The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PROFIL INOVASI KPPN JAKARTA II TAHUN 2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kptkppnjakartaii, 2022-02-22 11:09:14

PROFIL INOVASI KPPN JAKARTA II TAHUN 202

PROFIL INOVASI KPPN JAKARTA II TAHUN 2022

3. DESKRIPSI INOVASI
Inovasi CROPS-019 merupakan suatu instrumen yang disediakan bagi satuan kerja
untuk melakukan “self-assesment” atas kelengkapan dan kesesuaian berkas SPM
dengan persyaratan yang ditentukan sebelum SPM disampaikan secara elektronik.
Dengan adanya CROPS-019, KPPN Jakarta II dan satuan kerja mitra KPPN Jakarta II
dapat meminimalisir adanya risiko pengembalian SPM. Berkurangnya penolakan
SPM secara formal oleh KPPN pada akhirnya akan meningkatkan kualitas satker
mitra kerja KPPN Jakarta II. Berdasarkan hal tersebut maka CROPS-19 merupakan
salah satu cara KPPN Jakarta II dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang
lebih baik di tengah pandemi Covid-19. Crops-019 sebagai inovasi layanan KPPN
Jakarta II dapat dilihat pada Lampiran I.

4. INOVATIF

Dengan adanya inovasi CROPS-19 di KPPN Jakarta II dapat:
1. Mempermudah satker mitra kerja dalam memeriksa kelengkapan berkas SPM.
2. Mitra kerja dapat melakukan pengecekan secara online tanpa perlu tatap muka.
3. Mengurangi adanya risiko pengembalian SPM.
4. Meningkatkan nilai IKPA pada satker mitra kerja.

CROPS-019 merupakan hasil replikasi dari inovasi KPPN Singaraja ‘CHIPS-032’
yang telah mendapat izin secara resmi. Terdapat beberapa penyesuaian yang
dilakukan KPPN Jakarta II terhadap ‘CHIPS-032’ diantaranya:
1. Penyesuaian terhadap regulasi terbaru tentang penyampaian Rencana

Penggunaan Dana (RPD);
2. Penambahan jenis SPM yang disampaikan satuan kerja;
3. Penambahan ketentuan untuk pengecekan supplier dan penolakan SPM;
4. Penyesuaian lainnya sesuai dengan kebutuhan satker mitra kerja KPPN Jakarta II.

5. TRANSFERABILITAS
Inovasi CROPS-019 secara desain sistem memiliki transferabilitas sehingga mudah
dioperasikan dan dipahami oleh satuan kerja serta dapat direplikasi pada KPPN lain.

6. SUMBERDAYA

Sumber daya yang digunakan dalam melaksanakan inovasi aplikasi CROPS-019
berupa:
1. Sumber daya manusia:
a) Pegawai pada KPPN Jakarta II yang menyusun formulir CROPS-019 secara online.
b) Penugasan staf seksi MSKI untuk melakukan pengawasan dan pengecekan

secara berkala formulir yang telah dikirim.

48

2. Sumber daya Organisasi:
Kepala KPPN Jakarta II menunjuk Seksi MSKI sebagai unit yang bertanggung jawab
atas keberlanjutan CROPS-019 dari sisi operasional dan dari sisi pengoperasian dan
pemantauan aplikasi.

7. STRATEGI KEBERLANJUTAN

a. Strategi Institusional
Pemberitahuan penggunaan inovasi Crosscheck Pengajuan SPM (CROPS-019) untuk
Satuan Kerja Mitra KPPN Jakarta II sebagaimana terlampir pada Lampiran II.

b. Strategi Sosial
Melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pejabat perbendaharaan pada
satuan kerja mitra KPPN Jakarta II, sehingga SPM yang disampaikan kepada KPPN
Jakarta II telah melalui pengecekan secara self assessment oleh pejabat
perbendaharaan baik PPK dan/atau PPSPM sehingga meminimalisir adanya
penolakan SPM.

8. EVALUASI

Sampai saat ini penggunaan CROPS-019 belum pernah dilakukan evaluasi secara
resmi oleh APIP atau lembaga lain yang relevan, akan tetapi sudah pernah diajukan
dan dipresentasikan sebagai salah satu inovasi saat Field Evaluation dalam rangka
Penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM oleh Tim dari Kemenpan RB
disaksikan oleh Biro Oganta Kemenkeu.
Inovasi ini telah di implementasikan sistem evaluasi internal KPPN Jakarta II yang
meliputi:
1.Kepala Seksi MSKI KPPN Jakarta II secara rutin melakukan monitoring
implementasi CROPS-019 dengan;
a) Mengakses langsung CROPS-019 melalui akun yang dimiliki
b) Memonitoring petugas yang mengoperasikan CROPS-019
c) Memonitoring langsung aduan/keluhan/masukan dari satker pengguna program

CROPS-019 yang disampaikan melalui group WhatsApp satker.
2.Kepala Seksi MSKI KPPN Jakarta II secara berkala melakukan pengawasan
implementasi CROPS-019 sebagai bagian dari tusi Kepatuhan Internal dan
melaporkannya ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan.
3.Membuatgroup WhatsApp khusus program CROPS-019 sebagai sarana bagi satker
pengguna CROPS-019 dalam menyampaikan aduan/keluhan/masukan.

49

9. KETERLIBATAN PEMANGKU
KEPENTINGAN

Pemangku kepentingan yang terlibat dalam inovasi CROPS-019 menggunakan
pendekatan RASCI, sebagai berikut:
1. Responsible: Kepala KPPN Jakarta II Ibu Lasmaria Manurung
2. Approval :Kepala KPPN Jakarta II Ibu Lasmaria Manurung
3. Support :Kepala Seksi MSKI, Kepala Subbag Umum, Kepala Seksi Pencairan Dana,

Kepala Seksi Bank, dan Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi
4. Consult :Kepala Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal dan staff Seksi

MSKI KPPN Jakarta II
5. Informed :Seksi MSKI yang menangani mekanisme CROPS-019 dan pengoperasian

CROPS-019.

10. FAKTOR PENENTU

Faktor penentu:
1. Dukungan Manajemen Puncak/Top Management Support
2. Tim proyek

Definisi yang jelas tentang peran, tanggung jawab, dan hak-hak dari masing-
masing tim anggota, kekompakan, motivasi, tingkat antusiasme merupakan salah
satu penentu keberhasilan inovasi.
3. Cakupan proyek (Project Scope)
4. Ketersediaan sumberdaya
5. Kemampuan perencanaan dan pengendalian pengendalian.
6. Pengalaman
Pengalaman dan kinerja masa lalu untuk perbaikan proyek dan perbaikan atas
pengalaman masa lalu.
7. Kelancaraan Pembiayaan
Saat pembayaran ditunda, mengakibatkan arus kas yang tidak memadai untuk
mendukung biaya proyek.

Kurangnya kesadaran satker dalam untuk menggunakan CROPS-019 karena tidak
adanya ketentuan yang mewajibkan pengisian formulir menjadi salah satu kendala
utama yang dihadapi KPPN Jakarta II dalam menjalankan inovasi CROPS-019.

50

LAMPIRAN

Lampiran I

51

52

53

Lampiran II
54

55


Click to View FlipBook Version