MODUL AJAR KURIKULUM
PARADIGMA BARU
AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH
XI AKUNTANSI
SEMESTER GANJIL
Informasi Umum
A. Identitas Modul Feresia Febria Ningrum
SMK Negeri 1 Kedunggalar
Nama Penyusun Universitas Muhammadiyah Surakarta
Nama Sekolah 2022
Institusi SMK
Tahun disusun XI (Sebelas) / Ganjil
Jenjang Sekolah Perbankan Dasar
Kelas/ Semester Akuntansi Perbankan Syariah
Mata Pelajaran 2 Jam Pelajaran @45 Menit
Materi Pokok
Alokasi Waktu
B. Kompetensi Awal
Peserta didik telah memiliki pengetahuan awal tentang :
“Pengertian akuntansi umum dan pengertian perbankan”
C. Profil Pelajar Pancasila
Setelah peserta didik mengikuti pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila yang akan
dibentuk adalah:
1. Bernalar Kritis
2. Rasa Ingin Tahu
3. Gotong Royong
4. Kreatif
5. Beriman, bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
D. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada saat belajar dengan modul ini antara lain:
Alat : Spidol, Papan Tulis,dan Properti teknik pembelajaran
Media : Kertas lembar kerja.
Bahan : Modul Akuntansi Perbankan, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Sumber Belajar :
1. Anggadini, Sri Dewi dan Adeh Ratna Komala. Akuntansi Syariah, 2017,
Bandung: Rekaya Sains.
2. Harahap, Sofyan Safri, dkk. Akuntansi Perbankan Syariah, 2010, Jakarta LPFE
Usakti.
3. Muslim, Syarif. Akuntansi Keuangan Syariah Teori dan Praktik, 2015, Bandung
Pustaka Setia.
E. Target Peserta Didik
Terdapat 3 target peserta didik, yaitu:
1. Peserta didik regular/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
2. Peserta didik dengan kesulitan belajar: hanya menonjol pada salah satu gaya
belajar saja.
3. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki
keterampilan memimpin.
F. Model Pembelajaran yang Digunakan
Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran tatap muka.
Pendekatan Pembelajaran : TPACK
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, kerja kelompok
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui kegiatan diskusi, menggali informasi, presentasi dan penugasaran
serta melalui tahapan pembelajaran melalui strategi discovery learning dengan
pendekatan TPACK, maka diharapkan :
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian akuntansi perbankan syariah dengan
menggunakan bahasanya sendiri;
2. Peserta didik dapat menyimpulkan perbedaan akuntansi perbankan syariah
dengan akuntansi umum.
3. Peserta didik mampu menganalisis dan memecahkan kasus yang ada di dunia
perbankan.
B. Pemahaman Bermakna
Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran
data keuangan suatu organisasi guna menyediakan informasi yang dijadikan penilaian
dan pengambilan keputusan bagi para pemakai informasi keuangan tersebut. Salah
satu jenis akuntansi adalah akuntansi perbankan syariah, akuntansi perbankan syariah
adalah sebuah seni mencatat, mengklasifikasi, meringkas, melaporkan dan
menganalisa dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-
kejadian yang umumnya bersifat keuangan berdasarkan nilai-nilai syariah yang
bertujuan memberikan informasi kuantitatif yang bersifat finansial mengenai suatu
bisnis keuangan perbankan syariah sebagai dasar pengambilan keputusan bagi
pemakainya.
C. Pertanyaan Pematik
1. Apa yang kamu ketahui tentang akuntansi?
2. Lalu, apa itu akuntansi perbankan syariah?
3. Apa perbedaan akuntansi perbankan dan akuntansi perbankan syariah?
D. Persiapan Pembelajaran
Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, pastikan bahwa :
a. Memastikan ruang kelas bersih agar nyaman saat proses pembelajaran
b. Berdoa sebelum memulai pembelajaran
c. Guru menyusun LKPD dan assesment yang digunakan selama proses hingga akhir
pembelajaran
d. Guru mempersiapkan bahan dan media ajar sesuai dengan materi yang akan
diajarkan yaitu “Akuntansi Perbankan Syariah”
E. Kegiatan Pembelajaran • Orientasi
- Guru memberikan salam kepada siswa.
Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Pembelajaran
Kompetensi Abad 21 - Ketua kelas memimpin do’a sebelum
Nilai Karakter melaksanakan pembelajaran.
Estimasi Waktu - Guru memeriksa kebersihan, ketertiban dan
kerapihan kelas.
Kegiatan Inti
Kegiatan Pembelajaran - Guru mengecek kehadiran siswa.
• Apersepsi
- Guru mengingatkan kembali atau meminta
kepada siswa untuk menyampaikan materi
sebelumnya secara singkat.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
mengenai pengertian akuntansi perbankan
syariah, pengertian akuntansi keuangan.
• Motivasi
- Guru memberikan gambaran mengenai manfaat
dalam mempelajari pengertian akuntansi
perbankan syariah dengan akuntansi keuangan
dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
• Pemberian Acuan
− Guru memberikan acuan berupa
penjelasan metode dan teknik
pembelajaran yang akan
digunakan.
Critical Thinking
Religius
Mandiri
Tanggung jawab
20 menit
• Mengamati
Dengan menggunakan media handout yang
diberikan kepada setiap siswa, guru menyampaikan
penjelasan materi terkait pengertian akuntansi
perbankan syariah dan pengertian akuntansi
keuangan.
• Menanya
Setelah materi selesai disampaikan, siswa
diperbolehkan untuk bertanya terkait apa yang
kurang dipahami, dan guru hanya menjawab
sebagian kecilnya saja.
• Mengeksplorasi dan Mengasosiasi
Melalui diskusi peserta didik dapat
menyimpulkan pengertian akuntansi perbankan
dengan menggunakan gaya bahasanya
masing−masing.
Kompetensi Abad 21 • Mengkomunikasikan
Nilai Karakter
Estimasi Waktu Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil
diskusinya di hadapan teman−teman sekelasnya yang
kemudian ditanggapi oleh peserta didik lainnya. Guru
memberikan bonus atau reward berupa nilai tambahan.
Guru juga mengoreksi hasil pendapat peserta didik
yang salah atau kurang.
Communication
Creativity
Collaboration
Mandiri
Berpikir kritis
Percaya diri
Gotong royong
55 menit
Kegiatan Penutup a. Kesimpulan
Kegiatan Pembelajaran Guru bersama peserta didik menyimpulkan
tentang pengertian akuntansi perbankan dengan
Kompetensi Abad 21 menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Nilai Karakter Guru menyampaikan materi yang akan dibahas
Estimasi Waktu minggu depan.
b. Evaluasi
Guru mengadakan tanya jawab untuk melihat
sejauh mana peserta didik dapat memahami
materi yang telah diajarkan.
c. Reward
Guru memberikan reward berupa nilai
tambahan bagi peserta didik yang aktif dalam
pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik
agar lebih giat belajar.
d. Refleksi
Peserta didik diminta untuk mengevaluasi
pembelajaran hari ini.
Tanggung jawab
15 menit
F. Asesment
1. Asesmen Diagnostik
1) Penilaian Sikap
a. Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta
didik sehari−hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara
umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut instrumen
penilaian sikap :
No Nama Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Kode
Peserta BS JJ TK DS Skor Sikap Nilai
Didik
BS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Dst.
Keterangan :
− BS = Bekerja sama
− JJ = Jujur
− TJ = Tanggungjawab
− DS = Disiplin
Catatan :
1. Aspek perilaku yang dinilai memiliki kriteria :
• 75,5 − 100 = sangat baik
• 50,5 − 75 = baik
• 25,1 − 50 = cukup
• 0 − 25 = kurang
2. Jumlah skor = total seluruh skor aspek perilaku jujur
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai
4. Kode nilai =
• 75,5 − 100 = sangat baik
• 50,5 − 75 = baik
• 25,1 − 50 = cukup
• 0 − 25 = kurang
b. Penilaian Teman Sebaya
Petunjuk :
Berilah tanda (√) pada pilihan yang paling menggambarkan kondisi teman
sebaya Anda!
Nama Teman yang Dinilai :....................................................
Nama Pengamat :....................................................
Kelas :....................................................
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Rata−rata Kode
1. Peserta didik
Skor Skor Nilai
selalu berdoa
sebelum
kegiatan
pembelajaran
dimulai.
2. Peserta didik
tidak
menyontek
dalam
mengerjakan
ujian maupun
tugas.
3. Peserta didik
dapat
menerima
pendapat dari
peserta didik
lain.
4. Peserta didik
selalu
memberikan
informasi apa
adanya.
5. Peserta didik
membantu
teman lain jika
mengalami
kesulitan
dalam belajar.
Catatan :
1. Skor penilaian :
• Ya = 100
• Tidak = 50
2. Jumlah skor = seluruh skor dari jawaban pertanyaan
3. Rata−rata skor = jumlah skor dibagi skor maksimal
4. Kode nilai :
• 75,5 − 100 = sangat baik
• 50,5 − 75 = baik
• 25,1 − 50 = cukup
• 0 − 25 = kurang
2. Asesmen Formatif
FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)
Nama Kelompok :
1) ………………………………………………………………………..
2) ………………………………………………………………………..
3) ………………………………………………………………………..
4) ………………………………………………………………………..
5) ………………………………………………………………………..
6) ………………………………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian Kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan
baik
2. Kerjasama kelompok (komunikasi)
3. Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4. Pembagian tugas (job)
5. Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah nilai kelompok
FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (INDIVIDU PESERTA DIDIK)
Nama Peserta Didik …………………………………………………………………….
No Sikap/Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah nilai individu
LEMBAR KEAKTIFA DALAM DISKUSI
No Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Antusiasme mengikuti pembelajaran
5. Cara menyampaikan pendapat
KRITERIA PENILAIAN Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Memuaskan 4
Kriteria Indikator Baik 3
80 – 100 Cukup 2
70 – 79 Kurang cukup 1
60 – 69
45 – 59
a) Refleksi Peserta Didik
1) Bagaimana pembelajaran pada pertemuan kali ini?
2) Apakah terdapat kendala selama kegiatan pembelajaran berlangsung?
3) Apakah peserta didik yang memiliki kendala selama proses pembelajaran dapat
teratasi dengan baik?
4) Apa pendapat peserta didik mengenai pembelajaran kali ini?
G. Pengayaan dan Remidial
1. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD-nya
belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remedial teaching
(klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial
belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas
tanpa tes tertulis kembali.
2. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
a. Siswa yang mencapai nilai n (ketuntasan) < n < n (maksimum) diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan
b. Siswa yang mencapai nilai n > n (maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
H. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU Jawaban
1. Refleksi Peserta Didik
No Pertanyaan
1. Bagian mana dari materi
yang kalian rasa paling sulit?
2. Apa yang kalian lakukan
untuk dapat lebih memahami
materi ini?
3. Apakah kalian memiliki cara
sendiri untuk memahami
materi ini?
4. Kepada siapa kalian akan
meminta bantuan untuk
memahami materi ini?
5. Jika kalian diminta
memberikan bintang dari 1
sampai 5, berapa bintang
yang akan kalian berikan
pada usaha yang kalian
lakukan untuk memahami
materi ini?
2. Refleksi Guru Jawaban
No Pertanyaan
1. Apakah 100% peserta didik
mencapai tujuan
pembelajaran? Jika tidak,
berapa persen kira-kira
peserta didik yang mencapai
pembelajaran?
2. Apa kesulitan yang dialami
peserta didik sehingga tidak
mencapai tujuan
pembelajaran? Apa yang
akan Anda lakukan untuk
membantu peserta didik?
3. Apakah terdapat peserta
didik yang tidak fokus?
Bagaimana cara guru agar
mereka bisa fokus pada
kegiatan berikutnya?
LAMPIRAN
i. Lampiran LKPD
AKUNTANSI
AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH
LKPD
KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK
Nama Anggota Kelompok :
1. …………………………………………………………………..
2. …………………………………………………………………..
3. …………………………………………………………………..
4. …………………………………………………………………..
5. …………………………………..……………………………...
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1
Mata Pelajaran : Akuntansi
Materi Pokok : Akuntansi Perbankan Syariah
Kelas/Semester : 11/ Ganjil
Sekolah : SMK Negeri 1 Kedunggalar
KEGIATAN KELOMPOK
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta didik mampu menganalisis dan memecahkan masalah pada kasus perbankan
yang telah disediakan.
B. Topik
Menganalisis dan memecahkan kasus penipuan di dunia perbankan syariah.
C. Alat dan Bahan
− Laptop/gadget
− Alat tulis
− Buku akuntansi kelas 11 atau buku referensi lain
−
D. Petunjuk Kerja
1. Akseslah LKPD digital melalui link https://sites.google.com/view/perbankanq.
2. Proses akses dengan email dan nama kelas!
3. Pilihlah kompetensi dasar sesuai materi yang akan anda kerjakan!
4. Ikutilah semua petunjuk yang ada!
5. Kerjakanlah dengan baik dan benar!
6. Kumpulkanlah sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan!
7. Selamat Mengerjakan!
Mendiskusikan Solusi atas Penipuan dan Penggelapan Bank “Syariah Mandiri”
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang atau disesuaikan dengan jumlah
peserta didik.
2. Setiap kelompok menganalisis kasus dan menjawab pertanyaan berdasarkan kasus
yang tersaji.
3. Kerjakan dalam kertas/Ms. Word dan kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru.
Penipuan dan Penggelapan Bank “Syariah Mandiri”
Bank Syariah Mandiri (BSM) melaporkan dua pegawainya AA dan FSD ke Polda
Metro Jaya pada November 2014 lalu. Keduanya berdasarkan temuan audit internal
dan juga implementasi Good Corporate Governance (GCG) melakukan tindakan
tercela yakni penggelapan yang. "Atas pelaporan ini BSM sepenuhnya menyerahkan
pemeriksaan dan penanganan kasus kepada pihak Polda. Kedua mantan pegawai BSM
telah ditangkap Polda Metro Jaya pada 23 Desember 2014. Terhadap pegawai yang
terbukti melanggar ketentuan internal, kami telah mengambil tindakan tegas sesuai
ketentuan yang berlaku, mulai pencopotan jabatan, skorsing, sampai pada pemutusan
hubungan kerja," jelas Vice President BSM Iskandar, Selasa (3/2/2015). Iskandar
menegaskan, pihaknya tidak pernah menutup-nutupi apa yang terjadi di internal.
Begitu ada penyimpangan yang terindikasi pidana segera dilaporkan ke pihak
berwajib. "Kami tidak akan pernah menutup-nutupi kasus yang terjadi di internal.
Secepatnya akan kami tindak dan laporkan kepada pihak berwenang di bidang hukum
dan hal ini menjadi kewajiban kami sebagai pihak yang taat asas hukum," jelas
Iskandar. "Kami tetap konsisten dan serius untuk mencegah dan mengungkap upaya
kejahatan yang dapat merusak industri perbankan nasional. Hal ini untuk menjaga
kepercayaan dan melindungi kepentingan nasabah," tambahnya. BSM juga
mengapresiasi kerjasama yang dilakukan kepolisian denga tegas dan selalu membantu
penegakan hukum di institusi perbankan dalam rangka melindungi dan mengayomi
masyarakat, dalam hal ini mengungkap dan mencegah upaya kejahatan yang dapat
merusak industri perbankan nasional. Sebelumnya dua orang oknum pegawai Bank
Syariah Mandiri ditangkap penyidik Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev)
atas dugaan penipuan dan penggelapan. Kedua tersangka bekerjasama dengan pihak
lain untuk mencairkan SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri) hingga
pihak bank dirugikan Rp 75 miliar. Dua tersangka oknum bank diinisialkan AA, 42
tahun selaku Manajer Marketing BSM Kantor Cabang Gatot Subroto dan FSD, 38
tahun selaku Trade Spesialist Officer Kantor Pusat Bank Syariat Mandiri. Keduanya
ditahan per 23 Desember 2014. "Kedua tersangka melakukan kejahatan perbankan
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Perbankan Syariah," kata Kabid
Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul saat jumpa pers di Mapolda
Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/2). Selain AA dan FSD, polisi juga menangkap
tersangka ID (42) dan RS (37). AA ditangkap di Casa Cardin, Daan Mogot dan RS
ditangkap di rumahnya di Pesona Nuansa Permai, Cimanggis, Depok. Keduanya
ditangkap pada tanggal 19 Januari 2015 dan ditetapkan sebagai tersangka, lantas
ditahan per 20 Januari 2015. "Kedua orang ini bekerjasama dengan oknum pegawai
bank untuk melakukan pembobolan hingga negara dirugikan sebesar Rp 75 miliar.
Dua orang ini dikenakan Pasal 263 KUHP, 372 KUHP dan 378 KUHP tentang
pemalsuan dokumen, penggelapan dan penipuan," ungkapnya.
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-2821619/bank-syariah-mandiri-pecat-
pegawai-yang-gelapkan-dana-rp-75-m
Berdasarkan berita tersebut, jawablah pertanyaan berikut!
1) Apa informasi yang dapat diperoleh dari berita tersebut?
2) Adakah dampak dari penggelapan, pemalsuan dokumen dan penipuan terhadap
kinerja Bank Syariah Mandiri?
3) Menurut Anda bagaimanakah solusi yang tepat untuk meminimalisi
penggelapan, pemalsuan dokumen dan penipuan dalam dunia perbankan
syariah?
E. Aspek Penilaian
FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)
Nama Kelompok :
1. ……………………………………………………….
2. ……………………………………………………….
3. ……………………………………………….............
4. ……………………………………………………….
No Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas
kelompok dengan baik
2. Kerjasama kelompok
(komunikasi)
3. Hasil kelompok (relevansi
dengan bahan)
4. Pembagian tugas (Job)
5. Sistematisasi pelaksanaan
Jumlah nilai kelompok
F. Tempat Pengerjaan
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………..…
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………..……
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………..………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………..
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2
KEGIATAN KELOMPOK
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta didik dapat menjelaskan akuntansi perbankan syariah
Peseta didik dapat menganalisis dan menyimpulkan perbedaan akuntansi perbankan
syariah dan akuntansi umum
B. Topik
Perbedaan akuntansi perbankan syariah dan akuntansi umum
C. Alat dan Bahan
− Laptop/ gadget
− Alat tulis
− Buku akuntansi kelas 11 atau buku referensi lain
D. Petunjuk Kerja
1. Bersama kelompok yang telah dibentuk tadi, lakukanlah literasi dengan
menggunakan buku referensi, laptop atau dengan gadget mengenai topik yang
akan dibahas, yaitu “Perbedaan akuntansi perbankan syariah dan akuntansi
umum”.
2. Temukan jawaban atas pertanyaan yang telah disediakan dengan berdiskusi
bersama teman sekelompokmu.
3. Rumuskan hasil diskusi pada lembar kerja yang telah disediakan.
4. Siapka hasil diskusi tersebut lalu presentasikan.
5. Setelah presentasi berakhir, lanjutkan dengan mengerjakan tugas individu
yang telah disediakan.
a) Lembar Kerja Diskusi
LEMBAR KERJA DISKUSI
Kelas :
Kelompok :
Perintah !
Diskusikan dengan teman sekolompokmu mengenai apa itu perbankan!
− Jelaskan definisi akuntansi perbankkan syariah menurut bahasamu sendiri
− Jelaskan perbedaan akuntansi perbankan syariah dengan akuntansi umum! Setelah
itu simpulkan hasil diskusi tersebut dengan menggunakan bahasamu sendiri!
Lembar Jawaban :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
………………………………..…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………..………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………………………………..……………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
……………
b) Lembar Kerja Individu
LEMBAR KERJA INDIVIDU (SOAL URAIAN)
Nama :
Kelas :
Absen :
Pertanyaan :
1. Apa definisi perbankan yang kamu ketahui?
2. Apa perbedaan akuntansi perbankan syariah dengan akuntansi perbankan umum?
3. Mengapa skema pelaksanaan akuntansi perbankan syariah dan akuntansi perbankan
umum berbeda?
4. Sebutkan ciri-ciri akuntansi perbankan syariah yang kamu ketahui!
5. Apakah Anda pernah menggunakan bank syariah? Jika pernah sebutkan keuntungan
yang Anda rasakan dalam menggunakan bank syariah tersebut!
LembarJawaban :
……………………………………….…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………..……………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………..…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………..……………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………..…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………..……………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
………………………………………..…………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………..……………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………
E. Aspek Penilaian
FORMAT LEMBAR PENILAIAN DISKUSI (KELOMPOK)
Nama Kelompok :
1. ……………………………………………………….
2. ……………………………………………………….
3. ……………………………………………….............
4. ……………………………………………………….
No Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai Kuantitatif
Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas
kelompok dengan baik
2. Kerjasama kelompok
(komunikasi)
3. Hasil kelompok (relevansi
dengan bahan)
4. Pembagian tugas (Job)
5. Sistematisasi pelaksanaan
Jumlah nilai kelompok
FORMAT LEMBAR PENILAIAN INDIVIDU
No Sikap/Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif
1. Menyelesaikan tugas individu
dengan baik
2. Pengetahuan peserta didik mengenai
materi yang dibahas
3. Tidak menyontek ketika
mengerjakan tugas individu
4. Kesesuaian/kebenaran jawaban
5. Ketenangan dalam mengerjakan
tugas individu
A. MATERI PEMBELAJARAN
A. Sejarah Ilmu Akuntansi
Sejarah ilmu akuntansi konvensional diawali dengan penemuan catatan
yang ditemukan di Babilonia pada tahun 3600 SM dengan bukti catatan
sederhana pada batu dan kulit kayu. Pada tahun 3600 SM akuntansi hanya
sebagai alat pencatatan dan belum dapat disebut sebagai ilmu akuntansi karena
sistem pencatatan yang belum sistematis dan kurang lengkap. Bukti catatan
sederhana pada tahun 3600 SM tidak hanya ditemukan di Babilonia namun
ditemukan juga di Kerajaan Mesir Kuno dan Yunani. Pada tahun 1494,
seorang ahli matematika yang berasal dari Italia atau yang dikenal sebagai
bapak akuntansi bernama Lucas Pacioli telah menyusun buku yang berjudul
“Summa de Arithmetica Geometria Proportioni et Proportionalita” berisi
cara-cara pembukuan dengan sistem berpasangan (double entry system). Buku
yang disusun oleh Luca Pacioli menjadi tonggak sejarah dalam perkembangan
akuntansi.
Pada saat Revolusi Industri di Inggris tahun 1776 menimbulkan efek
positif terhadap perkembangan akuntansi yaitu dengan mulai diperkenalkan
teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi
pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah. Perkembangan akuntansi
berikutnya pada tahun 1845 ditandai dengan adanya undang-undang
perusahaan yang mengatur tentang organisasi dan status perusahaan dalam
kemungkinan perusahaan membayar utang, meminjam uang, dan
mengeluarkan saham.
Pada abad ke-19 tepatnya pada tahun 1920 adanya perkembangan
sistem akuntansi yaitu sistem kontinental (Belanda) dan sistem anglo saxon
(Amerika Serikat). Perkembangan akuntansi di dunia sangat pesat sehingga
perlu adanya badan yang menetapkan standar akuntansi, sehingga akuntansi di
dunia seragam. Tahun 1933 didirikannya badan American Accounting
Association (AAA) sebagai badan pertama yang mengatur sistem akuntansi
secara internasional.
Sejarah ilmu akuntansi syariah dimulai dengan bukti dua peradaban
besar, yakni bangsa Romawi dan bangsa Persia. Pada saat itu telah digunakan
akuntansi dalam bentuk perhitungan barang dagangan oleh para pedagang,
dari sejak pergi berdagang hingga pulang kembali. Perhitungan dilakukan
untuk mengetahui perubahan-perubahan, untung dan rugi. Telah menjadi
tradisi bahwa bangsa Arab melakukan dua kali perjalanan khalifah
perdagangan yaitu musim dingin dengan tujuan perdagangan ke Yaman dan
musim panas dengan tujuan ke Asyam (sekarang Syiria, Lebanon, Jordania,
dan Israel). Perdagangan tersebut pada akhirnya berkembang hingga ke Eropa
terutama setelah penaklukan Mekah. Penyebaran Islam menyebabkan
penggunaan angka arab (adanya angka nol) meluas ke berbagai wilayah di
dunia. Muhammad bin Musa Al Khawarizmi adalah orang yang menemukan
angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Pada abad ke-7 tepatnya masa
Rasulullah, praktik akuntansi mulai berkembang setelah ada perintah Allah
melalui Al-Quran untuk mencatat transaksi tidak tunai (Al-Baqarah: 282)
sehingga mendorong umat manusia peduli terhadap pencatatan transaksi di
kalangan umat,
B. Akuntansi Perbankan Syariah
1. Pengertian Akuntansi Perbankan Syariah
Akuntansi Perbankan Syariah adalah sebuah seni mencatat,
mengklasifikasi, meringkas, melaporkan dan menganalisa dengan cara
tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang
umumnya bersifat keuangan berdasarkan nilai-nilai syariah yang bertujuan
memberikan informasi kuantitatif yang bersifat finansial mengenai suatu
bisnis keuangan perbankan syariah sebagai dasar pengambilan keputusan
bagi pemakainya.
Akuntansi tidak sekadar kumpulan angka, tetapi menyajikan informasi
data yang relevan sebagai pedoman pengambilan keputusan. Pengertian
akuntansi perbankan syariah berdasarkan penggalan kata yang ada yaitu
akuntansi dan syariah.
• Akuntansi menurut American Accounting Association (AAA) adalah
proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi
ekonomi yang menjadi pengambilan keputusan.
• Syariah merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT agar
dapat dipatuhi oleh manusia-manusia yang ada di dunia ini
berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist.
Terdapat beberapa pengertian mengenai akuntansi syariah antara lain:
• Toshikabu Hayashi
Akuntansi syariah adalah ilmu akuntansi yang memiliki konsep pada
hukum syariah yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.
• Adnan M Akhyar
Akuntansi syariah merupakan akuntansi yang memiliki tujuan untuk
membantu pencapaian keadilan sosial ekonomi dengan konsep
memiliki kewajiban penuh kepada Allah SWT, masyarakat, dan
individu dalam menjalanakan kegiatan-kegiatan ekonomi.
• Karim
Akuntansi syariah merupakan ilmu akuntansi dengan menggunakan
landasan-landasan nilai, etika, serta syariah Islam.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan akuntansi syariah adalah proses
mengidentifikasi, mengelompokkan data transaksi yang didasarkan oleh
prinsip-prinsip syariah.
Perbankan syariah diatur oleh dua kepatuhan yaitu, kepatuhan syariah
yang dituangkan dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dan
kepatuhan operasional yang dituangkan dalam peraturan Bank Indonesia.
2. Pendorong Munculnya Akuntansi Islam
Pendorong munculnya akuntansi Islam didorong oleh berbagai hal seperti:
a. Meningkatnya religiusitas masyarakat
b. Kebangkitan umat islam khususnya kaum terpelajar yang merasakan
kekurangan dalam kapitalisme barat
c. Meningkatnya tuntutan kepada etika dan tanggung jawab sosial yang
selama ini tampak diabaikan oleh akuntansi konvensional
d. Mengantisipasi tuntutan masyarakat khususnya mengenai penekanan
pada keadilan, kebenaran, dan kejujuran yang tidak diperoleh pada
akuntansi konvensional
e. Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti
bank, asuransi, pasar modal, trading, dan lain-lain
f. Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan
menggunakan norma akuntansi yang sudah mapan sebagai dasar
perhitungan
g. Kebutuhan akan pencatatan, pertanggungjawaban, dan pengawasan
harta umat misalnya dalam Baitul Maal atau kekayaan milik umat
Islam atau organisasi
3. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan Akuntansi Perbankan Syariah
Pada dasarnya dalam setiap sistem akuntansi memiliki tujuan tertentu,
begitu juga akuntansi perbankan syariah. Menurut Kusmawati (2005)
tujuan akuntansi perbankan syaiah tak hanya sebagai perhitungan zakat
saja namun juga didampingi dengan tujuan-tujuan lainnya yang tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Lantas apa saja tujuan
akuntansi perbankan syariah yang lain? Tujuan akuntansi perbankan
syariah yang lain sebagai berikut:
▪ Perlindungan harta
Para ahli-ahli mengutip pda ayat dalam Al-Qur’an yaitu
“faktubuhu” yang memiliki arti “tuliskanlah”. Hal ini menjelaskan
bahwa ketika menuliskan mengenai uang dan harta merupakan
kebutuhan agar dapat menjaga harta tersebut serta menghindari
dan menghilangkan rasa keragu-raguan. Peranan akuntansi tak
hanya digunakan untuk memelihara harta benda yang kita miliki
saja, namun juga dipergunakan agar dapat dihitung dengan akurat.
Tugas dari akuntan sebagai pengelola yang bertanggung jawab
dalam transaksi-transaksi yang dicatatnya, baik hal buruk maupun
hal baik.
▪ Eksistensi pencatatan ketika terdapat perselisihan
Pencatatan transaksi keuangan pada harta benda yang dimiliki
merupakan sebuah tujuan agar dapat memberikan kesaksian yang
nyata dan kuat bila terjadi perselisihan pada transaksi atau harta
sehingga perselisihan sebisa mungkin dapat dihindari.
▪ Membantu mengambil keputusan
Para ahli berpendapat dengan tidak adanya data-data yang
lengkap dalam catatan keuangan maka dapat membuat pelaku
bisnis mengalami kesulitan dalam mengungkapkan laporan secara
tepat ketika mengambil sebuah keputusan yang bijak. Mengambil
sebuah keputusan dalam akuntansi didasarkan pada penyajian
laporan keuangan yang bermanfaat bagi para pemakai laporan
keuangan.
▪ Menentukan dan menghitung hak-hak berserikat
Seluruh kegiatan perbankan syariah diawal dengan akad dengan
jenis perserikatan di antara modal dengan keahlian, modal dengan
modal, keahlian dengan keahlian, dan modal dengan nama baik.
Dasar-dasar dari akuntansi yang diatur oleh akuntansi syariah
antara lain adalah memastikan bila hak yang berserikat tentunya
akan mendapatkan hasil yang sudah disepakati bersama
sebelumnya.
▪ Menentukan hasil usaha yang akan dizakatkan
Perhitungan zakat didasarkan pada hasil yang kita dapatkan baik
dalam keuntungan maupun kerugian. Dasar tersebut akan
membantu dalam perhitungan jumlah zakat yang harus
dikeluarkan atas harta yang kita miliki.
▪ Menentukan imbalan, sanksi, dan balasan
Akuntansi syariah juga memiliki fungsi untuk dapat memberikan
fasilitas pada perhitungan imbalan setelah terjadinya transaksi
yang dilakukan. Balasan dan sanksi yang didapatkan bila terjadi
penyelewengan atau kecurangan. Adanya akuntansi syariah dapat
dijadikan sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan sumber
daya ekonomi serta penyajian laporan keuangan.
b. Manfaat Akuntansi Perbankan Syariah
▪ Memberi pemahaman dan kesadaran bahwa Al-Qur’an merupakan
kitab suci yang memang benar-benar diturunkan oleh Allah SWT
melalui Nabi Muhammad SAW
▪ Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dan Nabi Muhammad
▪ Menegakkan perintah Allah dan Sunnah Nabi Muhammad untuk
menggapai surge
▪ Sarana untuk berjihad menegakkan kebenaran
▪ Menumbuhkembangkan ekonomi berbasis Islam di Indonesia
4. Prinsip Akuntansi Perbankan Syariah
Akuntansi perbankan syariah memiliki tiga prinsip dalam menjalankan
prosedur akuntansi, hal ini berpedoman pada Surah Al-Baqarah ayat 282.
Simaklah prinsip akuntansi perbankan syariah dengan seksama di bawah
ini:
▪ Prinsip Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban dapat diartikan sebagai keharusan dalam
bertanggungjawab, atau menanggung akibat dari perilaku yang
dilakukan. Implikasi pada bisnis dan akuntansi merupakan individu
yang terlibat langsung dalam bisnis yang dilakukan dan diamanatkan.
Bentuk dari prinsip pertanggungjawaban ini tersaji dalam laporan
keuangan.
▪ Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan tak hanya merupakan nilai yang penting pada
kehidupan sosial dan bisnis, namun juga sebagai nilai yang harus
dimiliki dalam diri seorang manusia. Kata keadilan dalam konteks
aplikasi akuntansi mengandung dua pengertian, yaitu: pertama, adalah
berkaitan dengan praktik moral yang merupakan faktor yang dominan.
Kedua, kata bersifat lebih fundamental (dan tetap berpijak pada nilai-
nilai etika/syariah).
▪ Prinsip Kebenaran
Akuntansi syariah berpedoman dalam kebenaran. Sebagai contoh
misalnya, dalam akuntansi kita selalu dihadapkan pada masalah
pengakuan, dan pelaporan. Aktivitas ini akan dapat dilakukan dengan
baik apabila dilandaskan pada nilai kebenaran. Kebenaran ini dapat
diciptakan keadilan dalam mengakui, mengukur, dan melaporkan
transaksi-transaksi ekonomi.
C. Akuntansi Keuangan
1. Pengertian Akuntansi Keuangan
Akuntansi Keuangan adalah merupakan salah satu bagian dari
akuntansi yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan
perusahaan kepada pihak eksternal berupa laporan neraca, rugi laba,
perubahan modal, dan arus kas kepada pemegang saham, kreditor atau
investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas perusahaan,
kepada supplier, dan pemerintah.
Akuntansi sebagai bahasa bisnis. Pernyataan tersebut terkait dengan
fungsi akuntansi yang memberikan informasi kondisi keuangan suatu
perusahaan kepada pemakai informasi akuntansi. Ilmu akuntansi terbagi
menjadi beberapa sub bagian yang masing-masingnya berbeda satu sama
lain. Salah satu ilmu akuntansi yaitu akuntansi keuangan. Terdapat
pengertian akuntansi keuangan menurut para ahli, antara lain:
▪ Kieso & Weygant
Akuntansi keuangan merupakan serangkaian proses yang berujung
pada penyusunan laporan keuangan dengan tujuan memberikan
informasi keuangan kepada pemakai informasi baik internal maupun
eksternal.
▪ Warren Reeve Fess
Akuntansi keuangan merupakan pencatatan dan pelaporan data serta
kegiatan ekonomi perusahaan yang berguna bagi pemakai informasi
akuntansi seperti pemilik (owner), kreditor, lembaga pemerintahan dan
masyarakat umum.
▪ Sugiarto
Akuntansi keuangan merupakan bidang dalam akuntansi yang
berfokus pada penyiapan laporan keuangan pada suatu perusahaan
yang dilakukan secara bertahap. Laporan digunakan sebagai bentuk
pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham atau
investor.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan akuntansi keuangan
merupakan bagian dari akuntansi dengan tujuan utama menyajikan data
transaksi keuangan pada satu periode dan membuat laporan keuangan
untuk disajikan kepada pemakai informasi akuntansi baik secara internal
maupun eksternal perusahaan.
2. Fungsi Akuntansi Keuangan
Setelah kalian memahami pengertian dari akuntansi keuangan, selanjutnya
kalian akan mempelajari fungsi dari akuntansi keuangan. Apa sih
sebenarnya fungsi dari akuntansi keuangan ini?
Mari kita simak dengan seksama!
Fungsi dari akuntansi keuangan antara lain:
▪ Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan
transaksi perusahaan
▪ Memproses data menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal
dan eksternal
▪ Mengatur data-data yang ada ke dalam kelompok-kelompok yang
sudah ditetapkan oleh perusahaan
▪ Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu
organisasi atau perusahaan terjaga
3. Tujuan Akuntansi Keuangan
Tujuan akuntansi keuangan terbagi menjadi tiga yaitu tujuan umum, tujuan
khusus dan tujuan kualitatif.
▪ Tujuan umum
a. Memberikan informasi keuangan yang bisa dipercaya meliputi
tentang sumber-sumber ekonomi, seperti aset, piutang, hutang,
pendapatan serta modal pada periode tertentu.
b. Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan
pada sumber ekonomi bersih suatu perusahaan.
c. Memberikan informasi akuntansi bagi pemakai informasi,
khususnya bagi pihak eksternal sebagai pengambilan keputusan.
Contohnya pembayaran pajak yang harus dibayarkan kepada
negara.
d. Memberikan informasi tentang perubahan tentang sumber-sumber
ekonomi, seperti aset, piutang, hutang, pendapatan serta modal
pada periode tertentu.
e. Mengungkap informasi lain berkaitan dengan laporan keuangan
yang relevan
▪ Tujuan khusus
Tujuan khusus akuntansi keuangan yaitu untuk menyajikan
informasi berupa laporan yang memuat posisi keuangan, laba/rugi dan
perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai dengan Prinsip
Akuntansi Berterima Umum (PABU).
▪ Tujuan kualitatif
a. Relevan, artinya laporan keuangan berguna dan sesuai dengan
tujuan secara langsung bagi pemakai informasi akuntansi.
b. Daya uji, keakuratan dan kebenaran laporan keuangan harus dapat
diuji validitasnya oleh pihak independen melalui pengukuran
akuntansi.
c. Dapat dipahami, laporan keuangan yang berupa kumpulan angka
dan akun perlu disajikan dengan istilah bahasa yang sederhana
sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna informasi
akuntansi.
d. Netral, laporan keuangan disusun untuk kepentingan semua pihak
artinya laporan keuangan tidak memihak kepada siapapun dalam
menerbitkan laporan keuangan.
e. Tepat waktu, laporan keuangan harus disajikan secara tepat waktu
sesuai dengan periode akuntansi yang telah ditetapkan oleh pihak
perusahaan.
f. Daya banding, laporan keuangan perusahaan dapat dibandingkan
dengan perusahaan sejenis yang lain pada periode yang sama atau
laporan keuangan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan
perusahaan pada periode akuntansi sebelumnya.
g. Nilai prediksi, laporan keuangan mampu memprediksi kinerja
perusahaan pada periode selanjutnya atau masa depan dengan
strategi yang telah disusun oleh pihak manajemen.
4. Prinsip Akuntansi Keuangan
Prinsip dasar akuntansi keuangan sebagai dasar atau pedoman
pengembangan prosedur akuntansi yang diterapkan dalam menyusun
laporan keuangan. Di Indonesia, prinsip akuntansi dirumuskan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI). Prinsip dasar akuntansi yang dijadikan pedoman
dalam menyusun laporan keuangan sebagai berikut:
a. Prinsip Biaya Historis
Prinsip biaya historis menghendaki digunakannya harga perolehan
dalam mencatat harta, utang, modal, pendapatan dan beban. Pemakai
informasi akuntansi memilih menggunakan biaya historis karena dapat
dipercaya (objektif).
b. Prinsip Entitas Ekonomi
Prinsip ini menyatakan bahwa kekayaan perusahaan harus dipisahkan
dengan kekayaan pemilik perusahaan. Akuntansi memisahkan dan
membedakan pencatatan transaksi baik kekayaan maupun kewajiban
perusahaan dengan pemiliknya.
c. Prinsip Pengakuan Pendapatan
Prinsip ini berkaitan dengan aliran masuk harta (aktiva) yang timbul
dari penyerahan barang dan jasa oleh unit usaha selama satu periode
akuntansi. Transaksi pendapatan akan dicatat dalam laporan keuangan.
d. Prinsip Mempertemukan
Prinsip ini akan mempertemukan antara biaya dan pendapatan yang
timbul. Oleh karena itu biaya harus dipertemukan dengan pendapatan,
pembebanan biaya tergantung pada saat pengakuan pendapatan.
e. Prinsip Pengungkapan Penuh
Laporan keuangan harus menyajikan laporan keuangan secara lengkap.
Informasi yang disajikan hendaknya dapat dipahami oleh pemakai
informasi akuntansi.
D. Perbedaan Akuntansi Perbankan Syariah dengan Akuntansi Keuangan
Berikut ini perbedaan akuntansi perbankan syariah dengan akuntansi keuangan
yaitu:
Perbedaan Akuntansi Syariah Akuntansi Keuangan
Investasi Melakukan investasi yang halal Investasi yang halal dan
saja haram
Bunga Berdasarkan prinsip bagi hasil, Memakai perangkat
jual beli, dan sewa bunga
Profit Profit dan falah oriented (mencari Profit oriented
kemakmuran di dunia dan
kebahagiaan di akhirat)
Hubungan Hubungan dengan nasabah dalam Hubungan dengan
bentuk hubungan kemitraan nasabah dalam bentuk
hubungan debitur-
kreditur
Pengawas Penghimpunan dan penyaluran Tidak terdapat dewan
dana harus sesuai dengan fatwa sejenis
Dewan Pengawas Syariah
Aspek yang Berbeda Penjelasan
Akad dan Legalitas
Konsekuensi dunia akhirat –
Lembaga Penyelesaian pertanggungjawaban yaumil qiyamah
Sengketa Struktur • BAMUI – Badan Arbitrase Muamalah
Organisasi
Indonesia
Bisnis dan Usaha yang • Ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) –
Dibiayai
Lingkungan Kerja dan operasional dan produk sesuai syariah
Corporate Culture Harus halal, tidak mudharat seperti sektor usaha
asusila, perjudian, dsb.
Etika (Amanah, Shiddiq), Skillful &
Professional (Fathanah), Team Work (Tabligh),
Reward-Punishment (Adil).
A. GLOSARIUM
Bank : badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang
dalam masyarakat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu limtas
pembayaran dan peredaran uang.
Syariah : sesuai dengan prinsip agama Islam
B. DAFTAR PUSTAKA
Anggadini, Sri Dewi dan Adeh Ratna Komala. Akuntansi Syariah, 2017, Bandung:
Rekaya Sains.
Harahap, Sofyan Safri, dkk. Akuntansi Perbankan Syariah, 2010, Jakarta LPFE
Usakti.
Muslim, Syarif. Akuntansi Keuangan Syariah Teori dan Praktik, 2015, Bandung
Pustaka Setia.
Denisa, Leta. Luqman, Hakim. E-Modul Akuntansi Perbankan Syariah, 2021,