The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisi kumpulan cerita pendek untuk anak-anak

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hutaminoosa, 2021-07-27 04:27:57

Kumpulan Cerpen Anak

E-book ini berisi kumpulan cerita pendek untuk anak-anak

Keywords: #cerpen #anak

i

DAFTAR ISI

Monyet Berbulu Putih................................................................................................................1
Kisah Kakek Dan Leo ................................................................................................................3
Si Kuning Ceria..........................................................................................................................5
Kura Dan Kelinci .......................................................................................................................7
Kisah Adi Dan Seorang Pengemis.............................................................................................9
Keong Emas .............................................................................................................................11
Bangau Sang Penghianat..........................................................................................................12
Si Jambul..................................................................................................................................14
Semut Dan Burung Merpati .....................................................................................................16
Lolly ......................................................................................................................................... 17
Mimo Si Pembuat Onar ...........................................................................................................20
Bahu-Membahu Cegah Virus Corona......................................................................................23
Pemburu Buaya........................................................................................................................25
Surat Misterius .........................................................................................................................27
Tiga Gajah Kembar Belalai Ungu............................................................................................28

Monyet Berbulu Putih

oleh Stenly Adinda

Dahulu kala disebuah hutan yang lebat jauh dari pemukiman penduduk, hiduplah
beraneka macam hewan didalamnya. Ada singa sang raja hutan, harimau, kancil, gajah,
si cantik angsa, monyet, dan masih banyak lagi. Mereka semua hidup rukun
berdampingan dengan di pimpin oleh sang raja hutan yakni Maharaja Singa yang
perkasa dan bijaksana.

Suatu hari monyet, angsa, kancil, gajah, dan harimau sedang bermain bersama di
lembah hutan, mereka sangat bergembira saat kancil sedang mendongengkan cerita
kepada mereka. Karena kancil sedang bercerita burung merak yang sangat cantik
parasnya maka gajah pun dengan spontan berbicara bahwa burung merak yang
diceritakan sang kancil itu sama cantiknya dengan si cantik angsa. Mendengarkan
perkataan tersebut monyet yang merasa dirinya juga cantik layaknya burung merak
yang diceritakan oleh kancilpun ikut menanggapi ucapan gajah “Wahai gajah yang kau
katakan itu benar memang angsa itu cantik, tetapi ada yang lebih cantik dari angsa di
hutan ini”. Ucap sang monyet kepada gajah. Lantas gajahpun menganggapi ucapan
sang monyet “Siapakah itu monyet hewan yang lebih cantik dari angsa di hutan ini?”.
Mendengar pertanyaan dari sang gajah lalu monyet pun tersipu malu dan segera
menjawab dengan percaya diri dan dengan suara yang lantang “AKULAH ORANG
TERCANTIK DI HUTAN INI” dan tak lupa diakhiri dengan senyuman bangga yang
menyertainya. Mendengar ucapan dari monyet semua orang yang ada di sana tertawa
terbahak-bahak terutama sang gajah, bahkan gajah juga berkata “Wahai monyet
sadarlah, jangan terlalu percaya diri kau itu, jelas-jelas dihutan ini yang paling cantik
itu adalah si cantik angsa. Lihatlah bulu angsa yang putih bersih cantik, bukan seperti
rambutmu yang hitam dan sangat jelek itu”. Mendengar perkataan dari gajah maka
monyet sangat sedih hatinya bagai tersayat-sayat beribu pisau di hatinya, dan dengan
menangis akhirnya monyet pergi meninggalkan teman-temannya. Melihat hal tersebut
kancil merasa bersalah dan kasihan dengan sang monyet karena ceritanya monyet jadi
bahan olok-olok teman-temannya. Sendangkan gajah dan teman-teman lainnya tetap
saja masih menertawakan ucapan dari monyet tadi.

1

Monyet disepanjang jalan terus menangis memikirkan ucapan dari sang gajah tadi
yang sangat menyakitkan untuk dirinya. Sudah lelah berjalan akhirnya sang monyet
berhenti dan tetap menangis sesenggukan, dan dia tertelap tidur karena kecapekan
menangis sepanjang jalan. Ke esokan harinya saat monyet membuka mata dia dibuat
kaget karena tibatiba dihadapannya ada kancil yang sedang memandangi dirinya.
Melihat hal tersebut kancil tertawa dan segera meminta maaf kepada monyet, dan
sebagai ucapan maaf kancil akan membantu monyet selama sehari full ini. Mendengar
hal tersebut monyet tersenyum dan mendapatkan ide bahwa dia akan meminta kancil
mencarikan batu gamping yang telah ditumbuk halus untuk kemudian ditaburkan
dirambut sang monyet agar rambut monyet berubah warna menjadi putih dan dapat
cantik seperti angsa. Kancil hendak menolak permintaan gila dari monyet tetapi karena
dia sudah berjanji untuk membantu monyet sehari full ini jadi dia dengan pasrah
menyetujui dan segera mencari batu gamping.

Setelah sudah menyiapkan batu gamping halus sesuai dengan permintaan monyet,
akhirnya kancil membantu menaburkan batu gamping halus tadi ke rambut sang
monyet. Setelah selesai sang monyet begitu senang dan segera berlalu meninggalkan
kancil tak lupa smabil berterimakasih kepada kacil. Karena tingkah monyet yang
mencurigakan akhirnya kancil menyusul monyet. Ternyata monyet pergi keteman-
temannya yang kemarin menertawakannya dan menganggapnya jelak itu, seraya
berkata “Hai teman-teman lihatlah sekarang rambutku sudah berwarna putih dan
cantik seperti angsa” ucapnya. Lantas hal tersebut tentu saja kembali mengundang
tawa dan ejekan dari teman-temannya pasalnya monyet jadi seperti badut yang tiba-
tiba berubah menjadi putih. Melihat hal tersebut monyet kembali menangis dan
kancilpun segera menghampiri monyet untuk menengangkannya.

Ternyata dari kejauhan sang Maharaja Singa melihat dan memantau anak-anak remaja
itu, dan segera menghampiri mereka. “Kenapa kalian senang sekali mengejek monyet
sampai dia menangis seperti itu, tidakkah kalian lihat bahwa monyet itu sudah cantik
dengan bulu hitamnya yang menawan. Ingat bahwa setiap hewan itu diciptakan
dengan bentuk yang berbeda-beda dan bentuk yang sempurna sehingga kita tidak
boleh mengejek atau mengolok-olok bentuk tubuh hewan lainnya, sampai sini
paham?” Ucap sang Maharaja Singa kepada segerombolan anak-anak remaja itu yang
diangguki oleh semuanya. Lalu teman-teman monyet yang tadi mengejeknya meminta
maaf kepada monyet dan dimaafkan dengan senang hati oleh monyet.

2

Kisah Kakek dan Leo

Oleh Zanuar Prastiwi

Terik matahari yang begitu panas membuat seorang kakek meneduh di bawah pohon
pisang. Namanya Kakek Susanto. Setiap hari Kakek Susanto mencari kayu bakar dan
dijual di pasar ke esok harinya. Kakek Susano hidup sebatang kara, istrinya meninggal
dua tahun yang lalu. Sedangkan ankanya sudah menikah dan tidak pernah
mengunjunginya lagi.
Kakek Susanto tinggal di gubug reyot yang setiap hujan atap rumah selalu bocor.
Maklum saja, atap rumahnya hanya terbuat dari daun kelapa yang dianyam. Seperti
biasa kakek pergi ke hutan untuk mencari kayu pada siang hari. Setelah beberapa lama
mencari kayu, tiba-tiba kakek mendengar suara jeritan hewan. Kemudian ia mencari
kesana-kemari tetapi tidak ketemu.

3

Setengah jam mencari, akhirnya kakek menemukan seekor anjing yang kakinya terjepit
diantara tumpukan kayu. Kakek bergegas untuk menolongnya. Dengan susah payah
kakek membongkar tumpukan kayu dan mengeluarkan kaki anjing. Anjing tersebut
sudah lemah tidak berdaya. Kemudian kakek menggendong dan membawanya pulang
ke rumah.

Setelah sampai rumah kakek memberi obat agar kaki anjing bisa cepat sembuh.
Setelah beberapa minggu di rawat oleh kakek, anjing tersebut bisa sembuh dan sudah
bisa berjalan. Kemudian kakek memberi nama untuk anjing dengan nama Leo. Hari-
hari kakek menyenangkan setelah kehadiran Leo. Setiap sore, Leo menunggu kakek di
teras depan sambil berlari kesana-kemari. Terkadang jika kakek pulang terlambat, Leo
menunggu sampai ketiduran.

Seperti biasa setelah dari pasar untuk berjualan kayu bakar, kakek melanjutkan
pekerjaannya dengan pergi ke hutan pada siang hari. Tak lupa kakek membawa
gerobak dan sabit untuk mencari kayu. Siang ini lumayan panas, dan kebetulan kayu-
kayu kering di hutan begitu banyak hingga membuat kakek kewalahan. Kayu-kayu
yang sudah dikumpulkan dimasukkan ke dalam gerobak untuk dibawa pulang. Kakek
pulang dengan wajah bahagia karena kayu yang dikumpulkan hari ini begitu banyak.

Kakek menarik gerobaknyya pelan-pelan, tiba-tiba di jalan tanjakan gerobak tidak bisa
berjalan, kakek menjadi panik. Ia berteriak meminta tolong kepada warga sekitar tetapi
tidak ada satupun warga yang lewat. Disisi lain, Leo menunggu kakek seperti biasa.
Tetapi kali ini belum ada tanda-tanda kakek datang padahal hari sudah menjelang
magrib. Karena Leo khawatir dengan kakek, Leo langsung bergegas menuju hutan.

Sayup-sayup Leo mendengar sebuah teriakan, ia berlari semakin kencang, dan
ternyata benar itu adalah kakek. Kakek dalam kesulitan, ban gerobak kakek kempes
membuat beberapa kayu yang tertumpuk rapi menjadi berantakan di jalan. Dengan
keadaan letih, kakek memungut satu-persatu kayu dan dimasukkan ke dalam gerobak.
Tiba-tiba kakek terkaget melihat kedatangan Leo.

Kakek kaget bercampur terharu, ada seseorang yang bisa membantunya walaupun
seekor hewan. Dengan semangat, Leo mendorong gerobak kakek dari belakang
hingga sampai depan rumah. Sampai rumah Leo di beri daging yang besar sebagai
imbalan.

4

Si Kuning Ceria

Oleh Annisa Aulia Nur Razzaq

Di suatu pedesaan, yaitu desa Kembang terdapat sebuah perkebunan yang asri
dan indah. Kebun itu memiliki banyak jenis tumbuhan dan bunga-bunga yang
bermekaran. Pemilik perkebunan itu ialah keluarga bapak Hendra. Banyak orang yang
selalu berkunjung di kebun itu untuk melihat berbagai jenis bunga. Dari orang asli
desa itu sendiri maupun orang-orang dari kota. Hingga akhirnya perkebunan itu
dijadikan sebuah tempat wisata. Ketika ada pengunjung yang bukan asli desa itu dan
hendak masuk ke kebun tersebut, mereka harus membayar dengan uang sebanyak
sepuluh ribu untuk biaya perawatan perkebunan.

Banyaknya jenis tanaman dan bunga yang ada di kebun tersebut membuat
banyak orang berdatangan untuk melihat secara langsung. Terutama pada bagian
jenis bunga-bunga yang indah dan juga ada berbagai jenis bunga yang jarang ditemui,
seperti bunga mawar hitam, bunga Anggrek ungu, bunga Lilac, bunga Lavender,
bunga Melati, bunga Mawar dengan berbagai jenis dan warna serta yang tak pernah
sepi dikunjungi ialah bunga Matahari. Petak bunga Matahari ini sangat ramai
dikunjungi karena bunganya yang mekar indah dan warna kuning yang cerah
memberikan kesan kebahagiaan.

Suatu hari, perkebunan pak Hendra dikunjungi oleh anak-anak dari sekolah
dasar kota Jakarta untuk berpariwisata. Di perkebunan itu anak-anak melihat berbagai
macam tanaman dan diajarkan untuk berlatih cara menanam serta merawat
tanaman/bunga yang baik dan benar. Anak-anak tersebut memperhatikan pak Hendra
dengan baik cara menanam bunga Matahari. Dalam menanam bunga Matahari ini, pak
Hendra menjelaskan bahwa ada beberapa tahap, “Baik anak-anak, supaya bunga
Matahari yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik, maka kita juga harus
menanamnya dengan benar.” “Pertama, kita harus siapkan dahulu bahan
peralatannya. Ada pot, sekop, tanah, dan bibit bunga Matahari tentu
saja. Kedua, masukkan tanah menggunakan sekop kedalam pot. Tetapi jangan
sampai full, cukup setengah pot saja. Kemudian, langkah ketiga masukkan bibit bunga
Matahari itu dan terakhir tambahkan lagi tanah ke dalam pot hingga penuh agar
bunga Matahari itu dapat berdiri tegak dan tumbuh dengan baik. Dan jangan lupa
untuk menyiram bunga Matahari ini dua hari sekali, bisa dilakukan pagi hari ataupun
sore hari.”penjelasan pak Hendra.

Anak-anak mempraktikan cara menanam bunga Matahari itu dengan baik,
kemudian ada salah satu anak yang menjadi pusat perhatian pak Hendra. Anak itu

5

bernama Dita. Setelah mengamati cara menanam bunga Matahari, eskpresi dari wajah
Dita berubah. Dari yang awalnya tampak ceria, tiba-tiba ekspresi wajahnya menjadi
sedih dan lebih banyak diam. Hingga akhirnya, pak Hendra mendekati Dita dan
bertanya, “apakah kamu mengalami kesulitan dalam menanam bunga ini, nak?”. Dita
terkejut dan menjawab, “Oh tidak pak. Saya bisa melakukannya.”. “Jika kamu bisa
melakukannya, mengapa raut wajahmu seperti merasakan kesedihan?” tanya pak
Hendra. “Ketika saya melihat bunga Matahari ini, saya teringat oleh kakek saya. Dulu
kakek pernah memberikan bunga Matahari yang indah untuk saya. Tetapi sayangnya
bung aitu sekarang sudah rusak dan mati karena tidak saya jaga dengan baik. Sebab
itulah saya menjadi sedih.” Jelas Dita. “Oh jadi begitu.. Jangan bersedih Dita.. Tenang
saja, setelah kamu selesai menanam, bunga Matahari ini akan jadi milikmu” jawab pak
Hendra dengan tersenyum. “Bapak serius? Apakah saya harus membayar bunga ini?
Jika iya, berapa harga bunga ini, pak?” tanya Dita dengan kegirangan. “Hahaha kamu
tidak perlu membayar. Bunga ini bapak berikan kepadamu gratis tanpa biaya apapun..
tetapi kamu harus janji kepada bapak.” Penjelasan pak Hendra. “Janji ap aitu
pak?”tanya Dita. Kemudian pak Hendra menjawab, “Kamu harus berjanji untuk
merawat bunga Matahari ini dengan baik dan benar. Tidak lupa untuk memberi pupuk,
membasmi hama serta menyiramnya sesuai dengan langkah-langkah yang bapak
jelaskan tadi. Bagaimana, setuju tidak?”. Dengan rasa bahagia Dita menjawab, “Baik
pak, siappp.. saya akan merawat bunga ini dengan sangat baik. Saya berjanji tidak
melakukan kesalahan yang sama..”. “Oke baiklah.. Kalau begitu selesaikan dulu itu
menanam bunganya..” kata pak Hendra. “Iya pak, siap. Terima kasih pak Hendra,
Terima kasih atas pemberian bunga Matahari ini..” kata Dita yang terharu dan bahagia.
“Iya sama-sama.. Nah, begitu dong ceria kembali.. Sama seperti bunga Matahari ini
yang cantik dan ceria seperti kamu, nak”. Dita pun tersenyum dan tersipu malu.
“Yasudah lanjutkan. Kamu sudah hampir tertinggal dari teman-temanmu” kata pak
Hendra. “Baik pak, siap” jawab Dita. Setelah acara penanaman itu selesai, Dita dan
teman-temannya kembali ke Bus untuk pulang. Ekspresi Dita tidak berubah setelah
diberi bunga Matahari oleh pak Hendra, ceria dan bahagia.

6

Kura dan Kelinci

Oleh Lestari Nur Rahmawati

Di tepi Sungai di suatu hutan, hiduplah sekumpulan binatang. Binatang-binatang itu
tinggal di Desa Animal. Desa tersebut di huni oleh kura-kura,kelinci,gajah, tupai dan
hewan-hewan lainnya. Suatu saat, kura-kura bersama gajah sedang berjalan menyusuri
hutan sembari mencari makan. Tepat nya mereka berdua akan pergi ke kebun
makanan milik gajah. Gajah dan kura berjalan bersama sambil bercanda ria, namun
setengah perjalanan kura-kura merasa lelah karena perjalanan yang jauh dan kura
yang jalannya sangat lambat. “ ayo lah kura lama sekali kamu” ucap gajah yang tidak
menghiraukan kura yang sedang kelelahan. “ aku lelah sekali gajah apakah kebun mu
masih jauh?” sahut kura sambil bernafas terengah-engah. “ masih sedikit lagi..ayolah
kura sebentar lagi!!” jawab gajah dengan nada keras,sambil menunggu kura yang
tengah berhenti karena lelah.

Setelah lama mereka beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan nya ke tempat
kebun buah milik gajah. Pohon pisang sudah terlihat di mata gajah yang sebenarnya
masih jauh sekali dilihat oleh kura yang badannya kecil dari gajah. “ wah sudah hampir
sampai kura, ayo cepat!!” seru gajah kepada kura yang jalannya masih dibelakang
gajah. Gajah tidak bisa menunggu kura yang sangat lambat jalannya. Lalu, gajah
berjalan lebih dulu untuk sampai ke kebunnya. Gajah terkejut saat sampai di kebun
pisang miliknya itu, tkarena seluruh pisang telah habis dimakan oleh tupai dan kelinci
yang sangat rakus. “ ayo tupai habiskan semua pisang ini,sebelum gajah datang!” ucap
kelinci kepada tupai sambil mengendap-endap. Gajah sangat marah ketika seluruh
pisang nya habis “ ha apa ini mengapa pisang ku habis semua” ucap gajah yang sangat
sedih. Kura-kura akhirnya sampai dikebun pisang milik gajah itu. “ada apa gajah
mengapa kau menangis,bukan kah ini kebun mu ayo kita makan ”ajak kura yang tidak
tahu bahwa seluruh pisang telah habis. ”apa kau tidak lihat seluruh pisang ku habis”
sahut gajah dengan nada sedih dan menangis. “ maafkan aku gajah,ini karena kau
menungguku berjalan sangat lambat dan akhirnya kebun mu sudah hancur” ucap kura
dengan sedih.

Akhirnya setelah kenyang merampas seluruh pisang milik gajah, kelinci dan tupai pun
keluar dari kebun itu dan melihat gajah yang sedang menangis. “ hahaha, terimakasih
ya gajah, aku sudah kenyang” ucap kelinci yang rakus sambil membawa pisang yang
belum dimakannya itu. “ wah iya aku juga kenyang terimakasih ya gajah, kebun pisang
mu ini sangat luas buah nya juga manis”, tambah tupai dengan licik. Gajah tidak
menyangka bahwa buah pisang miliknya dirampas oleh kelinci dan tupai. “jahat sekali
kau tupai,kelinci, ini kebun milikku”, seru gajah dengan nada tinggi. “ jahat sekali kalian
merampas kebun gajah” tambah kura dengan nada kecewa. “ ini semua karena kalian
lambat, apalagi kamu kura lambat sekali jalannya” seru kelinci yang mengejek kura.
Gajah tidak tega melihat kura yang dihina oleh kelinci, “ hey jangan seperti itu, dia
tidak licik sepertimu kelinci!!” sahut gajah yang membela kura. “kalau aku jalannya

7

lambat memang kenapa?” jawab kura dengan penuh percaya diri. Kelinci dan Tupai
yang sangat licik itu mengajak kura-kura untuk bertanding lari, karena kelinci tahu
bahwa kelinci yang akan menang. “Bagaimana kalau kita lomba lari saja kura,Pasti kau
takut kan? Ahaha” ajak Kelinci penuh dengan kesombongan. “siapa takut, aku terima
tantanganmu”, jawab kura dengan penuh percaya diri. “ kalau aku menang kebun
gajah jadi milikku, dan jika kau yang menang maka aku tak akan merampas kebun
mu”, ujar tegas kelinci. Gajah dengan lantang menjawab “baiklah jika itu maumu,
jangan kau hina sahabatku lagi” tegas gajah yang sangat dendam kepada kelinci.

Tiba saatnya perlombaan dimulai, kura,kelinci,tupai, gajah dan penghuni desa animal
lainnya sudah ditempat garis start lari. Kelinci dengan sombong mengatakan
“sudahlah kura menyerah saja”, “tidak akan!” tegas kura. “ayo kelinci kau pasti bisa”
seru tupai yang licik itu. Gajah yang menghitung perlombaan itu “1..2..3…”. Kura dan
Kelinci mulai berlari dan ditengah lomba,kelinci yang sombong itu berhenti sejenak
karena kura-kura yang tidak kunjung menyusul kelinci. “ lama sekali kura-kura itu,lebih
baik aku istirahat dan tidak mungkin dia bisa menang” ucap sombong Kelinci. “ aku
pasti menang, aku pasti menang” ucap kura sambil kelelahan. Kura-kura melihat kelinci
yang sedang tidur dibawah pohon, “ sombong sekali kau kelinci,lihat saja aku pasti
menang” akhirnya kura-kura selangkah lagi sampai garis finish, dan kelinci terbangun
mendengar gajah dan hewan lainnya teriak histeris melihat kura. Kelinci yang sombong
itu berlari sangat kencang mengejar kura, tetapi kura berhasil menginjak garis finish.
Kura-kura menang dan kelinci dan juga tupai mereka saling menepati janjinya yang
tidak akan merampas kebun pisang milik gajah. Akhirnya Gajah, Kura, Kelinci dan Tupai
menjadi akur dan bersahabat.

8

Kisah Adi dan Seorang Pengemis

Oleh Alifia Nugrahaning Saputri

Disebuah desa kecil yang jauh dari kota-kota besar, tinggallah seorang laki-laki yang
bernama Adi bersama keluarga kecilnya. Adi memiliki seorang istri dan dua anak yang
harus adi nafkahi. Sayangnya saat itu sedang terjadi hujan yang terjadi beberapa hari
berturut-turut yang menyebabkan adi kesulitan untuk mencari uang demi memberi
makan istri dan kedua anaknya. Persediaan makanan pun dirumah sudah habis dan
tidak cukup untuk hidup dihari esoknya.

Kemudian istri adi menghampiri adi dengan membawa 5 singkong yang didapatnya
dari kebun belakang. Dan istri adi pun berkata bahwa persediaan bahan makanan
habis, hanya tersisa 5 buah singkong ini yang diambilnya dikebun belakang rumah.
Adi menyuruh sang istri intuk memasak singkong tersebut agar anak-anaknya bisa
makan terlebih nanti, adi memikirkan bagaimana caranya agar adi mendapatkan uang
untuk membelikan makan keluarganya. Adi memutuskan keluar untuk mecari uang
dan membeli bahan makanan walaupun sedang hujan.

Ketika hendak keluar membuka pintu rumah, tiba-tiba ada seorang pengemis yang
mengetuk pintu rumah adi. Melihat pengemis yang sudah tua dan renta serta
kelaparan membuat adi tidak tega dan memberikan 5 buah singkong yang sudah
dimasak sang istri kepada seorang pengemis tersebut, pengemis menerima 5 buah
singkong dan mengembalikan 2 buah singkong kepada adi. Seorang pengemis
meminta adi untuk memberikan 2 buah singkong tersebut untuk dimakan oleh kedua
anaknya.

Setelah seorang pengemis tersebut berterimakasih dan pergi meninggalkan adi,
secara ajaib 2 buah singkong yang dipotong tersebut yang setiap potongnya
menghasilkan 5 buah singkong yang baru begitupun seterusnya. Alhasil keluarga adi

9

tidak lagi kekurangan bahan makanan untuk kehidupan sehari-harinya, bahkan adi
bisa menanam sisa singkong untuk dijadikan bahan panen adi nanti, dan sisanya adi
berikan kepada tetangga dan orang yang kurang mampu.
Dari kejadian tersebut adi mengajarkan kepada anak-anaknya betapa indahnya
berbagi kepada sesama apa lagi kepada orang yang membutuhkan. Bahkan disaat
sedang kesusahan pun jika membatu orang lain pasti akan mendapatkan balasan yang
berkali lipat dalam bentuk apapun yang tidak ketahui dan tidak kita duga. Oleh karena
itu adi selalu mengajarkan kepada keluarganya untuk jangan segan membantu orang
lain yang sedang kesusahan dan berusaha untuk membantu sebisa mungkin sesuai
dengan kemampuan yang kita miliki.

10

Keong Emas

Oleh Rizky Cahyaningtyas

Pada zaman dahulu kala ada seorang Raja yang mempunyai dua orang putri. Putri itu
bernama Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Suatu hari, raja hendak menikahkan Candra
Kirana dengan Raden Inu Kertapati. Mendengar hal itu, Galuh Ajeng menjadi marah.
Ternyata, diam-diam Galuh Ajeng juga menyukai Raden Inu. Karena kesal, Galuh Ajeng
meminta penyihir mengubah Candra Kirana menjadi keong emas. Lalu, Galuh Ajeng
membuang keong tersebut ke laut. Hari demi hari berlalu. Keong emas tanpa sengaja
tersangkut di jala nelayan. Nelayan itu ternyata seorang nenek, “Wah, keong ini cantik
sekali. Aku akan membawanya pulang,” pikir si nenek. Sesampainya di rumah, keong
emas diletakkan di atas tempayan. Keesokan harinya, nenek itu kembali mencari ikan.
Ketika pulang, alangkah terkejutnya si nenek. Di meja makan sudah tersedia berbagai
makanan lezat. Hal yang sama terus berulang. Setiap kali si nenek pulang dari laut, di
meja makan selalu tersedia makanan. Akhirnya, si nenek pura-pura pergi ke laut.
Sebenarnya, dia bersembunyi dan mengintip di luar rumah. Dia sangat terkejut melihat
keong emas berubah menjadi seorang gadis yang cantik. Gadis itu sedang memasak.
“Siapakah engkau sebenarnya, gadis cantik?” tanya si nenek sambil masuk ke
rumah.“Aku adalah putri yang dikutuk menjadi keong emas,” kata Candra Kirana yang
kaget melihat si nenek. Sementara itu, Raden Inu terus mencari Candra Kirana. Setelah
berjalan jauh, akhirnya dia tiba di sebuah desa nelayan. Raden Inu merasa sangat haus.
Dia pun mendatangi sebuah rumah untuk minta minum. Dari balik jendela, dia melihat
Candra Kirana sedang memasak. Akhirnya, kutukan Candra Kirana hilang. Kutukan
tersebut hilang karena dia sudah ditemukan oleh kekasihnya yaitu Raden Inu. Raden
Inu lalu membawa pulang Candra Kirana. Sesampainya di Kerajaan, mereka akhirnya
melangsungkan acara pernikahan dan hidup bahagia.

11

Bangau Sang Penghianat

Oleh Marlina Rizky Suryaningsih

Dahulu kala hiduplah seekor bangun yang memiliki sahabat seeskor gagak dan
kepiting di tengah hutan. Gagak dan kepiting sangat mempercayai bangau. Suatu
ketika bangau menemui gagak untuk diajak mencari manak, namun datanglah seeskor
monyet yang menyapa mereka sambil mengatakan bahwa dirinya juga tidak kalah
cantik, namun monyet lebih menyukai gagak. Bangau pun bertanya kepada gagak
ramuan apakah yang membuat dirinya bisa memiliki tubuh yang cantik dan putih.
Karena gagak memiliki sifat yang baik, ia pun memberikan resep ramuan tersebut
kepada bangau.
Sesampainya di rumah, bangau mencoba ramuan yang diberikan oleh gagak. Resep
ramuan tersebut merupakan resep yang digunakan gagak untuk mempercantik
dirinya. Ia meresa bahwa tubuhnya semakin putih dan mengkilat. Ia menggunakan
ramuan tersebut selama beberapa hari agar tubuhnya semakin cantik. Terbesit dalam
pikiran bangau untuk tidak mengembalikan resep tersebut agar dirinya menjadi yang
tercantik di hutan tersebyt. Beberapa hati kemudian, gagak menghampiri ke rumah
bangau untuk memeinta ramuan pemutih kembali. Setelah dipanggil gagak berulang
kali, bangau baru menampakkan dirinya. Gagak takjub dengan perubahan yang
dialami oleh bangau. Gagak meminta kembali ramuan pemutih kembali, tetapi ketika
bangau mengembalikan ramuan ternyata ramuan tersebut seudah dicampur dengan
ramuan lainnya dan disiramkan kepada gagak sehingga tubuh gagak berubah menjadi
hitam. Gagak tidak terima akan pengkhiatanatan ang dilakukan oleh sahabtnya, ia pun
mengejar bangau hingga pergi jauh.
Setelah kejadian penghianatan kepada gagak, banagu pergi mencari makan ke danau.
Ia sangat kesal karena ikan-ikan yang hidup di dananu sangat sulit ditangkap. Tiba-
tiba ada seekor kepiting yang menghampiri bangau yang ternyata sahabatnya dahulu
sebelum ia ersahabat dengan gagak. Kepiting mengatakan bahwa ikan-ikan yang ada
di danau adalah teman-temannya. Pemikiran licik bangau kembali, ia berpikiran untuk
menipu kepiting. Ia mengatakan kepada kepiting bahwa akan mencarikan teempat

12

yang lebih luas dan memiliki pemandangan indah. Kepiting memikirkan pendapat
bangaun dan membicarakan kepada ikan-ikan. Mereka pun menyetujuinya. Keesokan
harinya, bangau kembali ke danau untuk memindahkan ikan-ikan tersebut ke tampat
yang sudah disetujui dengan membawa satu persatu. Namun, seekor kancil tidak
sengaja menemukan tulang-tulang ikan yang berserakan di hutan dan ia tidak senagaj
mendengarkan pembicaraan tersebut. Kancil pun ke danau ia mendekati kepiting dan
bertanya mengenai ikan-ikan yang dibawa oleh bangau. Kepiting menjelaskan
semuanya yang terkait, kemudian kancil menjelaskan semuanya kepada kepiting
mengenai penghianatannya bangau. Akan tetapi, kepiting mempercayai dan ingin
membuktikan sendiri. Paginya, kepiting menannyakan keberadaan temn-temannya
apakah dalam keadaan baik-baik saja. Ia pun meminta kepada bangau untuk membwa
menemui ikan, ditengah perjalanan kepiting melihat tulang ikan berserakan. Kepiting
tidak segan-segan menggigit ekor bangau sehingga jatuh ke tanah. Sayap bangau
hingga patah akibat gigitan kepiting dan tidak ada yang menolong. Dari sini dapat
diambil hikmaahnya bahwa jadi orang harus setia kawan, bertanggung jawab, dan
memiliki hati yang baik janganlah merusak kepercayaan oranf lain demi kepentingan
sendiri.

13

Si Jambul

Oleh Luthfi Khirunisa

Aldo melamun di depan toples berisi seekor ikan cupang. Rendi sahabat terbaiknya,
baru saja pindah rumah. Sebelum pindah rumah Rendi menitipkan ikan cupang itu
sebagai perpisahan. “Jambul” panggil Aldo pada ikan kesayangan Rendi itu, “kapan ya,
aku bisa main kelereng sama Rendi lagi”? Sebenarnya, Aldo tidak rela Rendi pindah.
Sudah sedari kecil mereka bertetangga dan selalu bermain bersama. Bahkan saat Rendi
akan berangkat, Aldo menangis kencang. Dia merajuk agar diperbolehkan ikut ke
rumah baru Rendi.

Beberapa hari kemudian, air di dalam toples si Jambul sudah terlihat keruh. Aldo
memindahkan si Jambul ke dalam gayung berisi air bersih. Lalu,dia menyikat toples si
Jambul hingga bersih dan mengkilat, kemudian mengganti semua air keruh di
dalamnya. Aldo senang si Jambul berenang kembali di dalam toples yang bersih. Aldo
bertambah gembira karena mendapat pesan dari Rendi “Aku akan mampir
kerumahmu hari Minggu ini, sekalian mau kerumah Kakek,” tulis Rendi pada sebuah
pesan singkat.

Hari Minggu yang ditunggu-tunggu tiba. Begitu bangun Aldo langsung menengok si
Jambul. Namun sesuatu yang tidak diharapkan terjad. “JAMBUL” pekik
Aldo. Wajahnya langsung berubah memucat. Dia sangat terkejut melihat si
Jambul sudah mengambang dipermukaan. HUHUHUHU…! Serunya sedih.

Menjelang siang, Rendi datang ke rumah Aldo. Begitu dia tiba, Aldo langsung
mengulurkan tangan dengan muram.“Maafkan aku, Ren. Si Jambul …. mati…,” ucapnya
lirih.Rendi terdiam dan terlihat sedih, Dia juga merasa sedikit marah. “Kenapa bisa mati,
ikan kesayanganku?” tanya Rendi.“Maaf, Ren”. Ujar Aldo lagi. Dia menyerahkan sebuah
kantong penuh kelereng pada Rendi. Rendi membuka isi kantongnya. “ini kan… emua
kelereng milikmu, Do”. Akhirnya mereka berpelukan, menangisi kematian si Jambul

14

dan menguburkanya bersama. Itulah peremanan sejati, selalu bergandeng tangan
untuk menghadapi suka duka bersama.

15

Semut dan Burung Merpati

Oleh Putri Eka Puspitasari

Pada suatu hari didalam hutan semut sedang berjalan-jalan mencari makan. Saat
sedang mencari makan semut merasa kehausan. Semut pun berjalan menuju sungai
untuk minum. saat sedang minum semut terpeleset kesungai. “tolong” teriak semut,
tetapi daerah sekitar sungai sangat sepi tidak ada binatang lain disekitar. Semut
terbawa arus sungai sambil terus berteriak.

Dari kejauhan diatas sebuah pohon seekor burung merpati melihat semut yang
terbawa arus. Saat semut sudah dekat dengan pohon burung merpati menjatuhkan
sebuah daun dan berkata “semut naiklah keatas daun” mendengar perkataan burung
merpati semut pun berusaha menggapai daun tersebut. Setelah kerja keras semut
akhirnya ia dapat menaiki daun. Daun pun menepi dan semutkan dapat selamat. “
terimakasih merpati” ucap semut. Merpati pun terbang mendekati semut “sama-sama
semut, lain kali hati-hati ya. Aku pergi dulu” balas merpati yang langsung terbang.

Beberapa hari kemudian seorang pemburu datang kehutan. Di tengah perjalanan sang
pemburu melihat seekor burung merpati yang sedang hinggap diatas pohon. Tanpa
merpati sadari sang pemburu sudah mengarahkan pistol kepadanya. Namun
beruntung, dari balik pohon semut melihat kejadian tersebut. Semut pun langsung
berlari mendekati yang pemburu kemudian semut mengigit kaki sang memburu.
Pemburu pun berteriak kesakitan ”aarrghhh” sambil memegang kakinya. Mendengar
teriakan tersebut merpati terkejut dan terdasar bahwa pemburu sedang
mengincarnya. Merpati langsung terbang menjauh. Semut sangat gembira karena
dapat membalas budi kepada burung merpati. Setelah kejadian tersebut semut dan
burung merpati menjadi sahabat yang akan selalu bersama baik dalam suka maupun
duka dan akan saling melindnyngi satu sama lain.

Dari cerita semut dan burung merpati kita dapat belajar untuk saling menolong bila
melihat orang kesusahan, jangan lupa mengucapkan terimakasih setelah diberi
sesuatu oleh orang lain, serta dila ada kesempatan balaslah budi orang yang telah
menolong kita dengan kemampuan yang kita miliki.

16

Lolly

Oleh Faustine Fiona Eka Farah Dewi
Sinar mentari menyelinap masuk di antara celah-celah jendela kamar Fio, menandakan
harinya sudah harus dimulai. Fio bangun dan tersenyum. Dia siap memulai hari.

“Selamat pagi, Bunda”, sapa Fio yang kini sudah duduk manis di meja makan dengan
seragam sekolahnya.

Bunda menghampiri Fio ke meja makan sembari menyerahkan segelas susu, “Selamat
pagi sayangnya Bunda.”

Dari arah lain, Ayah Fio datang menuju meja makan dan mereka bertiga sarapan
bersama.

Fiona Nafisya, teman-teman lebih akrab memanggilnya sebagai Fio. Fio seorang gadis
cantik dan periang. Saat ini dia duduk di kelas III sekolah dasar dan merupakan murid
berprestasi di sekolah.

Di sekolah, Fio berteman dengan teman-teman sekelasnya tanpa mau membeda-
bedakan. Dea dan Isa adalah sahabat Fio sejak mereka berumur 3 tahun, karena
kebetulan mereka juga tinggal di satu komplek yang sama.

Suatu hari, Fio sedang bermain bersama Dea dan Isa di taman komplek.

Tiba-tiba, “miaww…miaww…”, Fio mendengar suara kucing. Kemudian Fio langsung
bergegas mencari sumber suara itu, dan betapa terkejutnya Fio saat menemukan
seekor kucing kecil yang tercebur ke selokan. Tanpa berpikir panjang Fio langsung
mengambil kucing itu dari selokan dan membawanya menghampiri Dea dan Isa yang
sedang asik bermain.

17

“Fio, apa itu?” tanya Isa yang penasaran karena Fio membawa sesuatu di tangannya.

“Iya, apa yang kamu bawa itu Fio?” tanya Dea yang juga penasaran.

Mereka langsung menghampiri Fio.

“Ini aku tadi nemuin kucing kecil ini di selokan sana.” Kata Fio sambil mengelus-elus
kucing yang ada di tangannya itu agar kotoran yang menempel di kucing itu hilang.

“Iihh ngapain kamu ambil, kucingnya itu kan kotor,” protes Dea yang merasa jijik
dengan kucing yang sekarang dalam keadaan sangat kotor itu.

“Dea, jangan gitu, kucing kan juga ciptaan Allah, jadi kita juga harus menolongnya,”
jelas Isa pada Dea. “Fio, ayo kita bersihkan dengan air keran itu,” Isa dan Fio langsung
membawanya ke keran yang ada di ujung taman. Dea yang kini menjadi kasihan
dengan kucing tadi langsung mengikuti Isa dan Fio.

Mereka bertiga pun membersihkan kucing itu dengan air keran. Setelah selesai, betapa
terkejutnya mereka karena kucing yang Fio temukan tadi sangat cantik dan imut
dengan bulu berwarna putih dan cukup tebal. Dea pun yang semula merasa jijik kini
menjadi gemas dengan kucing itu.

Akhirnya, Fio pulang bersama Lolly setelah mereka puas bermain bersama Dea dan Isa
di taman. Ya, kucing kecil yang Fio temukan tadi telah mereka beri nama Lolly.

Sesampainya di rumah, Fio langsung menelfon dan meminta Ayahnya yang masih di
kantor untuk membelikan rumah dan makanan untuk Lolly. Fio menceritakan kepada
Bunda bagaimana dia menemukan Lolly. Bunda tidak marah, justru Bunda sangat
bangga karena Fio mau menolong kucing kecil yang terjatuh ke selokan. Kemudian
Bunda membantu Fio untuk membersihkan Lolly lagi agar Lolly menjadi lebih cantik
dan bersih.

Ayah Fio akhirnya pulang dengan membawa rumah dan makanan untuk kucing sesuai
pesanan Fio.

“Terima kasih Ayah, Fio sayang Ayah,” Fio memeluk sang Ayah dan mengambil rumah
kucing itu dari tangan Ayah. Kemudian Fio langsung membawanya ke taman belakang
yang sudah Ia dan Bunda siapkan untuk Lolly.

18

Dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya, Fio menata tempat tinggal Lolly
sedemikian rupa dan Lolly juga tampak sangat menyukainya.

Pagi-pagi sekali, setelah bangun dari tidur, Fio langsung menuju ke taman belakang
untuk melihat Lolly, namun kucing kecil itu masih tertidur di tempatnya. Fio tersenyum
dan kembali masuk ke rumah untuk mandi dan sarapan.

“Ting tong.. ting tong..” bel rumah Fio berbunyi.

“Dea, Isa,” panggil Fio bergantian, mereka pun berpelukan. Ternyata Dea dan Isa yang
datang, dan mereka mau bermain dengan Loly.

“Ayok kita ke belakang, Lolly aku buatkan tempat tinggal di taman belakang.” jelas Fio
pada Dea dan Isa.

Sesampainya di taman belakang, mereka langsung bermain bersama Lolly, memberi
makan Loly, mendandani Lolly, dan menghias rumah Lolly menjadi lebih cantik.
Mereka bertiga menghabiskan waktu seharian di rumah Fio, karena hari ini adalah
hari Ahad, jadi mereka libur sekolah.

“Lucu banget sih Lolly,” ucap Dea gemas sambil menggendongi Lolly. “Maafin Dea
ya, waktu itu Dea nggak suka sama Lolly karena Lolly kotor banget” sambung Dea.
Isa dan Fio pun tersenyum melihat Dea yang serius meminta maaf dan Lolly yang
seolah-olah mengerti dengan ucapan Dea.

“Tuh kan De, Isa bilang juga apa. Bunda Isa juga ngajarin Isa kalo kita harus
menolong dan membantu siapapun yang membutuhkan bantuan kita, sekalipun itu
adalah hewan maupun tumbuhan, karena hewan dan tumbuhan juga kan ciptaan
Allah yang harus kita jaga dan sayangi juga, hehe” ujar Isa sambil mengusap-usap
bulu Lolly yang sangat lembut.

Kemudian Fio, Isa, dan Dea pun berpelukan dengan Lolly yang masih dalam
gendongan Dea.

Fio sangat senang karena telah menemukan Lolly dan membawanya pulang ke
rumah, jadi dia tidak merasa kesepian lagi saat di rumah. Dea dan Isa pun jadi lebih
sering bermain dan mengerjakan tugas sekolah di rumah Fio karena mereka juga
menyukai Lolly.

19

Mimo Si Pembuat Onar

Oleh Nilam Pritami Nur Azizah

Suatu hari di sebuah hutan yang rimbun tinggallah seekor monyet yang bernama
Mimo. Diantara beberapa temannya Mimo adalah monyet yang sangat agresif, lincah,
jail dan suka membuat keributan kepada teman-temannya. Hampir semua menjauhi
Mimo karena mereka sudah bosan dengan perilakunya yang suka membuat keributan
dihutan setiap hari. Suatu hari Mimo sedang berjalan-jalan sambil memegang
perutnya yang tengah kelaparan dia mencari-cari makanan namun tidak dapat saat
itu, keadaan hutan sedang kemarau dan tumbuhan dihutan sedang kering tidak ada
tumbuhan yang berbuah. Suatu ketika Mimo melihat kebun yang berisi berbagai
macam buah-buahan dan sayur-sayuran yang banyak hampir semua macam buah
dan sayur ada dikebun itu. Mimo berinisiatif ingin mengambil buah-buah yang ada
dikebun itu tanpa sepengetahuan pemiliknya secara diam-diam karena perutnya
sudah lapar seharian belum makan Mimo tanpa berpikir panjang mengendap-
ngendap mencuri buah pisang yang ada dikebun itu. Lalu keesokan harinya pemilik
kebun Bu Kelinci yang akrab dipanggil Buci itu memeriksa kebunnya yang sudah 2 hari
tidak dilihatnya sekaligus ingin memanen beberapa buah yang sudah matang. Buci
kaget saat melihat buah-buah yang ada dikebunnya sudah habis tidak tersisa “ lho
kemana semua buah-buahku ini kok tiba-tiba habis padahal 2 hari lalu masih ada”.

20

Kata Buci dalam hati. Lalu Buci memberitahu Pak kura yang akrab dipanggil Pakur
teman terdekat Buci mengenai kondisi kebunya saat itu. Buci sambil menangis
menceritakan semuanya karena itu adalah peserdiaan makanan dimasa kemarau ini.
Sampai suatu ketika cerita tersebut terdengar oleh Mimo yang kebetulan mendengar
berita itu tidak kehabisan akal Mimo membuat cerita palsu untuk menutupi
kesalahannya itu dengan menuduh Pakur yang mencuri semua buah-buah yang ada
dikebun Buci. Dengan menyebarkan gosip berita yang tidak benar Mimo
mengumpulkan teman-teman yang ada dihutan lalu memulai aksinya membuat berita
palsu “hey teman-teman kalian tahu nggak siapa yang mencuri buah buahan di kebun
Buci?” tanya Mimo kepada teman-temannya. “ belum tahu Mimo pelakunya” jawab
Keong mas. Kasian ya Buci padahal itu adalah persediaan makanan yang sudah
dipersiapkan sebelum musim kemarau datang” teman-teman di hutan merasa kasihan
kepada Buci. “ sudah-sudah aku tahu siapa pelakunya.” Jawab Mimo yang merasa tidak
bersalah. Emang siapa Mimo yang sudah mencuri buah-buahan di kebunya Buci?.
Tanya Gajah kepada Mimo. “Yang sebenarnya mencuri itu adalah teman terdekat Buci
yaitu Pakur.(Pak Kura).” Jawab Mimo dengan lantang dan keras. Hah…? kok bisa..?
bagaimana ceritanya sampai Pakur bisa mencuri dikebun Buci? Padahalkan Pakur
teman terdekatnya Buci.” Teman-teman dihutan bertanya- tanya tentang apa yang
dikatakan Mimo itu. “ Itu tidak mungkin Mimo aku tahu Buci dan Pakur sudah
berteman lama tidak mungkin Pakur pelakunya toh hubungan mereka baik-baik saja
sejak dahulu.” Jawab tegas Burung Jalak. “Nah justru itu teman terdekat adalah yang
mematikan.” Balas Mimo dengan meyakinkan teman-teman dihutan. “eh iya ya bisa
jadi orang terdekat yang tahu semuanyakan ya, benar juga yang dikatakan Mimo.”
Kata Semut merah.

Semua yang ada dihutan mulai memandang sinis Pakur dan tidak ingin berbicara
dengannya. “mengapa semua memandangku seperti itu ya? Apakah aku punya salah
kepada mereka?” kata Pakur dalam hati. Pakur yang saat itu belum menyadarinya
mengenai berita palsu yang dibuat Mimo itu masih bersikap biasa saja dan tak ingin
tahu mengapa mereka memandang sinis kepadanya. Sampai dirumah seperti biasa
Pakur mebersihkan rumahnya yang berantakan karena daun-daun jatuh berserakan
dihalamannya. Buci yang awalnya berhubungan baik dengan Pakur seketika marah
besar kepada Pakur karena telah mendengar berita yang dibuat Mimo itu. “Hey Pakur
kalau kamu ingin buah yang ada dikebunku bilang saja tidak usah mencuri dan
berpura-pura baik kepadaku selama ini!!!.” Kata Buci dengan nada tinggi hingga
menimbulkan suasana yang tegang.“ Apa yang kamu katakan Buci selama ini kita
berteman baik dan kamu tahu aku bagaimana orangnya bagaimana bisa kamu
menuduhku seperti itu tanpa bukti yang jelas.” Jawab Pakur dengan sabar. Itu buktinya
“Mimo melihatmu mencuri buah-buahan yang ada di kebunku.” Jawab Buci. Setelah
kejadian itu hubungan Pakur dan Buci menjadi renggang dan tidak saling menyapa
satu sama lain. Mimo terus menghasut Buci supaya membenci Pakur sehingga ia bisa
mengambil buah-buahan yang ada dikebunnya Buci. Suatu ketika tengah malam gelap
gulita Mimo merasa lapar sehingga ia berinisiatif untuk mencuri buah-buahan yang

21

ada di kebun Buci tanpa berpikir panjang dan ditengah malam pasti keadaan hutan
sepi dan yang lain sudah pada tidur, nah disitulah rencana Mimo mulai beraksi. Ketika
itu Pakur juga sudah berencana untuk menjebak Mimo yang sudah membuat cerita
buruk tentang dirinya sehingga dibenci semua penduduk dihutan dan Buci. Pada saat
Mimo sedang asyik makan buah Pakur memergokinya “ Hey Mimo sedang apa kau
disini?” tanya Pakur. “E …e…. akuu… lagi bersih –bersih dikebun Buci” jawab Mimo
dengan rasa takut dan terbata-bata. “oh ternyata kamu ya pelakunya selama ini. Kamu
sudah membuat cerita buruk tentangku sehingga aku dibenci oleh semua penduduk
di hutan ini.” Pakur berbicara. Buci di dalam rumahnya yang tidak jauh dari kebun
mendengar suara keributan lalu Buci keluar dan mendapati Pakur dan Mimo saling
berbicara. “ Kalian sedang apa dikebunku? Dan mengapa buah-buahan habis?” tanya
Buci. “ Ini pelaku yang menghabisi semua buah-buahan yang ada di kebunmu Buci.”
Jawab Pakur. “Oh ternyata kamu Mimo yang sudah membuat cerita jelek tentang Pakur
sehingga hubungan kami menjadi tidak baik.” Kata Buci dengan penuh emosi. Seketika
itu Mimo langsung pergi lari dengan cepat.Ppada saat itu keadaan gelap gulita Mimo
terjebak diperangkap pemburu sehingga ia tidak bisa keluar dan akhirnya Mimo
dibawa Si Pemburu entah kemana semua penduduk hutan tidak mengetahuinya.
Dengan tidak adanya Mimo suasana di hutan kembali tentram, aman dan sejahtera.

22

Bahu-Membahu Cegah Virus Corona

Oleh Putri Larasati

Poster Cegah Virus Corona
Pada suatu hari, di sebuah desa terdapat Kepala Desa yang sangat bijaksana. Ia selalu
melakukan sosialisasi tentang virus yang saat ini sudah mendunia, yakni Virus Corona
atau Covid-19. Kepala Desa selalu menghimbau warganya untuk tetap di rumah jika
tidak memiliki kepentingan mendesak dan menjaga jarak dengan warga yang lain.
Keesokan harinya, Kepala Desa sedang melakukan pengecekan ke setiap rumah warga.
Tiba-tiba Bu Rahma selaku ketua PKK mendatangi Kepala Desa. “Pak, bagaimana ini
pak? Warga sangat mengeluh dengan pandemi ini”, kata Bu Rahma. “Ibu, virus ini
dapat dicegah dengan kita tetap di rumah, menjaga jarak, dan menjaga kesehatan kita.
Dan jangan lupa memakai maskernya, Bu!” jawab Kepala Desa. “Namun, persediaan
masker di apotek sudah habis. Kami takut terjangkit, Pak!” jawab Bu Rahma khawatir.
KDesa berpikir apa yang harus ia lakukan. Terlintas dipikirannya untuk membuat
masker kain. “Bu Rahma, saya punya ide. Bagaimana jika kita membuat masker dari
kain saja. Ibu sebagai ketua PKK di desa ini menghimbau anggota yang lain untuk
membuat masker kain. Nanti, alat dan bahan saya bisa siapkan”, jawab Kepala Desa
dengan tegas. Bu Rahma menyetujui hal tersebut, karena masker kain menggunakan
alat dan bahan yang mudah didapat. Pada hari Minggu pagi, Bu Rahma dan lima
orang anggota lainnya berkumpul di pendopo desa untuk membuat masker kain.
Setelah itu, Kepala Desa berterima kasih kepada Bu Rahma dan anggota lainnya yang
telah bersedia membantu menyediakan masker kepada warga-warga yang sulit
mendapatkan masker. Kepala Desa segera membagikan masker-masker tersebut ke
rumah-rumah warga yang dibantu oleh Pak Ego. Kepala Desa menghimbau untuk

23

pemakaian masker kain ini maksimal dipakai empat jam dan setelah dipakai harus
dicuci dengan sabun. Tak hanya itu, Kepala Desa juga melakukan penyemprotan
disinfektan setiap seminggu sekali di rumah-rumah warga. Dengan penyemprotan
disinfektan dapat mencegah Virus Corona. Hal-hal lain yang juga dihimbau oleh
Kepala Desa yaitu: tidak keluar rumah jika tidak mendesak, menjaga pola hidup sehat,
cuci tangan setelah memegang sesuatu, dan menjauhi tempat-tempat ramai. Dengan
itu, rantai penyebaran Virus Corona dapat diputuskan.

24

Pemburu Buaya

Oleh Natana Ainullah Naya

Pada zaman dahulu di suatu hutan Papua hidup seekor buaya. Buaya itu tinggal di
sungai seorang diri dan setiap hari buaya suka sekali bermain dengan kawan-
kawannya yaitu monyet kura-kura, kelinci, dan beruang. Permainan yang disukai buaya
dan teman-temannya yaitu petak umpet. Buaya sangat senang bermain dengan
teman-temannya sesekali buaya yang jaga dan terkadang juga kelinci, kura-kura,
monyet, beruang.

Pada saat buaya yang jaga dan teman-temannya sedang bersembunyi datanglah
seorang pemburu lalu buayapun terkejut dan berlari terbirit-birit sambil berteriak
memanggil teman-temannya. Pemburu pun kaget dan tidak sempat menangkap
buaya dan teman-teman buaya pun kaget karena buaya berlari terbirit-birit sambil
berteriak minta tolong. Setelah mendengar teriakan dari buaya teman-teman nya pun
bergegas keluar dan menghampiri buaya dan bertanya.

Kura-kura : kenapa?

Monyet : ada apa buaya.?

Kelinci : kamu kenapa buaya?

Buaya : itu……… ada…….e…..pem……bu….ru…!!!!! (buayapun menjawab dengan

terbata-bata dan raut muka yang begitu takut.)

Monyet : itu dimana pemburunya????

Kelinci : disana (sambil menunjuk ke arah barat)!!

Kura-kura : lebih baik kita lari dan bersembunyi besok kita bicarakan masalah ini.

Buaya : baiklah.

Akhirnya mereka semua pergi dan berlari dari sang pemburu. Keesokan
harinya mereka berkumpul dilapangan dan membahas apa yang terjadi kemarin.

Kura-kura : bagaimana pemburu itu datang??
25

Buaya : waktu itu ketika aku sedang menghitung dan kalian bersembunyi tiba-
tiba pemburu datang dari belakang sambil menatap diriku.
Kelinci : oh… begitu, makanya kamu kaget dan lari sambil berteriak.
Monyet : kalau begitu kita buat jebakan saja yaitu sebuah lubang dalam 2 meter
dan lubang itu ditutupi dengan ranting dan daun kering!!.
Kura-kura : bagus sekali di tersebut!! kalau kita nanti pancing pemburu itu ke daerah
lubang tersebut.
Buaya : baiklah Ayo kita buat rencana tersebut!!!
Dan akhirnya mereka melaksanakan rencana yang telah dipersiapkan dengan
membuat lubang jebakan. Setelah mempersiapkan lubang jebakan tersebut, lalu
buaya pergi memancing pemburu kearah daerah lubang jebakan yang telah dibuat.
Pemburu melihat buaya lalu mengejar buaya masuklah pemburu ke dalam lubang
perangkap. Rencana yang dibuat oleh mereka akhirnya sukses yang membuat
pemburu masuk ke dalam lubang jebakan. Keesokan harinya pemburu tidak kembali
ke hutan lagi, akhirnya buaya dan ketiga kawannya hidup tenang bahagia di dalam
hutan.

26

Surat Misterius

Oleh Novita Cindy Nuriyanto

Hari ini adalah hari Senin, hari di mana semua orang akan sibuk di awal minggu yang
baru. Bobi bangun dan bersiap untuk pergi ke sekolah seperti biasanya. Jarak
rumahnya ke sekolah dekat jadi ia dapat berangkat sendiri dengan menaiki sepeda
merahnya bersama teman – teman kompleks. Karena sudah kelas 6 SD, Bobi pulang
sekolah pukul 13.00. Ya, di jam yang sedang terik – teriknya matahari. Kebiasaan Bobi
setelah pulang sekolah adalah mengecek kotak surat yang ada di depan rumah untuk
memastikan apakah terdapat surat atau tidak. Hari ini terdapat 2 surat yang tergeletak
di dalamnya. Surat yang pertama adalah undangan pernikahan teman ayah dan surat
yang kedua adalah amplop tanpa nama pengirim. Sebelumnya Bobi tidak pernah
melihat surat tanpa nama pengirim seperti itu di kotak surat, jadi ia penasaran dan
membukanya. Surat itu berisikan secarik kertas yang dilipat bertuliskan “HALO”
dengan huruf yang tidak terlalu jelas dan kaku. “Ah, mungkin hanya orang iseng”, pikir
Bobi. Jadi, ia hanya menyimpan surat anonim tersebut di kamar tanpa
memberitahukan kepada ibunya.

Di hari selanjutnya, Bobi melakukan aktivitas pagi seperti biasa yaitu berangkat sekolah
bersama teman – teman naik sepeda kemudian pulang ke rumah dan tak lupa untuk
mengecek kotak surat yang terletak di depan rumahnya. Hari itu hanya terdapat satu
surat dan surat tersebut adalah surat tanpa nama pengirim lagi. Bobi membuka dan
membaca surat tersebut. Alangkah kagetnya ia bahwa surat itu bertuliskan “BOBI”
dengan gaya penulisan yang sama yaitu tidak terlalu jelas dan kaku. Bobi menoleh ke
kanan dan ke kiri celingukan untuk memastikan siapa pengirim surat tersebut namun
tidak ada seorang pun di sekitar rumahnya. Lalu ia lari masuk ke dalam rumah dan
memberitahukan kepada ibu bahwa ia mendapatkan surat misterius yang aneh
dengan nada ketakutan. Ibu pun membaca surat tersebut. “Bobi, bobi, kamu
itu kok lucu. Ini kan itu tulisan adikmu yang sedang belajar menulis.”, ucap ibu sambil
tertawa geli karena melihat Bobi ketakutan. Bobi pun terdiam bingung karena ternyata
surat misterius yang selama ini dia dapat adalah surat dari adiknya yang sedang belajar
menulis. “Hah, iya? Kok ibu tidak pernah bilang aku? Kan aku kira ini surat dari
penguntit, bu.”, kata Bobi sedikit kesal. “Ya habis kamu tidak pernah bertanya? Ibu kira
kamu sudah tahu kalau itu tulisan adikmu.”, jelas ibu sambil menggeleng tertawa. “I –
iya juga, sih, bu”, ucap Bobi sambil tertawa malu karena menyadari ketakutannya akan
surat itu.

27

Tiga Gajah Kembar Belalai Ungu

Oleh Udiana Wahyu Annisa

Di suatu hari ada segerombol keluarga gajah dan 3 anak gajah, mereka sedang di
hutan mencari makanan. Si induk gajah dan si gajah jantan sedang berusaha mencari
makan untuk dirinya dan anaknya. Si induk gajah mempunyai anak 3. Diantaranya
namanya lala,lolo,dan lulu. Si induk gajah bernama gaga dan gajah jantan bernama
jaja. Mereka diwaktu pagi berbondong-bondong pergi bersama dihutan mencari
makan untuk menganjal perutnya yang kelaparan karena diwaktu malam mereka
sangat kelaparan dan tidak memiliki stok makanan . dan saat itu juga dihutan ada
pemburu dan saat itu juga angin begitu kencang dan hujan deras. Otomatis induk dan
jantan gajah tidak bisa mencari makan untuk dirinya dan anaknya. Dihari selanjutnya
waktu pagi mereka bersama-sama mencari makanan . saat keluarga gajah sedang
mencari makanan bertemulah dengan sungai ,sekalian deh si keluarga gajah mencari
minum. Selepas itu keluarga gajah sudah kenyang mereka kembali ke tempat dia
tinggal. Sudah sampailah ke tempat tinggal keluarga gajah , ibu gaga dan ayah jaja
berpikir untuk mencari stok makanan dan minum ,agar suatu saat jika terkena
ancaman hutan keluarga gajah tidak merasa kelaparan. Akan tetapi ditinggallah si
lala,lolo,lulu, karena ibu dan ayah gajah takut kalau si anaknya terkena musibah karena
seperti memiliki firasat ada pemburu di hutan. Nah, ayah dan ibu gajah menemukan
banyak makanan lalu dibawanya ketempat tinggal mereka, ayah gajah sedang mencari
minum, mereka membawa ember dari rumah. Beberapa hari itu juga ayah dan ibu
gajah menemukan ember ,entah darimana ember itu berasal ,kesempatan deh bisa
ambil air untuk keluarganya. Lalu mereka pulang bersama . sesampainya bertemu
lala,lolo,lulu, taunya mereka tertidur pulas. Induk gajah membangunkan dan
mengabari kalau sudah sampai. Malam sudah tiba keluarga gajah makan dengan
lahap. Lala bertanya “ ayah besok kita jalan jalan kehutan yuk ,lala baru ingin makan
buah nih sudah lama kita tidak makan buah” ayah menjawab:”oke kita besok mencari
buah di hutan, dan lihat kondisi hutan yaa”. 3 anak gajah menjawab:” horeeee senang
hatikuu besok jalan jalan mencari buah yeyyy”. Tengah malam tiba mereka sekeluarga
tertidur pulas karena besok akan jalan jalan di hutan mencari buah. Waktu
menunjukkan pagi hari mereka bergegas untuk mencari sungai untuk mandi. Setelah
itu keluarga gajah bergegas untuk jalan jalan menyusuri hutan mencari buah.
Diperjalanan mereka mendengarkan suara tembakan pemburu, keluarga gajah merasa
ketakutan. Mereka bersembunyi dibalik pohon dan batu yang amat besar. Untunglah
mereka selamat dari kejaran pemburu. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan
mencari buah. Si lulu berkata” kapan sih dapat buah, aaku gak sabar nihh ingin
merasakan buah”. Nah ibu gajah menjawab:” sabar lulu sebentar lagi kita akan
menemukan buah.” Nah beberapa menit perjalanan keluarga gajah menemukan
banyak buah diantaranya buah apel,buah jambu,dan buah jeruk. keluarga gajah
langsung mengambil dengan belalainya, karena lala,lolo,lulu belalainya masih kecil
mereka mengumpulkan buah dari bawah. Selepas itu mereka makan buah itu dibawah
pohon. Mereka haus , langsung lah lala,lolo,lulu mencari sungai terdekat. Tak lama
kemudian mereka menemukan buah yang menurutnya sangat unik warnanya pink

28

berbentuk seperti naga. Mereka pertama kali ketakutan tetapi, si lolo ingin tahu buah
apa itu dan langsung diambillah si lolo. Si lolo mencoba merasakan buah pertama kali
yang dikatakannya rasanya manis dan ada warnanya. Si lala dan si lulu masih belum
percaya kalau buah tersebut rasanya manis dan mengeluarkan warna ungu. Si lolo
makan terus hingga si lala dan si lulu merasa ingin mencobanya, tak lama kemudian si
lala dan lulu mengambil buah tersebut dan langsung dimakan. Lala berkata:” waww
super enakk buah ini, bawa yukk untuk ayah dan ibu”. Tak tersadar mereka bertiga
belalainya berwarna ungu . sesampainya tempat tersebut bertemu ayah dan ibu , si
lala,lolo,dan lulu merasa kekenyangan dan lupa mencari minum. Ayah dan ibu gajah
kaget melihat lala,lolo,lulu berbelalai ungu. Setelah itu mereka sekeluarga pulang dan
mereka tidur. Sampai pagi harinya belalai lala,lolo dan lulu masih berwarna ungu .
maka dari itu mereka dijuluki TIGA GAJAH KEMBAR BELALAI UNGU.

29


Click to View FlipBook Version