The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Struktur Lapisan Bumi
IPA Kelas 7

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SMPAK2 Lita, 2020-07-02 23:10:22

Struktur Lapisan Bumi

Struktur Lapisan Bumi
IPA Kelas 7

STRUKTUR LAPISAN BUMI
Secara umum, struktur bumi yang berlapis-lapis
terdiri dari kerak bumi di bagian luar, mantel bumi di
bagian tengah dan inti bumi di bagian dalam atau
pusat.

1. Kerak Bumi (Crust)
Kerak bumi atau crust adalah lapisan Bumi padat
paling luar. Lapisan kerak bumi ini juga menjadi
tempat tinggal bagi semua makhluk hidup di bumi. Kerak bumi juga menjadi bagian bumi yang paling
aktif bergerak.
Secara umum, kerak bumi dibagi menjadi dua kategori, yakni kerak samudra dan kerak benua.

 Kerak samudra, ketebalannya sekitar 5 sampai 10 km dan disusun atas silisium dan magnesium
(sehingga disebut sima).

 Kerak benua, ketebalannya sekitar 20 sampai 70 km dan disusun atas silisium dan alumunium
(sehingga disebut sial).

*massa jenis magmesium lebih besar dari alumunium
Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100°C, terus naik seiring dengan kedalamannya, naik
sekitar 30 derajat Celcius per kilometernya.
90% dari kerak bumi disusun oleh lima unsur: Oksigen, Silikon, Alumunium, Besi dan Kalsium. Sisanya
terdapat unsur: Natrium, Kalium dan Magnesium.
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang
berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut,
lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara.

2. Selimut/Selubung/Mantel Bumi (Mantle)
Selimut bumi bumi merupakan lapisan yang berada di antara bagian kerak bumi dan inti bumi dan
merupakan lapisan terbesar (menempati 80% volume Bumi).
Secara umum mantel bumi dibagi menjadi dua bagian, yakni :

 Mantel bumi bagian atas, berada pada kedalaman 400 km dengan lapisan yang bersifat plastis
dan semiplastis karena suhu dan tekanan pada mantel atas berada pada kondisi setimbang.

 Mantel bumi bagian bawah, berada pada kedalaman 2900 km dengan lapisan yang bersifat pada
karena adanya tekanan dari lapisan di atasnya. Mantel bawah mengandung besi dan mineral
SIMA.

Bagian atas selimut bumi sering disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini, terjadi pergerakan
lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi. Pergerakan
tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. Astenosfer merupakan tempat terbentuknya
magma.

Mantel atas dan matel bawah di bawah astenosfer memiliki ketebalan 2.400-2.700 km. Massa jenis
mantel 3,4 g/ cm3 sedikit lebih besar dari massa jenis kerak Bumi (3 g/cm3).
Komposisi penyusun mantel bumi didominasi oleh senyawa magnesium, besi, aluminium, kalium, silikon
dan oksigen.
Kerak bumi dan astenosfer disebut sebagai listosfer (lapisan batuan)

3. Inti Bumi (Core)
Inti bumi atau core adalah lapisan terdalam bumi. Lapisan inti bumi terletak mulai kedalaman 2900 km
sampai ke pusat bumi atau sekitar kedalaman 6300 km. Suhu di inti bumi berkisar antara 2000°C di
bagian luar, hingga 4500°C di bagian dalamnya.
Secara umum, berdasarkan zat penyusunnya, inti bumi dibagi menjadi dua bagian yakni inti bumi bagian
luar atau outer core serta inti bumi bagian dalam atau inner core.

 Inti bumi bagian luar (outer core), terletak di antara kedalaman 2900 km sampai 5100 km dan
tersusun dari logam padat.

 Inti bumi bagian dalam (inner core), terletak di antara kedalaman 5100 km sampai pusat bumi
dan tersusun dari logam cair.

Antara inti bagian luar dan dalam, dipisahkan oleh lapisan yang disebut sebagai lehman discontinuity.
Material penyusun inti bumi terdiri dari senyawa besi dan nikel.
Massa jenis inti dalam merupakan paling besar yaitu 10-13 g/cm3, jika dibandingkan dengan di
perbatasan antara mantel dan inti luar dengan massa jenis sekitar 5 g/cm3.

ATMOSFER BUMI
bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup diselimuti oleh udara
yang disebut atmosfer.
Berdasarkan volumenya, terdapat empat gas yang terkandung di
lapisan atmosfer. Keempat gas yang menempati hampir 100% lapisan
atmosfer tersebut masing-masing nitrogen (N2) sebanyak 78,08%,
oksigen (O2) sebanyak 20,95%, argon (Ar) sebanyak 0,93% dan
karbondioksida (CO2) sebanyak 0,03%.

Gas lain yang terkandung dalam lapisan atmosfer dengan volume yang sangat rendah antara lain neon
(Ne), helium (He), krypton (Kr), hydrogen (H2), xenon (Xe), dan ozon (O3).
Lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi mempunyai ketebalan yang lebih dari 650 km.
Menurut perubahan suhu dan ketinggiannya, atmosfer dapat dikelompokkan menjadi empat lapisan,
yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer (ionosfer), dan eksosfer

1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yang terletak pada ketinggian 0-18 km di atas
permukaan bumi. Ketebalan lapisan troposfer di atas permukaan bumi tidak merata. Di daerah
khatulistiwa atau daerah tropis, ketebalan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C,
daerah sedang ketebalan lapisan troposfer sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C, dan daerah
kutub ketebalannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata 46°C. Tebal lapisan troposfer rata-rata di
permukaan bumi ± 10 km.

2. Stratosfer
Stratosfer terletak pada ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi. Suhu di lapisan stratosfer
yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin, yaitu sekitar − 57oC. Lapisan stratosfer ini adalah
lintasan tempat terbangnya pesawat. Pada lapisan ini juga terdapat awan cirrus, namun tidak ada pola
cuaca. Dari bagian tengah stratosfer ke atas, terdapat lapisan dengan konsentrasi ozon (O3 ). Lapisan
ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini dapat mencapai sekitar 18oC pada
ketinggian sekitar 40 km.

3. Mesosfer
Mesosfer terletak pada ketinggian antara 49 – 82 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan
lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya. Kebanyakan
meteor yang sampai ke bumi biasanya terbakar di lapisan ini. Lapisan mesosfer ini ditandai dengan
penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Temperatur terendah di
mesosfer kurang dari -81°C. Bahkan di puncak mesosfer yang disebut mesopause, yaitu lapisan batas
antara mesosfer dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.

4. Termosfer atau ionosfer
Termosfer terletak pada ketinggian antara 82-800 km dari permukaan bumi. Lapisan termosfer ini
disebut juga lapisan ionosfer. Disebut dengan termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup
tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982°C. Disebut ionosfer karena pada lapisan ini merupakan tempat
terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan gelombang radio,
baik gelombang panjang maupun pendek.

5. Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan udara kelima, eksosfer terletak pada ketinggian antara 800 – 1000 km dari
permukaan bumi.


Click to View FlipBook Version