MAKALAH
PERENCANAAN MASTER PLAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH
SAKIT (SIMRS)
DISUSUN OLEH (ARS19002)
ANTASYA OKTAVIANA
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI RUMAH SAKIT PROGRAM SARJANA
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA
TAHUN 2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem Informasi dan teknologi informasi merupakan hal yang menjadi suatu
kebutuhan utama dalam segala bidang, banyak perusahaan berusaha untuk
mendapatkan sistem informasi yang terbaru untuk mendapatkan keunggulan
kompetitif meski harus mengeluarkan biaya yang besar. Pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi telah diterapkan dalam berbagai bidang usaha. Baik
perusahaan maupun instansi pemerintah mulai menerapkan penggunaan sistem
informasi dan teknologi informasi dengan tujuan peningkatan laba maupun
peningkatan pelayanan. Hal ini juga berlaku pada bisnis rumah sakit, semakin baik
pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi semakin membawa bisnis
tersebut ke posisi yang strategis. Perencanaan strategis sistem informasi bermanfaat
bagi rumah sakit untuk mencapai tujuan dalam arti visi dan misinya tercapai
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem yang
mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menentukan
strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit (Rahaju, dkk, 2013).
Rekam medis merupakan subsistem dari sistem informasi rumah sakit secara
keseluruhan yang memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan mutu dan
pelayanan di rumah sakit itu sendiri. Penyelenggaraan rekam medis yang dimulai
sejak pasien mendaftar, mendapatkan pelayanan kesehatan sampai keluar rumah sakit.
Penyelenggaraan rekam medis merupakan salah satu bentuk kegiatan yang
dilaksanakan guna mencapai pelayanan yang cepat, akurat, dan tepat sehingga
informasi yang dihasilkan lebih efektif dan efisien sehingga dibutuhkan manajemen
yang baik dan berkualitas (Silfani dan Achadi, 2014).
Untuk itu, sebelum mengimplementasikan SIMRS sebaiknya rumah sakit menyusun
perencanaan jangka panjang dalam bentuk master plan untuk menentukan langkah
strategis dalam implementasi SIMRS. Setiap metode pengadaan memiliki kelebihan
dan kelemahannya masing-masing, rumah sakit harus memiliki perencanaan matang
agar proses implementasi berjalan sesuai dengan harapan
2
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud master plan SIMRS?
2. Apa manfaat master plan SIMRS?
3. Bagaimana tahapan penyusunan IT master plan SIMRS?
4. Mengapa perlu adanya tenaga IT di rumah sakit?
5. Bagaimana strategi pengadaan SIMRS?
6. Apa saja goal SIMRS?
7. Apa kendala dalam membangun SIMRS?
C. Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud master plan SIMRS
2. Mengetahui apa saja manfaat master plan SIMRS
3. Mengetahui bagaimana tahapan menyusun IT master plan SIMRS
4. Mengetahui alasan perlunya adanya tenaga IT di rumah sakit
5. Mengetahui strategi pengadaan SIMRS
6. Mengetahui goal SIMRS
7. Mengetahui kedala membangun SIMRS
D. Manfaat
1. Mengetahui apa yang dimaksud master plan SIMRS
2. Mengetahui apa saja manfaat master plan SIMRS
3. Mengetahui bagaimana tahapan menyusun IT master plan SIMRS
4. Mengetahui alasan perlunya adanya tenaga IT di rumah sakit
5. Mengetahui strategi pengadaan SIMRS
6. Mengetahui goal SIMRS
7. Mengetahui kendala membangun SIMRS
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Master Plan SIMRS
Masterplan merupakan dokumen perencanaan tata ruang yang mengatur letak fasilitas
umum dan sosial sesuai dengan fungsi lahannya. Dalam melihat masa depan,
masterplan menjadi rencana induk pembangunan kawasan yang berangkat dari
potensi dan masalah yang saat ini masih dimiliki oleh kawasan. Rencana induk
mendasarkan diri pada visi kawasan yang mensejahterakan semua penghuninya, baik
secara lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
Masterplan merupakan rencana yang bersifat komprehensif (melingkupi semua hal).
mencakup infrastruktur, sirkulasi dan transportasi desa, alokasi ruang sesuai aktivitas,
jangka waktu implementasi, pendanaan, serta pihak-pihak yang terlibat.
Sedangkan SIMRS merupakan sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang
disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen rumah sakit mulai dari
pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien, medical record, apotek, gudang
farmasi, SIM RS juga menangani sistem komputerisasi baik hardware maupun
software rumah sakit meliputi, sistem jaringan komputer/internet rumah sakit,
website, billing sistem untuk pelayanan pasien dan perbaikan komputer/printer.
Sehingga yang dimaksud dengan master plan SIMRS adalah Dasar suatu strategi
Rumah Sakit dalam melakukan implementasi dan Membangun Teknologi Informasi
dimana kegiatannya akan memperhitungkan cost danbenefit yang dihasilkannya.
B. Manfaat master plan SIMRS
1. Menjadi dasar bagi perencanaan dalam investasi dan implementasi SIM RS
2. Mengurangi berbagai resiko yang mungkin timbul dalam implementasi SIM RS
3. Menjadi alat kontrol dan parameter yang efektif dalam implementasi SIM RS
C. Tahapan penyusunan IT master plan SIMRS
1. Memahami Visi dan Misi Rumah Sakit
2. Target dan tujuan yang akan dicapai Rumah Sakit dalam jangka waktu tertentu
3. Survey detail SIM RS di berbagai level
4. Penerjemahan hasil kebutuhan ke sistem dan teknologi (Software/Hardware)
5. Buat skala prioritas penerapan sistem informasi
6. Impelentasi Sistem Informasi
7. Maintenance Sistem Informasi
D. Alasan perlunya adanya tenaga IT di rumah sakit
Tidak dapat dipungkiri, saat ini sumber daya manusia di bidang teknologi informasi
juga dibutuhkan di rumah sakit, tidak hanya tenaga kesehatan dan tenaga administrasi.
Lebih lanjut pada Permenkes Nomor 82 tahun 2013 pasal 8 juga disebutkan
“Penyelenggaraan SIMRS harus dilakukan oleh unit kerja struktural atau fungsional
di dalam organisasi Rumah Sakit dengan sumber daya manusia yang kompeten dan
terlatih”. Ini berarti rumah sakit harus memiliki unit teknologi informasi dalam
4
struktrur organisasinya dan harus diisi oleh orang-orang yang kompeten baik dari latar
belakang pendidikan maupun pengalaman. Peran ahli teknologi informasi dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak dapat dikesampingkan lagi dan para
manajer rumah sakit harus tanggap akan hal ini. SDM yang kompeten dalam bidang
teknologi informasi khususnya sistem informasi kesehatan harus disiapkan rumah
sakit sebelum mengimplementasikan SIMRS.
E. Strategi pengadaan SIMRS
Hal yang umumnya menjadi hambatan bagi rumah sakit dalam implementasi SIMRS
adalah pendanaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa selain harus menyiapkan software
SIMRS, rumah sakit juga harus berinvestasi dalam bentuk hardware seperti terminal
komputer dan jaringan yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Rumah
sakit dapat melakukan pengadaan ini secara bertahap sesuai dengan kemampuan
rumah sakit.
Terkait dengan software SIMRS, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih oleh
rumah sakit. Pertama, menggunakan SIMRS GOS (Goes Open Source), sebuah sistem
informasi manajemen rumah sakit yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia dan dapat diperoleh secara gratis. Meskipun gratis, bukan berarti
rumah sakit dapat langsung mengimplementasikannya dengan mudah. SIMRS GOS
merupakan paket software yang sudah jadi dan belum tentu memiliki bisnis proses
yang identik dengan rumah sakit yang akan mengimplementasikan. Dibutuhkan
kustomisasi atau penyesuian sebelum SIMRS GOS diimplementasikan, dan tentunya
rumah sakit akan membutuhkan SDM yang kompeten dalam bidang sistem informasi
kesehatan.
Kedua, rumah sakit mengembangkan sendiri SIMRS sesuai dengan kebutuhan dan
proses bisnisnya masing-masing. Pengembangan dilakukan oleh unit teknologi
informasi yang sudah dibentuk dan diisi oleh SDM yang kompeten dalam
pengembangan program/ software.
Ketiga, jika rumah sakit tidak memiliki SDM yang kompeten dalam pengembangan
program/ software, rumah sakit dapat melakukan kerjasama operasional (KSO)
dengan pihak ke-3 yaitu vendor atau perusahaan sistem informasi. Model pengadaan
ini banyak diapakai oleh rumah sakit karena tidak dibutuhkan biaya besar untuk
pengadaan (pembayaran kepada vendor dalam bentuk royalti), tidak perlu
menyiapkan SDM yang kompeten dalam bidang teknologi informasi (karena sudah
disediakan oleh vendor), dan adanya garansi teknis 24 jam selama kontrak KSO
masih belum habis masanya. Namun bukan berarti sistem KSO ini tanpa kelemahan.
Beberapa kelemahannya diantaranya rumah sakit menjadi sangat bergantung kepada
vendor, semua data juga dikuasai oleh vendor, dan vendor punya nilai tawar yang
tinggi untuk terus meningkatkan tarif royaltinya.
5
F. Goal SIMRS
1. Pelayanan pasien lebih cepatPelaporan keuangan lebih cepat dan akurat
2. Mencegah kebocoran keuangan
3. Meningkatkan produktivitas Rumah Sakit
4. Meningkatkan efisiensi kerja karyawan
5. Kontrol terhadap stock obat dan alkes lebih terkendali
6. Layanan pembayaran Rawat Inap lebih baik
7. Memudahkan perhitungan pembagian komponen tarif (jasa sarana dan jasa
pelayanan)
8. Laporan pendapatan Rumah Sakit dapat disampaikan dengan cepat
G. Kendala membangun SIMRS
1. Sumber Daya Manusia tidak siap
2. Software tidak memenuhi requirement
3. RS tidak membatasi cakupan SIM
4. RS belum siap dalam perubahan prosedure
5. Hardware sudah kadaluarsa / tidak handal
6. Tidak ada layanan purna jual dari supplier Software dan Hardware
6
BAB III
PENUTUP
Master plan SIMRS adalah Dasar suatu strategi Rumah Sakit dalam melakukan implementasi
dan Membangun Teknologi Informasi dimana kegiatannya akan memperhitungkan cost
danbenefit yang dihasilkannya.
Dengan disusunnya master plan ini diharapkan dapat diimplementasikan dengan efektif dan
efesien sehingga pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat dapat terpenuhi. Hal-
hal lain yang belum termaktub dalam rencana induk ini dapat selalu dievaluasi dan
ditambahkan bersama, sesuai dengan kebutuhan di tingkat operasional
7
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto. 2006. Sistem Informasi Strategik Untuk Keunggulan Kompetitif. Yogyakarta: Andi.
C. Laudon, P. Jane Laudon, Kenneth. 2004. Management Information Systems. Pearson
International.
Oetomo, Budi Sutedjo Dharma, 2002, ”Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi”, Penerbit
And
https://mik.sv.ugm.ac.id/2019/07/17/simrs-dan-strategi-pengadaannya/
https://docuri.com/download/sim-rs-it-master-plan_59c1d7c2f581710b286722fb_pdf
https://www.masterplandesa.com/tentang-masterplan-desa.html
8