Enviromagz
HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK LINGKUNGAN
SEASON 2
Content.
Introduction
Event
Evolution
Ngilmu.
Apa Kabar Alumni.
Adrian Kurnianto
Wakil Ketua HMTL 2017
Introduction
Assalamuallaikum Wr. Wb. ini. Kami menerbitkan
Salam sejahtera untuk kita majalah ini untuk menambah
semua. wawasan kita bersama,
Tekling! Bersama Bisa! untuk mensharing beberapa
kegiatan yg ada Teknik
Yang utama marilah kita Lingkungan dan yg
panjatkan puji dan syukur sebagainya
kepada Tuhan Yang Maha
Esa yang memberikan Besar harapan kami untuk
Rahmat dan Hidayahnya HMTL kedepannya dapat
sehingga kita di berikan menjadi lebih baik lagi
Kesehatan hingga saat ini Aamiin
dan dapat terciptanya
majalah pada bulan ini. Wassalamuallaikum Wr. Wb.
Himpunan Mahasiswa
Teknik Lingkungan periode
2017 telah sampai pada
ujung periode pada bulan
Event
Environmental League Competition
Evolution
Introduction
Enviromental League Competition (Evolution) merupakan suatu acara yang
berisi kegiatan akademik dan non-akademik bagi mahasiswa Teknik Lingkungan UPN
"Veteran" Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 6 - 26 November dengan
berbagai cabang lomba yaitu Badminton, Memasak, Dota 2, Catur, Abstrak, Pro
Evolution Soccer (PES), dan Futsal. Kami Mengucapkan terimakasih atas partisipasi
seluruh Mahasiswa Teknik Lingkungan, Dosen, dan Alumni.
Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dalam berbagai lomba pada
serangkaian acara EVOLUTION 2017:
Badminton
- Ganda Putra :
#1 Ilham Chandra Wijaya & Mufi Bustomi
#2 Damar Adi Pamungkas & Ahmad Masaro
- Ganda Campuran :
#1 Ilham Chandra Wijaya & Hafizah Tyas Nanik
#2 Ruci Bayu & Aisyiadima Aktavia A.
Memasak
#1 Tim Lady
#2 Tim Ira
#3 Tim Darussalam
Dota 2
#1 Obi + 4 noobs
#2 YnC
#3 TaliBHan
Catur
#1 Mawardana
#2 Galang
Paper
#1 Bedwina Regitadella & Fitrah Maulidina
#2 Muhammad Rusli Mushlich
#3 Deni Rahman Saputra
PES
#1 Bagus TP
#2 Septian C
#3 Mahesa Tri P
Futsal
#1 Burcit Fc
#2 EA
#3 Cumleng
Taufan Triaski (Top skor)
Try Prasetyo (Best Player)
Badminton
Masak
DOTA 2
Catur
PES
Abstrak
Futsal
Ngilmu.
Ngilmu.
Narasumber
Nama : Ma’ruf Nurumudin
Pegolahan air merupakan hal yang sangat penting, karena manusia hidup bergantung
dengan air. Setiap kegiatan manusia pasti menghasilkan sisa atau limbah, setiap limbah
yang dibuang langsung tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu akan menimbulkan
efek negatif bagi lingkungan maupun makhluk hidup. Artikel ini akan mengenal
pengelolaan air bekas cucian bauksit yang berada di PT Aneka Tambang (Persero) TBK
Unit Bisnis Tambang Bauksit Tayan Kalimantan Barat melalui narasumber kita yaitu
Ma'ruf Nurumudin mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2014 yang melaksanakan
kegiatan Kerja Praktek di perusahaan tambang tersebut.
PT Aneka Tambang (PT ANTAM) memiliki tim khusus untuk menangani
manajemen lingkungan, pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan. Tim
tersebut bernama Environmental Department. Pengelolaan air sisa hasil cucian bauksit
di PT Aneka Tambang (Persero) Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Tayan, Kalimantan
Barat merupakan salah satu tugas yang dimiliki oleh tim tersebut.
Penambangan bauksit dilakukan dengan penambangan terbuka diawali dengan
landclearing. Setelah pohon dan semak dipindahkan dengan bulldozer, dengan alat yang
sama diadakan pengupasan tanah penutup. Lapisan bijih bauksit kemudian digali
dengan shovel loader yang sekaligus memuat bijih bauksit tersebut kedalam dump truck
untuk diangkut ke instalansi pencucian. Bijih bauksit dari tambang dilakukan pencucian
di washing plant dimaksudkan untuk meningkatkan kualitasnya dengan cara mencuci
dan memisahkan bijih bauksit tersebut dari unsur lain yang tidak diinginkan, missal
kuarsa, lempung dan pengotor lainnya. Partikel yang halus ini dapat dibebaskan dari
yang besar melalui pancaran air (water jet) yang kemudian dibebaskan melalui
penyaringan (screening). Disamping itu sekaligus melakukan proses pemecahan (size
reduction) dengan menggunakan jaw crusher.
Dalam pengolahan air bekas cucian tersebut tentu ada masalah yang dihadapi, seperti
overflow atau luapan air pada kolam pengendapan, sehingga proses yang ada pada kolam
tersebut teganggu yang mengakibatkan badan air penerima menjadi keruh. Untuk
menanggulangi hal tersebut, PT ANTAM melakukan penggerukan pada pinggir kolam,
serta melakukan pengecekan terhadap kolam dan melakukan perbaikan apabila
diperlukan.
Setiap tahapan di washing plant membutuhkan air untuk disemprotkan ke bijih bijh
bauksit yang berfungsi membersihkan sisa – sisa lempung, tanah, silika, dan pengotor
halus lainnya. Selain itu, penyemprotan air ke bijih bauksit bertujuan menurunkan
kadar RSiO2. Setelah pembersihan bijih bauksit dari sisa pengotor di washing plant
selesai, air bekas pencucian kemudian dialirkan melewati filter atau penyaring
sebelum masuk ke settling pond (kolam pengendapan). Filter ini berfungsi sebagai
penyaring material kasar yang terbawa dari proses pencucian bijih bauksit. Setelah
dilakukan penyaringan, air bekas pencucian bijih bauksit dialirkan menuju kolam
pengendapan. Terdapat 14 kolam pengendapan dengan luas lebih kurang 1 Ha, dimana
air tersebut mengalir secara berkelanjutan dari kolam pertama hingga terakhir. Air
yang mengalir pada kolam pengendapan 1 hingga kolam pengendapan 12 mengalami
proses pengendapan dari partikel-partikel tersuspensinya, sehingga residu padatan
pada air bekas cucian berkurang. Sedangkan pada kolam pengendapan 13 dilakukan
pemberian tawas guna mempercepat proses pengendapan partikel tersuspensi,
sehingga air bekas pencucian bijih bauksit secara fisik sudah tidak keruh. Kolam
pengendapan 14 merupakan kolam terakhir sebagai penampung sebelum air yang
sudah diolah dibuang ke Sungai Beganjing. Selain dibuang ke Sungai Beganjing, air
bekas pencucian bijih bauksit disedot oleh rumah pompa untuk digunakan kembali
sebagai air pencuci bijih bauksit untuk mengurangi pembuangan air ke sungai.
Apa
Kabar
Alumni.
Ira Mughni Pratiwi, S.T., M.T.
Apa
Kabar
Alumni.
Beberapa bulan terakhir prodi kita tercinta kedatangan 4 dosen muda baru, salah
satunya ialah Kak Ira Mughni Pratiwi yang akrab dipangil Kak Ira. Merupakan bagian
dari TL angkatan 2009 dan ternyata merupakan salah satu asisten praktikum Mineralogi
Petrologi serta salah satu founder dari kelompok ilmiah, yang dahulunya dimotori oleh
anak TL dan TA, sekarang sudah menjadi besar ialah UKM ISR. Dari koneksi yang
dibentuk, sebelum lulus Kak Ira sempat mendapatakan proyek “Potensi Pertambangan
Batubara dalam Wilayah Kerja Pertamina (WKP) di Provinsi Kalimantan Utara,
Kalimantan Timur Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan”. Proyek tersebut
menjadi awal bagi Kak Ira dalam melanjutkan karirnya dalam bidang pengurusan
dokumen lingkungan. Selepas dari proyek PT Pertamina, Kak Ira mendapatakan proyek
pengurusan AMDAL untuk pertambangan bijih besi di Kepulauan Sula, Maluku Utara,
lalu AMDAL untuk pertambangan Batubara di Kalimantan Timur. Total dokumen
AMDAL yang Kak Ira pernah bantu kerjakan sebanyak 5 dan 2 dokumen UKL-UPL
untuk pertambangan Andesit dan Eksplorasi Emas di Timika. Saat ini Kak Ira sudah
memiliki sertifikasi AMDAL A dan Certified of Environmental Impact Assesment dari
LSP LHI.
Sebagai anak lingkungan tentu kita mengenal tentang dokumen lingkungan seperti
AMDAL dan UKL-UPL, namun kira-kira sebenarnya apa sih makna dan fungsi dari
dokumen-dokumen tersebut. Dalam penjelasnnya Kak Ira menyebutkan kalau
dokumen-dokumen tersebut selain sebagai syarat administrasi, dokumen tersebut juga
sebagai komitmen pemrakarsa dalam menjaga fungsi lingkungan, terutama pada bagian
RKL (Rencana Pengelolaan lingkungan) dan RPL (Rencana Pemantaiuan Lingkungan).
Pada dasarnya dokumen AMDAL itu terdiri atas Kerangka acuan, ANDAL (Analisi
Dampak Lingkungan) dan RKL-RPL. Kerangaka acuan dan ANDAL berisikan uraian
tentang kajian lingkungan, sedangakan RKL RPL merupkan “otak”, dan esesnsi dari
sebuah dokumen yang berisikan rencana yang akan dilakukan oleh pemrakarsa/
perusahan terhadap pengelolaan lingkungan itu sendiri, dan bagaimana pemantauan
terhadap kondisi fungsi lingkungan hidup.
Sebagai bagian dari tim penyusun AMDAL Kak Ira memiliki batasan kerja hanya
sebagai penyusun dokumennya saja, namun dalam kasus, lain jika perusahaan
membutuhkan jasa Kak Ira dalam pemantauannya Kak Ira dapat bergabung namun
dengan satuan proyek yang lain. Selama proses penyusunan AMDAL khususnya untuk
pertambangan hingga sidang akhir, Kak Ira beserta tim diawali dengan proses perizinan
untuk WIUP (Wilayah izin usaha pertambangan), selanjutnya adalah proses penapisan
ke BLH/DLH, selain itu juga harus berhadapan dengan instansi seperti ESDM, BPN,
Dinas Tata Ruang, dan sekitar 16 instansi lainnya.
Selama menjalani tugasnya sebagai salah satu anggota tim penyusun AMDAL, Kak
Ira mengatakan ada senang dan sedihnya, senangnya dengan muka ceria Kak Ira
menyebutkan “saya bisa jalan-jalan, serunya itu bisa pengalaman, terus berhubungan
dengan banyak pemrakarsa, ketemu orang baru, cerita baru”. Saat ditanyakan terkait
kesedihan penyusun AMDAL dengan wajah tersenyum Kak Ira menyebutkan “ itu jelas
deadline...! itu sangat menyedihkan. Presentasi, revisi, minggu depan harus sudah
selesai. Yaa selama timnya menyenangkan sih tetap menyenangkan”. Kak Ira pun
menceritakan soal isu-isu sidang AMDAL “abal-abal”, pada dasarnya setiap sidang
AMDAL memiliki standar, namun untuk di daerah Yogya Kak Ira merasakan jauh lebih
detail dibandingkan dengan daerah lain.
Dalam akhir pembicaraanya Kak Ira pun memberi tips dan trik bagi mahasiswa yang
masih berkuliah “yang jelas link/ relasi yang penting, pertemanan jangan cuma senang-
senang, main, pulang kos. Tapi istilahnya jejaring pertemanannya diperluas lagi ga
cuma sama anak TL aja kalo bisa lain jurusan atau malah lain kampus. Temenan sama
siapa aja, karena kita ga akan pernah tau, siapa yang nantinya akan berpengaruh kehidup
kita. Harus mulai dipikirkan apa yang menjadi cita-cita kedepannya, coba cari kursus
terkait yang mendukung peluang karir kedepan, lalu mulai nabung, masa udah lulus
masih minta orang tua, jadi menabung itu penting. Kerja keras, pengalaman dulu baru
memikirkan nominal”.