The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kolaborasi Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan PAKBP

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kelly Yang, 2023-12-01 18:54:40

Jakarta Smart City

Kolaborasi Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan PAKBP

JAKARTA SMART CITY KELLY YANG EKONOMI | GEOGRAFI | SOSIOLOGI | PAKBP


Apa Itu Smart City? Keberlanjutan : Mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk menciptakan kota yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Keterhubungan : Memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan infrastruktur, sistem, dan penduduk kota secara efisien, sehingga tercipta kota yang terintegrasi. Partisipasi publik: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan kota. Keterbukaan data : Menggunakan data terbuka dan transparan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Keamanan dan privasi : Memastikan keamanan data dan privasi penduduk dalam penggunaan teknologi dalam SmartCity. Smart City adalah sebuah konsep pengembangan kota yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan infrastruktur kota untuk meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup warga. Konsep ini mengintegrasikan Internet of Things (IoT), tujuannya untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Tujuan utama dari Smart City adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, meningkatkan konektivitas, dan meningkatkan kualitas hidup warga melalui layanan publik yang lebih baik dan tersedia secara luas. Beberapa prinsip yang menjadi dasar dalam pengembangan SmartCity, yaitu: Penerapan ide Smart City di Indonesia dicetuskan oleh guru besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Profesor Suhono Harso Supangkat. Ide mengenai smart city di Indonesia tersebut ia sampaikan kepada Presiden Jokowi dalam eIndonesia Initiatives Forum pada tahun 2005. Konsep Smart City yang dicetuskan Prof. Suhono ini mengandung tiga aspek, yaitu smart environment, smart society, dan smart economy. Hingga saat ini, Prof. Suhono terus memberi masukan kepada pemerintah dan melakukan penelitian terkait penerapan smart city di Indonesia. Bagaimana Smart City di Indonesia? Setelah perjalanan panjang, konsep Smart City pun semakin menyentuh pelosok Indonesia dan menjadi suatu kewajiban bagi kota dan kabupaten agar bisa mengikuti perkembangan dunia. Konsep yang awalnya dianggap prestise dan modern ini dalam beberapa tahun terakhir bisa menjadi syarat standar bagi kota, bukan lagi menjadi sebuah prestasi. Namun, penerapan ini membutuhkan waktu panjang agar konsep smart city ini bisa berjalan maksimal di seluruh area kota di Indonesia. Karena implementasi smart city di Indonesia sendiri mengalami berbagai kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai, kesiapan pemerintah setempat, hingga masyarakat sendiri yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.


Secara konseptual, kota berkelanjutan mengacu pada usaha berjalannya perekonomian dan kegiatan sosial dengan meminimalisasi dampak buruk bagi lingkungan. Jadi, generasi selanjutnya masih dapat tetap merasakan kota ramah lingkungan dengan kondisi yang sama. Inspirasi dan inovasi dalam membangun kota adalah meniru kerja alam, karena alam sendiri bersifat berkelanjutan. Apa Bedanya Dengan Sustainable City? Semua penduduk kota dapatlayanan dan akses yang setara. Transportasi publik dinilai aman dan merupakan alternatif yang baik dari kendaraan pribadi. Aman bersepeda dan berjalan kaki. Warga dapat mengakses dan menikmati RTH. Penggunaan energi baru dan terbarukan lebih masif. Sampah dinilai sebagai sumber daya dan didaur ulang sedapat mungkin. Akses perumahan lebih terjangkau. Hubungan antarkomunitas lebih kuat dan warga saling bantu untuk mengentaskan kriminalitas. Fasilitas publik dapat diakses tiap kalangan. Penerapan produksi dan konsumsi berkelanjutan. MenurutBBC, berikut pilar utama kota berkelanjutan : Menurut Koordinator Kemitraan Kota Hijau Nirwono Joga, kota berkelanjutan mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas penyediaan air bersih, pengolahan air limbah dan pengelolaan sampah ramah lingkungan, aksesibilitas dan mobilitas yang didukung transportasi berkelanjutan, pemanfaatan energi baru terbarukan, persyaratan bangunan gedung hijau, dan ruang terbuka hijau yang memadai.


SMART ECONOMY JakPreneur Sebagai wadah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Jakarta yang mendukung kreasi dan kolaborasi dalam sebuah ekosistem kewirausahaan. Selain itu, akan mendapat pelatihan, pendampingan, pemasaran, hingga permodalan. JakPangan Menampilkan informasi harga pangan pokok di Jakarta. Hal ini dapat membandingkan harga pangan di tiap pasar, sehingga bisa lebih hemat ketika berbelanja. Portal JakNaker Berisi lowongan-lowongan pekerjaan dan magang untuk memudahkan warga Jakarta mencari pekerjaan dan juga dapat mencari informasi pelatihan untuk pengembangan karier. JakOne Pay Sebagai alternatif pembayaran non-tunai yang bisa diakses di aplikasi JAKI. Dengan pembayaran non-tunai ini, bekerjasama denganBank DKI dapatlebih praktis bertransaksi. Kartu JakLingko Salah satu kartu yang dapat digunakan untuk pembayaran terintegrasi di berbagai moda transportasi umum di Jakarta, mulai dari bus Transjakarta hingga angkot Mikrotrans. Kehadiran konsep SmartCity tersebut membawa perubahan pada roda ekonomi perkotaan yang dikenal dengan istilah Smart Economy. Smart Economy merupakan pembangunan tata kelola perekonomian yang mampu menghadapi tantangan dan adaptif terhadap perubahan sehingga terwujudnya ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selaras dengan sektor ekonomi unggulan. Smart Economy mengadopsi inovasi, inisiatif kewirausahaan baru, meningkatkan produktivitas dan daya saing, dengan tujuan keseluruhan meningkatkan kualitas hidup semuawarga Jakarta. Smart Economy berusaha untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan semangat inovasi kepada masyarakat untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Semakin tinggi inovasiinovasi baru yang ditingkatkan, maka akan menambah peluang usaha baru, seperti melakukan pembinaan usaha kecil dan menengah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing usaha. Sebagai Smart City, Jakarta telah mengimplementasikan program-program yang mendukung dan bermanfaat dalam pengembangan Smart Economy bagi warganya. Beberapa programnya antara lain :


Bagaimana Jakarta Smart City Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi? Pembangunan ekonomi merupakan hal yang penting bagi suatu negara. Smart Economy merupakan pembangunan tata kelola perekonomian yang mampu menghadapi tantangan dan adaptif terhadap perubahan sehingga terwujudnya ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selaras dengan sektor ekonomi unggulan daerah. Smart Economy bertujuan untuk meningkatkan penataan industri primer, sekunder, dan tersier untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan membangun ekosistem keuangan. Dalam konteks pertumbuhan smart city, smart economy merupakan konsep dimana suatu aktivitas ekonomi dilakukan secara terpadu dan inovatif dalam upaya mewujudkan tujuan kota cerdas. Pengembangan smart economy merupakan salah satu infrastruktur yang dapat menunjang konektivitas dan juga sebagai ruang penciptaan ekonomi sehingga membuka berbagai kesempatan. Pertama, menjadi katalis untuk pertumbuhan berbagai platform bisnis. Nilai kapitalisasi 10 perusahaan platform teratas saat ini lebih tinggi daripada perusahaan konvensional, dan dicapai dalam periodewaktu yang lebih singkat. Kedua,membuka peluang usaha. Perkembangan digital telah mengubah berbagai bisnis model, salah satunya sharing economy yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dengan pemanfaatan aset secara bersama. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan. Aplikasi on-demand services seperti Go-jek, berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (driver, UKM, dan petani), dan inklusivitas keuangan. Membangun industri ekonomi kreatif dengan menciptakan iklim kondusif yang mendukung berkembangnyawirausahabaruantaralaindenganmenyusunrencanaindukindustrikreatif. Meningkatkaninovasi,akses,dayasaing,danjejaringkoperasidanusahamikro. Memperluas pemanfaatan perdagangan elektronik (e-commerce) yang mendukung berkembangnyaiklimkewirausahaandidaerahkota. Mengembangkan potensi pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang terdapat di wilayahdaerahkota. Menata pengelolaan pasar tradisional dan pasar modern berbasis data dan teknologi informasi yang memudahkan pembeli dan penjual untuk memperoleh informasi dan bertransaksi. Sebagaicontohpenerapandalammeningkatkanpertumbuhanekonomicerdasantaralain:


Bagaimana Dengan Jakarta Sustainable City Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi? Pada sustainable, keberlanjutan ekonomi dan sosial memiliki hubungan yang kompleks, itulah sebabnya Smart City tidak selalu berkelanjutan. Smart City sering kali didorong oleh perspektif teknosentris dan kewirausahaan perkotaan. Tidak ada hubungan yang jelas antara pertumbuhan ekonomi dan keterlibatan masyarakat, meskipun kedua pilar ini mungkin mempunyai sejumlah pengaruh yang saling menguntungkan. Misalnya, penekanan yang berlebihan pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan perkotaan dapat melemahkan keberlanjutan sosial. Dalam kerangka Sustainable City, kedua jenis modal tersebut dilengkapi dengan penerapan berbagai teknologi untuk meningkatkan kualitas lingkungan kota, meningkatkan perekonomian, dan mempertahankan kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan Smart CIty, teknologi tersebut digunakan untuk mencapai keberlanjutan finansial. Kerangka kerja Smart City lebih cerdas dan lebih berorientasi pada kenyamanan dibandingkan dengan kerangka Sustainable City. Namun, kerangka Sustainable City menyarankan kesetaraan semua warga negara, inisiatif berorientasi lingkungan, dan memberikan metodologi penilaian tidak hanya dalam mengakses PDB tetapi juga mengevaluasi kepuasan keseluruhan dan aksesibilitas terhadap layanan kota bagiwarga. Kerangka penilaian Smart City dalam kasus seperti ini, biasanya hanya membandingkan kota tertentu dengan kota-kota maju lainnya tanpa fokus pada hal spesifiknya. Untuk mencapai kota yang benar-benar berkelanjutan, Smart City harus mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi serta fokus pada keuntungan. Dampak Smart City terhadap kualitas hidup masyarakat akan bergantung pada sejauh mana pembangunan masingmasing pilar. Selain itu, keberlanjutan ekonomi dan sosial akan lebih mungkin tercapai ketika perekonomian lokal lebih kuat. Hal ini menunjukkan perlunya kota yang berkelanjutan agar menjadi kota yang cerdas.


Bagaimana Pertumbuhan Economy Berkelanjutan Di Dalam Smart City? Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam Smart City menjadi salah satu isu penting dalam ekonomi kontemporer. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang dijalankan secara berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan serta memperhatikan kepentingan sosial. Konsep ini mencakup aspek-aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terkait dengan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan keseimbangan antara ketiga aspek tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus dilakukan dengan memperhatikan tiga aspek penting.Aspek ekonomi mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tidak merusak kepentingan lingkungan dan sosial. Aspek lingkungan mencakup pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup agar tetap lestari dan berkelanjutan. Sementara itu, aspek sosial mencakup aspek keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan masyarakat. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan memiliki keterkaitan erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dalam konteks ekonomi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, yaitu melalui penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan seiring dengan penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.


Terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pertama, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan masih rendah. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan yang masih menggunakan bahan-bahan dan teknologi yang merusak lingkungan. Kedua, ketergantungan pada bahan bakar fosil masih tinggi. Bahan bakar fosil yang masih menjadi sumber energi utama pada sebagian besar negara, merupakan sumber energi yang tidak terbarukan dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Hal ini menyebabkan perubahan iklim yang semakin parah. Ketiga, kesenjangan sosial masih menjadi masalah yang harus diatasi. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi yang semakin besar. Kesenjangan sosial yang semakin besar dapat menyebabkan konflik sosial dan merusak kestabilan sosial. Keempat, teknologi masih belum merata dan terdistribusi dengan baik di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan kesenjangan teknologi dan kesenjangan akses informasi yang semakin besar antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, yaitu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus memperhatikan penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan, yaitu mendorong penggunaan sumber daya alam yang terbarukan dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus memperhatikan pengembangan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan, yaitu mendorong pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi dampak negatifterhadap lingkungan. Tantangan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan terutama terkait dengan ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi yang cepat dan penggunaan sumber daya alam yang terbatas. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan suatu strategi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan meningkatkan produktivitas ekonomitanpa merusak lingkungan. Konsep pertumbuhan ekonomi berkelanjutan memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. 2. 3. 4.


Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2 serta tercatat memiliki 110 pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu. Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yaitu Jakarta Pusat dengan luas daratan 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas daratan 154,01 km2, Jakarta Barat dengan luas daratan 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas daratan 145,73 km, Jakarta Timur dengan luas daratan 187,73 km2 dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Letak provinsi DKI Jakarta berada di bagian barat laut Pulau Jawa, letaknya di antara 6°12' Lintang Selatan (LS) dan 106°48' Bujur Timur (BT). Jakarta berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat pada sebelah timur dan selatan. Sedangkan di sebelah Barat wilayah Jakarta berbatasan langsung dengan Provinsi Banten. Di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia, DKI Jakarta merupakan provinsi yangwilayahnya paling sempit. Pengaruh tipologi wilayah terhadap pembangunan Smart City Berdasarkan aspek ketinggian dan kemiringan lahan, DKI Jakarta terletak pada dataran rendah dengan ketinggian rata-rata kurang lebih 7 meter di 42 atas permukaan laut. Sedangkan, sekitar 40% wilayah Provinsi DKI Jakarta berupa dataran yang permukaan tanahnya berada 1-1,5 meter di bawah muka laut pasang. Dengan kondisi kemiringan lahan yang demikian, ditambah dengan 17 sungai yang mengalir di Provinsi DKI Jakarta menyebabkan kecenderungan semakin rentannya wilayah Jakarta tergenang air dan banjir pada musim hujan. Terlebih jika melihat tingginya tingkat perkembangan wilayah di sekitar Jakarta, menyebabkan rendahnya resapan air kedalam tanah, yang pada gilirannya akan memperbesar ancaman banjir di wilayah Jakarta. Kota yang memiliki curah hujan tinggi ini terletak di Pulau Jawa tepatnya di bagian utara pada sekitar muaraCiliwung Teluk Jakarta. (fisik, sosial, ekonomi)


DKI Jakarta sebagai kota metropolitan selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk DKI Jakarta meningkat 0,38% mencapai 10,64 juta jiwa pada 2022. Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk Jakarta didominasi oleh laki-laki, yakni 5,38 juta jiwa atau 50,33%. Sedangkan, penduduk perempuan sebanyak 5,3 juta jiwa atau sekitar 49,67%. Berdasarkan kelompok usianya, mayoritas 71,4% penduduk Jakarta berusia produktif atau berada di rentang 15-64 tahun. Persentase penduduk Jakarta yang belum memasuki usia produktif atau 0-15 tahun sebesar 22,5%. Sementara, 6,1% penduduk Jakarta sudah tidak produktif karena usianya lebih dari 64 tahun. Adapun, kepadatan penduduk Jakarta mencapai 16.125 jiwa/km². Jumlah itu berasal dari total penduduk di ibu kota dibagi dengan luas wilayahnya yang hanya sebesar 664 km². Kepadatan penduduk tertinggi berada di Kota Jakarta Pusat, yaitu 22.439 jiwa/km². Sementara, kepadatan penduduk terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Seribu yang hanya 3.325 jiwa/km². Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 tumbuh sebesar 4,85%, relatif masih tumbuh tinggi meskipun melambat dari triwulan III 2022 yang tumbuh sebesar 5,93%.. Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta didorong oleh masih kuatnya konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor, terutama pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut tentunya juga seiring dengan terkendalinya kasus positif aktif COVID-19 dan terus berlangsungnya program vaksinasi booster. Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 tersebut sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Nasional yang sebesar 5,01%. Adapun pangsa ekonomi DKI Jakarta masih yang tertinggi terhadap Nasional yaitu sebesar 16,64%. Dari sisi pengeluaran, perekonomian DKI Jakarta terutama disumbang oleh peningkatan kinerja hampir seluruh komponennya, kecuali Konsumsi Pemerintah yang terkontraksi. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), LU utama DKI Jakarta seperti Informasi dan Komunikasi, Perdagangan, Pengolahan, dan Jasa Keuangan mencatatkan kinerja pertumbuhan yang positif pada triwulan IV 2022. Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2023 diperkirakan masih akan terus melanjutkan pertumbuhan yang tinggi. Peningkatan kinerja ekonomi didorong oleh mobilitas masyarakat yang terus meningkat pasca pencabutan PPKM, optimisme masyarakat yang semakin baik, aktivitas pariwisata yang semakin meningkat, hingga berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur strategis.


Struktur model ruang jakarta


Penjelasan Zona-Zona Wilayah Jakarta Zona 1 : Daerah Pusat Kegiatan (DPK) Wilayah atau zona ini adalah pusat aktivitas yang mencakup berbagai aspek seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Semua kegiatan penting di kota berpusat di sini, dan zona ini diisi dengan banyak bangunan komersial seperti perkantoran, mal, dan pusat perbelanjaan. Karena sifatnya yang strategis, pusat kota sering kali ramai dan sibuk sepanjang waktu seperti kota metropolitan yang tidak pernah tidur. Zona 2 : Daerah Grosir Di kawasan ini sebagian besar orang yang tinggal atau menempati adalah para pekerja. Kebanyakan orang yang bekerja akan cenderung memilih tempat tinggal yang tidak jauh dari lingkungan kerja mereka. Biaya hidup untuk tinggal di kawasan ini juga cenderung jauh lebih miring daripada pemukiman elit. Ini juga dipengaruhi oleh gaji dan pemasukan para pekerja tersebut setiap bulannya. Zona 3 : Pemukiman KelasAtas Kawasan ini biasanya ditempati oleh orang-orang dengan finansial yang lebih stabil dibandingkan dengan penduduk di kawasan lain. Karena jaraknya yang jauh dari pusat kegiatan kota, lingkungan permukiman di kawasan ini terasa lebih tenang, nyaman, dan bersih. Hal ini menyebabkan harga properti di daerah ini menjadi lebih mahal. Zona 4 : Pemukiman Kelas Menengah Kawasan ini biasanya ditempati oleh orang-orang yang berpenghasilan cukup menengah. Karena lokasi yang cukup strategis dengan pusat perbelanjaan yang sudah hampir sama dengan kondisi yang berada di pusat kota. Zona 5 : Pemukiman KelasBawah Kawasan ini biasanya ditempati oleh orang-orang kaum buruh yang berpenghasilan kecil, miskin. Biasanya juga pemukiman yang ada beraada dekat dengan lokasi perdagangan grosir karena kaum buruh yang bekerja ditempat dan lokasi yang menjadi pusat bisnis.


Peningkatan Kualitas Layanan Publik Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Globalisasi membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap kehidupan umat manusia. Salah satu ciri globalisasi adalah kecanggihan teknologi informasi yang populer dikenal dengan sebutan internet. Sekarang ini hampir segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia selalu bersinggungan dengan hal berbau online, internet, dan medsos. Dunia pendidikan, agama, olahraga, bisnis, perdagangan, politik, pemerintahan semuanya menyebarkan informasi berbasis online dan digital. Penggunaan teknologi internet memunculkan konsep e-learning, e-book, e-commerce, e-government, dan konsep smart city. Pada era globalisasi, pelayanan informasi yang cepat, tepat dan akurat sangat diperlukan. Karena masyarakat sekarang adalah masyarakat yang butuh akan informasi, di mana ruang dan waktu bukanlah penghalang untuk mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan. Seiring dengan perkembangan Smart City dalam proses globalisasi, Jakarta Smart City memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 30% kualitas hidup masyarakat meningkat dengan menerapkan teknologi pintar dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui teknologi seperti aplikasi mobile dan sistem informasi yang terintegrasi, penduduk dapat dengan mudah mengakses informasi tentang jadwal transportasi, pelayanan kesehatan, tempat wisata, dan informasi penting lainnya. Hal ini membantu aksesibilitas dan efisiensi pelayanan publik, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui penggunaan teknologi sensor dan analitik, Smart City dapat memantau kualitas udara, tingkat kebisingan, atau kepadatan lalu lintas. Hal ini dapat memuat dalam data yang digunakan untuk mengambil tindakan yang tepat guna mengurangi polusi udara, mengelola kebisingan, dan mengoptimalkan lalu lintas. Dengan ini, Smart City berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui keterhubungan infrastruktur dan sistem yang efisien, Smart City menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan bisnis dan kewirausahaan. Misalnya, dengan adanya platform digital yang terintegrasi, usaha kecil dan menengah dapat dengan mudah mengakses pasar dan berinovasi dalam pengembangan produk dan layanan. Selain itu, Smart City juga mendorong kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga akademik untuk menciptakan solusi inovatif dalam menghadapitantangan perkotaan. Dampak Jakarta smart city dalam PROSES GLOBALISASI


Masalah Keamanan Data dan Privasi Tidak Meningkatkan Kualitas Hidup Secara Merata Ketergantungan Pada Teknologi Dengan dampak positif ini, Jakarta dapat meningkatkan efisiensi, kualitas hidup, dan daya saing kota-kota di seluruh negeri. Namun tidak hanya dampak positif, perkembangan Smart City dalam proses globalisasi juga memberikan dampak negatif dalam kualitas hidup masyarakat. Smart city membutuhkan pertukaran data yang luas antara sistem, yang dapat meningkatkan risiko pelanggaran keamanan dan privasi data pribadi warga. Keamanan harus menjadi prioritas dalam desain dan implementasi sistem, serta harus ada peraturan dan kebijakan yang ketat untuk melindungi datawarga. Smart city mungkin tidak memberikan manfaat yang sama bagi semua warga, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke teknologi yang dibutuhkan atau tidak terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Kebijakan harus memastikan bahwa semua warga dapat mengakses manfaat dari layanan pintar kota. Smart city membutuhkan infrastruktur jaringan yang kuat dan dapat diandalkan. Ketika kota bergantung pada teknologi, mengalami masalah gangguan atau kegagalan jaringan dapat berdampak serius pada layanan dan infrastruktur kota. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sistem jaringan yang terpercaya dan dapat dipelihara dengan baik. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh penerapan konsep Smart City ini tidak mutlak jika berhasil dikelola dengan baik. Semua elemen dalam kota yang menerapkan konsep SmartCity seperti pemerintah, sektor swasta, penduduk, dan lembaga akademik perlu bekerja sama untuk meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. Pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang tepat dalam mengelola teknologi sehingga dampak negatif dapat diminimalisasi.


potensi ketimpangan global akibat Jakarta smart city Nilai investasi yang cukup besar Infrastruktur yang belum merata Perangkat maupun aplikasi yang cukup langka Tidak semudah itu melakukan penerapan smart city. Terdapat beberapa tuntutan pengembangan Smart City yang semakin meningkat seiring terus bertumbuh teknologi. Smart City diharapkan dapat turut berperan mengurangi ketimpangan di dalam masyarakat. Berikut terdapat beberapa potensi yang dapat menghambatimplementasi dari smart city, yaitu : Untuk menciptakan smart city secara menyeluruh, pemerintah tentu harus mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk pemerintah kota. Tak cukup hanya mengandalkan investasi dari anggaran pemerintah kota untuk mewujudkan smart city dalam waktu yang cukup cepat. Sekalipun mulai dilakukan, tentu prosesnya juga akan lambat apabila tidak diimbangi dengan tenaga-tenaga ahli untuk merancang smart city di kota tersebut. Faktor utama untuk mewujudkan smart city adalah dengan mewujudkan koneksi internet yang stabil. Saat ini kecepatan internet di Indonesia memiliki perbedaan yang cukup jauh antara kota besar dan kota-kota kecil terlebih lagi untuk daerah pelosok. Kondisi seperti ini merupakan kendala serius untuk pengembangan smart city karena internet merupakan bagian mendasar dalam pengembangan smart city. Minimnya pengembang aplikasi yang dapat diimplementasikan pada smart city dari Indonesia merupakan kendala lain yang harus diselesaikan oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan smart city. Tak hanya minimnya pengembang, perangkat-perangkatnya pun masih sangat sulit untuk didapatkan.


Hubungan Dengan Teori Ketimpangan Global Teori ketimpangan global yang berkaitan dengan potebsi ketimpangan adalah teori ketergantungan, yang merupakan keadaan dimana kehidupan ekonomi negara-negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi teknologi. Teori ini memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pengguna, media dan sistem sosial yang besar. Teori ini memprediksikan bahwa khalayak tergantung kepada berapa banyak ketertarikan dari adanya berbagai teknologi. Teknologi telah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia saat ini. Walaupun teknologi telah memudahkan banyak aspek kehidupan kita, ketergantungan manusia pada teknologi juga telah menghilangkan keterampilan sosial yang penting. Kemajuan pada sektor teknologi membuat kita terpaksa untuk mengikuti perkembangan zaman dan memakai segala bentuk teknologi yang ada hingga kita tanpa sadar telah menjadi sangat tergantung pada teknologi yang melakukan hampir segala hal dalam kehidupan kita untuk sehari-hari. Oleh karena itu, perlunya memiliki peran penting dalam merancang produk dan layanan mereka dengan lebih bertanggung jawab, dengan menghargaiwaktu pengguna dan memfasilitasi penggunaan yang sehat dan seimbang.


Perkembangan teknologi membuat kemajuan bagi kehidupan manusia saat ini dibandingkan sebelumnya. Teknologi merupakan kemampuan manusia untuk menguasai alat yang dapat membantu setiap pekerjaan sehari-hari dengan cepat dan mudah. Dalam hal ini, dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat dan serba canggih sebagai orang percaya harus menggunakan teknologi sesuai dengan iman Kristen sehingga tidak bergantung pada teknologi serta tidak anti terhadap teknologi. Oleh karena itu, perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa arus perubahan pada gaya hidup setiap orang terlebih pada orang percaya sehingga tanpa disadariteknologi akan disalahgunakan. Menurut pandangan etika kristen kemampuan manusia dalam dalam kemajuan teknologi tidak masalah karena teknologi dapat dipakai oleh manusia dalam menyelesaikan setiap pekerjaan sehari-hari. Akan tetapi pada sisi lain teknologi dan informasi menjadi alat bagi manusia dalam berbuat kesalahan dalam hidup mereka, serta manusia tidak memiliki rasa bersalah atau bertanggung jawab secara moral dalam memakai teknologi dan informasi yang sesuai dengan etika Kristen. Oleh karena itu, adapun sikap hidup sederhana di tengah perkembangan teknologi masa kini yang perlu diterapkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi adalah sebagai berikut: sikap orang kristen pada kemajuan teknologi smart city di jakarta


Pertama, sebagai orang percaya harus menggunakan teknologi sesuai dengan fungsi dan kemampuan. Dalam hal ini, perkembangan teknologi terutama di bidang telekomunikasi yang begitu pesat memunculkan banyak inovasi-inovasi baru sehingga tercipta berbagai kecanggihan teknologi dalam bentuk alat sehingga tidak jarang menimbulkan persaingan bagi setiap orang. Kedua, orang percaya harus tahu bahwa teknologi adalah alat bukan tujuan. Dalam hal ini, teknologi dapat menjadi berhala karena dapat menjelaskan segala perkara, masalah hidup dan memenuhi harapan manusia sehingga teknologi akan dijadikan dewa dan manusia tidak memerlukan Tuhan. Pandangan yang melihat teknologi sebagai tujuan, akan menimbulkan gaya hidup hedonisme. Sikap hidup hedonisme akan menimbulkan sikap berlebihan dalam menggunakan teknologi sehingga tidak jarang menimbulkan gaya saing di antara setiap orang. Ketiga, orang percaya tidak boleh membiarkan kemajuan-kemajuan teknologi menjadi objek yang keliru dan meninggalkan ketergantungan kepada Allah seperti yang tertulis dalam kitab Kej.11:1-9. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada dirinya sendiri tidak memiliki garis-garis pedoman bagi pelayanan kemajuan umat manusia dan pembangunan kerajaan Allah yang dihasilkan oleh kemajuan umat manusia. Kesimpulannya bahwa manusia dipanggil dalam tugas teknologi untuk dapat menjadi berkat bagi manusia. Dalam alkitab Amsal 1:5 mengatakan “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” Berdasarkan ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sebenarnya menghendaki kita manusia untuk terus mengembangkan diri, menambah ilmu, dan pengertian. Hal ini berarti bahwa teknologi itu tidak buruk tetapi justru terus mengembangkannya menjadi lebih baik lagi. Allah ingin agar kita manusia terus menuntut dan mencari ilmu bahkan tidak hanya dalam kurun waktu 12 tahun sekolah tetapi seumur hidup kita juga perlu untuk belajar. Belajar tidak hanya untuk mengetahui ilmu pengetahuan dan isinya namun juga belajar untuk mengerti keadaan kita tiap harinya sehingga kita juga menyadari pengaruh IPTEK terhadap iman Kristen serta janji Tuhan bagi orang percaya. Kesimpulannya bahwa manusia dipanggil dalam tugas teknologi untuk dapat menjadi berkat bagi manusia. Dalam alkitab Amsal 1:5 mengatakan “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” Berdasarkan ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sebenarnya menghendaki kita manusia untuk terus mengembangkan diri, menambah ilmu, dan pengertian. Hal ini berarti bahwa teknologi itu tidak buruk tetapi justru terus mengembangkannya menjadi lebih baik lagi. Allah ingin agar kita manusia terus menuntut dan mencari ilmu bahkan tidak hanya dalam kurun waktu 12 tahun sekolah tetapi seumur hidup kita juga perlu untuk belajar. Belajar tidak hanya untuk mengetahui ilmu pengetahuan dan isinya namun juga belajar untuk mengerti keadaan kita tiap harinya sehingga kita juga menyadari pengaruh IPTEK terhadap iman Kristen serta janji Tuhan bagi orang percaya.


Click to View FlipBook Version