38 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 pada kurun waktu tertentu di dalam suatu wilayah. Perubahan inventori menggambarkan bagian dari investasi yang direalisasikan dalam bentuk barang jadi, barang setengah jadi, serta bahan baku dan bahan penolong pada satu periode tertentu. Ketersediaan data perubahan inventori menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan analisis tentang aktivitas investasi. ii. Konsep dan definisi Pengertian sederhana dari inventori (persediaan) adalah barang yang dikuasai oleh produsen yang bertujuan diolah lebih lanjut (intermediate consumption) menjadi barang dalam bentuk lain, yang punya nilai ekonomi maupun nilai manfaat yang lebih tinggi. Termasuk dalam pengertian ini adalah barang yang masih dalam proses pengerjaan (work in progress), serta barang jadi yang belum dipasarkan dan masih dikuasai oleh pihak produsen. Perubahan inventori adalah selisih antara nilai inventori pada akhir periode akuntansi dengan nilai inventori pada awal periode akuntansi. Perubahan inventori menjelaskan tentang perubahan posisi barang inventori, yang dapat bermakna pertambahan (tanda positif) atau pengurangan (bertanda negatif). Bagi produsen, keberadaan inventori diperlukan untuk menjaga keberlangsungan proses produksi, sehingga perlu pencadangan baik dalam bentuk bahan baku atau bahan penolong. Ketidakpastian yang disebabkan pengaruh eksternal juga menjadi faktor pertimbangan bagi pengusaha untuk melakukan pencadangan (khususnya bahan baku). Bagi pedagang, pengadaan inventori lebih dipengaruhi oleh unsur spekulatif dengan harapan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Sedangkan bagi pemerintah, kebijakan https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 39 pencadangan khususnya komoditas strategis utamanya ditujukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, politik dan sosial. Karena menyangkut kepentingan masyarakat luas (publik), maka perlu ada pencadangan untuk beberapa komoditas bahan pokok seperti beras, terigu, minyak goreng dan gula pasir. Bagi rumah tangga pengadaan inventori lebih ditujukan untuk kemudahan dalam mengatur perilaku konsumsinya saja. iii. Cakupan Inventori dapat diklasifikasikan menurut jenis barang adalah sebagai berikut : 1. Inventori menurut industri, seperti produk atau hasil perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri pengolahan, gas kota, air bersih, serta konstruksi; 2. Berbagai jenis bahan baku & penolong (material & supplies), yaitu semua bahan, komponen atau persediaan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi; 3. Barang jadi, yaitu barang yang telah diproses tetapi belum terjual atau belum digunakan, termasuk barang yang dijual dalam bentuk yang sama seperti pada waktu dibeli; 4. Barang setengah jadi, yaitu barang-barang yang sebagian telah diolah atau belum selesai (tidak termasuk konstruksi yang belum selesai). 5. Barang dagangan yang masih dikuasai oleh pedagang besar maupun pedagang eceran untuk tujuan dijual; 6. Ternak untuk tujuan dipotong; 7. Pengadaan barang oleh pedagang untuk tujuan dijual atau dipakai sebagai bahan bakar atau persediaan; dan 8. Persediaan pada pemerintah, yang mencakup barang strategis seperti beras, kedelai, gula pasir, dan gandum. https://halutkab.bps.go.id
40 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 iv. Penghitungan Perubahan Inventori a. Sumber data Sumber data yang digunakan untuk penghitungan komponen perubahan inventori adalah : 1. Laporan keuangan perusahaan-perusahaan terkait dari survei atau dari mengunduh website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id); 2. Laporan Keuangan Perusahaan BUMN/BUMD; 3. Data komoditas pertambangan dari publikasi statistik pertambangan dan penggalian; 4. Data Inventori Publikasi Tahunan Industri Besar Sedang; 5. Data komoditas perkebunan; 6. Indeks harga implisit PDRB industri terpilih; 7. Indeks harga perdagangan besar (IHPB) terpilih; dan 8. Data eksternal lain, seperti data persediaan beras dari Bulog, data semen dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI), gula dari Dewan Gula Indonesia (DGI), dan ternak dari Ditjennak Kementan. b. Metode Penghitungan Terdapat 2 metode yang digunakan dalam penghitungan komponen perubahan inventori, yaitu pendekatan langsung dan pendekatan tidak langsung. Pendekatan langsung adalah pendekatan dari sisi korporasi, sedangkan pendekatan tidak langsung adalah pendekatan dari sisi komoditas. Dilihat dari sisi manfaatnya, pendekatan secara langsung menghasilkan data yang relatif lebih baik dibanding dengan pendekatan tidak langsung. Pendekatan komoditas hanya dapat dilakukan jika data posisi inventori tersedia secara rinci dan berkesinambungan. Pendekatan Langsung https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 41 Dengan menggunakan pendekatan langsung, akan diperoleh nilai posisi inventori disuatu waktu tertentu (umumnya di akhir tahun). Sumber data utama adalah laporan neraca akhir tahun (balance sheet) perusahaan. Untuk memperoleh nilai perubahan inventori ADHB, diperlukan data inventori di tahun yang berurutan. Langkah penghitungan inventori dari laporan keuangan, adalah sebagai berikut : 1. Menghitung posisi inventori ADHK, dengan cara mendeflate stok awal dan akhir dengan IHPB akhir tahun; 2. Menghitung perubahan inventori ADHK dengan mengurangkan posisi di tahun berjalan dengan di tahun sebelumnya; dan 3. Menghitung perubahan inventori ADHB dengan menginflate perubahan inventori ADHK dengan IHPB rata-rata tahunan. Pendekatan Tidak Langsung Pendekatan tidak langsung disebut juga dengan pendekatan arus komoditas (commodity flow). Data utama yang digunakan adalah data volume dan harga masingmasing barang inventori. Nilai perubahan barang inventori ADHB diperoleh dengan cara menghitung perubahan volume stok akhir dan stok awal dikalikan rata-rata harga pembelian, atau harga penjualan bila data harga pembelian tidak tersedia. Perubahan barang inventori ADHK dihitung dengan: a. men-deflate nilai perubahan inventori ADHB dengan indeks harga yang sesuai, b. mengalikan perubahan volume stok akhir dan stok awal dikalikan dengan harga barang di tahun dasar. Keterbatasan dan masalah yang dihadapi di dalam menghitung komponen Perubahan Inventori adalah bahwa: https://halutkab.bps.go.id
42 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 ➢ Data inventori yang dibutuhkan adalah dalam bentuk posisi atau pada satu saat untuk periode waktu yang berurutan; ➢ Tidak seluruh komoditas inventori tersedia data volume dan harganya; ➢ Data perubahan inventori yang tersedia dalam bentuk volume umumnya tidak disertai data harganya. Jika data harga inventori tidak tersedia, maka dapat diasumsikan indeks harga komoditas inventori mengikuti indeks implisit PDRB yang sesuai; ➢ Diperlukan adjustment dengan cara me-mark-up, guna untuk melengkapi estimasi untuk industri yang datanya tidak tersedia. 2.6. Ekspor dan Impor i. Pendahuluan Aktivitas ekspor-impor dalam suatu wilayah diyakini telah terjadi sejak lama, bahkan sebelum wilayah itu ditetapkan sebagai wilayah pemerintah. Ragam barang dan jasa yang diproduksi serta perbedaan harga, menjadi faktor utama munculnya aktivitas ekspor impor. Daerah yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri berusaha mendatangkan dari daerah atau bahkan negara lain. Di sisi lain, daerah yang memproduksi barang dan jasa melebihi dari kebutuhan domestik, terdorong untuk memperluas pasar ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri. Keadaan yang saling membutuhkan tersebut menyebabkan adanya aktivitas ekonomi antar wilayah. Seiring perkembangan zaman, aktivitas produksi dan permintaan masyarakat atas barang dan jasa semakin meningkat dan beragam. Kemajuan di bidang transportasi dan https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 43 komunikasi juga turut memperlancar arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut semakin mendorong aktivitas ekspor-impor di suatu wilayah menjadi semakin berkembang. Dalam perkembangan ekspor-impor tidak hanya terjadi pada suatu wilayah administratif tapi juga antar wilayah bahkan antar negara. ii. Konsep dan definisi Secara umum, konsep ekspor-impor luar negeri yang digunakan dalam penyusunan PDB/PDRB Penggunaan mengacu pada System of National Accounts (SNA) 1993. Dalam SNA 1993, transaksi ekspor-impor barang luar negeri dalam komponen PDRB menurut pengeluaran kabupaten merupakan salah satu bentuk transaksi internasional antara pelaku ekonomi yang merupakan residen suatu kabupaten terhadap pelaku ekonomi luar negeri (non-resident). Transaksi ekspor barang didefinisikan sebagai transaksi perpindahan kepemilikan ekonomi (baik berupa penjualan, barter, hadiah ataupun hibah) atas barang dari residen suatu wilayah kabupaten terhadap pelaku ekonomi luar negeri (non-resident). Sebaliknya, impor barang didefinisikan sebagai transaksi perpindahan kepemilikan ekonomi (mencakup pembelian, barter, hadiah ataupun hibah) atas barang dari pelaku ekonomi luar negeri (non-resident) terhadap residen suatu kabupaten. Ekspor-impor pada dasarnya berlaku juga terhadap jasa. Ketika suatu wilayah memiliki sumber daya yang berbentuk jasa diberikan kepada orang dari luar wilayah atau negera maka pada dasarnya dia telah melakukan ekspor. Begitu juga sebaliknya, jika ada penduduk suatu wilayah melakukan permintaan terhadap jasa yang ditawarkan oleh https://halutkab.bps.go.id
44 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 penduduk dari luar wilayah atau luar negeri maka dia telah melakukan impor. Ekspor-impor lebih lanjut didefiniskan sebagai alih kepemilikan ekonomi (baik penjualan/pembelian, barter, hadiah ataupun hibah) atas barang dan jasa antara residen wilayah tersebut dengan non-residen yang berada di luar wilayah tersebut. Ekspor-impor yan dimaksudkan disini tidak hanya berbicara tentang ekspor-impor antar negara namun juga ekspor antar wilayah khususnya antar kabupaten. iii. Cakupan Ekspor-impor yang dimaksud dalam publikasi ini terdiri dari: a. Ekspor/impor barang dari/ke luar negeri ke/dari kabupaten tersebut; b.Ekspor/impor jasa dari/ke luar negeri ke/dari kabupaten tersebut. Cakupan jasa meliputi jasa pengangkutan, asuransi, komunikasi, pariwisata, dan jasa lainnya; c. Net Ekspor antar daerah ✓ Ekspor antar daerah ✓ Impor antar daerah iv. Penghitungan Tahunan a. Sumber data 1. Data Statistik Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari BPS (dalam US$); 2. Data Statistik Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dari BPS (dalam US$); 3. Neraca Pembayaran Indonesia dari BI; 4. Laporan Simopel, yaitu laporan (bulanan) bongkar muat barang di pelabuhan; dan 5. Informasi lalu-lintas barang yang keluar-masuk kabupaten dari hasil Survei Matriks Arus Komoditas https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 45 b. Metode penghitungan Ekspor-Impor barang luar negeri dinilai menurut harga free on board (FOB) dalam US$. Penghitungan ekspor barang luar negeri dilakukan dengan mengalikan nilai barang (sesuai PEB) dengan kurs transaksi beli rata-rata tertimbang. Sedangkan Impor barang luar negeri dilakukan dengan mengalikan nilai barang (sesuai PIB) dengan kurs transaksi jual rata-rata tertimbang. Nilai ekspor-impor jasa berasal dari Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Disamping itu nilai ekspor-impor tersebut masih ditambah/dikurangi dengan nilai pembelian langsung (direct purchase) dan transaksi yang tidak terdokumentasi (undocumented transaction) baik oleh residen maupun non residen. Sedangkan net ekspor antar wilayah merupakan selisih statistik (residu) antara PDRB lapangan usaha dengan PDRB pengeluaran. 2.7. PDRB Pengeluaran Per-Kapita PDRB merupakan jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu wilayah pada periode tertentu dan waktu tertentu. PDRB juga dapat didefinisikan sebagai total pengeluaran yang dikeluarkan oleh penduduk disuatu wilayah pada waktu tertentu. Biasanya waktu yang digunakan adalah satu tahun. PDRB Pengeluaran selain ditampilkan dalam bentuk agregat dapat juga ditampilkan dalam bentuk per-kapita pertahun. PDRB per-kapita pertahun menunjukan tingkat pengeluaran per orang setiap tahun. Suatu daerah yang memiliki pengeluaran yang tinggi biasanya daerah tersebut maju. Hal itu disebabkan karena banyak uang yang beredar dimasyarakat sehingga perekonomian menjadi berjalan. https://halutkab.bps.go.id
46 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 Namun kondisi ini tidak berlaku jika biaya hidup dan tingkat inflasi yang besar terjadi di daerah tersebut, karena biaya hidup dan tingkat inflasi yang tinggi justru akan mengurangi daya beli masyarakat. PDRB pengeluaran per kapita diperoleh dengan cara membagi nilai PDRB dengan total penduduk pertengahan tahun yang berada di wilayah tersebut. Total penduduk biasanya diperoleh melalui hasil estimasi penduduk pertengahan tahun sensus penduduk dengan koreksi angka hasil survei antar sensus. https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 47 BAB III TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA BERDASARKAN PDRB PENGELUARAN 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
48 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 49 https://halutkab.bps.go.id
50 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 51 3.1. Tinjauan Agregat PDRB Kabupaten Halmahera Utara menurut Pengeluaran PDRB merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui kesejahteraan suatu daerah. Semakin tinggi nilai PDRB suatu wilayah maka memiliki kecenderungan semakin baik daerah tersebut. Namun demikian, PDRB tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya indikator dalam menentukan kesejahteraan suatu daerah karena masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat inflasi, biaya hidup, akses pendidikan dan kesehatan, keamanan, stabilitas politik dan masih banyak yang lainnya. Secara natural besarnya PDRB suatu wilayah biasanya dipengaruhi oleh luas wilayah dan banyaknya penduduk di wilayah tersebut. Selain itu, terdapat faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi besar kecilnya PDRB suatu wilayah seperti tingkat pendidikan dan kesehatan penduduk wilayah tersebut serta struktur ekonomi yang menyusun perekonomian di daerah tersebut. Oleh karena itu, untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu wilayah biasanya dipertimbangkanlah berbagai macam dimensi kesejahteraan yang biasa dikenal dengan indeks pembangunan manusia (IPM). PDRB Kabupaten Halmahera Utara pada tahun 2018 menempati posisi terbesar ketiga di Provinsi Maluku Utara setelah kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan. PDRB menurut pengeluaran secara khusus dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuhan yang melengkapi analisis PDRB menurut lapangan usaha. Adanya PDRB menurut pengeluaran dapat diketahui pola dan struktur penggunaan pendapatan yang diterima oleh masyarakat sehingga analisis lebih lanjut dapat dilaksanakan. Baik pemerintah maupun swasta dapat menjadikan angka PDRB https://halutkab.bps.go.id
52 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 menurut pengeluaran ini sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Nilai perekonomian Kabupaten Halmahera Utara menurut pengeluaran pada tahun 2018 adalah sebesar 5307,56 miliar rupiah. Nilai tersebut utamanya ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga, PMTB dan pengeluaran konsumsi pemerintah. Tabel 1. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2014 – 2018 (Miliar Rupiah) Komponen Pengeluaran Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Konsumsi Rumah Tangga 1.965,9 2.174,4 2.375,5 2.602,6 2.844,6 Konsumsi LNPRT 42,16 47,7 51,9 56,8 66,9 Konsumsi Pemerintah 884,0 1.023,0 1.088,8 1.172,0 1.290,3 Pembentukan Modal Tetap Bruto 1.047,8 1.240,2 1.320,6 1.456,5 1.708,9 Perubahan Inventori (18.41) (254,9) 13,4 183,7 169,1 Ekspor 3.296,7 4.453,6 4.040,4 6.201,4 5.131,0 Impor 4.121,3 4.586,1 4.382,7 6.358,2 5.903,5 PDRB 3.727,1 4.098,11 4.481,1 4.947,4 5.307,6 Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa jenis komponen pengeluaran terbesar pada tahun 2018 adalah impor barang dan jasa, namun secara konsep impor bersifat mengurangi tingkat konsumsi masyarakat karena dana yang dibayarkan mengalir ke luar daerah atau luar negeri. Nilai impor barang dan jasa yang besar menunjukkan bahwa perekonomian di Kabupaten Halmahera Utara masih sangat bergantung dengan wilayah lain. Lebih besarnya nilai impor dibanding https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 53 ekspor menunjukkan telah terjadinya defisit neraca perdagangan. Pengeluaran terbesar kedua yaitu pengeluaran konsumsi rumahtangga sebesar 2.844,6 miliar rupiah dan telah terjadi penambahan sebesar 242 miliar rupiah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Cukup besarnya penambahan pengeluaran konsumsi rumah tangga selama tahun 2018 menunjukan bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun 2018 tidak begitu berpengaruh besar terhadap tingkat konsumsi masyarakat secara umum. Tabel 2. Laju pertumbuhan PDRB menurut Pengeluaran Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 (persen) Komponen Pengeluaran Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Konsumsi Rumah Tangga 4,41 4,88 3,35 3,94 5,89 Konsumsi LNPRT 11,04 6,20 7,28 7,08 5,08 Konsumsi Pemerintah 7,22 7,52 2,06 3,80 2,34 Pembentukan Modal Tetap Bruto 0,99 13,33 3,92 6,85 4,57 Perubahan Inventori 25,18 14,46 (20,62) 77,07 (22,44) Ekspor 26,17 10,73 (19,49) 68,19 (17,24) Impor 6,84 6,41 4,03 6,66 2,62 Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Utara pada tahun 2018 mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun 2017. Pada tahun 2018 laju pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara sebesar 2,62 persen, sedangkan pada tahun 2017 sebasar 6,66 persen. Perlambatan ini bukan berarti perekonomian Kabupaten Halmahera Utara pada tahun 2018 mengalami https://halutkab.bps.go.id
54 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 kemunduran, tetapi makna perlambatan ekonomi tersebut ialah pertumbuhan ekonomi tetap terjadi tetapi tidak secepat tahun sebelumnya. Adanya perlambatan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat. Meskipun penyebab perlambatan ekonomi tersebut lebih diakibatkan karena menurunnya pertumbuhan ekspor. Tetapi dari sisi lain juga terjadi penurunan impor yang diharapkan akan terjadi dorongan perekonomian yang berlangsung jangka panjang. Tabel 3. Distribusi PDRB menurut Pengeluaran Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 (persen) Komponen Pengeluaran Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Konsumsi Rumah Tangga 52,75 53,06 53,01 52,60 53,60 Konsumsi LNPRT 1,13 1,16 1,16 1,15 1,26 Konsumsi Pemerintah 23,72 24,96 24,30 23,69 24,31 Pembentukan Modal Tetap Bruto 28,12 30,26 29,47 29,44 32,20 Perubahan Inventori (-0.49) (6,22) (0,30) (3,71) 3,19 Ekspor 105,36 108,68 90,16 125,34 110,87 Impor 110,58 111,91 97,80 128,51 111,23 PDRB Kabupaten Halmahera Utara menurut pengeluaran pada periode 2014 hingga 2018 masih didominasi oleh sumbangan dari konsumsi rumah tangga yang mencapai 53,60 persen dari total PDRB. Sementara itu, PMTB dan konsumsi pemerintah menempati urutan ke-2 dan ke-3. Hal ini menunjukkan ada andil besar dari pemerintah dalam https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 55 perekonomian dan perlu adanya stimulus yang baik dari pemerintah untuk mendukung perekonomian. 3.2. Perkembangan Konsumsi Akhir Rumahtangga Konsumsi akhir rumahtangga menunjukan besarnya konsumsi masyarakat untuk keperluaan akhir seperti konsumsi untuk makanan dan minuman non beralkohol; minuman beralkohol dan rokok; pakaian; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya; perabot, peralatan rumahtangga dan pemeliharaan rutin rumah; kesehatan; transportasi/angkutan; komunikasi; rekreasi dan budaya; pendidikan; penginapan dan hotel; serta barang pribadi dan jasa perorangan. Pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga memiliki proporsi terbesar dalam PDRB Halmahera Utara menurut pengeluaran. Dalam kurun waktu 2014 hingga tahun 2018 nilainya cenderung mengalami peningkatan. Peningkatan ini terjadi karena penambahan julah penduduk diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Tabel 4. Nilai Pengeluaran Konsumsi Akhir Rumah Tangga Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 (miliar rupiah) PK-RT Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB 1.965,92 2.174,45 2.375,56 2.602,48 2.844,64 ADHK (2010=100) 1.599,60 1.677.69 1.733,92 1.802,22 1.908,30 Besarnya konsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh pendapatan mereka. Pendapatan secara teori juga memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Masyarakat yang https://halutkab.bps.go.id
56 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 berpenghasilan tinggi biasanya pengeluaran konsumsi lebih banyak untuk keperluan konsumsi bukan makanan. Nilai konsumsi rumahtangga yang semakin tinggi tiap tahunnya menunjukan bahwa perekonomian pada level masyarakat yang terus berkembang. Hal ini adalah baik karena dapat dijadikan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian masyarakat. Namun, demikian perlu adanya analisis lebih dalam untuk dapat memisahkan konsumsi berdasarkan sifatnya sehingga dapat diketahui apakah konsumsi masyarakat bersifat produktif atau konsumtif. 3.3. Perkembangan Konsumsi Akhir LNPRT Lembaga non-profit tidak melakukan aktivitas ekonomi yang melayani pasar, tetapi terfokus untuk melayani rumahtangga. Keberadaan lembaga non-profit ditengahtengah masyarakat memiliki arti penting. Mereka seringkali memerankan peran yang tidak dilakukan oleh pemerintah dan lembaga formal lainnya. Lembaga non-profit dalam melakukan aktivitas ekonomi dengan cara melakukan penjualan barang dan jasa yang harganya tidak signifikan secara ekonomi. Beberapa lembaga yang memberikan kontribusi dalam PKLNRT ini diantaranya organisasi kemasyarakatan (ormas), partai politik, dan lembaga keagamaan. https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 57 Tabel 5. Nilai Pengeluaran Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 PK-LNPRT Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB (miliar rupiah) 42,15 47,71 51,91 56,88 66,99 ADHK (miliar rupiah) (2010=100) 33,08 35,13 37,68 40,35 45,63 Laju pertumbuhan (%) 11,04 6,20 7,28 7,08 13,07 Kontribusi terhadap PDRB (%) 1,13 1,16 1,16 1,15 1,26 Pengeluaran konsumsi lembaga non-profit pada tahun 2014 hingga tahun 2018 terus mengalami peningkatan. Kenaikan yang terjadi menunjukan bahwa lembaga non-profit mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan terbesar terjadi pada tahun 2014 dan 2018 yaitu pada pertumbuhan 11,04 dan 13,07 persen, dimana pada tahun tersebut pengeluaran konsumsi LNPRT meningkat karena adanya persiapan dan penyelenggaraan pemilihan umum. Kontribusi pengeluaran konsumsi masih relatif sangat kecil, yaitu sekitar 1,26 persen pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa peranan pengeluaran konsumsi LNPRT terhadap PDRB di Kabupaten Halmahera Utara masih tergolong rendah. 3.4. Perkembangan Konsumsi Akhir Pemerintah Pemerintah selain menjalankan perannya sebagai lembaga eksekutif juga memiliki peran sebagai pelaku ekonomi. Pemerintah biasanya berperan dalam menjaga ke stabilan perekonomian dengan cara melakukan kepijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal biasanya berkaitan dengan besarnya pajak yang diambil dari masyarakat, https://halutkab.bps.go.id
58 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 sedangkan kebijakan moneter berkaitan dengan jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan tersebut pemerintah berusaha untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam melakukan investasi dan menjaga tingkat inflasi supaya tetap pada batas aman. Tabel 6. Nilai Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 PK-P Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB (miliar rupiah) 884,06 1.023,06 1.088,83 1.172,02 1.290,34 ADHK (miliar rupiah) (2010=100) 631,79 679,27 293,27 719,63 736,49 Laju pertumbuhan (%) 7,22 7,52 2,06 3,80 2,34 Kontribusi terhadap PDRB (%) 23,72 24,96 24,30 23,69 24,31 Konsumsi akhir pemerintah dilakukan oleh pemerintah dalam upaya untuk melakukan stimulus terhadap perekonomian. Dalam penentuan besarnya PDB pada level nasional, kebijakan pemerintah dalam melakukan belanja berusaha seefektif dan seefisien mungkin. Para pakar ekonomi biasanya memberikan masukan kepada pemerintah ketika pemerintah hendak mengeluarkan dana yang cukup besar. Konsumsi akhir pemerintah yang dibelanjakan secara tepat akan memberikan efek multipier yang luas dan berpengaruh terhadap perekonomian. Pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan kontributor terbesar ketiga dalam perekonomian Halmahera Utara pada tahun 2018. Pengeluaran konsumsi pemerintah yang besar diharapkan bisa memberikan stimulus bagi perekenomian daerah. https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 59 Sejak tahun 2014 sampai 2018 total pengeluaran konsumsi pemerintah selalu mengalami kenaikan dimana pada tahun 2018 pengeluaran konsumsi pemerintah mencapai 1.290,34 miliar rupiah. Hal ini dapat berarti adanya perbaikan kinerja dalam hal penyerapan atau bisa juga berarti adanya kenaikan anggaran belanja daerah. Adanya kenaikan yang terus-menerus setiap tahunnya dapat juga memberikan gambaran bahwa telah terjadinya kenaikan pendapatan daerah baik itu hasil dari usaha maupun pemberian atau hibah. 3.5. Perkembangan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto Salah satu komponen pengeluaran yang memiliki andil dalam perekonomian adalah pengeluaran untuk pembentukan modal tetap domestik bruto. Pengeluaran ini berkaitan dengan besarnya dana yang digunakan untuk investasi. Pembentukan modal tetap domestik bruto biasanya belanja untuk barang-barang yang tidak langsung habis pakai yang dapat betahan lama (minimal 1 tahun) seehingga dapat digunakan dalam melakukan kegiatan ekonomi dalam jangka waktu yang relatif panjang. Tabel 7. Nilai Pembetukan Modal Tetap Bruto Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 PMTB Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB (miliar rupiah) 1.047,88 1.240,28 1.320,60 1.456,58 1.708,92 ADHK (miliar rupiah) (2010=100) 911,99 1.035,57 1.074,12 1.147,65 1.200,126 Laju pertumbuhan (%) 0,99 13,33 3,92 6,85 4,57 Kontribusi terhadap PDRB (%) 28,12 30,26 29,47 29,44 32,20 https://halutkab.bps.go.id
60 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui selama periode 2014 sampai 2018 pengeluaran untuk pembentukan modal tetap domestik bruto semakin bertambah. Hal ini menunjukan perekonomian Kabupaten Halmahera Utara yang terus berkembang. Jika dilihat dari kontribusi terhadap PDRB, PMTB merupakan kontributor kedua terbesar setelah pengeluaran konsumsi rumah tangga, dimana kontribusi dari PMTB mencapai 32,2 persen pada tahun 2018. Momentum ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah khususnya terkait kemudahan dalam perizinan dan perbaikan fasilitas umum seperti jalan raya, pelabuhan, terminal, kapal penyebrangan, dan tawaran bantuan modal tanpa bunga sehingga akan semakin mengiatkan perekonomian di Halmahera Utara. Sosialisasi dan perhatian pemerintah juga perlu diberikan sehingga para investor dan pengusaha merasa nyaman untuk melakukan kegiatan perekonomian di Halmahera Utara, tentunya hal ini akan berdampak baik terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan, akses teknologi dan informasi, dan terjadinya transfer teknologi. 3.6. Perkembangan Ekspor Barang dan Jasa Salah satu bentuk eksistensi keberadaan suatu wilayah yaitu adanya interaksi dengan wilayah lain baik yang berbentuk sosial, budaya maupun ekonomi. Ekspor barang dan jasa merupakan salah satu komponen pengeluaran yang nilainya diperhitungkan. Ekspor barang dana jasa menunjukan besarnya barang dan jasa yang dinikmati oleh non-residen baik dia sedang berada di wilayah Halmahera Utara maupun di luar wilayah. Ekspor disini mencangkup ekspor barang dan jasa ke luar negeri dan ekspor antar wilayah yang masih berada pada satu negara. https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 61 Tabel 8. Nilai Ekspor Barang dan Jasa Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 PMTB Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB (miliar rupiah) 3.792,74 4.253,68 4.033,85 6.200,68 5.126,51 ADHK (miliar rupiah) (2010=100) 3.348,72 3.760,50 2.984,90 5.285,22 4.099,38 Laju pertumbuhan (%) 28,26 12,30 (20,62) 77,07 (22,44) Secara umum ekspor barang dan jasa di Halmahera Utara dari tahu 2014 huingga 2018 mengalami fluktuasi, baik dari ADHB maupun ADHK. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2017 yang mencapai angka 6.200,68 miliar rupiah dengan pertumbuhan mencapai angka 77,07 persen. Namun menurun lagi pada tahun 2018 menjadi 5.126,51 miliar rupiah dengan penurunan pertumbuhan mencapai angka -22,44 persen. 3.7. Perkembangan Impor Barang dan Jasa Pengeluaran rumahtangga, pemerintah, lembaga non profit, pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan inventori masih mencakup barang dan jasa yang berasal dari luar negeri atau yang dihasilkan dari non residen. Padahal dalam penghitungan PDRB, hanya mencangkup semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh dan dari wilayah tersebut. Pengurangan komponen-komponen pengeluaran pada PDRB dengan nilai impor barang dan jasa pada tahun bersangkutan akan menghasilkan nilai pengeluaran yang benar-benar mencerminkan pengeluaran yang dinikmati oleh penduduk diwilayah tersebut. Meskipun struktur ekspor dan https://halutkab.bps.go.id
62 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 impor tidaklah sama, namun dengan adanya pengurangan dengan nilai impor ini maka PDRB yang dihasilkan akan lebih mencerminkan kondisi perekonomian Kabupaten Halmahera Utara yang sebenarnya. Tabel 9. Nilai Impor Barang dan Jasa Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 – 2018 PMTB Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) ADHB (miliar rupiah) 4.065,60 4.579,22 4.372,33 6.336,26 5.880,00 ADHK (miliar rupiah) (2010=100) 3.516,79 3.923,27 3.158,54 5.312,43 4.396,53 Laju pertumbuhan (%) 26,26 11,56 (19,49) 68,19 (17,24) Impor barang dan jasa di Halmahera Utara pada periode tahu 2014 hingga 2018 mengalami fluktuasi. Terjadi pertumbuhan impor yang cukup besar pada tahun 2017 mencapai 68,19 persen. Namun pada tahun 2016 dan 2018 nilai impor mengalami penurunan yang mencapai 19,49 dan 17,24 persen. Analisis lebih lanjut terkait nilai impor yang terjadi, dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan kedepannya sehingga kebutuhan yang masih berasal dari luar daerah dapat dipenuhi oleh wilayah itu sendiri. Tentunya jika hal tersebut bisa dilakukan maka biaya-biaya seperti bea masuk dan transportasi dapat diminimalkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 63 BAB IV PERKEMBANGAN AGREGAT PDRB MENURUT PENGELUARAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA TAHUN 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
64 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 65 https://halutkab.bps.go.id
66 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 67 4.1. Pengeluaran per-Kapita Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembahasan PDRB adalah pengeluaran per-kapita per tahun. Penghitungan ini menghasilkan nilai rata-rata pengeluaran penduduk suatu wilayah. Hasil penghitungan ini juga yang seringkali digunakan sebagai salah satu indikator untuk menghitung IPM dan angka kemiskinan. Pendekatan pengeluaran per-kapita dapat digunakan untuk menghitung pendapatan per-kapita karena secara teori total semua pengeluaran sama dengan total pendapatan. Gambar 2. Pengeluaran per-Kapita (ADHK) per-Tahun Penduduk Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2014 – 2018 Dari Gambar 2 dapat diketahui pengeluaran per-kapita penduduk Kabupaten Halmahera Utara setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dari yang awalnya per-kapita pertahun pada tahun 2014 sebesar 17.140,56 ribu rupiah menjadi 19.244,82 ribu rupiah pada tahun 2018. 17,140.56 17,881.60 18,247.75 19,097.51 19,244.82 16,000 16,500 17,000 17,500 18,000 18,500 19,000 19,500 2014 2015 2016 2017 2018 Ribu Rupiah https://halutkab.bps.go.id
68 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 4.2. Perbandingan Pengeluaran Konsumsi Akhir Rumah Tangga terhadap Ekspor Indikator ini menunjukkan perbandingan antara produk yang dikonsumsi RT di wilayah tersebut dengan produk yang diekspor. Selama periode 2014 sampai 2018 diketahui bahwa konsumsi rumahtangga mempunyai kontribusi sekitar 50 persen lebih terhadap penggunaan PDRB Kabupaten Halmahera Utara. Hal ini berarti seluruh produksi yang dihasilkan diwilayah Kabupaten Halmahera Utara, sebagian besar telah digunakan untuk konsumsi pribadi. Padahal tidak semua yang dikonsumsi adalah produk hasil dari wilayah tersebut, melainkan ada juga hasil impor. Tabel 10. Perbandingan Pengeluaran untuk Konsumsi Akhir Rumah Tangga terhadap Ekspor Tahun 2014 – 2018 Komponen Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Total konsumsi RT ADHB (miliar rupiah) 1.965,92 2.174,45 2.375,56 2.602,48 2.844,64 Total Ekspor ADHB (miliar rupiah) 3.792,74 4.253,68 4.033,85 6.200,68 5.126,51 Perbandingan PK-RT dengan ekspor 0,51 0,51 0,58 0.41 0.55 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa perbandingan konsumsi akhir rumah tangga terhadap ekspor terkecil terjadi pada tahun 2017 yaitu 0,41 yang berarti bahwa sebagian besar produksi wilayah Kabupaten Halmahera Utara lebih banyak dikirim ke luar daerah dibandingkan untuk konsumsi dalam wilayah. Sedangkan perbandingan terbesar terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,58 yang berarti dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya produk domestik lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kabupaten https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 69 Halmahera Utara. Selain itu hal ini disebabkan pula karena adanya penurunan ekspor dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 4.3. Perbandingan Konsumsi Akhir Rumah Tangga terhadap PMTB Pengeluaran yang terceminkan melalui PDRB selain digunakan untuk konsumsi akhir, ada pula yang digunakan untuk pembentukan modal tetap domestik bruto atau yang sering dikenal dengan PDRB. Pengeluaran untuk PMTB dapat menjadi indikator adanya perkembangan perekonomian dan perluasan usaha. Adanya informasi tentang perbandingan ini maka dapat diketahui struktur pengeluaran masyarakat Kabupaten Hamahera Utara. Tabel 11. Perbandingan PDRB Pengeluaran untuk Konsumsi Akhir Rumah Tangga terhadap PMTB Tahun 2014 – 2018 Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Total konsumsi RT ADHB (miliar rupiah) 1.965,92 2.174,45 2.375,56 2.602,48 2.844,64 Total PMTB ADHB (miliar rupiah) 1.047,88 1.240,28 1.320,60 1.456,58 1.708,92 Perbandingan PK-RT dengan PMTB 1,87 1,75 1,79 1,78 1,66 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa penduduk Kabupaten Halmahera Utara selama periode 2014 sampai 2018, lebih banyak menggunakan pengeluarannya untuk konsumsi akhir rumahtangga dibandingkan untuk melakukan investasi. Hal ini terlihat dengan nilai perbandingan yang lebih dari 1. Namun demikian, dari tahun 2014 perbandingan konsumsi rumah tangga dengan PMTB memiliki https://halutkab.bps.go.id
70 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 kecenderungan yang terus menurun. Tentunya hal ini bagus karena penurunan perbandingan tersebut diharapkan penduduk Halmahera Utara mulai tertarik untuk melakukan kegiatan yang produktif. 4.4. Proporsi Konsumsi Akhir terhadap PDRB Konsumsi akhir didefinisikan sebagai pengeluaran dalam rangka penggunaan barang dan jasa, baik untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun tidak. Pengeluaran akhir yang dimaksud adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumahtangga, pemerintah dan LNRT. Meskipun ketiga institusi tersebut memiliki peranan yang berbeda, namun dalam hal pengeluaran ketiganya saling melengkapi. Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui selama periode 2014 sampai 2018, persentase PDRB yang berasal dari pengeluaran ketiga institusi tersebut lebih dari 77 persen dari PDRB Kabupaten Halmahera Utara. Hal ini menunjukan bahwa ketiga institusi tersebut khususnya rumah tangga dan pemerintah memiliki peranan yang besar. Tabel 12. Perbandingan Konsumsi Akhir terhadap PDRB Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2014 – 2018 Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Konsumsi Akhir Rumah Tangga 1.965,92 2.174,45 2.375,56 2.602,48 2.844,64 LNPRT 42,15 47,71 51,91 56,88 66,99 Konsumsi Pemerintah 884,06 1.023,06 1.088,83 1.172,02 1.290,34 Jumlah 2.892,13 3.245,22 3.516,30 3.831,38 4.201,97 PDRB 3.727,1 4.098,11 4.481,1 4.947,4 5.307,6 Perbandingan Konsumsi Akhir dengan PDRB 0,77 0,79 0,78 0,77 0,79 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 71 BAB V PENUTUP https://halutkab.bps.go.id
72 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 73 https://halutkab.bps.go.id
74 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 75 1. Pada tahun 2018, PDRB Kabupaten Halmahera Utara mengalami pertumbuhan, namun tidak secepat tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan perubahan inventori, pembentukan modal tetap domestik bruto dan ekspor barang serta jasa yang cukup signifikan. 2. PDRB Kabupaten Halmahera Utara tahun 2014 sampai 2018 didominasi oleh pengeluaran akhir rumahtangga yang mencapai 50 persen lebih. Total pengeluaran yang dilakukan oleh institusi yaitu rumahtangga, pemerintah dan lembaga non-profit selema periode tersebut sekitar 78 persen. 3. Pendapatan penduduk Kabupaten Halmahera Utara setiap tahunnya secara rata-rata mengalami kenaikan, hal ini ditunjukan dengan nilai pengeluaran per-kapita per-tahun penduduk Kabupaten Halmahera Utara yang terus meningkat. Dimana pengeluaran merupakan salah satu metode untuk melakukan penghitungan pendapatan. 4. Dilihat dari tingkat ketergantungan terhadap barang dan jasa yang berasal dari luar daerah, Kabupaten Halmahera Utara selama periode 2014 sampai 2018 masih menunjukan ketergantungan yang cukup besar. Selain itu, jika dilihat dari sisi neraca perdagangan yang menunjukan transaksi ekspor dan impor, neraca perdagangan Kabupaten Halmahera Utara mengalami defisit karena jumlah impor selalu lebih banyak daripada jumlah ekspor. 5. Perekonomiaan Kabupaten Halmahera Utara selama 2014 sampai 2018 terlihat terus berkembang. Hal ini ditunjukan dengan rasio PMTB yang semakin meningkat dan pengeluaran rumahtangga yang selalu bertambah tiap tahunnya. https://halutkab.bps.go.id
76 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 77 LAMPIRAN https://halutkab.bps.go.id
78 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 79 KAB/KOTA PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN TABEL 1. : HALMAHERA UTARA ADH : BERLAKU (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 1313238.86 1459460.67 1673126.02 1815462.70 1965922.82 2174451.51 2375575.76 2602485.88 2844646.26 2 22443.96 25309.87 30746.68 35997.40 42159.36 47718.80 51915.46 56886.40 66994.68 3 440339.51 538245.66 656715.80 757034.40 884066.66 1023086.62 1088835.27 1172029.14 1290340.08 4 580647.67 748113.87 902155.52 962215.42 1047889.84 1240283.47 1320606.25 1456587.64 1708928.62 5 79950.89 59217.37 83180.89 57515.22 (18407.39) (254954.14) (13425.48) (183711.37) 169135.25 6 2694874.88 2784539.13 3192656.91 3056122.50 3926776.80 4453684.11 4040441.76 6201431.35 5131043.81 7 2729966.02 2907513.47 3513866.10 3386080.37 4121295.99 4586159.95 4382784.30 6358209.22 5903523.55 2401529.75 2707373.11 3024715.70 3298267.26 3727112.11 4098110.41 4481164.72 4947499.82 5307565.15 Impor Ekspor Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto PDRB Komponen Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
80 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 KAB/KOTA PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN TABEL 2. : HALMAHERA UTARA ADH : KONSTAN (2010:100) (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 1313238.86 1386352.77 1482451.70 1532047.48 1599600.35 1677688.66 1733929.77 1802220.53 1908300.71 2 22443.96 24541.55 27342.86 29792.78 33082.36 35132.10 37689.69 40359.36 45633.16 3 440339.51 496933.00 544765.81 589245.50 631796.55 679276.63 693274.51 719638.48 736491.62 4 580647.67 718718.87 852211.40 903040.41 911993.31 1033576.98 1074121.93 1147651.63 1200126.50 5 79950.89 48657.00 57270.18 (133415.35) (11997.33) (179614.97) (11252.70) (90151.13) 89601.74 6 2694874.88 2748157.80 3020045.71 2724573.59 3410508.48 3903718.42 2989989.91 5285649.93 4101948.97 7 2729966.02 2879072.86 3287138.71 2812430.61 3548424.23 3929302.48 3167539.42 5332147.74 4415367.19 2401529.75 2544288.13 2696948.95 2832853.80 3026559.50 3220475.35 3350213.69 3573221.07 3666735.51 Impor Ekspor Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto PDRB Komponen Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 81 KAB/KOTA LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN (2010:100) TABEL 3. : HALMAHERA UTARA (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 5.57 6.93 3.35 4.41 4.88 3.35 3.94 5.89 2 9.35 11.41 8.96 11.04 6.20 7.28 7.08 13.07 3 12.85 9.63 8.16 7.22 7.52 2.06 3.80 2.34 4 23.78 18.57 5.96 0.99 13.33 3.92 6.85 4.57 5 (39.14) 17.70 (332.96) 91.01 (1397.12) 93.74 (701.15) 199.39 6 0.17 7.13 (8.14) 28.26 12.30 (20.62) 77.07 (22.44) 7 5.46 13.88 (15.04) 26.26 11.56 (19.49) 68.19 (17.24) PDRB 5.94 6.00 5.04 6.84 6.41 4.03 6.66 2.62 Impor Ekspor Komponen Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
82 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 KAB/KOTA INDEKS IMPLISIT PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN (2010:100) TABEL 4. : HALMAHERA UTARA (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 105.27 112.86 118.50 122.90 129.61 137.01 144.40 149.07 2 103.13 112.45 120.83 127.44 135.83 137.74 140.95 146.81 3 108.31 120.55 128.48 139.93 150.61 157.06 162.86 175.20 4 104.09 105.86 106.55 114.90 120.00 122.95 126.92 142.40 5 121.70 145.24 (43.11) 153.43 141.94 119.31 203.78 188.76 6 101.88 106.77 110.34 113.26 113.11 135.14 117.32 125.06 7 100.99 106.79 120.03 115.61 116.72 138.43 119.27 133.74 PDRB 106.41 112.15 116.43 123.15 127.25 133.76 138.46 144.75 Impor Ekspor Komponen Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 83 KAB/KOTA LAJU INDEKS IMPLISIT PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN (2010:100) TABEL 5. : HALMAHERA UTARA (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 5.27 7.21 4.99 3.71 5.46 5.71 5.40 3.23 2 3.13 9.04 7.45 5.47 6.58 1.41 2.33 4.16 3 8.31 11.30 6.57 8.92 7.64 4.28 3.70 7.58 4 4.09 1.70 0.65 7.83 4.44 2.46 3.23 12.19 5 21.70 19.34 (129.68) 455.90 (7.49) (15.95) 70.80 (7.37) 6 1.88 4.80 3.35 2.64 (0.13) 19.47 (13.19) 6.59 7 0.99 5.75 12.40 (3.69) 0.96 18.60 (13.84) 12.13 PDRB 6.41 5.40 3.81 5.77 3.33 5.11 3.52 4.54 Impor Ekspor Komponen Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
84 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 KAB/KOTA SUMBER PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN TABEL 6. : HALMAHERA UTARA ADH : KONSTAN (2010:100) (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 6.09 7.89 4.71 4.56 5.59 4.91 5.06 4.89 2 0.12 0.20 0.17 0.19 0.15 0.10 0.11 0.20 3 4.08 4.38 3.32 3.85 3.73 1.60 1.86 2.39 4 6.97 5.69 1.99 2.60 5.16 1.96 3.03 5.10 5 (0.86) 0.89 (0.85) (2.30) (6.35) 5.89 (3.80) 7.13 6 2.26 12.25 (5.08) 27.64 12.37 (5.36) 48.35 (21.71) 7 7.39 21.93 (5.22) 21.89 13.78 (5.05) 43.83 (9.22) PDRB 12.74 11.72 9.04 13.00 9.95 9.35 10.41 7.28 Impor Ekspor Komponen Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 85 KAB/KOTA DISTRIBUSI PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGELUARAN TABEL 7. : HALMAHERA UTARA ADH : BERLAKU (Dalam Juta Rupiah) 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 54.68 53.91 55.32 55.04 52.75 53.06 53.01 52.60 53.60 2 0.93 0.93 1.02 1.09 1.13 1.16 1.16 1.15 1.26 3 18.34 19.88 21.71 22.95 23.72 24.96 24.30 23.69 24.31 4 24.18 27.63 29.83 29.17 28.12 30.26 29.47 29.44 32.20 5 3.33 2.19 2.75 1.74 (0.49) (6.22) (0.30) (3.71) 3.19 6 110.28 99.83 100.32 87.35 101.76 103.80 90.02 125.33 96.59 7 113.68 107.39 115.76 101.37 109.08 111.74 97.57 128.07 110.79 PDRB 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 Impor Ekspor Komponen Perubahan Inventori Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi LNPRT Konsumsi Rumah Tangga https://halutkab.bps.go.id
86 PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 https://halutkab.bps.go.id
PDRB Kabupaten Halmahera Utara Menurut Pengeluaran 2014-2018 87 DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik. (2019). Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran Provinsi Maluku Utara 2014 - 2018. Ternate: BPS. Badan Pusat Statistik. (2017). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Halmahera Utara Menurut Lapangan Usaha 2019. Tobelo: BPS. Gujarati, Damodar N. (2004). Basic Econometrics (4 ℎ ed). New York: McGraw-Hill. Joesron, T. Suhartati, & M. Fathorrozi. (2003). Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat. Mankiw, N. G. (2009). Macroeconomics, (7 ℎ ed). New York: Worth Publishers. Nachrowi, D. Nachrowi & Hardius Usman. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. https://halutkab.bps.go.id