BUKU PEDOMAN
PROGRAM PEMBINAAN PESERTA DIDIK
SMA NEGERI 01 TANJUNG RAYA
Disusun Oleh :
SUDOMO, S.Pd., M.Pd
DESSY PURNAMASARI, S.Pd.gr
SMA NEGERI 01 TANJUNG RAYA
Jln. ZA Pagar Alam No. 104, Desa Brabasan , Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi
Lampung.
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rezeki dan
nikmat yang diberikan kepada kami, sehinggan kami dapat menyusun “Buku Pedoman Program
Pembinaan Peserta Didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya” dengan sebaik-baiknya.
Tujuan disusunnya buku pedoman program layanan dan pembinaan kesiswaan ini adalah agar
perlaksanaan program layanan dan pembinaan bagi peserta didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya dapat
dilakukan dengan sebaik baiknya untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan
karakter peserta didik. Buku pedoman program pembinaan peserta didik merupakan salah satu
upaya sekolah untuk memberikan acuan dalam menciptakan dan melaksanakan pelayanan prima
proses pembelajaran dan pendidikan di SMA Negeri 01 Tanjung Raya.
Semoga dengan telah disusunnya buku pedoman program pembinaan peserta didik tersebut
dapat bermanfaat yang sebesar-besarnya bagi warga sekolah, sehingga harapan untuk terciptanya
pendidikan SMA Negeri 01 Tanjung Raya yang menghasilkan insan yang berakhlak mulia,
berprestasi dan berbudaya dapat terwujud dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi kami menyadari buku
pedoman program pembinaan peserta didik ini jauh dari kesempuarnaan. Oleh karena secara
bertahap akan kami lakukan revisi dan update sesuai dengan kebutuhan dan dinamika perkembangan
sekolah serta masukan dari berbagai pihak.
Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh warga
sekolah SMA Negeri 01 Tanjung Raya atas segala bentuk dan upaya yang telah dilakukan untuk
terciptanya proses pembelajaran dan pendidikan yang bermutu.
Terimakasih.
Tanjung Raya, 2021
Tim Penyusun
Sudomo, S.Pd., M.Pd
Dessy Purnamasari, S.Pd.gr
PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 01 TANJUNG RAYA
Alamat : Jln. ZA. Pagar Alam No, 104, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji,
Provinsi Lampung
SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SMA NEGERI 01 TANJUNG RAYA
Nomor :077/ / / KPTS/2021
Tentang
Penetapan Buku Pedoman Program Pembinaan Peserta Didik
SMA Negeri 01 Tanjung Raya
Menimbang : ------------ dst -----------
Mengingat : -------------------dst -------------------
Memperhatikan : ---------------------------dst ---------------------
Menetapkan : MEMUTUSKAN
Pertama
: Buku pedoman Pengelolaan Program Pembinaan Peserta Didik
Kedua SMA Negeri 01 Tanjung Raya sebagaimana tercantum dalam lampiran 1
surat keputusan ini sebagai Buku Pedoman sekolah dalam rangka
Ketiga memberikan program layanan pembelajaran dan pendidikan yang terbaik
Ketiga bagi peserta didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya;
: Untuk meningkatkan pemahaman atas disahkannya Buku Pedoman Program
Pembinaan Peserta Didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya, maka tim
kesiswaan SMA Negeri 01 Tanjung Raya akan melaksanakan sosialisasi
kepada seluruh warga sekolah minimal 2 ( dua ) bulan sebelum buku
pedoman program pembinaan kesiswaan tersebut untuk dijadikan sebagai
acuan dalam pembinaan peserta didik di SMA Negeri 01 Tanjung Raya
: Buku pedoman program pembinaan peserta didik SMA Negeri
01 Tanjung Raya mulai berlaku tanggal 01 Januari 2022, dan
berakhir dengan sendirinya jika terdapat keputusan terbaru.
: Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan, maka akan dilakukan
perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan Di : Tanjung Raya
Pada Tanggal : 01 Oktober 2021
Kepala Sekolah,
SUDOMO, M.Pd
Pembina Tk. I
NIP 19720808 199903 1 002
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………
BAB II PROFIL SEKOLAH………………………………………………………………..
BAB III STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH………………………………………..
BAB IV TUGAS POKOK DAN FUNGSI…………………………………………………
BAB V KESISWAAN
A. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…………………………………………….
B. Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB)…………………………………….
C. Tata Tertib Peserta Didik…………………………………………………………..
D. Prosedur penanganan peserta didik bermasalah……………………………………
E. Mutasi Peserta Didik………………………………………………………………..
F. Organisasi Sekolah……………………………………………………………….
G. Layanan Bimbingan dan Konseling……………………………………………….
BAB VI PENUTUP……………………………………………………………………………
LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 PROFIL SEKOLAH
BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
STRUKTUR ORGANISASI
SMA NEGERI 01 TANJUNG RAYA, KEC. TANJUNG RAYA, KAB. MESUJI
KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH
UTUNG WAHYUDI
SUDOMO, M.Pd.
NIP 197208081999031002
WAKA SARPRAS WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA KURIKULUM
RICKHA HENI W, S.Pd NGAINUL HUDA, S.Pd.I DESY PURNAMASARI, S.Pd.gr YULI SUSANTI, S.Pd
NIP 198408312009022002 NIP 198012202014031001 NIP 198212042011012004 NIP -------------------
KA.LAB. IPA TENAGA KEPENDIDIKAN
DWI YANTI, S.Pd 1. Urusan Keuangan :
NIP 197201271999032004
MUSRSUSILOWATI
KA.LAB.KOMPUTER
2. Urusan Dapodik : ENDRY
ENDRY ERYANTO
NIP 198008312012121001 ERYANTO
KA.PERPUSTAKAAN 3. Urusan Sarpras : RISKA
DARYATI, S.Pd HANDAYANI
NIP 198505172011012009
4. Urusan Adminitrasi : DEWI ASTUTI
WALI KELAS
5. Urusan Kebersihan : GUFRON
GURU MAPEL
6. UTruIMsan PKeEaNmaJnAanMIN: SMUGUIONTOU
PEMBINA EKSKUL
BAB IV TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI)
4.1 Tugas Pokok Kepala Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader,
Inovator dan Motivator (EMASLIM).
Kepala Sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan proses pengajaran secara
efektif dan efisien.
Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas :
Menyusun perencanaan
Mengorganisasikan kegiatan
Mengarahkan / mengendalikan kegiatan
Mengkoordinasikan kegiatan
Melaksanakan pengawasan
Menentukan kebijaksanaan
Mengadakan rapat mengambil keputusan
Mengatur proses belajar mengajar
Mengatur administrasi Katatausahaan, Kesiswaan, Ketenagaan, Sarana
prasarana, Keuangan
Kepala Sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :
o Perencanaan
o Pengorganisasian
o Pengarahan dan pengendalian
o Pengkoordinasian
o Pengawasan
o Evaluasi
o Kurikulum
o Kesiswaan
o Ketatausahaan
o Ketenagaan
o Kantor
o Keuangan
o Perpustakaan
o Laboratorium
o Ruang keterampilan – kesenian
o Bimbingan konseling
o UKS
o OSIS
o Serbaguna
o Media pembelajaran
o Gudang
o 7K
o Sarana / prasarana dan perlengkapan lainnya
Kepala Sekolah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenal :
o Proses belajar mengajar
o Kegiatan bimbingan
o Kegiatan ekstrakulikuler
o Kegiatan kerja sama dengan masyarakat / instansi lain
o Kegiatan ketatausahaan
o Sarana dan prasarana
o Kegiatan OSIS
o Kegaitan 7K
o Perpustakaan
o Laboratorium
o Kantin / warung sekolah
o Koperasi sekolah
o Kehadiran guru, pegawai, dan siswa
4.2 Tugas Pokok Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
1) Mengatur pelaksanaan Bimbingan Konseling
2) Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan, Kebersihan,
Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan)
3) Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi: Kepramukaan, Palang
Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Paskibra, GSS, PIK-R,Rohis, Tari, Teater
dan sinematografi
4) Mengatur pelaksanaan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler
5) Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah
6) Menyelenggarakan Cerdas Cermat, Olah Raga Prestasi
7) Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa
8) Mengatur pelaksanaan penerimaan peserta didik baru dan pindahan
4.3 Tugas Pokok Guru Bimbingan Konseling
1) Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
2) Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang
dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
3) Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam
Kegiatan belajar
4) Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran
tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
5) Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan
6) Menyusun Satatistik hasil penilaian B.K
7) Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
8) Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut Bimbingan dan Konseling
9) Menyusun laporan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
4.4 Tugas Pokok Guru Wali Kelas
1) Pengelolaan kelas
2) Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi : Denah tempat duduk siswa, Papan
absensi siswa, Daftar pelajaran kelas, Daftar piket kelas,Buku absensi siswa, Buku
kegiatan pembelajaran/buku kelas, Tata tertib siswa, pembuatan statistik bulanan
siswa
3) Pengisian daftar kumpulan nilai (legger)
4) Pembuatan catatan khusus tentang siswa
5) Pencatatan mutasi siswa
6) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar
7) Pembagian buku laporan hasil belajar
4.5 Tugas Pokok Guru Mata Pelajaran
1) Membuat Perangkat Pembelajaran
2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3) Melaksanakan kegiatan Penilaian Proses Belajar, Ulangan Harian, Ulangan Umum,
Ujian Akhir
4) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
6) Mengisi daftar nilai siswa
7) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain
dalam proses kegiatan belajar mengajar
8) Membuat alat pelajaran / alat peraga
9) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
10) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
11) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
12) Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya
13) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar
14) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran
15) Mengatur keberhasilan ruang kelas dan pratikum
16) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan perangkatnya
BAB V KESISWAAN
A. PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
1. Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB )
1.1 Pengumuman Pendaftaran PPDB
1.1.1 Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru
dilakukan dilakukan secara terbuka.
1.1.2 Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru
dilakukan oleh SMA Negeri 01 Tanjung Raya.
1.1.3 Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik
dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum pendafataran.
1.1.4 Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta
didik baru palin sedikit memuat informasi sebagai berikut :
1) persyaratan calon peserta didik sesuai dengan jenjangnya;
2) tanggal pendafataran;
3) jalur pendaftaran yang terdiri dari jalur zonasi, jalur
afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan/atau jalur
prestasi;
4) jumlah daya tampung yang tersedia pada kelas 10
(sepuluh) SMA sesuai dengan data Rombongan Belajar dalam
Dapodik; dan
5) tanggal penetapan pengumuman hasil proses seleksi PPDB.
6) Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta
didik baru disampaikan melalui papan pengumuman Sekolah
maupun media lainnya.
1.2 Pendaftaran
Pendafataran PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan ( daring ) dan
atau luar jaringan ( luring ) dengan dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan
pendaftaran PPDB yang telah ditentukan
1.3 Persyaratan Pendafataran :
1) Berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan Surat Keterangan
Lulus ( SKL )
2) Foto copy Ijazah yang telah dilegalisir bagi lulusan SMP/sederajat tahun
pelajaran sebelumnya
3) Foto copy raport semester 1 sampai dengan semester 5
4) Foto copy kartu keluarga
5) Foto copy KTP orang tua yang masih berlaku atau surat domisili minimal
2 tahun.
6) Foto copy akta kelahiran/surat keterangan lahir
7) Foto copy piagam prestasi akademik atau non akademik ( jika ada )
8) Surat keterangan tidak mampu ( jika ada )
9) Foto copy Kartu Indonesia Pintar ( Jika ada )
10) Surat pindah rayon ( bagi calon peserta didik baru berasal dari luar
provinsi )
11) Phas Foto Berwarna ukuran 4x6 cm = 3 lembar, ukuran 3x4 = 3 lembar,
ukuran 2x3 cm = 3 lembar
1.4 Jalur Pendafataran
Jalur pendafataran bagi calon peserta didik baru terdiri atas :
1) Jalur Zonasi dengan kuota 50% dari daya tampung sekolah
2) Jalur Afirmasi dengan kuota 15% dari daya tampung
3) Jalur perpindahan tugas orang tua/ wali dengan kuota sebesar 5% dari daya tampung
sekolah
4) Jalur prestasi dengan kuota 30% dari daya tampung sekolah
1.5 Seleksi
1) Seleksi jalur zonasi dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal
terdekat ke sekolah dalam wilayah zonasi.
2) Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi
untuk pemenuhan daya tamping terakhir menggunakan usia peserta didik yang
lebih tua berdasarkan akta kelahiran atau surat keterangan lahir
3) Seleksi jalur afirmasi berdasarkan kesesuaian persyaratan administrasi, dan apabila
melebihi kuota, maka diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik
yang terdekat dengan sekolah;
4) Seleksi jalur perpindahan tugas orang tua/wali berdasarkan kesusuaian kelengkapan
administrasi, dan apabila melebihi kuota, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak
tempat tinggal terdekat ke sekolah.
5) Seleksi jalur prestasi akademik berdasarkan perangkingan akumulasi nilai rapor
ditentukan berdasarkan nilai semester 1 sampai dengan semester 5 pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta Ilmu Pengetahuan
Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial
6) Seleksi jalur prestasi lomba akademik dan non akademik berdasarkan pembobotan
skor prestasi, dan terdapat skor yang sama pada peringkat terakhir, maka seleksi
dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah.
1.6 Pengumuman
1) Pengumuman penetapan peserta didik baru dilakukan secara daring dan
atau luring ;
2) Penetapan peserta didik baru dilakukan berdasarkan hasil rapat dewan
guru SMA Negeri 01 Tanjung Raya yang dipimpin oleh Kepala Sekolah
dan ditetapkan melalui surat keputusan kepala sekolah;
1.7 Daftar Ulang / Registrasi
1) Daftar ulang atau Registrasi dilakukan oleh calon peserta didik baru
yang telah diterima di sekolah.
2) Daftar ulang atau registrasi bertujuan untuk memastikan statusnya sebagai
peserta didik pada Sekolah SMAN 01 Tanjung Raya dengan menunjukkan
dokumen asli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan.
2. Mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru
B. MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU (MOPDB)
Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) di SMA Negeri 01 Tanjung Raya
dilaksanakan pada hari-hari pertama masuk sekolah yang wajib diikuti oleh semua peserta
didik baru.
MOPDB bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru,
meliputi:
1. Kekurikuluman:
a. Sistem SKS
b. Program Percepatan
c. Sistem Penilaian: Retake, Recource
d. Penjurusan/Peminatan.
2. Kesiswaan:
a. Tata tertib siswa
b. Kegiatan ekstrakurikuler
3. Kesaranaan:
a. Sarana prasarana yang tersedia
3. Bimbingan Konseling
a. Cara belajar efektif
b. Bimbingan Karier
4. Ke-OSIS an:
a. Struktur Organisasi OSIS
b. Demo Ekstrakurikuler
Selain materi-materi pengenalan lingkungan sekolah, peserta juga dibekalidengan materi
pendukung pendidikan karakter, diantaranya:
1. Tertib Lalulintas (Kepolisian)
2. Anti Narkoba (BNN)
3. ESQ (Trainer ESQ)
C. TATA TERTIB SEKOLAH
1. Landasan, Maksud dan Tujuan Tata Tertib Peserta Didik
1.1 Landasan Tata Tertib Peserta Didik
Yang menjadi landasan tata tertib peserta didik SMA negeri 01 Tanjung Raya adalah adalah
1) Pancasila
2) Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945
3) Undang undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional ( Sisdiknas )
4) Peraturan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik
Indonesia
5) Peraturan Gubernur Lampung
1.2 Maksud Tata Tertib Peserta Didik
Maksud ditetapkanya peraturan tata tertib peserta didik oleh sekolah adalah agar seluruh
peserta didik mentaati dan melaksanakan Tata Tertib Sekolah dengan sebaik baiknya;
1.3 Tujuan Tata Tertib Peserta Didik
Tujuan ditetapkannya keputusan peraturan tata tertib peserta didik adalah sebagai pedoman
bagi seluruh peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan SMA Negeri 01 Tanjung Raya
dalam rangka pembinaan ketertiban dan kedisiplinan di sekolah.
2 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pembelajaran
2.1 Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan
SMA Negeri 01 Tanjung Raya;
2.2 Ketentuan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 01 Tanjung Raya diatur
sebagai berikut :
1) Waktu kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran;
2) Peserta didik dilarang berada di luar kelas pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung tanpa seizin guru pengampudan atau guru piket kecuali kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan/tempat terbuka;
3) Peserta didik dilarang ke luar ruangan kelas pada jam pelajaran pada waktu guru
pengampu belum memasuki ruang kelas. Apabila dalam waktu lima belas menit
guru pengampu belum memasuki ruang kelas, maka ketua/wakil ketua kelas
menghubungi guru pengampu/guru piket;
4) Peserta didik dilarang mengaktifkan handphone, audio video player ( MP3, MP4
dan sejenisnya ) serta bermain game pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung
kecuali mendapat izin guru pengampu;
5) Peserta didik dilarang makan dan minum pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung, kecuali mendapat izin dari guru pengampu;
6) Peserta didik dilarang memakai pakaian/atribut lain yang tidak sesuai dengan
ketentuan sekolah, seperti jaket, sweater, topi dan sejenisnya di lingkungan sekolah
7) Peserta didik dilarang melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan materi
pelajaran pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung;
8) Peserta didik dilarang mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran kelas lainnya;
9) Peserta didik wajib menghormati tenaga pendidik dan kependidikan SMA Negeri 01
Tanjung Raya;
10) Peserta didik wajib mengikuti seluruh proses kegiatan pembelajaran dengan tertib;
2.3 Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar sekolah ditentukan atas
kesepakatan anatara pihak sekolah dan instansi terkait
3. Hak dan Kewajiban Peserta Didik
3.1 Hak Hak Peserta Didik
Selama masih menjadi peserta didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya secara sah, maka
mendapatkan hak-hak sebagai berikut :
1) Mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik;
2) Berbuat sesuatu yang berguna untuk memajukan diri sendiri, sekolah maupun
organisasi intra sekolah;
3) Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan minat yang
dimiliknya sesuai dengan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 01
Tanjung Raya;
4) Mendapatkan informasi, kasih sayang dan perhatian dan perlindungan dari sekolah
melalui wali kelas, guru BK, guru mata pelajaran dan tenaga kependidikan SMA
Negeri 01 Tanjung Raya secara adil;
5) Memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun terhadap kebijakan sekolah
melalui jalur MPK/OSIS dengan benar;
6) Mendapatkan fasilitas yang layak dari sekolah;
7) Melakukan pembelaan terhadap dirinya atas tuntutan yang dikenakan tanpa ada
intimidasi.
3.2 Kewajiban Peserta Didik
Selama masih menjadi peserta didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya secara sah, maka
peserta didik tersebut memiliki kewajiban sebagai berikut :
1) Mentaati tata tertib yang ada;
2) Mengikuti program sekolah;
3) Berprilaku baik, jujur, dan hormat kepada kepala sekolah, tenaga pendidik dan
kependidikan dan sesama peserta didik di lingkungan SMA Negeri 01 Tanjung
Raya;
4) Berperan aktif menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah dan sekitarnya;
5) Menjaga nama baik almamater dan berupaya meningkatkan prestasi, baik dibidang
intrakurikuler maupun ekstrakurikuler;
6) Mengikuti upacara hari senin dan hari besar lainnya yang diadakan oleh sekolah,
kecuali bagi yang sakit ( harus seizin guru piket ) dengan seragam lengkap dan
menggunakan topi.
7) Ketika mengikuti pelajaran olah raga, peserta didik wajib memakai seragam olah
raga yang telah ditentukan oleh sekolah.
8) Membawa kartu identitas peserta didik ( kartu pelajar / KTP )
9) Jika mengadakan kegiatan ekstrakurikuler di dalam maupun di luar sekolah sampai
menginap, harus diketahui oleh orang tua ( surat izin orang tua ) dan seizin kepala
sekolah serta didampingi oleh guru Pembina ekstrakurikuler dan atau guru yang
ditunjuk untuk menggantikannya.
10) Jika ada kegiatan organisasi atau kelompok dari luar sekolah baik yang melibatkan
peserta didik ataupun tidak dan di dalam lingkungan sekolah harus diketahui dan
seizin dari Kepala Sekolah melalui Wakil Kepala sekolah Urusan Kesiswaan.;
11) Menjaga keutuhan dan kebersihan kelas serta alat-alat inventaris sekolah dan milik
pribadi.
4. Kehadiran dan Keterlambatan Peserta Didik
4.1 Kehadiran Peserta Didik
4.1.1 Peserta didik hadir di kelas atau di sekolah paling lambat 15 menit sebelum pukul
07.30 WIB dan meninggalkan lingkungan sekolah paling lambat 60 menit
sesudah kegiatan sekolah selesai, kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler yang
diikuti sampai dengan pukul 17.00 WIB;
4.1.2 Selama jam belajar, peserta dilarang meninggalkan ruang kelas dan lingkungan
sekolah, kecuali dengan seizin guru kelas, wali kelas atau guru piket;
4.1.3 Peserta didik yang meninggalkan sekolah atau kelas tanpa izin sebelum pelajaran
berakhir dianggap membolos;
4.1.4 Peserta didik yang tidak mengikuti KBM :
1) Sakit atau ada keperluan lain selama 1 s.d 2 hari, maka orang tua/wali wajib
memberitahukan kepada pihak sekolah;
2) Sakit selama lebih dari 2 hari, wajib melampirkan surat keterangan dari
dokter;
3) Keperluan lain selama lebih dari 2 hari, maka orangtua/wali wajib datang ke
sekolah untuk mengurus perizinannya melalui wali kelas;
4) Peserta didik yang tidak masuk 2 ( dua ) hari berturut-turut tanpa
keterangan, orang tua akan dipanggil untuk berkomunikasi dengan pihak
sekolah;
4.1.5 Peserta didik yang terpaksa meninggalkan KBM :
1) Sakit harus mendapatkan izin dari guru pengampu dan guru piket;
2) Keperluan keluarga harus mendapatkan izin dari guru pengajar dan guru
piket dengan membawa surat keterangan dari pihak orangtua/wali peserta
didik;
3) Keperluan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah harus mendapatkan izin
dari guru pengampu, guru piket dan Pembina ekstrakurikuler;
4) Dijemput sebelum jam pelajaran sekolah selesai, penjemput wajib melapor
kepada guru piket dan menyerahkan kartu identitas penjemput.
4.2 Keterlambatan Peserta Didik
1) Kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WIB setiap hari dan berakhir
sesuai jadwal pelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah. Peserta didik yang
terlambat kurang dari 15 menit diperbolehkan masuk jam pelajaran pertama;
2) Pintu gerbang ditutup pukul 08.00 WIB. Peserta didik yang hadir setelah pukul
07.45 dinyatakan terlambat, dicatat oleh guru piket dan dilaporkan ke wali kelas
serta tidak diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran;(point ini saya kurang
pas pak, menurut saya tetap boleh mengikuti KBM namun dikash sanksi saja
dan didata
3) Keterlambatan karena keperluan keluarga, berobat ke dokter, ke rumah sakit atau
puskesmas, musibah dan atau yang sejenisnya, peserta didik harus diantar orangtua
dengan membawa surat dari dokter dan atau surat dari orang tua / wali, dicatat oleh
guru piket dan dilaporkan ke wali kelas serta diperkenankan untuk mengikuti
pembelajaran;
4) Peserta didik yang terlambat tiga kali berturut-turut, wali kelas dan atau guru BK
melakukan surat pemanggilan kepada orang tua dan membuat surat pernyataan;
(point ini saya kurang pas pak, menurut saya tiga kali berturut turut
pembinaan oleh BK, 2x dipanggil BK tidak ada perubahan panggil ortu)
5) Kehadiran dan keterlambatan peserta didik menjadi dasar bagi peserta didik untuk
dapat ikut serta dalam ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, dan ujian sekolah serta menjadi salah satu kriteria kenaikan kelas dan
atau kelulusan dari SMA Negeri 01 Tanjung Raya. (nanti akan syaa bahas
dengan wakakur pak u berapa persentasenya bisa ikut pts,uas,ujian sekolah)
5. Seragam dan Kerapihan Berpakaian
5.1 Seragam Sekolah
5.1.1 Peserta didik memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku yaitu berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah
bagi Peserta Didik.
5.1.2 Pakaian Seragam Peserta Didik Putra :
1) Kemeja putih, lengan pendek memakai saku di sebelah kiri;
2) Celana panjang abu-abu model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki
dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper
untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan dan saku vest
belakang sebelah kanan
3) Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
4) Kaos kaki warna putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
5) Sepatu warna hitam.
5.1.3 Pakaian Seragam Peserta Didik Putri :
1) Kemeja putih, lengan panjang, memakai satu saku di sebelah kiri;
2) Rok abu-abu dengan lipit hadap pada tengah muka, ristluiting di tengah
belakang, saku dalam bagi sis rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk
tempat ikat pinggang, panjang rok sampai mata kaki, dengan lipit hadap
pada tengah muka, ristluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagi sisi
rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
3) Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
4) Kaos kaki warna putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
5) Sepatu warna hitam.
5.2Atribut :
1) Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
2) Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
3) Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
4) Badge nama sekolah dan nama Kabupaten/Kota dijahitkan pada lengan sebelah
kanan
5.3Memakai seragam sekolah dengan ketentuan :
1) Hari Senin dan Selasa memakai kemeja warna putih dengan logo OSIS pada
saku dan rok/celana abu-abu, kemeja atau baju harus dimasukkan ke dalam
celana ( laki-laki ) atau rok ( perempuan ) dan memakai topi serta dasi dengan
logo Sekolah serta jas almamater sekolah;
2) Hari Rabu dan Kamis memakai seragam identitas sekolah dengan logo sekolah
pada saku baju, kemeja atau baju harus dimasukkan ke dalam celana ( laki-laki )
atau rok ( perempuan ) dan memakai dasi warna hitam yang berlogo sekolah.
Untuk peserta didik Putri, jika berjilbab, maka jilbab berwarna hitam;
3) Hari Kamis minggu pertama setiap bulan memakai seragam batik nasional dan
rok/celana hitam. Ketika berseragam batik nasional, kemeja atau baju batik tidak
dimasukkan ke celana/rok;
4) Hari Jum’at minggu pertama dan ketiga memakai kemeja bernuansa keagamaan
yaitu celana abu-abu dan baju koko warna putih ( laki-laki ), rok panjang abu-
abu dan baju putih lengan panjang dan berkerudung putih ( perempuan ), baju
tidak dimasukkan ke dalam celana ( laku-laki ) atau rok ( perempuan ), bagi yang
beragama selain islam agar menyesuaikan atau memakai baju seragam biasa,
baju harus dimasukkan ke dalam celana ( laki-laki ) atau rok ( perempuan )
(pada poin ini saya kurang pas jika warna baju ditentukan pak).
5) Hari Jum’at minggu kedua memakai seragam olah raga yang telah ditetapkan
oleh sekolah;
6) Hari Jum’at minggu ketiga dan keempat memakai seragam pramuka lengkap
sesuai dengan peraturan Kwarnas Gerakan Pramuka tentang penggunaan
seragam pramuka.
5.2 Kerapihan Berpakaian
1) Peserta didik dilarang memakai sepatu boot atau sepatu hak tinggi/jenggel dan atau sepatu
balet, sandal dan sejenisnya, memakai celana jeans atau yang sejenisnya, dan dipulangkan
untuk mengganti sepatu/seragam sesuai dengan ketentuan;
2) Peserta didik dilarang memakai baju dan celana/rok ketat/span serta pendek. Khusus
peserta didik putri harus memakai rok yang panjangnya sampai mata kaki
3) Setiap peserta didik berpakaian sederhana, rapih dan tidak melanggar susila;
4) Peserta didik dilarang memakai baju , topi, celana beratribut sekolah lain dan dilarang
memakai topi selain topi yang telah ditetapkan sekolah;
5) Peserta didik dilarang merobek bagian bawah celanan atau rok dan menambah dengan
bahan lain;
6) Peserta didik yang melaksanakan praktikum, wajib memakai seragam praktikum pada
saat praktik di laboratorium;
7) Peserta didik putri dilarang memakai make up dan tata risa, rambut peserta didik ( laki-
laki ) harus pendek/tidak gondrong dan tidak melebihi atau menutupi leher/kerah baju
seragam dan telinga;
8) Peserta didik dilarang menggunakan kaos dalam oblong yang lengannya melebihi lengan
seragam yang dikenakan;
9) Peserta didik ( laki-laki ) dilarang memakai kalung, gelang, anting, pewarna rambut,
memakai tattoo di badannya dengan alas an apapun;
10) Peserta didik dilarang mengenakan ikat pinggang berkepala besi dan besar yang tidak
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sekolah;
11) Setiap peserta didik wajib menghormati dan menjunjung tinggi arti dan makna pakaian
seragam.
6. Kebersihan
6.1 Peserta didik wajib memelihara dan menjaga kebersihan diri sendiri, tempat belajar
dan lingkungan sekolah;
6.2 Peserta didik tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan atau melakukan
kegiatan yang dapat mengganggu program 7 K;
6.3 Peserta didik dilarang mencorat-coret sarana prasarana sekolah, pakaian/baju,
celanan, rok seragam, tas dan sepatu;
6.4 Peserta didik dilarang merusak dan atau mencorat-coret sarana sekolah, meja, kursi,
tembok, lemari kelas, WC/Toilet, gedung sekolah dan lingkungan sekolah dengan tip
ex, spidol, pilok/cat minyak atau dengan alat-alat sejenisnya dengan alasan apapun.
7. Ketertiban di Kelas dan di Sekolah
7.1 Ketertiban di Kelas
1) Setiap kelas harus memiliki pengurus kelas yang terdiri dari ketua kelas, sekretaris,
bendahara yang dipilih anggota kelas dan petugas lainnya sesuai kebutuhan;
2) Pada jam pertama dan jam terakhir peserta didik diwajibkan berdoa yang dipimpin oleh
ketua kelas;
3) Ketua kelas harus bertanggungjawab terhadap alat-alat perlengkapan kelas seperti spidol,
penghapus, absen kelas dan jurnal kelas;
4) Setiap kelas setelah berdoa pada jam pertama dilanjutkan dengan menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh perwakilan peserta didik;(point ini saya
kurang pas pak)
5) Setiap kelas wajib menjaga dan memelihara perlengkapan kelas masing-masing;
6) Setiap kelas wajib menjaga ketertiban, keamanan dan keindahan kelas;
7) Apabila guru belum hadir, maka ketua kelas atau pengurus kelas segera melapor kepada
guru piket dan kelas tetap dalam keadaan tenang, tertib dan aman;
8) Pada saat pergantian jam dan terjadi perpindahan kelas peserta didik dilarang
memperlambat diri batas toleransi maksimal 5 ( lima ) menit;
9) Peserta didik dilarang makan dan minum di dalam kelas;
10) Selama KBM peserta didik dilarang meninggalkan ruang belajar tanpa seizin guru kelas;
11) Pada saat KBM, peserta didik dilarang menerima tamu tanpa seizin guru kelas/pengampu,
guru piket atau kepala sekolah/Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan;
12) Peserta didik dilarang menyontek atau berbuat curang dengan menerima atau memberikan
jawaban soal kepada peserta didik lain pada saat ulangan/ujian dan yang bersangkutan
diberikan nilai 0 ( Nol ) pada mata pelajaran yang bersangkutan.
7.2 Ketertiban di Sekolah
1) Peserta didik yang membawa kendaraan bermotor harus dilengkapi dengan surat
kendaraan bermotor ( STNK) . Kendaraan harus standar pabrik dan diparkir secara tertib
di tempat yang telah ditentukan. Peserta didik yang membawa kendaraan bermotor roda
dua wajib menggunakan helm berstandar SNI.
2) Peserta didik dilarang mengaktifkan atau membunyikan handphone, radio dan Walkman
pada saat belajar tanpa seizin guru yang mengajar;
3) Peserta didik dilarang bersikap tidak sopan terhadap Kepala Sekolah, Tenaga Pendidik
dan Kependidikan;
4) Peserta didik dilarang memalsukan suart izin, tanda tangan orangtua/wali, guru, wali
kelas, dan kepala sekolah;
5) Peserta didik dilarang mengubah dan memalsukan nilai pada buku rapor/laporan hasil
belajar/laporan hasil capaian kompetensi;
6) Peserta didik dilarang membentuk organisasi selain OSIS dan Ekstrakurikuler yang diakui
oleh sekolah;
7) Peserta didik dilarang pada waktu jam belajar berada di Kantin, Mushola, ruang
secretariat OSIS/Ekstrakurikuler atau di luar kelas tanpa seizin guru piket/wali
kelas/kepala sekolah;
8) Peserta didik dilarang bermain sepak bola/futsal/bola basket pada saat jam efektif belajar
dan istirahat;
9) Peserta didik dilarang duduk-duduk di warung, halte/perempatan jalan pada saat datang
maupun pulang sekolah;
10) Peserta didik dilarang keluar dan masuk halaman sekolah atau kelas melalui jalan/pintu
yang tidak semestinya ( melompat pagar sekolah melalui jendela kelas, atau mendobrak
pintu/pagar sekolah );
11) Peserta didik dilarang membawa kartu gaple, remi, berjudi dengan menggunakan kartu,
melalui permaianan sepak bola/futsal/bola basket dan dalam bentuk permaianan apapun
yang sejenisnya;
12) Peserta didik dilarang membawa rokok, korek api, dan merokok di lingkungan sekolah;
13) Peserta didik dilarang membawa/menyimpan/menyembunyikan buku/majalah porno,
stensil porno, film/vcd porno dan atau sejenisnya;
14) Peserta didik dilarang membawa dan menggunakan barang-barang/benda-benda yang
tidak ada kaitannya dengan alat-alat atau perlengkapan pelajaran sekolah dalam kategori
tidak membahayakan;
15) Peserta didik dilarang melakukan penekanan ( mempresure ) atau mengancam peserta
didik lain dan atau menagmbil tindakan yang bukan menjadi wewenangnya ( menegur
kesalahan peserta didik lain ) baik di dalam maupun di luar sekolah dengan alasan/dalih
apapun, sehingga membuat peserta didik yang lain resah/tidak tenang dalam belajar;
16) Peserta didik dilarang memalak, mengompas atau meminta uang dan barang-barang orang
lain dengan cara paksa kepada peserta didik lain dengan alasan apapun, baik di dalam
maupun di luar sekolah;
17) Peserta didik dilarang membawa/menyimpan dan meminum minuman keras beralkohol
dan memabukan dalam jenis apapun;
18) Peserta didik di larang membawa, menyimpan dan menggunakan/pemakai ( user ) dan
atau sebagai pengedar oabat-obatan terlarang ( narkoba dan zat adiktif atau psykotropika
lainnya;
19) Peserta didik dilarang mencuri/mengambil barang temannya atau milik orang lain tanpa
sepengetahuan pemiliknya dan atau terbukti mencuru barang atau inventaris sarana dan
prasarana sekolah;
20) Peserta didik dilarang membawa atau terbukti menyimpan / menyembunyikan dan
menggunakan senjata tajam ( clurit, golok, pedang, samurai, belati, keris, badik dan alat-
alat lain yang sejenisnya dan atau senjata api dan yang sejenisnya dengan alasan dan atau
dalih apapun;
21) Peserta didik dilarang mengikuti organisasi yang dilarang oleh pemerintah Indonesia;
22) Peserta didik di larang berkelahi baik secara perorangan/individu maupun secara massal (
tawuran ) di dalam sekolah dan di luar sekolah yang melibatkan sekolah dengan sekolah
lain langsung maupun tidak langsung;
23) Peserta didik dilarang berkelahi baik secara individu maupun secara massal dengan
menggunkan senjta tajam atau senjata api yang mengakibatkan orang lain terluka atau
meninggal dunia di dalam maupun di luar sekolah;
24) Peserta didik dilarang melawan/menentang atau menyakiti dan atau memukul guru,
pegawai/karyawan sekolah , sesame peserta didik , petugas atau aparat keamanan baik di
dalam maupun di luar sekolah;
25) Peserta didik yang secara jelas dan terbukti ikut terlibat dalam menggerakkan dan atau
menghasut orang lain ( memprovokasi ) dalam perkelahian massal/tawuran;
26) Peserta didik melakukan pemerkosaan atau perzinahan/hubungan seksual, pelecehan
seksual pacaran di luar batas norma-norma kesusilaan dan melakukan perbuatan amoral
atau asusila;
27) Selama masih menjadi peserta didik SMA Negeri 01 Tanjung Raya dilarang melakukan
pernikahan /perkawinan dan sanggup tidak menikah baik secara resmi terdaftar di KUA
atau di Kantor Catatan Sipil maupun secara siri;
28) Peserta didik dilarang menghina, melecehkan, menjelek-jelekkan nama baik sekolah (
almamater ) baik melalui media cetak maupun elektronik atau multi media lainnya yang
mengakibatkan image/kesan tidak baik terhadap institusi sekolah/alamater;
29) Peserta didik terbukti melakukan perbuatan pidana atau pelanggaran hukum dan
dinyatakan bersalah sedang dan dalam proses pihak yang berwajib;
30) Peserta didik yang sudah membuat pernyataan atau perjanjian terakhir dihadapan wali
kelas, guru BK dan orangtua mengulang lagi perbuatan pelanggaran tata tertib untuk
selanjutnya dikembalikan kepada orangtua sesuai isi perjanjiannya;
31) Peserta didik tidak diberikan kesempatan kembali mengikuti proses pembelajaran apabila
peserta didik yang bersangkutan gagal tidak naik kelas dua kali berturut turut di
kelas/tingkat yang sama.
8. Pelaksanaan dan Skor Pelanggaran
Pelanggaran adalah perbuatan yang menyimpang dari aturan atau tata tertib yang telah
disepakati bersama dan memiliki konsekuensi sanksi yang harus diterima oleh si pelaku;
No. JENIS PELANGGARAN SKOR
1. Peserta didik tidak masuk 2 ( dua ) hari berturut tanpa keterangan 5
2. Peserta didik hadir setelah pukul 07.45 WIB dinyatakan terlambat dicatat 5
oleh guru piket dan diberikan sanksi dilaporkan ke wali kelas serta tidak
diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran
3. Peserta didik mengaktifkan handphone , audio video player ( MP3, MP4 5
dan sejenisnya ) serta bermain game pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung
4. Melakukan perbuatan makan dan minum pada saat kegiatan 5
pembelajaran berlangsung
No. JENIS PELANGGARAN SKOR
5. Membawa makanan dan minuman serta makan dan minum di ruang 5
kelas. Point ini saya kurang pas pak
6. Memakai pakaian seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, 5
termasuk pakaian olah raga dan pakain muslim serta atribut upacara.
7. Memakai sandal atau sepatu yang dipakai tidak semestinya di lingkungan 5
sekolah mulai jam pertama sampai dengan jam terakhir
8. Peserta didik putra :
1. Berambut panjang/gondrong 5
2. Mengecat rambut atau membuat potongan rambut yang tidak 5
pantas untuk ukuran seorang pelajar
3. Memakai anting dan atau gelang 5
4. Memakai kalung 5
5. Memakai kemeja atau celana ketat atau sudah tidak pantas untuk 5
dipakai
6. Memakai kemeja tidak dimasukkan ke dalam celana 5
9. Peserta didik putri : 5
1. Memakai perhiasan atau make up yang berlebihan 5
2. Memakai kemeja atau rok ketat atau transparan 5
3. Memakai kemeja tidak dimasukkan ke dalam rok 5
10. Menyalahgunakan alat-alat yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan 10
pembelajaran di sekolah
10
11. Tidak mengikuti upacara sengaja tanpa seizin petugas piket / guru Piket
dan melakukan hal-hal yang mengganggu terlaksananya upacara 15
khidmat atau meninggalkan upcara yang belum selesai kecuali sakit 20
10
12. Membawa kendaraan ke dalam lingkungan sekolah dengan tidak 20
dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) dan Helm Standar (
Kendaraan bermotor Roda Dua ) .Yang ini menurut saya kurang pas
pak
13. Masuk atau keluar sekolah dengan cara melompat atau menerobos pagar.
14. Selama menjalani skorsing berada di lingkungan sekolah
15. Membawa dan atau menyimpan rokok di lingkungan sekolah
16. Menghisap rokok di lingkungan sekolah
No. JENIS PELANGGARAN SKOR
17. Masuk ke kelas tanpa seizin dari guru piket bila terlambat lebih dari 15 3
menit baik pada jam pertama atau pada pergantian jam pelajaran atau 3
jam istirahat. 2
18. Meninggalkan kelas / lingkungan sekolah saat KBM sedang berlangsung 25
tanpa seizin dari guru pengajar ( pengampu ) dan atau guru piket
19. Masuk sekolah tanpa keterangan dari orang tua jika hari sebelumnya 5
tidak hadir tanpa keterangan. Yang ini saya kurang pas pak 10
20. Menciptakan dan atau melakukan kegaduhan, keributan, keonaran, 10
sehingga mengganggu KBM.Menurut saya ini harus ada 10
barometernya pak
21. Merusak keindahan sekolah dan lingkungan antara lain dengan 5
membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya. 50
22. Membuat coretan pada barang-barang inventaris sekolah atau di tembok 50
atau tempat tempat lain di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. 30
23. Bersikap tidak sopan terhadap sesama peserta didik. 20
24. Menerima tamu di sekolah saat KBM tanpa seizin dari guru piket. 50
25. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma susila dan 10
agama, seperti : 20
50
a. Bermain kartu; 30
b. Berbuat asusila;
c. Berjudi.
26. Berlaku tidak sopan atau menghina atau membangkang, melawan
terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan.
27. Melakukan kecurangan memalsukan identitas atau tanda tangan orang
lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
28. Melakukan pemalsuan tanda tangan kepala sekolah atau guru atau tenaga
kependidikan untuk kepentingan individu atau kelompok.
29. Melakukan kecurangan ketika ulangan harian atau ulangan umum atau
ujian lainnya.
30. Memberikan keterangan atau pernyataan palsu.
31. Menyalahgunakan, mengambil, atau meminta dengan paksa berupa uang
atau barang orang lain atau milik sekolah.
32. Melakukan perusakan barang milik orang lain atau sekolah baik sengaja
maupun tidak sengaja.
No. JENIS PELANGGARAN SKOR
33. Melakukan intimidasi terhadap peserta didik lain sehingga menimbulkan 50
rasa tidak aman atau ketakukan
34. Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara 60
perorangan maupun kelompok terhadap sesame peserta didik atau orang
lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda.
35. Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara 100
perorangan maupun kelompok terhadap peserta didik atau orang lain
baik secara langsung maupun menggunakan benda sehingga
mengakibatkan cidera.
36. Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok 100
terhadap sesame peserta didik atau orang lain baik secara langsung
maupun dengan menggunakan benda
37. Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok 100
terhadap peserta didik atau orang lain baik secara langsung maupun
dengan menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera.
38. Membawa atau menyimpan atau menyembunyikan petasan atau bahan 100
peledak lainnya dilingkungan sekolah yang dapat mengancam bahaya
jiwa orang atau menghancurkan atau menimbulkan kerusakan barang
atau bangunan milik individu atau milik Negara.
39. Memicu terjadinya perkelahian baik perorangan maupun massal ( 100
tawuran ) yang mengakibatkan terjadinya korban dari kedua belah pihak.
40. Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata tajam atau tumpul 75
ke sekolah yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan sekolah
41. Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata api di lingkungan 100
sekolah.
42. Terbukti secara hukum melakukan tindakan criminal yang berhubungan 100
dengan pihak Kepolisian di dalam maupun di luar sekolah.
43. Membawa atau menyimpan atau mengkonsumsi atau mengedarkan 100
minuman keras atau narkoba atau zat adiktif lainnya di dalam maupun di
luar lingkungan sekolah.
44. Menggunakan jaket, atau jas atau topi atau pakaian maupun tas yang ada 25
identitas POLRI dan atau TNI di lingkungan sekolah.
45. Membentuk atau menjadi anggota organisasi yang terlarang. 75
47. Melakukan pernikahan/perkawinan baik secara resmi terdaftar di KUA 150
atau di Kantor Catatan Sipil maupun secara siri.
No. JENIS PELANGGARAN SKOR
48. Menghina, melecehkan, menjelek-jelekkan nama baik sekolah ( 100
almamater ) baik melalui media cetak, maupun elektronik atau multi 100
media lainnya yang mengakibatkan image/kesan tidak baik terhadap 150
institusi sekolah / Almamater.
49. Mengulangi perbuatan melanggar tata tertib, dan yang bersangkutan
telah membuat pernyataan atau perjanjian terakhir untuk tidak
melakukan pelanggaran kembali.
50. Mengalami gagal tidak naik kelas dua kali berturut turut di kelas/tingkat
yang sama.
9. Sanksi dan Prestasi
9.1 Sanksi
9.1.1 Berupa Teguran
1) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 10 di tegur oleh wali kelas
2) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 15 panggilan orang tua/wali oleh wali kelas
3) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 25 panggilan orang tua/wali oleh guru BK (
Bimbingan Konseling )
9.1.2 Peringatan Tertulis
1) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 30 surat pernyataan ditandatangani oleh
peserta didik, orangtua/wali dan wali kelas.
2) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 40, surat pernyataan ditandatangani oleh
peserta didik, orang tua/wali, wali kelas, dan guru BK ( Bimbingan Konseling )
9.1.3 Peringatan Skorsing
1) Bila bobot skor pelanggaran mencapai 50 diberikan skorsing selama 5 ( lima ) hari
dan surat pernyataan ditandatangani oleh peserta didik, wali kelas, orangtua/wali dan
wakil kepala sekolah urusan kesiswaan;
2) Bila bobot pelanggaran mencapai 75 diberikan skorsing selama 10 ( sepuluh ) hari
efektif;
3) Bila bobot pelanggaran mencapai 85 diberikan skorsing selama 15 ( lima belas ) hari
efektif;
4) Bila bobot pelanggaran mencapai 90 diberikan skorsing selama 20 ( dua puluh ) hari
efektif;
5) Bila bobot pelanggaran mencapai 100 diberikan skorsing selama 25 ( dua puluh lima )
hari efektif;
6) Bila bobot pelanggaran mencapai 125 diberikan skorsing selama 30 ( tiga puluh ) hari
efektif;
7) Bila bobot pelanggaran mencapai 150 dikembalikan kepada orangtua/wali
9.2 Prestasi
9.2.1 Prestasi Dibidang Akademik
Umum / Ekstern
1) Juara Tingkat Internasional diberikan skor 100
2) Juara Tingkat Regional diberikan skor 85
3) Juara Tingkat Nasional diberikan skor 75
4) Juara Tingkat Provinsi diberikan skor 50
5) Juara Tingkat Kabupaten diberikan skor 35
6) Juara Tingkat Kecamatan diberikan skor 15
Khusus / Intern
1) Juara umum kelas X, XI dan XII diberikan skor 25
2) Juara kelas peringkat pertama diberikan skor 15
3) Juara kelas peringkat kedua diberikan skor 10
4) Juara kelas peringkat ketiga diberikan sekor 5
9.2.2 Prestasi Dibidang Non Akademik
Umum / Ekstern
7) Juara Tingkat Internasional diberikan skor 100
8) Juara Tingkat Regional diberikan skor 85
9) Juara Tingkat Nasional diberikan skor 75
10) Juara Tingkat Provinsi diberikan skor 50
11) Juara Tingkat Kabupaten diberikan skor 35
12) Juara Tingkat Kecamatan diberikan skor 15
Khusus / Intern
1) Juara umum lomba / pertandingan diberikan skor 10
2) Juara pertama lomba/ pertandingan diberikan skor 7
3) Juara kedua lomba / pertandingan diberikan skor 5
4) Juara ketiga lomba / pertandingan diberikan skor 3
9.2.3 Prestasi Keorganisasian Sekolah
1) Pengurus MPK/OSIS
2) Ketua OSIS / MPK diberikan skor 25
3) BPH OSIS / MPK diberikan skor 20
4) Ketua Sekbid OSIS diberikan skor 15
9.2.4 Partispasi dalam Kegiatan Sekolah
1) Menjadi petugas piket sekolah diberikan skor 5
2) Menjadi panitia inti kegiatan sekolah diberikan skor 5
3) Menjadi panitia pendukung kegiatan sekolah diberikan skor 3
4) Menjalan tugas piket kebersihan kelas diberikan skor 2
D. PROSEDUR PENANGANAN PESERTA DIDIK BERMASALAH
1. Pendekatan Penanganan
Pengananan peserta didik bermasalah di SMA Negeri 01 Tanjung Raya Kabupaten
Mesuji menggunakan dua pendekatan, yaitu Pendekatan Disiplin dan Pendekatan
Bimbingan Konseling. Untuk penjelasan lebih terinci dua pendekatan tersebut, maka
dijelaskan sebagai berikut :
1) Pendekatan Disiplin
Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada
aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya.
Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah, aturan (tata tertib) siswa
beserta sanksinya memang perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus
mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. Kendati
demikian, harus diingat sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral
sanksi kepada siswa yang mengalami gangguan penyimpangan perilaku. Sebagai
lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha
menyembuhkan segala penyimpangan perilaku yang terjadi pada para siswanya.
2) Pendekatan Bimbingan Konseling
Pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Adalah Penanganan siswa
bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling yang mengutamakan pada upaya
penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang
ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama
sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan
pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara
konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa
tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat
mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.
2. Tingkat Penangan Masalah
Tingkat penanganan masalah peserta didik digolongkan menjadi tiga tingkatan :
1) Masalah (kasus) ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada
bidang tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum
minuman keras tahap awal, berpacaran, mencuri kelas ringan. Kasus ringan
dibimbing oleh wali kelas dan guru dengan berkonsultasi kepada kepala
sekolah (konselor/guru pembimbing) dan mengadakan kunjungan rumah
2) Masalah (kasus) sedang, seperti: gangguan emosional, berpacaran, dengan
perbuatan menyimpang, berkelahi antar sekolah, kesulitan belajar, karena
gangguan di keluarga, minum minuman keras tahap pertengahan, mencuri
kelas sedang, melakukan gangguan sosial dan asusila. Kasus sedang
dibimbing oleh guru BK (konselor), dengan berkonsultasi dengan kepala
sekolah, ahli/profesional, polisi, guru dan sebagainya. Dapat pula
mengadakankonferensi kasus
3) Masalah (kasus) berat,seperti: gangguan emosional berat, kecanduan alkohol
dan narkotika, pelaku kriminalitas, siswa hamil, percobaan bunuh diri,
perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api. Kasus berat dilakukan
referal (alihtangan kasus) kepada ahli psikologi dan psikiater, dokter, polisi,
ahli hukum yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kegiatan konferensi
kasus.
3. Prosedur Penanganan Pelanggaran
3.1 Pengertian
2) Tata Tertib Sekolah ialah peraturan-peraturan yang dibuat dan dilaksanakan
oleh pihak sekolah bertujuan agar siswa lebih berdisiplin dan berkelakuan
baik sehingga lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan kondusif belajar
dapat diwujudkan.
3) Kasus ringan ialah jenis kesalahan yang seperti tidak memakai dasi,
membuat kebisingan, telat masuk kelas, dan sebagainya sebagaimana
tercantum dalam Pedoman Tata Tertib Siswa SMA Negeri 01 Tanjung
Raya.
4) Kasus berat ialah jenis kesalahan yang perlu perhatian khusus seperti
merokok dilingkungan sekolah, membawa bahan pornografi, mencuri,
berkelahi, dan sebagainya sebagaimana tercantum dalam Pedoman Tata
Tertib Siswa SMA Negeri 01 Tanjung Raya.
5) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan adalah wakil kepala sekolah yang
menangani kegiatan dan permasalahan siswa.
6) Staf kesiswaan merupakan guru yang diberi tanggung jawab secara khusus
menangani masalah-masalah kedisiplinan siswa.
7) Guru BK adalah konselor sekolah yang bertanggungjawab untuk
membimbing siswa terkait dengan kelakuan, sikap, dan talenta siswa.
8) SP 1 adalah Surat Pemanggilan orangtua yang pertama; SP2 adalah Surat
Pemanggilan orangtua yang kedua; SP3 adalah Surat Pengembalian siswa
ke orangtua.
3.2 Mekanisme Penanganan Pelanggaran
1) Wali kelas /Staf kesiswaan menerima pengaduan maupun laporan pelanggaran
tata tertib siswa dari berbagai pihak khususnya warga SMA Negeri 01 Tanjung
Raya.
2) Wali kelas/ Staf kesiswaan mempelajari keluhan dan pengaduan untuk
mengidentifikasi masalah dan solusi penanganan.
3) Wali kelas dan Staf kesiswaan bekerjasama menangani kasus. Jika diperlukan,
guru-guru terkait lainnya dapat diikutsertakan.
4) Penanganganan tiap kasus:
Untuk kasus ringan : Wali kelas / Staf kesiswaan akan mengadakan
pertemuan dengan siswa bersangkutan untuk diberi nasehat, bimbingan,
dan arahan.
Untuk kasus berat : Wali kelas / Staf kesiswaan akan menghubungi
orangtua siswa untuk hadir ke SMA Negeri 01 Tanjung Raya untuk diberi
penjelasan dan dimintai keterangan yang diperlukan (SP1). Setelah itu,
siswa akan diberi bimbingan khusus oleh guru BK dengan sepengetahuan
waka kesiswaan. Jika masalah tertangani kasus selesai.
5) Jika masalah tidak terselesaikan guru BK menilai siswa tersebut tidak patuh
dan tidak mau berubah, maka guru BK menggelar konferensi kasus (SP2)
melibatkan siswa, orangtua, wali kelas, wakasis, dan jika terkait akademik,
guru bidang studi. Jika hasilnya baik, kasus selesai. Jika hasil tidak baik,
Wakasis berkonsultasi dengan Kepala Sekolah untuk saran penyelesaian
masalah.
6) Dua jenis keputusan yang mungkin diambil di tingkat ini adalah siswa diberi
kesempatan kedua alias dibina lagi atau dikembalikan ke orangtua (SP3).
7) Seluruh kasus dan penanganannya perlu disusun dalam bentuk laporan tertulis
oleh Staf Kesiswaan bersama-sama wali kelas dan guru BK.
8) Selanjutnya laporan tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah dan diarsipkan.
3.3 Kerangka / Bagan Penanganan Pelanggaran
E. PROSEDUR PENANGANAN PESERTA DIDIK BERMASALAH DIBIDANG
AKADEMIK
1. Pengertian
1) Siswa bermasalah di dalam bidang akademik adalah siswa yang dinilai oleh
guru bidang studi dan wali kelas memiliki kemampuan akademik yang lemah
dan membutuhkan penanganan khusus.
2) Guru bidang studi adalah guru yang mengampu mata pelajaran tertentu sesuai
dengan bidang keahliannya.
3) Wali kelas adalah guru yang diberi tanggungjawab secara khusus untuk
membina siswa dalam satu kelas tertentu.
4) Guru BK adalah konselor sekolah yang bertanggungjawab untuk membimbing
siswa terkait dengan kelakuan, sikap, dan talenta siswa.
5) Waka kurikulum (wakakur) adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai
wakil kepala sekolah yang menangani masalah-masalah yang terkait dengan
kurikulum dan proses belajar mengajar
2. Standar Operasional Prosedur Penanganan
1) Guru bidang studi menyampaikan kondisi akademik siswa yang bersangkutan
kepada Wali kelas.
2) Wali kelas meneliti pernyataan/laporan guru bidang studi melalui laporan
penilaian siswa bersangkutan segera setelah ulangan tengah semester.
3) Wali kelas melakukan diskusi internal dengan siswa dan guru bidang studi
tentang kondisi akademik siswa bersangkutan untuk mengidentifikasi
masalah dan mengklasifikasi jenis penanganan.
4) Penganganan tiap kasus:
Jika dinilai hanya memerlukan penanganan jangka pendek, maka
siswa tersebut dapat dinasehati/disarankan menemui guru BK untuk
sesi konsultasi.
Jika memerlukan penanganan jangka panjang, maka Wali kelas
bersama guru BK memanggil orangtua/wali siswa ke sekolah untuk
memperolehi informasi sekaligus memohon kerjasama mereka untuk
mengawasi dan memotivasi anak-anaknya.
5) Siswa yang memerlukan penanganan jangka panjang diharuskan mengikuti
bimbingan khusus oleh masing-masing guru bidang studi dalam bentuk
pembelajaran remedial (klinik), tes remedial, penugasan terstruktur, latihan
soal-soal, dan kegiatan lainnya yang dapat memotivasi/meningkatkan
semangat belajar siswa selama waktu yang ditentukan.
6) Guru bidang studi mengadakan re-evaluasi untuk menilai prestasi akademik
siswa bersangkutan. Jika prestasi belajarnya sudah meningkat, persoalan
selesai. Jika belum, wali kelas bekerjasama dengan guru BK memanggil
kembali orangtua siswa/wali murid hadir ke sekolah.
7) Wali kelas menyusun laporan tertulis dan menyerahkan laporan tersebut
kepada Kepala Sekolah melalui Wakakur dan mengarsipkan laporannya.
4.1 Kerangka /Bagan /Alur
F. PROSEDUR PENANGANAN PESERTA DIDIK SAKIT/KECELAKAAN DI
SEKOLAH
a. Pengertian
2) Sakit/kecelakaan adalah suatu kejadian yang menimpa siswa pada saat berada di
lingkungan sekolah di hari dan jam efektif belajar termasuk pembelajaran ekstra
kurikuler dimana siswa mengalami masalah kesehatan/kecelakaan serius atau
tidak serius, yang membutuhkan penanganan medis tertentu.
3) Sakit/kecelakaan serius adalah suatu keadaan yang memerlukan penanganan
medis profesional, misalnya: patah tulang, perdarahan, muntaber, dsb.
4) Sakit /kecelakaan tidak serius ialah keadaan yang memerlukan penanganan
medis petugas UKS saja, misalnya: pingsan, pusing, luka ringan, dan sebagainya.
5) Petugas UKS adalah tenaga yang bertugas untuk mengidentifikasi, merawat, dan
memberi rekomendasi atas sakit /kecelakaan siswa bersangkutan.
6) UKS (Unit Kesehatan Sekolah) adalah ruang khusus yang disediakan untuk
menangani siswa yang sakit/kecelakaan di sekolah.
b. Standar Operasional Prosedur Penanganan
1) Jika kejadian di kelas, yang pertama menangani adalah guru yang sedang
mengajar di kelas terkait. Jika kejadian di luar kelas, yang pertama menangani
adalah guru piket/guru yang berada di sekitar tempat kejadian /guru yang
mendapatkan laporan langsung dari siswa. Wali kelas harus segera dilapori
tentang kejadian tersebut.
2) Siswa yang mengalami kecelakaan/sakit dibawa ke UKS oleh guru/ siswa lain,
dengan seizin guru piket, dan ditangani langsung oleh Petugas UKS.
3) Jika kecelakaan/ sakit yang dialami oleh siswa tidak serius, maka Petugas UKS
akan memberikan perawatan seperlunya sesuai dengan kondisi siswa.
4) Petugas UKS dapat merekomendasikan siswa untuk kembali ke kelas, beristirahat
di ruang UKS atau dijemput pulang oleh orang tua/wali jika yang bersangkutan
perlu istirahat di rumah. Guru Piket/wali kelas menghubungi orang tua siswa
tersebut.
5) Jika sakit/kecelakaan yang dialami oleh siswa serius, tergantung keadaan, Petugas
UKS/wali kelas, atas sepengetahuan minimal wakil kepala sekolah, membawa
siswa ke klinik/rumah sakit terdekat sambill menunggu orangtua/wali.
Sebaliknya, jika masih bisa menunggu, petugas UKS/wali kelas menunggu
kedatangan orangtua/wali siswa untuk penanganannya. Sekolah/wali kelas
memonitor keadaan siswa.
6) Wali Kelas dan Petugas UKS membuat laporan tertulis kejadian sakit/kecelakaan
ke Kepala Sekolah dan mengarsipkan laporannya.
c. Kerangka/Bagan/Alur Penanganan
G. ORGANISASI KESISWAAN
Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan OSIS/Ekstrakurikuler
(1) Organisasi siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Raya terdiri atas organisasi siswa intra sekolah
dan organisasi siswa ekstra sekolah.
(2) Organisasi Siswa Intra Sekolah bernama OSIS SMA Negeri 1 Tanjung Raya, membawahi
ekstrakurikuler yang tidak berafiliasi (bergabung) dengan organisasi apapun di luar
sekolah, misalnya ekskul Rohis, Musik, Tari, Paduan suara, Olahraga dan sebagainya.
(3) Organisasi Siswa Ekstra Sekolah adalah organisasi ekstrakurikuler yang diikuti siswa dan
berafiliasi (secara organisatoris) dengan organisasi lain di luar sekolah, seperti Gugus
Depan Pramuka SMA Negeri 1 Tanjung Raya (berafiliasi dengan Gerakan Pramuka),
Paskibra (berafiliasi dengan Purna Paskibra Kabupaten) dan PMR (berafiliasi dengan PMI
Kabupaten).
(4) Di SMA Negeri 1 Tanjung Raya, Pramuka menjadi satu-satunya ekstrakurikuler wajib
(umum), sedangkan ekstrakurikuler lainnya menjadi ekskul wajib (pilihan).
(5) OSIS dan Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Tanjung Raya didirikan untuk waktu yang tidak
ditentukan.
(6) OSIS dan Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Tanjung Raya berkedudukan di SMA Negeri 1
Tanjung Raya Jl. ZA. Pagar Alam Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten
Mesuji Provinsi Lampung.
Dasar dan Asas
(1) Organisasi siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945
(2) Organisasi siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya berasaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan.
6.3 Tujuan
(1) Organisasi siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader
penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani pembangunan nasional dengan
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. dan memberikan bekal
keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi
luhur.
(2) Organisasi siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya bertujuan melibatkan siswa dalam proses
kehidupan berbangsa dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional.
(3) Organisasi siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya bertujuan membina siswa berorganisasi
untuk pengembangan kepemimpinan.
Ragam Ekstrakurikuler
1. Siswa kelas X dan XI diharus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler wajib dan diarahkan
memilih salah satu/lebih ekstrakurikuler pilihan.
2. Keaktifan (disiplin dalam kehadiran) siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
menjadi tanggungjawab pembina yang dilaporkan kepada Staff kesiswaan setiap akhir
bulan.
3. Pembina mempersiapkan instrumen/format penilaian yang di akhir semester hasil
penilaiannya diminta/diserahkan kepada seluruh wali kelas X dan XI untuk pengisian
nilai pengembangan diri dalam rapor.
4. Ekstrakurikuler yang tersedia antara lain:
a. Pramuka
b. Rohani Islam (Rohis)
c. Palang Merah Remaja (PMR)
d. PikR
e. Smansatara English Club (SEC)
f. Smansatara Futsal Club (SFC)
g. Smansatara Voli Ball Club (SVC)
h. Karate
i. Pencak Silat
j. Paskibra
k. Sanggar tari “Sae Betik”
l. Sinematografi
m. Paduan Suara “Gita Sabana”
n. KIR
o. GSS
5. Pembina/pelatih dalam menjalankan tugas pembinaan/pelatihan mengacu pada buku
Pedoman Pembinaan Kesiswaan SMA Negeri 1 Tanjung Raya.
6. Pembina/pelatih memiliki standar kompetensi dan target prestasi yang harus diraih siswa
binaan.
6.5 Keanggotaan
Keanggotaan OSIS dan Ekstrakurikuler
(1) Anggota organisasi adalah siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya.
(2) Anggota organisasi ini tidak memerlukan kartu anggota.
(3) Keanggotaan berakhir apabila siswa yang bersangkutan tidak lagi berstatus siswa.
(4) Syarat Keanggotaan
(a) Siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya yang aktif dan berpotensi.
(b) Mengikuti Masa Orientasi Siswa.
(c) Bersedia menaati AD/ART yang berlaku dan kebijaksanaan organisasi
(5) Masa Keanggotaan OSIS dinyatakan sejak yang bersangkutan diterima masuk di SMA
Negeri 1 Tanjung Raya dan akan otomatis berakhir apabila :
(a) Meninggal dunia.
(b) Lulus
(c) Menyatakan berhenti
(d) Diberhentikan Pengurus atas persetujuan Pembina OSIS dan Kepala Sekolah karena
melanggar AD/ART dan atau ketentuan yang berlaku
(6) Alumni adalah pengurus yang telah habis masa keanggotaannya dan tergabung dalam
Ikatan Purnabhakti SMA Negeri 1 Tanjung Raya.
6.6 Purnabhakti Alumni SMA Negeri 1 Tanjung Raya
(1) Purnabhakti adalah wadah bagi alumni yang pernah menjadi pengurus OSIS /
Anggota Ekstrakurikuler.
(2) Untuk menjadi anggota Purnabhakti, alumni mendaftarkan diri kepada Koordinator
Ekskul dan sebagai tanda anggota diberikan ID Card Purnabhakti.
(3) Jika diperlukan, anggota Purnabhakti dapat diminta bantuannya oleh Pelatih Ekskul
terlibat dalam kegiatan/even tertentu di sekolah
(4) Ketika terlibat dalam kegiatan, anggota purnabhakti bertanggungjawab kepada
Pelatih Ekskul, diberikan rincian tugas yang jelas serta tidak diperbolehkan
mengambil tindakan/keputusan tanpa seizin Pelatih Ekskul.
(5) Alumni yang tidak terdaftar sebagai anggota Purnabhakti tidak diperbolehkan
melibatkan diri/dilibatkan dalam kegiatan ekskul di SMA Negeri 1 Tanjung Raya
(6) Anggota Purnabhakti yang melanggar ketentuan/instruksi Pelatih Ekskul dapat
diberhentikan sebagai anggota Purnabhakti.
6.7 Keuangan
(1) Keuangan OSIS dan Ekstrakurikuler bersumber dari:
a. Dana pembinaan dari sekolah
b. Iuran anggota OSIS
c. Potongan 20 % dari uang saku siswa delegasi sekolah dan hadiah uang pembinaan lomba
d. Sumber dana lain yang bersifat sukarela dan tidak mengikat
(2) Mekanisme iuran anggota ditetapkan oleh anggota MPK
(3) Siswa yang mengikuti kegiatan apapun mewakili siswa SMA Negeri 1 Tanjung Raya dan
oleh pihak penyelenggara diberikan uang saku wajib menyetorkan 20 % uang saku yang
diterimanya kepada Bendahara OSIS.
(4) Siswa yang mengikuti kegiatan di luar sekolah (baik pelatihan/lomba/kompetisi) atas nama
ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Tanjung Raya dan mendapatkan uang saku / hadiah uang
pembinaan wajib menyetorkan 20 % kepada Bendahara Ekstrakurikuler.
6.8 Pengurus OSIS
(1) OSIS dipimpin oleh seorang Ketua dengan dibantu oleh seorang wakil ketua
yang disebut MITRATAMA dan MITRAMUDA.
(2) Ketua dan Wakil Ketua OSIS harus warga negara Indonesia yang duduk di kelas
XI dan bukan siswa kelas terakhir pada SMA Negeri 1 Tanjung Raya.
(3) Ketua dan Wakil Ketua OSIS dipilih oleh anggota OSIS dengan suara terbanyak.
(4) Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan kepada MPK
dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK.
(5) Masa jabatan 1 tahun setelah pelantikan atau serah terima jabatan.
(6) Pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris,
Bendahara dan Kasi (Ketua Seksi).
(7) Kasie terdiri dari :
a) Kasie 1 Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b) Kasie 2 Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
c) Kasie 3 Pendahuluan Bela Negara
d) Kasie 4 Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur
e) Kasie 5 Berorganisasi, Pendidikan Politik dan Kepemimpinan
f) Kasie 6 Kebugaran Jasmani dan Daya Kreasi
g) Kasie 7 Keterampilan dan Kewirausahaan
h) Kasie 8 Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni
(8) Setiap Kasie membawahi beberapa Subsie (Sub Seksi)
(9) Ketua Subsie merupakan ketua pengurus harian ekstrakurikuler.
6.9 Pengurus Ekstrakurikuler
(1) Ekstrakurikuler dipimpin oleh seorang Ketua dengan dibantu oleh seorang wakil ketua.
(2) Ketua dan Wakil Ketua harus warga negara Indonesia yang duduk di kelas XI dan bukan siswa kelas
terakhir pada SMA Negeri 1 Tanjung Raya.
(3) Ketua dan Wakil Ketua dipilih oleh anggota ekstrakurikuler dengan suara terbanyak.
(4) Ketua ekstrakurikuler berhak atas jabatan Ketua Subsie dalam Kepengurusan OSIS SMA Negeri 1
Tanjung Raya
(5) Pengurus Harian Ekstrakurikuler bertanggung jawab kepada kepala sekolah melalui Koordinator
Ekskul.
(6) Masa jabatan 1 tahun setelah pelantikan atau serah terima jabatan.
6.10 Program Kerja Unggulan
A. OSIS
(1) MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
(2) Latgab Petugas Upacara
(3) Peringatan HUT RI
(4) LDK / LKS
(5) Pentas Kelas (kegiatan akhir tahun)
(6) Donasi buku dan seragam layak pakai (siswa kelas XII)
(7) Donasi tanaman (dari orang tua)
(8) Pembinaan kader green house
(9) HUT SMA Negeri 1 Tanjung Raya
(10) Workshop
(11) Smansatara Expo 2018
(12) Bakti Sosial
B. Ekstrakurikuler (Pramuka)
(1) Tamu Ambalan (Pramuka)
(2) Perkemahan pelantikan Penegak Bantara (Pramuka)
(3) Pelatihan Pionering dan SMS (Pramuka)
(4) Lomba Tekpram tingkat Penggalang
(5) Gafosi /Galeri Fotografi dan Sinematografi (Sinematografi)
(6) Pembuatan film dokumenter profil sekolah (Sinematografi)
(7) Produksi film pendek (Sinematografi)
(8) Lomba Fotografi (Sinematografi)
(9) Diklatsar (Paskibra)
(10) Seleksi Capas Kabupaten (Paskibra)
(11) LKBB Tingkat SMP (Paskibra)
(12) Islamic Skills Competition (ISC) (Rohis)
(13) Simulasi penyembelihan hewan Qurban (Rohis)
(14) Malam Bina Islam (Mabis) (Rohis)
(15) Pesantren Kilat Ramadhan (Rohis)
(16) Smansatara Sains Olimpiade (SSO) (MOSI)
(17) Penerbitan mading/koran dinding/buletin (Mading “Spektrum”)
(18) Pelatihan jurnalistik
(Mading “Spektrum”)
(19) Latihan rutin dan screening kesehatan (PMR)
(20) Donor darah (PMR)
6.11 Majelis Perwakilan Kelas
(1) Anggota-anggota MPK adalah merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap kelas memiliki wakil
masing-masing.
(2) Sebelum menjadi anggota MPK, setiap anggota harus mengucapkan janji secara sungguh-sungguh di
hadapan kepala sekolah atau dihadapan pejabat yang ditunjuk/dikuasakan oleh kepala sekolah untuk
mengambil janji.
(3) Perumusan bunyi janji diatur secara nasional.
(4) MPK bertanggung jawab kepada kepala sekolah
6.12 Pelatih Ekstrakurikuler
(1) Di SMA Negeri 1 Tanjung Raya, seluruh pembina kegiatan ekstrakurikuler disebut pelatih terdiri atas
pelatih Pramuka, pelatih Paskibra, pelatih PMR, pelatih Paduan Suara, Pelatih Jurnalistik
(mading/buletin), pelatih Rohis, pelatih tari, pelatih sinematografi, dan lain-lain.
(2) Pelatih ekstrakurikuler adalah seseorang yang memiliki skill/keterampilan, kompetensi/kecakapan
dalam melatih, dan pengalaman tertentu sesuai standar prestasi yang dikehendaki pihak sekolah.
(3) Pelatih ekstrakurikuler dapat dipilih dari guru/karyawan atau pihak luar dengan perjanjian (MOU)
kerjasama kepelatihan yang setiap tahun diperbaharui.
(4) Pelatih ekstrakurikuler yang berasal dari pihak eksternal sekolah dibatasi kewenangannya hanya
menyangkut latihan rutin/kegiatan mingguan atau pendampingan atas penugasan oleh sekolah.
Sementara pengelolaan even/acara yang diikuti anggota ekstrakurikuler baik internal sekolah maupun
antar sekolah merupakan kewenangan koordinator ekskul.
(5) Pelatih ekstrakurikuler dari pihak eksternal sekolah tidak berwenang melakukan pengaturan izin
kegiatan dan anggaran/keuangan ekskul baik bersumber dari sekolah, pihak diluar sekolah, maupun
iuran anggota.
(6) Pelatih ekstrakurikuler melaksanakan kegiatan latihan rutin dan terjadwal setiap minggu.
(7) Pelatih ekstrakurikuler berada di bawah koordinasi koordinator ekstrakurikuler. Koordinator
ekstrakurikuler bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah melalui Waka Kesiswaan.
(8) Pelatih ekstrakurikuler menyerahkan daftar presensi dan nilai koordinator ekskul untuk selanjutnya
disampaikan kepada masing-masing wali kelas sebelum UAS.
(9) Koordinator ekstrakurikuler bersama pelatih merumuskan program kerja, target prestasi, dan sistem
kerja pelatihan ekstrakurikuler.
(10) Koordinator ekstrakurikuler memantau perkembangan kegiatan ekskul dan menyampaikan
laporan rutin kepada Waka Kesiswaan.
6.13 Proses Perizinan dan Anggaran Kegiatan
(1) Segala bentuk undangan kegiatan kesiswaan harus disampaikan (dengan nota dinas) kepada Kepala
SMA Negeri 1 Tanjung Raya melalui Waka ur. Kesiswaan.
(2) Undangan kegiatan kesiswaan yang ditujukan kepada sekolah diarsipkan oleh Waka Kesiswaan.
(3) Undangan kegiatan yang ditujukan kepada pengurus OSIS/Ekskul diarsipkan oleh Sekretaris OSIS.
(4) Proses perizinan / anggaran kegiatan disampaikan oleh koordinator Ekskul kepada Pimpinan Sekolah
dan ditembuskan kepada Waka Kesiswaan atau jika kegiatan tersebut skala kecil (baik dari segi personel
maupun anggaran) cukup disampaikan kepada Waka Kesiswaan dan membuat nota dinas kepada
pimpinan sekolah sebagai laporan.
(5) Proposal kegiatan disusun oleh panitia/pengurus OSIS-Ekskul dan diketahui/ditandatangani oleh
Pelatih (jika merupakan guru SMA Negeri 1 Tanjung Raya) atau oleh Koordinator Ekskul (jika pelatih
merupakan pihak eksternal sekolah).
6.14 Ruang Sekretariat OSIS dan Ekstrakurikuler
(1) Ruang Sekretariat OSIS dan Ekstrakurikuler berada di ruang yang disediakan sekolah.
(2) Siswa dilarang menginap di ruang OSIS/Ekstrakurikuler, kecuali atas seizin Waka Kesiswaan.
(3) Penggunaan kantor OSIS/Ekskul untuk kepentingan rapat dapat dilakukan secara bergantian di bawah
koordinasi Sekretaris OSIS.
Ruang Kesenian, dan Ruang UKS bukan merupakan kantor ekskul, melainkan sarana milik sekolah
yang pengelolaan ruangan merupakan tanggung jawab koordinator ekskul/pelatih
H. PENGELOLAAN MUTASI PESERTA DIDIK
1. Mutasi Masuk
1.1 Persyaratan
1) Calon Peserta Didik Baru Pindahan Terdaftar sebagai peserta didik sekolah asal
dan bukan termasuk Sekolah SMA yang berada dalam satu zonasi ( Kecamatan
Tanjung Raya, Mesuji dan Rawajitu Utara
2) Berkelakuan Baik
3) Usia Sekolah Tidak Melebihi Batas yang telah diatur dalam peraturan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Peraturan
Gubernur Lampung
4) Surat Pindah Sekolah sebanyak 1 lembar
5) Foto Copy Ijasah SMP/sederajat dilegalisir sebanyak 1 rangkap
6) Surat Keterangan tentang NISN dari sekolah Asal
7) Buku Laporah Hasi Belajar Siswa
8) Foto Copy Sertfikat Akrerditasi Sekolah Asal ( Minimal Akreditasi B ) yang telah
dilegalisir
9) Surat Rekomendasi Mutasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
10) Surat Pindah Rayon ( Jika Calon Peserta Didik Baru Pindahan Berasal Dari Luar
Provinsi )
11) Foto copy Kartu Kluarga ( KK )
12) Foto copy KTP Orang tua / wali yang masih berlaku
13) Foto copy kartu indonsia pintar ( jika ada )
14) Foto copy kartu PKH ( jika ada )
15) Surat keterangan tidak mampu dari desa ( jika ada )
16) Phas foto ukuran 4x6 cm = 2 lembar, ukuran 3x4 cm = 2 lembar, ukuran 2x3 = 2
lembar
1.2 Mekanisme Mutasi Peserta Didik Masuk
1) Orang Tua Calon Peserta Didik baru pindahan Mengajukan Permohonan Mutasi
Masuk Ke SMAN 01 Tanjung Raya melalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaa
Sekolah Melakukan Verifikasi Data dan persyaratan Calon Peserta Didik Baru
Pindahan
2) Tertulis dan Wawancara.
3) Penetapan Keputusan dari Kepala Sekolah
4) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Menyerahkan Peserta Didik Baru Kepada
Calon Wali Kelas untuk selanjutnya dapat mengikuti proses pembelajaran di SMAN
01 Tanjung Raya
2. Mutasi Keluar
2.1 Persyaratan :
1) Surat Permohonan Pindah Sekolah dari Orang Tua
2) Surat Keterangan Bebas Peminjaman Buku Perpustakaan
3) Surat Keterangan telah menyelesaikan seluruh Administrasi Sekolah
4) Buku Laporan Hasil Belajar Siswa ( LHBS )
5) Surat Rekemendasi dari sekolah yang dituju
2.2 Mekanisme Mutasi Peserta Didik Keluar
2) Orang tua peserta didik mengajukan permohonan Mutasi Kepada Wali Kela
3) Wali Kelas menindaklanjuti permohonan Orang Tua Peserta Didik Kepada Wakil
Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
4) Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Menerima Pengajuan usulan Mutasi
Peserta dengan mempertimbangan seluruh persyaratan mutasi keluar sudah
memenuhi syarat
5) Sekolah menerbitkan Surat Keterangan Pindah Sekolah kepada Peserta Didik
6) Sekolah melalui operator Dapodik melakukan sinkronisasi data peserta didik di
Dapodik.
2.3 Uraian Prosedur
2.3.1 Permohonan kepada Kepala Sekolah
a. Peserta didik yang akan pindah dari SMA Negeri 01 Tanjung Raya
harus sudah mempunyai surat kesediaan menerima dari sekolah
yang dituju
b. Orang tua / Wali peserta didik mengajukan surat permohonan mutasi
keluar kepada Kepala Sekolah melalui wali kelas dengan melengkapi
blanko surat permohonan mutasi keluar yang disediakan oleh Tata
Usaha dan membawa surat kesediaan menerima dari sekolah yang
dituju
c. Surat permohonan dibubuhi materai 10,000 yang dibawa/disediakan
sendiri oleh orang tua/wali calon peserta didik
2.3.2 Mengajukan surat permohonan mutasi keluar kepada kepala sekolah
a.TAS mengajukan surat permohonan bermaterai dan ditandatangani oleh orang tua /wali peserta
didik kepada Kepala Sekolah beserta surat kesediaan menerima yang asli
b. TAS mencatat surat permohonan yang telah didisposisi oleh kepala sekolah
kedalam buku agenda surat masuk
c. TAS mengarsipkan surat permohonan yang asli
2.3.3 Penyelesaian administrasi dan berkas persyaratan mutase
a. TAS memberikan blanko alur mutasi keluar kepada orang tua / wali peserta
didik
b. Setelah semua terisi dengan lengkap, orang tua / wali peserta didik
menyerahkan kembali alur mutasi keluar beserta persyaratan mutasi kepada
TAS
2.3.4 Mengajukan surat keterangan bebas peminjaman buku dari perpustakaan
2.3.5 Penerbitan Surat Keterangan Mutasi Keluar
a. TAS mencetak surat keterangan mutasi keluar sebanyak 3 (tiga) lembar, 1(satu)
lembar untuk diberikan kepada orang tua / wali peserta didik, 1 (satu) lembar
untuk diarsipkan sekolah dan 1 (satu) lembar untuk arsip Cabang Dinas
Pendidikan Wilayah Masing – masing
b. Pada surat keterangan mutasi keluar ditempel foto untuk setiap lembarnya
c. Mengajukan surat keterangan mutasi keluar dan rapor lembar keluar kepada
Kepala Sekolah untuk ditandatangani
d. Surat keterangan mutasi keluar tetap diberi cap stempel sekolah
2.3.6 Pengambilan Surat Keterangan Mutasi Keluar
a. Orang tua / wali peserta didik mengambil surat keterangan
mutasi keluar dan rapor asli
b. TAS memberikan semua surat keterangan mutasi keluar,
permohonan mutasi keluar yang asli , kesedian menerima
yang asli dan rapor asli kepada orang tua / wali peserta
didik
c. Orang tua / wali peserta didik meminta sendiri tanda
tangan kepala sekolah
d. Orang tua / wali peserta didik mengembalikan 1 (satu)
lembar surat keterangan mutase dan surta kesediaan
menerima yang asli untuk arsip sekolah
e. TAS mencatat di buku serah terima dokumen
f. Peserta didik melakukan cap tiga jari di buku induk
g. TAS memberitahu operator DAPODIK dan staff kurikulum identitas peserta didik
yang mutase keluar
h. Operator DAPODIK mengeluarkan surat pindah dapodik
DIAGRAM ALUR PELAKSANAAN MUTASI KELUAR
Pelaksana Kegiatan Formulir Mutu
1. Orang tua / MULAI
PERMOHONAN KEPADA KEPALA SEKOLAH
wali peserta
didik
2. TAS
1. TAS Pengajuan Surat Permohonan Kepada Kepala
2. Kepala Sekolah
Sekolah Penyelesaian Administrasi dan berkas
3. persyaratan Mutasi
1. TAS
2. Orang tua / Pengajuan surat keterangan bebas peminjaman
buku
wali peserta
didik
3. Bendahara
1. Petugas
Perpustakan
2.Orang tua / wali
peserta didik
1. TAS Penerbitan surat Keterangan mutasi
2. Kepala Pengambilan surat Keterangan Mutasi Keluar
Sekolah
1. TAS
2. Orang tua / SELESAI
wali pesrta
didik