Kisah
Lili & Lala
Di sebuah hutan hiduplah seekor bangau yang cantik bernama "lili", bulu
tubuhnya putih, bersih dan berkilau. Selain cantik ia juga baik hati, ramah,
memiliki suara emas dan memiliki banyak teman.
Suatau hari bangau yang cantik, bernyanyi merdu yang dikelilingi hewan lainnya yang
menikmati suara merdu lili.
Akhirnyapun lili selesai bernyanyi, tinggal lili sendiri ketika lili ingin pulang,
datanglah seekor bangau lainnya bernama "lala", ia memiliki warna bulu yang tidak
bersih atau mungkin disebut si bangau buruk rupa, ia suka berbicara menyakiti hewan
lainnya, dan ia juga tidak begitu memiliki banyak teman.
Lala memberanikan diri untuk bertanya “Wahai bangau yang cantik rupawan, apakah
rahasia bulu putihmu yang berkilau itu, aku sungguh ingin memiliki bulu seperti
kamu lili. Aku sangat sedih selalu diolok dengan si bangau buruk rupa, apakah karena
aku si buruk rupa sehingga tidak ada yang mau berteman denganku".
1. Kemudian lili berbagi rahasia 2. Raut wajah lala sedih
bulu putih dan berkilaunya, karena bunga mawar
tersebut sudah langka
"setiap seminggu tiga kali aku “Apakah aku boleh
mandi menggunakan kapur memintanya?”
mawar putih buatanku sendiri,
tetapi sekarang bunga mawar itu
langka”.
3. “Tentu boleh, besok pagi
kamu datang kemari akan
aku bawakan".
Keesokan harinya lala sudah menanti si bangau cantik (lili) , setelah mendapatkan
kapur mawar putih milik lili, lala bergegas terburu-buru saking senangnya dan tidak
sabar untuk digunakan kemudian meninggalkan lili, lili berteriak berkata "lala
jangan habiskan kapur mawar putih semuanya". Lala menjawab sambil meninggalkan
lili " Baik lili".
Hari demi hari silih berganti, sehingga dua minggu lamanya lili menunggu lala untuk
memberikan kapur mawar yang tersisa sebab selama dua minggu lili tidak
membersihkan diri memakai kapur mawar putih, karena kapur mawar putih
seluruhnya ada apa kantong yang dibawa oleh lala.
Akhirnya lala mendatangi lili yang sedang berkumpul dan bernyanyi bersama teman-temannya, lala
yang sering dijuluki bangau buruk rupa pun akhirnya memiliki bulu yang cantik,bersih dan berkilau
tetapi tetap saja dia tidak disanjungi oleh hewa-hewan lainnnya keberadaanya seperti diacuhkan dan
sibangau mulai usil kepada hewan lainnya karena merasa kesal dan sakit hati yang disanjung tetap si
bangau cantik (lili).
Selesai bernyanyi lili meminta kapur mawar putih kembali pada lala, lala berkata "aku lupa
membawanya, secepatnya aku akan kembalikan kepadamu lili".
Lala memiliki rencana untuk bangau cantik (lili) Kemudian ia meminta bangau cantik untuk
bernyanyi terus-menerus, lili pun meng iakan dengan senang hati, setelah lama bernyanyi namun lili
tiba-tiba tersedak dan kehilangan suaranya. Sehingga teman-teman lili meminta lili untuk
mengakhiri ia bernyanyi dan meminta lili untuk istirahat serta perbanyak minum air jernih agar
dapat memulihkan suaranya kembali.
2. "Bagaimana caranya 1. Lala menghampiri lili dan
lala? " berkata "aku akan membantu agar
suara kamu kembali".
3. “Ayo kita pergi di hutan sebalah aku punya
kenalan dari teman katanya beliau bisa
membantu seseorang agar suaranya kembali
dan bahkan menambah indah”.
Akhirnya lili pun mengiyakan saran lala dan bergi menyebrangi
sungai sebagai perbatasan berbedaann antara hutan
Sampai disana terdapat pohon besar gelap, kemudian lili disuruh masuk lorong pohon yang
gelap itu karena yang memiliki keperluan untuk bertemu seseorang, lili pun di dorang
untuk cepatan masuk, lala dengan cepat menutup lorong pohon oleh papan kayu dan
bebatuan dengan jumlah banyak sehingga lili tidak bisa keluar.
Lala berkata “akhirnya akulah yang menjadi bangau paling cantik dihutan ini tidak ada
lagi yang akan membandingkanku, pasti bulu lili hitam dan susah dibersihkannya dia
akan menjadi bangau buruk rupa” sambil tertawa bahagia. Dan pergi meninggalkan lili
terkurung didalam pohon.
Terik mataharipun berubah menjadi senja, namun lili masih belum bisa keluar ia hanya bisa menangis tidak
dapat teriak kencang. kemudian ada seekor gajah yang sedang melewati pohon besar tersebut mendengar suara
tangisan dan terdapat dalam pohon akhirnya gajahpun memindahkan bebatuan dan papan untuk membukanya.
Saat diluar burung bangau melihat badan dirinya begitu kotor dan hitam.
Lili bercermin dalam air yang jernih dan membersihkan dirinya di sungai air mengalir
namun sudah beberapa puluh menit lamanya tidak ada perubahan pada warna bulu lili tetap
kotor dengan bulu ada yang hitam dan keabuan, ia tidak sebesih kinclong seperti dulu.
1. “lala mengapa kamu mengurungku dan 2. “Maafkan aku lili, aku hanya ingin bermain
meninggalku kemarin!, aku meminta kapur bersama engkau dan bercanda, untuk kapur
mawar putihku kembali, untuk membersihkan
mawar putihmu sudah aku habiskanhabiskan".
diriku”.
3. "Apa habis! Kamu tau itu kapur
mawar persediaan terakhirku". (Lili
pun menangis)
Keesokan harinya lili menghampiri lala yang sedang berjalan sendirian.
1. “lili kamu mau kemana dan kenapa kamu
menangis?"
2. "Blue, sekarang aku adalah bangau
siburuk rupa, pasti banyak yang tidak mau
berteman lagi denganku, ini seperti bukan
diriku".
Akhirnya lili pulang dengan keadaan sedih, kemudian lili menangis dan merenung di taman yang biasanya ia bermain bersama teman-temannya.
Saat teman-temannya ingin menghampiri lili, lili hendaklah pergi karena lili merasa malu untuk bermain bersama teman-temannya. Namun
datanglah seekor burung bernama blue yang menanyakan keadaan lili.
1. “kamu tidak boleh berlaut sedih lili, kamu tetap cantik tanpa warna
bulu putih,bersih dan berkilauan, kamu tau cantik itu bukan hanya dilihat
dari fisik saja tetapi cantik juga bisa berasal dari sikap yang baik dan baik
hati seperti kamu. Dan Kamu tidak perlu risau akan tidak memiliki
teman, kamu akan tetap memiliki banyak teman karena kebaikanmu
mereka akan selalu ada untukmu, bolehkah aku meminta kamu
bernyanyi yang merdu aku ingin mendengarkan suara merdumu?”
2. "Terimakasih blue atas
masukkannya, boleh,akan aku
nyanyikan”.
Blue memeberikan ucapan untuk menenangkan perasaan lili dan meminta lili bernyanyi agar
dapat melupakan kesedihan yang dialaminya.
Kemudian hewan-hewan lainnyapun mendatangi lili bernyanyi yang ditemani blue dan ikut bernyanyi dengan riang dan gembira. Akhirnya
kekhawatiran lili akan tidak memiliki teman kini tidak lagi ada, dan teman-teman lilipun tidak mempermasalahkan rupawan lili saat ini.
Terrnyata benar kecantikan bukan dilihat dari bentuk rupawaannya, sehingga lili percaya diri seperti biasanya sebelum kejadian yang menimpa
bentuk rupawan lili. Kecantikan sesungguhnya berasal dari hati dan perbuatan baiknya sesama temannya.
SELESA
I