The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN DIGITAL SJKC TUNG HUA S2 HEIGHTS, 2021-06-07 01:20:29

Sang Kancil Menipu Sang Bedal

Sang Kancil Menipu Sang Bedal

Sang Kancil
menipu Sang Bedal

pss@skdesaputra

Pada suatu hari Sang Kancil
berjalan-jalan di dalam hutan.

Sedang dia berjalan, tiba-tiba
dia ternampak akan pepohon
buah-buahan yang rimbun
merendang di seberang sungai.

"Alangkah nikmatnya jika aku
dapat merasai buah-buahan itu",
fikirnya sendiri.

"Tetapi, bagaimana aku hendak
menyeberang ke sana, aku
bukannya pandai berenang",
timbul sedikit keraguan dalam
dirinya.

Setelah mundar mandir
memikirkan cara untuk
menyeberang sungai itu, timbul
satu idea untuk mengatasi
masalah yang dihadapinya.

"Nasib baik aku dikurniakan akal
yang bijak", katanya sendirian
sambil berlari ke tebing sungai
untuk menjalankan misinya.

"Sang Bedal, ooo, Sang Bedal!",
panggil Sang Kancil.
Tiba-tiba muncul ketua buaya-
buaya di sungai itu.

"Dengan bengisnya dia berkata
"Apa kau mahu Kancil?", sambil
matanya meliar memerhatikan
tubuh Sang Kancil.
"Alangkah enaknya kalau diratah
kancil ni", fikirnya yang sedang
kelaparan itu.

"Oh, begini, Raja Sulaiman
menitahkan aku untuk
menghitung berapa banyak buaya
yang ada di sungai ini. Baginda
mahu menjemput kalian ke
kendurinya", mulalah Sang Kancil
menjalankan tipu helahnya.

"Benarkah begitu!", serta merta
nafsu lapar Sang Bedal mula
menguasai diri dan dengan
pantas dia memanggil anak
buahnya.
Maka datanglah gerombolan
buaya mengikut arahan tuan
mereka.

"Jadi Sang Kancil tunggu apa lagi,
cepatlah hitung bilangan kami
sekarang", kata Sang Bedal
kepada Sang Kancil.

"Hahaha, siap kau Bedal,
mudahnya kau kena tipu dengan
aku", kata sang Kancil dalam hati.

"Sabar Sang Bedal, aku fikir lebih
baik jika kamu semua beratur
hingga ke hujung sana. Lebih
mudah untuk aku kira kamu
semua", ujarnya.

"Tanpa berfikir panjang, Sang
Bedal mengarahkan anak buahnya
untuk menurut cadangan Sang
Kancil tadi.
Selesai mereka beratur, mulalah
Sang Kancil melompat ke atas
buaya yang pertama.

"Satu dua tiga lekuk, jantan betina
aku ketuk", hitung Sang Kancil.

"Tiba sahaja di tebing sebelah
sana, Sang Bedal bertanya,
"Jadi bila kami boleh pergi ke
kenduri Raja Sulaiman, Kancil ?“.

"Ada 30 ekor buaya yang bodoh di
dalam sungai ini. Maaf Sang
Bedal, sebenarnya tiada kenduri
Raja Sulaiman, aku cuma mahu
menikmati buah-buahan di sini.

Hahaha, terima kasih Sang
Bedal", kata sang Kancil dalam
nada mengejek.

"Sambil buaya lain mengerumuni
Sang Bedal yang sedang keliru
atas penipuan Sang Kancil.

Mereka bertanya, "Jadi tak adalah
makan ?", kata buaya yang
pertama.
"Kita semua dah kena tipu", kata
buaya kedua.

"Ini semua kau punya pasal", kata
buaya ketiga sambil menyalahkan
Sang Bedal. "Serang!!!", serentak
mereka menjerit.

Lalu berlarilah Sang Bedal kerana
dikejar anak-anak buahnya yang
sedang marah. Sambil Sang Kancil
dengan asyiknya menikmati buah-
buahan itu.


Click to View FlipBook Version