KAKAKKU
HEBAT
Judul: Kakakku Hebat
Penulis: Sri Wuryanti
Editor: Yatimin
Layout/Ilustrator: Wahyu Riyandhi
©2022 CV Gemilang
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak, mencetak,ataupun
Menerbitkan sebagian maupun seluruh isi buku ini
Tanpa izin tertulis dari penerbit.
CV Gemilang
Jl. Nawi, No. 54 Rt 04/08
Cipadu-Larangan-Kota Tangerang-Banten
E-Mail: [email protected]
Telp: 081210404788
Youtube: sri wuryanti
Instragram: sriwuryanti03
Namaku Alana. Sekarang itu usiaku 4 tahun,
aku memiliki satu kakak perempuan yang
sangat cantik dan sayang sama aku,
namanya kakak Yasmin.
Aku suka memanggil-manggil dengan
namanya saja, “yasmiiiiin”.
Tapi bapak dan ibuku selalu mengingatkan,
”adik sayang, kalau memanggil kakak
sebaiknya dengan, “kak Yasmin”!.
“Iya”, sambil menganggukan kepala.
Aku akan segera menirukan bapak dan
ibuku, “kak Yasmin”. Sambil malu-malu.
Kakak Yasmin hanya senyum-senyum saja.
Kakak Yasmin suka bermain organ setiap
sore hari, sebelum belajar malam. Jari-
jemarinya sangat lincah menekan tuts
sesuai lagu yang dimainkan.
Tapi kak Yasmin tidak suka diganggu kalau
sedang bermain musik.
Biasanya dia melarangku mendekatnya,
”Alana jangan ganggu konsentrasiku!”.
”Iya…” jawabku sambil menjauh dari
hadapannya dan mendengarkan dari tempat
belajarku.
Setiap sore aku merasa gembira mendengar
lagu-lagu yang dibawakan kak Yasmin.
Waktu itu aku belum sekolah dan juga belum bisa
membaca ataupun menulis.
Aku menyampaikan keinginanku pada ibu, ”aku
ingin bisa main organ seperti mbak Yasmin!”.
Jawab ibu, ”iya nak nanti kalo sudah hafal huruf
dan angka ibu akan masukkan les organ, karena
untuk les musik harus bisa membaca not huruf
dan angka!”.
”Hore….”, teriakku sambil melompat.
Akhirnya aku bersemangat belajar agar dapat
menghafal angka dan huruf.
Belajar menghafal angka dan huruf itu tidak
mudah. Kemarin hafal besok lupa lagi. Itu yang
aku alami.
Akhirnya ibu dengan jurus pintarnya
menemukan buku bergambar upin ipin. Karena
aku menyukai buku tersebut, maka lebih mudah
belajar. Tidak sampai satu bulan aku sudah
dapat menghafal angka dan huruf.
Melihat kemampuan belajarku membaca dan
menulis cukup pesat maka ibu membolehkan aku
les musik, ”adik sudah bisa membaca angka dan
huruf, mulai sekarang boleh ikut les bersama
kakak Yasmin.
”Hore…terimakasih”, jawabku dengan perasaan
berbunga-bunga.
Aku didaftarkan les musik dan dicarikan jadwal
yang sama waktunya dengan kakak Yasmin.
Masuk les pertama aku berkenalan dengan guru
organku, Dia bernama kak Adrian. Aku
dikenalkan not-not balok dan angka, satu lagu
pertama yang diajarkan padaku “Bintang Kecil”.
Betapa senangnya aku bisa bermain musik
seperti kakakku Yasmin.
Kakakku akhrnya melatih bermain musik di
rumah. Aku dilatih pelan-pelan merangkai not
supaya tepat iramanya.
“Alana ini lagu Pelangi, cara mainya begini!” kata
mbak Yasmin sambil dia membantu menekan
tuts yang benar, agar aku mengikutnya.
Aku memerhatikan sambil mengikuti yang
dilatihnya.
Sudah dua bulan aku belajar musik organ.
Guruku sangat penyabar dan lucu. Dia juga
membagi permen kalo aku belajar dengan baik
dan tidak banyak salah.
Minggu-minggu berikutnya aku diperbolehkan
minta lagu baru untuk belajar, ”Alana boleh
minta lagu baru lagi, mau belajar lagu apa?”,
kata kak Adrian.
”Lagu True Colour kak”, jawabku penuh
semangat.
”Baik nanti kakak buatkan not dulu, baru minggu
depan kita belajar, oke!”, kata kak Adrian.
”Oke…..” jawabku dengan sangat gembira.
Begitulah setiap kali aku belajar dengan kak
Adrian.
Ibuku kadang dinas keluar kota selama tiga
sampai empat hari. Aku bersama bapak dan kak
Yasmin di rumah bertiga. Kak Yasmin yang
menggantikan ibu mengajari aku bermain musik
dan belajar saat malam hari.
Kak Yasmin menirukan gaya ibu waktu belajar
bersama dimalam hari, katanya, “Alana ambil
buku pelajaran di tas! Baca dan kalau sudah
selesai baru belajar jadwal pelajaran untuk
besok!”.
”Iya…..”, jawabku sambil segera bersiap-siap.
Dia harus dipatuhi sebelum berubah pikiran.
Kalau tidak, nanti aku belajar sendirian tidak
ditemani, karena sebenarnya dia suka belajar di
kamarnya sendiri.
Kak Yasmin menemani aku belajar sampai jam
delapan malam. Kalau sudah selesai belajar dia
biasanya menyuruhku berkemas sambil berkata,
“Alana cuci tangan, kaki, gosok gigi dan tidur.
Jangan lupa yang bersih ya!”
Suatu hari dari tempat les musikku mau
mengadakan pertunjukan musik. Aku dan kak
Yasmin diminta ikut tampil.
Kak Yasmin bertanya, ”Alana kamu mau main
lagu apa?”.
Jawabku, ”True Colour, kalau kak Yasmin lagu
apa?”
”Aku lagu Surat Cinta Untuk Starla, kita latihan
yang sungguh-sungguh ya!”, kata mbak Yasmin.
”Iya….”, jawabku dengan penuh keyakinan.
Kita berdua latihan bersama di studio les,
bermain organ diiringi gitar akustik oleh kak
Wiku, guru akustik kami. Walaupun rambutnya
gondrong, berkumis tebal, dan menyeramkan
tapi kak Wiku sangat sabar dalam mengiringi
latihan kita bersama.
Malam pertunjukan musik itu tiba, aku dapat
giliran kedua dan kak Yasmin giliran ketiga.
Setelah namaku dipanggil MC, aku langsung naik
ke panggung dengan berani, kemudian
kumainkan lagu kesukaanku “True Colour”,
walaupun ada beberapa nada yang kurang
sempurna, karena jariku belum nyampai untuk
menekan tuts dengan jari dua. Aku sangat
gembira karena dihadiri dan ditonton oleh ibu,
kakakku, guru dan kawan-kawanku semua.
Setelah aku selesai barulah kak Yasmin
dipanggil namanya. Kakakku bermain musik
dengan sangat sempurna, semua penonton ikut
bernyanyi bersama dan bertepuk tangan.
Ketika mbak Yasmin bermain musik aku berpikir
bahwa kakakku ini sangat sempurna; dia pandai
main musik, merawat aku dengan sabar, dan
pintar bergaul dengan siapa saja tanpa pilih-
pilih. Kakakku memang sangat hebat!!!