‘SOULMATE’
BAB 04
Pria itu bergeming sesaat. Kemudian hendak pergi sebelum seseorang dari
arah belakang berseru, "Bunuh dia!"
Pria berjubah hitam itu menoleh cepat, melotot karena merasa terancam.
Bukannya takut hanya saja belum ada persiapan sedikit pun untuk melawan.
Berbekal hanya dirinya sendiri untuk melawan puluhan manusia ber gen lain
sepertinya kurang imbang. Maka pria itu setidaknya harus memiliki barang
kali satu senjata saja untuk membela diri melawan musuh. Benar?
Tidak menunggu lama, pria itu menarik tangan Hyera untuk di buat berlari
mengikuti dirinya memasuki area hutan. Namun, pelarian itu kalah telak ketika
sang musuh lebih sigap dan cepat mengarahkan ujung panah runcing mereka
tepat di jantung si pria berjubah hitam dari belakang.
Hyera memekik kaget. Perlahan darah pria itu mulai keluar membajiri area
sekitar. Genggaman pria yang tadi menarik tanganya melemah kemudian
terlepas begitu saja.
Pria itu jatuh terduduk seraya memegang dadanya. Lagi, darah berwarna
hitam mulai keluar dari tubuh pria itu. Rasa rasanya Hyera nyaris mati muda
melihat pria itu sudah terbaring tak berdaya. Tolong, tolong selamatkan
mereka.