The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rangkuman materi indra penciuman atau pembau, pengecap, dan peraba.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 2010119220031, 2023-05-23 11:10:19

Sistem Indra (Hidung, lidah, dan kulit)

Rangkuman materi indra penciuman atau pembau, pengecap, dan peraba.

Sistem indra Alat Indra Manusia (Hidung, Lidah, dan Kulit)


SISTEM INDRA A. Alat Indra Pembau (Hidung) Hidung (nasal) sebagai indra pembau (penciuman) memiliki kemoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan berupa bau atau zat kimia yang berbentuk gas. Kemoreseptor olfaktori merupakan neuron khusus yang terletak pada epitelium olfaktori di langit-langit rongga hidung. Epitelium olfaktori mengandung sel penunjang, sel basal, dan sel olfaktori. Sel olfaktori berupa neuron bipolar yang berakhir pada rambut-rambut halus (silia) yang menonjol ke dalam mukus di dalam rongga hidung.


Tulang hidung fungsinya melindungi hidung dari benturan kecil, dan untuk menyangga hidung untuk terlihat lebih indah. Rongga hidung berfungsi adalah untuk menyebarkan udara terutama oksigen bagian terluar tubuh tenggorokan menuju ke jaringan bagian paru paru yang merupakan bagian akhir dari proses Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas. Selaput lendir (Mukus) berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau. Serabut saraf ke otak berfungsi untuk mengirimkan sinyal yg diterima oleh reseptor. Serabut saraf pembau berfungsi mengirimkan baubauan ke otak. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dari gambar di atas terdapat beberapa bagian pada indera penciuman manusia. Bagian-bagian meliputi:


Gangguan indra pembau: 1. 2. 3. 4. 5. Anosmia, adalah kondisi hilang atau menurunnya penciuman yang disebabkan oleh gangguan saluran hidung, cedera kepala dan tumor sulkus olfaktorius. Mekanisme kerja indra pembau (hidung) Mekanisme mencium bau: gas masuk ke hidung→ larut pada selaput mukosa →→ merangsang silia sel reseptor →→ rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah → jenis -> bau dapat diketahui Polip hidung, adalah pertumbuhan sel yang bersifat jinak di selaput lendir hidung. Kemungkinan penyebabnya adalah reaksi hipersensitif atau alergi. Salesma (cold) dan influenza (flu), adalah infeksi pada alat pernapasan yang disebabkan oleh virus dan umumnya dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit leher dan kadangkadang panas atau sakit pada persendian. Sinusitis, adalah radang tulang-tulang tengkorak di sekitar hidung yang berongga dan berisi udara. Gejala penyakit ini adalah sering batuk dan pilek. Hiperosmia, adalah keadaan hidung seseorang lebih peka terhadap bau-bauan.


SISTEM INDRA B. Alat Indra Pengecap (Lidah) Lidah sebagai indra pengecap memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste bud). Kuncup pengecap terdapat pada papila lidah, palatum (langit-langit) lunak, epiglotis, dan faring. Papila lidah dapat dibedakan menjadi empat macam berdasarkan bentuknya, yaitu sebagai berikut. Papila filiformis, berbentuk kerucut, kecil, menutupi bagian dorsum lidah (permukaan atas), dan tidak mengandung kuncup pengecap. Papila fungiformis, berbentuk bulat, banyak terdapat di dekat ujung lidah. mengandung lima kuncup pengecap pada setiap papila. Papila sirkumvalata, berbentuk menonjol dan tersusun seperti huruf V, banyak terdapat di bagian belakang lidah, serta mengandung 100 kuncup pengecap. Papila foliata, berbentuk seperti daun, terletak di bagian tepi pangkal lidah, dan mengandung sekitar 1.300 kuncup pengecap di setiap lipatannya.


Kuncup pengecap terdiri atas sel-sel penunjang dan sel sensor (sel pengecap) yang berambut. Substansi yang dirasakan harus berbentuk cairan atau larut dalam air ludah. Area kepekaan rasa pada lidah sebagai berikut.


Mekanisme kerja indra pengecap (lidah) Pengecap rasa manis, terdapat di bagian ujung lidah. Pengecap rasa asin, terdapat pada hampir seluruh area lidah, tetapi reseptor banyak terkumpul di bagian samping. Pengecap rasa asam, terdapat di bagian samping lidah agak ke belakang. Pengecap pahit, terdapat di bagian belakang pangkal lidah. Makanan atau minuman yang telah berupa larutan di dalam mulut akan merangsang ujung-ujung saraf pengecap. Setelah itu rangsangan tersebut diteruskan ke pusat saraf pengecap di otak. Lalu otak menanggapi rangsang tersebut sehingga manusia dapat merasakan rasa makanan atau minuman tersebut. Gangguan indra pengecap: Glositis atau peradangan lidah, bisa akut maupun kronis. Gejalanya berupa adanya ulkus dan lendir yang menutupi lidah. Peradangan ini biasanya timbul pada orang yang mengalami gangguan pencernaan atau infeksi pada gigi. Lidah lembek dan pucat dengan berkas gigitan pada pinggirannya. Lekoplakia, ditandai oleh adanya bercak-bercak putih yang tebal pada permukaan lidah (juga pada selaput lendir pipi dan gusi). Biasanya sangat terlihat pada perokok.


Ageusia yaitu, Kondisi tidak bisa merasakan sama sekali atau hilangnya daya pengecap secara total. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai keadaan , misalnya mulut sangat kering, perokok berat, efek samping dari obat Faktor yang mempengaruhi kepekaan indera pengecap: Faktor usia, usia mempengaruhi sensitivitas reseptor rasa. Penurunan sensitivitas indera pengecap merupakan masalah fisiologis yang terjadi pada manula. Pada umur 45 tahun taste buds mulai mengalami degenerasi. Dalam hal ini rasa asam kurang terpengaruh dibandingkan dengan rasa lainnya. Ambang batas rasa manis, asin, dan pahit pada usia tua lebih tinggi dibandingan usia muda Suhu makanan yang terlalu panas dapat merusak sel-sel pada taste buds, namun keadaan ini cenderung berlangsung cepat karena sel yang rusak akan segera diperbaiki. Pengaruh suhu tidak sama pada setiap rasa. Suhu yang tinggi dapat meningkatkan respon terhadap rasa manis, namun akan menurunkan respon terhadap rasa asin dan pahit Faktor penyakit, beberapa jenis penyakit dapat mempengaruhi sensitivitas terhadap rasa seperti cancer dimana dapat menyebabkan penurunan sensitivitas rasa manis, penyakit pseudohypoparathyroidism dapat menurunkan sensitivitas rasa pahit dan asam


SISTEM INDRA C. Alat Indra Peraba (Kulit) Indra peraba adalah satu dari lima panca indra manusia yang membuat kita bisa merasakan sesuatu yang kasar, halus, panas dan juga dingin dari permukaan benda melalui bagian tubuh manusia yaitu kulit. Kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, serta hipodermis.


Korpusuka meissner: terletak dekat permukaan kulit, berfungsi untuk menerima rangsanagan sentuhan / rabaan. Korpususka pacini: terletak di bawah lapisan dermis, berfungsi menerima rangsangan tekanan. Korpusuka ruffini: terletak di lapisan dermis, berfungsi untuk menerima rangsangan dingin. Korpusuka ujung saraf terbuka: terletak di lapisan epidermis, peka terhadap rasa nyeri/sakit. Cakram merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi lambat Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan gerakan. Pada kulit terdapat beberapa reseptor untuk mendeteksi sesuatu, antara lain: Mekanisme kerja indra peraba (kulit) Kulit mendapatkan rangsangan dari luar berupa tekanan, sentuhan, dan suhu. Rangsangan itu kemudian ditangkap oleh ujung saraf reseptor yang kemudian informasi itu dihantarkan ke otak. Kita kemudian meperseprikan rangsangan itu seperti rasa panas saat tangan kita mneyntuh air mendidih, atau rasa dingin saat tubuh kita menyentuh salju


Gangguan indra peraba: Kelainan kulit karena infeksi jamur antara lain disebabkan oleh segolongan jamur dermatofita (dermatofitosis), ragi candida (kandidosis kulit) dan jamur malassezia furtur. Kelainan kulit karena infeksi jamur dapat berupa panu, kurab dan Tineapedis. Alergi atau hipersensitivitasadalah perubahan kemampuan tubuh yang didapat dan khas untuk bereaksi terhadap zat (alergen, antigen) yang menempel atau masuk ke dalam tubuh. Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai faktor, yang terpenting adalah jumlah pigmen melanin kulit, peredaran darah, tebal tipisnya lapisan tanduk dan adanya zat-zat warna lain yang bukan melanin yaitu darah dan kolagen. Masalah yang sering terjadi pada kulit berminyak adalah jerawat. Pada dasarnya jerawat disebabkan oleh tumbuhnya kotoran dan sel kulit mati yang mengakibatkan folikel dan pertumbuhan sebum terhambat. Produksi minyak pada kulit biasanya disalurkan melalui folikel rambut. Kotoran atau sel kulit mati yang tidak dibersihkan akan menyumbat saluran ini hingga minyak yang ke luar akan bertumpuk dan menjadi komedo.


Click to View FlipBook Version