The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Handout SBdP Kelas VI Tari Kreasi Daerah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitiasjijah12, 2021-06-23 02:35:30

Handout SBdP Kelas VI Tari Kreasi Daerah

Handout SBdP Kelas VI Tari Kreasi Daerah

Seni Budaya dan Prakarya

Kelas VI

Tarian Kreasi Daerah

1|Tari Kreasi Daerah

Kompetensi Dasar :

3.3 Memahami penampilan tari kreasi daerah
4.3 Menampilkan tari kreasi daerah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satunya
dalam bentuk tari tradisional. Berbagai daerah di nusantara masing-masing
memiliki tari tradisional yang khas contohnya seperti tari Pendet dari Bali, tari
Saman dari Aceh, tari Piring dari Sumbar, dll.

Umumnya, tari tradisional tersebut ada yang dilakukan perorangan,
berpasangan atau berkelompok. Nah, pernahkah kalian memperhatikan saat
para penari tersebut melakukan pertunjukan? Nampak terlihat gerakan mereka
begitu teratur seperti mengikuti suatu pola tertentu. Itulah yang dinamakan
sebagai pola lantai tari, apakah kalian pernah mendengar istilah tersebut? Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, pelajari materi berikut.

A

Pola Lantai Tari

Pola lantai tari merupakan garis-garis di lantai yang dilalui penari ketika
melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat lainnya. Pola yang
juga disebut garis imajiner ini sengaja dibuat oleh formasi penari kelompok. Garis
tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari ketika sedang
memperagakan tarian. Pola lantai tari bisa dilakukan oleh penari tunggal,
berpasangan atau berkelompok, meskipun sebagian besar pola tari dilakukan
oleh berkelompok.

Fungsi dari pola lantai yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk
komposisi dalam pertunjukan tarian dan menciptakan kekompakan antar
anggota penari. Dengan adanya pola lantai, tarian yang disajikan akan lebih
indah dan menarik untuk ditonton. Sebenarnya dalam pola lantai terdapat dua
garis dasar yaitu garis lurus dan melengkung.

B

Tujuan Pola Lantai

Ada beberapa tujuan dibentuknya pola lantai diantaranya:
1. Untuk membuat penari tidak bertabrakan dengan penari lainnya sehingga

letaknya sinkron atau sesuai. Dengan adanya pola lantai, penari yang akan

2|Tari Kreasi Daerah

bergeser, berpindah tempat, atau melakukan gerakan, tidak akan
berbenturan atau bertabrakan tangan maupun kaki dengan penari lainnya.
2. Untuk membedakan gerakan-gerakan antara seni tari satu dengan yang
lainnya. Dengan adanya pola lantai akan ada beragam seni tari yang
menampilkan keindahan keindahan dengan perbedaannya masing-masing.
3. Untuk membuat sebuah tarian menjadi lebih menarik ketika ditampilkan.
Dengan adanya pola lantai, para penari akan menampilkan tarian-tarian yang
lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan hanya diam di tempat.
4. Untuk membuat penari agar terlihat secara keseluruhan di depan para
penonton. Dengan adanya pola lantai, tidak akan ada penari yang menutupi
penari lainnya sehingga semua penari dapat terlihat jelas di depan penonton.
5. Untuk menguasai panggung. Dengan adanya pola lantai, keseluruhan
panggung dapat terisi oleh para penari dan tidak akan terjadi kekosongan
yang membuatnya kurang selaras.

C

Jenis-jenis Pola Lantai

Ada beberapa jenis pola lantai, antara lain :
1. Pola Lantai Diagonal

Pola lantai diagonal merupakan pola dalam
seni tari yang membentuk garis lurus
menyudut ke kanan atas, ke kiri atas, ke
kanan bawah ataupun ke kiri bawah. Pola
lantai ini memberikan suatu makna akan
kedinamisan dan kekuatan.

2. Pola Lantai Horizontal

Pola lantai horizontal merupakan pola
dalam seni tari dimana penari berjajar lurus
dari kanan ke kiri atau sebaliknya dari kiri
ke kanan. Pola lantai ini memiliki makna
tentang hubungan antara manusia dengan
alam. Pada level dasar, pola lantai jenis ini
dilakukan dengan cara duduk atau
berbaring.

3|Tari Kreasi Daerah

3. Pola Lantai Melingkar

Pola lantai melingkar merupakan jenis pola
dalam seni tari yang membentuk
suatu lingkaran. Pola ini memberikan
makna mengenai hubungan antara
manusia dengan Tuhannya.

4. Pola Lantai Vertikal

Pola lantai vertikal hampir sama dengan
pola lantai horizontal. Pola lantai ini
membentuk garis lurus dari depan ke
belakang atau pun sebaliknya dari
belakang ke depan. Pola ini bermakna
tentang hubungan antara manusia dengan
manusia lainnya serta kehidupan sehari-
hari.

D

Contoh Tarian yang menggunakan Pola Lantai

Ada beberapa tarian daerah yang menggunakan pola lantai, diantaranya:
1. Tari Saman

Tari Saman merupakan tari yang
menggunakan pola lantai horizontal.
Tari ini memiliki makna antar hubungan
pada Tuhan yang berisi dakwah
keagamaan, rasa kebersamaan dan
kompak, serta perilaku sopan santun

4|Tari Kreasi Daerah

2. Tari Remo Tari Remo merupakan tari yang
3. Tari Srimpi Pandhe Lori menggunakan pola lantai diagonal
4. Tari Legong dimana memiliki makna berupa
penyambutan tamu yang agung
dengan segala kekuatan yang dimiliki.

Tari Srimpi Pandhe Lori merupakan
jenis tari yang menggunakan pola
lantai vertikal dimana memberikan
gambaran tentang dua putri Arab yaitu
Dewi Sudarawerti dan Dewi Sirtupilaeli
yang bertarung merebutkan seorang
pangeran dari Arab.

Tari Legong merupakan jenis tari yang
menggunakan pola lantai melingkar
yang memberikan makna keagamaan
dan sebagai perwujudan rasa syukur
serta terhadap para leluhur dan Tuhan.

5|Tari Kreasi Daerah


Click to View FlipBook Version