The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Pustaka Digital, 2020-10-20 20:42:48

kupdf.net_ilmuwan-muslim

kupdf.net_ilmuwan-muslim

penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa,
dekat Cordoba.

Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat
sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah
bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah.
Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk melakukan ujicoba
berikutnya.

Kecelakaan itu terjadi karena Ibnu Firnas lalai memperhatikan bagaimana burung
menggunakan ekor mereka untuk mendarat. Dia pun lupa untuk menambahkan ekor pada
model pesawat layang buatannya. Kelalaiannya inilah yang mengakibatkan dia gagal
mendaratkan pesawat ciptaannya dengan sempurna.

Cedera punggung yang tak kunjung sembuh mengantarkan Ibnu Firnas pada proyek-
proyek penelitian di laboratorium. Seperti biasanya, ia meneliti gejala-gejala alam di
antaranya mempelajari mekanisme terjadinya halilintar dan kilat, menentukan tabel-tabel
astronomis, dan merancang jam air yang disebut Al-Maqata. Ibnu Firnas pun berhasil
mengembangkan formula untuk membuat gelas dari pasir. Juga mengembangkan peraga
rantai cincin yang digunakan untuk memperlihatkan pergerakan planet-planet dan bintang-
bintang.

Yang tak kalah menariknya, Firnas berhasil mengembangkan proses pemotongan batu
kristal, yang pada saat itu hanya orang-orang Mesir yang mampu melakukannya. Berkat
penemuannya ini, Spanyol saat itu tidak perlu lagi mengekspor quartz ke Mesir, tapi bisa
diselesaikan sendiri di dalam negeri.

Abbas Ibnu Firnas wafat pada tahun 888, dalam keadaan berjuang menyembuhkan
cedera punggung yang diderita akibat kegagalan melakukan ujicoba pesawat layang
buatannya.

Walaupun percobaan terbang menggunakan sepasang sayap dari bulu dan rangka kayu
tidak berhasil dengan sempurna, namun gagasan inovatif Ibnu Firnas kemudian dipelajari

50

Roger Bacon 500 tahun setelah Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat terbangnya.
Kemudian sekitar 200 tahun setelah Bacon (700 tahun pascaujicoba Ibnu Firnas), barulah
konsep dan teori pesawat terbang dikembangkan.

Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa gegap gempitanya industri pesawat
terbang modern seperti saat ini, tidak lepas dari perjuangan seorang Ibnu Firnas yang rela
babak belur untuk sekadar melayang sebentar layaknya burung terbang.

Sosok Abbas Ibnu Firnas, kini hanya bisa kita temui tercetak di atas sebuah
prangko buatan Libia, menjelma pada sosok patung dan nama lapangan terbang di Baghdad,
dan abadi di salah satu kawah permukaan Bulan.

Ilmuwan Indonesia Yang Jadi Presiden
Biografi B.J Habibie

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin
Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada
25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari
delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie
dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah
dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini
dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan
Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-
saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas
berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak
kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang
kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia
pada 3 September 1950 karena terkena serangan
jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie
pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments
Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam
pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.
Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di
Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule,
Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun
1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi
Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.
Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum
namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan

51

bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu
menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih
gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.
Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi
panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT,
memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI,
dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.
Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD
1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang
memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali
menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan
pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang ).
* CN – 235.
* N-250.
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT.
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40,

1980).
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia.

52

* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia.

Sumber : http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id
http://www.e-smartschool.com/

Penemu Alat Tomografi ECVT
Dr. Warsito, M.Eng

Dr. Warsito adalah salah satu dari “50 Tokoh”

Revolusi Kaum Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003), “10

yang Mengubah Indonesia” versi majalah Tempo (Edisi

Khusus Akhir Tahun 2006) dan juga terpilih menjadi

salah satu dari “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia”

Versi Majalah Gatra (Mei 2008).

Di dunia akademisi Internasional, Dr. Warsito dikenal

sebagai pioneer dalam teknologi tomografi, yaitu

teknologi untuk memindai berbagai macam objek dari

tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan,

reactor nuklir hinga perut bumi. Penemuannya yang

paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D

yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten

internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi

temuannya telah digunakan oleh NASA (Lembaga

Antarikas Amerika Serikat) untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang-alik

selama misi ke antariksa. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Chemistry

Society, teknologi temuan Dr. Warsito diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan

riset dan teknologi berbagai bidang dari energi, proses kimia , kedokteran hingga nano

teknologi.

Saat ini Dr. Warsito telah membangun pusat riset dan produksi system tomografi

4D yang pertama didunia yang berpusat di Tangerang, banten. Produk institusinya 100%

diproduksi didalam negeri dengan melibatkan ilmuwan lokal dan telah mulai di pasarkan di

Amerika Serikat (Baca “Produk Tangerang di Ohio, Koran Tempo, Oktober 2008).

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum

Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua

umum MITI sejak tahun 2005, Dr. Warsito telah membangun jaringan MITI diseluruh

Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di kurang lebih 50 kampus di 26

Propinsi di seluruh Indonesia. Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan

53

kualitas akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu
pengembangan SDM mahasiswa Indonesia.

Dr. Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai
Keadilan Sejahtera di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab
langsung dalam merancang dan menyusun Platform Pembangunan PKS Bidang Perekonomian.
Ekonomi adalah bidang kedua yang digelutinya sejak tahun 1994 secara otodidak.

Pendidikan

1. SMAN 1 Karanganyar, Solo 1986
2. Tokyo International Japanese School, Tokyo 1988
3. Shizouka University, B. Eng, Chemical Engineering, 1992
4. Shizouka University, M.Eng, 1994
5. Shizouka University, Ph.D Electronic Science and Technology

Pengalaman Kerja

1. Researcher, Satellite Venture Businee Laboratory Shizouka University, (1997-1999).
2. Lecturer, Graduate School of Engineering, Shizouka University, Japan (1997-1999).
3. Research Associate, Dept of Chemical Engineering, Ohio State University, USA (1999-

2006).
4. Dosen Pascasarjana, MIPA-FISIKA UI, Jakarta (2005-Sekarang).
5. Visiting Lecturer, Dept of Chemical Engineering (2005-Sekarang).
6. Visiting Lecturer, Dept of Chemical Engineering Shizouka University, Japan (2005).
7. Director, CTECH Centre for Tomography Research, PT. EDWAR Tech , Tangerang

(2008-Sekarang).
8. Visitor Senior Scientist, National Laboratory of Physics and Chemistry (RIKEN), Japan

(2008-Sekarang).
9. Visiting Professor, Dept Of Chemical Engineering, University Kebangsaan Malaysia, Kuala

Lumpur, Malaysia (2008-Sekarang).
10. Visiting Professor, Dept Of Chemical and Biomolecular Rngineering, Nanyang

Technological University, Singapore (2009).
11. Visiting Professor for Advance Studies, King Saud University, Saudi Arabia.

Aktivitas lain

1. Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (2005-Sekarang).
2. Editor tamu/Reviewer jurnal Internasional IEEE Sonsor Journals (US), Measurement

Scuence and technology (UK).
3. Anggota International Committee for Industrial Process Tomography.
4. Pembimbing Tesis/tugas akhir FMIPA Fisika-UI.

54

Karya

1. 100 Jurnal dan Publikasi Internasional.
2. 7 Paten di Bidang Tomography dan teknologi ultrasonic (2 Jepang dan 5 Internasional,

US).
3. Penemu Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) Scanner Empat Dimensi (4D)
4. Merancang system ECVT untuk di install di Morgantown Energy laboratory, Departemen

Energy Amerika Serikat.
5. Advance Technology Research Center, King Saud University Saudi Arabia.
6. Advance technology Research Center, University Malaya.
7. Ultrasonic Scanner untuk Tabung Gas Tekanan Tinggi (Tabung gas Busway) pertama di

Indonesia.

Sumber :facebook.com/Dr.Warsito,M.Eng

Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA

Ilmuwan Indonesia menciptakan pemindai empat dimensi pertama di dunia.
Laboratoriumnya hanya ruko sederhana. Sangat diperlukan untuk industri perminyakan.
Teknologi tersebut adalah teknologi ECVT (electrical capacitance volume tomography).
ECVT adalah sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang mampu menghasilkan citra
obyek volumetrik dan real time (seketika). Pada dasarnya, teknologi ECVT adalah teknologi
scanning atau fotokopi yang bisa melihat secara real time dan 3 dimensi gerak bahan di
dalam boiler, reaktor industri, pipa, dsb, meskipun bertekanan dan bersuhu tinggi.
Teknologi ECVT bisa diterapkan di berbagai bidang mulai dari bidang industri, kedokteran,
pertambangan, proses kimia, body scan untuk keperluan security, pencitraan aktifitas di
dalam gunung berapi atau semburan lumpur panas, dll.

55

Teknologi tersebut kini dipakai oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau National
Aeronautics and Space Administration (NASA). “Guna penerapan pada pemindaian obyek
dielektrika pada saat misi antariksanya,” demikian tulis editorial jurnal Industrial and
Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American
Chemical Society. NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and
Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk
memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding
pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time
dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.

Adalah Dr. Warsito yang menemukan dan mengembangkan teknologi ECVT ini.
Ilmuwan muslim dari Indonesia ini juga sebagai pemilik paten ECVT yang didaftarkan di
dokumen paten AS. Dr. Warsito meraih gelar pendidikan S1 s.d S3 di Shizuoka University,
Jepang. Dia adalah Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan Ketua
Dewan Penasehat Institute for Science and Technology Studies (Istecs). Pernah meraih
penghargaan Tokoh Muda Indonesia (Gatra, 2003) dan meraih penghargaan Yang Mengubah
Indonesia (Tempo, 2006). Dr. Warsito mengembangkan teknologi ECVT di Center for
Tomography Research Laboratory (CTECH Labs), sebuah laboratorium pada ruang
berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. CTECH boleh saja
disebut laboratorium “kelas ruko”, tapi karya yang dihasilkannya sungguh “berkualitas
ekspor”. Betapa tidak, CTECH di bawah pimpinan Warsito berhasil menciptakan alat
pemindai empat dimensi (4D) pertama di dunia. Karyanya itu diluncurkan pertama kali di
Koffolt Laboratories, Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Ohio State
University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, November lalu.

Bangsa Indonesia harus bangga dengan temuan yang bisa diaplikasikan langsung
secara luas di dunia industri ini. Temuan atas teknologi pencitraan secara 3 dimensi sempat
menjadi headlines di media electronik maupun cetak yang menyangkut sains dan teknologi di
seluruh dunia belum lama ini. Berita yang pertama kali dirilis oleh Ohio State Research
News pada tanggal 27 Maret 2006 itu kemudian dikutip oleh ScienceDaily (AS), Scenta
(Inggris), Chemical Online, Electronics Weekly dan hampir seluruh media pemberitaan iptek
di segala bidang dari energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga
nano-teknologi dan antariksa di seluruh dunia.

sumber : dakwatuna.com

56


Click to View FlipBook Version