sampai tumbang.
2. Terjadi penyimpangan sosial di tengah masyarakat
Gejala sosial dapat menimbulkan terjadinya perilaku menyimpang Contohnya, tingginya
tingkat kemiskinan dapat menyebabkan banyak kasus pencurian. Selain itu, kurangnya akses
terhadap pendidikan dapat menyebabkan kenakalan remaja dan tindakan asusila.
3. Meningkatnya konflik yang mengarah kepada kekerasan di tengah masyarakat
dapat berupa tawuran, peperangan, perebutan wilayah kekuasaan, perebutan daerah sumber
daya alam, dan sebagainya. Konflik-konflik sosial ini dapat disebabkan oleh gejala sosial seperti
kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, serta kurangnya SDM dan SDA yang berkualitas di
suatu wilayah
4. Terdapat kesenjangan antarkelas sosial
menyebabkan kesenjangan antarkelas sosial dalam masyarakat. Kesenjangan antarkelas
sosial ini, dapat memicu adanya ketidakrukunan antar sesama warga, bahkan dapat
memicu tindakan kriminal, seperti pencurian.
TERIMA KASIH