The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pria itu bergeming sesaat. Kemudian hendak pergi sebelum seseorang dari arah belakang berseru, "Bunuh dia!"

Pria berjubah hitam itu menoleh cepat, melotot karena merasa terancam. Bukannya takut hanya saja belum ada persiapan sedikit pun untuk melawan.

Berbekal hanya dirinya sendiri untuk melawan puluhan manusia ber gen lain sepertinya kurang imbang. Maka pria itu setidaknya harus memiliki barang kali satu senjata saja untuk membela diri melawan musuh. Benar?

Tidak menunggu lama, pria itu menarik tangan Hyera untuk di buat berlari mengikuti dirinya memasuki area hutan. Namun, pelarian itu kalah telak ketika sang musuh lebih sigap dan cepat mengarahkan ujung panah runcing mereka tepat di jantung si pria berjubah hitam dari belakang.

Hyera memekik kaget. Perlahan darah pria itu mulai keluar membajiri area sekitar. Genggaman pria yang tadi menarik tanganya melemah kemudian terlepas begitu saja.

Pria itu jatuh terduduk seraya memegang dadanya. Lagi, darah berwarna hitam mulai keluar dari tubuh pria itu. Rasa rasanya Hyera nyaris mati muda melihat pria itu sudah terbaring tak berdaya. Tolong, tolong selamatkan mereka.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by elsatahir20, 2021-04-20 00:32:12

Soulmate

Pria itu bergeming sesaat. Kemudian hendak pergi sebelum seseorang dari arah belakang berseru, "Bunuh dia!"

Pria berjubah hitam itu menoleh cepat, melotot karena merasa terancam. Bukannya takut hanya saja belum ada persiapan sedikit pun untuk melawan.

Berbekal hanya dirinya sendiri untuk melawan puluhan manusia ber gen lain sepertinya kurang imbang. Maka pria itu setidaknya harus memiliki barang kali satu senjata saja untuk membela diri melawan musuh. Benar?

Tidak menunggu lama, pria itu menarik tangan Hyera untuk di buat berlari mengikuti dirinya memasuki area hutan. Namun, pelarian itu kalah telak ketika sang musuh lebih sigap dan cepat mengarahkan ujung panah runcing mereka tepat di jantung si pria berjubah hitam dari belakang.

Hyera memekik kaget. Perlahan darah pria itu mulai keluar membajiri area sekitar. Genggaman pria yang tadi menarik tanganya melemah kemudian terlepas begitu saja.

Pria itu jatuh terduduk seraya memegang dadanya. Lagi, darah berwarna hitam mulai keluar dari tubuh pria itu. Rasa rasanya Hyera nyaris mati muda melihat pria itu sudah terbaring tak berdaya. Tolong, tolong selamatkan mereka.

Keywords: JIMIN SIDE

‘SOULMATE’

BAB 04

Pria itu bergeming sesaat. Kemudian hendak pergi sebelum seseorang dari
arah belakang berseru, "Bunuh dia!"

Pria berjubah hitam itu menoleh cepat, melotot karena merasa terancam.
Bukannya takut hanya saja belum ada persiapan sedikit pun untuk melawan.

Berbekal hanya dirinya sendiri untuk melawan puluhan manusia ber gen lain
sepertinya kurang imbang. Maka pria itu setidaknya harus memiliki barang
kali satu senjata saja untuk membela diri melawan musuh. Benar?

Tidak menunggu lama, pria itu menarik tangan Hyera untuk di buat berlari
mengikuti dirinya memasuki area hutan. Namun, pelarian itu kalah telak ketika
sang musuh lebih sigap dan cepat mengarahkan ujung panah runcing mereka
tepat di jantung si pria berjubah hitam dari belakang.

Hyera memekik kaget. Perlahan darah pria itu mulai keluar membajiri area
sekitar. Genggaman pria yang tadi menarik tanganya melemah kemudian
terlepas begitu saja.

Pria itu jatuh terduduk seraya memegang dadanya. Lagi, darah berwarna
hitam mulai keluar dari tubuh pria itu. Rasa rasanya Hyera nyaris mati muda
melihat pria itu sudah terbaring tak berdaya. Tolong, tolong selamatkan
mereka.


Click to View FlipBook Version