The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pedoman Penulisan di laman bkn.go.id merupakan panduan operasional penulisan berita dan artikel bagi pengelola kehumasan atau penulis di situs Badan Kepegawaian Negara.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by siholhasugian, 2022-10-13 00:45:52

Pedoman Penulisan di laman bkn.go.id

Pedoman Penulisan di laman bkn.go.id merupakan panduan operasional penulisan berita dan artikel bagi pengelola kehumasan atau penulis di situs Badan Kepegawaian Negara.

HUMAS BKN

Pedoman

penulisan di

laman bkn.go.id

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT,
HUKUM, DAN KERJA SAMA
2022

SIHOL MULATUA

HASUGIAN

DAFTAR ISI

Pengantar
Pedoman Umum 1

Bagian Satu 3
Pemberitaan 3
1.1 Esensi Pemberitaan Bagi Kepentingan Organisasi 3
1.2 Jenis-Jenis Tulisan 4

Bagian Dua 6
Penulisan Berita dan Artikel 6
2.1 Prinsip Dasar Menulis Berita 6
2.2 Anatomi Berita 7
2.3 Foto Berita 12
2.4 Opini di balik berita 13
2.5 Penulisan Artikel 13

Bagian Tiga 15
Tata Bahasa 15
3.1 Menulis Merujuk EYD 15
3.2 Penulisan Kata Dalam Berita 18
3.3. Kutipan 19

Bagian Empat 20
Mekanisme Publikasi Pemberitaan 20
4.1 Tahapan Publikasi Berita 20
4.2 Jenis kegiatan Yang Dapat di-cover Dalam Peliputan 22
4.3 Syarat dan Ketentuan Penulisan Artikel 24
4.4 Kode Etik Umum Penulisan 25

Lampiran 27
Produk Berita Berdasarkan Pedoman 27

Pengantar



Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id merupakan panduan
penulisan berita dan artikel bagi pengelola kehumasan atau
penulis di situs Badan Kepegawaian Negara. Pedoman ini
memuat tata cara penulisan dasar yang mengatur prinsip
penulisan berita dan artikel di laman BKN mulai dari tata
bahasa, tanda baca, gaya penulisan, singkatan, pemilihan
kata, serta kode etik penulisan.

Pedoman ini selayaknya terus diperbarui seiring dengan
perkembangan penulisan di media siber dan dinamika
kebahasaan. Pedoman ini memuat tiga hal khusus yang
menjadi perhatian dalam penulisan berita dan artikel, yakni:

1.Penulisan berita dan artikel di situs Badan Kepegawaian

Negara (bkn.go.id) mengedepankan perspektif positif

instansi di tengah publik.

2.Penggunaan bahasa mengacu pada Ejaan Yang

Disempurnakan Versi V sebagaimana tertuang dalam

Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan

Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan

Teknologi Republik Indonesia Nomor

0424/I/BS.00.01/2022 Tentang Ejaan Bahasa Indonesia

Yang Disempurnakan.

3. Penggunaan istilah bahasa asing memperhatikan Kamus

Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan apakah

kata tersebut telah memiliki padanan dalam bahasa

Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/.

Pedoman Umum

1. Umum
Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id ini merupakan panduan praktis penulisan berita
dan artikel di website Badan Kepegawain Negara.
Pedoman ini disusun dalam rangka:
1. Terwujudnya standar penulisan berita yang diterbitkan pelaksana kehumasan di
lingkungan Badan Kepegawaian Negara.
2. Menyelaraskan tata penulisan publikasi berita di laman Badan Kepegawaian
Negara.

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud

Memberikan standar pelaksanaan penulisan berita di laman Badan Kepegawaian
Negara.
b. Tujuan
Mengatur jenis, bentuk, dan ketentuan penulisan berita yang dipublikasikan melalui
laman Badan Kepegawaian Negara.
3. Ruang Lingkup
Kegiatan penulisan berita dilaksanakan oleh pegawai pengelola kehumasan yang
ditugaskan untuk melakukan peliputan hingga penulisan berita di lingkungan Badan
Kepegawaian Negara.
4. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

2. Peraturan Menteri PANRB Nomor 82 Tahun 2012 tentang Pedoman Penulisan dan

Presentasi Hubungan Masyarakat Instansi Pemerintah.
3. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 29 Tahun 2020 tentang Organisasi

dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Negara.

4. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman

Penyelenggaraan Kehumasan di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara.
5. Ketentuan Umum

Dalam pedoman ini, yang dimaksud dengan:
1. Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang

mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang

1| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan
format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara
elektronik ataupun non elektronik.
2. Berita adalah informasi baru mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat
laman Badan Kepegawaian Negara.
3. Pengelola Pemberitaan adalah pegawai yang bertanggung jawab di bidang
pemberitaan yang berkedudukan di bagian media dan publikasi Biro Hubungan
Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama.
4. Pemberitaan adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi,
pengetahuan, dan pemahaman kepada stakeholder dan masyarakat umum melalui
laman instansi.
5. Kegiatan Peliputan adalah proses pengumpulan data dan informasi di lapangan
yang dilakukan pranata humas atau penyaji informasi kepegawaian. Proses ini bisa
berupa pemantauan langsung dan pencatatan suatu peristiwa yang terjadi atau juga
wawancara dengan sejumlah narasumber. Dalam peliputan umumnya dilakukan
perekaman baik suara maupun gambar dengan alat bantu seperti perekam suara
(tape recorder) atau kamera untuk memotret.
6. Portal Situs adalah sistem informasi dan komunikasi berbasis web yang
dimaksudkan sebagai gerbang informasi dan jembatan elektronik.
7. Artikel adalah tulisan berupa kajian atau gagasan yang mengarah pada sebuah
kesimpulan terkait suatu masalah.
8. Penulisan artikel dimaksudkan untuk mendorong Aparatur Sipil Negara untuk
menyampaikan gagasan di bidang jabatan masing-masing melalui tulisan.
9. Kode Etik Penulisan merupakan landasan operasional penulis dalam memproduksi
tulisan.
10. Publikasi merupakan hasil produksi berita atau artikel yang telah dikurasi oleh
editor atau pengelola media dan publikasi di Biro Hubungan Masyarakat, Hukum,
dan Kerja Sama.

2| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

BAGIAN SATU
PEMBERITAAN

1.1. Esensi Pemberitaan Bagi Kepentingan Organisasi

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
mendorong semua organisasi/badan publik untuk memberikan informasi secara terbuka
kepada masyarakat1. Hak memperoleh informasi publik sebagai bagian dari hak asasi
manusia turut memacu setiap kelompok masyarakat untuk mendapatkan informasi dari
penyelenggara negara. Informasi merupakan keterangan atau gagasan yang memuat nilai,
makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dibaca dan didengar.
Produknya dapat disajikan dalam berbagai format sesuai dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi secara elektronik maupun nonelektronik2. Pemberitaan menjadi
salah satu bentuk sajian dari informasi tersebut guna memenuhi kebutuhan publik, paling
tidak kegiatan organisasi, kebijakan, dan informasi lainnya yang terkait dengan
kepentingan publik.

Oleh karena itu, pemberitaan sebagai salah satu format diseminasi informasi dapat
menjadi media organisasi publik guna mendukung keterbukaan informasi publik3. Tidak
hanya itu, pemberitaan sekaligus menjadi penting menghadapi tantangan dan mewujudkan
kegiatan hubungan masyarakat dengan organisasi pemerintah. Dengan demikian,
pemberitaam mampu menghadirkan citra dan reputasi yang baik bagi organisasi. Program
dan kegiatan organisasi dapat dimuat melalui siaran pers (press release), pengelolaan berita
website, penulisan artikel opini dan kegiatan yang berhubungan dengan media massa
sebagai bagian dari menjaga keterbukaan informasi publik. Melalui pemberitaan, publik
dapat mengetahui informasi kebijakan organisasi, program pemerintah yang banyak
melibatkan publik, dan berbagai kegiatan pemerintah dalam manajemen kepegawaian.
Pada akhirnya mampu menghadirkan reputasi dan citra positif organisasi di mata publik.

1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
2 Ibid.
3 Priyambodo RH. Tanpa Tahun. Artikel Masyarakat Infromasi, Pers Inevestigasi dan Multimedia Massa.
3| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

1.2.Jenis-Jenis Tulisan

Secara umum, tulisan jurnalistik dikelompok dalam dua bagian, yakni berita dan non-
berita4.

1. Berita

Produk yang termasuk dalam kelompok berita adalah berita lempang (straight news),
berita berkedalaman (reportase).

a. Berita Lempang (Straight News)

Berita lempang merupakan berita yang langsung menginformasikan suatu tujuan.
Produknya disampaikan tanpa mencampuradukkan opini penulis, disiarkan secara
cepat, berasal dari kejadian nyata, dan menyangkut kepentingan banyak orang.

b. Reportase /Laporan Investigatif
Reportase atau laporan investigatif merupakan berita yang diproduksi melalui suatu
proses penyelidikan yang berangkat dari suatu isu hangat atau kasus penting
sehingga perlu diketahui oleh publik. Prosesnya tidak hanya berhenti pada
pengungkapan peristiwa, namun juga mengungkap akar permasalahan sehingga
pembaca mendapat pemahaman yang lebih jelas perihal duduk perkara isu yang
diangkat.
2. Non-berita
Tulisan yang termasuk dalam non-berita berupa artikel opini, tajuk rencana, feature
(tuturan), dan surat pembaca.

a. Artikel Opini

Tulisan bentuk ini berupa gagasan dari penulis untuk mengulas dan mengkaji
suatu isu yang dilakukan secara intens serta mengarah pada kesimpulan,
menggiring pembaca untuk memahami masalah. Karenanya, tulisan ini
berangkat dari gagasan subjektif, tetapi tetap menggunakan data dan fakta
sebagai pendukung gagasan tersebut5.

4 Indiwan Seto Wahjuwibowo. Pengantar Jurnalistik: Teknik Penulisan Berita, Artikel & Feature. PT. Matana
Publishing Utama: Jakarta. 2015. Halaman 46.
5 Ibid, halaman 64.
4| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

b. Tajuk rencana
Tulisan yang membahas satu topik hangat pada waktu tertentu. Bahasan ini
merupakan tulisan resmi dari redaksi surat kabar untuk memengaruhi pembaca,
memberitahu dan mengedukasi pembaca.

c. Feature/Tuturan/Karangan Khas
Feature atau karangan khas merupakan karya jurnalistik yang ditulis secara
kreatif dan subyektif untuk menghibur dan memberitahu, serta mengajak
pembaca memikirkan suatu peristiwa atau sisi kehidupan. Aspek human interest
menjadi yang paling menonjol. Dan imajinasi penulis diharapkan mampu
mempengaruhi pembaca membayangkan peristiwa yang terjadi dalam tulisan
tersebut6.

6 Diah Eka Palupi. Materi Presentasi Teknik Penulisan Artikel.
5| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

BAGIAN DUA
PENULISAN BERITA DAN ARTIKEL

2.1. Prinsip Dasar Menulis Berita
Penulisan berita mengacu pada dasar-dasar penulisan mencakup konsep dan

pemahaman tentang prinsip dasar jurnalisme. Sebagai keterangan mengenai kejadian atau
peristiwa yang hangat, maka berita harus disampaikan secara cepat, cermat, dan akurat.
Prinsipnya setiap publikasi berita di laman bkn.go.id harus mengedepankan kepentingan
instansi, yang disesuaikan dengan nilai berita berikut7.

a. Nilai berita

Untuk memproduksi berita, utamanya penulis memiliki parameter memilih
peristiwa mana yang layak dipublikasikan. Karena itu, perlu memperhatikan
sejumlah nilai berita berikut:

1. Magnitude : Pengaruh peristiwa bagi publik

2. Significance : Penting tidaknya bagi publik.

3. Actuality : Peristiwa sedang atau baru terjadi.

4. Proximity : Kedekatan secara geografis dan psikologis pembaca.

5. Prominence : Popularitas atau ketokohan orang yang terlibat dalam

suatu peristiwa.

6. Human Interest : Suatu peristiwa menyentuh perasaaan kemanusiaan dari

para pembaca.

7. Unique : Bahwa suatu peristiwa memiliki keunikan, dapat berupa

keanehan dan ketidaklaziman.

8. Conflict : Peristiwa terjadinya suatu konflik, perang, dan huru

hara.

7 Indiwan Seto Wahjuwibowo. Op.cit., halaman 44.
6| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

b. Unsur berita

Penulisan berita umumnya menggunakan teknik piramida terbalik yang
mengandung unsur 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, How). Berita yang
baik mesti mengandung unsur who atau siapa yang melakukan, what atau apa yang
dilakukan, where atau di mana peristiwa itu terjadi. Lalu, unsur when atau kapan
peristiwa itu terjadi, why atau kenapa dan how atau bagaimana peristiwa itu terjadi.

2.2. Anatomi Berita8

Judul Berita
Dateline

Teras Berita
Tubuh Berita
(News Bodys)

Penutup

Gambar 1. Teknik Penulisan Berita Lempang dengan Piramida Terbalik

a. Judul Berita
Judul merupakan satu kalimat yang merepresentasikan gagasan utama
berita. Judul berfungsi mengiklankan suatu berita agar pembaca tertarik
untuk membaca berita secara utuh. Karena itu, judul berita mesti dikemas
semenarik mungkin.
1. Judul berupa gagasan lengkap sesuai dengan kegiatan peliputan yang terdiri
dari terdiri dari 5-8 kata.
2. Setiap awal kata memakai huruf kapital, kecuali partikel (p), preposisi (kata
depan), konjungsi (kata hubung), interjeksi (kata seruan perasaan), dan kata
sandang.
Misalnya:
• Salah : Kepala BKN Buka Rakornas Kepegawaian Di Batam
• Benar : Kepala BKN Buka Rakornas Kepegawaian di Batam

8 Priyambodo RH. Tanpa Tahun. Artikel Masyarakat Informasi, Pers Inevestigasi dan Multimedia Massa.
7| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

3. Judul ditulis dengan kalimat aktif, tetapi apabila kalimat pasif lebih menarik,
judul dapat ditulis dengan kalimat pasif.
Misalnya :
• BKN Optimalkan Penegakan Hukuman Disiplin Pegawai
• BKN Diminta Optimalkan Penegakan Hukuman Disiplin Pegawai

4. Judul kutipan dapat digunakan yang dimulai dengan nama jabatan atau
nama sumber berita diikuti dengan tanda titik dua (:).
Misalnya :
• Menpan RB: BKN Harus Tegas Menindak Pegawai Indisipliner
Catatan :
• Apabila nama atau sumber berita kurang dikenal, judul kutipan ditulis
dengan nama jabatannya.
Misalnya :
• Direktur Wasdal BKN : Netralitas pegawai jadi citra positif birokrasi

5. Judul opini dapat digunakan dengan mengacu pada penulisan judul kutipan.
Misalnya :
• Kepala BKN: Masih banyak pekerjaan rumah ASN

6. Angka di judul ditulis dengan huruf untuk angka 1-9, sementara 10 sampai
seterusnya dituliskan dengan angka.
Misalnya :
• Lima Pejabat Fungsional Utama Dilantik Kepala BKN
• 55 Pejabat Fungsional Dilantik Kepala BKN

b. Dateline atau Penanggalan Berita/Baris Terbit
1. Dateline merupakan sebaris kata di awal perihal keterangan tanggal dan

tempat kejadian atau penulisan berita.
2. Baris terbit terdiri dari nama tempat berita dibuat, nama Humas BKN dan

garis datar sebagai institusi yang memproduksi berita.
Misalnya :
• Jakarta, Humas BKN –
3. Pada berita website, dateline (baris tanggal) dengan placeline (baris tempat)
dipisah. Date-line di website tidak perlu ditulis tanggalnya karena otomatis
tertulis setelah berita dipublikasikan.

8| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

Misalnya : Jakarta, Humas BKN –

Headline

Dateline

Placeline

4. Deadline merupakan tenggat waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Dalam

konteks pemberitaan, maka deadline adalah tenggat waktu bagi penulis

untuk menyerahkan naskah berita kepada editor.

c. Lead / Teras Berita

Teras berita merupakan kalimat pertama yang mengemukakan bagian

terpenting dan paling menarik dari suatu berita, sehingga pembaca langsung

dapat mengetahui inti suatu pemberitaan.

1. Teras berita sebaiknya ditulis maksimal 35 kata dan menyampaikan

inti/gagasan utama berita.

2. Mengandung sebagian unsur 5 W + 1 H, sekurang-kurangnya harus

menjawab unsur who (siapa) dan what (apa).

3. Teras berita sebaiknya hanya memuat satu kalimat saja yang sesuai dengan

judul berita.

Misalnya :

Judul : BKN Optimalkan penegakan disiplin pegawai

Teras Berita :

Jakarta, Humas BKN – Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengoptimalkan penegakan hukuman

disiplin pegawai negeri sipil melalui tindakan preventif.

9| Pedoman Penulisan di Laman bkn.go.id

d. Tubuh Berita

Tubuh berita merupakan bagian berita yang berisi penjelasan lebih rinci dari
informasi yang tertulis dalam teras berita dan hal pokok lain yang belum
tertampung dalam teras. Alinea sesudah teras sebaiknya dapat diisi dengan data
dan keterangan yang menghubungkan isi teras dengan cerita yang dipaparkan
pada alinea berikutnya, yaitu salah satu dari hal berikut:

1. Data atau keterangan, identifikasi rinci yang tidak termuat dalam teras. Satu
atau dua fakta tambahan yang penting.

2. Jati diri atau sumber jika teras merupakan kutipan langsung suatu ucapan atau
pernyataan.

3. Penjelasan salah satu unsur W yang sudah atau belum terkandung dalam teras.
4. Penjelasan tentang kejadian terkait yang telah terjadi (latar belakang).
5. Selain menyajikan fakta, keterangan, atau data menurut pola piramida terbalik,

tubuh berita sebaiknya disusun sedemikian rupa sehingga alur cerita dari satu
alinea ke alinea berikutnya berjalan mulus. .

Misalnya:

Judul : BKN Optimalkan penegakan disiplin pegawai

Jakarta (Humas BKN) – Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengoptimalisasi penegakan hukuman

disiplin pegawai negeri sipil melalui tindakan preventif.

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian BKN, Otok Kuswandaru
mengatakan, tindakan preventif merupakan langkah pertama dan utama yang
mesti dilakukan dalam penegakan disiplin PNS.

“Sebelum menegakkan aturan disiplin, langkah pertama yang mesti dilakukan
adalah pencegahan. Wasdal BKN siap bersinergi dengan para PPK untuk
memberikan pendampingan,” ujar Otok dalam sarasehan penegakan disiplin
PNS di Jakarta, Jumat, (05/08/2022).

10 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

e. Penutup berita
Penutup berita merupakan alinea terakhir dalam berita yang ditandai dengan
kode atau nama penulis/pembuat beritanya.
Misalnya:
Jakarta (Humas BKN) – Kedeputian Bidang Pengawasan dan Pengendalian
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengoptimalisasi penegakan hukuman
disiplin pegawai negeri sipil melalui tindakan preventif.
Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian BKN Otok Kuswandaru
mengatakan, tindakan preventif merupakan langkah pertama dan utama yang
mesti dilakukan dalam penegakan disiplin PNS.
“Sebelum menegakkan aturan disiplin, langkah pertama yang mesti dilakukan
adalah pencegahan. Catatan kami, ada 250 pegawai yang saat ini sedang kami
bina. Wasdal BKN siap bersinergi dengan para PPK untuk memberikan
pendampingan,” ujar Otok dalam sarasehan penegakan disiplin PNS di Jakarta,
Jumat, (05/08/2022).
Lanjutan……..
Otok menekankan bahwa pelaksanaan diskusi ini tidak boleh hanya sebatas adu
gagasan semata, namun perlu komitmen untuk mengimplementasikannya
secara nyata (Penutup).
Penulis: AS
Editor : ADB
Catatan :
Kode penulis dan editor ditulis dengan tiga kode nama. Kode ini hanya berlaku
bagi penulis dari Humas Badan Kepegawaian Negara, sementara penulis yang
bukan pegawai di Humas BKN harus menuliskan nama awal penulis.

11 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

2.3. Foto Berita

Keterangan foto berita merupakan satu kesatuan dari foto berita yang bertujuan
menjelaskan foto dan informasi yang disampaikan dalam berita. Karena itu, foto berita
harus merepresentasikan kegiatan yang dilaporkan/isi berita9.

1. Mencantumkan lokasi, tanggal dan tahun pembuatan foto untuk menjelaskan kapan
foto berita diproduksi.

2. Menambahkan keterangan foto dalam bentuk kalimat aktif.

3. Mencantumkan kredit foto Humas BKN sebagai unit yang memproduksi dan
pemilik hak cipta.

4. Mencantumkan nama pengambil foto untuk mempertegas orang yang mengambil
foto.

Misalnya : (FOTO PEMBICARA DEPUTI WASDAL)

(Deputi Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara Otok
Kuswandaru memaparkan strategi optimalisasi penegakan hukuman disiplin di
Jakarta, Senin, (05/08/2022). HUMAS BKN-Nama Fotografer.

2.3.1. Kriteria dan Standar Minimal Foto10

1. Gambar jelas/tidak blur;

2. Orientasi landscape, dengan kualitas high definition dan diberi watermark;

3. Ukuran foto maksimal 1 (satu) mega byte (MB);

4. Fokus pada ekspresi objek foto.

9 Diolah dari praktik pemberitaan di laman Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
dan Direktorat Jenderal Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

10 Ratna Dewi. Petunjuk Teknis Kehumasan BKN. Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Badan Kepegawaian
Negara. 2019.

12 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

2.4. Opini di balik berita
Berita yang diproduksi di laman bkn.go.id harus mengedepankan perspektif positif
yang mendukung reputasi institusi kepada publik.
1. Prinsipnya berita diproduksi berdasarkan pada fakta, data, dan pernyataan
narasumber.
2. Opini atau pendapat penulis dapat dimasukkan (opini interpretatif), yakni pendapat
berupa interpretasi penulis atas fakta.

2.5.Penulisan Artikel
Artikel Opini merupakan tulisan berisi ulasan penting berupa kajian intelektual atau
gagasan yang mengarah pada suatu kesimpulan yang menggiring pembaca untuk
memahami suatu masalah11. Aparatur Sipil Negara diharapkan dapat menuangkan ide
atau gagasannya melalui tulisan opini/artikel guna mendorong gerakan literasi. Selain
itu, juga sebagai upaya pengembangan kompetensi para ASN di bidangnya masing-
masing untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan melalui tulisan. Dan pada akhirnya
mampu membangun reputasi dan kolaborasi melalui pertukaran ide-ide yang
dituangkan.

Penulis dapat menjadikan struktur tulisan berikut sebagai acuan untuk memudahkan
proses penulisan artikel opini12:

1. Pengantar

Berisi alasan mengapa tertarik menuliskan artikel/opini tersebut. Juga sertakan
data atau fakta yang amat menarik dan kontroversial mengenai tema tulisan
yang akan kita buat.

2. Masalah

Tunjukkan permasalahan atau problema penting yang hendak digali atau
pecahkan. Masukkan juga data atau pendapat yang memperkuat atau
membuktikan adanya permasalahan tersebut.

11 Diah Eka Palupi. Op.cit.
12 Indiwan Seto Wahjuwibowo. Op.cit, halaman 96.
13 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

3. Akar Persoalan/sebab masalah.
Masukkan alasan atau sebab-sebab mengapa persoalan itu timbul dan
berkembang. Bisa ditinjau dari sejumlah segi, atau sudut penilaian sesuai
kebutuhan. Dukunglah alasan tersebut dengan teori-teori atau konsep terkait
yang relevan agar tulisan semakin bernilai.

4. Gagasan
Masukkan gagasan ditawarkan untuk memecahkan persoalan, kendala-kendala
atau tantangan apa yang harus dihadapi bila gagasan itu dilakukan, serta
keuntungan atau kerugian apa yang bisa terjadi.

5. Kesimpulan
Masukkan jalan keluar apa yang ditawarkan untuk menyelesaikan problema di
atas, dapat berupa kesimpulan atau ringkasan.

14 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

BAGIAN TIGA
TATA BAHASA

3.1 Menulis Merujuk EYD

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) adalah pedoman resmi yang
digunakan bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa
Indonesia secara baik dan benar13. Berikut beberapa bagian penting dari EYD yang
perlu diperhatikan oleh penulis:

a. Tanda koma

1. Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan subjek dan predikat.

Misalnya :

Benar : Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan Kemenpan RB
merupakan ujung tombak pemerintah dalam reformasi birokrasi.

Salah : Kepala BKN Bima Haria Wibisana, mengatakan Kemenpan RB
merupakan ujung tombak pemerintah dalam reformasi birokrasi.

2. Tanda baca koma tidak digunakan untuk memisahkan predikat dan objek.

Misalnya:

Benar : Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah mengatakan pemerintah akan
merancang skema baru bagi pensiunan pegawai negeri sipil.

Salah : Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah mengatakan, pemerintah akan
merancang skema baru bagi pensiunan pegawai negeri sipil.

3. Penulisan nama jabatan yang diikuti nama orang tidak perlu dipisahkan dengan
tanda baca koma.

Misalnya:

Benar: Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengatakan

13 Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Riset, dan Teknologi Nomor
0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

15 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

Salah: Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen mengatakan
4. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian dalam.

Misalnya:
“Seleksi CASN Tahun 2022 merupakan tanggung jawab kita bersama, BKN,
Kemenpan RB, Kemendikbud, dan Pemerintah Daerah,” kata Deputi Sistem
Informasi Kepegawaian BKN Suharmen di Jakarta, Selasa (13/09/2022).
5. Tanda hubung (-)
1. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur kata ulang.
2. Tanda hubung digunakan untuk merangkai:

• se - dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital;
Misalnya: se-Jawa Timur, se-Kabupaten Bogor

• ke – dengan angka;
Misalnya: BKN raih peringkat ke-3 dalam inovasi pelayanan publik

• angka dengan imbuhan – an;
Misalnya: Sejak era 2000-an BKN terus bertransformasi

• dua nama orang, jabatan atau lembaga;
Misalnya :
Kerja sama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi-BKN.

• singkatan berhuruf kapital
Misalnya:
PNS ber-KTP DKI Jakarta

• sebagai pengganti “antara” dan “sampai dengan”.
Misalnya :
Benar : Lebih dari dua ribu peserta akan ambil bagian dalam Porseni
BKN di Surabaya, Jawa Timur, 29-30 November 2022.

16 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

6. Alinea
Penulis memperhatikan alinea berita dengan susunan kalimat teratur, kata-kata
yang tepat, mudah dimengerti, informatif, dan kontinuitasnya terjaga.
7. Penggunaan Kata Serapan
1. Penulis mengupayakan penggunaan bahasa Indonesia untuk kata yang diserap

dari bahasa asing atau kata bahasa daerah.
2. Penulisannya diupayakan konsisten menggunakan satu kata terhadap kata

serapan dalam bahasa Indonesia, kecuali istilah teknis yang belum diketahui
secara luas.
Misalnya:
Clutser ditulis saja dengan kluster. Aapabila penulisan di awal ditulis dengan
kluster, maka selanjutnya tidak perlu menuliskan kata cluster.
8. Penggunaan Singkatan
1. Singkatan pada penyebutan pertama ditulis penuh dengan diikuti singkatannya
dalam kurung dan tidak dipisahkan tanda titik. Kemudian pada penyebutan
selanjutnya hanya menuliskan singkatannya saja.
Misalnya :
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengoptimalkan pencegahan pelanggaran
disiplin melalui sosialisasi dan edukasi secara berkala, kata Deputi Bidang
Pengawasan dan Pengendalian BKN Otok Kuswandaru di Jakarta, Kamis
(11/08/2022).

17 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

3.2 Penulisan Kata Dalam Berita
1. Hindari pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat, kecuali dalam kelas kata
tugas, seperti, antara lain, agar, sebab, karena, yang, akibat.
2. Hindari menggunakan kata sifat superlatif bernuansa opini, misalnya, besar sekali,
indah sekali, sedih sekali, baik sekali, kecuali dalam kutipan langsung.
3. Hindari penulisan kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
Misalnya :
Salah : Selamat Hari Ulang Tahun RI ke-77
Benar : Selamat Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia
4. Penulisan kata istilah bahasa asing atau daerah harus ditulis dengan huruf miring.
Misalnya :
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Diah Kusumarwadhani mengatakan core
values ASN harus benar-benar diaktualisakan oleh setiap pegawai di lingkungan
Badan Kepegawaian Negara.
Catatan:
Sebelum menggunakan istilah bahasa asing, perlu memperhatikan Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan apakah kata tersebut telah
memiliki padanan dalam bahasa Indonesia.

18 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

3.3. Kutipan
Kutipan merupakan pernyataan yang ditujukan untuk menegaskan sumber berita, juga
agar isi berita atau artikel bervariasi sehingga naskasnya lebih hidup 14 . Kutipan
sebaiknya tidak digunakan pada teras berita. Prinsipnya, kutipan yang baik harus
mendukung pembuka dan memperkuat informasi berita.
1. Kutipan langsung
Kutipan semacam ini menuliskan kata demi kata dari apa yang dikatakan
pembicara, dibuka dan ditutup dengan tanda kutip.
Misalnya: “Pencegahan tindakan indisipliner PNS perlu kita otpimalkan,” kata
Deputi Pengawasan dan Pengendalian BKN Otok Kuswandaru.
2. Kutipan tidak langsung
Kutipan ini berisi apa yang kurang lebih dikatakan oleh pembicara dan bagaimana
cara penyampainnya, ditulis tanpa tanda kutip.
Misalnya: Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Otok Kuswandaru
mengatakan bahwa optimalisasi tindakan preventif perlu dilakukan.
3. Kutipan parafrase
Kutipan ini berisi apa yang dikatakan oleh pembicara, tetapi disajikan dengan kata-
kata dari penulisnya. Sajian kata-kata asli dari pejabat tidak dipertahankan, namun
tetap mempertahankan makna aslinya.
Misalnya: Ahmad mengajukan pertanyaan tentang pembiayaan kegiatan Porseni
BKN 2022

14Pedoman Penulisan Berita Website Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.
19 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

BAGIAN EMPAT
MEKANISME PUBLIKASI PEMBERITAAN

4.1 Tahapan Publikasi Berita15
1. Pengumpulan Bahan Berita
Pengumpulan bahan berita atau news gathering merupakan tahapan bagi pembuat berita
untuk mengumpulkan bahan berita melalui peliputan kegiatan.
• Tim media dan publikasi menentukan arah dan materi informasi yang
akan dipublikasikan.
• Pengumpulan bahan, data, fakta, atau informasi yang diperlukan pada
berita berdasarkan kegiatan peliputan.
• Data dan informasi yang sudah dikumpulkan harus segera dikompilasi
untuk memproduksi berita, sehingga naskah berita dapat dikirimkan.
2. News editing.
News Editing merupakan langkah lanjutan setelah bahan berita dikumpulkan oleh
penulis.
• Editor berhak mengubah isi berita atau sudut pandang yang akan
diangkat.
• Prinsipnya, pekerjaan editor bukanlah mencari kesalahan penulis,
namun menyempurnakan tulisan agar hasilnya lebih layak
dipublikasikan dan telah mengikuti kaidah penulisan.
• Perbaikan naskah berita.
3. News distribution.
News distribution merupakan langkah terakhir, yakni penyebarluasan berita kepada
khalayak melalui website instansi.
• Penerbitan berita.

15 Priambodo RH. Tanpa Tahun. Artikel Mekanisme Pemberitaan.
20 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

4. News evaluation.
News evaluation merupakan langkah untuk mengevaluasi publikasi berita guna
memproduksi berita yang lebih baik. Evaluasi dilakukan pada awal bulan, sekaligus
menentukan arah pemberitaan pada bulan berikutnya.
• Perbaikan konten berita, merujuk pada pedoman anatomi berita yang
telah ditetapkan.
• Pelaporan produksi berita.

21 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

4.2 Jenis kegiatan Yang Dapat di-cover Dalam Peliputan

No Sifat Berita Contoh Kegiatan Ketentuan Keterangan

1 Kegiatan Rutinitas 1. Rapat. 1. Informasi baru Unit kerja
2. Rakornis
2. Ditulis sesuai pedoman yang
penulisan berita
meminta

3. Naskah berita dikirimkan fasilitas
kepada bagian publikasi dan peliputan dari
Biro
media
Hubungan
4. Naskah berita harus Masyarakat
harus
ditayangkan di hari yang sama mengajukan

dengan kegiatan

5. Memuat surat

komentar/keterangan/tanggapan undangan.
terkait acara/kegiatan yang

dihadiri oleh pimpinan

6. Memuat Permohonan
komentar/keterangan/tanggapan undangan
panitia pelaksana disampaikan

7. Memuat kepada

komentar/keterangan/tanggapan Kepala Biro
dari pejabat/pimpinan Humas,
instansi/perwakilan undangan Hukum, dan
dalam kegiatan.
Kerja Sama

8. Ditulis menggunakan font sebelum
Times New Roman dengan acara
dilaksanakan.
ukuran 12

9. Naskah berita minimal 200 kata.

2 Kegiatan Tahunan, 1. Rakornas

Periodik Tingkat 2. HUT BKN
Nasional
3. Seleksi CASN

22 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

3 Undangan 1. RDP dengan
Kegiatan/Rapat Anggota DPR

2. Kerja Sama
BKN dengan
pihak luar luar

4 Atas nama 1. Kegiatan

Perorangan/Pejabat Pimpinan di

Instansi

lain/Kontingen

Instansi

5 Kegiatan lain 1. Bakti
sosial/donor
darah.

23 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

4.3 Syarat dan Ketentuan Penulisan Artikel

Sifat Tulisan Contoh Ketentuan Keterangan

Pandangan/Gagasan Pengadaan 1. Panjang tulisan 1. Penulis
atas suatu isu CASN minimal 750-1200
Manajemen ASN. kata. dapat menggunakan

gambar tertentu

2. Diketik sebagai ilustrasi
menggunakan
Times New Roman tulisan.
dengan ukuran 12.
2. Penulis dapat

mencantumkan sumber

3. Tidak mengandung informasi/data melalui

unsur SARA, link di dalam

pornografi, kata/kalimat.

promosi, dan

tendensius terhadap

pihak-pihak

tertentu.

4. Mencantumkan
identitas penulis
(Nama, Jabatan,
dan Unit Kerja).

5. Tulisan dikirimkan

kepada bagian

media dan publikasi

untuk dimoderasi

sebelum

dipublikasikan.

24 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

4.4 Kode Etik Umum Penulisan

Kode etik umum tata penulisan merupakan pedoman yang memuat landasan
operasional bagi para penulis dalam memproduksi tulisan. Hal ini untuk memastikan
tulisan yang diproduksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kode etik ini juga untuk
menghindari plagiasi tulisan sekaligus menghormati karya orang lain sehingga
menghasilkan produk yang baik dan pada akhirnya dapat menjaga kepercayaan publik.

1. Objektif
Obyektif, yaitu tulisan atau berita harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
terjadi, aktual, berdasarkan fakta/kegiatan di lapangan16.

2. Berimbang dan Proporsional
Berimbang, yaitu isi berita memuat informasi secara detail perihal kegiatan
yang diliput tanpa mencampurkan fakta dan opini yang menjustifikasi satu
pernyataan narasumber. Keberimbangan berita harus mengedepankan
perspektif positif instansi.
Proporsional, yaitu berita yang diproduksi harus disajikan komprehensif yang
menitiberatkan perspektif positif instansi.

3. Akurat
Akuat, yaitu penulis memperhatikan akurasi informasi meliputi ketepatan,
kebenaran, dan kredibilitas informasi yang dimuat dalam naskah berita.

4. Menggunakan tanda pengenal.
Setiap pegawai yang ditugaskan meliput kegiatan wajib menggunakan dan
menunjukkan tanda pengenal.

5. Profesional
Faktual dan sumber jelas, dan tidak merekayasa atau melakukan plagiasi
terhadap hasil liputan17.
Mencantumkan sumber sesuai kaidah penulisan apabila mengutip sumber.

16 Diah Eka Palupi. Materi Presentasi Tenik Penulisan Artikel.
17Bekti Nugroho & Samsuri. Pers Berkualitas, Masyarakat Cerdas. Dewan Pers:Jakarta. 2013. Halaman 291.
25 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

REFERENSI
Dewi, Ratna. 2019. Petunjuk Teknis Kehumasan Badan Kepegawaian Negara. Hasil

Aktualisasi Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil Badan
Kepegawaian Negara.
Palupi, Diah E. Materi Presentasi Tenik Penulisan Artikel.
Pedoman Penulisan Berita Website Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.
Priyambodo RH. Tanpa Tahun. Artikel Masyarakat Informasi, Pers Investigasi dan Multimedia
Massa
Nugroho, Bekti & Samsuri. 2013. Pers Berkualitas, Masyarakat Cerdas. Jakarta:Dewan Pers.
Wahjuwibowo, Indiwan S. 2015. Pengantar Jurnalistik: Teknik Penulisan Berita, Artikel &
Feature. Jakarta: PT. Matana Publishing Utama.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor 82 Tahun 2012
tentang pedoman penulisan dan presentasi di Instansi Pemerintah.
Tim Penyusun IDN Times. 2020. Panduan Menulis IDN Times Community.
Tim Penyusun. 2016. Stylebook Panduan Penulisan Berita ANTARA 2016. Jakarta:Perum
LKBN Antara.

26 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

Lampiran
Produk berita (straight news) berdasarkan pedoman

Keterangan Sekretaris Utama Imas Sukamariah (tengah) menyampaikan sambutan pada acara
Foto Berita pelepasan purnabakti PNS BKN TMT 1 Agustus 2022 di Ruang Data BKN Pusat, Jakarta,
Judul Berita
Jumat (29/07/2022). HUMAS BKN-Nama Fotografer
Teras Berita
Sestama BKN lepas 16 pegawai purnabakti
Jakarta, Humas BKN – Sekretaris Utama (Sestama) Badan
Kepegawaian Negara (BKN) Imas Sukmariah melepas 16 pegawai
negeri sipil BKN yang memasuki masa purnabakti terhitung 1 Agustus
2022.

Tubuh Berita Imas didampingi Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian
Haryomo Dwi Putranto mengucapkan terima kasih dan penghargaan
atas pengabdian serta loyalitas para pegawai dalam menjalankan tugas
jabatan masing-masing.

“Kepada bapak/ibu yang sama-sama memasuki masa purnabakti,
saya menghaturkan terima kasih banyak. Tanpa kinerja bapak/ibu,
BKN tidak mungkin seperti ini kalau tidak ada pengabdian yang tulus

27 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d

dari Bapak/Ibu sekalian,” kata dia di ruang data BKN Jakarta, Jumat,
(29/07/2022).
Imas juga berpesan agar para pegawai yang memasuki masa pensiun
tetap menjaga tali silaturahmi meskipun tidak lagi bekerja di lingkungan
BKN.
Menurut dia, silaturahmi mesti terus terjalin, terutama agar dapat terus
menyumbangkan buah pemikiran dan saran guna menjadikan BKN yang
lebih baik.

Tubuh Berita “Bahwa masa purnabakti atau pensiun adalah puncak perjalanan karir
dari ASN, tentu dalam hal ini bukan akhir dari kreativitas, kemudian
Penutup Berita aktivitas Bapak/Ibu semua justru ini kontribusinya bisa langsung kepada
Kode Penulis masyarakat. Usia boleh tua tapi semangat tetap harus muda, dan ini yang
harus kita terus tanamkan dalam jiwa”, katanya menekankan.

Senada dengan Imas, Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian
Haryomo Dwi Putranto mengatakan, para pegawai yang memasuki
purnabakti secara langsung turut mengangkat kinerja BKN dalam
pengelolaan manajemen kepegawaian.

Dia menuturkan perjalanan karier ini dapat dicapai berkat integritas dan
moralitas yang tinggi dalam menjalankan tugas jabatan masing-masing.
“Pensiun itu adalah penghargaan bagi mereka yang mengabdi kepada
bangsa dan negara,” tuturnya.

Penulis : SMH
Editor : SHM

28 | P e d o m a n P e n u l i s a n d i L a m a n b k n . g o . i d


Click to View FlipBook Version