The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by elysajohanna82, 2021-03-30 23:13:02

Elysa

Seni Budaya

 3.3. Memahami konsep dan
prosedur pameran karya seni
rupa

 4.3. Menyelenggarakan
pameran hasil karya seni rupa
dua dan tiga dimensi yang
dibuat berdasarkan melihat
model

Pameran seni rupa di sekolah memiliki banyak fungsi bagi murid. Yaitu sebagai sarana
apresiasi dan ajang prestasi, fungsi rekreasi dan fungsi edukasi. Selain itu, pameran seni
rupa juga melatih murid-murid yang bergabung dalam kepanitiaan untuk bekerjasama dan
bertanggung jawab sebagai kesatuan organisasi. Dalam penyelenggaraan pameran seni
rupa, ada tahapan yang harus dilalui, yaitu perencanaan, pesiapan, dan pelaksanaan.

A. Perencanaan Pameran
Tahap awal dari penyelenggaraan suatu pameran seni rupa adalah tahap perencanaan. Pada
tahap ini disusun suatu rencana kegiatan pameran secara sistematis dan logis. Rencana
kegiatan pameran meliputi berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan
pameran seperti tujuan, tema, materi, kepanitiaan, tempat, waktu, dan agenda kegiatan
pameran.

#1 Menentukan Tujuan Pameran

Meski dilakukan dalam skala sekolah yang lebih fokus pada kegiatan edukatif, tujuan
penyelenggaraan pameran seni rupa juga perlu difikirkan secara matang sebab tujuan
akan mempengaruhi konsep atau agenda kegiatan yang akan dilakukan. Pameran seni
rupa bisa saja dilakukan dengan tujuan edukasi, sosial, kemanusiaan, kebudayaan, atau
tujuan komersil dalam bentuk penggalangan dana.

#2 Menentukan Tema Pameran

Setelah tujuan penyelenggaraan pameran disepakati, maka selanjutnya adalah
penentuan tema pameran. Tema pameran dapat disesuaikan dengan isu-isu
kebudayaan atau isu pendidikan yang sedang hangat diperbincangkan namun yang jelas
tema harus memperjelas tujuan yang sudah disepakati.

#3 Menentukan Materi Pameran

Materi pameran adalah materi atau isi yang akan diusung dalam pameran seni rupa.
Informasi penunjang terkait karya yang akan dipamerkan juga menjadi materi pameran
yang harus direncanakan. Materi pameran disusun dan dikembangkan berdasarkan
tema yang telah dipilih.

#4 Menyusun Kepanitiaan

Setelah tema dan materi pameran ditetapkan, maka selanjutnya disusun kepanitiaan.
Kepanitiaan pameran umumnya terdiri dari panitia inti dan didukung oleh seksi-seksi.

Secara garis besar, kepanitiaan dibagi menjadi beberapa bagian berdsarkan tugas-
tugasnya

Berikut pembagian tugas kepanitiaan dalam suatu pameran seni rupa :

 Ketua : bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran.
 Wakil ketua : membantu ketua panitia mengurus kegiatan seksi-seksi.
 Sekretaris : mencatat kegiatan, surat-menyurat, dan arsip surat.
 Bendahara : mengolah keuangan untuk kegiatan pameran.
 Seksi kesekretariatan : membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen.
 Seksi usaha : memnbantu ketua mencari dana.
 Seksi publikasi : mengatur publikasi dan laporan dokuemntasi.
 Seksi dokumentasi : mendokumentasika kegiatan pameran.
 Seksi dekorasi : mendekorasi ruangan dan menata ruang pameran.
 Seksi stand : menjaga pameran dan memandu pengunjung.
 Seksi pengumpulan karya : mengumpulkan dan menyeleksi karya.
 Seksi perlengkapan : mengurus perlengkapan untuk pameran.
 Seksi keamanan : menjaga keamanan dan ketertiban.
 Seksi konsumsi : menyediakan dan mengatur konsumsi.
 Seksi sound system : mengatur sound system dan musik.

5 Menentukan Tempat dan Waktu Pameran
Agar pameran seni rupa dapat terselenggara secara efektif, maka panitia

harus mencari waktu yang paling sesuai untuk melaksanakan pameran

6 Menyusun Agenda Kegiatan Pameran
Agar waktu pelaksanaan pameran sampai secara jelas kepada semua

pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pameran tersebut, maka
perlu disusun agenda kegiatan pameran.

7 Menyusun Proposal Pameran
Proposal kegiatan adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk

rancangan kerja secara sistematis sebelum melaksanakan kegiatan.
Proposal mencakup berbagai aspek terkait kegiatan yang akan
dilaksanakan mulai dari latar belakang, tema, tujuan, susunan paniti,
anggaran biaya, jadwal, dan sebagainya. Proposal kegiatan pameran
ditujukan untuk memperoleh perizinan, dukungan, atau bantuan dana
dari berbagai pihak atau sponsor.

B. Persiapan Pameran Seni Rupa di Sekolah
Setelah dilakukan perencanaan secara matang dan proposal kegiatan sudah mendapat

tanggapan, maka tahap selanjutnya dalam penyelenggaraan pameran seni rupa
adalah tahap persiapan. Pada tahap ini, panitia mulai bekerja untuk menyiapkan
berbagai kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran.

1 Pengumpulan dan Pemilihan Karya Seni Rupa
Seksi pengumpul dan seleksi karya bertugas untuk mengumpulkan berbagai karya seni

rupa dan menyeleksi karya-karya yang memenuhi syarat untuk dipamerkan. Dalam
proses seleksi karya, panitia dapat melibatkan guru kesenian untuk memilih
beberapa karya dari sejumlah karya yang berhasil terkumpul.

2 Menyiapkan Ruang Pameran
Seksi dekorasi dan penataan ruang bertanggung jawab untuk menyiapkan
ruang pameran. Ruang pameran harus didekorasi sedemikian rupa agar
terlihat menarik dan disesuaikan dengan tema yang digunakan. Dekorasi
ditujukan agar lingkungan pameran baik di luar maupun di dalam ruangan
pameran terlihat indah, nyaman, dan menarik sehingga pengunjung
merasa puas dan tidak jemu.

3 Penyesuaian Waktu Pameran
Meskipun jadwal pelaskanaan pameran telah ditetapkan di dalam proposal dan agenda

kegiatan, akan tetapi terkadang jadwal pameran amsih harus disesuaikan kembali
dengan situasi dan kondisi yang ada. Oleh karena itu, panitia harus berkoordinasi
dengan pihak terkait untuk memastikan waktunya.

4 Menyiapkan Perlengkapan untuk Pameran
Seksi perlengkapan bertanggung jawab menyiapkan berbagai perlengkapan yang

dibutuhkan untuk pameran. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk
penyelenggaraan pameran seni rupa antaralain meja, sketsel atau papan panel (untuk
menempelkan karya lukisan atau fotografi), pedestal (untuk kejainan tangan atau
patung), panil, katalog, buku tamu, buku kesan dan pesan, poster, brosur, folder,
denah lokasi, petunjuk arah, dan sebagainya

5 Penempatan Karya Seni Rupa
Seksi dekorasi dan penataan ruang juga bertanggung jawab untuk
penempatan karya seni rupa. Ruang pameran harus ditata sedemikian
rupa dengan pembagian tata ruang yang baik agar kegiatan pameran
dapat berlangsung dengan baik tanpa kendala dari segi ruangan.

6 Menyiapkan Tata Cahaya

Seksi perlengkapan juga bertugas menyiapkan peralatan untuk penerangan dan mengatur tata
cahaya untuk pameran. Lampu penerang dipasang di setiap papan pamer (panil) atau di plafon.
Pemilihan jenis lampu dan penempatannya harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu
pandangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cahaya antaralain:

1). Jangan menyilaukan mata pengunjung

2). Usahakan lampu cukup terang agar karya terlihat dengan jelas

3). Sumber cahya tidak hanya dari salah satu sudut saja

4). Usahakan agar lampu tidak mempengaruhi warna karya terutama lukisan.

7 Menyiapkan Sound System
Meski tidak seperti pergelaran yang identik dengan musik dan suara,
pameran seni rupa juga membutuhkan sound system. Sound system
digunakan dalam acara pembukaan dan untuk memperdengarkan musik
instrumental berirama lembut selama pameran berlangsung. Musik
berirama lembut berfungsi mendukung suasana pameran sehingga
pengunjung lebih terhibur dan tidak merasa jenuh.

8 Menyiapkan Media Publikasi
Seksi publikasi bertanggung jawab menyiapkan berbagai media publikasi
untuk pengadaan penyiaran atau permberitahuan kepada murid-murid
mengenai pameran yang akan dilaksanakan. Meia publikasi dapat dalam
bentuk brosur, iklan, siaran radio, selebaran, spanduk, dan sebagainya.

C. Pelaksanaan Pameran Seni Rupa di Sekolah
Setelah persiapan untuk menyelenggarakan pameran seni rupa selesai dikerjakan, maka

pameran pun sudah siap untuk dilaksanakan. Hari pelaksanaan merupakan hari yang
mendebarkan bagi panitia sebab pada hari itulah kerja keras mereka selama persiapan
dipertaruhkan. Keberhasilan suatu pameran juga bergantung pada kerja sama panitia saat
perlaksanaan berlangsung.

1 Pembukaan Pameran Seni Rupa
Pelaksanaan pameran dimulai dengan acara pembukaan yang ditandai dengan kata sambutan

dari ketua panitia pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan
pameran oleh Kepala Sekolah atau pihak yang mewakilinya.
2 Menyambut Tamu atau pengunjung
Pada saat pembukaan berlangsung, panitia yang bertugas sebagai seksi stand atau penyambut
bertugas untuk menyambut pengunjung yang datang dan meminta pengunjung untuk
mengisi buku tamu. Panitia kemudian membagikan katalog pameran dan mempersilahkan
pengunjung untuk menikmati jamuan yang disediakan oleh panitia.

3 Memandu Pengunjung
Selain menyambut pengunjung yang datang, seksi stand juga bertanggung
jawab untuk memandu pengunjung agar dapat menikmati pameran dengan
nyaman. Seksi stand harus memberikan arahan dan penjelasan kepada
pengunjung terkait karya seni rupa yang dijaga atau menjawab berbagai
pertanyaan yang datang dari pengunjung mengenai karya tersebut.

4 Mengamati Situasi dan Kondisi Pameran
Selama kegiatan berlangsung, sesekali panitia atau penyelenggara harus
mengamati situasi dan kondisi pameran untuk memastikan bahwa kegiatan
berjalan dengan baik dan untuk melihat apa ada masalah tertentu terkait
sarana dan perlengkapan pameran.

5 Mendokumentasikan Kegiatan Pameran
Seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan kegiatan pameran yang berlangsung. Panitia

yang berada di seksi dokumentasi harus mengerti bagian-bagian mana saja yang perlu
didokumentasikan sehingga hasil dari dokumentasi tersebut dapat digunakan sesuai
kebutuhan terutama untuk menyusun laporan.

6 Menyusun Laporan Kegiatan Pameran
Selain bertugas dalam hal surat-menyurat dan publikasi kegiatan, seksi publikasi juga betugas

untuk membuat laporan dokumentasi pameran. Panitia yang bertugas sebagai seksi
publikasi memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan hasil pemotrtetan tentang
kegiatan pameran dari awal hingga penutupan.
Melalui data-data yang dikumpulkan tersebut, dibuatlah sebuah laporan tertulis yang dibuat
oleh panitia sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pameran seni rupa.
Laporan kegiatan tidak hanya sebagai pertanggunjawaban saja tetapi juga digunakan sebagai
bahan evaluasi untuk melihat kekurangan atau kelemahan yang ada selama kegiatan
berlangsung sehingga dapat diperbaiki untuk pameran di masa yang akan datang.

---ERJ----


Click to View FlipBook Version