The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noni Juliana Waney, 2020-12-18 07:05:49

The Diversity Talks

Keywords: Diversity

The

Diversity Talks

Noni Juliana Waney

Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Waney, Noni Juliana

The Diversity Talks / Noni Juliana Waney.--cet.1.--Jakarta:
Publishing Group, 2020.

V, 26 hal.; 18cm

Diversity
Judul

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
karena e-book yang berjudul The Diversity Talks ini telah selesai disusun. E-book ini
disusun agar dapat mengedukasikan dan menambah wawasan masyarakat dalam
menghargai perbedaan yang ada di dunia ini beserta mempermudah mempelajari tiap
perbedaan mengenai banyak hal. Bukan hanya mengenai suku, ras, kebudayaan.
Namun juga, perbedaan dalam segala aspek kehidupan masyarakat sebagai makhluk
sosial.

Tidak lupa juga penulis ucapkan terima kasih kepada Bpk. Parhan Hidayat
selaku dosen pengampu mata kuliah Digital Library Marketing yang telah memberikan
arahan dalam penulisan e-book sehingga e-book ini dapat terselesaikan dengan baik dan
tepat pada waktunya.

Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan e-book ini mempunyai
kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap
akan memberikan sebuah manfaat bagi pembaca.

Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran dari pembaca
sangatlah berguna untuk penulis kedepannya.

iii

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………...………………………………………….......iii
Daftar Isi ..……………………………………………………………………..……...iv
Pendahuluan…………………………………………………………………………...v
Chapter 1 .……….....………………………………………………….………………1

Benefits of Diversity in Workplace ……………….....………………………..1
Chapter 2 ………......…………………………………………………….……………4

5 Fascinating Cultural Traditions Around the World …………...…………….4
Chapter 3 .………………………………………………………….…….………..…10

Libraries as Multicultural Agents ………………………………..…………..10
Chapter 4 ………………………………………………....………….……………....14

Everything You Need to Know About Japan ……………………..…………14
Chapter 5 ……………….…………………………………………..……………..…20

Perpustakaan Ini Akan Membawamu ke Masa Depan …………………...…20
Daftar Pustaka …………………………………….…………………………………23
Profil Penulis …………………………………….…………………………………..24

iv

Pendahuluan

Keragaman atau biasa dikenal dengan diversity. Keragaman (diversity)
merupakan ukuran integrasi komunitas biologi dengan menghitung dan
mempertimbangkan jumlah populasi yang membentuknya dengan kelimpahan
relatifnya. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi akibat
adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan (Kristanto,
2002).

Sebagaimana diketahui bahwa dunia ini mempunyai banyak keragaman dimana
masyarakatnya berasal dari latar belakang berbagai pendidikan, agama, suku, bahasa,
budaya dan tradisi. Hal ini tentunya mempengaruhi nilai dan pola pikir setiap individu
dari berbagai latar belakang tersebut.

Kerap kali terjadi masalah yang dipicu oleh keragaman. Konflik yang terjadi di
PT Drydocks World Graha, Batam dikarenakan penghinaan warga negara asing
terhadap karyawan WNI dan memicu terjadinya kerusuhan pada 22 April 2010 yang
mengakibatkan dibakarnya beberapa fasilitas kantor dan beberapa mobil milik WNA
(www.tribunnews.com,2010).

Padahal sebenarnya, dengan adanya perbedaan bisa memunculkan sejumlah
manfaat yang tentunya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Oleh karena itu, tujuan dari disusunnya e-book ini adalah agar dapat dijadikan
sebagai sarana belajar mengenai perbedaan yang ada di dunia ini. Sehingga, tiap
individu dapat menghargai dan menghormati tiap perbedaan. Because, the same thing
feels boring, right? So, we need diversity, not just to keep from getting bored but to
broaden and expand our minds.

v

Chapter 1

Benefit of Diversity in the Workplace

Aku pikir kalian akan setuju dengan ku jika aku bilang,

It's the Lacking of Tolerance for me

Nowadays, society lacks it. Sering kali aku temui permasalahan atau konflik
mengenai suatu perbedaan, baik perbedaan agama, suku, bahasa, pendapat dan
lainnya. Kenapa sih hal itu bisa terjadi? Tentunya, karena minimnya toleransi.
Banyak orang yang tidak bisa menghargai dan memahami suatu perbedaan. What a
tolerance crisis!
Perbedaan tentu akan terjadi dimana-mana, baik di lingkungan kerja, sekolah, dan
lainnya. Kalian tau nggak sih jika di lingkungan kerja memiliki Cultural Diversity
dapat membawa dampak yang positif, lho! Penasaran apa saja dampak positif yang
didapat? Yuk, simak terus di chapter 1 ini!

1. Increase Creativity

Keragaman orang yang ada dengan berbagai macam latar belakang cenderung
menimbulkan perspektif atau pandangan yang berbeda. Dengan adanya
perbedaan pandangan tersebut mungkin terlihat mengecewakan, padahal justru
sebaliknya. You know what? Everyone has their own perspectives that can lead
to creativity. Ketika sekumpulan orang bekerja sama melihat satu hal yang sama
namun dengan cara pandang yang berbeda mampu menghasilkan kombinasi
atau perpaduan ide-ide yang fresh dan baru. Bukan hanya itu, lho! Bahkan jika
sedang menghadapi suatu masalah, akan lebih banyak solusi yang muncul
karena setiap individu membawa

1

cara berpikir pribadi mereka, mengoperasikan dan memecahkan masalah
sampai membuat keputusan. Dengan begitu, kreatifitas untuk melakukan
kegiatan dalam lingkungan pekerjaan pun akan meningkat.

2. Higher Innovation
Keragaman di tempat kerja dapat menuju tingkat Inovasi yang lebih tinggi lagi.
Menurut penelitian dari Deloitte Australia research menunjukkan bahwa tim
inklusif mengungguli rekan-rekan mereka sebesar 80% dalam penilaian
berbasis tim. Hal ini dikarenakan oleh adanya berbagai pandangan dan
perspektif tiap individu. Ketika itu digabungkan akan mendapatkan cara-cara
baru lagi untuk menuju tingkat Inovasi yang lebih tinggi.

3. Top Financial Performers
Kalian tahu nggak, sih jika perusahaan yang merupakan top performers itu rata-
rata dari perusahaan atau lingkungan kerja yang beragam karyawannya? Sebuah
firma konsultan manajemen global, yakni McKinsey & Company melakukan
penelitian yang melibatkan 180 perusahaan di Prancis, Jerman, Inggris dan
Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa perusahaan dengan tim teratas
yang lebih beragam juga memiliki kinerja keuangan terbaik. Isn’t it obvious?
Dengan karyawan yang beragam, perusahaan dapat meningkatkan kreativitas,
meningkatkan inovasi, mampu menyelesaikan masalah secara cepat serta
pengambilan keputusan yang cepat dan bijak. Jika hal semua itu tercapai, tentu
perusahaan akan meraup banyak keuntungan. Wow, keren!

2

Itu dia 3 dampak positif yang paling mendasar jika suatu lingkungan kerja
memiliki karyawan yang memiliki latar belakang bahkan pandangan yang
berbeda. Bukannya merugikan, justru malah untung, lho!

3

Chapter 2

5 Fascinating Cultural Traditions

Around The World

Tradisi merupakan budaya yang diwariskan secara turun menurun dari satu generasi
ke generasi selanjutnya, supaya tradisi yang ada ini tetap lestari dan tidak lekang
oleh perkembangan zaman. Setiap negara memiliki kekhasan tradisi budaya
masing-masing. Tradisi budaya disini bisa berupa festival, ritual, upacara perayaan
dan lainnya. Beberapa tradisi yang ada cukup unik, lho! Dengan keunikannya inilah
yang membuat daya tarik tiap-tiap negara di belahan dunia, bahkan sampai
membuat wisatawan rela datang karena tradisi budayanya. Wah, penasaran seunik
apa sih?

1. Midsummer Festivities di Finland

Jangan kaget jika kalian pergi ke Finland dan kota nya sepi. Karena masyarakat
Finland singgah dari kota ke pendesaan untuk merayakan Midsummer. Midsummer
merupakan perayaan musin panas yang memiliki sejarah yang cukup panjang.
Biasanya warga Finland merayakannya di antara 20 hingga 26 Juni, tepatnya di
akhir pekan. Mereka merayakannya dengan keluarga, teman, kerabat pergi ke sauna
dan berenang di laut atau danau sambal menonton api unggun. Menurut masyarakat
Finland di masa lalu, dengan api unggun dapat mengusir roh jahat atau iblis. Oh
iya, Ada perayaan Midsummer yang bisa dikunjungi dan diikuti wisatawan tepatnya
di pulau Seurasaari. It would be fun!

4

Midsummer Festivities in Finland. Photo Credit : AirportCollege.com

2. Hanal Pixán in Mexico

Have you watched Coco? Jika kalian pernah menonton Coco, pasti tidak asing nih
dengan perayaan yang satu ini. Hanal Pixán adalah nama yang diberikan untuk
perayaan orang yang telah meninggal dari orang Maya yang tinggal di
Semenanjung Yucatan. Di wilayah ini, makanan memiliki arti khusus karena
hidangan tradisional disiapkan untuk roh-roh yang diyakini kembali pada hari ini
untuk mengunjungi keluarga mereka. Kemudian, cara mereka untuk menghormati
orang-orang, keluarga yang telah meninggal adalah dengan liburan bahkan kuburan
pun dihias pada hari perayaan ini. Liburan ini berlangsung selama 3 hari.

5

Hanal Pixán in Mexico, Photo Credit : cde.news

3. El-Colacho di Spanyol

Pernah nggak kalian membayangkan beberapa bayi akan dilompati seperti ini?
Wah, unik dan sedikit berbahaya nih! El-Colacho merupakan tradisi yang telah
dilakukan masyarakat Spanyol sejak tahun 1620-an dan biasa digelar 60 hari setelah
Paskah. Penduduk setempat menganggap tradisi ini tidak kalah penting dari baptis
yang ada di Gereja.

Para orang tua akan menaruh bayinya yang nantinya mereka awasi di dekatnya.
Kemudian, nanti akan ada beberapa lelaki yang melompati bayi-bayi tersebut.
Lelaki ini dianggap sebagai roh jahat atau iblis yang disebut dengan Colacho.
Setelah dilompati, para orang tua akan menaburkan bunga mawar ke bayi-bayi
tersebut dan menggendong bayi-bayi mereka. Penduduk setempat percaya bahwa

6

kejahatan bisa membuat bayi mendapat dosa, sehingga harus dibersihkan dan
disucikan dengan tradisi ini.

El-Colacho in Spain. Photo Credit : AFP/CESAR MANSO

4. Tak Bat di Laos

Tak Bat merupakan tradisi di Luang Prabang, kota kecil di Laos. Para biksu berbaju
orange akan berkeliling membawa wadah. Tradisi ini dimulai di pagi hari, biasanya
pukul 05.00 pagi masyarakat di Luang Prabang sudah menyiapkan makanan,
menggelar tikar sambil menunggu para biksu datang. Setalah para biksu
meghampiri, mereka akan memberikan makanan dan menaruhnya di wadah yang
dibawa para biksu. Masyarakat setempat menganut aliran Budha Theravada. Aliran
ini tidak memperbolehkan para biksu Bertani hingga memasak sendiri. Mereka
makan dari makanan yang diterima di tiap pagi, Tak Bat dan hanya boleh makan
sekali. Mereka percaya dengan memberi makanan kepada para biksu ini akan
mendatangkan karma baik. Seringkali dijumpai para wisatawan yang turut
mengikuti tradisi ini sambil mengabadikan moment tak terlupakannya.

7

Tak Bat in Laos. Photo Credit : asiawebdirect.com

5. Lucia di Swedia

Lucia merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Swedia menjelang
hari Natal di tanggal 13 Desember. Jika kalian bepergian ke Swedia pada tanggal
tersebut, kalian berkesempatan untuk menyaksikan tradisi khas dari Swedia ini.
Pada tradisi ini, akan dipilih salah satu wanita yang akan menjadi Lucia dengan
mengenakan mahkota lilin dan didampingi dengan wanita dan lelaki lainnya
sebagai kelompok paduan suara. Masyarakat Swedia percaya dahulu ada wanita
yang paling baik hati dan selalu menolong bernama, Lucia. Ini merupakan tradisi
yang menggembirakan karena tradisi ini selalu berjalan secara harmonis.

8

Lucia in Sweden. Photo Credit : visitstockholm.co
9

Chapter 3

Libraries as Multicultural Agents

All people live in an increasingly heterogeneous society. Ada lebih dari 6.000
bahasa yang berbeda di dunia ini. Cukup beragam, bukan? Apa kalian tau bahwa
tingkat migrasi internasional pun kian meningkat tiap tahunnya? Hal ini pun yang
mengakibatkan semakin banyak orang yang memiliki identitas yang kompleks dan
beragam bahkan menambah susunan multikultural di suatu negara yang telah ada.

Setiap orang dalam masyarakat global ini tentu membutuhkan informasi. Karena,
memang pada hakikatnya setiap manusia membutuhkan informasi untuk
menambah wawasan maupun mengetahui hal-hal baru. Beberapa peraturan
perundang-undangan baik lokal maupun internasional pun menyebutkan bahwa
setiap orang memiliki hak untuk memperoleh informasi.

Pasal 28F UUD 1945
“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,
memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi

dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”

The Universal Declaration of Human Rights, Articles 19

10

“Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes
freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart
information and ideas..”

Tapi, bagaimana sih caranya untuk mendapatkan informasi? Nah, disinilah
perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam menanggapi keragaman
budaya dan bahasa di masyarakat global. Dalam menyikapi keragaman budaya dan
bahasa, layanan perpustakaan didorong oleh komitmen mereka terhadap prinsip-
prinsip kebebasan dasar dan kesetaraan akses ke informasi dan pengetahuan untuk
semua, dalam hal identitas dan nilai budaya. Semua jenis perpustakaan memainkan
peran penting dalam pendidikan, keterlibatan sosial, dan pemahaman global.
Pelayanan perpustakaan dalam mencerminkan kebutuhan penduduk yang
dilayaninya lah akan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat global yang
beragam. Apa kalian tau salah satu negara yang dikenal dengan multikultural? Can
you guys guess?

Yes, it’s Canada! Kanada merupakan salah satu negara multikultur yang
memiliki lebih dari 200 kelompok etnis hidup bersama, dan lebih dari 40
kebudayaan terwakili di dalam media etnis di Kanada, bahkan imigrasi pun
menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan penduduk. Untuk memenuhi
kebutuhan informasi dalam masyarakat yang multikultur ini, Kanada memiliki
salah satu perpustakaannya yang melayani lebih dari 2,5 juta orang, yaitu
Perpustakaan Umum Toronto.

11

Photo Credit : NOW Magazine

Toronto diakui sebagai salah satu kota paling multikultural di dunia dengan hampir
separuh penduduknya lahir di luar Kanada. Untuk memenuhi kebutuhan informasi
yang beragam inilah, Toronto Public Library atau Perpustakaan Umum Toronto
menyimpan materi lebih dari 100 bahasa, sambil secara aktif mengembangkan
koleksinya dalam 40 bahasa dan dalam berbagai format, termasuk format
elektronik. Wah, I’m amazed by this! Perpustakaan Umum Toronto juga
menyediakan berbagai program lho guys, sering kali disediakan melalui kemitraan
dengan lembaga atau tingkat pemerintahan lain, yang mendukung populasi Toronto
yang beragam. Seperti, English as a Second Language Citizenship classes; English
Conversation Circles; Storytimes in local branches in English and French and
other languages, such as Bengali, Russian, Persian, Cantonese, Polish, Urdu and
Tamil; dan masih banyak lagi.

12

Perpustakaan Umum Toronto menyediakan akses gratis ke lebih dari 1.400
komputer di cabangnya, yang semuanya telah meningkatkan dukungan multibahasa
melalui keyboard virtual multi-bahasa. Melalui News Connect, portal web, akses
disediakan untuk surat kabar dan majalah dari seluruh dunia dalam 85 bahasa dan
147 font. Dengan begitu, dapat memudahkan masyarakat multikultural di Kanada
untuk memanfaatkan layanan yang ada di Perpustakaan Umum Toronto.
How is it? I’m pretty sure you guys love toronto public library already! Atau bahkan
kalian jadi ingin berkunjung kesana? Sebenarnya masih banyak lagi kok
perpustakaan lainnya yang turut menyediakan dan melayani masyarakat
multikultural. Untuk menghindari disintegritas bangsa, perlu diingatkan kembali
nilai-nilai positif yang ada dalam keanekaragaman budaya dan bahasa melalui
perpustakaan. It’s obvious that library plays a role as Multicultural Agents!

13

Chapter 4

Everything You Need to Know About

Japan

Jika mendengar kata Japan atau Jepang, yang terlintas di benak kita semua tentu
hal-hal yang baik dan menarik, bukan? Seperti, Sushi, Anime, Sakura, sampai
bagaimana kebiasaan orang Jepang yang baik. Japan and its culture is complex and
yet so beautiful! Banyak hal yang berkaitan dengan film, fashion hingga budaya
nya yang sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia. Tidak diragukan lagi sih
kenapa orang-orang berkinginan untuk berkunjung, belajar bahkan tinggal di
negara ini.

Siapa yang masih ingat bagaimana Japan Supporter mencuri perhatian masyarakat
global di World Cup 2018 silam?

Mereka membawa kantung besar sambil berkeliling stadio World Cup 2018 untuk
memungut sisa-sisa bungkus, makanan, minuman dan sampah lainnya. That’s the coolest
thing to do! Wah, salut banget sama para supporter jepang ya. Hal-hal seperti ini nih yang
patut dicontoh oleh masyarakat di dunia. Jangan hanya menonton pertandingan terus buang
sampah makanan sembarangan, tapi membersihkannya kembali. Banyak kebiasaan
masyarakat Jepang yang dapat dicontoh dan diikuti. Yuk, simak terus artikel ini!

1. Menjaga Kebersihan

Ini sudah pasti ya, terbukti dengan Japan Supporter yang membersihkan arena stadio
sehabis mereka menonton pertandingan World Cup 2018 silam. Apalagi jika kalian
berkunjung ke negara ini, kalian akan jarang deh menemukan sampah berserakan disana.
Kebiasaan ini ternyata sudah dilakukan dari usia dini. Terkadang jika mereka tidak
menemukan tempat sampah, akan mereka bawa sampai ke rumah dan membuangnya di
tempat sampah rumah mereka. Duh, keren banget ya. Patut ditiru nih guys!

14

Photo Credit: The Jakarta Post

2. Minat Baca yang Tinggi

Di era digital seperti ini, tidak membuat masyarakat Jepang malas membaca, justru
sebaliknya. Apa kalian tau bahwa anak-anak di Jepang sudah dibiasakan membaca sejak
dini? di sekolah mereka dibiasakan untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan
kegiatan belajar mengajar. Mereka membaca bisa dimana-mana, bahkan terkadang sering
dijumpai masyarakat pengguna transportasi umum banyak yang membawa buku sambil
membacanya dengan seksama. Dengan begitu, tingkat literasi informasi di negara ini
sangat tinggi.

15

Photo Credit: japantimes.co.jp

3. Budaya Antre

Soal Antre, masyarakat Jepang jagonya! Siapa nih yang selalu nggak sabar jika sedang
mengantre dan malah menerobos ke depan? Wah, ku harap para pembaca ku ini tidak
begitu ya. Japanase people are well-educated to stand in lines. Di jepang, sudah diajarkan
budaya untuk mengantre sejak usia dini, lho! Bagi masyarakat Jepang, melanggar antrian
adalah hal memalukan. Duh, makin kagum deh sama Jepang. Tradisi dan kebudayaan ini
sangat lah positif dan dapat melatih kesabaran seseorang. Patut ditiru ya guys budaya
mengantre ini.

16

Photo Credit: Heta News

4. Budaya Membungkuk atau Ogiji

Budaya membungkuk atau yang biasa dikenal dengan budaya ojigi mulai dilakukan orang
Jepang antara tahun 500-800. Contohnya saat memberi salam kepada orang dengan
kedudukan lebih tinggi, seseorang harus membungkuk untuk memberi rasa hormat.
Pemandangan seperti itu masih dapat dilihat di film atau drama berlatar sejarah terutama
saat adegan orang biasa berhadapan dengan raja, ratu, atau orang berkuasa lainnya. Di
zaman yang sudah modern ini, mereka tetap melakukan budaya atau kebiasaan ini untuk
menghormati orang lain, memohon sesuatu, berterima kasih, dan meminta maaf. Sangat
sopan santun ya masyarakat Jepang ini!

17

Photo Credit: goikuzo.com

5. Berjalan Kaki Jika Berpergian

Siapa yang suka males untuk berjalan kaki? Duh, males berjalan kaki bukan Jepang
banget! Mereka terbiasa untuk berpergian kemanapun dengan berjalan kaki. Sebelum
mereka menaiki transportasi umum, mereka akan berjalan menuju terminal terdekat.
Bahkan mereka bisa berjalan kaki lebih dari 6 ribu langkah per harinya.

18

Photo Credit: wallpaperflare.com
Jadi, sudah tau ya kebiasaan baik apa saja yang dilakukan oleh masyarakat Jepang. Wajib
banget ditiru guys! Ayo semua mulai lakukan kebiasaan-kebiasaan baik, ini untuk diri kita
juga kok dan yuk, bagikan ke yang lainnya untuk turut melakukan kebiasaan-kebiasaan
yang baik.

19

Chapter 5

Perpustakaan Ini Akan Membawamu
Ke Masa Depan

Jika berkunjung perpustakaan pasti yang dipikirkan semua orang itu boring? Iya
nggak, sih? Cuma tumpukan buku yang harus kalian baca. Belum lagi nyarinya
butuh waktu lama. Duh, that’s so last year!

Seiring berjalannya waktu, pada era saat ini. Pemikiran mengenai perpustakaan
yang membosankan seperti yang di atas harus diubah ya, guys. Nggak percaya?
Perpustakaan Umum Tianjin Binhai yang baru di China telah mendefinisikan
kembali ide perpustakaan dengan struktur futuristik spektakuler yang menampung
1,2 juta buku. Ini terlihat seperti sesuatu yang langsung dari novel fiksi ilmiah
zaman ruang angkasa. Berkunjung kesini seperti menjelajahi masa depan ya? Dari
suasana nya, atmosfir nya, desain dan tampilan nya!

20

Courtesy of MRDV

Desain Perpustakaan Umum Tianjin Binhai ini merupakan karya arsitek Belanda
MVRDV dan Institut Perencanaan dan Desain Kota Tianjin (TUPDI) dan yang
paling hebatnya ialah… hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk
membangunnya. Wow, hebat ya, guys!

No wonder deh kenapa perpustakaan ini bikin kamu nggak mau pulang dan betah
disini! Bukan hanya desain nya yang unik dan memikat perhatian masyarakat.
Perpustakaan ini juga kaya akan koleksinya! Telah disebutkan di atas bahwa

21

terdapat 1,2 juta buku. Duh, setahun pun nggak cukup deh untuk mengeksplor dan
membaca koleksi disana!
Jika berkunjung kesini, kamu cukup perlu bawa diri, tapi pulangnya? Bawa ilmu
dong! Jadi, jangan sampai kalian masih berpikiran bahwa perpustakaan ini boring.
Karena, sekarang ini sudah banyak perpustakaan di dunia yang terus membangun
dengan desain yang menarik dan unik.

22

Daftar Pustaka

Femi, Bernadetha dan Prasetya, Arik. 2017. PENERAPAN DIVERSITY
MANAGEMENT DALAM RANGKA MERAIH COMPETITIVE ADVANTAGE
(Studi pada PT Petrokimia Gresik). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Volume 50,
Nomor 5. Malang: Universitas Brawijaya.
https://wander-lush.org/world-rituals-part-one/
https://kumparan.com/kumparantravel/el-colacho-tradisi-melompati-bayi-di-
spanyol-yang-bikin-ngeri-1tXwhaOpySS/full
https://www.arahdestinasi.com/laos/read/30/ritual_tak_bat_di_luang_prabang
https://www.un.org/en/universal-declaration-human-
rights/#:~:text=Article%2019.,media%20and%20regardless%20of%20frontiers.
https://www.ifla.org/files/assets/library-services-to-multicultural-
populations/publications/multicultural-communities-en.pdf
https://suarakebebasan.id/memperoleh-informasi-publik-adalah-hak-
konstitusional-warga-negara/
https://www.lac-bac.gc.ca/obj/005007/f2/005007-210.1-e.pdf
https://www.lib.sfu.ca/about/initiatives/collaborations/multicultural-canada
https://www.idntimes.com/life/inspiration/novi-amalia-hidayat-1/kebiasaan-
jepang-perlu-diteladani-c1c2/10
https://blogunik.com/budaya-dan-kebiasaan-positif-jepang/
https://medium.com/@elyse.laakso/good-behavior-in-japan-what-to-expect-and-
what-is-expected-of-you-4c2600f33a8d
https://theculturetrip.com/asia/china/articles/is-chinas-tianjin-binhai-the-most-
breathtaking-library-in-the-world

23

Profil Penulis

Noni Juliana Waney
Lahir di Jakarta, pada tanggal 29 Juli 1999
adalah seorang mahasiswi program studi
Ilmu Perpustakaan di salah satu
universitas ternama di Jakarta, UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Penulis tinggal di
Jakarta.
Selain, mengemban pendidikan, Penulis
aktif dalam berkarir dan juga organisasi. Penulis pernah mengajar bahasa
Inggris di KUMON Indonesia, menjadi scriptwriter untuk aplikasi bernama
SKOLAHAN.COM. Selain itu, penulis pun berkesempatan untuk intern di
salah satu company ternama, Google tepatnya di aplikasi resminya, yaitu
Kormo Jobs by Google.
Penulis sangat menyukai hal-hal yang unik dan kreatif serta berjiwa sosial.
Oleh karenanya, penulis menuangkan ide-ide nya melalui e-book dengan
judul The Diversity Talks sekaligus mengingatkan dunia bahwa perbedaan itu
bukan hal yang merugikan, namun menguntungkan.

Untuk berakrab diri dengan penulis, kamu bisa berkunjung ke:
noniwaney.blogspot.com

24

25


Click to View FlipBook Version