K 2ELOMPOK
LKPD
OPTIK
Penyusun : 1. Lidya Uci A.Nababan (4202421021)
2. Mutia Fadilla (4203121019)
3. Siti Fahrani (4201121008)
4. Wahida Sukarto (22PMM263)
NAMA :
KELAS :
NO. ABSEN :
Dosen Pengampu : Mukti Hamjah Harahap, S.Si., M.Si
Satria Mihardi, S.Pd., M.Pd
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perkenanNya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) ini. Penulis ingin menulis sebuah buku yang dapat digunakan
untuk pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini berisi tentang materi optik.
Dengan adanya LKPD ini, diharapkan para peserta didik dapat
memahami materi yang telah disampaikan pada LKPD ini. Dalam
LKPD ini disajikan beberapa materi untuk menuntun siswa dalam
melakukan kegiatan praktikum berupa eksperimen dan
pengamatannya serta adanya latihan soal untuk dapat mengasah
kemampuannya dalam menganalisis.
Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih dan selamat
menggunakan buku ini. Penulis mengharapkan adanya kritik dan
saran dari Bapak/Ibu guru dan Siswa yang telah membantu atau
mendukung dalam pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
ini.
Medan,12 September 2022
Kelompok 2
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................ 2
DAFTAR ISI..............................................................................3
BAB I OPTIK............................................................................4
KEGIATAN 1............................................................................9
KEGIATAN 2..........................................................................13
KEGIATAN 3..........................................................................17
KEGIATAN 4..........................................................................22
DAFTAR PUSTAKA...............................................................26
4
BAB I
OPTIK
Kompetensi Dasar
1.1 Menganalisi cara kerja alat optik menggunakan sifat pemantulan
dan pembiasan cahayaoleh cermin dan lensa
1.2 Membuat Karya yang menerapakan prinsip pemantulan dan/atau
pembiasan pada cermin dan lensa
Indikator
2.1 Merancang percobaan pemantulan pada cermin datar
2.2 Mempresentasikan Percobaan Pemantulan pada cermin datar
2.3 Menggambarkan pembentukan bayangan pada cermin cekung
2.4 Membuktikan Persamaan Dalil Esbach pada cermin cekung
2.5 Menganalisis hubungan antara posisi benda dengan sifat bayangan
yang terbentuk pada Cermin cekung.
2.6 Mendefinisikan pengertian jarak fokus lensa dan kekuatan lensa
pada lensa cembung
2.7 Menganalisis pengaruh besarnya nilai So (jarak benda) terhadap
besarnya nilai Si (jarak bayangan) pada lensa cembung
2.8 Menganalisis hubungan antara jarak titik fokus dengan kuat lensa
pada lensa cembung
2.9 Menentukan bagian-bagian mata manusia
2.10 Menentukan fungsi bagian-bagian mata manusia
2.11 Menggambarkan pembentukan bayangan pada mata
5
LANDASAN TEORI
ALAT OPTIK
Alat optik adalah alat-alat yang menggunakan lensa dan/atau cermin untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya yaitu
dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan, cahaya tersebut digunakan untuk melihat. Selain dari mata kita, alat-alat
optik digunakan bersamaan dengan mata kita, bisa juga untuk membantu kita melihat ataupun membutuhkan
mata kita untuk menggunakannya.
MACAM-MACAM ALAT OPTIK
Alat optik terdiri dari dua macam: alat optik alamiah dan alat optik buatan. Alat optik alamiah tentu saja adalah
mata kita, sedangkan alat optik buatan adalah alat-alat optik yang dibuat oleh manusia seperti kaca mata, kamera,
lup/kaca pembesar, mikroskop, periskop, teropong, proyektor dan masih banyak lagi.
1. MATA
Mata berfungsi dengan cara menerima, memfokuskan, dan mentransmisikan cahaya melalui lensa mata yang
menghasilkan bayangan objek yang kemudian ditangkap oleh retina mata. Bayangan objek yang ditangkap
retina tersebut kemudian dikirmkan ke otak melalui saraf optik untuk kemudian diolah menjadi gambar yang
mampu kita lihat secara nyata. Mata hampir berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2,5 cm dan dibungkus
cangkang (sclera) berwarna putih yang keras sebagai pelindung.
Gambar Penampang sebuah mata
6
2. KACA MATA Gambar Ilustrasi penggunaan lensa
pada penderita rabun
Kacamata merupakan alat optik yang digunakan
untuk membantu melihat pada orang yang
memiliki cacat mata, baik itu rabun jauh, rabun
dekat, ataupun mata silindris. Kacamata terdiri
dari lensa (tergantung jenis cacat matanya), frame
atau kerangka yang menyangga lensa. Kacamata
berfungsi dengan cara mengatur bayangan agar
jatuh tepat di retina, dengan cara menjauhkan titik
jatuh bayangan pada penderita rabun jauh dan
mendekatkan titik jatuh bayangan pada penderita
rabun dekat.
3. KAMERA
Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Ada dua jenis kamera yang umum dikenal, yaitu kamera
digital dan kamera analog. Saat ini yang akan dibahas adalah kamera analog. Cara kerja kamera hampir sama
dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian ditangkap oleh retina yang
merupakan film pada kamera. Rumus untuk mencari titik fokus pada lensa kamera sama seperti yang kita
gunakan pada lensa (kacamata) diatas. Kamera terdiri atas sebuah lensa cembung, diafragma, dan film. Lensa
pada kamera dapat diubah-ubah letaknya sedemikian agar bayangan yang dibentuk lensa selalu terletak tepat
pada film. Sifat bayangan yang dibentuk kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
Gambar pembentukan bayangan pada kamera analog
4. LUP
Lup atau kaca pembesar hanya terdiri dari satu lensa positif dan berfungsi untuk memperbesar ukuran
bayangan yang terbentuk di retina. Lup sebenarnya merupakan lensa cembung yang diletakkan antara mata
dengan benda yang akan diamti. Lup banyak digunakan oleh tukang arloji untuk melihat
komponen komponen arloji yang berukuran kecil. Ada 2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan mata
berakomodasi dan dengan mata tak berakomodasi.
Gambar Pengamatan memakai lup untuk mata berakomodasi
7
5. MIKROSKOP
Mikroskop merupakan alat optik untuk melihat benda-benda kecil dengan perbesaran yang lebih besar dari
perbesaran lup (dapat mencapai lebih dari 100 kali lipat dari besar benda). Mikroskop pertama kali ditemukan
oleh Zacharias Janssen dari Belanda pada tahun 1590. Mikroskop terdiri dari 2 lensa. Lensa pertama
dinamakan lensa obyektif yang diletakkan sekat dengan benda yang akan diamati. Sedangkan lensa kedua
yang diletakkan dekat dengan mata pengamat dinamakan lensa okuler. Lensa okuler bertindak sebagai lup.
Ada dua cara dalam menggunakan mikroskop, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata
tak berakomodasi.
Gambar Pembentukan bayangan mikroskop untuk mata berakomodasi
6. PERISKOP
Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut
tertentu. Bentuknya sederhana, yaitu berupa tabung yang dilengkapi dengan cermin/prisma pada ujung-
ujungnya. Prisma ini akan memantulkan cahaya yang datar sejajar padanya, kemudian diatur sedemikian rupa
sehingga membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu tabung. Periskop digunakan pada tank dan kapal
selam. Para navigator kapal di kapal selam memanfaatkan periskop untuk mengamati gerak-gerik yang terjadi
di permukaan laut. Ketika kita melihat ujung bawah, cahaya sejajar masuk lewat ujung atas mengenai cermin,
oleh cermin akan dipantulkan membentuk sudut 45 derajat ke cermin bawah yang juga membentuk 45
derajat. Sinar-sinar pantul sejajar tadi akan dipantulkan kembali ke mata kita yang melihat dari ujung bawah
sehingga kamu dapat melihat benda-benda yang berada di ujung atas. Prinsip kerja Periskop yaitu cahaya dari
benda akan masuk secara horizontal kemudian turun dan mengarah ke mata pengamat secara horizontal juga.
Bagian periskop yang berada diatas permukaan air haruslah tidak menarik perhatian atau mencolok. Oleh
karena itu, pipa periskop dibuat dengan bentuk panjang menyempit dan kecil.
Gambar Periskop sederhana menggunakan cermin dan lensa
8
7. TEROPONG
Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh
sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong berfungsi mendekatkan benda ke mata kita. Ada dua
jenis teropong, yaitu:
1.Teropong bias yang terdiri dari beberapa lensa untuk membiaskan sinar yang datang dari benda.
Beberapa contoh teropong bias yaitu Teropong bintang, teropong bumi, teropong prisma, teropong
panggung.
2.Teropong pantul yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa sebagai pemantul dan pembias sinar datang.
Gambar Pembentukan bayangan pada teropong bintang
8. PROYEKTOR
Proyektor adalah sebuah perangkat optik yang memproyeksikan gambar atau gambar bergerak pada sebuah
permukaan datar, biasanya sebuah layar putih atau dinding putih. Kebanyakan proyektor membuat gambar
dengan cara menyinari objek melalui lensa transparan kecil, namun proyektor sekarang dapat
memproyeksikan gambar secara langsung, dengan menggunakan laser. Ada beberapa jenis proyektor, yaitu:
Slide Projector (Proyektor Slide), Overhead Projector (OHP) dan Digital Projector (CRT Projector, LCD
Projector, DLP Projector, LCoS Projector dan LED Projector).
9
KEGIATAN 1
Judul Praktikum
Pembentukan Bayangan Pada Cermin datar
Indikator
2.1 Merancang percobaan pemantulan pada cermin datar
2.2 Mempresentasikan Percobaan Pemantulan pada cermin datar
Tujuan Praktikum
3.1 Peserta didik mampu merancang percobaan pemantulan pada
cermin datar
3.2 Peserta didik mampu mempresentasikan percobaan
pemantulanpada cermin datar
10
A. Pengujian Masalah
Pernahkah kamu bercermin? Pada cermin kamu dapat melihat
bayangan dirimu dan bayangan benda-benda lain. Cermin besifat
memantulkan cahaya secara teratur karena permukaannya bersifat rata
dan bening. Bagaimana pada cermin datar terbentuk?
Sinar datar datang yang mengenai cermin datar akan dipantulkan. Jika
sinar datang tegak lurus terhadap cermin akan dipantulkan tegak lurus
cermin. Pada gambar terlihat bahwa bayangan pada cermin datar
merupakan perpanjangan sinar-sinar pantulnya. Ketika bercermin, kamu
dapat melihat bayangan kamu seoalah-olah ada dibelakang cermin.
Namun sebenarnya, bayanganmu tidak dibelakang cermin. Bayangan
yang seperti ini dinamakan bayangan maya.
Perhatikan kembali ketika kamu sedang berermin. Ternyata bayangan
yang dibentuk oleh cermin dikembalikan denagan keadaan sebenarnya.
Misalnya tanagn kananmu yang sedang memegang sisir menjadi tangan
kiri pada bayangan dan sebaliknya. Dapatkah kamu menjelaskan mengapa
terjadi demikian.
B. Alat dan Bahan
1. Cermin datar 2 buah
2. Lilin
3. Busur derajat
11
C. Prosedur Kerja
1. Bacalah langkah kerja dengan cermat
2. Letakkan dua buah cermin datar secara berdampingan dan letakkan lilin
di hadapan cermin tersebut
3. Berikan jarak sudut dengan menggunakan usur derajat
4. Hitung dan catat hasil bayangan
5. Ulangi percobaan ini sebanyak 3 kali unruk mendapatkan hasil yang
lebih
D. Tabel Pengamatan
E. Pertanyaan
1. Tuliskan Kesimpulan dari Praktikum ini?
2. Bagaimana pembentukan bayangan yang dihasilkan oleh cermin?
3. Apakah fungsi cermin dalm kehidupan sehari-hari
4. Apa yang terjadi dengan jumlah bayangn ketika sudut antara cermin
semakin diperbesar
12
F. Kesimpulan
13
KEGIATAN 2
Judul Praktikum
Pembentukan Bayangan pada cermin cekung
Indikator
2.1 Menggambarkan pembentukan bayangan pada cermin cekung
2.2 Membuktikan Persamaan Dalil Esbach pada cermin cekung
2.3 Menganalisis hubungan antara posisi benda dengan sifat bayangan
yang terbentuk pada cermin cekung.
Tujuan Praktikum
3.1 Peserta didik mampu menggambarkan proses pembentukan
bayangan pada cermin cekung melalui praktikum dengan benar
3.2 Peserta didik mampu mengetahui dan mendeskripsikan persamaan
3.3 Dalil Esbach pada cermin cekung melalui praktikum dengan benar
3.4 Peserta didik mampu mengetahui dan mendeskripsikan hubungan
ruang benda dan ruang bayangan denagan sifat bayangan yang
terbentuk pada cermin cekung melalui praktikum dengan tepat
14
A. Pengujian Masalah
Pernahkan kamu mengamati ketika kamu sedang makan dengan
menggunakan sendok? Apabila kalian memposisikan bagian cekung
dari sendok logam tersebut tepat dihadapan kalian akan terlihata
bayangan wajah kalian yang terbalik dan berukuran lebih kecil,
namun saat kalian memposisika sendok logam tersebut lebih jauh
atau lebih dekat darinhadapan kalian apa yang terjadi? Ukuran
bayangan kalian lihat akan menjadi lebih kecil atau lebih besar.
Tahukah kalian mengapa hal tersebut terjadi?
B. Alat dan Bahan
1. Cermin cekung 1 Buah
2. Penyangga Cermin 1 Buah
3. Penggaris 100 cm atau
4. Meteran 1 Buah
5. Kertas HVS 1 Lembar
6. Piring Kecil 1 Buah
7. Lilin 1 Buah
8. Korek Api 1 Buah
15
C. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Nyalakan lilin dan letakkan diatas piring kecil
3. Letakkan lilin diantara cermin cekung dan kertas HVS Pada jarak 15cm
di depan cermin cekung (SO=15cm)
4. Geser-geserlah kertas HVS hingga menangka bayangan lilin secara
tajam dan jelas
5. Ukurlah jarak Kertas HVS dari cermin sebagai jarak bayangan (S1)
6. Ulangi langkah-langkah kegiatan tersebut dengan mengubah jarak
benda (SO) menjadi 25cm,30 cm,40cm,dan 50 cm
7. Catat hasil yang diperoleh pada tabel yang telah disediakan
D. Tabel Pengamatan
16
E. Pertanyaan
1. Gambarlah pembentukan bayangan pada cermin cekung berdasarkan
praktikum yang kalian lakukan.
2. Jelaskanlah sifat bayangan yang dihasilkan pada cermin cekung
3. Bagaimanakah hubungan antara ruang benda dan ruang bayangan
dengan sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cekung?
F. Kesimpulan
17
KEGIATAN 3
Judul Praktikum
Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung
Indikator
2.1 Mendefinisikan pengertian jarak fokus lensa dan kekuatan lensa
pada lensa cembung
2.2 Menganalisis pengaruh besarnya nilai So (jarak benda) terhadap
besarnya nilai Si (jarak bayangan) pada lensa cembung
2.3 Menganalisis hubungan antara jarak titik fokus dengan kuat lensa
pada lensa cembung
Tujuan Praktikum
3.1 Mendefinisikan pengertian jarak fokus lensa dan kekuatan lensa
pada lensa cembung melalui praktikum dengan teliti
3.2 Mengetahui pengaruh besarnya nilai So (jarak benda) terhadap
besarnya nilai Si (jarak bayangan) pada lensa cembung melalui
praktikum dengan teliti
3.3 Mengetahui hubungan antara jarak titik fokus dengan kuat lensa
pada lensa cembung melalui praktikum dengan teliti
3.4 Menyajikan hasil praktikum pembentukan bayangan pada lensa
cembung melalui presentasi dengan disiplin dan penuh tanggung
jawab
18
A. Pengujian Masalah
Kamera merupakan salah satu alat optik yang besar manfaatnya
karena dengan adanya kamera kalian dapat mengabadikan kejadian
– kejadian penting dan bersejarah. Kalian mungkin tidak menyadari
sedang menggunakan alat optik ketika berfoto menggunakan sebuah
kamera. Kamera terdiri atas tiga bagian utama, yaitu sebuah lensa
cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif). Lensa cembung
berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma
berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan film
berfungsi untuk menangkap bayangan.
Ketika kalian berfoto menggunakan kamera, terkadang hasil
gambar yang kalian dapatkan tidak begitu jelas atau buram sehingga
kalian harus menggeser – geser lensa mendekati atau menjauhi film
untuk membentuk bayangan yang jelas. Menggeser – geser lensa
pada kamera dapat mengatur besar kecilnya jarak bayangan karena
setiap objek yang difoto memiliki jarak bayangan yang berbeda
tergantung dari jarak objek tersebut terhadap kamera. Selain itu
menggeser lensa kamera juga dapat mengatur jarak fokus lensa
sehingga benda yang akan kita foto tampak fokus dan tajam. Jarak
fokus lensa pada kamera dapat mempengaruhi kekuatan lensa itu
sendiri
19
B. Alat dan Bahan
1.Lensa cembung
2.Penyangga cermin
3.Penggaris 100 cm atau meteran
4.Kertas HVS
5.Piring kecil
6. Lilin
7.Korek api
C. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Nyalakan lilin dan letakkan di atas piring kecil
3. Letakkan lensa cembung di antara lilin dan kertas HVS. Jarak lilin
dengan lensa cembung adalah 20 cm (So = 20cm)
4. Geser – geserlah kertas HVS sehingga menangkap bayangan lilin
secara tajam dan jelas
5. Ukurlah jarak kertas HVS dari lensa cembung sebagai jarak bayangan
(Si)
6. Ulangi langkah – langkah kegiatan tersebut dengan mengubah jarak
benda (So) menjadi 25 cm , 30 cm, 35 cm, dan 40 cm
7. Catat hasil yang diperoleh pada tabel yang telah disediakan
20
D. Tabel Pengamatan
E. Pertanyaan
1. Berdasarkan kegiatan percobaan yang telah kalian lakukan jelaskanlah
pengertian dari jarak fokus dan kekuatan lensa!
2. Berdasarkan data yang diperoleh di atas bagaimanakah pengaruh
besarnya nilai So (jarak benda) terhadap besarnya nilai Si (jarak
bayangan) pada lensa cembung?
3. Berdasarkan hasil analisis data di atas
4. Bagaimanakah hubungan antara jarak titik fokus dengan kuat lensa
pada lensa cembung?
21
F. Kesimpulan
22
KEGIATAN 4
Judul Praktikum
Pembentukan Bayangan pada Mata
Indikator
2.1 Menentukan bagian–bagian mata manusia
2.2 Menentukan fungsi bagian–bagian mata manusia
2.3 Menggambarkan pembentukan bayangan pada mata
Tujuan Praktikum
3.1 Menentukan bagian-bagian mata dan fungsinya melalui praktikum
dengan tepat
3.2 Mengaitkan fungsi bagian-bagian mata dengan proses
pembentukan bayangan pada mata manusia melalui praktikum
dengan tepat
3.3 Menyajikan hasil praktikum pembentukan bayangan pada mata
melalui presentase dengan disiplin dan penuh tanggung jawab
23
A. Pengujian Masalah
Mata merupakan sarana prasarana utama untuk mengumpulkan
informasi dari sekitar kita karena sekitar 75% informasi yang kita
terima merupakan informasi visual. Coba perhatikan lingkungan
sekitar kalian saat siang hari!. Kalian dapat melihat hijaunya daun,
birunya langit, putihnya awan, melihat meja, buku, indahnya lukisan
dan lain sebagainya. Apakah sempat terpikirkan oleh kalian
bagaimana kita dapat melihat semua itu?
Coba kalian tutup pintu kamar dan gorden jendela serta matikan
lampu yang ada di kamar kalian saat malam hari!. Apakah yang
terjadi?. Ya, semua menjadi gelap dan kalian tidak dapat melihat
barang – barang yang ada di kamar kalian karena semuanya tampak
hitam. Hal ini menunjukkan bahwa kalian dapat melihat suatu objek
karena adanya cahaya yang masuk ke mata. Selain karena adanya
cahaya mata manusia juga dapat melihat karena memiliki bagian –
bagian dengan fungsinya tersendiri.
B. Alat dan Bahan
1. Lensa cembung
2. Penyangga cermin
3. Penggaris 100 cm atau meteran
4. Kertas HVS
5. Piring kecil
6. Lilin
7. Korek api
8. Benda (lego kecil)
24
C. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Nyalakan lilin dan letakkan di atas piring kecil
3. Letakkan lensa cembung di antara lilin dan kertas HVS. Jarak lensa
cembung dengan kertas HVS adalah tetap, yaitu 15 cm sebagai Si
4. Letakkan benda (lego kecil) di antara lilin dan lensa cembung
5. Geser – geserlah posisi benda sehingga terbentuk bayangan benda
secara tajam dan jelas pada kertas HVS
6. Ukurlah jarak benda dengan lensa cembung sebagai So
7. Amatilah bayangan benda yang terbentuk pada kertas HVS
8. Ulangi langkah – langkah kegiatan tersebut sebanyak 4 kali dengan
mengubah jarak benda (So)
7. Catat hasil yang diperoleh pada tabel yang telah disediakan
D. Tabel Pengamatan
25
E. Pertanyaan
1. Berdasarkan praktikum yang telah kalian lakukan analogikanlah benda–
benda yang digunakan dalam praktikum dengan proses pembentukan
bayangan pada mata!
Jelaskan proses yang terjadi pada mata sehingga terjadi pada mata
2. sehingga terjadi pembentukan bayangan pada mata yang menyebabkan
manusi dapat melihat suatu objek!
3. Gambarkanlah jalannya cahaya pada mata sehingga mata dapat melihat
suatu objek.
4. Berdasarkan hasil analisis data yang telah kalian peroleh apabila
dihubungkan dengan daya akomodasi mata, pada percobaan ke berapa
yang dapat dikatakan mata berakomodasi maksimum dilihat dari nilai
fokus lensanya
F. Kesimpulan
26
DAFTAR PUSTAKA
Salbiah.dan Mohamad Hisyam.2018.Mengenal Medan
Magnet.Serang