KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’aalamiin, Segala puji dan
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan
kepada Rasulullah SAW beserta keluarganya. Berkat
rahmat dan hidayah-Nya penyusun dapat
menyelesaikan tugas pembuatan modul yang berjudul
Kesetimbangan Kimia ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari modul ini
adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Media
Pembelajaran Kimia. Selain itu, modul ini juga
bertujuan untuk membantu para peserta didik belajar
secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik
(yang minimal).Pembahasan yang akan disampaikan
pun disertai dengan soal-soal yang dapat digunakan
untuk mengukur tingkat ketercapaian dan ketuntasan.
i
Penyusun menyadari bahwa di dalam
pembuatan modul masih banyak kekurangan, untuk
itu penyusun sangat membuka saran dan kritik yang
sifatnya membangun.Mudah-mudahan modul ini
memberikan manfaat.
Medan, 22 Maret 2001
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR………………………………….i
DAFTAR ISI…………………………………………...ii
KESETIMBANGAN KIMIA
A. Konsep Kesetimbangan........................................2
B. Hukum Kesetimbangan dan Tetapan
Kesetimbangan………………………………….7
C. Manfaat Tetapan
Kesetimbangan………………………………...11
D. Pergeseran Kesetimbangan……………………13
E. Kesetimbangan Kimia dalam Integrasi Nilai
Keislaman……………………………………...15
GLOSARIUM…………………………………….......19
RANGKUMAN……………………………………….21
SOAL LATIHAN……………………………………..23
DAFTAR PUSTAKA………………………………...31
iii
KESETIMBANGAN
KIMIA
Tahukah kalian tentang kesetimbangan?Coba
kalian simpan air di dalam ebuah botol terbuka dan
botol tertutup.Apa yang terjadi beberapa hari
kemudian? Air di dalam botol terbuka tampak
berkurang, sedangkan air dalam botol yang tertutup
relative tetap.Mengapa demikian? Kalian tahu bahwa
pada suhu tertentu air akan berubah menjadi uap air
(menguap). Uap air ini kemudian berubah menjadi uap
air (mengembun). Di dalam botol terbuka, air yang
menguap akan keluar dari botol sehingga jumlah air di
1
dalam botol akan berkurang. Sebaliknya, air yang
menguap di dalam botol tertutup akan mengembun
dan mengalir kembali ke dalam botol sehingga jumlah
air tidak berkurang.
Pada botol tertutup terjadi proses penguapan dan
juga pengembunan air. Jika proses tersebut
berlangsung dengan laju yang sama, sepertinya tidak
ada yang berubah sehingga jumlah air relative tetap.
Itulah yang disebut dengan kesetimbangan. Proses
penguapan dan pengembunan tersebut berlangsung
terus-menerus sehingga dikatakan sebagai
kesetimbangan dinamis.
A. Konsep Kesetimbangan
Hanya sedikit reaksi kimia yang berlangsung
satu arah.Kebanyakan merupakan reaksi reversible.
Pada awal proses reversible, reaksi berlangsung maju
ke arah pembentukan produk. Segera setelah
beberapa molekul produk terbentuk.Bila laju reaksi
maju dan reaksi balik sama besar dan konsentrasi
reaktan dan produk tidak lagi berubah seiring
2
berjalannya waktu, maka tercapailah kesetimbangan
kimia (chemical equilibrium).
1) Reaksi Tidak Dapat Balik dan Reaksi dapat
Balik
Berdasarkan arahnya, reaksi dapat dibedakan
menjadi reaksi tidak dapat balik (irreversible/ satu
arah) dan reaksi dapat balik (reversibel/ dua
arah).Pada reaksi tidak dapat balik, hasil reaksi tidak
dapat diubah lagi menjadi zat pereaksi. Misalnya, pada
reaksi pembakaran kayu atau proses pengkaratan besi.
Abu atau arang hasil pembakaran tidak dapat diubah
kembali menjadi kayu seperti semula. Di lain pihak, ada
reaksi dapat balik, yaitu reaksi yang berlangsung dalam
dua arah. Artinya, zat-zat hasil reaksi dapat bereaksi
kembali membentuk zat pereaksi.Sebagai contoh,
reaksi antara timbal (II) sulfat dengan natrium iodida.
Jika serbuk timbal (II) sulfat direaksikan dengan
larutan natrium iodida, terbentuk endapan
kuning dari timbal (II) iodida:
3
PbSO4 (s) + 2 NaI (aq) PbI2 (s) + Na2SO4 (aq)
Sebaliknya, bila endapan timbal (II) iodida
direaksikan dengan larutan natrium sulfat ,
maka akan terbentuk kembali endapan timbal
(II) sulfat yang berwarna putih:
PbI2 (s) + Na2SO4 (aq) PbSO4 (s) + 2 NaI (aq)
Kedua reaksi tersebut dapat digabungkan
sebagai berikut :
PbSO4 (s) + 2NaI (aq) PbI2 (s) + Na2SO4 (aq)
Penulisan reaksi bolak balik ditandai dengan
dua panah yang arahnya berlawanan. Dengan
demikian, pada reaksi tersebut terjadi proses
kesetimbangan dinamis, yaitu proses bolak balik yang
lajunya sama untuk kedua arah.
2) Kesetimbangan Dinamis
Suatu reaksi kesetimbangan tidaklah statis,
melainkan bersifat dinamis. Artinya, secara
4
makroskopis reaksi berlangsung terus menerus dalam
dua arah dengan laju yang sama. Karena laju
pembentukan zat ke ruas kanan sama dengan laju
pembentukan zat ke ruas kiri, maka pada keadaan
setimbang jumlah masingmasing zat tidak lagi
berubah, sehingga reaksi tersebut dianggap telah
selesai. Berlangsungnya suatu reaksi secara
makroskopis dapat dilihat dari perubahan suhu,
tekanan, konsentrasi, atau warnanya; sementara
perubahan dalam skala mikroskopis atau molekul tidak
dapat teramati.
3) Kesetimbangan Disosiasi
Disosiasi adalah peruraian zat menjadi zat lain
yang lebih sederhana. Disosiasi yang terjadi akibat
pemanasan disebut disosiasi termal. Disosiasi yang
berlangsung dalam ruang tertutup akan berakhir
dengan suatu kesetimbangan yang disebut
kesetimbangan disosiasi. Beberapa contoh
kesetimbangan disosiasi gas.
2NH3 (g) N2 (g) + 3H2 (g)
5
N2O3 (g) 2NO2 (g)
Besarnya fraksi zat yang terdisosiasi dinyatakan
dengan derajat disosiasi ( , yaitu perbandingan
antara jumlah zat yang terdisosiasi dengan jumlah zat
mula- mula.
mol zat terdissosiasi (terurai
= mol zat mula−mula
Harga adalah 0 < 1 < atau 0 < < 100%
4) Kesetimbangan Homogen dan Heterogen
a. Kesetimbangan Homogen
Kesetimbangan homogen adalah keadaan
kesetimbangan di mana reaktan dan produknya
berada dalam fase yang sama. Reaktan maupun
produk dapat berupa gas atau larutan.
Misalnya :
Kesetimbangan dalam sistem gas-gas.
2SO2 (g) + O2 (g) 2SO3 (g)
Kesetimbangan dalam sistem larutan-
larutan.
6
NH4OH (aq) NH4+ (aq) + OH- (aq)
b. Kesetimbangan Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah keadaan
kesetimbangan dimana reaktan dan produk
berada dalam fase yang berbeda.
Misalnya:
Kesetimbangan dalam sistem padat-gas.
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
Kesetimbangan dalam sistem padat-
larutan.
BaSO4 (s) Ba2+(aq) + SO42- (aq)
Kesetimbangan dalam sistem larutan-
padat- gas.
Ca(HCO3)2) (s) CaCO3 (s) + H2O (l) +
CO2(g)
B. Hukum Kesetimbangan dan
Tetapan Kesetimbangan (K)
Menurut hukum Cato Guldberg dan Waage :
“Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap,
maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi
dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa di
7
mana masing- masing konsentrasi itu dipangkatkan
dengan koefisien reaksinya adalah tetap.” Jika reaksi
kesetimbangan dinyatakan sebagai :
xA + yB ⇄ pC + Qd
maka hubungan antara konsentrasi pereaksi dan
produk reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut :
Q=
Dimana Q adalah quosien reaksi.Pada keadaan
setimbang, nilai Q adalah tetap dan inilah yang dikenal
sebagai tetapan kesetimbangan Kc (subscrib c
menyatakan konsentrasi). Jadi tetapan kesetimbangan
Kc dirumuskan sebagai berikut :
Kc= CpDq
AxBy
Zat-zat yang terdapat dalam kesetimbangan
berbentuk padat (s), larutan (aq), gas (g), dan cair
(l).Persamaan tetapan kesetimbangan hanya
mengandung komponen yang konsentrasi atau
8
tekanannya berubah selama reaksi berlangsung.Pada
zat padat murni atau zat cair murni, hal itu terjadi
dengan sangat lambat sehingga dapat diabaikan.Oleh
karena itu, yang dimasukkan dalam tetapan
kesetimbangan konsentrasi hanya zat-zat yang
berbentuk gas (g) dan larutan (aq) saja.Sementara zat-
zat yang berbentuk padat (s) dan cairanmurni (l)
tersebut tidak disertakan dalam persamaan tetapan
kesetimbangan.
Hubungan Ungkapan antara K,Kc ,Kp,dan Kx
Satuan konsentrasi yang biasa digunakan untuk
ungkapan tetapan kesetimbangan. Untuk larutan :
kemolaran atau fraksi mol. Untuk gas : tetapan parsial,
mol/liter,fraksi mol Untuk reaksi berikut:
aA(g) + bB(g) ⇄ cC(g) + dD(g)
Tetapan kesetimbangan dapat dinyatakan :
a. Konsentrasi […] Kc= CpDq
AxBy
b. Tekanan Parsial, p Kp = Pc c Pd d
Pa a Pb d
9
c. Fraksi Mol, x Xc c Xd d
Kx = Xa a Xb d
Hubungan antara Kc dan Kp pada reaksi di atas: Untuk
gas ideal berlaku hubungan
pv = nRT
p = RT dimana = C
p = CRT
Dengan memasukkan harga p pada persamaan Kp di
atas akan diperoleh :
Cc c Cd d
Kp = Ca a Cb d
Cc c Cd d( cd
Kp = Ca a Cb d( a
Kp = Kc .( (c d)-(a+b)
Kp = Kc .( n
Dimana n = (c+d)-(a+b); jumlah mol produk – jumlah
mol reaktan Jika n = 0, maka Kp = Kc.
Masing-masing komponen gas dalam reaksi di atas
memiliki tekanan parsial sebagai berikut:
10
pA =XA . ptotal
pB =XB . ptotal
pC =XC . ptotal
pD =XD . ptotal
Dengan demikian
Xc Ptot c Xd Ptot d
Kp = Xa Ptot a Xb Ptot d
Xc c Xd d(Ptot c d
Kp = Xa a Xb d(Ptot a
Kp = Kx .( (c d −(a b
Kp = Kc .( n
Di mana n = (c + d) – (a + b); Jumlah mol gas produk =
Jumlah mol gas reaktan. Jika n = 0, maka Kp = Kx
C. Manfaat Tetapan Kesetimbangan
Interprestasi Kualitatif
aA bB cC dD
produ
Perhatikan,perea si
Jika harga Kc besar, campuran kesetimbangan
hamper semuanya mengandung produk reaksi.Jika
11
harga Kc kecil, campuran kesetimbangan hamper
semuanya mengandung pereaksi.
Jika harga Kc antara 0,1 dan 10 campuran
kesetimbangan mengandung pereaksi.
Meramalkan Arah Reaksi
Contoh :N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Q=
Q disebut quosien reaksi atau hasil bagi dari
hasil kali produk reaksi dan hasil kali pereaksi diberi
pangkat dengan angka yang sama dengan koefisien
persamaan reaksi, dan harga ini tidak sama dengan K.
Jika Q > Kc, reaksi berlangsung ke kiri.
Jika Q < Kc, reaksi berlangsung kekanan.
Jika Q = Kc, campuran reaksi berada dalam keadaan
setimbang.
Menghitung Konsentrasi Kesetimbangan
Jika telah diketahui tetapan kesetimbangan,
konsentrasi zat- zat dalam campuran kesetimbangan
dapat dihitung.
12
Contoh : 2NH3 (g) pada suhu 250C,
Diketahui N2(g) + 3H2 (g)
Kc = 4,1 x 108
Hitung konsentrasi NH3 pada keadaan kesetimbangan
konsentrasi N2 dan H2masing-masing 0,010 M.
Jawab:
Kc =
= 4,1 x 108
[NH3]2 = (4,1 x 108) (0,010) (0,010)3
[NH3]2 = √
Konsentrasi NH3pada keadaan kesetimbangan 2,0 M.
D. Pergeseran Kesetimbangan
Asas Le Chateller
Pada dasarnya, suatu reaksi kesetimbangan
dapat digeser kearah kita kehendaki dengan cara
mengubah konsentrasi salah satu zat, dengan
mengubah suhu, dan dengan mengubah tekanan atau
volume gas. Seberapa besar pengaruh dari faktor-
faktor luar tersebut kesetimbangan, dapat diramalkan
13
berdasarkan pemahaman terhadap Asas Le Chateller
yang dikemukakan oleh Henry Louis Le Chatelier (1850-
1936) berikut:
“Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan
aksi (tindakan) tertentu, maka sistem itu akan
berubah sedemikan rupa sehingga pengaruh aksi
tersebut akan sekecil mungkin”.
Faktor- Faktor yang mempengaruhi kesetimbangan
Perubahan Konsentrasi
- Jika salah satu konsentrasi zat diperbesar,
reaksi akan bergeser dari arah zat tersebut.
- Jika salah satu konsentrasi zat diperkecil,
reaksi akan bergeser ke arah zat tersebut.
Perubahan Suhu
- Jika suhu dinaikkan, reaksi akan bergeser ke
arah reaksi endoterm.
- Jika suhu diturunkan, reaksi akan bergeser
ke arah reaksi eksoterm.
Peubahan Tekanan dan Volume
14
- Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil),
reaksi akan bergeser ke arah jumlah mol gas
yang lebih kecil.
- Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar),
reaksi akan bergeser ke arah jumlah mol gas
yang lebih besar.
E. Kesetimbangan Kimia dalam
Integrasi Nilai Keislaman
Kasmadi (2017) menuliskan buku berjudul
Pembelajaran Kimia Terintegrasikan Karakter
Religius.Buku tersebut berisi materi-materi kimia
kemudian dieksplorasi nilai- nilai religius (Islam) yang
relevan dengan materi kimia tersebut.Untuk
memperkuat adanya nilai-nilai religius dalam materi
kimia, maka penulis mencantumkan ayat-ayat al-Quran
yang relevan dengan nilai-nilai religiusnya.Namun
pengintegrasian nilai-nilai religius dalam pembelajaran
kimia masih terbatas dengan menyesuaikan nilai
religius dalam materi kimia dengan ayat-ayat al-
Qur’an.Metode demikian mengarah pada penafsiran
15
ayat-ayat al-Qur’an yang tidak merujuk kepada
metodologi para Mufassir dalam menafsirkan ayat-
ayat alQur’an.
Hal ini dikhawatirkan akan memungkinkan
menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an keluar dari kaidah
(prinsip-prinsip dalamIslam) atau terkesan kaidah
(prinsip-prinsip dalam Islam) tersebut di “paksakan”
bersesuaian dengan materi kimia. Contoh dalam hal ini
dapat dilihat pada materi kesetimbangan kimia yang
diarahkan oleh penulis kepada prinsip kesetimbangan
dunia-akhirat. Padahal kesetimbangan dunia-akhirat
dalam Islam tidak sama dengan kesetimbangan kimia.
Dalam Islam, akhirat lebih utama dari pada dunia. Hal
ini sesuai denganAl-Qur’an surat Al-An’am ayat 32
“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan
senda gurau.Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh
lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.Tidakkah
kamu mengerti?”(QS. Al-An’am : 32)
16
Al-Qur’an surat Al-An’kabut ayat 64
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan
permainan.Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah
kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka
mengetahui” (QS. Al-An’kabut : 64)
Al-Qur’an surat Ad-Duha ayat 4
"Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu
dari yang permulaan” (QS. Ad-Duha : 4)
Dan sabda nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan
oleh A-Tirmidzi yang artinya “bahwa seandainya dunia
ini sama nilainya dengan sayap nyamuk disisi Allah.
Niscaya Ia (Allah) tidak akan memberikan minum
orang kafir meskipun hanya seteguk air”. Disamping
17
itu pula, penyesuaian prinsip kimia dengan prinsip
dalam Islam akan memungkinkan terjadi kesalahan,
mengingat kebenaran dalam ilmu kimia bersifat relatif
atau berkembang, dapat benar pada saat ini bisa juga
salah karena ditemukan bukti-bukti ilmiah lainnya.
Sedangkan kebenaran Allah berupa al-Qur’an adalah
mutlak.
18
GLOSARIUM
Asas Le Chatelier :Jika suatu tekanan eksternal
diberikan pada sistem yang
berada pada kesetimbangan,
sistem akan menyesuaikan
suaikan tekanan bisa hilang.
Hukum : Dalam keadaan kesetim-
kesetimbangan
bangan pada suhu tetap, maka
hasil kali konsentrasi zat-zat hasil
reaksi dibagi denganhasil kali
konsentrasi pereaksi yang sisa di
mana masing- masing
konsentrasi itu
dipangkatkandengan koefisien
reaksinya adalah tetap.
Kesetimbangan : Keadaan sistem yang setimbang
Dinamis tetapi didalam- nya terjadi
perubahan yang terus menerus.
19
Kesetimbangan : Kesetimbangan yang
homogen semua zat pereaksi dan hasil
reaksiberfasa sama.
Kesetimbangan
heterogen :Kesetimbangan kimia yang fasa
zat-zat yang terlibat didalamnya
tidak sama.
Pergeseran : Perubahan dari keadaan
Kesetimbangan Setimbang semula keadaan yang
baru akibat adanya aksi atau
pengaruh dari luar.
Reaksi Reversible : Reaksi dapat balik, atau
dua arah.
Reaksi Irreversible :Reaksi tidak dapat balik,
atau satu arah.
Tekanan parsial : Tekanan yang diberikan
oleh suatu gas dalam
campurannyadengan gas- gas
lain.
20
RANGKUMAN
Konsep Kesetimbangan mencangkupi Reaksi
Tidak Dapat Balik dan Reaksi dapat Balik,
Kesetimbangan Dinamis, Kesetimbangan Disosiasi, dan
Kesetimbangan Homogen dan Heterogen.Pada Hukum
Kesetimbangan Menurut hukum Cato Guldberg dan
Waage: “Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap,
maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi
dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa di mana
masing- masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan
koefisien reaksinya adalah tetap.”
Tetapan Kesetimbangandirumuskan
Kc = CpDq
AxBy
Hubungan Ungkapan antara K,Kc ,Kp,dan Kx
Tekanan Parsial, p Pc c Pd d
fraksi mol,x Kp = Pa a Pb d
Xc c Xd d
Kx = Xa a Xb d
21
Kp = Kc .( (c d)-(a+b)
Kp = Kc .( n
Kp = Kx .( (c d −(a b
Kp = Kc .( n
Manfaat Tetapan Kesetimbangan diantaranya
adalah Interprestasi Kualitatif, Meramalkan Arah
Reaksi, dan Menghitung Konsentrasi
Kesetimbangan.Pergeseran Kesetimbangan
berdasarkan Asas Le Chateller.Faktor – faktor yang
mempengaruhi kesetimbangan adalah konstrasi, suhu,
volume dan tekanan.
Kesetimbangan Kimia dalam Integrasi Nilai
Keislaman Untuk memperkuat adanya nilai-nilai
religius dalam materi kimia, maka dicantumkan ayat-
ayat al-Quran yang relevan.pada materi
kesetimbangan kimia yang diarahkan oleh penulis
kepada prinsip kesetimbangan dunia-akhirat. Padahal
kesetimbangan dunia-akhirat dalam Islam tidak sama
dengan kesetimbangan kimia. Dalam Islam, akhirat
lebih utama dari pada dunia. Hal ini sesuai denganAl-
22
Qur’an surat Al-An’am ayat 32, Al-An’kabut ayat 64,
dan Ad-Duha ayat 4.
SOAL LATIHAN
Pilihan Berganda (A,B,C,D dan E)
1) Suatu reaksi berada dalam keadaan setimbang
apabila…
A. Reaksi ke kanan dan kiri telah berhenti
B. Mol pereaksi selalu sama dengan mol hasil
reaksi
C. Laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik
D. Volume zat pereaksi sama dengan volume
zat hasil reaksi
E. Konsentrasi zat pereaksi sama dengan
konsentrasi zat hasil reaksi
2) Reaksi kimia yang telah mencapai
kesetimbangan mempunyai ciri-ciri….
A. Reaksi dapat balik
B. Terjadi dalam ruang terbuka
C. Reaksi berlangsung secara makroskopis
23
D. Kecepatan reaksi maju sama dengan
kecepatan reaksi balik
E. Reaksi maju menyebabkan konsentrasi
pereaksi naik
3) Suatu campuran gas yang terdiri atas SO3, SO2,
dan O2 berada dalam kesetimbangan pada
suhu tertentu. Campuran gas ini kemudian
dimampatkan pada suhu tetap. Pada
pemampatan ini…
A. Jumlah mol SO3 bertambah
B. Jumlah mol SO2 bertambah
C. Jumlah mol O2 bertambah
D. Jumlah mol SO2 dan O2 bertambah
E. Tidak terjadi perubahan jumlah mol total dari
zat-zat dia atas
4) Ketika gas-gas penyusun kesetimbangan
dicampur, gas yang berperan sebagai reaktan
jumlahnya bertambah. Pada kondisi ini
berarti ....
A.Qc = Kc
24
B. wadah bocor sehingga produk keluar
C. Qc< Kc
D. sistem terkontaminasi atmosfer
E. Qc> Kc
5) Reaksi kesetimbangan berikut: CaCO3(s) CaO(s)
+CO2(g) Harga tetapan kesetimbangan K bagi reaksi
tersebut adalah…
A. Ca C
CaC
B. [CaO][CO2]
C. [CO2]
D
E. [CaCO3]
6) Pada suhu 300 K ke dalam wadah bervolume 2
L dimasukkan 0,1 mol N2 dan 0,1 mol Cl2
berdasarkan reaksi berikut:
H2(g)+Cl2(g)⇌2HCl(g)
Jika harga tetapan kesetimbangan KC=16. Maka
jumlah mol dari gas HCl yang diperoleh
adalah…
25
A. 0.07 mol
B. 0,09 mol
C. 0,13 mol
D. 0,16 mol
E. 0,18 mol
7) Dalam suatu bejana yang bervolume 1 liter,
4mol gas NO2 membentuk kesetimbangan
sebagai berikut:
2NO2(g) ® 2NO + O2(g) Dalam keadaan
setimbang pada suhu tetap, terbentuk 1 mol
O2. Tetapan kesetimbangan Kc adalah…
A. 0,5
B. 1
C. 1,5
D. 2
E. 4
8) Pada pembuatan H2SO4 dalam industri, gas
SO3 diperoleh dari reaksi: 2SO2(g) + O2 2SO3
Pada suhu 400 reaksi di atas menggunakan
26
katalis… 2SO3 2SO2(g) + O2 2SO3(g) 2SO2(g) +
O2(g)
A. Fe2O3
B. V2O5
C. MnO2
D. N2O
E. NO2
9) Diketahui reaksi kesetimbangan: ∆H=+189kJ
Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah
X. apabila pada volume tetap, suhu dinaikkan
maka reaksi kesetimbanngan bergeser….
A. Ke kanan , dan harga K bertambah besar
B. Ke kiri, dan harga K bertambah besar
C. Ke kanan, dan harga K bertambah kecil
D. Ke kiri, dan harga K bertambah kecil
E. Ke kanan, dan K tetap
10) Sebanyak 10 mol gas N2 dicampurkan dengan
40 mol gas H2 dalam ruangan 1L kemudian
dipanaskan pada suhu 600°K, sebagian bereaksi
27
membentuk NH3, menurut reaksi: N2 + 3H2
2NH3(g) Jika jumlah mol gas pada keadaan
setimbang 40 mol, maka jumlah mol NH3 yang
terbentuk adalah….mol
A. 5
B. 10
C. 15
D. 20
E. 25
11) Dalam wadah 1 liter, direaksikan 1 mol A dan 1
mol B menurut reaksi: A(g) + B(g) C(g)+ D(g)
Bila pada kesetimbangan didapatkan 0,25 mol
A, maka tetapan kesetimbangan Kc pada suhu
tetap adalah…
A. 0,25
B. 0,5
C. 0,75
D. 7,6
E. 9
28
Essay
12) Reaksi kesetimbangan:
2SO2(g) + O2 2SO3
Mula-mula dalam volume 1 liter direaksikan 0,5
mol O2. Pada saat SO2 yang tersisa 0,1 mol
kesetimbangan tercapai. Berapa harga
konstanta kesetimbangan reaksi tersebut?
13) Sejumlah gas PCl5 ditempatkan dalam suatu
wadah ukuran 1 L pada suhu 200 ºC. Jika derajat
disosiasinya 0,574 dan tekanan total 0,5 atm,
maka hitung berapa Kp-nya?
14) Terangkan bagaimana keadaan produk reaksi di
bawah ini jika tekanan dinaikkan!
a. N2 (g) + 2O2 (g) NO2
b. 2CO2 (g) 2CO (g) + O2 (g)
c. 4HCl (g) + O2 (g) 2Cl2 (g) + 2H2O (g)
d. 2NH3 (g) 3H2 (g) + N2 (g)
15) Pada temperatur 430°C, tetapan
kesetimbangan Kc untuk reaksi H2(g) + I2(g)
29
⇌2HI(g) adalah 54,3. Diketahui pada
eksperimen dengan temperatur yang sama,
konsentrasi awal H2, I2, dan HI berturut-turut
adalah 0,00623 M, 0,00414 M, dan 0,0224 M.
Hitunglah konsentrasi masing-masing spesi
pada keadaan setimbang.
30
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad, Hiskia. 1992. Wujud Zat dan Kesetimbangan
Kimia. Bandung: PT. Citra Aditya
Bakti.Priambodo, Erhan, dkk. 2009. Aktif Belajar
Kimia Untuk SMA & MA Kelas XI. Jakarta: CV.
Mediatama.
Suherti, Eti. 2016. Guru Pembelajar Modul Paket
Keahlian Kimia Kesehatan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Diakses pada tanggal 15 Maret
2021 https://docplayer.info/162019186-Guru-
pembelajar-modul-paket-keahlian-kimia-
Suwardi, dkk. 2009. Panduan Pembelajaran Kimia XI
Untuk SMA & MA.Jakarta: CV.Karya Mandiri
Nusantara.
Komarudin, Omang. 2015. Big Book Kimia SMA kelas
1,2 dan 3.Jakarta: CMediaPermana.
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia SMA/MA Kelas
XI Semester 1 dan 2, Program Ilmu Pengetahuan
Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan
DepartemenPendidikan Nasional.
31
Raymond Chang, 2002, Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid,
2, Jakarta: Erlangga.
Septinawati, Farida. 2019. Pengembangan Modul Kimia
Berbasis Unityof Sciences dan Multi Level
Representasi Pada Materi Kesetimbangan Kimia
di SMA N2. Semarang.Diakses pada tanggal
15Maret 2001
http://eprints.walisongo.ac.id/9912/1/Skripsi%20
Revisi%20Fix.pdf
Fakhry As. Bab VI Keseimbangan Kimia. Diakes pada
tanggal 15 maret 2021
https://www.academia.edu/32585061/KESETIM
BANGAN_KIMIA
Rahayu, Nurhayati, dkk. 2010. Super Lengkap Kimia
SMA.Jakarta: Gagas Media.
Tim Dosen kimia Dasar. 2016. Buku Ajar Kimia Dasar.
Jurusan Kimia FMIPA: Universitas Tadulako.
Agustin, Wikke Yorita,dkk. 2018. Smart Book Kimia
SMA/MA kelas X, XI, XII. Jakarta: Grasindo.
https://docplayer.info/69971244-Soal-soal
kesetimbangan-kimia.htmlDiakses pada tanggal 15
Maret 2021 pukul 20.00.
32
https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-
penilaian-akhir-semester-pas-kelas-11-sma-ipaDiakses
pada tanggal 15 Maret 2021 pukul 20.30wib
https://www.studiobelajar.com/kesetimbangan-
kimia/Diakses pada tanggal 19 Maret 2021 pukul 21.00
wib
https://www.wardayacollege.com/belajarkimia/larutan
/kesetimbangan-kimia/kesetimbangan-kimiaDiakses
pada tanggal 19 Maret 2021 pukul 21.23 wib
https://quizizz.com/admin/quiz/5e7576c9ca04cc00205
5b3d7/kesetimbangan-kimiaDiakses pada tanggal 20
Maret 2021 pukul 20.00 wib
https://www.slideshare.net/deviemita/kesetimbangan-
kimia2Diakses pada tanggal 20 Maret 2021 pukul 21.00
wib
https://adoc.pub/kesetimbangan-kimia-soal-dan-
pembahasan.htmlDiakses pada tanggal 21 Maret 2021
pukul 21.30 wib
https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-tka-
utbk-2021-kimiaDiakses pada tanggal 21 Maret 2021
pukul 22.00 wib
33
Biodata
penulis
Syarafina Hasibuan adalah penulis modul
pembelajaran kesetimbangan kimia ini.
Lahir pada tanggal 21 maret 2001 di
Rantau Prapat Provinsi Sumatera Utara.
Penulis merupakan anak 1 dari 2
bersaudara. Dari pasangan Agusnen
Hasibuan dan Rosmazetri. Alamat penulis
berada di Dusun Lestari Desa Kampung
Padang Kecamatan, Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu
Provinsi Sumatera Utara Indonesia.
Penulis pertama kali masuk pendidikan di SD Negeri 112199
kampung padang pada tahun 2007 dan tamat pada tahun 2013.
Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke
Pondok Pesantren Arraudlatul Hasanah Medan selama 6 tahun
untuk tingkat MTS dan MA dan tamat pada tahun 2019. Pada
tahun yang sama penulis terdaftar sebagai mahasiswa UIN
Walisongo Semarang fakultas Sains dan Teknologi Jurusan
Pendidikan Kimia hingga saat ini.
Motto Hidup : (jarrib wa la khidz takun 'arifan)
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kamu jadi orang
yang tahu.
34
35