The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-BOOK - PRODUK PERBANKAN SYARIAH ( Wiroso, LPFE Usakti, 2011 )_0

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Pustaka Digital, 2020-10-20 20:37:53

E-BOOK - PRODUK PERBANKAN SYARIAH ( Wiroso, LPFE Usakti, 2011 )_0

E-BOOK - PRODUK PERBANKAN SYARIAH ( Wiroso, LPFE Usakti, 2011 )_0

Bulog sebagai pemesan dengan Bank Syariah Amanah Gusti
sebagai produsen, khususnya yang berkaitan dengan barang dan
cara pembayaran. Setelah diperoleh kesepakatan Bulog sebagai
pemesan harus segera melakukan pembayaran harga barang yang
disepakati, sebagai modal salam (alur 2a)
b. Karena Bank Syariah Amanah Gusti tidak memiliki lahan yang
cukup maka Bank Syariah Amanah Gusti melakukan pemesana
barang yang sama kepada KUD Berkah sebagai pihak produsen
yang memiliki lahan yang cukup (alur 1b.). Untuk itu Bank
Syariah Amanah Gusti melakukan negosisasi dan kesepakatan
antara lain tentang spesifikasi barang yang dipesan (sama dengan
yang dipesan bulog) dan pembayaran yang dilakukan. Setelah
disepakati Bank Syariah Amanah Gusti segera melakukan
pembayaran harga barang sebagai modal salam (alur 2b)
c. Tahap akhir KUD Berkah sebagai produsen menyerahkan
barang pesanan kepada Bank Syariah Amanah Gusti sebagai
pemesan (alur 3a). Dan Bank Syariah sebagai produsen
menyerahkan barang pesanan kepada Bulog sebagai pemesan
(alur 3b). Hutang bank syariah ke bulog adalah ”barang sesuai
pesanan” (bukan hutang uang seharga barang) dan jika dilakukan
penyerahan barang sesuai pesanan dalam akad maka selesai
kewajiban bank syariah kepada bulog terlepas harga saat
penyerahan.Begitu juga hutang KUD kepada bank syariah.
Sesuai ketentuan syariahnya dalam salam paralel tersebut tidak boleh
menjadi satu akad. Antara Bulog dengan Bank Syariah Amanah Gusti
sebagai produsen dibuat satu akad (akad pertama) dan antara Bank
Syariah Amanah Gusti sebagai pemesan dengan KUD Berkah sebagai
produsen juga dibuat satu akad (akad kedua). Kedua akad tersebut
tidak boleh saling berpengaruh. Misalnya KUD Berkah gagal dalam
menyerahkan barang pesanan tidak boleh membawa dampak
penundaan penyerahan barang Bank Syariah kepada Bulog.

Bab 4 – Pengelolaan Dana Bank Syariah | 231

C. Ketentuan Salam
Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor 05/DSN-

MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Salam dijelaskan ketentuan salam
sebagai berikut:
Pertama : Ketentuan tentang Pembayaran:

1. Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik
berupa uang, barang, atau manfaat.

2. Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak
disepakati.

3. Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan
hutang.

Kedua : Ketentuan tentang Barang:
1. Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang.
2. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya.
3. Penyerahannya dilakukan kemudian.
4. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan
berdasarkan kesepakatan.
5. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum
menerimanya.
6. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang
sejenis sesuai kesepakatan.

Ketiga : Ketentuan tentang Salam Paralel (‫)ا ا ازي‬:

Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat akad kedua
terpisah dari dan tidak berkaitan dengan akad pertama
Keempat : Penyerahan Barang Sebelum atau pada Waktunya:
1. Penjual harus menyerahkan barang tepat pada

waktunya dengan kualitas dan jumlah yang telah
disepakati.
2. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang
lebih tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan
harga.
3. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang
lebih rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia
tidak boleh menuntut pengurangan harga (diskon).

232 | Produk Perbankan Syariah (Wiroso, LPFE Usakti, 2011)
































































































Click to View FlipBook Version