NAMA : Jihan Irfana R
NIM : 19508060711027
Resume OSD, MBT, CTD, dan Suhu Potensial
Ocean Station Data (OSD) merupakan data yang mengacu pada
pengukuran yang dilakukan di kapal penelitian. Sampel air diambil berdasarkan
apa yang diinginkan dan dikumpulkan ke dalam botol kemudian dianalisis di kapal
penelitian. Dari sampel air ini diteliti salinitas air, kadar oksigen, nutrisi (fosfat,
silikat, nitrat) klorofil dll. OSD ini dapat diunduh dengan dataset yang terdapat di
laman web NOAA yang meliputi data CTD, data botol, salinitas, suhu, dan
kedalaman.
CTD atau Conductivity Temperature Depth merupakan alat oseanografi
yang digunakan untuk mengukur karakteristik air seperti salinitas, suhu, dan
kedalaman air. CTD memiliki tiga sensor utama yaitu sensor tekanan, sensor suhu,
dan sensor konduktivitas. Komponen dari CTD adalah sensor, rosette, botol
sampel, kabel koneksi dll. Botol sampel ini sebagai wadah dari sampel air yang
akan diteliti. Rosette berguna untuk mengatur tutup dari botol sampel.
Pengoperasian CTD dilakukan dengan menurunkan CTD menggunakan winch.
Penurunan CTD tidak dilakukan sampai mencapai dasar perairan, dikhawatirkan
instrument akan mengenai benda-benda yang berbahaya bagi sensor-sensor
pada instrument. Data yang telah tercatat di masing-masing sensor yang
kemudian disimpan dalam CTD dalam bentuk data digital. Data ini kemudian
ditransfer ke komputer untuk dianalisis. CTD kemudian diangkat kembali ke kapal.
Mechanical Bathythermograph (MBT) merupakan alat yang digunakan
untuk mengukur suhu perairan berdasarkan kedalaman. Alat ini diperkenalkan
pada tahun 1940 dan tersedia untuk dilakukan pengamatan pada tahun 1992. MBT
ini memiliki nilai akurasi suhu 0.1 °C dan akurasi kedalaman 1%. Namun, akurasi
ini tidak pernah tercapai karena kesalahan penanganan dalam pekerjaan di
lapangan. Salah satunya adalah interval yang lama antara kalibrasi, waktu
respons, dan pergeseran relatif terhadap kisi kalibrasi. MBT ini memiliki bentuk
seperti torpedo dan memiliki plat yang berisi gambar grafik hubungan suhu dan
kedalaman.
Suhu potensial merupakan suhu pada parsel air pada tekanan tertentu
yang dipindahkan secara adiabatik ke level lain. Tekanan di permukaan laut tentu
saja lebih rendah daripada di kedalaman laut. Satuan dari suhu potensial adalah
derajat celcius Data suhu potensial digunakan untuk menentukan stratifikasi
lapisan dari massa air. Data suhu potensial ini kemudian dipadukan dengan data
salinitas yang digunakan untuk menentukan tipe massa air dengan bantuan
diagram TS.
DAFTAR PUSTAKA
Firdaus, R., Setiyono, H., dan Harsono, G. 2016. Karakteristik Massa Air Lapisan
Tercampur dan Lapisan Termoklin di Selat Lombok Pada Bulan November
2015. Jurnal Oseanografi, 5 (4) : 4225-434.
Gautham. S dan Thadathil, P. 2016. Temperature and depth error in the
Mechanical Bathythermograph data from the Indian Ocean. Indian Journal
of Geo-Marine Sciences, 45 (10): 1289-1291.
Harvianto, L., Parengkuan, M., Koropitan, A.F., dan Agustiadi, T. 2015. Analisis
Diagram TS Berdasarkan Parameter Oseanografi di Perairan Selat Lombok.
Surya Octagon Interdisciplinary Journal of Technology, 1 (1) : 103-119.
NOAA. 2021. https://www.nodc.noaa.gov/cgi-bin/OC5/SELECT/builder.pl.
Diakses 20 Oktober 2021 pukul 12.00 WIB.