KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017 E-Modul Seni Grafis Cetak Saring SMP/MTS Kelas IX Semester 1 Oleh: Tiara Nafa’atus Solekha Edisi Revisi 2017
i i Kepada kelas IX SMPN 2 Purwodadi, Selamat datang dalam modul Seni Grafis Cetak Saring! Modul ini telah dirancang khusus untuk memandu pembaca dalam menjelajahi dunia seni grafis cetak saring dengan baik. Seni grafis cetak saring adalah salah satu bentuk seni yang menarik, yang melibatkan kreativitas, ketelitian, dan pemahaman tentang teknik cetak yang unik. Melalui modul ini, penulis berusaha memberikan pengetahuan yang komprehensif tentang konsep dasar seni grafis cetak saring, teknik-teknik cetak yang digunakan, serta langkah-langkah praktis dalam menciptakan karya seni saring yang indah dan bermakna. Penulis berharap modul ini akan menjadi panduan yang bermanfaat bagi pembaca dalam memahami, menghargai, dan mengembangkan kemampuan seni grafis. Dalam setiap bab modul ini, pembaca akan menemukan informasi yang berguna, petunjuk langkah-demi-langkah, contoh-contoh karya seni grafis dan tantangan kreatif untuk meningkatkan keterampilan pembaca. Penulis juga ingin mendorong pembaca untuk menjelajahi dan mengekspresikan diri melalui seni grafis cetak saring, sehingga pembaca dapat mengembangkan potensi artistik Pembaca dengan lebih baik. Seni grafis cetak saring adalah salah satu cabang seni yang menarik, dan dengan tekunnya belajar dan berlatih, Pembaca dapat mencapai pencapaian luar biasa dalam bidang ini. Semoga modul ini dapat menjadi panduan yang membantu pembaca dalam memulai perjalanan seni grafis cetak saring pembaca dengan semangat dan antusiasme. Selamat belajar, berkarya, dan selamat menikmati proses kreatif ini! Salam seni, Tiara Nafa'atus Solekha Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang Kata Pengantar
ii Kata Pengantar.......................................................................i Daftar Isi................................................................................ii Bab 1 Apa itu Seni grafis Pengertian Seni grafis................................................1 Sejarah Seni Grafis....................................................1 Teknik-Teknik Seni Grafis........................................2 Bab 2 Apa itu Seni Cetak Saring Pengertian seni cetak saring.....................................8 Sejarah seni grafis cetak saring................................8 Alat dan bahan cetak saring (Sablon)......................9 Prosedur membuat cetak saring (Sablon).............13 Contoh karya cetak saring (Sablon).......................14 Bab 3 Ayo membuat cetak saring sederhana Alat dan Bahan.......................................................15 Prosedur pembuatan..............................................16 Rangkuman.........................................................................18 Penugasan............................................................................18 Soal Latihan.........................................................................19 Daftar Isi
BAB I Apa Itu Seni Grafis ? A. Pengertian Seni Grafis Seni grafis adalah jenis seni rupa dua dimensi yang berasal dari kata "gra" yang datang dari bahasa Yunani, yang artinya tindakan menulis atau menggambar. Di dalam bahasa Inggris, kata "grafis" terhubung dengan kata "graph" atau "graphic," yang mengacu pada cara membuat tulisan atau gambar dengan menggores atau mengerjakan permukaan. Dalam seni grafis, karya seni diciptakan melalui proses mencetak menggunakan berbagai teknik. Biasanya, kertas digunakan sebagai media untuk membuat karya seni ini. Namun, seiring berjalannya waktu, seni grafis juga bisa menggabungkan media lain untuk menunjukkan ide-ide artistik. Sekarang, karya seni grafis sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada baliho, poster, dan bentuk karya-karya lainnya. B. Sejarah Seni Grafis Mari kita jelajahi sejarah seni cetak grafis dengan cara yang lebih sederhana. Pada awalnya, di Cina, orang-orang menggunakan teknik cetak untuk membuat banyak salinan tulisan agama. Mereka mengukir tulisan-tulisan itu di atas kayu dan mencetaknya di atas kertas. Cara ini juga ditemukan di Asia lain seperti Jepang dan Korea, dan akhirnya masuk ke Eropa, digunakan untuk mencetak di atas kain seperti pakaian. Kemudian, pada tahun 1440, Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak di Eropa, yang mengawali perkembangan berbagai teknik cetak hingga sekarang. Di Indonesia, seni cetak grafis mulai dikenal pada masa perjuangan dan kemerdekaan. Para seniman cetak grafis membuat banyak poster perjuangan. Seiring waktu, teknik cetak grafis menjadi lebih umum digunakan dalam seni praktis, terutama dalam pembuatan poster-promosi. Ada beberapa tokoh penting dalam perkembangan seni grafis di Indonesia, seperti Suromo dan Abdul Salam dari Yogyakarta, serta Baharudin Marasutan dari Jakarta dan Mochtar Apin dari Bandung. Seni grafis pertama kali muncul di Indonesia pada sekitar tahun 1950-an dan terus berkembang sejak itu. Klik gambar orang!!! Ada yang tau bagaimana perjalanan Johannes Guttenberg dengan mesin cetaknya? Ayo kita nonton bersama! 1
2 C. Teknik-Teknik Seni Grafis Teknik-teknik yang digunakan dalam membuat suatu karya grafis ada 4 yaitu teknik cetak tinggi, teknik cetak datar, teknik cetak dalam, dan teknik cetak saring. Apa itu teknik-teknik yang sudah disebutkan tadi?. Ayo kita pelajari bersama. 1) Teknik Cetak Tinggi (Relief Process) Cetak Tinggi dalam seni grafis adalah teknik cetak yang menggunakan benda yang tinggi, naik atau menonjol untuk membuat gambar. Misalnya menggunakan kayu dan alat cukil untuk membuatnya. Cara kerjanya juga gak susah, kita ambil tinta dan oleskan ke atas benda yang tadi kita siapkan. Nah, bagian yang nongol itu yang akan dapat tinta. Lalu, benda itu kita tempelkan ke kertas, kemudian kita angkat lagi. Hasilnya, di kertas muncul gambar yang sama seperti benda tadi yang tadi dioles tinta. Teknik ini juga bisa disebut teknik cukil. Selain itu, kamu juga bisa membuat karya cetak tinggi dari benda-benda yang ada di lingkunganmu lho! Mau tau karya-karya cetak tinggi menggunakan bahan disekitar kita? Ini dia : Ini dia karya-karyanya : Menggunakan Lemon Menggunakan Daun Menggunakan Bawang Bombai Menggunakan Kerang
3 Berikut adalah hasil karya seni cetak tinggi yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari: Stempel Batik cap Lukisan Poster Koran Proses pembuatan seni grafis cetak tinggi, Klik ikon lampu NOTE:
4 Ini adalah contoh karya seni grafis cetak datar Proses pembuatan seni grafis cetak datar, Klik ikon lampu NOTE: 2) Teknik Cetak Datar (Planographic Process) Cetak datar adalah cara membuat gambar dengan menggunakan papan atau plat datar. Teknik ini memungkinkan kita membuat banyak salinan gambar dengan permukaan datar. Misalnya, kita bisa menggunakan batu kapur, lempengan logam (seperti seng), atau papan cetak datar. Teknik cetak datar pertama kali muncul pada abad ke-16 di Eropa, dan mereka menggunakan plat klise yang diukir di atas batu kapur. Pada saat mau mencetak, papan atau plat yang digunakan harus dalam keadaan lembab atau basah. Ini penting karena air dan minyak tidak bisa campur. Ada beberapa teknik dasar dalam cetak datar, seperti yang digunakan pada papan atau plat serta batu kapur.
5 3) Teknik Cetak Dalam (Intaglio Process) Teknik cetak dalam adalah cara keren dalam seni grafis yang menggunakan cekungan di permukaan benda untuk bikin gambar. Teknik ini juga disebut intaglio printing. Ada beberapa cara dalam teknik cetak dalam, seperti teknik etsa, gravure, dan aquatint. Dalam teknik cetak dalam, seniman bikin gambar di permukaan benda dengan cara menggores atau mengukirnya pakai alat khusus. Setelah permukaan itu diwarnai dengan tinta, tinta akan nempel di bagian cekungannya dan bikin gambar pas kita tekan di atas kertas. Pakai teknik ini, seniman bisa bikin detail gambar yang halus dan tajam. Tapi, teknik cetak dalam ini memerlukan peralatan dan bahan yang lebih spesial dan agak mahal dibanding teknik cetak tinggi atau cetak datar. NOTE: Proses pembuatan seni grafis cetak dalam, Klik ikon lampu Ini adalah contoh karya seni grafis cetak dalam Drypoint Engraving Etching Mezzotint
6 4) Teknik Cetak Saring (Stensil and Screen Process) Teknik cetak saring adalah cara seru dalam seni grafis yang memakai kain atau kawat seperti saringan untuk bikin gambar. Teknik ini juga bisa disebut screen printing atau sablon. Di dalam teknik cetak saring, kita bikin gambar di atas kain atau kawat yang ditutupi bahan tahan tinta. Bagian yang nggak ditutupi bahan itu jadi saringan yang biarkan tinta lewat dan nempel di kertas waktu kita cetak. Teknik cetak saring bisa dipakai buat berbagai hal seperti kertas, kain, plastik, dan logam. Biasanya dipakai bikin kaos, poster, dan stiker. Pake teknik ini, gambar yang dihasilkan bisa punya warna yang cerah dan tajam. Ini adalah contoh karya seni grafis cetak saring NOTE: Proses pembuatan seni grafis cetak datar, Klik ikon lampu
Cetak saring pertama kali ditemukan di China ada zaman Dinasti Song (960 – 1279 M) dan digunakan untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan. Pada masa itu, naskah keagamaan ditatah atau diukir di atas bidang kayu, kemudian dicetak di atas kertas. Teknik cetak sablon kemudian mulai berkembang dari Jepang hingga ke daratan Eropa pada tahun 1851-1862. Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengenalkan teknik sablon dengan menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Di Indonesia, seni grafis baru muncul pada 1950-an dan teknik cetak grafis juga mulai banyak digunakan dalam seni terapan untuk membuat poster-poster perjuangan. 8 BAB II Apa Itu Seni Grafis Cerak Saring ? A. Pengertian Seni Grafis Cetak Saring Seni grafis cetak saring adalah teknik seni grafis yang menggunakan cetakan yang terbuat dari bahan berupa layar atau kain yang dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya. Secara umum, teknik pembuatan seni grafis ini sering disebut juga dengan istilah schablone atau sablon. B. Sejarah Seni Grafis Cetak Saring
9 C. Alat dan Bahan Cetak Saring (Sablon) screen adalah alat inti bisa dibilang inti dari alat sablon manual. Screen ini kebanyakan dibuat dengan bingkai dari bahan kayu, tapi ada juga yang dibuat dari bahan besi atau aluminium. Nah, pada bingkai bagian tengah terpasang kain kasa dengan pori-pori halus. Apa tujuannya? Tujuannya adalah agar bisa menyaring tinta saat proses menyablon nanti. Adapun fungsi dari screen ini yaitu untuk mencetak film yang sebelumnya sudah terlapisi afdruk, setelah itu mencetak hasil desain pada permukaan kain. Sedangkan dalam pembagian sablon ini terbagi menjadi 3 berdasarkan ukuran pori-porinya, yaitu Screen atau layar Halus, layar atau screen sedang, screen kasar Di mana ketiga screen tersebut memiliki kegunaan dan tujuan untuk menyablon pada jenis bahan kaos yang berbeda-beda. 1. Screen Sablon 2. Rakel Sablon Jika ada screen sudah pasti ada rakel sablon, merupakan alat sablon manual yang bisa kamu gunakan untuk mendorong dan menekan tinta di atas kain screen. Bahan dari rakel ini biasanya dibuat dari kayu dengan ujungnya yang terbuat dari karet. Berdasarkan bentuknya, rakel ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu” -Lancip, berguna untuk menyablon pada bahan tekstil yang banyak tapi tipis. -Lancip ujung datar, biasanya bermanfaat untuk menyablon pada bahan parasit atau keramik. -Bulat, untuk menyablon tinta dengan warna terang dan kontras, seperti rambu jalan. -Kotak, untuk menyablon pada bahan tekstil dan plastik. -Miring, untuk mesin sablon yang di mana hanya bisa menyablon ke satu arah saja. Tidak kalah penting dengan jenis kertas dalam alat sablon ini, yaitu kertas kalkir. Kertas kalkir ini berguna untuk membentuk sebuah pola desain pada permukaan screen sablon. Kertas kalkir juga termasuk jenis film yang sering berguna bagi para pengusaha sablon manual. Nah, satu hal yang penting yang harus kamu ketahui juga, apa itu? Jika kesulitan untuk menggunakan kertas kalkir, bisa menggantinya dengan kertas HVS atau menggunakan plastik sebagai bahan dasar. 3. Kertas Kalkir
10 C. Alat dan Bahan Cetak Saring (Sablon) Tinta sablon ini memiliki 3 jenis, yaitu: -Spot ink, biasanya berguna untuk menyablon pada baju olahraga dan bahan kain jenis jaket. -Fashion ink, berguna untuk menyablon pada pakainan wanita dan bayi. -Special ink, jenis tinta ini hanya bisa memberikan efek glitter, discharge, high destiny, flock dan crack pada sablonan. 4. Tinta Sablon Obat afdruk atau bisa disebut dengan emulsi kain sablon yang berfungsi untuk memindahkan gambar dari film afdruk ke screen sablon. Adapun jenis obat afdruk ini memiliki 2 jenis, yaitu tinta sablon yang berguna pada kain biasanya berbasis, sehingga membutuhkan emulsi berbasis air juga. Sedangkan, pada media sablon yang menggunakan tinta berbasis minyak harus menggunakan emulsi solvent based. 5. Obat Afdruk Setelah menempelkan film pada screen, langkah selanjutnya yaitu melakukan pamanggangan. Di mana proses ini bisa kamu lakukan menggunakan alat afruk neon panjang.Kemudian film yang sudah direkatkan pada screen dan sudah terlapisi oleh obat afdruk, akan melalui pemanasan untuk menghasilkan desain artwork atau gambar yang bagus. 6. Alat Afdruk
11 C. Alat dan Bahan Cetak Saring (Sablon) Alat sablon manual selanjutnya yaitu meja sablon, di mana meja ini berfungsi sebagai penyangga screen pada kain yang akan disablon. 7. Meja Sablon Papan sablon juga sebagai alas kaos dengan tujuan, agar saaat menyablon kaos tinta tidak kabur dan gambar sesuai dengan desain. 8. Papan sablon Alat sablon manual ini terbilang remeh, tapi alat ini berfungsi penting dalam sablon. Alat ini berfungsi untuk membuang sisa obat afdruk dan memperjelas desain atau cetakan yang akan disablon pada kaos. 9. Penyemprot Air Gelas dan batang pengaduk juga merupakan alat sablon penting dalam proses sablon manual. Alat ini berguna untuk mencampurkan warna dengan tinta, mengaduk obat dan hal lain yang sama. 10. Gelas dan Batang Pengaduk
12 C. Alat dan Bahan Cetak Saring (Sablon) Setelah proses sablon selesai dan gambar desain sudah diaplikasikan di kaos, kemudian ingin menggantinya dengan desain lain. Maka yang dibutuhkan adalah soda api dan cairan pembersih. Mengapa menggunakan alat tersebut? Karena alat ini berfungsi untuk menghilangkan film atau gambar yang ada di screen. 11. Soda Api dan Cairan Pembersih Alat sablon manual terakhir yaitu hair dryer, alat ini pada umumnya berguna untuk mengeringkan rambut. Tapi di dalam sablon, alat ini berguna untuk mengeringkan tinta yang baru saja dicetak melalui screen ke kaos. Jika tinta tidak mengeringkan secara langsung, maka tinta sablon bisa meluber kemana-mana dan akhirnya membuat sablon menjadi tidak sempurna. 12. Hairdryer
13 D. Prosedur Pembuatan Cetak Saring (Sablon) Berikut beberapa langkah pembuatan sablon: 1) Lapisi layar oleh cairan emulsi hingga membentuk lapisan tipis, lakukan dengan bantuan rakel di ruang gelap 2) Tunggu lapisan emulsi hingga kering 3) Print desain yang diinginkan pada plastik atau kertas transparan seperti kalkir 4) Setelah lapisan emulsi kering, letakkan desain yang telah di print ke atas screen dan press menggunakan busa 5) Tekan screen dengan kaca lalu sinari screen dan desain tersebut dengan sinat ultraviolet (UV), bisa langsung di bawah sinar matahari atau menggunakan alat eksposur 6) Setelah dijemur, gambar desain akan terbentuk di screen Siram screen dengan air atau dicuci secara perlahan 7) Keringkan screen dibawah sinar matahari Setelah kering, rekatkan lakban di pinggiran dari keempat sisi screen untuk menghindari kebocoran cat 8Tempatkan screen di atas kain atau media yang ingin disablon pastikan screen tidak akan geser saat penyablonan dilakukan 9) Lakukan penyablonan dengan cara menuangkan tinta atau cat pada screen secukupnya 10) Ratakan cat dengan bantuan rakel sembari ditekan dari atas ke bawah beberapa kali agar warna merata 11) Jika menggunakan lebih dari satu warna, gunakan screen yang lain (satu screen hanya untuk satu warna) 12) Setelah penyablonan selesai, keringkan cat dengan hairdryer 13) Screen bisa dicuci menggunakan air ataupun pencuci cat agar kembali bersih Video Pembuatan Karya Cetak Saring Sablon. Klik pada gambar untuk menonton
14 E. Contoh Karya Seni Grafis Cetak Saring (Sablon) Sablon kemasan plastik Sablon kaos Sablon topi Sablon gelas Sablon balon Sablon bantal Sablon piring
15 BAB III Ayo Membuat Cetak Saring Sederhana A. Alat dan Bahan Cutter Pewarna Makanan Mika Plastik Spons Aqua gelas kosong Buku Gambar Pensil Klip kertas
16 B. Prosedur Pembuatan Tahap pertama siapkan 1 lembar kertas gambar 1. Buatlah sketsa gambar sesuai dengan apa yang kalian inginkan 2. Persiapkan alat dan bahan seperti mika plastik, cutter, klip kertas/selotip, dan kertas yang sudah disketsa tadi 3. Posisikan kertas sketsa dengan mika plastik agar pasklip kertas/selotip, dan kertas yang sudah disketsa tadi 4. Klip pastik dengan kertas sketsa agar tidak bergeser 5.
17 Lubangi sesuai sketsa yang sudah dibuat. Apabila ingin membuat lebih dari satu warna, lubangi gambar sesuai warna yang sama. 6. Ambil mika plastik yang sudah dilubangi, kemudian tempelkan mika ke kertas untuk mentransfer warna. Letakkan sedikit pewarna makanan di gelas aqua kosong, tambahkan air bila diperlukan. Gunakan spons untuk mentransfer warna.membuat lebih dari satu warna, lubangi gambar sesuai warna yang sama. Pewarnaan dimulai dari warna yang muda ke warna yang lebih tua. 7. Setelah semua lubang tertutup oleh warna, lepas mika dan lanjutkan langkah-langkah ini sampai mendapatkan karya sesuai keinginan kalian. 8. Video Tutorial Membuat Karya Seni Grafis Cetak Saring Klik ikon lampu
18 Seni grafis adalah jenis seni rupa dua dimensi yang berasal dari kata "grafis" yang datang dari bahasa Yunani, yang artinya tindakan menulis atau menggambar. Di dalam bahasa Inggris, kata "grafis" terhubung dengan kata "graph" atau "graphic," yang mengacu pada cara membuat tulisan atau gambar dengan menggores atau mengerjakan permukaan. Seni grafis ditemukan oleh Johannes Guttenberg dan menyebar di Indonesia setelah masa kemerdekaan.Teknik seni grafis ada 4 yaitu teknik cetak tinggi, teknik cetak datar, teknik cetak dalam, dan teknik cetak saring. Seni grafis cetak saring adalah teknik seni grafis yang menggunakan cetakan yang terbuat dari bahan berupa layar atau kain yang dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya. Secara umum, teknik pembuatan seni grafis ini sering disebut juga dengan istilah schablone atau sablon. Rangkuman Penugasan ! Buatlah karya seni cetak saring sederhana dengan tema gambar bebas, minimal 2 warna. Silahkan berkreasi sesuka kalian. Kerjakan di 1 lembar kertas gambar!
19 Soal Latihan Seni Grafis Cetak Saring 1. Istilah grafis berasal dari kata grapein yang berarti menggambar atau menulis dari Bahasa: a. Latin b. Inggris c. Yunani d. Perancis 2. Seni grafis merupakan karya seni dua dwimatra yang dibuat dengan tujuanmencurahkan ide atau gagasan seseorang dengan menggunakan teknik a. Lipat b. Cap c. Ukir d. Cetak 3. Seni grafis ditemukan oleh seorang Belanda bernama a. Johannes Guttenberg b. Stevan Albert c. Alexander Grahambell d. Albert Einstein 4. Istilah cetak tinggi dikenal juga dengan... a. Intaglio Process b. Relief Process c. Planographic Process d. Stensil and Screen Process 5. Alat yang paling familiar untuk digunakan membuat karya cetak tinggi adalah... a. Alat cukil dan kayu b. Layar screen c. Rakel d. Film 6. Yang mana yang bisa digunakan untuk membuat karya seni grafis cetak datar... a. Kayu yang brrgelombang b. Kertas c. Seng d. Karet 7. Salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layer (screen) dengankerapatan serat tertentu disebut Teknik a. Cetak dalam b. Cetak datar c. Cetak tinggi d. Cetak saring Pilih jawaban yang paling tepat dari pertanyaan-pertanyaan berikut !
GOOD LUCK 20 8. Pada metode seni grafis, cetak saring (screen printing) bahan yangdigunakan adalah a. Lembaran kain berpori b. Papan kayu c. Kertas d. Lembaran kaca 9. Contoh produk yang dihasilkan dalam cetak tinggi adalah a. Etsa b. Mezzo tint c. Dry point d. Stempel 10. Pewarnaan dalam membuat cetak saring sederhana adalah dimulai dari... a. Warna terang ke warna gelap b. warna primer ke warna sekunder c. Warna sekunder ke warna primer d. Warna gelap ke warna terang