The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 6_RPS 14_Ekonomi Pembangunan Regional

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putrarobert2, 2021-12-19 16:48:57

Kelompok 6_RPS 14_Ekonomi Pembangunan Regional

Kelompok 6_RPS 14_Ekonomi Pembangunan Regional

EKONOMI PEMBANGUNAN REGIONAL (EKI 312 F2)
“TEORI PERTUMBUHAN HARROD-DOMAR”

Disusun oleh : Kelompok 6

Putu Vhisnu Dharma Santika (1907521039)/01

Putu Andini Pradnya Dewi (1907521082)/02

Putu Gita Amertadevi Dianthini (1907521137)/03
K.A Yoga Budiarta (1907521141)/04
Putu Adhi Surya Putra (1907521142)/05
Anak Agung Ayu Diah Puspita Mahadewi (1907521144)/06

PROGRAM STUDI SARJANA EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Teori
Pertumbuhan Harrod-Domar”. Adapun di dalam makalah ini meliputi pembahasan
mengenai Konsep dan Teori Pertumbuhan Harrod Domar, Konsep Capital-Output
Ratio, dan Review Ekonomi Pembangunan yang telah kami usahakan semaksimal
mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada dosen
kami Bapak Drs. I Wayan Wenagama,
M.P. yang memberikan arahan.

Namun tidak lepas dari itu, kami menyadari bahwa di dalam pembuatan
makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah di
masa yang akan datang.

Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah ini dapat berguna bagi kami sendiri dan bagi orang
yang membacanya. Kami mohon maaf apabila dalam menyusun makalah ini terdapat
kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja kami perbuat. Demikian yang dapat kami
sampaikan, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.

Denpasar, 8 Desember 2021

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Depan...................................................................................................i
Kata Pengantar ...................................................................................................ii
Daftar Isi ..............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3
2.1 Teori Pertumbuhan Harrod-Domar ............................................................ 3
2.2 Konsep Capital-Output Ratio .....................................................................4
2.3 Review Ekonomi Pembangunan ................................................................ 7
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 10
3.1 Kesimpulan.................................................................................................10
Daftar Pustaka.....................................................................................................11

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dari zaman dahulu sampai sekarang, perekonomian terus mengalami

perubahan dan perkembangan. Diharapkan perkembangan itu menjadi lebih baik,
namun dalam realitanya perkembangan ekonomi tidak bisa berjalan semulus yang
diharapkan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pengembangan
perekonomian, hal tersebutlah yang kadang menjadi kendala dalam menciptakan
perekonomian yang lebih bagus. Selain karena perekonomian sifatnya sangat
mengglobal dan perekonomian satu daerah kedaerah lain maupun dari satu negara
ke negara lain saling mempengaruhi maka tidak hanya satu atau dua negara saja
yang memikirkan bagaimana cara mengembangkan perekonomian menuju arah
yang lebih baik, bahkan seluruh dunia memikirkannya.

Berbicara masalah ekonomi, dari periode satu ke periode berikutnya
perkembangan ekonomian senantiasa menjadi pokok pembicaraan yang menarik.
Oleh karena itu munculah berbagai tokoh-tokoh ekonomi yang mengemukakan
berbagai pendapat, dari generasi ke generasi munculah tokoh-tokoh ekonomi baru
yang membawa pemikiran yang berbeda dengan tokoh-tokoh ekonomi generasi
sebelumnya. Pemikiran tersebut biasanya merupakan penyempurnaan pemikiran
tokoh sebelumnya atau pembenahan apabila ada pemikiran tokoh yang setelah
diuji ada suatu kesalahan. Walaupun berbagai pemikiran bermunculan, namun
pada dasarnya pemikiran-pemikiran tersebut merngharapkan adanya
pengembangan perekonomian menuju yang lebih baik. Dan dari berbagai macam
pemikiran dan teori-teori dari para tokoh inilah kita bisa mengambil suatu
tindakan ekonomi yang tepat guna meningkatkan perekonomian.

Sebelum kita bisa mengambil tindakan itu, timbul pertanyaan baru yaitu
bagaimana awal dari teori-teori pengembangan ekonomi itu dan bagaimanakah
proses perkembangan teori-teori itu. Di sini dibahas salah satu teori ekonomi
tentang investasi dan menabung yakni teori dari Harrod dan Domar.Teori Harrod-
Domar menganalisis persyaratan yang dibutuhkan oleh suatu negara agar

1

perekonomiannya dapat tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang secara
mantap atau steady growth.
1.2 Rumusan Masalah

1) Bagaimana Konsep Teori Pertumbuhan Harrod-Domar?
2) Bagaimana Konsep Capital-Output Ratio?
3) Bagaimana Review Ekonomi Pembangunan?
1.3 Tujuan Penulisan
1) Untuk Mengetahui Konsep Teori Pertumbuhan Harrod-Domar.
2) Untuk Mengetahui Konsep Capital-Output Ratio.
3) Untuk Mengetahui Review Ekonomi Pembangunan.

2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teori Pertumbuhan Harrod-Domar
Teori pertumbuhan Harrod-Domar dikembangkan oleh R.F Harrod dan

Evsey Domar. Kedua ekonom ini mengemukakan teorinya secara terpisah. Harrod
menjelaskan pertumbuhannya pada tahun 1939 dalam Economic journal,
sedangkan Domar menyatakan teorinya pada tahun 1947 dalam jurnal Amerika
Economic review. Walaupun dikembangkan secara terpisah, namun kedua teori
ini memiliki inti yang sama, sehingga kedua teori ini dikenal sebagai teori
pertumbuhan Harrod-Domar. Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
merupakan perluasan dari analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara
nasional dan masalah tenaga kerja. Teori Harrod-Domar menganalisis persyaratan
yang dibutuhkan oleh suatu negara agar perekonomiannya dapat tumbuh dan
berkembang dalam jangka panjang secara mantap atau steady growth. Kedua
ekonom ini mencoba melengkapi kekurangan dari teori Keynes yang berkaitan
dengan tenaga kerja dan teori ekonomi jangka pendeknya. Model pertumbuhan
ekonomi Harrod-Domar dibangun berdasarkan pengalaman dari Negara-negara
maju. Model yang dibangun berbasis perekonomian kapitalis maju dan berusaha
mengevaluasi atau studi persyaratan pertumbuhan mantap, atau steady growth
Negara maju.Teori Harrod-Domar ini mempunyai beberapa asumsi yaitu :

a. Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan
barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara
penuh.

b. Perekonomian yang terdiri dari dua sektor yaitu rumah tangga dan sektor
perusahaan, berarti pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak ada.

c. Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya
pendapatan nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol.

d. Perekonomian dianalisa dalam jangka panjang.
e. Kecenderungan untuk menabung (Marginal Propensity to Save = MPS)

besarnya tetap, demikian juga ratio antara modal-output (Capital-Output

3

Ratio = COR) dan rasio pertambahan modal-output (Incremental Capital-
Output Ratio = ICOR) (Arsyad,1999: 58).

Gambar 2.1 Fungsi Produksi Harrod-Domar

Dalam teori Harrod-Domar ini, fungsi produksinya berbentuk L karena
sejumlah modal hanya dapat menciptakan suatu tingkat output tertentu (modal dan
tenaga kerja yang tidak substitutif). Untuk menghasilkan output sebesar Q1
diperlukan modal K1 dan tenaga kerja L1, dan apabila kombinasi itu berubah maka
tingkat output berubah. Untuk output sebesar Q2, misalnya hanya dapat diciptakan
jika stok modal sebesar K2.

Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu
proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengantikan
barang-barang modal (gedung-gedung, peralatan, material) yang rusak. Namun
demikian, untuk menumbuhkan perekonomian tersebut, diperlukan investasi-
investasi baru sebagai tambahan stok modal dan teori Harrod-Domar memiliki
beberapa kelamahan dari model ini yaitu :

a. MPS dan ICOR yang konstan padahal kenyataannya kedua hal tersebut
dapat berubah dalam jangka panjang.

b. Mengabaikan perubahan harga- harga padahal perubahan harga selalu
terjadi di setiap waktu.

c. Suku bunga yang diasumsikan tidak berubah.

2.2 Konsep Capital-Output Ratio
Capital-Output Ratio (COR) merupakan koefisien modal yang

menunjukkan hubungan antara besarnya investasi dengan nilai output. Digunakan

4

oleh Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod dalam menjelaskan teori pertumbuhan

(Harrod-Domar). COR dapat diartikan sebagai banyaknya kebutuhan investasi

yang diperlukan untuk mendapatkan 1 unit output. Sebagai contoh, misalnya

besarnya investasi pada satu tahun di negara A adalah sebesar Rp 300 Miliar,

sedangkan tambahan output yang diperoleh dari hasil penanaman investasi itu

adalah Rp 60 Miliar. Maka COR sebesar 5 (300 Miliar/60 Miliar). Angka ini

menunjukkan bahwa untuk menaikkan 1 unit output diperlukan investasi sebesar 5

unit.

Jika menetapkan Capital Output Ratio= k, rasio kecenderungan menabung

(MPS) = s, dan investasi ditentukan oleh tingkat tabungan, maka dapat disusun

model pertumbuhan ekonomi yang sederhana, sebagai berikut: Tabungan (S)

merupakan suatu proporsi (s) dari output total (Y), oleh karenanya persamaan

yang dihasilkan adalah:

S = sY (2.1)

Investasi (I) dapat didefinisikan sebagai perubahan stok modal dan dilambangkan

dengan ∆K, maka:

I = ∆K (2.2)

Namun, karena stok modal (K) mempunyai hubungan langsung dengan output

total (Y), seperti ditunjukkan oleh Capital Output Ratio atau k, maka:

= k atau ∆ = k atau ∆K = k∆Y (2.3)


Akhirnya, karena tabungan total (S) harus sama dengan investasi total (I), maka:

S=I (2.4)

Namun, dari persamaan pertama diatas diketahui bahwa S = sY, dan dari
persamaan selanjutnya diketahui bahwa I = ∆K = k∆Y. oleh karena itu, persamaan

identitasnya dapat dihasilkan sebagai berikut: (2.5)
S = sY = k∆Y = ∆K = I atau sY = k∆Y

dan akhirnya diperoleh,

∆ = (2.6)


∆Y/Y pada persamaan di atas menunjukkan tingkat pertumbuhan output

(persentase perubahan output) (Arsyad, 2016: 85).

Persamaan yang terakhir menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan output
(∆Y/Y) ditentukan secara simultan oleh (s) dan rasio modal output (k). Secara

5

lebih spesifik, persamaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan
output berbanding lurus dengan rasio tabungan. Artinya, semakin tinggi tingkat
tabungan dan kemudian tabungan tersebut diinvestasikan, maka semakin tinggi
pula tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan hubungan antara rasio modal
output dan tingkat pertumbuhan output adalah negatif. Artinya semakin besar
rasio modal output, maka semakin rendah tingkat pertumbuhan output (Arsyad,
2016).

Konsep COR ini ada dua macam yaitu Average Capital-Output Ratio
(ACOR) dan Incremental Capital-Output Ratio (ICOR). ACOR menunjukkan
hubungan antara stok modal dengan aliran output lancar yang dihasilkan.
Sedangkan ICOR menunjukkan hubungan antara jumlah kenaikkan output
(pendapatan) yang disebabkan oleh kenaikkan tertentu pada stok modal ΔK.
ICOR dapat digambarkan sebagai ΔK/ΔY. Dengan kata lain ACOR menunjukkan
hubungan antara segala sesuatu yang telah diinvestasikan pada masa lalu dengan
keseluruhan pendapatan. Sedangkan ICOR menunjukkan segala sesuatu yang saat
ini ditambahkan pada modal atau pendapatan.

ACOR merupakan konsep statis, sementara ICOR merupakan konsep
dinamis. Istilah COR sebagaimana sering digunakan dalam ilmu ekonomi
biasanya berkaitan dengan ICOR. Nilai dari rasio ini biasanya bergerak antara 3
dan 4 dan menunjukkan pada suatu periode waktu. Karena rasio tersebut
mempunyai dimensi waktu, maka di negara-negara komunis rasio tersebut disebut
sebagai periode pengganti (recoupment period). Berikut ini adalah kurva
hubungan antara ACOR dengan ICOR:

Gambar 2.2 Hubungan antara ACOR dengan ICOR

6

Hubungan antara ACOR dan ICOR ditunjukkan pada gambar di atas,
dimana output digambarkan pada sumbu horizontal dan modal pada sumbu
vertikal. ACOR ditunjukkan oleh garis lengkung dari titik orgin ke fungsi yang
menghubungkan modal dengan output total. Pada gambar tersebut OKF adalah
fungsi seperti itu dan OR adalah garis lurus yang menembusnya pada titik K
sehingga ACOR-nya sama dengan KY/OY. ICOR ditunjukkan oleh slope dari
tangen yang ditarik pada fungsi tersebut di titik K. Jadi ICOR adalah sama dengan
ED/KD. Menurut Lincolin Arsyad (1999), faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya nilai ICOR adalah, apabila:

1. Ketersediaan sumberdaya alam terbatas dan pertumbuhan penduduk
rendah.

2. Inovasi hitech dan sifat teknologi padat modal.
3. Laju investasi tinggi dan komposisi investasi terbesar berupa proyek

barangpublik.
4. Tingkat efisiensi faktor produksi modal rendah.
5. Kualitas ketrampilan manajerial dan organisasional rendah.
6. Tingginya suku bunga pinjaman dan tingkat upah.
7. Kebijakan ketenagakerjaan pada penyerapan tenaga kerja berupa investasi

proyek barang publik.
8. Cepatnya laju kemajuan industrialisasi.
9. Pembangunan prasarana sosial dan ekonomi pada awal pembangunan

2.3 Review Ekonomi Pembangunan (Implementasi Teori Harrod-Domar)
Negara-negara yang menerapkan Teori Harrod Domar ini: negara-negara

persemakmuran/bekas jajahan Inggris, negara-negara tersebut dimodali dan
diawasi oleh negara Inggris. Pada kenyataannya, model Harrod-Domar kurang
sesuai untuk kondisi negara-negara berkembang, dimana karakteristik negara
berkembang ditandai dengan tingginya jumlah angkatan kerja dan banyaknya
investasi-investasi dilakukan langsung oleh rumah tangga.

Teori Harrod-Domar merupakan salah satu teori yang terus dipakai dan
terus dikembangkan. Hal ini bisa dijumpai pada negara maju dan berkembang,
masyarakat di negara maju merupakan masyarakat yang memiliki investasi yang

7

tinggi yang diwujudkan dalam saham, danareksa, indeks, dan bentuk investasi
yang lain. Contoh paling dekat dapat dilihat bagaimana masyarakat Singapura
memiliki tingkat investasi yang tinggi dibanding negara-negara di Asia Tenggara.
Asumsi yang mendasari teori ini bahwa masalah pembangunan pada dasarnya
adalah masalah investasi modal. Jika investasi model sudah berkembang baik,
maka pembangunan ekonomi negara tersebut juga akan berkembang baik. Maka,
salah satu implikasi dalam pembangunan di Indonesia, pemerintah mendorong
penanaman investasi dan hal membuat investasi tumbuh subur di Indonesia.
Pemerintah Indonesia berpijak dari teori Harrod-Domar, sampai membuat suatu
lembaga yaitu Penanaman Modal Nasional, karena langkah ini dianggap sebagai
langkah strategis untuk pertumbuhan dan pembanguan ekonomi Indonesia.

Walaupun demikian, terjadi suatu ironi yang terjadi di Indonesia, ketika
penanaman modal dilakukan secara masal oleh negara asing dan membeli asset
startegis yang dimiliki oleh bangsa. Alih-alih menjaring investasi agar besar, yang
terjadi adalah penggerogotan asset negara. Maka dari itu, salah satu kritik
terhadap teori ini bahwa teori sangat mengedepankan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu aspek yang tidak dibahas adalah aspek manusia, karena menurut
Harrod-Domar yang penting adalah menyediakan modal, masalah manusia setiap
negara sudah memilikinya. Implikasinya, pengembangan kualitas manusia tidak
menjadi perhatian Harrod-Domar.

Teori Harrod Domar di Indonesia kurang sesuai karena Harrod Domar
asumsinya full employment, sedangkan di Indonesia masih banyak pengangguran.
Salah satu penentang teori Harrod Domar adalah Cobb Douglas. Adapun
Kelemahan Teori Harrod Domar :

a) Sangat tergantung kepada capital of value yang berlawanandengan labour
theory Ricardo & Marx. Dimana labour adalahsuatu sistem yang hanya
dapat dimasukan dalam capital labour ratto yang konstan & keadaan ini
terjadi apabila labourbertambah dan capital bertambah pula.

b) Mengabaikan teknologi, terciptanya laju pertumbuhan ekonomihanya
menitik beratkan kepada modal saja.

c) Yang dipakai di Indonesia adalah ICOR, karena Indonesia mempunyai
modal terbatas sedangkan untuk mengadakan pembangunan pada tahap

8

permulaan memerlukan modal yang tinggi. Oleh karena itu COR yang
digunakan di Indonesia adalah sangat tinggi dan terus meningkat (ICOR),
negara maju menggunakanCOR yang cenderung untuk turun atau menjadi
stabil.

9

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.1.1 Teori Pertumbuhan Harrod-Domar

Teori Harrod-Domar mengemukakan bahwa terdapat pengaruh baik antara
kegiatan penanaman modal terhadap proses pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Dalam teori ini, kegiatan investasi dianggap sebagai salah satu faktor penting dan
memiliki dua peran sekaligus untuk membawa pengaruh terhadap perekonomian.
Pertama, investasi memiliki hubungan positif dengan pendapatan negara. Kedua,
penanaman modal dapat memperbesar kapasitas produksi ekonomi dengan cara
meningkatkan stok modal. Dari kedua hal di atas, artinya penanaman modal dapat
mempengaruhi permintaan dan juga mempengaruhi penawaran.
3.1.2 Konsep Capital-Output Ratio (COR)

Capital-Output Ratio (COR) merupakan koefisien modal yang
menunjukkan hubungan antara besarnya investasi dengan nilai output. Digunakan
oleh Evsey Domar dan Sir Roy F. Harrod dalam menjelaskan teori pertumbuhan
(Harrod-Domar). COR dapat diartikan sebagai banyaknya kebutuhan investasi
yang diperlukan untuk mendapatkan 1 unit output. Konsep COR ini ada dua
macam yaitu Average Capital-Output Ratio (ACOR) dan Incremental Capital-
Output Ratio (ICOR).
3.1.3 Review Ekonomi Pembangunan (Implementasi Teori Harrod-Domar)

Teori Harrod-Domar merupakan salah satu teori yang terus dipakai dan
terus dikembangkan. Hal ini bisa dijumpai pada negara maju dan berkembang,
masyarakat di negara maju merupakan masyarakat yang memiliki investasi yang
tinggi yang diwujudkan dalam saham, danareksa, indeks, dan bentuk investasi
yang lain. Teori Harrod-Domar menekankan bahwa betapa pentingnya
menyisihkan sebagian pendapatan negara untuk membiayai dan memperbaiki
barang-barang (bangunan, material, peralatan, dan sebagainya) yang mengalami
kerusakan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memajukan perekonomian
negara.

10

DAFTAR PUSTAKA
Irawan dan Suparmoko. 2002. Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: BPTE

Yogyakarta.
Mankiw, Gregory. 2003. Teori Makroekonomi Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit

Erlangga.
Martono, trisno. 2008. Ekonomi Pembangunan. Surakarta: UNS Press.
Samuelson, Paul. Nordhaus, William. 2004. Ilmu Makro Ekonomi Edisi 17.

Jakarta: Media Global Edukasi.
Sukirno, Sadono. 2008. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta:

Raja Grafindo Persada.
Todaro dan Smith. 2006. Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Erlangga.

11


Click to View FlipBook Version