The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Refleksi Pengalaman Belajar Mata Kuliah Filosofi Pendidikan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Skolastika, 2024-06-25 12:24:46

UTS Seminar PPG

Refleksi Pengalaman Belajar Mata Kuliah Filosofi Pendidikan

Keywords: #Filosofi #Pendidikan

Format Refleksi Pengalaman Belajar Setiap Mata kuliah Semester 1 Nama : Skolastika Dua Bunga Kelas : IPS-D Indikator Pertanyaan Identifikasi Diri Nama mata kuliah Filosofi Pendidikan Reviu pengalaman belajar 1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik? Pengalaman belajar yang berguna dan menarik adalah ialah dengan mempelajari mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia saya dapat memahami bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia dari zaman penjajahan sampai kemerdekaan Indonesia dan bagaimana peran saya sebagai seorang calon guru professional untuk dapat menerapkan pembelajaran yang memerdekakan peserta didik sesuai dengan dasardasar pendidikan Ki Hajar Dewantara agar proses pembelajaran yang dilaksanakan nanti terhindar dari hal-hal yang membelenggu seperti pada zaman penjajahan dahulu. 2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik? Pengalaman belajar yang berguna tetapi kurang menarik ialah bagaimana menerapkan pembelajaran yang memerdekakan peserta didik dimana proses pembelajaran harus lebih berpusat pada peserta didik dalam mencari dan menemukan solusi atas masalah yang dihadapi, tetapi hal ini menjadi kurang menarik karena dalam praktek pembelajaran di kelas masih banyak peserta didik yang belum mampu 3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna? Pengalaman belajar yang menarik tetapi kurang berguna ialah saat mempelajari pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia dengan penerapan profil pelajar pancasila untuk menciptakan generasi yang mempunyai jiwa nasionalisme, toleransi dan kemanusiaan. Tetapi hal ini menjadi kurang berguna disaat ada peserta didik yang melanggar nilai kemanusiaan misalnya tidak menghargai perbedaan dengan teman lain atau melakukan tindakan bullying terhadap sesama temannya yang lain. 4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna dalam konteks sebagai calon guru? Menurut saya setelah mempelajari mata kuliah ini, dalam konteks saya sebagai guru tidak menemukan adanya pengalaman belajar yang tidak menarik dan tidak berguna. Karena semua yang sudah dipelajari sangat berguna dan menarik bagi saya untuk menjadi refleksi dan pedoman


dalam menciptkan pembelajaran yang memerdekakan peserta didik dan menghasilkan peserta didik dengan berkarakter profil pancasila. Refleksi pengalaman belajar 1. Apa yang telah terjadi? Melalui mata kuliah filosofi pendidikan Indonesia ini saya mempelajari 5 topik pembelajaran yaitu: Topik 1 Berisikan tentang perjalanan pendidikan nasional, yang didalam pembelajarannya saya dapat merefleksikan pilihan saya sebagai seorang guru sebagai suatu panggilan diri dan juga mempelajari bagaiman perjalanan pendidikan nasional sebelum dan sesudah kemerdekaan. Topik 2 Berisikan tentang dasar-dasar pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang didalam pembelajarannya saya dapat mengenal dan memahami pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang meliputi kodrat alam dan kodrat zaman, sistem among, dan budi pekerti. Menurut Ki Hajar Dewantara pengajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan pendidikan ialah memberi tuntutan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Topik 3 Berisikan tentang identitas manusia Indonesia, yang didalam pembelajarannya saya merefleksikan kebhineka tunggal ikaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia memaknai keberagaman sosiokultural dan nilai-nilai luhur yang ada pada setiap daerah, dimana ada 3 hal yang menjadi nilai kemanusian khas Indonesia yaitu nilai kebhinekatunggalikaan, nilai nilai pancasila dan religiustas. Identitas manusia Indonesia merupakan suatu konsep yang menggambarkan sifat, karakter dan ciri khas dari masyarakat Indonesia. Topik 4


Berisikan tentang pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia, dimana dalam pembelajaran ini saya dapat merefleksikan pancasila sebagai fondasi pendidikan yang mempunyai jiwa nasionalisme, toleransi dan kemanusiaan. Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa dan perwujudan profil pelajar pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21 Topik 5 Berisikan tentang telaah praktik baik pendidikan yang memerdekakan, dimana dalam pembelajarannya saya dapat merefleksikan berbagai praktik baik dari sekolah-sekolah yang menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan peserta didik 2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Berbagai topik yang sudah dipelajari dari mata kuliah filosofi pendidikan ini dapat terjadi, karena sangat penting sebagai seorang calon guru untuk dapat memahami sejarah pendidikan di Indonesia dari pendidikan yang membelenggu sampai pendidikan yang memerdekakan, filosofi Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan dan berpihak pada peserta didik serta pancasila sebagai fondasi pendidikan di Indonesia, sehingga hal-hal ini dapat menjadi acuan bagi saya untuk dapat memahami tujuan dalam mendidik dan melaksanakan pembelajaran yang memerdekakan dan berpihak pada peserta didik sesuai dengan pembelajaran pada abad 21 sehingga dapat menghasilkan peserta didik dengan berkarakter profil pelajar pancasila. Analisis artefak pembelajaran 1. Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya jadikan bukti dukung hasil refleksi pengalaman belajar? Demonstrasi Kontekstual berupa video mengenai gambaran yang kontekstual tentang pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan memerdekakan peserta didik dalam pendidikan abad ke-21 dengan media visual berupa video pendek https://drive.google.com/file/d/1F1BzyQsdJcqUNelHqoWie_uEXibgW 3Nx/view?usp=sharing Koneksi antar materi berupa video mengenai kesimpulan dan peran kunci dengan mengaitkan pemahan dari topik I,II,III,IV dan V terkait dengan sejauh mana topik tentang pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21 dapat diimplementasikan pada pendidikan nasional hasil kesimpulan ini dibuat dalam bentuk PPT https://drive.google.com/file/d/1TTIIpDaNBzBjHIw_bRO6xgETgbNRNdA/view?usp=sharing Aksi Nyata berupa projek perubahan (change Project) tentang pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan memerdekakan peserta didik dalam


pendidikan abad -21 dengan sekolah mitra mahasiswa yang dilakukan berdasarkan project based https://drive.google.com/file/d/1wMO4xwLiiMPsnf6s8bpWCuJlQp01i N4N/view?usp=sharing 2. Mengapa artefak ini yang saya pilih? Karena dengan menelaah praktik baik pendidikan yang memerdekakan sari contoh sekolah yang sudah menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara ini, dapat mengeksplorasi pemahaman saya mengenal bagaimana seorang pendidik dapat menerapkan pembelajaran yang memerdekakan, yang kemudian saya dapat membuat suatu kontekstualisasi pendidikan yang memerdekakan tersebut dalam demonstrasi kontekstual, dan melalui koneksi antar materi saya dapat membuat sebuah kesimpulan dan pesan kunci mengenai pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan mengaitkan dengan implementasinya pada sekolah mitra tempat PPL. Dengan demikian saya dapat membuat sebuah projek perubahan melalui aksi nyata mengenai penerapan pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan memerdekakan peserta didik dengan sekolah mitra dalam proses pembelajaran di kelas dengan suatu projek perubahan yang menerapkan pembelajaran berbasis projek. 3. Bagian mana dari artefak ini yang mendukung hasil refleksi saya? Bagian dari artefak yang mendukung hasil refleksi saya ialah Aksi Nyata, karena dengan melihat hasil implementasi aksi nyata tersebut di sekolah mitra, saya menyadari bahwa pentingnya seorang pendidik dapat menerapkan pembelajaran yang memerdekakan dan berpihak pada peserta didik karena hal itu akan sesuai dengan pendidikan abad ke-21 dan perkembangan peserta didik saat ini. Selain itu dari hasil implementasi ini saya menemukan adanya tantangan dan hambatan selama proses pembelajaran berlangsung, baik dari peserta didik maupun dari pendidik, sehingga hal ini menjadi bahan refleksi tersendiri bagi saya untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensi pribadi saya lagi. Rumusan hasil refleksi berupa pembelajaran bermakna Apabila saya mengajar atau membahas topik ini, dengan mempertimbangkan prinsip pembelajaran bermakna yang berpusat kepada siswa, perubahan apa yang akan saya lakukan? Pembelajaran yang bermakna yang saya peroleh setelah mempelajari mata kuliah ini ialah pentingnya bagi calon pendidik untuk memiliki pemahaman, kesadaran diri dan panggilan jiwa yang tulus untuk menuntun dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik. Perjalanan pendidikan di Indonesia dan dasar-dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara membawa suatu perubahan dalam cara pandang saya memaknai peserta didik dan proses belajarnya.


Pengetahuan baru yang telah didapatkan akan saya jadikan bahan untuk terus memperbaiki dan memperbaharui diri baik sebagai sebagai calon guru sesuai dengan hasil refleksi pribadi saya memilih menjadi seorang guru. Hal-hal yang telah saya dapatkan dalam mata kuliah ini,secara bertahap saya akan implementasikan dalam praktik pembelajaran di sekolah, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi karakteristik peserta didik sebelum menyusun rancangan pembelajaran agar sesuai dengan karkteristik dan kebutuhan belajar peserta didik, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan berdifeensiasi serta menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan, model, metode pembelajaran yang sesuai dan juga menggunakan penerapan teknologi dalam pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan peserta didik abad ke-21 saat ini.


Click to View FlipBook Version