The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berisi tentang materi dasar-dasar kejuruan yaitu tentang Proses Bisnis Secara Menyeluruh di Bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mustikayayu95, 2022-08-16 08:46:29

Modul Dasar-Dasar Kejuruan

Buku ini berisi tentang materi dasar-dasar kejuruan yaitu tentang Proses Bisnis Secara Menyeluruh di Bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Keywords: Proses Bisnis Bidang APHP

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Bacaan Siswa

A. Klasifikasi dan lingkup industri di bidang agriteknologi hasil pertanian

1. Klasifikasi industri

Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia
yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi
atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai
kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas,
yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya
produktif dan komersial.

Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam
industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin
maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin
banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan
usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-
beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria
yaitu cara pengorganisasian, bahan baku, produksi yang dihasilkan, tenaga kerja,
pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor
tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut
menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan
kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin
beranekaragam jenis industrinya.

Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah
sebagai berikut :

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

a. Klasifikasi industri berdasarkan cara pengorganisasian

1) Industri Kecil
Terminologi kementerian perindustrian yang dituangkan dalam peraturan
Menteri Perindustrian repubklik Indonesia nomor 64 tanggal 27 Juli tahun
2016 tentang besaran jumlah tenaga kerja dan nilai investasi untuk
klasifikasi usaha indiustri, yang dimaksud industri adalah eluruh bentuk
kegiatan ekonomi yang mengolah bahan bakau dan/atau sumber daya
industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau
manfaat yang lebih tinggi termasuk jasa industri. Dengan demikian dapat
diartikan bahwa industri di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian
adalah semua industri yang terkait dengan produk barang atau jasa yang
memnafaatkan bahan baku hasil pertanian. Adapun produk dari industri
pertanian dapat berupa barang atau jasa yang terkait dengan pemanfaatan
hasil pertanian untuk berbagai kegiatan atau kebutuhan.
Adapun klasifikasi usaha industri yang tertuang dalam peraturan
menteri tersebut di atas adalah industri kecil, industri menengah dan industri
besar. Industri kecil adalah usaha produksi barang atau jasa yang dilakukan
oleh pengusaha yang mempekerjakan karyawan atau tenaga kerja paling
banyak 19 (Sembilan belas orang) dan memiliki investasi kurang dari Rp
1.000.000.000 (satu milyar rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan
milik pengusaha. Pada industri kecil, tanah dan bangunan yang dimaksud
dalam peraturan ini adalah tanah dan bangunan yang digunakan untuk
usaha dan tempat tinggal pengusaha. Seseorang yang memiliki tanah dan
bangunan dapat mejalankan usaha dengan memanfaatkan tanah dan
bangunan untuk tempat tinggal sekaligus sebagai tempat usaha.
Sebagai usaha layanan publik industri kecil juga harus bertanggung
jawab atas produk pangan atau bahan pangan yang diolah, atau ditangani
terutama apek kualitas yang berkaitan langsung dengan keamanan pangan.
Untuk itu setiap usaha seharusnya memiliki jaminan legalitasnya. Tiga hal
yang harus dipenuhi secara nyata dan harus dinyatakan secara tersurat
bahwa produk pangan harus halal untuk konsumennya, pangan harus
mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan pangan
harus bersih. Pangan halal adalah pangan yang dihasilkan dari bahan halal

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

menurut syariat agama dan diproses scara halal menurut syariat agama.
Bahan yang dan proses yang halal, dibuktikan dalam pernyataan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara hokum. Produk halal adalah produk yang
memiliki sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Proses Produk Halal
(PPH) adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan Produk
mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk. PPH sepenuhnya menjadi
tanggung jawab Penyelia produk Halal yang ditugaskan oleh BPOM MUI.
Legalitas pangan terkait dengan gizi dan keamanan pangan diberikan oleh
Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Undang-undang
RI No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan produk halal, di Pasal 4.
Menyatakan bahwa Produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di
wilayah Indonesia waijib bersertifikat halal.

Produk pangan yang diedarkan atau dipasarkan harus mengandung
zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan harus dinyatakan secara jelas
dalam label bahan pangan. Label bahan pangan juga harus secara jelas
menginformasikan tentang ada tidaknya penggunaan bahan tambahan
makanan ( food additives), serta informasi tentang cemaran mikroba sesuai
dengan syarat yang dtentukan dalam standar produk pangan tersebut baik
ketentuan SNI, BPOM atau Kementerian Kesehatan RI.

2) Industri menengah
Jenis Industri menengah adalah industri yang memiliki investasi untuk usaha
paling banyak Rp 15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah) dengan jumlah
pekerja paling sedikit 20 orang hingga 99 orang. Industri menengah bisa
berasarl dari industri kecil yang tumbuh dan berkembang atau dari usaha
baru yang dimulai dengan skala sesuai persyaratan tersebut dalam
peraturan yang berlaku. Usaha dengan skala menengah, menghasilkan
produk yang sudah memenuhi paling 3 apek kualitas secara legal untuk
bahan pangan atau makanan, yaitu kehalalan, kandungan zat gizi dan
higienitas sesuai ketentuan BPOM MUI dan dari BPOM.
Industri menengah sudah menerapkan manajemen bisnis modern.
Diantaranya adalah telah menerapkan standar Nasional Indonesia (SNI)

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

untuk sistem manajemen SNI-ISO-9001 untuk seri terakhir adalah SNI-ISO
9001-2015 dan untuk keamaan pangan SN-ISO 22000. Penerapan standar
SNI atau ISO bagi industri menengah menjadi persyaratan yang harus
dipenuhi, karena produk olahan pangannya dipasarkan dalam negeri secara
nasional harus memenuhi SNI, untuk itu selain standar sistem manajemen
perlu diterapkan juga SNI terkait dengan produk pamngan yang dihasilkan.
Misal industri pengolahan hasil hewani daging mengolah daging sapi
menjadi produk abon, kornet dan baso maka wajib menerapkan SNI-Abon ,
SNI-Kornet Daging Sapid an SNI Baso daging sapi., selain harus
memperolah sertifikat dari BPOM untuk masing-masing produk. Informasi
tentang dokumen SNI dapat anda dapatkan pada laman Badan
Standardisasi Nasional (BSN) berikut: http://sispk.bsn.go.id/SNI/DaftarList#
sedangkan terkait dengan informasi tentang peraturan Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (BPOM) dapat diiperoleh pada laman BPOM berikut:
https://jdih.pom.go.id/ yang memuat dokumen infromasi tentang hukum
yang terkait dengan pangan dan lainnya.

3) Industri besar
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian repubklik Indonesia nomor
64 tanggal 27 Juli tahun 2016, Industri Besar adalah industri yang memiliki
investasi lebih dari Rp 15.000.000.000 (Lima belas Milyar rupiah dan
mempunyai pegawai sama dengan atau lebih dari 100 orang. Ukuran luas
bangunan sesuai standar bangunan industri (standard of factory building)
yaitu 960 m2 sampai 1920 m2 .

b. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku
Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung

pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan
bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:

1) Industri ekstraktif
Yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya:
industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil
kehutanan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

2) Industri nonekstraktif
Yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya:
industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.

3) Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier
Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan
orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.

c. Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan
Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:

1) Industri primer
Yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu
pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat
dinikmati atau digunakan secara langsung.
Misalnya: industri makanan dan minuman.

2) Industri sekunder
Yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan
pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri
bubuk kakao, industri ban, industri baja, dan industri tekstil.

3) Industri tertier
Yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat
dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung,
melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu
kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan,
industri perdagangan, dan industri pariwisata.

d. Klasifikasi industri berdasarkan bahan mentah
Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
1) Industri pertanian
Yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil
kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri
kopi, industri teh, dan industri makanan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

2) Industri pertambangan
Yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil
pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan
bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.

3) Industri jasa
Yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan
meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri
perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi,
industri seni dan hiburan.

e. Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha
Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan
industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan
menjadi:
1) Industri berorientasi pada pasar (market oriented industri)
Yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.
2) Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industri)
Yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk,
terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang
pendidikannya.
3) Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industri)
Yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya:
industri terasi Cirebon (dekat dengan bahan baku udang), industri pupuk di
Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM
di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).

4) Industri berorientasi pada bahan baku

Yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya:
industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri
gula berdekatan lahan tebu, industri konveksi berdekatan dengan industri
tekstil.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

5) Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose
industri)
Yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri
ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan
pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri
air minum.

f. Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:
1) Industri hulu
Yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang
setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk
kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri pengolahan tapioka, industri
karkas daging, industri tepung terigu.
b. Industri hilir,
Yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi
sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh
konsumen. Misalnya: industri pengolahan sosis, industri pengolahan roti,
industri pengolahan kecap .

g. Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
1) Industri berat
Yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya.
Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.
2) Industri ringan
Yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi.
Misalnya: industri makanan, dan industri minuman.

.
2. Lingkup industri

Agroindustri berasal dari dua kata “agricultural” dan “industri” yang berarti
suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya
atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

sarana atau input dalam usaha pertanian. Adapun ruang lingkup agroindustri di
bidang pengolahan hasil pertanian sebagai berikut :
a. Industri yang menangani, mengolah hasil pertanian sebagai bahan pangan

pokok seperti industri yang mengolah padi beras atau tepung beras, mengolah
umbi-umbian menjadi tepung pangan (tapioka, tepung talas, tepung umbi
porang,tepung ubi jalar, tepung), mengolah jagung menjadi tepung jagung dan
pati jagung (maezena), mengolah umbi garut menjadi pati garut, mengolah
gandum menjadi tepung terigu dan industri yang mengolah biji-bijian lainnya
menjadi beras atau tepungnya.
b. Industri yang menangani, mengolah hasil pertanian tanaman hortikultura
(buah-buahan dan sayuran) menjadi berbagai bahan pangan atau makanan.
Termasuk dalam industri ini antara lain industri yang memproduksi jam, sari
buah, manisan buah, bubur buah, asinan sayuran dan asinan buah, sayuran
dan buah dalam kaleng, sayuran kering dan buah kering, saos sayuran, pure
sayuran dan pure buah.
c. Industri yang menangani, mengawetkan dan mengolah hasil hewani ternak
ruminansia dan hewani ternak unggas. Masuk dalam lingkup ini antara lain
Industri pengolahan susu (dairy food) yang menghasilkan produk-produk
seperti susu pasteurisasi, susu kental manis atau krim kental manis, krim,
mentega, susu bubuk, yoghurt, kefir, keju dan es krim. Industri yang mengolah
daging baik nternak besar (ruminansia) dan ternak unggas antara lain adalah
industri yang mengolah atau menghasilkan daging dalam kaleng (kornet),
abon, dan olahan tradisional daging yang dikalengkan seperti opor, rendang,
dendeng, industri yang mengolah kulit hewan ternak ruminansia menjadi
krupuk kulit, menjadi kulit samak (untuk pakaian, alas kaki, perabot rumah
tangga/ furniture ), dan industri yang mengolah kulit dan tulang hewan
menjadi produk gelatin dan menjadi tepung atau bahan pakan.
d. Industri yang menangani, mengawetkan dan mengolah hasil ikan budidaya
atau hasil ikan tangkap. Produk yang dihasilkan oleh industri kelompok ini
diantaranya adalah ikan dalam kaleng, ikan asin, abon ikan, ikan beku, filet
ikan beku, aneka olahan ikan beku seperti baso ikan, kecap ikan, ikan
pindang . Sertifikat Pengolah Ikan atau sertifikat keamanan pangan setara yang
dimiliki penanggung jawab mutu di Usaha Pengolahan Ikan , serta Panduan

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Mutu Cara Produksi Pangan Baik (CPPB) dan Prosedur Standar Operasi
Sanitasi (SSOP) sesuai jenis produk.
e. Industri yang menangani, mengemas, mengawetkan dan mengolah hasil
pertanian tanaman perkebunan. Termasuk dalam industri ini adalah usaha
menangani, mengeringkan, mengemas dan mengawetkan dan mengolah
komoditas kakao, kopi, lada, tembakau, kelapa sawit, kelapa, getah karet, teh,
dan lainnya). Produk olahan dari jenis industri ini diantaranya adalah biji kakao
kering (Cocoa bean), biji kopi beras (coffee bean), ladi kering (putih atau
hitam), tembakau kering (tembaku untuk cerutu dan atau tembakau rajangan),
minyak kelapa sawit kasar (CPO) atau minyak goreng kelapa sawit , kopra,
atau minyak kelapa, teh hitam atau teh hijau.
f. Industri yang mengolah hasil pertanian rempah-rempah seperti cengkeh,
kapulaga, kayu manis, pala, dan pengolah tanaman sumber minyak atsiri
seperti industri pengolahan / menyulingan minyak pala, cengkeh, akarwangi,
nilam, kenanga dan lainnya. Industri hilir yang berbahan baku hasil olahan
rempah dan mnyak atsiri diantaranya adalah industri fragrans yang
memghasilkan parfum dan produk pewangi untuk ruang dalan lainnya.

B. Perencanaan produksi di industri pengolahan hasil pertanian dan
penerapan K3LH

1. Proses bisnis

Agroteknologi/agroindustri pengolahan hasil pertanian merupakan bagian
dari agroindustri, yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman,
binatang dan ikan. Pengolahan yang dimaksud meliputi pengolahan berupa
proses transpormasi dan pengawetan melalui perubahan fisik atau kimiawi,
penyimpanan, pengepakan, dan distribusi. Pengolahan dapat berupa pengolahan
sederhana seperti pembersihan, pemilihan (grading), pengepakan atau dapat pula
berupa pegolahan yang lebih canggih, seperti penggilingan (milling), penepungan
(powdering), ekstraksi dan penyulingan (extraction), penggorengan (roasting),
pemintalan (spinning), pengalengan (canning) dan proses pabrikasi lainnya.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Dengan perkataan lain, pengolahan adalah suatu operasi atau rentetan
operasi terhadap terhadap suatu bahan mentah untuk dirubah bentuknya dan
atau komposisinya. Dari definisi tersebut terlihat bahwa pelaku agroindustri
pengolahan hasil pertanian berada diantara petani yang memproduksi dengan
konsumen atau pengguna hasil agroindustri. Dengan demikian dari uraian diatas
menunjukan bahwa Agroindustri pengolahan hasil pertanian, mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut: (a) dapat meningkatkan nilai tambah, (b) menghasilkan produk
yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan, (c) meningkatkan daya
saing, dan (d) menambah pendapatan dan keuntungan bagi produsen.

Proses bisnis dalam suatu industri adalah pengelolaan proses terhadap
proses-proses utama yang dilaksanakan suatu industri. Pada industri manufaktur,
yaitu industri yang terkait produk barang termasuk juga industri yang mengolah
hasil pertanian, menyelenggarakan prose-proses yang utama diantarnya adalah :

a. Proses pengadaan (procurement process)

Merupakan proses bisnis terkait dengan pengadaan barang dan kebutuhan
lainnya dalam membantu keberlangsungan bisnis. Tidak hanya material atau
bahan baku, tetapi juga mencakup suku cadang, alat kesehatan, peralatan
kebersihan, kebutuhan bangunan, kebutuhan karyawan, alat pertukangan,
serta bahan dan komponen lainnya. Proses ini membutuhkan kelengkapan
serta efisiensi dan efektifitas dalam pemilihan item-item tersebut.

b. Proses keluar masuknya barang (in Out Inventory )

Proses bisnis yang mengolah bahan mentah menjadi produk siap pakai, secara
otomatis akan banyak barang atau bahan yang masuk dan keluar perusahaan.
In Out Inventory merupakan proses bisnis yang menangani keluar masuknya
barang-barang tersebut, . Pengaturan masuk dan keluarnya barang dari dan
ke dalam perusahaan harus dikendalikan arus aliran barang berjalan
seimbang ssuai dengan kebutuhan perusahaan. Proses bisnis bagian ini
kuncinya adalah pengendalian arus barang.

c. Proses produksi

Fungsi proses produksi adalah mengolah bahan mentah menjadi barang jadi
atau barang setengah jadi dan dapat dijual kepada konsumen. Di lapangan
keadaanya bisa jauh lebih luas dari sekeda hal tersebut. Pada kenyataannya,

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

ada pembagian yang lebih luas tergantung pada kebutuhan industri. Proses
produksi dimulai proses membuat disain produksi yang terediri dari disain
proses, disain poduk dan disain kemasan produk. Proses bisnis di produksi
melibatkan bagian produksi (devisi produksi), bagian bahan bagku (inventory)
dan bagian Pengawasan Kualitas atau Divisi Quality Control (QC ). Porsi
pembiayaan perusahaan manufaktur biasanya paling besar pada bagian
produksi terkait dengan biaya untuk bahan baku, dan peralatan produksi.

d. Pemasaran dan penjualan

Dalam organisasi perusahaan, bagian pemasaran dan penjualan berungsi
melakukan proses-proses promosi, transportasi, pengadaan gudang distribusi
dan transaksi penjualan dengan distributor atau dengan konsumen langsung.
Bagian ini penting karena dari proses-proses pemasaran sampai tejadi trasaksi
inilah perusahaan memperoleh keuntungan atau sebaliknya. Pembiayaan
perusahaan muncul pada bagian ini dalam bentuk biaya promos i, transportasi,
sewa gudang dan gaji pegawai yang melakukan tugas-tugas promosi khusus
misalnya pada even pameran dan lainnya.

e. Administrasi dan umum

Bagian administrasi dan umum berperan dalam penentuan kebijakan, arahan
dan pengawasan pada semua kegiatan di bagian-bagian fungsional
perusahaan. Pentingnya bagian ini adalah untuk menciptakan kondisi proses
pada semua lini berjalan efektif dalam pencapaian tujuan di masing-masing
devisi dan efisien dalam pennggunaan sumberdaya. Pada bagian administrasi
dan bagian umum pembiayan perusahaan digunakan untuk biaya akuntabsi,
biaya karyawan, biaya gaji karyawan, biaya dalam penerapan sistem
manajemen mutu terkait dengan standar-standar dan peraturan perundangan
yang berlaku.

f. Akuntansi dan keuangan

Pada bagian Akuntansi dan keuangan proses aliran keuangan perusahaan
diatur dan dikendalikan sehingga kondisi keuangan perusahaan yang sehat
dan mampu memenuhi kebutuhan untuk produksi serta untuk pengendalaian
utang piutang perusahaan. Bagian akuntasi juga yang bertanggung jawab atas

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

kewajiban pajak perusahaan kepada negara dan pengaturan kebijakan terkait
dengan tanggung jawab sosial perusahaan pada lingkunga masyarakat .

2. Merencanakan produk

Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang
manufaktur. Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan
harga jual dari produk, sehingga dapat meningkatkan keuntungan secara
optimal. Akan tetapi, desain produk yang gagal mengakibatkan produk tidak
terjual di pasaran. Hal ini, akan menimbulkan kerugian tidak hanya dibidang
desain saja, bidang yang lain pun akan terkena imbasnya.

Desain produk yang baik, harus memenuhi 3 (tiga) aspek penting yang
sering disebut segitiga aspek produk, yaitu kualitas yang baik, biaya rendah,
dan jadwal yang tepat. Selanjutnya segitiga aspek produk di atas
dikembangkan menjadi suatu persyaratan dalam desain, yaitu desain harus
dapat dirakit, didaur ulang, diproduksi, diperiksa hasilnya, bebas korosi, biaya
rendah, serta waktu yang tepat. Untuk itu dalam mendesain suatu produk,
harus memperhatikan secara detail tentang fungsi-fungsi dari produk yang
didesain. Guna mengetahui secara rinci tentang fungsi produk, dapat dilakukan
dengan beberapa metode pendekatan mikro (MC, MR, Equilibrium), Linier
Programming/Dualitas, dan Manajemen Keuangan (BEP).

Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan
menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan
harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya.
Termasuk diantaranya ekstensi produk atau perbaikan, distribusi, perubahan
harga dan promosi.

Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada
kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara
cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan
biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian
pemasaran, bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan
merupakan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada di
perusahaan. Metode pengembangan produk berdasarkan kepada permintaan
atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer adalah metode yang

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan
produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil.

Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba,
usaha pengembangan produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi
dan dijual dengan menghasilkan laba.Namun laba seringkali sulit untuk dinilai
secara cepat dan langsung.

Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa
digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:

a. Kualitas produk

Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan
dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya
akan mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin
dibayar oleh pelanggan.

b. Biaya produk

Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit
disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa
besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan
harga penjualan tertentu.

c. Waktu pengembangan produk

Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam
berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan
teknologi dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk
menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim
pengembangan.

d. Biaya pengembangan

Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang
penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

e. Kapabilitas pengembangan.

Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh
perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan
ekonomis dimasa yang akan datang.

Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang
sudah ada merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik
yang telah ada. Kegiatan ini didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia,
kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep produk, perancangan produk,
pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan pembuatan
dan pendistribusian produk tersebut.

Di dalam suatu produk yang akan dikembangkan, tiap - tiap elemen
suatu produk mempunyai fungsi - fungsi sendiri. Diantara fungsi - fungsi satu
dengan yang lain terkadang ada saling terkait, sehingga suatu fungsi
komponen akan menentukan fungsi komponen lainnya.
Secara umum penentuan fungsi produk dapat dicari dengan dua langkah,
yaitu :
a. Identifikasi dan penyusunan fungsi produk.
b. Pengelompokan fungsi produk.

Proses adalah merupakan urutan langkah-langkah pengubahan
sekumpulan input menjadi sekumpulan output. Proses Pengembangan produk
adalah langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan di mana suatu perusahaan
berusaha untuk menyusun, merancang, dan mengkomersialkan suatu produk.

Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan manufaktur tergantung pada
kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara
tepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan
biaya yang rendah. Untuk membuat sebuah produk biasanya kita akan
melewati tahap-tahap sebagai berikut:

a. Market research dan Feasibility Study Market Research

dilakukan untuk mengetahui selera pasar pada umumnya. Dari market
research ini bisa didapatkan produk seperti apa yang konsumen butuhkan
atau inginkan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

b. Brainstorming

Brainstorming, atau dalam bahasa Indonesia juga disebut sebagai curah
pendapat, adalah proses mengumpulkan ide-ide untuk mencari solusi/jalan
keluar dari masalah yang didiskusikan. Dari proses berdiskusi ini akan
didapatkan garis besar barang yang akan dibuat, cara kerja, komponen yang
akan dipakai, dan lain sebagainya. Misalnya kita ingin membuat mesin
penghisap debu, akan terbayang untuk membuatnya dibutuhkan motor,
chasing/wadah, filter/saringan, hose/pipa, mulut pipa dan sebagainya.

c. Menentukan tujuan dan batasan produk

Tujuan dan batasan diperlukan agar kita tidak berlebihan dalam merancang
produk tersebut yang akan berakibat mahalnya harga jual ke konsumen.
Konsumen tentu saja menginginkan nilai tambah yang ditawarkan dalam
produk tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkannya (reasonable
price). Tentu saja market research diperlukan untuk mengetahui selera
pasar. Dari menentukan tujuan dan batasan ini kita memperoleh spesifikasi
komponen-komponen dan material apa saja yang akan dipakai.

d. Menggambar produk

Dengan menggambarkan produk berdasarkan hubungan dimensi
komponen-komponen yang sudah ditentukan dalam tahap-2 di atas, kita
akan mendapatkan ilustrasi produk jadi. Produk bisa digambar dalam 2
dimensi atau 3 dimensi, biasanya gambar 3 dimensi lebih mudah dimengerti
oleh sebagian besar orang. Merancang produk dalam 3 dimensi bisa
dilakukan dengan menggunakan software SolidWorks, Inventor, Catia dll.

e. Review produk

Produk review dilakukan untuk mengevaluasi apakah ada kekurangan pada
rancangan yang sudah dibuat desainnya sampai tahap gambar ini. Diskusi
dengan melihat gambar produk biasanya lebih mudah berkembang daripada
hanya membayangkannya saja. Pada tahap ini kembali dilakukan
brainstorming untuk mendapatkan hasil yang optimal dan meminimalisir
masalah yang akan timbul ketika produksi masal nanti. Pada tahap ini pula
biasanya produk yang sedang dirancang perlu dibenahi disana-sini.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

f. Membuat prototype/sampel

Sample barang yang akan diproduksi masal bisa dibuat dengan berbagai
cara. Untuk produk-produk dari resin bisa dimodelkan dengan mesin rapid
prototyping, desain body mobil yang stylish bisa dimodelkan dengan tanah
liat khusus, kardus pembungkus produk bisa dibuat dengan tangan. Untuk
produk-produk yang sudah umum tidak perlu sampai membuat sample
barangnya (produk-produk dari besi), namun memerlukan ketelitian dalam
menggambar dan tidak boleh ada kesalahan gambar yang bisa berakibat
fatal: barang reject.

g. Uji coba

Sebelum dipasarkan tentu kita perlu menguji apakah barang yg kita buat ini
benar-benar handal atau tidak. Ada yang mengujinya berdasarkan waktu,
ditekan, dijatuhkan, dan lain-lain. Produsen telepon seluler seperti nokia
memiliki mesin khusus untuk menguji ponsel-ponsel buatan mereka supaya
tahan terhadap bantingan. Jika ditemukan hal-hal yang tidak memuaskan
tentu saja produk tersebut perlu didesain ulang (kembali ke tahap 3). Hal-hal
yang memuaskan tentu saja harus dilihat dari sudut pandang konsumen,
bukan produsen. Begitulah produsen-produsen besar saat ini mengkaji terus
menerus produk mereka agar nama produk yang mereka buat tetap terjaga.

h. Produksi masal

Dalam produksi masal perlu adanya kontrol kualitas agar konsumen tidak
sampai menerima barang yang rusak.

i. Garansi

Garansi adalah layanan purna jual yang diberikan oleh perusahaan yang
membuat produk tersebut agar konsumen tenang jika sewaktu-waktu ada
kerusakan pada barang tersebut. Banyak konsumen yang lebih memilih
membayar agak lebih mahal untuk mendapatkan garansi dan ketenangan
dalam pemakaian produk.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

3. Merencanakan kemasan

Kemasan adalah pelindung dari suatu barang, baik barang biasa mau pun
barang barang hasil produksi industri. Dalam dunia industri kemasan merupakan
pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan antara penghasil barang
dengan masyarakat pembeli. Untuk keperluan ini kemasan harus dapat
menyandang beberapa fungsi yang harus dimilikinya seperti:
a. Tempat atau wadah dalam bentuk tertentu dan dapat melindungi barang dari

kemungkinan rusak, sejak keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli,
bahkan masih dapat digunakan sebagai wadah setelah isi barang habis
terpakai, (dalam hal ini wadah tersebut masih menyandang fungsi iklannya).
b. Kemasan bukan hanya sebuah bungkus, tapi juga pelengkap rumah tangga;
sebuah botol kecap bagus dengan etiketnya yang menarik dapat
menyemarakkan suasana tertentu di meja makan atau lemari di dapur;
sebuah tempat kertas lap “Klenex” yang didesain menarik dapat
memperindah kamar mandi dan botol parfum yang cantik memberikan
kekhasan meja berhias seorang gadis.
c. Mutu kemasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan pelengkap citradiri dan
mempengaruhi calon pembeli untuk menjatuhkan pilihan terhadap barang
yang dikemasnya (bungkus rokok yang berwibawa).
d. Kemasan mempunyai kemudahan dalam pemakaiannya (buka, tutup,
pegang, bawa) tanpa mengurangi mutu ketahanannya dalam melindungi
barang.
e. Rupa luar kemasan harus sesegera mungkin menimbulkan kesan yang benar
tentang jenis isi barang yang dikemas.
f. Perencanaan yang baik dalam hal ukuran dan bentuk, sehingga efisien dan
tidak sulit dalam hal pengepakan, pengiriman serta penempatan, demikian
pula penyusunan dalam lemari pajang.
g. Melalui bentuk dan tata rupa yang dimilikinya kemasan berfungsi sebagai alat
pemasar untuk mempertinggi daya jual barang. Dalam fungsi ini desain
bentuk-kemasan harus mendapat dukungan penuh dari unsur desain-
grafisnya, sehingga bentuk kemasan selain menarik harus dapat
menyampaikan keterangan dan pesan-pesannya sendiri.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Kemasan di masa lalu cuma diberi tugas melindungi produk supaya lebih
awet, tidak kotor, tidak rusak, lecet dsb. Seiring waktu orang mulai menggunakan
kemasan sebagai alat promosi, penguatan merek, hingga kemudahan untuk
mendistribusikan produk. Untuk dapat mencapai fungsi yang optimal itulah maka
si kemasan dapat diidentifikasi dalam beberapa bagian anatomis. Bagian-bagian
itu bisa dikenali sebagai berikut:

a. Brand/merek produk

Informasi ini memberikan penjelasan konsumen bahwa merek lain meskipun
secara desain mirip, tetapi bukan produk yang sama. Kecuali terjadi
pembajakan merek tentunya. Good Day dan Chococinno adalah brand produk
ini. Dirancang dengan menggunakan typeface yang diolah dari keselaraan
dengan gaya grafis yang ‘dianut’.

b. Varian produk

Pada kasus produk Chococinno menjadi varian produk ini karena selain produk
tersebut, merek ini juga memiliki varian rasa yang lain. Secara cerdik, varian
rasa lainnya dicantumkan pada kemasan bagian belakang dengan ajakan
yang persuasif : “Try Our Other Flavours”… Hal ini biasa diberi penguatan
lewat warna yang beragam tetapi diikat oleh palet warna yang cenderung
berdekatan. Pada varian produk Chococinno, warna dasar coklat tua
merupakan identifikasi warna produk ini, sedang varian lainnya (original,
carribean nut, vanilla latte) memiliki warna dasar yang berbeda. Ini juga akan
membantu konsumen mengenali produk varian favoritnya. Kecuali bila
kebetulan pelanggan menderita buta warna.

c. Ilustrasi

Pada bagian depan kemasan, ilustasi digunakan sebagai alat bantu untuk
mencitrakan produk. Dari gaya gambar yang dipilih serta penempatannya
merupakan pilihan si desainer untuk memberikan identifikasi visual pada
produk. Dari sekian banyak kemungkinan memvisualisasikan cangkir kopi, cara
yang dipilih si desainer merupakan sebuah pendekatan yang unik, lewat
guratan yang kasar dan ink-blot nampaknya kesan berat minuman kopi di-
‘instant’-kan dengan pemanfaatan warna. Pada beberapa kemasan, seperti
mie-instan misalnya, ilustrasi dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memberi

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

instruksi pada konsumen tentang tahapan-tahapan dalam membuat mie instant
hingga siap dimakan. Bahkan beberapa teknik persuasi dikembangkan dengan
menyajikan foto yang telah diberi tambahan dalam penyajiannya.

d. Info tambahan

Beberapa produk yang memiliki fitur khusus biasanya ditambahkan langsung
pada permukaan kemasan. Biasa disebut ‘tagline / slogan’. Pada produk yang
dijadikan sampel diatas, fitur “3 in 1 instant coffee” adalah sesuatu yang dirasa
perlu diketahui oleh konsumen. Tag ini seringkali didesain khusus untuk
menarik perhatian secara visual.

e. Spesifikasi produk

Untuk produk makanan umumnya mencantumkan berat bersih (netto) dari
produk. Produk lain seperti elektronik mencantumkan dimensi dan material dari
produk untuk membantu konsumen menilai kualitas produk.

f. Alamat produsen

Siapa membuat, siapa bertanggung jawab. Kemasan yang baik akan
mencantumkan pihak yang bertanggung jawab atas lahirnya produk. Beberapa
mencantumkan alamat lengkap, beberapa yang lain mengarahkan konsumen
pada kotak di kantor pos, atau menyediakan layanan hotline dan website.

g. Petunjuk penggunaan, instruksi membuka kemasan.

Orang bisa jadi sudah hapal cara menyeduh kopi karena melakukannya
ratusan kali seumur hidup, tetapi sebagai bagian dari prosedur dalam
merancang anatomi kemasan, cara menggunakan produk tetap dicantumkan.
Bagi pelanggan tetap, itu bukan informasi penting, tapi bagi orang yang baru
pertama kali mengonsumsi, itu adalah suatu hal yang wajib dia ketahui.

h. Bahan

Meskipun cenderung jadi rahasia perusahaan, konsumen perlu tahu dari
bahan-bahan apa produk itu terbuat. Beberapa produk makanan bahkan
secara detail memberikan informasi mengenai kadar bahan tertentu secara
spesifik.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

i. Universal product code (UPC) barcode

Produk yang sudah terdaftar dalam wilayah hukum tertentu akan mendapatkan
kode identifikasi digital yang berlaku secara universal berupa barcode. Item ini
akan tercantum baik pada kemasan primer, sekunder maupun distribusi.
Produk yang dikenali sebagai sekumpulan angka ini akan memberikan akses
pada segala bentuk transaksi saat produk mulai didistribusikan.

j. Instruksi saran penyajian

Produk dapat mencantumkan saran penyajian pada kemasan sehingga ridak
menyesatkan konsumen saat mengkonsumsi produk tersebut. Contoh produk
mie merek Indomie, Sarimi, Mie Sedaap telah mencantumkan saran penyajian
pada kemasannya.

k. Diagram penyajian

Industri juga dapat menambahkan informasi diagram penyajian untuk
memperjelas penggunaan produk sebeum dikonsumsi oleh konsumen.

l. Resep tambahan

Resep tambahan ini dapat dicantumkan pada kemasan produk jika memang
resep tambahan ini esensial dan tungutan konsumen untuk mengetahui detail
resep produk.

m. Informasi nutrisi

Pencantuman informasi nutrisi pada kemasan produk akan semakin
memperjelas lagi identitas produk yang akan menambah kepercayaan dan
kemudahan bagi konsumen untuk menentukan pilihan terhadap produk
tersebut.

n. Simbol recycle

Simbol recycle sering dicantumkan pada kemasan produk tertentu sebagai
dukungan dan jaminan bahwa kemasan yang digunakan dapat didaur ulang
kembali sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

4. Penggunaan dan perawatan peralatan

Pengolahan hasil pertanian merupakan suatu kegiatan yang bertujuan
mengubah bahan mentah menjadi produk yang siap konsumsi dan minimal siap
untuk dilakukan pengolahan selanjutnya. Pada awalnya pengolahan dilakukan
secara tradisional dengan hanya menggunakan tenaga manusia atau secara
manual. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan juga mulai
berkembang teknologinya diantaranya adalah perkembangan alat yang dapat
membantu mempermudah dan mempercepat proses pengolahan bahan.
Penggunaan peralatan pada proses pengolahan juga akan mengurangi biaya
produksi seiring dengan berkurangnya penggunaan tenaga manusia. Produk yang
dihasilkan dengan bantuan peralatan pengolahan juga relatif lebih seragam
karena adanya fasilitas pengaturan atau kontrol suatu alat.

Beberapa proses pengolahan yang menggunakan peralatan pengolahan
antara lain :

a. Proses pengecilan ukuran : slicer , disc mill, hammer mill, burr mill, penggiling
daging, food processor.

b. Proses pencampuran : mixer, silent cutter

c. Proses pemanasan : oven, vacuum frying, deep frying

Adapun berbagai peralatan dasar , cara penggunaan, dan cara perawatan
peralatan yang digunakan di industri pengolahan hasil pertanian sebagai
berikut :

No. Nama Alat dan Cara penggunaan Cara perawatan
gambar

1. Mixer Dalam a) Motor mixer tidak
berputar
pengoperasiannya
Motor mixer tidak
mixer harus sesuai berputar karena tidak
ada arus listrik yang
dengan prosedur masuk ke dalam
motor mixer. Kondisi
penggunaan yang tepat. ini disebabkan oleh
adanya kerusakan
a) Posisikan saklar pada bagian-bagian
yang dilalui arus
pemilih kecepatan listrik yang menuju

mixer pada posisi ‘0’

b) Masukkan kedua

tangkai pengaduk

adonan pada

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

lubangnya ke dalam kumparan

c) Sambungkan stop atau belitan motor,

kontak ke sumber seperti: stop kontak,

listrik AC tegangan kabel pengantar,

220 ~ 230 volt, 50 ~ saklar pengubung

60 Hz. Besaran kontak atau pemilih

tegangan harus putaran, sikat,

sesuai dan tidak komutator, dan

boleh dilanggar. kumparan motor.

Penggunaan b) Motor mixer tidak
berputar, tetapi ber-
besaran listrik yang dengung

tidak tepat dapat

menyebabkan Kondisi atau

kerusakan fatal pada kerusakan yang

mixer menyebabkan motor

d) Posisikan saklar mixer tidak berputar
pemilih kecepatan
mixer pada posisi ‘1’. tetapi berdengung
Motor mixer harus
berputar bersama yaitu belitan medan
tangkai pengaduk
adonan. bantu atau medan

putar atau medan

utama stator ada

yang hubung singkat

(korsleting).

e) Ulangi langkah Demikian pula

keempat untuk posisi halnya jika belitan

saklar pemilih rotor motor mixer

kecepatan 2 dan 3. ada yang hubung

Putaran motor pada singkat (korsleting)

posisi 3 harus lebih yang akan

cepat dari pada menyebabkan motor

posisi 2 dan 1. mixer kehilangan

Sementara putaran momen putar

motor pada posisi 2 sementara itu arus

harus lebih cepat listrik tetap mengalir

daripada saat saklar sehingga motor

pemilih kecepatan berdengung hingga

berada pada posisi bergetar. Jika kondisi

pilih ‘1’. ini dibiarkan

f) Nyalakan mixer berlangsung lama

hingga adonan sekitar 10-30 menit,

dianggap baik untuk maka belitan stator

dihentikan dan rotor dapat

pengadukannya. terbakar. Langkah

Sebaiknya waktu perbaikannya adalah

pengoperasian mixer dengan mengganti

tidak lebih dari 1 jam kumparan bantu atau

karena akan kumparan utama

meningkatkan suhu stator motor, atau

motor yang dapat ganti kumparan rotor

mengakibatkan motor mixer. 173

motor mixer terbakar c) Motor mixer ber-
putar, tetapi menge-
g) Bersihkan atau cuci luarkan percikan

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

bersih semua bunga api

komponen mixer Kerusakan ini terjadi
karena hubungan
kecuali bodinya kontak antara sikat
dan komutator tidak
sesaat setelah rata atau kurang pas.
Langkah
digunakan agar tidak perbaikannya adalah
dengan:
berjamur

 Memeriksa sikat

motor agar jangan

sampai sikat su-

dah tidak pas

menutup atau

menyambungkan

kontak sikat

dengan lamel

komutator dengan

baik.

 Memeriksa kon-

disi sikat dan

dilakukan peng-

gantian jika sudah

terlalu pendek

sehingga kece-

kungan perm-

ukaannya tidak

lagi menutupi atau

menyambung

hubungan antara

sikat dengan

lamel komutator

rotor.

d) Motor mixer berpu-
tar, tetapi menge-
luarkan suara kasar

Motor mixer

berputar, tetapi

mengeluarkan suara

kasar pada

umumnya

disebabkan oleh

kerusakan pada

bearing as rotor.

Salah satu atau

beberapa dari

peluruh bearing yang

terlalu aus terhadap

lingkaran bearing

atau sudah pecah.

Kerusakan ini

memberi peluang

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

rotor mengalami

sentakan atau

lentingan terhadap

lingkaran dalam

bearing saat motor

berputar hingga

mengeluarkan bunyi

gemerincing yang

kasar.

e) Motor mixer berpu-
tar, tetapi pengaduk
adonan tidak ikut
berputar

Motor mixer

berputar, tetapi

pengaduk adonan

tidak ikut berputar

dapat dipastikan

bahwa kerusakan

terjadi pada gigi

kopel yang berfungsi

menggeng-gam

tangkai penga-duk

dan terhubung

dengan gigi putar

rotor sudah aus.

Satu-satunya lang-

kah penanggulangan

terhadap kerusakan

ini adalah mengganti

dengan yang baru.

2. Oven a) Hidupkan dengan a) Gagal menyala ka-
menekan sakelar rena katup elektro-
daya. magnetik rusakmaka
ganti katupnya
b) Lalu lampu warna
merah pengontrol b) Gagal menyala ka-
suhu akan menyala rena tidak ada LPG
tanda mesin oven di dalam botol maka
gas deck menyala. ganti botolnya

c) Buka pintu pemba- c) Gagal menyala ka-
karan dan sesuai- rena pin penyala
kan suhu yang terdistorsi maka se-
butuhkan pada pe- suaikan posisi pin
ngontrol. dengan tang karet,
dan posisi pinpoint
d) Kemudian lampu harus berada di atas
pengontrol suhu lubang api
berubah menjadi
Hijau. oven mulai d) Tegangan tidak stabil
menyala dan panas untuk kipas angina
secara otomatis. maka kendalikan ki-
Dan itu akan ber- pas anginya dan

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

tahan 5-7 detik per lemahkan angin jika
gagal menyala
waktu. Jika penya-

laan gagal, bel akan e) Masih menyala meski

berdengung dan sedang menembak

lampu alarm akan karena angin yang

menyala, nilai elek- masuk tidak cocok,

tromagnetik di da- maka sesuaikan

lam akan menutup angin pada kipas.

secara otomatis

untuk menghindari g) Lampu mati karena
lampunya rusak, ma-
kebocoran gas. ka nanti lampunya.

Pada saat ini anda

dapat mencoba

untuk mengubah

suhu ke 0°C dan

mencoba lagi

sampai oven me-

nyala dengan baik,

dan kemudian anda

harus menutup pin-

tu untuk membuat

oven bekerja de-

ngan normal.

e) Jika gagal menyala
5 kali terus me-
nerus, harap segera
berhenti dan buka
pintu untuk meme-
riksanya, dan masa-
lah terselesaikan.

f) Saat gas terbakar,
harap buka pipa
ventilasi. Dan tutup
jika perlu menjaga
suhu.

g) Ketika suhu atas-
bawah hingga dera-
jat yang Anda atur,
oven datang ke
situasi suhu kons-
tan, pembakar ber-
henti menyala; Dan
saat suhu turun,
sistem akan me-
nyala secara oto-
matis untuk menaik-
kan suhu.

h) Jika api atas tidak
rata, harap sesuai-
kan posisi papan
pengatur suhu atas.
Ketika api bawah

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

tidak rata, harap
sesuaikan posisi
papan pengatur
suhu bawah.

i) Saat oven bekerja,
tetapi burner api
tidak stabil berwar-
na biru, Anda dapat
mengatur keterbu-
kaan kipas untuk
mengontrol angin
untuk memastikan
gas terbakar sepe-
nuhnya.

j) Saat Anda membu-
tuhkan pengatur
waktu untuk me-
ngontrol suhu, jika
ada perangkat pe-
ngontrol suhu, silah-
kan nyalakan pe-
rangkat otomatis,
lalu atur waktu yang
Anda butuhkan.

k) Saat waktunya

habis, bel akan ber-

dengung dan lampu

penunjuk menyala,

oven akan segera

berhenti memanas.

Jika Anda tidak

membutuhkan ti-

mer, Anda hanya

perlu mematikan

timer, oven akan

mengontrol suhu

secara otomatis.

l) Titik Merah menyala
menunjukan mesin
oven gas menyala.

m) Titik merah pada
TOP[on/off] menun-
jukan api dalam
oven gas sedang
menyala.

n) Titik merah pada

BOTTOM[of/off]

menujukan api

bawah oven gas

deck sedang me-

nyala.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

o) Titik merah pada
TIMER[on/off] ini
menujukan bahwa
timer sedang ber-
jalan.

p) Titik merah menan-
dakan Penggunaan

q) Tanda titik merah
menujukan lampu
dalam oven deck
menyala.

3. Penggiling daging/ a) Letakkan potongan- a) Pastikan mesin da-

Meat Grinder potongan daging ke lam posisi off bila

dalam wadah pena- ingin mencabut aliran

mpung daging. listrik.

b) Masukan potongan b) Setelah selesai pro-

daging ke dalam ses penggilingan da-

bagian utama. ging, lepas semua

c) Masukan aliran listrik bagian yang tadi di
ke mesin penggiling. rangkai

d) Nyalakan mesin/ te- c) Cuci bersih semua
kan tombol on untuk bagian yang terkena
memulai mengope- lemak daging dengan
rasikan mesin peng- menggunakan sabun.

giling daging. d) Setelah di cuci, ke-

e) Tekan daging de- ringkan semua ba-
ngan penekan da- gian yang basah dari
ging. sisa air cucian.

f) Nyalakan mesin/tekan e) Asah mata pisau
tombol on untuk setiap kali penggi-
memulai mengope- lingan daging.

rasikan mesin peng- f) Simpan semua bagian

giling daging. mesin penggiling

g) Tampung hasil da- daging di tempat
ging lembut dalam yang kering dan tidak
wadah. lembab

h) Matikan mesin/tekan
tombol off bila po-
tongan daging sudah
habis.

4. Silent Cutter a) Masukan semua a) mesin dalam posisi
bahan baku g bumbu Off bila ingin men-
dan bahan tambahan cabut aliran listrik.
kedalam mangkok
/piringan silent cutter. b) Setelah selesai pro-

b) Tutup penutup silent ses pencampuran

adonan, rendam

mangkong/ piringan

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

cutter dengan air panas.

c) Pasang aliran listrik c) Cuci bersih semua
mesin silent cutter bagian yang terkena
adonan (mangkok,
d) Nyalakan mesin / te- mata pisau dan
kan tombol on untuk penutup) dengan
memulai mengope- menggunakan sabun.
rasikan mesin silent
cutter d) Setelah di cuci, ke-
ringkan semua ba-
e) Matikan mesin / tekan gian yang basah dari
tombol off bila ado- sisa air cucian.
nan sudah homo-
gen. e) Lap dengan kain ke-
ring bagian torak
pemutar mangkok
dan torak penggerak
piasu, setelah itu beri
pelumas atau sem-
protan penghilang
karat agar besi tidak
berkerak dan ber-
karat.

f) Ganti oli mesin peng-
erak utama se-cara
periodik.

g) Simpan semua ba-
gian mesin penggi-
ling daging di tempat
yang kering dan tidak
lembab.

5. Mesin Pencetak Bakso a) Rangkaikan peralatan a) Pastikan mesin dalam

pencetak bakso posisi off bila ingin

b) Masukan adonan yang mencabut aliran listrik

sudah homogen keda- b) Setelah selesai pro-

lam bagian corong ses produksi, le-pas

pencetak bakso. semua rangkaian ba-

c) Tekan adonan meng- gian peralatan seperti
gunakan sodet/sendok merangkai.

agar padat kebawah. c) Rendam semua ba-

d) Setel bagian setelan gian peralatan yang
ukuran bakso sesuai dilepas dengan air
dengan ukuran yang panas.

diinginkan. d) Cuci bersih semua

e) Masukan aliran listrik bagian yang terkena
kedalam mesin pence-
tak bakso. adonan dengan

menggunakan sabun

f) Nyalakan mesin/tekan e) Setelah di cuci,

keringkan semua

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

tombol on untuk bagian yang basah
memulai mengope- dari sisa air cucian.
rasikan mesin pence-
tak bakso. f) Bersihkan /lap dengan
kain kering , setelah
g) Matikan mesin/tekan itu beri minyak go-
tombol off bila adonan reng agar peralatan
sudah mulai habis tidak berkerak/tidak
(hasil bakso sudah kesat dan memu-
tidak bulat/menempel). dahkan dalam me-
rangkai lagi.

g) Ganti oli mesin
pengerak utama se-
cara periodik.

h) Simpan semua ba-
gian mesin penggi-
ling daging di tempat
yang kering dan tidak
lembab.

Sumber : Salman (2014).

5. Penerapan Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)

K3LH (Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup) adalah
Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu
perusahaan atau instansi lain yang memiliki banyak pekerja atau karyawan. Atau
definisi k3LH yang lainnya adalah suatu upaya perlindungan agar
karyawan/tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama
melakukan pekerjaannya di tempat kerja termasuk juga orang lain yang
memasuki tempat kerja maupun proses produk dapat secara aman dalam
produksinya.

K3LH merupakan hal penting dalam membangun industri. Pertumbuhan
dan pembangunan industri banyak menimbulkan masalah terhadap manusia di
setiap negara. Contohnya adalah kecelakaan kerja, bermacam penyakit akibat
kerja, dan dampak lingkungan dari adanya industri.

Adapun pengertian kesehatan kerja, dan beberapa hal kaitannya dengan
kesehatan pekerja di industri sebagai berikut :

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

a. Pengertian kesehatan

Kesehatan perusahan adalah spesialisasi dalam ilmu higiene beserta
prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor
penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif dalam lingkungan kerja dan
perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar
tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan,
agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya
akibat kerja serta dimungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggi-
tingginya. Adapun hakekat higiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah
dua hal :
1) Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-

tingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-
pekerja bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga
kerja.
2) Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada
meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam
produksi. Oleh karena hakikat tersebut selalu sesuai dengan maksud dan
tujuan pembangunan di dalam suatu negara, maka Higiene Perusahaan
dan Kesehatan Kerja selalu harus diikutsertakan dalam pembangunan
tersebut.
Program sanitasi Higiene perusahaan dan keselamatan kerja baku ini harus
mencakup semua aspek produksi. Program ini hendaknya diterapkan mulai
dari aspek-aspek urusan rumah tangga umum, penanganan dan
penyimpanan bahan baku, pengolahan, penggudangan, sampai kepada
usaha-usaha pengendalian binatang pengganggu, pembuangan dan
penanganan limbah dan fasilitas umum lainnya, sedangkan program higiene
terutama mencakup higiene pekerja, meliputi aspek kesehatan umum,
kebersihan, dan penampilan umum.
Tujuan utama dari Higien Perusahan dan Kesehatan Kerja adalah
menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan demikian mungkin
dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang
tinggi dengan produktivitas kerja atau perusahaan, yang didasarkan
kenyataan-kenyataan sebagai berikut :

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

1) Untuk efisiensi kerja yang optimal dan sebaik-baiknya, pekerja harus
dilakukan dengan cara dan dalam lingkungan kerja yang memenuhi syarat-
syarat kesehatan. Lingkungan dan cara dimaksud meliputi di antaranya
tekanan panas, penerangan di tempat kerja, debu di udara ruang kerja,
sikap badan, penserasian manusia dan mesin, pengekonomian upaya.
Cara dan ligkungan tersebut perlu disesuaikan juga dengan tingkat
kesehatan dan keadaan gizi tenaga kerja yang bersangkutan.

2) Biaya dari kecelakaan dan penyakit-penyakit akibat kerja, serta penyakit
umum yang meningkat jumlahnya oleh karena pengaruh yang
memburukkan keadaan oleh bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh
pekerjaan adalah sangat mahal dibandingkan dengan biaya untuk
pencegahannya. Biaya-biaya kuratif yang mahal seperti itu meliputi
pengobatan, perawatan di rumah sakit, rehabilitasi, absenteisme,
kerusakan mesin, peralatan dan bahan oleh karena kecelakaan,
terganggunya pekerjaan, dan cacat yang menetap.

b. Kondisi-kondisi kesehatan yang menyebabkan rendahnya produktivitas
kerja

Bedasarkan hasil survey dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene
Perusahaan dan Kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja tentang
kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran
terlihat adanya kondisi-kondisi kesehatan yang ditinjau dari sudut
produktivitas tenaga kerja sangat tidak menguntungkan. Adapun kondis i-
kondisi tersebut adalah sebagai berikut

1) Penyakit umum
Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan
lain-lainnya, penyakit yang paling banyak terdapat adalah penyakit infeksi,
penyakit endemik dan penyakit parasit.

2) Penyakit akibat kerja

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunan-
keracunan bahan kimia, gangguan-gangguan menatal psikologi akibat
kerja, dan lain-lain benar-benar terdapat pada tenaga kerja.

3) Kondisi gizi

Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah
dijalankan sering tidak menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas
kerja. Adapun keadaan gizi kurang baik dikarenakan baik dikarenakan
penyakit-penyakit endemis dan parasitis, kurangnya pengertian tentang
gizi, kemampuan pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu
besar.

4) Lingkungan kerja

Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal
tenaga kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan
suhu efektif diluar kenikmatan kerja.

5) Perencanaan

Perencanaan atau pemikiran tentang penserasian manusia dan mesin
serta perbaikan cara kerja sesuai dengan modernisasi yang berprinsip
sedikit-dikitnya energi tetapi setinggi-tingginya output kerja pada umumnya
belum diketahui. Untuk mengatasi pengaruh buruk, dari kondisi-kondisi
kesehatan kepada pembangunan tanah air, khususnya meliputi sektor
tenaga kerja produktif, maka perlu dibina keahlian higiene perusahaan dan
kesehatan kerja sebagai inti keahlian. Dan perlu dibina keahlian tenaga
kesehatan pada tingkat perusahaan dan perlu ditingkatkan pengerahan
tenaga-tenaga kesehatan kedalam sektor produksi.

c. Sanitasi peralatan dan proses pengolahan

1) Lokasi pabrik hendaknya tidak terletak pada arah angin dari sumber
pencemaran debu, asap, bau dan pencemaran lainnya, jarak antara
sumber pencemaran dengan pabrik tidak boleh kurang dari 100 meter.

2) Bangunan pabrik harus terpisah dari pemukiman dan terbuat dari bahan
yang kokoh.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

3) Pekarangan di sekeliling lokasi pabrik atau unit pengolahan hendaknya
selalu dipelihara kebersihannya. Kebersihan yang terjaga dengan baik
akan mengurangi potensi bahaya dan masalah yang mengancam
kelancaran proses produksi.

4) Lantai, gang, tangga dan jalan keluar / masuk ruang pengolahan harus
bersih, bebas sampah, tidak licin dan tidak berminyak, bebas oli, dan tidak
ada air yang menggenang.

5) Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata
sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.

6) Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan,
lampu-lampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengolahan
harus dalam kondisi bersih.

7) Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan
ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi
dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara
merata dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian
rupa sehingga tidak menyilaukan.

8) Kamar mandi dan WC, tempat cuci kaki dan tangan juga harus selalu
dijaga kebersihannya. Pada fasilitas ini perlu tersedia air yang cukup,
tissue / pengering, sabun, dan tempat sampah. WC dan kamar mandi
hendaknya terletak jauh dari ruang pengolahan.

d. Penanganan dan penyimpanan bahan baku

1) Alat –alat yang digunakan untuk penanganan dan penyimpanan bahan
baku baik alat yang utama atau alat pembantu lainnya harus selalu dalam
keadaan baik, utuh dan bersih.

2) Ruang penyimpanan harus selalu bersih, bebas dari binatang
pengganggu.

3) Jika bahan baku disimpan dalam kotak-kotak ataupun kemasan lainnya,
maka untuk penyimpanannya perlu disusun dengan baik dan teratur,
misalnya dengan menggunakan rak-rak atau pallet. Pengaturan ini
bertujuan untuk mempermudah pada waktu pemeriksaan dan
pemeliharaan kebersihan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

4) Tumpahan bahan baku pada lantai hendaknya segera dibersihkan,
jangan dibiarkan tercecer karena dapat mengundang binatang atau pun
serangga yang tidak diinginkan.

e. Peralatan dan fasilitas pengolahan

1) Semua peralatan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan
harus selalu diperhatikan kebersihannya, dan juga alat tersebut harus
terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak.

2) Setelah penggunaan alat selesai atau pekerjaan telah selesai semua
peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus
dibersihkan juga dengan bahan saniter.

3) Saniter adalah senyawa kimia yang dapat membantu membunuh bakteri
dan mikroba.

4) Ketel, wadah pencampuran, tong-tong, drum-drum dan peralatan lain
yang mempunyai mulut besar dan terbuka harus dilindungi dari
kemungkinan kontaminasi.

5) Semua platform harus dikonstruksi dengan baik sehingga tidak menjadi
sumber kontaminasi bagi proses atau produk di bagian bawahnya.

6) Air yang digunakan dalam pencucian alat hendaknya air yang bersih yang
memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air
bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan
tidak berbau.

f. Fasilitas penggudangan

1) Ruangan, dinding, bangunan dan pekarangan bangunan harus selalu
bersih, bebas sampah dan kotoran.

2) Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun
secara baik dan teratur, dengan menyisakan jarak yang cukup, baik jarak
antar tumpukan maupun dengan dinding tembok

3) Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknya
diambil dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

g. Pembuangan limbah

Dengan semakin besarnya skala usaha, maka semakin banyak pula limbah
yang dihasilkan. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan terhadap limbah
yang dihasilkan tersebut, seperti :
1) Saluran pembuangan limbah cair harus dikonstruksi dengan baik

sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.
2) Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang

ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan
umum.
3) Jika produksi sampah / limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah
mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa
masalah pencemaran itu lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk
berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah.
4) Pemanfaatan limbah adalah sebagai tambahan makanan / minuman
untuk ternak
5) Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat
pembuangan sampah padat yang cukup,baik kebersihannya maupun
ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi.

Adapun pengertian keselamatan kerja, dan beberapa hal kaitannya dengan
keselamatan pekerja di industri sebagai berikut :

a. Pengertian keselamatan kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin,
pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolaannya, landasan tempat kerja
dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja
menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun
jasa. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja, mengingat risiko
bahayanya adalah penerapan teknologi, terutama teknologi yang lebih maju
dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja.
Keselamatan kerja adalah dari, oleh, dan untuk setiap tenaga kerja serta
orang lainnya, dan juga masyarakat pada umumnya.
Tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut :

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

1) Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta
produktivitas nasional.

2) Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja.
3) Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

Dalam hubungan kondisi-kondisi dan situasi di Indonesia, keselamatan kerja
dinilai seperti berikut :
1) Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan,

cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja
yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja.
2) Analisa kecelakaan secara nasional berdasarkan angka-angka yang
masuk atas dasar wajib lapor kecelakaan dan data kompensasinya
dewasa ini seolah-olah relatif rendah dibandingkan banyaknya jam kerja
tenaga kerja.
3) Potensi-potensi bahaya yang mengancam keselamatan pada berbagai
sektor kegiatan ekonomi jelas dapat diobservasikan, misalnya sektor
industri disertai bahaya-bahaya potensial seperti keracunan-keracunan
bahan kimia, kecelakaan-kecelakaan oleh karena mesin, kebakaran,
ledakan-ledakan, dan lain-lain.
4) Menurut observasi, angka frekwensi untuk kecelakaan-kecelakaan
ringan yang tidak menyebabkan hilangnya hari kerja tetapi hanya jam
kerja masih terlalu tinggi.
5) Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kec elakaan ada
faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat
mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Sebanyak 85
% dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia.

b. Keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja

Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu
perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta
perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. Jelas
bahwa keselamatan kerja adalah satu segi penting dari perlindungan tenaga
kerja. Dalam hubungan ini, bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat,

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, keadaan tempat kerja,
lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental dari
pada pekerjaannya, harus sejauh mungkin diberantas dan atau
dikendalikan.

c. Keselamatan kerja dan peningkatan produksi dan produktivitas

Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan
produktivitas. Produktivitas adalah perbandingan di antara hasil kerja
(output) dan upaya yang dipergunakan (input). Keselamtan kerja dapat
membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar :
1) Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan

yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat dikurangi atau
ditekan sekecil-kecilnya, sehingga pembiayaan yang tidak perlu dapat
dihindari.
2) Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan
penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan
bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi.
3) Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi
pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan
kerja, sehingga sangat membantu bagi hubungan buruh dan pengusaha
yang merupakan landasan kuat bagi terciptanya kelancaran produksi.

d. Latar belakang sosial-ekonomi dan kultural

Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial-ekonomi dan kultural yang
sangat luas. Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas, seperti
kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat
bersangkutan paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian juga,
keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan
kerja tersebut.
Pembangunan adalah bidang ekonomi dan sosial maka keselamatan kerja
lebih tampil kedepan lagi dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan
segala seginya termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

banyak permasalahan sedangkan kondisi sosial kultural belum cukup siap
untuk menghadapinya.
Keselamatan harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi kebiasaan
hidup yang dipraktekkan sehari-hari. Keselamatan kerja merupakan suatu
bagian dari keselamatan pada umumnya, masyarakat harus dibina
penghayatan keselamatan kearah yang jauh lebih tinggi dan proses
pembinaan ini tidak pernah ada habis-habisnya sepanjang kehidupan
manusia.

e. Metoda pencegahan kecelakaan

Kecelakaan-kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan :
1) Peraturan perundangan yaitu ketentuan yang diwajibkan mengenai

kondisi-kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi,
perawatan, pemeliharaan pengawasan, pengujian, dan cara kerja
peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi
medis, P3K, dan pemeriksaan kesehatan.
2) Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi setengah resmi atau
tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat
keselamatan jenis-jenis peralatan industri tertentu, praktek-praktek
keselamatan dan higiene umum, alat-alat pelindung diri.
3) Pengawasan yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan
perundangan-undangan yang diwajibkan
4) Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang
berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, pengujian alat-alat
perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan
debu, penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk
tambang-tambang pengangkat.
5) Riset medis, yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek fisiologis
dan patologis, faktor-faktor lingkungan dan teknologis dan keadaan fisik
yang mengakibatkan kecelakaan
6) Penelitian psikologis yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang
menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

7) Penelitian syarat statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang
terjadi, banyaknya, mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa
sebab-sebabnya.

8) Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum
teknik, sekolah-sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan.

9) Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi tenaga kerja, khususnya tenaga
kerja yang baru dalam keselamatan kerja

10) Penggairahan yaitu penggunaan aneka cara penyuluhan atau pendekatan
lain unuk menimbulkan sikap untuk selamat.

11) Asuransi yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan
kecelakaan misalnya dalam bentuk pengurangan premi yang dibayar oleh
perusahaan, jika tindakan-tindakan keselamatan sangat baik.

12) Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan, yang merupakan ukuran
utama efektif tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pada
perusahaanlah, kecelakaan-kecelakaan terjadi sedangkan pola-pola
kecelakaan pada suatu perusahaan tergantung kepada tingkat kesadaran
akan keselamatan kerja oleh semua pihak yang bersangkutan.

13) Organisasi K3, dalam era industrialisasi dengan kompleksitas
permasalahan dan penerapan prinsip manajemen modern, masalah
usaha pencegahan kecelakaan tidak mungkin dilakukan oleh orang
perorang atau secara pribadi tapi memerlukan keterlibatan banyak orang,
berbagai jenjang dalam organisasi yang memadai.

Organisasi ini dapat berbentuk struktural seperti Safety Departemen
(Departemen K3), fungsional seperti Safety Committee (Panitia Pembina K3).
Agar organisasi K3 ini berjalan dengan baik maka harus didukung oleh
adanya :
 Seorang pimpinan (Safety Director)
 Seorang atau lebih teknisi (Safety Engineer)
 Adanya dukungan manajemen
 Prosedur yang sistimatis, kreativitas dan pemeliharaan motivasi dan

moral pekerja.

Pernyataan di atas sesuai menurut International Labour Office (ILO) tentang
langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menanggulangi kecelakaan kerja.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)
C. Rantai pasok dan logistik hasil dan produk pertanian
1. Rantai pasok
Rantai pasok merupakan rangkaian aliran barang/fisik, informasi dan
proses yang digunakan untuk mengirim produk atau jasa dari lokasi sumber
(pemasok) ke lokasi tujuan (pelanggan atau pembeli). Secara sederhana
rantai pasok pangan dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Ilustrasi rantai pasok dari sebuah produk (Chen/Paulraj, 2004)
Rantai pasok pangan berbeda dengan rantai pasok produk dan jasa

lainnya. Perbedaan yang mendasar antara rantai pasok pangan dengan rantai
pasok lainnya adalah perubahan yang terus menerus dan signifikan terhadap
kualitas produk pangan di seluruh rantai pasok hingga pada titik akhir, produk
tersebut dikonsumsi.

Gambar 2 : Rantai pasok pangan
Sumber : https://supplychainindonesia.com/rantai-pasok-pangan-food-

supply-chain/. Diambil tanggal : 08 Juli 2021, jam 14:02.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Dalam rantai pasok pangan pada Gambar 1, pangan (produk) bergerak
mengalir secara berkesinambungan dari produsen ke konsumen melalui
proses produksi, pengolahan, distribusi, ritel dan konsumen; dengan
demikian, pangan mengalir dari petani ke konsumen (from farm to table).
Selain itu, khusus untuk produk pangan yang mudah rusak atau busuk, resiko
dalam menghasilkan limbah/kerugian pada setiap tahapan rantai pasok
memiliki potensi sangat tinggi yang selanjutnya akan menekan keuntungan
dan kualitas produk dalam rantai pasok pangan.

Berdasarkan jenis proses produksi dan distribusi dari produk nabati
dan hewani, rantai pasok pangan dapat dibedakan atas 2 (dua) tipe yaitu :

a. Rantai pasok produk pangan segar/fresh (seperti sayuran segar, bunga,
buah-buahan). Secara umum, rantai pasok ini meliputi: petani, pengumpul,
grosir, importir dan eksportir, pengecer dan took-toko khusus. Pada
dasarnya, seluruh tahapan rantai pasok ini memiliki karakteristik khusus,
produk ditanam atau diproduksi dari pedesaan. Proses utama adalah
penanganan, penyimpanan, pengemasan, pengangkutan, dan terutama
perdagangan produk ini.

b. Rantai Pasok Produk Pangan Olahan (seperti makanan ringan, makanan
sajian, produk makanan kaleng). Pada rantai pasok ini, produk pertanian
dan perikanan digunakan sebagai bahan baku dalam menghasilkan
produk-produk pangan yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Dalam
banyak hal, proses pengawetan dan pendinginan akan memperpanjang
masa guna (shelf life) dari produk pangan yang dihasilkan.
Rantai pasok pangan (Hasil Pertanian) dimulai dari titik awal dimana

hasil pertanian diproduksi, yaitu di sektor budidaya. proses produksi bahan
baku di sektor budidaya tanaman, budidaya ikan, budidaya ternak yang harus
menerapkan praktik pertanian baik (Good Agriculture Practice GAP),
dilanjutkan proses transportasi dari lokasi budidaya ke lokasi industri. Untuk
memastikan bahwa produk hasil pertanian hewani dan nabati dalam kondisi
kualitas baik, sebagaimana pada saat dipanen, dipetik atau ditangkap proses
transportasi hasil pertanian dengan berbagai moda transportasi harus
menerapkan Praktik Penanganan yang Baik ( Good Handling Practice GHP).
Hasil pertanian nabati atau hewani selanjutnya mengalami proses

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

penanganan, pengolahan dan pengemasan menjadi bahan pangan segar
siap konsumsi, bahan setengah jadi sebagai bahan baku untuk industri
lainnya dan atau menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi. Untuk menjamin
bahwa produk olahan pangan atau non pangan yang dihasilkan oleh industri
berkualitas baik, sesuai dengan persyaratan standar atau permintaan pasar,
maka industri pengolahan hasil pertanian harus menerapkan praktik produksi
yang baik (Good Manufacture Practice GMP). Produk jadi atau setengah jadi
pangan dan non pangan hasil industri pengolahan hasil pertanian selanjutnya
dikirim ke Distributor menggunakan berbagai moda transportasi yang
menerapkan GHP sampai di Gudang-gudang atau tempat penampungan
barang di Distributor, sebelum didistribusikan pada toko atau pedagang
pengecer (retail). Dalam masa tunggu, di distributor produk pangan atau non
pangan harus tetap terpelihara kualitasnya dimana distributor menerapkan
praktik pergudangan atau penyimpanan yang baik (Good warehousing
practice GWP). Mulai dari gudang-gudang dkistributor, produk pangan dan
non pangan didstribusikan ke berbagai lokasi pedagang pengecer (retail)
dan akhirnya dari pedagang pengecer inilah produk pangan dan non pangan
sampai ke tangan konsumen untuk dikonsumsi.
Berdasarkan alur pergerakan barang atau dan kegiatan jasa yang terjadi dari
proses budidaya sampai produk dikonsumsi dalam rumah tangga, para pihak
dan aktivitas dalam rantai pasok adalah:

 Penyedia jasa produksi sarana produksi bahan hasil pertanian/ pangan
 Penyedia jasa dan produk bahan hasil pertanian/ pangan
 Penyedia jasa transportasi bahan Hasil pertanian/pangan
 Penyedia jasa dan produksi bahan pangan /olahan pangan
 Penyedian jasa transportasi dan pergudangan bahan pangan/ olahan

pangan
 Penyedia jasa Distribusi bahan pangan/olahan pangan

Secara sederhana rantai pasok tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

Proses Budidaya: Transportasi Industri/perusaha Transportasi
Tanaman, Ternak an Pengolahan

Dan Ikan Pangan

GAP

Pedagang Transportasi Distributor
Pengecer Pangan
Konsumen Dan non
Pangan /Toko pangan
Retail

Gambar 3. Model sederhana rantai pasok pangan dari proses budidaya sampai
ke konsumen

Adapun contoh rantai pasok pangan dan logistik sederhana dapat dijumpai pada
salah satu rantai pasok produk beras melalui BULOG, seperti tersaji pada gambar 4.

Gambar 4. Pola distribusi Beras

Sumber : laman : https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/4-tematik-
scm-beras-1.pdf Diambil pada tanggal 8 Juli 2021, diambil jam
13:23.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

2. Logistik

Pengelolaan logistik merupakan salah satu elemen dalam pengelolaan
rantai pasok. Perusahaan-perusahaan yang mengembangkan jasa
transportasi dan logistik tidak serta merta menjadi bagian dari rantai pasok
yang terkelola, jika perusahaan logistik ini tidak membina kerjasama dengan
pelaku di rantai pasok tersebut, atau hanya bekerja berdasarkan pesanan
yang diterima sewaktu-waktu. Resikonya adalah perusahaan terkadang tidak
siap dengan jenis logistik yang dibutuhkan pelanggan, oleh karena itu
diperlukan manajer logistik. Manajer logistik itu berkontribusi dan mendapat
manfaat ketika mengelola lintas fungsi diantaranya mengelola hubungan
dengan pelanggan, pemasok, mengelola permintaan, mengelola jasa
pelanggan, memenuhi order, komersialisasi produk dan fungsi lainnya.

Dokumen Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI No.94
Tahun 2019 tentang Logistik, dinyatakan bahwa logistik merupakan bagian
dari rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi
dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan
(warehousing), transportasi (transportation), distribusi (distribution), dan
penghantaran pelayanan (delivery services) sesuai dengan jenis, kualitas,
jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen, secara efektif dan
efisien, mulai dari titik asal (point of origin) sampai dengan titik tujuan (point of
destination). Barang, informasi dan uang atau nilai, merupakan obyek yang
ditangani dalam sistem logistik. Ketersediaan obyek atau stok untuk
disimpan, disitribusi dan digunakan pada sistem logistik dapat berupa:
produk, bahan baku produksi, bahan kemasan, mesin dan peralatan untuk
produksi serta dokumen.

Penyimpanan atau pergudangan (Warehousing) adalah suatu kegiatan
pengurusan kargo yang meliputi, menerima kargo, menyimpan kargo sesuai
dengan persyaratannya, memelihara kargo, memelihara kebersihan ruang
tempat penyimpanan kargo, mengeluarkan kargo sesuai dengan keperluan,
mengurus administrasinya, dan mempertanggungjawabkan pengurusan
tersebut.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

D. Pengelolaan sumber daya manusia dengan memperhatikan potensi
dan kearifan lokal

Sumber daya manusia adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan
usaha apapun karena kualitas dari hal tersebut sangatlah menentukan kinerja
dari suatu perusahaan.
Pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu
investasi bagi perusahaan karena diperlukan biaya untuk mendukung hal
tersebut, namun sejalan dengan hal tersebut, manfaat yang didapat oleh
perusahaan juga besar karena pekerja dan karyawan yang dimiliki menjadi
professional dan handal dalam mengerjakan segala pekerjaan di perusahaan
tersebut.

Dengan demikian pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia
menjadi penentu keberhasilan dalam suatu perusahaan atau unit usaha,
terutama dalam era globalisasi dimana para pesaing tidak hanya berasal dari
dalam negeri saja tetapi juga berasal dari luar negeri yang ikut serta
meramaikan dan berkompetisi untuk menarik minat dari konsumen. Persaingan
yang semakin ketat inilah yang membuat para pelaku usaha harus memiliki
sumber daya manusia yang berkualitas di perusahaannya sehingga memiliki
proses produksi yang baik. Proses produksi biasanya dikaitkan dengan
produktivitas, dimana bila produktivitas meningkat maka akan diikuti dengan
peningkatan kinerja dari perusahaan. Maka proses pengembangan dan
pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci kesuksesan dari
perusahaan agar dapat meningkatkan persaingan dari perusahaan itu sendiri
dan meningkatkan brand dari perusahaan tersebut.

Seorang pemimpin yang berada di suatu perusahaan, tidak akan bisa
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin
apabila tanpa adanya bantuan atau kerjasama dengan karyawan.
Pemberdayaan sumber daya manusia melalui manajemen sumber daya
manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha
agar dapat survive dan berkembang. Sumber daya manusia memiliki peranan
yang sangat penting dan dominan dalam sebuah manajemen. Manajemen

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

sumber daya manusia merupakan kegiatan mengatur dan menetapkan program
kepegawaian yang mencakup pada masalah pembuatan strategi sumber daya
manusia, perencanaan sumber daya manusia, rekruitmen dan seleksi sumber
daya manusia, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia,
kompensasi, evaluasi kinerja, dan produktivitas karyawan.

Dalam proses pengelolaan manajemen sumber daya manusia sebuah
perusahaan seorang pimpinan perusahaan harus melakukan beberapa aspek
manajemen sumber daya manusia yaitu :

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan pada kegiatan sumber daya manusia adalah kegiatan
memperkirakan atau menggambarkan tentang keadaan tenaga kerja agar
sesuai dengan kebutuhan perusahaan secara efektif dan efisien, sehingga
tujuan yang telah ditetapkan perusahaan dapat terwujud. Dalam
perencanaan, perlu dinetapkan tujuan-tujuan tertentu yaitu mengembangkan
atau melebarkan sayap untuk mendapatkan rekanan kerja atau link yang lebih
luas lagi.

b. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian pada sumber daya manusia adalah kegiatan untuk
mengatur karyawan dengan melalui menetapkan pembagian kerja, hubungan
kerja, pendelegasian wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bentuk
bagan atau struktur organisasi. Pengkoordinasian adalah dengan membentuk
suatu transformasi tugas dalam group yang aktif.

c. Pengendalian (Leading)

Pengendalian sumber daya manusia berkaitan dengan pengambilan
keputusan yang selalu dilakukan dengan melalui musyawarah antar pemimpin
yang kemudian hasil musyawarah yang didapat akan dimusyawarahkan
kembali dengan karyawan. Pimpinan dalam memberikan semangat dan
inspirasi kepada karyawan adalah dengan memberikan bonus kepada
karyawan yang menunjukkan prestasi. Pimpinan juga menciptakan
komunikasi dengan karyawan melalui gathering sederhana yang dilandasi
oleh seluruh elemen yang dimiliki perusahaan.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

d. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan sumber daya manusia berkaitan dengan bentuk pengawasan
yang dilakukan perusahaan terhadap proses operasional perusahaan dalam
sehari-hari yaitu dengan melalui masing-masing group dan melalui daily
check list tiap kali pergantian shift dilakukan. Pimpinan juga melakukan
pengevaluasian yang dilakukan terhadap karyawan yang baru bergabung
bekerja dengan efektif dan efisien.

Dalam pembuatan strategi sumber daya manusia pada sebuah
perusahaan dengan melalui tahapan:
1) Mengetahui jenis karakter orang yang perlu dikelola dan yang hendak

melakukan bisnis, dengan tujuan supaya sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh perusahaan atas tujuan bisnis strategi.
2) Memikirkan jenis program dan inisiatif tentang sumber daya manusia
yang harus didesain dan diterapkan untuk memikat, mengembangkan,
dan mempertahankan staf agar berkompetisi secara efektif.

Sedangkan dalam proses perencanaan sumber daya manusia pada
sebuah perusahaan dilakukan melalui :
1) Penentuan kebutuhan tenaga kerja.
2) Uraian jabatan, uraian tugas, dan tanggung jawab terhadap masing-

masing jabatan.
3) Spesifikasi jabatan, persyaratan yang harus dimiliki oleh satu jabatan

tetentu.

Proses rekruitmen dan seleksi sumber daya manusia sangat
diperlukan pada sebuah perusahaan. Adapun beberapa aspek rekrutmen
yang perlu diperhatikan adalah:
1) Sumber-sumber rekruitmen, terdapat dua sumber yaitu:

a) Sumber dari dalam perusahaan, tiga bentuk mutasi pegawai yaitu
promosi jabatan; transfer atau rotasi pekerjaan, dan demosi jabatan
atau penurunan jabatan pegawai.

b) Sumber dari luar perusahaan, penarikan pegawai dengan melalui iklan
media massa, lembaga pendidikan, depnaker, dan lamaran kerja yang
masuk pada perusahaan pada waktu sebelumnya.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

2) Seleksi calon pegawai, Proses seleksi melibatkan pilihan dari berbagai
objek dengan mengutamakan beberapa objek saja yang dipilih, dan lebih
ditekankan pada pengambilan keputusan dalam membatasi jumlah
pegawai yang dapat dikontrakkerjakan dari pilihan sekelompok calon-calon
pegawai yang berpotensi. Teknik-teknik seleksi mencakup pada kegiatan:
tes pengetahuan akademik, tes psikologis, dan wawancara.

Sebuah perusahaan perlu melakukan pelatihan dan pengembangan
sumber daya manusia terutama untuk pekerja. Metode yang dipergunakan
dalam pelatihan sumber daya manusia dapat melalui On The Job, vestibule
atau balai, metode demonstrasi dan contoh, simulasi, apprenticeship, dan
metode ruang kelas. Sedangkan untuk metode pengembangan sumber daya
manusia dapat melalui metode pelatihan (yang seringkali dipergunakan adalah
simulasi, metode konferensi, studi kasus, dan bermain peran), understudies
untuk mengisi suatu posisi jabatan tertentu, job rotasi dan kemajuan berencana ,
serta coaching dan counseling .

Kompensasi yang diberikan perusahaan kepada pekerja antara lain
dapat berupa :
1) Kompensasi langsung, upah atau gaji dibayarkan secara tetap berdasarkan

pada tenggang waktu yang bersifat tetap.
2) Kompensasi tidak langsung, tunjangan hari raya.
3) Insentif, penghargaan atau pemberian bonus.

Untuk mengevaluasi kinerja pekerja di sebuah perusahaan dapat
menggunakan metode metode skala nilai, metode pengurutan, metode
perbandingan, metode kesalahan kritis, dan manajemen berbasis sasaran.

Produktivitas Karyawan di sebuah perusahaan dapat diukur dengan dasar
pertimbangan :
1) Sikap kerja, ketersediaan bekerja secara bergiliran dapat menerima

tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim.
2) Tingkat keterampilan, ditentukan oleh pendidikan; latihan dalam manajemen;

supervisi; dan keterampilan dalam teknik industri.
3) Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi.
4) Manajemen produktivitas.

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

5) Efisiensi tenaga kerja, perencanaan tenaga kerja dan tambahan tugas.
6) Kewiraswastaan, tercermin dalam pengambilan resiko; kreativitas dalam

berusaha; dan berada pada jalur yang benar dalam berusaha.

Bacaan Guru

Materi Sumber Bacaan
⮚ Klasifikasi dan lingkup industri
Informasi lanjut terkait klasifikasi
di bidang agriteknologi hasil dan lingkup industri di bidang
pertanian agriteknologi hasil pertanian :

⮚ Perencanaan produksi di https://www.gurupendidikan.co.id/m
industri pengolahan hasil acam-industri/
pertanian dan penerapan K3LH
https://jagad.id/pengertian-industri-
klasifikasi-macam-dan-contoh-
aneka-industri/

https://dosenpertanian.com/pengerti
an-agroindustri/

https://www.researchgate.net/profile
/Arifin-
Rente/publication/326989169_PEN
GANTAR_AGROINDUSTRI/links/5b
713849a6fdcc87df739421/PENGAN
TAR-AGROINDUSTRI.pdf

Informasi lanjut terkait dengan
Perencanaan produksi di industri
pengolahan hasil pertanian dan
penerapan K3LH dapat diakses di
laman :

https://www.sahabatgenpro.com/arti
kel/read/proposal-bisnis/62/cara-
membuat-proposal-usaha-
makanan.html

https://docplayer.info/29934672-
Perencanaan-sebuah-kemasan-
oleh-deddy-award-widya-laksana-
m-pd.html

Modul Ajar Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian – X.APHP
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan hasil pertanian (X/1)

⮚ Rantai pasok dan logistik hasil https://environment-
dan produk pertanian indonesia.com/pentingnya-
penerapan-k3lh/
⮚ Pengelolaan sumber daya
Informasi lanjut terkait dengan rantai
manusia dengan pasok dan logistik pangan, dapat
diakses pada laman:
memperhatikan potensi dan
https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/
kearifan lokal pdffiles/4-tematik-scm-beras-1.pdf

https://ruanglogistik.id/ dan atau
laman
https://supplychainindonesia.com/rant
ai-pasok-pangan-food-supply-chain

https://promise.co.id/manajemen-
rantai-pasokan/

https://www.workmate.asia/id/blog/sist
em-dan-manajemen-rantai-pasok

Informasi berkaitan tentang
pengelolaan sumber daya manusia
dengtan memperhatikan potensi
dan kearifan local dapat ditelusuri
laman :

https://gerryrahadiyanprato.wordpre
ss.com/2016/12/01/perancangan-
dan-pengelolaan-tenaga-kerja/

https://media.neliti.com/media/publi
cations/61059-ID-pengelolaan-
sumber-daya-manusia-tinjauan.pdf

https://media.neliti.com/media/publi
cations/36003-ID-pengelolaan-dan-
pengembangan-sumber-daya-
manusia-pada-pt-aneka-sejahtera-
enginee.pdf


Click to View FlipBook Version