The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ppg.indahhapsari00030, 2024-03-21 02:54:27

T2-7. Indah Ayu Hapsari. Prespektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Koneksi Antar Materi

Indah Ayu Hapsari Antar Prespektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia


Dalam topik I mengenai pengantar perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan Indonesia, saya telah membuat koneksi antarmateri menggunakan mind map. Mind map tersebut menghubungkan mata kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan dengan berbagai materi dari mata kuliah PG lainnya. Selanjutnya, pada topik 2 mengenai konsep dasar perspektif sosio-kultural dalam pendidikan, saya akan membuat koneksi antarmateri melalui penggunaan video. Hal ini bertujuan untuk memperjelas pemahaman konsep-konsep dasar dalam perspektif sosio-kultural dalam konteks pendidikan. Meninjau kembali


Unsur Pokok Bahasan Topik Status Sosial Ekonomi (SES) merujuk pada posisi seseorang dalam masyarakat yang mencakup faktor sosial dan ekonomi. Pengarun SES ini terlihat dalam pendidikan anak, terutama dalam interaksi antara orang dewasa dan anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa SES rendah dapat meningkatkan risiko keterasingan, seperti keterlibatan rendah, masala disiplin, kurang keberhasilan, persepsi ketidakadilan, dukungan rendah, dan penilaian guru yang kurang positif. Sebaliknya, SES tinggi cenderung menjadi faktor peningkatan keberhasilan belajar anak.


Koneksi Dasar Prespektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia Prinsip pengajaran dan Asesmen Pembelajaran Berdiferensiasi Pemahaman Peserta Didik dan pembelajarannya Filosofi Pendidikan Indonesia


Dalam penjelasan mengenai status sosial ekonomi (SES) dijelaskan bahwa SES memiliki dampak yang signifikan pada pendidikan anak. Dampak ini terlihat dalam interaksi antara orang dewasa dan anak, seperti saat orang tua memberikan penilaian dan harapan untuk membantu mengelola hubungan antara guru dan peserta didik mungkin menunda pengaruh dari teman sebaya. Semua ini terkait dengan motivasi, sikap, dan tujuan. Topik ini berkaitan dengan mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya, yang mencakup integrasi antara teori perkembangan kognitif, sosial emosional, dan konteks sosial yang diperlukan untuk memahami peserta didik serta menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan latar belakang mereka. Dalam interaksi orang dewasa-anak, sejarah belajar anak dibangun bersama dalam zona perkembangan proksimal. Internalisasi dipengaruhi alat budaya, seperti sistem tanda dan konsep, yang diberikan kepada anak melalui interaksi sosial, kemudian dinternalisasi dan diubah untuk digunakan sendiri. Hubungan dengan Mata Kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya


Hubungan Dengan Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia Dalam pelajaran Filosofi Pendidikan Indonesia, aspek sosial budaya memiliki peran bear dalam membentuk perkembangan pendidikan serta nilai-nilai filosofis di Indonesia. Keterkaitan yg terletak pada pengaruh faktor-faktor seperti sosial, budaya ekonomi, dan politik, bersama dengan keberagaman dan multikulturalisme masarakat Indonesia. Pembelajaran yang diselenggarakan dalam konteks in harus sesai dengan kodrat alam dan kondisi zaman peserta didik. Oleh karena itu, setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan yang setara, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.


Dalam kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen, pemahaman terhadap latar belakang sosial budaya sangat penting untuk memastikan pembelajaran dan asesmen berjalan efektif sesudi dengan kurikulum Merdeka. Hubungan antara mata kuliah perspektif sosiokultural dengan prinsip pengajaran dan asesmen terlihat dalam kegiatan perencanaan pembelajaran. Penting untuk menyusun dan melaksandka. pembelajaran seta asesmen dengan mempertimbangkan karakteristik, tingkat, dan kemampuan peserta didik agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik. Hubungan Dengan Mata Kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen


Hubungan Dengan Mata Kuliah Pembelajaran Berdiferensiasi Belajar tentang perbedaan peserta didik, termasuk aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik, adalah fokus pembelajaran sosiokultural. Dengan menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik dengan memperhatikan keragaman mereka. Pendekatan pembelajaran yang berdiferensiasi ini dirancang untuk mengakomodasi variasi kebutuhan belajar peserta didik secara efektif.


Terima Kasih


Click to View FlipBook Version