The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGASAN BERASASKAN MASALAH (KEJADIAN LANGIT & BUMI)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nazri.junior02, 2021-06-07 09:51:42

TUGASAN BERASASKAN MASALAH (KEJADIAN LANGIT & BUMI)

TUGASAN BERASASKAN MASALAH (KEJADIAN LANGIT & BUMI)

JABATAN PENGAJIAN AM (SESI DISEMBER 2020)
SAINS TEKNOLOGI & KEJURUTERAAN DALAM ISLAM & MPU23052

ITEM KK: TUGASAN BERASASKAN MASALAH (30%)
CLO 2: MENERANGKAN ETIKA DAN PROFESIONALISME BERKAITAN SAINS

TEKNOLOGI DAN KEJURUTERAAN DALAM ISLAM. CLS 5 A3
TAJUK: KEJADIAN LANGIT MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN DAN SAINS

NAMA PENSAYRAH : PUAN AS NUURIEN NAJMA BINTI AHMAD
KELAS: DEI2C

KUMPULAN 3 NAMA NO MATRIK
NAZRI BIN MISWAN 33DEI20F1037
MUHAMMAD NUR HAIQAL BIN JOHARI 33DEI20F1049
MUHAMMAD HANIF BIN MD RASUL 33DEI20F1047
MUHAMMAD DANIAL HAIKAL BIN MOHD NAZRY 33DEI20F1044

OBJEKTIF

i. Mengenalpasti teori dan fakta berkenaan kejadian langit menurut perspektif Al-Quran
dan sains.

ii. Mengenalpasti proses yang berlaku berkenaan kejadian langit menurut perspektif Al-
Quran dan sains.

iii. Menghubungkan AL-Quran dan sains tentang kejadian yang berlaku dalam kehidupan
seharian.

1

KANDUNGAN
1.0 PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………....
2.0 ISI

2.1 PENCIPTAAN ALAM SEMESTA ……………………………………...……………………….
2.2 PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI …………………………………………………………….
2.3 FASA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUM ……………………………………………………..
2.4 TEORI MATERIALISME YANG DITOLAK …………………………………………………….
2.5 TEORI KOSMOLOGI……………………………………………………………………………..
3.0 LAMPIRAN ………………………………………………………………………………………….…
4.0 KESIMPULAN……………………………………………………………………………..…………..
5.0 SUMBER RUJUKAN …………………………….……………………………………………….…..

2

1.0 PENDAHULUAN
Pencipataan langit dan bumi telah menjadi satu perdebatan hebat di antara para saintis

sejak duhulu lagi hingga tercipta pelbagai jenis teori tentang penciptaan alam semesta seperti
teori Materialisme dan Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory) [rajah 1.0 & 1.1] yang dibahas
oleh George Gamov, Arno Penzias dan Robert Wilson antara yang terkenal sehingga menjadi
sumber pembelajaran yang dipercayai daripada pelbagai peringkat

Rajah 1.0

3

Rajah 1.1

Materialisme merupakan salah satu aliran dalam ilmu filsafat yang dikembangkan oleh
para filosof Yunani Kuno. Materialisme adalah aliran yang memandang bahwa segala sesuatu
adalah realitas, dan realitas seluruhnya adalah materi belaka. Menurut teori ini, alam semesta
sudah ada sejak waktu yang tak terbatas.

Namun begitu Teori materialisme yang sempat diagungagungkan para filsuf dan
ilmuwan Barat dipatahkan oleh Teori Ledakan Besar (Bing Bang Theory). Seiring ditemukannya
fakta tentang terjadinya Ledakan Besar oleh seorang Ahli Astronomi Amerika bernama Edwin

Hubble [Rajah 1.3] pada 1929, kebenaran Teori Ledakan Besar pun semakin kukuh.

4

Rajah 1.3

Teori Ledakan Besar mengungkapkan bahwa alam semesta termasuk bumi dan isinya
itu terbentuk dari sebuah ledakan besar. Teori ini menyatakan adanya "awal atau permulaan"
pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang. Kalau alam semesta itu memiliki
permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan, Sang Pencipta semesta
alam.

Walaubagaimanapun, Al-Quran ada menggambarkan penciptaan alam semesta
digambarkan dalam enam masa. “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dia
menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula
matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahsuci Allah Tuhan semesta alam.

5

2.1 PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Penciptaan alam semesta diterangkan oleh ahli astro-fizik (fizik angkasa) sebagai satu

fenomena yang diterima ramai dan dikenali sebagai ´Big Bang´ Ia disokong oleh data yang
diperoleh daripada pemerhatian dan eksperimen oleh ahli astronomi dan ahli astro-fizik sejak
berdekad-dekad lamanya. Menurut ´Big Bang´, seluruh alam semesta pada asalnya ialah satu
jisim yang besar (Nebula asas) [Rajah 2.0] Kemudian terjadi ´Big Bang´ (Pemisahan Kedua)
yang menghasilkan galaksi-galaksi. Ia kemudiannya berpecah-pecah lagi untuk menjadi
bintang, planet, matahari, bulan, dan lain-lain [Rajah 2.0, 2.1, 2. & 2.3]. Asal penciptaan alam
semesta ini memang unik dan kem ungkinan untuk ia terjadi secara tidak sengaja adalah sifar.

Rajah 2.0

6

Rajah 2.1

Rajah 2.2

7

Rajah 2.3

Pada tahun 1948 seorang peneliti bernama George Gamov berpendapat, seharusnya ada
sisa-sisa radiasi dari hasil big bang. Tak lama setelah itu, dua orang peneliti bernama Arno
Penzias dan Robert Wilson menemukan sisa radiasi dari Ledakan Besar berupa radiasi latar
belakang kosmik. Kemudian pada tahun 1989, National Aeronautics and Space Administration
(NASA) [Rajah 2.4] meluncurkan sebuah satelit yang dilengkapi dengan instrumen sensitif
Cosmic Background Emission Explorer (COBE) ke luar angkasa guna mendeteksi radiasi latar
belakang kosmik yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson. Hanya dalam hitungan
menit, (COBE) [Rajah 2.5] mampu menemukan radiasi latar belakang kosmik.

8

Rajah 2.4

Rajah 2.5

9

Sejumlah bukti lainnya yang menunjukkan alam semesta berasal dari sebuah
ledakan besar adalah terdapatnya kandungan Hidrogen dan Helium yang tersebar di seluruh
jagat raya. Jika alam semesta tidak memiliki awal, seharusnya Hidrogen telah menghilang dari
alam semesta ini diakibatkan perubahan atom Hidrogen menjadi atom Helium. Ini bukti yang
ditemukan dari penelitian yang panjang. Akhirnya para ilmuwan di dunia mengakui kebenaran
bahwa alam semesta lahir dari sebuah ladakan besar yang tentu saja diciptakan
keberadaannya.

Al-Quran mengandungi ayat berikut, berkenaan asal kejadian alam semesta: “Dan
tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan
bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara
keduanya?” (surah Al-Anbiyaa´: 30). Persamaan di antara ayat Al-Quran dengan teori Big Bang
tidak dapat dinafikan lagi. https://youtu.be/MfkY4Lamzzw




10

2.2 PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI



Penciptaan bumi di dahulukan sebelum penciptaan langit. Sebagaimana dinyatakan oleh
firman Allah (yang artinya), Dia-lah Allah, yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk
kamu kemudian Dia naik ke atas dan menjadikan tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu.” (Al Baqoroh : 29) Diibaratkan sebuah bangunan yang dibina, asas dibuat
terlebih dahulu sebelum atap. Maka bumi adalah asas dan langit adalah atapnya. Allah S.W.T
telah berfirman (yang artinya), “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan
langit sebagai atap” (Qs. Ghofir : 64.)







Langit pula diciptakan dengan tujuh lapisan. Begitu juga dengan bumi. Walaupun bumi
selalu disebutkan dalam bentuk tunggal di dalam Al Qur’an, tidak sebagaimana langit yang
seringkali disebutkan dalam lafadz jamak. Namun ada sebuah ayat yang menunjukan bahawa
bumi juga mempunyai tujuh lapis seperti langit. Allah telah berfirman: (Yang Artinya), “Allah-lah
yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar
kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya
Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Qs. At Tholak : 12). Dan dikuatkan
dengan sabda Rasulullah s.a.w, “Barangsiapa berbuat kezaliman (meneroka tanah orang lain
meski hanya) sejengkal tanah, maka Allah akan menimbunnya dengan tujuh lapis bumi”.

11

Kemudian Allah memisahkan antara langit dan bumi, sehingga angin pun bertiup,

hujan pun turun, tumbuhlah berbagai macam tumbuhan, gunung-gunung ditancapkan
ditempatnya, Allah menjadikan makhluk ciptaan berpasang-pasangan, diciptakan kehidupan
dari air, diciptakannya matahari sebagai penerang, dan bintang-bintang serta rembulan sebagai
hiasan. Semua itu bukti kebesaran Allah S.W.T Jarak antara langit dan bumi adalah lima ratus
tahun perjalanan. Begitu juga antara satu lapisan langit dengan lapisan selanjutnya. Disebutkan
dalam hadits riwayat Abbas bin Abdul Mutthalib r.a berkata, Rasulullah s.a.w bersabda:
“Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bumi? Kami berkata, “Allah dan RosulNya lebih
mengetahui”, kemudian beliau bersabda, “Jarak keduanya adalah perjalanan lima ratus tahun,
dan antara satu langit dengan langit selanjutnya perjalanan lima ratus tahun, dan tebal setiap
langit adalah perjalanan lima ratus tahun, dan diantara langit ketujuh dengan arsy ada laut yang
jarak antara dasar dan atasnya adalah seperti jarak antara langit dan bumi, dan Allah diatas itu
semua, tidak tersembunyi baginya amalan manusia….”

Alam semesta tidak terus wujud dalam bentuk yang kita lihat pada hari ini.
Sebaliknya ia melalui beberapa proses tertentu. Antara proses itu adalah kelahiran gas-gas
hidrogen dan helium yang kemudiannya bercantum sehingga menjadi gumpalan asap raksaksa.
Dalam surah Fussilat ayat 11 Allah menyatakan : "Kemudian Dia menuju ke langit dan langit
pada masa itu berbentuk asap lalu Dia berkata kepadanya dan bumi, 'Datanglah kamu berdua
dengan tunduk atau terpaksa'. Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan tunduk'."


12

Di sini Allah menyatakan langit dan bumi diperingkat awal dahulu kosong daripada
sebarang objek di langit. Yang wujud hanyalah asap. Daripada asap ini lahirlah bintang-bintang
serta galaksi disusuli dengan kelahiran sistem suria dan bumi. Perkataan Dukahn yang di
maksudkan di sini ialah asap,dalam bahasa inggerisnya ialah smoke. Penggunaan kalimat asap
atau smoke ini selari dengan penemuan semasa kerana asap lahir dari satu suasana yang
panas dan suasana di peringkata awal kejadian alam sememangnya panas.

Semasa menceritakan mengenai asap Light from Oldest Galaxy [Rajah 2.6], para
saintis mengaitkannya dengan gas-gas (terutamanya hidrogen dan helium) yang wujud seperti
awan tebal di peringkat awal dahulu. Para saintis menyifatkan asap daripada gas ini sebagai
dark clouds, cloud of gas, fog of neutral hydrogen and helium, hot mass of gas dan yang
seumpamanya. Ia bermaksud, gas-gas di peringkat awal kejadian langit dan bumi wujud seperti
bentuk awan-awan hitam, awan-awan daripada gas, awan-awan gas daripada hidrogen dan
helium, gas bersuhu tinggi dan yang seumpamanya.Kejadian langit dan bumi daripada asap
menyentuh berkenaan kejadian objek-objek daripada asap. Oleh sebab bumi adalah satu objek,
maka langit yang di nyatakan Allah juga merupakan objek-objek seperti bintang, galaksi dan
seumpamanya. kesemua objek ini lahir daripada asap.



Rajah 2.6





13

2.3 FASA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI MENURUT AL-QURAN DAN SAINS

Fasa pertama dimulai dengan sebuah ledakan besar (bigbang) sekitar 12-20 milion
tahun lalu. Inilah awal penciptaan matahari, tenaga, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya
adalah pengembangan ruang. Matahari yang mula-mula terbentuk adalah daripada hydrogen
yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasil dari ledakan antara
gas-gas hydrogen, meghasilkan unsur-unsur yang lebih berat dan padat, seperti karbon,
oksigen serta besi. Ledakan ini juga disebut Nukleosintesis Big Bang. Artinya: “Dan apakah
orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…” (Q.S. AlAnbiya [21] :30)

Pada fasa kedua, proses pembentukan langit berlaku. Umum ketahui bahawa
langit yang berwarna biru adalah disebabkan pantulan cahaya matahari oleh partikel-partikel di
atmosfera. Di luar atmosfera, langit tidak lagi berwarna biru, bahkan yang ada hanyalah titik
cahaya seperti bintang, galaksi, dan benda-benda lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah
biru yang ada di atas, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaksi,
dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam
fasa ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaksi masih berlaku sehingga ke hari ini. “Dia-
lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak
(menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)



14

Pada fasa ini penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata suria,
termasuk bumi. Selain itu, pada fasa ini juga telah terjadinya proses pembentukan matahari
yang berlaku sekitar 4 hingga 6 juta tahun yang lalu. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah
terbentuk terus berorientasi mengelilingi matahari di atas paksinya serta menghasilkan
fenomena siang dan malam, sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam ayatnya “dan Dia
menjadikan malamnya gelap gelita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” (Q.S An-
Nazi’at [79] : 29)




Pada masa keempat, umi terbentuk daripada debu-debu antara bintang yang dingin
mulai menghangat dengan pemanasan daripada cahaya matahari dan pemanasan dari dalam
(endogenik) dan juga daripada unsur-unsur radioaktif di bawah kerak bumi. Akibat pemanasan
endogenik tersebut, batu-batuan di bawah kerak bumi menjadi lebur, antara lain muncul
sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi
batuan utama di daratan merupakan hasil daripada pembekuan leburan tersebut. Pemadatan
yang berlaku di kerak bumi akan menjadi dasar lautan dan daratan yang terhasil itulah yang
dimaksudkan sebagai “hamparan bumi” sebagaimana Allah SWT berfirman “dan bumi sesudah
itu dihamparkan-Nya.” (Q.S. an-Naziat [79] :30)

15

Pada masa lima hadirnya air dan atmosfera di bumi yang menjadi syarat terciptanya
kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT “…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup“ (Q.S. al-anbiya [21] : 30) sebagai contoh pemanasan matahari menimbulkan
fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan keadaan
atmosfera purba yang kaya dengan gas metana (CH4) dan ammonia (NH3). Persenyawaan
organik yang mengikut aliran air akhirnya tertumpu di laut. Kehidupan dijangka bermula dari laut
yang panas sekitar 3 hingga 5 milion tahun yang lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah
ditemui. Sebagaimana diceritakan dalam surah Al Anbiya ayat 30 yang telah mengatakan
bahawasannya semua makhluk hidup berasal daripada air.

16

Fasa keenam dalam proses penciptaan alam ini adalah dengan lahirnya kehidupan
di bumi yang bermula daripada makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Hadirnya
tumbuh-tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 milion tahun lalu menyebabkan atmosfera
bumi mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini juga, proses geologi yang
menyebabkan lipatan atau mampatan plat tektonik akan menyebabkan terhasilnya rantai
pergunungan di bumi terus berlanjutan.

17

2.4 TEORI MATERIALISME YANG DITOLAK

Menurut penganut paham materialisme, alam tidak memiliki awal maupun
akhir. Teori ini juga menyakini bahwa alam semesta tidak diciptakan, tetapi ada dengan
sendirinya. Segala sesuatu dalam alam semesta hanyalah peristiwa kebetulan atau
ketidaksengajaan dan bukan merupakan hasil dari sebuah rancangan atau visi yang disengaja.

Teori ini diagung-agungkan para materialis di abad ke-19 termasuk Ludwig
Freuerbach (1804-1872). Menurut pendapatnya, hanya alamlah yang ada, manusia juga
termasuk alam. Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi, jadi psikis manusia
merupakan salah satu gejala dari materi yang ada.

Kaum materialis juga mengingkari adanya the ultimate nature of reality (realitas
tertinggi atau Yang Mutlak). Mereka menganggap bahwa doktrin alam semesta yang
digambarkan oleh sains merupakan materialisme sederhana.

Kaum materialis menyatakan bahwa para filosof tidak dapat menambah, dalam arti
memperbaiki pengertian materi yang bersifat deskriptif yang diberikan para ilmuwan pada masa
hidupnya. Paham materialisme ini memiliki beberapa aliran, yakni; materialisme lama,
materialisme modern, serta materialisme dialektis/historis.

Aliran materialisme sangat bertentangan dengan ajaran Alquran. Sebab, aliran
tersebut menyatakan bahawa alam semesta ada tanpa direncanakan dengan visi tertentu.
Dalam surat Ali Imran ayat 191, Sang Khalik berfirman'' (Yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.''

18

2.5 TEORI KOSMOLOGI

Di dalam Fussilat Allah berfirman”Kemudian dia menuju ke langit dan langit Ketika itu
berbentuk dukhan (asap) lalu Dia berkata kepadanya dan bumi : “ Datanglah kamu berdua
dengan bertunduk atau terpaksa”Keduanya menjawab ”Kami dating dengan tunduk” (fussilat
ayat 11)

Berhubung ayat ini, di dalam kitab al-Asas fit Tafsir, Syeikh Said Hawa
berkata,“Sesungguhnya memang sudah ada suatu keyakinan bahawa sebelum
terjadinyabintang-bintang, keadaan di angkasa raya adalah di dalam bentuk gas
seumpamaasap.. Pandangan yang seperti ini boleh dianggap sebagai sahih kerana ia
begituhampir dengan maksud kalimat dukhan di dalam al-Quran”.

Kajian pada hari ini menunjukkan bahawa asal-usul kejadian bumi serta bintangbintang
ada perkaitan dengan asap. Asap ini mengandungi ‘gas-gas tertentu sertahabuk kosmik’.
Berhubung dengan ini, dalam laman sesawang NASA dilaporkan, bintang-bintang berasal
daripada gumpalan asap yang panas yang mengandungi gas dan habuk. Bahan-bahan ini
melahirkan bintang-bintang (termasuk matahari). Baki daripadanya melahirkan, antaranya,
planet-planet (termasuk bumi).

Pengerusi Jawatankuasa Mukjizat Saintifik di dalam al-Quran dan Sunnah
(Mesir),Profesor Dr. Zaghloul an-Najjar, dalam tulisannya bertajuk The Cosmic Smoke
(http://www.elnaggarzr.com/en/main.php?id=48), berkata, “(Penggunaan pelbagaiteknologi
canggih) membantu ke arah mengenal pasti asap di angkasa yang terhasil selepas berlakunya
Big Bang. Ia jelas menunjukkan kalimat dukhan (asap) yang digunakan al-Quran menceritakan
keadaan alam di peringkat awal dahulu dengan tepat sekali.” Yang jelas ialah, tidak mungkin
fakta kosmologi ini diketahui Nabi 1400 tahun dahulu tanpa bantuan wahyu.

19

3.0 LAMPIRAN

*dipetik dari https://www.astroawani.com/berita-malaysia/lima-fakta-menarik-tentang-alquran-
dan-sains-241999

20

*dipetik dari https://www.astroawani.com/berita-malaysia/lima-fakta-menarik-tentang-alquran-
dan-sains-241999

21

*dipetik dari https://youtu.be/MfkY4Lamzzw

22

*dipetik dari http://proseskejadianlangitdanbumi.blogspot.com/2016/02/penghargaan.html

*dipetik dari http://inspikreatif.blogspot.com/2013/11/permulaan-alam-menurut-al-quran-
dan.html

23

4.0 KESIMPULAN

Dalil tentang penciptaan langit dan bumi terdapat di dalam surah Al Baqarah ayat 117, yang
menjelaskan tentang kekuasaan Allah yang dengan kebesaranNya telah menciptakan langit
dan bumi dengan penuh keindahan dan keunikan yang sungguh luar biasa dan tiada
tandingannya. Dalam surah At-Talaq ayat 12 menjelaskan bahwasanya langit yang Allah
ciptakan terdiri daripada tujuh lapisan, begitu juga dengan bumi. Keterangan pada surah
tersebut juga dibuktikan oleh para ilmuan pada abad 21.

Kemudian, dalam Surah Al-Maidah ayat 190 dan surah Al-Isra’ ayat 12 menjelaskan agar
kita dapat menemui hubungan antara malam dan siang, serta langit dan bumi. Allah SWT
mengajak orang-orang yang berakal dan para ilmuan untuk memikirkan ayat tersebut agar
dapat menemui keagungan sang khalik, kerana alam ini pasti ada yang mengatur iaitu Allah
SWT.

Allah SWT juga telah menciptakan segala yang ada di antara keduanya (antara langit dan
bumi) dengan perancangan yang rapi, indah, serta harmoni. Ini menunjukkan bahawa Allah
tidak bermain-main, yakni tidak menciptakannya secara sia-sia tanpa arah dan tujuan yang
benar. Hal yang demikian, tertulis di dalam surah Al-Anbiya’ ayat 16 dan surah Shad ayat 27.

Kita sebagai umat islam hendaklah sentiasa merujuk dan mengkaji Al-Quran kerana ia
merupakan rukan iman yang ketiga , dengan mengakaji al-quran kita akan memperoleh
jawapan yang dapat menjawab soal teori – teori barat.Sebagai bukti terdapat ramai profeser
yang terkenal dalam mengeluar kan teori menggunakan al-quran sebagai sumber kajian
mereka.Kita sebagai umat islam hendaklah sentiasa beriman kepada allah serta mempercayai
al-quran kerana ia merupakan kata kata allaj S.W.T

24

5.0 SUMBER RUJUKAN
i. http://proseskejadianlangitdanbumi.blogspot.com/2016/02/penghargaan.html
ii. http://inspikreatif.blogspot.com/2013/11/permulaan-alam-menurut-al-quran-dan.html
iii. http://www.addeen.my/index.php/rohani/islam-sains/item/487-teori-big-bang
iv. https://www.astroawani.com/berita-malaysia/lima-fakta-menarik-tentang-alquran-dan-
sains-241999
v. http://www.elnaggarzr.com/en/main.php?id=48
vi. https://youtu.be/MfkY4Lamzzw

vii. https://www.republika.co.id/berita/qdk35j320/penciptaan-alam-semesta-dalam-6-hari-
dan-isyarat-alquran

viii. https://sains.kompas.com/read/2020/02/21/190200523/rahasia-alam-semesta--
bagaimana-bumi-ini-lahir-dan-terbentuk-?page=all

25


Click to View FlipBook Version