Umi Nasikah SD N PODOREJO 02 CGP ANGKATAN 7 KAB TULUNGAGUNG KELAS LMS 218 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DYA FASILITATOR IBU WIJAYANTI PENGAJAR PRAKTIK BPK AGUS WINARKO
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan 'Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya' dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Pemimpin Pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya erat kaitanya dengan bagaimana seorang pemimpin yang bisa menggerakan atau mendorong komunitas/kelas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta mampu membangun koneksi dari aset yang dimiliki menjadi lebih dapat dimanfaatan untuk memenuhi kebutuhan murid.
Pemimpin juga seyogyanya memiliki kemampuan untuk mendorong komunitas/kelas menjadi mandiri dalam hal menyelesaikan masalah/tantangan/hambatan yang dihadapinya dengan memberdayakan aset /modal dan potensi masing- masing sehingga keberadaan aset tersebut memiliki nilai berdaya guna demi kemajuan murid yang berkelanjutan
Pemimpin pembelajaran juga harus memiliki kemampuan untuk memberdayakan aset yang dimiliki baik di dalam kelas, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Perlu diketahui bahwa sekolah itu merupakan sebuah ekosistem yang dibangun dengan sengaja. Di dalam ekosistem tentu berkaitan antara unsurnya didalamnya.
Dalam sebuah ekosistem tentu ada unsur hidup ( Biotik) dan unsur tak hidup ( Abiotik). Guru, Kepala sekolah, orang tua, masyarakat termasuk kedalam unsur biotik, sedangkan keuangan BOS, sarana dan prasarana sekolah. Unsur- Unsur tersebut tentu memiliki potensi yang dapat diberdayakan sesuai dengan fungsinya, peran pemimpin harus cerdas dalam memberdayakan unsur dalam ekosistem tersebut.
Sebagai pemimpin keberadayaan aset tersebu harus dapat dioptimalkan, misalnya untuk pemanfaatan di kelas, seorang pemimpin harus mampu menberdayaakan aset yang ada di kelasnya guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik, kemudian di sekolah, pemimpin harus mampu mengidentifikasi aset yang ada di sekolah kemudian merancangan strategi pemanfaatannya guna mencapai visi sekolah yang telah ditetapkan. Selain itu pempimpin pembelajaran juga harus mengelola sumber daya baik dilingkungan sekolah maupun disekitar lingkungan dalam hal ini masyarakat sehingga terjalin kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat.
\ Tunjukkan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Pemanfaatan sumber daya yang tepat dan efisieun akan mampu membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih baik dan berkualitas. Sebagai contoh pemimpin pembelajaran ( Guru) pada pelajaran IPA pada materi reproduksi, ternyata di kelas ada orang tua siswa yang bekerja sebagai dokter, guru dapat mengundang orang tua tersebut untuk menjadi narasumber. Misalnya juga dalam kita dapat memanfaatkan lingkungan sekolah guna mencapai tujuan pembelajaran yang konteksual yang artinya materi yang dipelajari relevan dengan kehidupan sehari- hari. Apabila guru berpikir positif atau mampu memanfaatkan yang ada dan tidak berpikir atas kekuranganya yang ada maka energi positif akan terpancar ke yang lainya
Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Let's take a look at some examples
3.2 1.1 1.2 1.3 1.4 2.1 2.2 2.3 3.1
Keterkaitan dengan modul 1.1 Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah menuntun segala kodrat anak untuk mencapai keselamatan yang setinggitingginya baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dengan demikian peran menuntun oleh guru juga memerlukan dukungan modal manusia dari Guru sendiri yaitu guru yang memiliki kualitas dalam melaksanakan Trilogi Pendidikan, ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun Karsa, dan Tut wuri Handayani. Sekolah sebagai sebuah institusi juga harus mampu menggali potensi siswa dengan cara memberdayakan aset yang dimiliki agar tujuan pendidikan tercapai.
Keterkaitan denagn modul 1.2 Dengan kemampuan memberdayakan aset pendidik/Pemimpin Pembelajaran tentu berpegang teguh pada nilai- nilai guru penggerak yang telah dipelajari pada modul ini diantaranya nilai guru penggerak yang berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif dan inovatif. Kemudian peran guru penggerak menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru, menjadi coach bagi guru lain, dan mewujudkan kepemimpinan murid. dengan memahami peran dan nilai guru penggerak tentu akan menjadi bekal bagi pemimpin pembelajaran ketika memberdayakan aset yang ada di sekitar menjadi berdaya guna bagi murid.
Keterkaitan denagn modul 1.3 Nilai dan guru penggerak haruslah menjadi dasar dalam merencanakan dan mewujudkan visi guru pengerak. Visi guru pengerak akan mengantar pendidik mencapai tujuan dari pendidikan yang telah di utarakan oleh KHD. Dalam mengejawantakan hal tersebut ada alat untuk membantu mencapai visi yaitu dengan alat pendekatan inkuiri apresiatif, dimana dalam Pendekatan inkuiri apresiatif memandang segala sesuatu berdasarkan potensi terbaik yang dimilikinya bukan potensi negatif yang dibahas. Inkuiri apresiatif juga merupakan cara pandang bagaimana pemimpin pembelajaran melihat aset/sumber daya yang ada di sekitar menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapati kebutuhan murid dalam pembelajaran. Metode yang dapat digunakan untuk mencapai hal tersebut bisa melalui tahapan BAGJA.
Keterkaitan dengan modul 1.4 Pengeloaan aset dan pemanfaatannya akan dapat berfungsi secara maksimal jika didalam sebuah sekolah berlaku adanya budaya positif, dimana seluruh unsur sekolah melaksanakan dengan penuh kesadaran dan penuh kedisiplinan yang bersumber dari motivasi dalam diri
Keterkaitan dengan modul 2.1 Apabila guru sudah mampu memberdayakan aset yang ada maka guru dapat memanfaatkan sumber daya yang ada kedalam pembelajaran berdiferensiasi .Strategi pembelajaran berdiferensiasi apabila diterapkan secara efektif akan mampu memenuhi kebutuhan murid di kelas yang beranakeragam sesuai potensi yang dimilikinya masingmasing.
Keterkaitan dengan modul 2.2 Apabila guru sudah mampu memberdayakan aset yang ada maka guru dapat memanfaatkan sumber daya yang ada kedalam pembelajaran pembelajaran KSE. KSE apabila diterapkan secara efektif akan mampu memenuhi kebutuhan murid di kelas yang beranakeragam sesuai potensi yang dimilikinya masing- masing. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan KSE akan menjadi lebih efektif manakala guru guru memahami supervisi akademik.
Keterkaitan dengan modul 2.3 Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan KSE akan menjadi lebih efektif manakala guru guru memahami supervisi akademik. dalam supervisi akademik sesungguhnya merupakan penggalian aset modal manusia, dalam pelaksanaannya diperlukan kemampuan coaching dengan alur TIRTA agar sumber daya manusia utamanya guru bisa tergali dengan maksimal untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang lain yaitu siswa, dengan percakapan coaching guru dapat membantu siswa menemu kenali potensi yang dimilikinnya.
Keterkaitan dengan modul 3.1 Keputusan tentang aset/modal mana saja yang dapat diberdayakan guru tentu haruslah berdasarkan 9 langkah pengujian keputusan, 4 paradigma berpikir, dan 3 prinsip berfikir. Modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan modul yang mengantarkan menjadi pemimpin yang berorientasi pada kebutuhan murid, bertanggungjawab dan berdasarkan nilai- nilai kebajikan universal.
Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang telah berubah pada diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
Sebelum mempelajari modul 3.2 saya sering berfokus pada kekurangan/masalah, tanpa melihat potensi dan kekuatan yang mendukung, membuat kegiatan saya dan komunitas menghasilkan kegiatan yang kurang maksimal dan memerlukan waktu lama. namun setelah mempelajari modul 3.2 Fokus pada aset dan kekuatan dengan Membayangkan masa depan tentang kesuksesan yang akan diraih dan berupaya memaksimalkan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut melalui cara mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan), dan merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan
Setelah mempelajari modul 3.2 ini peradigam berpikir saya menjadi berubah, sekarang menjadi penuh dengan rasa optimis karena saya tidak memandang semua hal dari kekurangannya tetapi saya jadikan kakurangan sebagai suatu sumber kekuatan atau aset. Saya jadi dapat mengidentifkasi aset atau modal yang dimilikin oleh sekolah. Sehingga dapat mewujudkan perubahan yang saya inginkan terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran. saya dapat memanfaatkan 7 aset yang meliputi modal manusia, finansial, lingkungan atau alam, politik,fisik maupun modal sosial, agama dan budaya.
THANK YOU