The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by choisoobincsb, 2022-02-03 10:34:40

KRITIK NOVEL DILAN

KRITIK NOVEL DILAN

Pernyataan pendapat

Sebuah novel karya Pidi Baiq, mengisahkan tentang percintaan sepasang remaja saat SMA di
Bandung pada tahun 1990 serta berbagai peristiwa kehidupan yang dijalani Sang Gadis cantik pindahan
dari Jakarta, Milea Adnan Hussain, dan juga Sang Panglima Tempur, Dilan, yang menjadi tokoh utama di
dalam Novel Dilan 1990 : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990.

Novel ini ditulis sangat detail dalam penulisan karakternya seperti Dilan yang mempunyai karakter
yang unik, pintar, baik hati juga romantis. Dia juga mempunyai caranya tersendiri dalam menunjukkan
perasaannya kepada Milea.Tak lupa, Dilan juga sangat menyayangi ibunya. keluarga Dilan yang hangat
membuat Sang Panglima Tempur itu tumbuh dengan hati yang hangat, menghargai wanita dan juga selalu
membela kebenaran. Itulah yang membuat Milea semakin penasaran pada Dilan dan ingin mengenal
lebih dalam tentang Lelaki itu, dan akhirnya Milea jatuh hati pada Sang Panglima Tempur yang suka sekali
meramal akan pertemuan dirinya dan Sang Gadis. Perjalanan hubungan mereka juga tak selalu mulus.
Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan, dengan caranya
sendiri selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat. Tujuan dari perjalanan
ini. Perjalanan mereka berdua. Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah. Dunia Milea dan Dilan satu
tingkat lebih indah daripada itu.

Novel ini sangat ramai peminatnya terutama dikalangan remaja, Sejak pertama kali diterbitkan,
novel serial “Dilan” tidak pernah turun dari rak best seller. Novel remaja ini telah terjual lebih dari 1 juta
eksemplar. bahkan novel ini sudah difilmkan dan mendapat banyak antusias masyarakat serta novel ini
juga banyak mendapat penghargaan,salah satunya penghargaan yang didapat di Indonesia International
Book Fair (IIBF) 2017 Di kategori Writer of the Year,Pidi Baiq memenangkan kategori tersebut dengan
novel karangannya Dilan 1990 : Dia Adalah Dilanku

Argumentasi

Novel Dilan 1990 merupakan salah satu karya dari novelis Pidi Baiq yang diterbitkan oleh salah
satu penerbit Mizan Group, yakni penerbit Pastel Books, pada tahun 2005. Novel setebal 330 halaman ini
kemudian diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul Dilan 1990.

Novel ini menceritakan tentang Milea, seorang siswa pindahan dari Jakarta yang bertemu dengan
Dilan di SMA barunya di Kota Bandung. Milea digambarkan sebagai sosok gadis seperti kebanyakan. Ia
merupakan tipe remaja yang mengikuti arus dan taat aturan. Sementara Dilan adalah sosok pemuda
nyeleneh, jahil, semaunya sendiri, serta suka melanggar aturan. Namun dibalik semua itu, Dilan yang juga
seorang ketua geng motor ini juga seorang yang cerdas, romantis, rendah hati, dan sangat loyal.

Pada novel ini kelebihan terdapat pada gaya bahasanya. Bahasanya yang santai, enak dibaca dan
mudah dimengerti. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, membuat pembaca hanyut ke
dalam cerita. Selain itu percakapan antar tokoh yang terasa natural dan tidak dibuat-buat. Penambahan
gambar pada novel itu membuat ilustrasi novel menjadi lengkap dan semakin terasa.

Meskipun sama-sama mengangkat kisah percintaan masa SMA, novel Dilan memiliki konflik yang
lebih sederhana dan mudah penyelesaiaannya dibandingkan dengan novel Mozachiko.Mungkin bagi
beberapa pembaca, jalan cerita dari novel Dilan ini akan terasa membosankan. Alur sangat monoton,

permasalahannya hanya berputar disitu-situ saja. Penggambaran karakternya tidak kuat, dengan mudah
setiap karakter bisa berubah sifatnya sehingga sangat membingungkan. Akan tetapi penggambaran latar,
baik waktu, tempat, maupun suasana, dideskripsikan dengan jelas sehingga pembaca seolah-olah berada
di Bandung pada masa lalu.

Hal janggal yang ditemui di novel ini yaitu tidak konsisten dalam menggunakan kata tidak, enggak
dan gak dalam narasi. Serta terdapat beberapa bahasa yang tidak pantas contohnya kata kasar yang
diucapkan seorang anak geng motor kepada Dilan. Selain itu banyak dialog yang terlalu singkat dan
kebanyakan dialog "hahaha" atau "hehehe".

Novel Dilan dicetak dengan ukuran huruf yang cukup besar, ditambah dengan ilustrasi-ilustrasi
yang cukup memakan banyak bagian pada suatu halaman sehingga novel Dilan ini secara fisik terlihat
tebal dan seolah memiliki cerita yang rumit, padahal pada kenyataannya tidak. Akan tetapi, dengan
ukuran huruf yang digunakan tersebut dapat membuat pembaca merasa lebih nyaman karena tulisannya
yang lebih mudah terbaca.

Penegasan Ulang

Secara keseluruhan, novel Dilan adalah novel yang bisa dinikmati sembari bersantai dengan gaya
bahasanya yang ringan dan mudah dipahami, serta alur yang sederhana dengan konflik yang mudah
penyelesaiannya. Ditambah lagi dengan adanya ilustrasi-ilustrasi di sela-sela halaman dapat membuat
pengalaman membaca semakin menyenangkan. Akan tetapi akan jauh lebih baik jika dialog-dialog yang
digunakan tidak terlalu singkat dan sedikit bermakna, karena jika tetap seperti ini dapat membuat
sebagian pembaca bosan dengan penyajian dialog yang terlalu singkat.


Click to View FlipBook Version