The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini sebagai penunjang perkuliahan Teknologi Produksi Tanaman Hias Pot

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rizki, 2020-10-08 10:57:25

Teknik Produksi Bonsai

Modul ini sebagai penunjang perkuliahan Teknologi Produksi Tanaman Hias Pot

Keywords: bonsai,tanaman hias,bonsai kelapa

pupuk kandang (kompos), stimulan (banyak terdapat di toko
kimia atau toko tanaman hias), urea tablet, garam, vetsin
(micin)
c. Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan Membersihkan rumput-rumput
kecil yang tumbuh pada media bonsai kelapa. Rumput yang
dibiarkan tumbuh mempengaruhi pertumbuhan bonsai kelapa,
bahkan dari kelompok tumbuhan yang menghasilkan alelopati
dapat menyebabkan kematian pada bonsai. Selain itu juga perlu
merapikan bekas pelepah yang sudah tua, serta melakukan
d. Merundukkan daun
Untuk memperindah bentuk daun, dan membuat daun menjadi
kelihatan melengkung kebawah dapat menggunaakn kawat
atau tali yang kuat. Hal ini dapat menciptakan kesan yang
indah, dengan lengkungan daun pada kelapa menuju media
tempat tumbuhnya. Proses ini dilakukan dengan Mengikatkan
tali pada tulang daun bagian ujung kemudian di ikatkan pada
pot atau ditancapkan pada media tanam.
e. Pembuangan penutup pelepah
Menciptakan kesan kerdil pada bonsai kelapa dapat dilakukan
dengan membuang penutup pelepah mulai dari pertemuan
tangkai dengan helaian daun, sampai ke pangkal batang. Untuk
melakukan ini Harus menggunakan pisau dengan ujung runcing
dan tajam. Perawatan ini dapat dilakukan sekali dalam satu
bulan atau saat penutup pelepah baru telah muncul

f. Repoting

Pengantian pot perlu

dilakukan jika akar

tanaman sudah penuh

dan sesak di dalam

pot, atau media sudah

tidak memadai di

dalam pot tersebut.

untuk mengganti pot

diperkirakan bonsai

sudah berumur satu

tahun. Bonsai dapat

Gambar 2.8. Repoting bonsai kelapa ke dipindahkan ke pot
pot dangkal yang lebih besar, jika

ingin

mempertahankan dengan ukuran pot yang lama, akar harus

dipotong dan rapikan serabut akar dengan hati-hati. Akar

tidak boleh dipotong semua, karena akan menyebabkan

bonsai mati.

g. Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang umum menyerang tanaman bonsai kelapa ini

adalah semut, kutu putih, kumbang sagu, tikus dan hama

lainnya untuk mengatasi semut dapat dilakukan dengan

melarutkan 1-2 sendok detergen dalam 500 ml air, kemudia

larutan di sikatkan ke batang atau bagian yang dikerubungi

oleh semut. Kutu putih pada daun dan Serangga lain pada

pangkal pelepah (luka) dapat dibasmi dengan kapur semut

dan insektisida, sedangkan Kumbang pucuk (sagu), dapat

dibasmi dengan isektisida Thiodan 35 EC 2-3 cc/liter larutan,

Basudin 10 G dan sevin 85 SP pada luka. Jika terdapat tikus

dapat diatasi secara alami dengan menggunakan irisan

jengkol.

6. Bonsai-bonsai kelapa unik dan model-model bonsai kelapa
a. Bonsai kelapa bercabang
Bonsai kelapa bercabang merupakan bonsai yang saat ini
sangat di gemari oleh beberapa orang pencinta tanaman hias
pot. Bonsai kelapa bercabang ini, selain menarik dan memiliki
keindahan juga memiliki nilai jual yang tinggi. Bonsai
bercabang dapat ditemukan secara alami dan dapat juga di
buat dengan perlakuan tertentu.

Gambar 2.9. Bonsai kelapa bercabang dua

b. Bonsai terpuntir
Bonsai ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan daun dan
batang seolah-olah terpuntir ke satu arah, seperti spiral yang
rapat, untuk memproduksi bonsai kelapa model seperti ini
bibit kelapa ditanam pada pot dengan diameter bagian atas
dan bawah yang sama, bakalan bonsai ditanam seperti
layaknya menanam bibit untuk bakalan bonsai vertikal, media
yang digunakan harus padat dan bagian atasnya ditutup agar
media tidak tumpah, pot diletakkan mendatar, sekali
seminggu bonsai di putar ke arah yang diinginkan, begitu
seterusnya sampai terbentuk kelapa yang terpuntir ke satu
arah.

Gambar 2.10. Bonsai kelapa terpuntir

c. Bonsai kelapa berbatang tua
Bentuk bonsai ini layaknya kelapa yang tumbuh di tempat
aslinya dengan batang yang memperlihatkan guratan-
guratan bekas pelepah yang telah lepas dari batangnya.
Batangnya tidak ubahnya dengan kelapa yang asli namun
dalam versi mini yang dapat hidup dengan baik di atas pot
kecil, bahkan pot dangkal layaknya tanaman bonsai pada
umumnya. Untuk mendapatkan bonsai dengan bentuk seperti
ini membutuhkan waktu yang lama, bahkan 15 sampai
dengan 25 tahun.

Gambar 2.11. Bonsai kelapa berbatang tua

d. Bonsai dengan aquarium
Bonsai ini tidak ditanam pada media tanah, melainkan
dengan media air yang dipadukan dengan aquarium yang
berisi ikan. Perpaduan ini dapat dikatakan sebagai aquascape
sederhana, kombinasi antara tumbuhan dengan ikan dengan
tujuan menambah kesan menarik dan indah yang dapat
diletakkan di atas meja kerja, atau di meja teras rumah. Akar
yang muncul dari pangkal batang kelapa akan terjuntai dan
masuk ke dalam air. Kesan indah pada bonsai ini akan terlihat
saat ikan-ikan hias melewati sela-sela akar di dalam
aquarium.

Gambar 2.12. Bonsai kelapa dengan akuarium

e. Bonsai kelapa dengan model hewan
Mengukir bonsai dengan pahat merupakan hal yang sudah
rumah dalam membuat bonsai dari pohon-pohon yang tua.
Namun mengukir kelapa dan membentuk sabut kelapa
menjadi bentuk-bentuk lain merupakan sesuatu yang baru.
Sabut kelapa diukir menjadi bentuk model berbagai jenis
hewan atau pun bentuk kepala manusia. Selain diukir, sabut
pembungkus batok kelapa juga dapat diolah menjadi bentuk
yang diinginkan, seperti bentuk kucing, kelinci, ayam, gurita
dan lain-lain sebagainya.

Gambar 2.13. Bonsai kelapa dengan model hewan

f. Bonsai kelapa model lanskap
Model ini memadukan pemandangan alam dan bonsai kelapa,
bonsai ditanam pada pot kemudian dipoles dengan bentuk
lainnya yang menyerupai pemandangan suatu bentangan
alam. misalnya memadukan bonsai dengan tebing dan
gazebo, memadukan bonsai dengan rumah pohon bahkan
dapat juga dibuat diatas pot yang lebar suatu bentangan alam
pantai lengpap dengan laut, tebing karang dan bonsai kelapa
nya

Gambar 2.14. Bonsai kelapa dengan model lanskap

7. Evaluasi
1. Apakah ciri-ciri tanaman kelapa yang dapat dijadikan sebagai
bonsai kelapa
2. Pada bonsai kelapa dikenal tiga bentuk dasar dari bonsai
kelapa, apakah perbedaan ke tiga bentuk dasar bonsai
tersebut
3. Mengapa kelapa dikelompokkan ke dalam kelas monokotil
4. Bagaimana kriteria bibit yang akan digunakan sebagai bakalan
bonsai kelapa
5. Apakah yang harus dilakukan jika ingin mendapatkan tangkai
daun bonsai kelapa yang pendek
6. Penyiraman merupakan salah satu bagian dari perawatan
bonsai kelapa, bagaimana teknik penyiraman bonsai kelapa
yang benar
7. Bagaimana teknik repoting bonsai kelapa
8. Apa saja hama yang dapat menyerang bonsai kelapa dan
bagaimana cara pengendaliannya

MODUL - 3
PRAKTIKUM PEMBUATAN BONSAI KELAPA

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu

1. mengetahui komponen media untuk bonsai kelapa
2. membuat media untuk tanaman bonsai kelapa
3. memilih bibit kelapa yang dapat dijadikan sebagai bonsai
4. menjelaskan langkah-langkah dalam membuat bonsai kelapa

B. MATERI PEMBELAJARAN
a. Komponen Media Bonsai Kelapa

Media tanam yang baik merupakan syarat untuk
keberhasilan dalam melakukan budidaya tanaman hias. Tanaman
hias pot dengan media tanam yang sedikit dikarenakan ditanam
dalam pot yang minimalis, maka perlu sekali pemilihan media
tanam yang cocok. Disebabkan karena pemilihan media yang
salah dan tidak cocok dengan tanaman akibatnya sangat fatal
dan kemungkinan berujung kematian. Kesalahan dalam memilih
media tanam akan berakibat tanaman terlihat tidak sehat bahkan
dapat mati, jika terjadi pada bonsai yang sudah bertahun-tahun
dipelihara maka hal ini dapat menyebabkan kerugian yang besar.

Media tanam yang digunakan untuk pertumbuhan bonsai
kelapa ini disesuaikan dengan kondisi hidup kelapa yang
umumnya tumbuh baik di pinggir pantai dengan menggunakan
media pasir, tanah humus dan pupuk kandang dengan
perbandingan 2:1:1. Pada perkembangannya media tanam juga
dapat dengan menggunakan campuran Sekam, humus dan tanah
berpasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau media tanam bonsai
yang dikenal dengan bonsai mix yakni campuran tanah dan
bahan pupuk yang gembur. Bagi penggemar dan hobiis bonsai
yang sudah berpengalaman bertahun-tahun merawat dan
memelihara bonsai kejadian seperti di atas biasanya jarang
terjadi. Untuk itu penggunaan media tanam yang tepat dan cocok
dengan tanaman bonsai menjadi hal sangat penting. Tanah
merah, cocopeat, pasir, pupuk organik (2:1:1:1) media yang
telah di siapkan kemudian diaduk rata.
b. Bibit kelapa yang dapat dijadikan bonsai
1) Kelapa genjah. Kelapa ini paling banyak dipilih sebagai bakal

bonsai, pohonnya kategori rendah yaitu hanya maksimal tujuh
meter saja. Bentuknya juga unik dan merupakan jenis kepala
yang cepat berbuah, yaitu di usia sekitar tiga tahun setelah

proses tanam. Kelapa ini memang tidak banyak dikonsumsi
sebab rasanya kurang enak, Sering dimanfaatkan sebagai
tanaman kelapa hias di rumah atau perkantoran. Empat
jenisnya paling sering dikembangkan sebagai bonsai baik itu
jenis kuning, merah, coklat, atau hijau
2) Kelapa Gading Merah. Memiliki ciri berwarna merah kekuning-
kuningan, Memiliki bentuk indah dan unik, perawatan cukup
merepotkan karena harus mempertahankan warna merahnya,
nutrisi mempengaruhi warna
3) Kelapa Gading Susu. memiliki warna putih kekuningan, mampu
beradaptasi sangat baik pada lingkungan tropis, Biasanya
ditempatkan sebagai hiasan taman, 3 tahun berbuah dapat
dijadikan bibit. Produktif 160-220butir/batang/tahun, Populasi
178 batang/H.

C. ALAT DAN BAHAN
Alat yang dibutuhkan untuk persiapan media adalah cangkul,

ember, Gerobak, Karung, Gembor, dan Sarung tangan. Sedangkan
bahan yang diperlukan adalah pasir, tanah, pupuk kandang matang,
air bersih, bibit bakalan bonsai kelapa dan basamid

D. CARA KERJA
a. Persiapan media tanam bonsai kelapa
1) Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2) Bersihkan pupuk kandang, humus bambu, dan media lainnya
dari batu-batuan, sisa-sisa tanaman ataupun campuran
lainnya.
3) Haluskan media dari bongkahan-bongkahan yang besar
sehingga menjadi ukuran-ukuran yang kecil dan halus.
4) Campur media dengan komposisi sebagai berikut: pasir,
tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1
5) Pencampuran media dilakukan sampai benar-benar homogen
dan sekaligus ditambahkan basamid dengan dosis 2 gram per

kg media, media dimasukkan ke dalam karung dan
diinkubasikan selama satu sampai dua minggu.

b. Pembuat Bonsai kelapa
1) Pilih bibit yang akan dijadikan bonsai kelapa, perhatikan bibit
yang memiliki tunas dengan pertumbuhan yang bagus, tunas
yang baik untuk bakalan bonsai dengan panjang 5-10 cm
2) Tentukan gaya bonsai yang akan di buat, hal ini disesuaikan
dengan bentuk bibit yang ada
3) Bentuk dasar yang akan dibuat seperti horizontal, vertikal atau
terbalik. Sedangkan berdasarkan ada atau tidak sabut
kelapanya, bisa tanpa sabut, membuang setengah sabut atau
bonsai dengan sabut kelapa utuh.
4) Bersihkan sabut kelapa dari kotoran yang menempel pada
permukaan kulit luarnya.
5) Jika ingin membuat bonsai tanpa sabut maka kupaslah buah
kelapa dengan hati-hati
6) Gunakan parang atau kampak untuk membuka sabut kelapa
dengan cara menoreh secara horizontal, kemudian dengan
menggunakan gergaji atau kampak potong bagian bawah
buah kelapa, dan kupas sabut dengan hati-hati, jangan
sampai tunas tertekan ke tanah.
7) Bersihkan rambut halus pada batok kelapa dengan pisau
cutter, kemudian diampelas sampai bersih atau juga dapat
menggunakan gerinda.
8) Tinggalkan sedikit sabut kelapa pada bagian pangkal batang
agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan bakalan bonsai
selalu terjaga kelembapannya.
9) Jika telah habis terkelupas ambil sabut yang halus tempelkan
pada bagian pangkal dan diikat dengan tali rafia

Gambar 3.1. Teknik membuka sabut bakalan bonsai kelapa

10) Letakkan bakalan bonsai pada media yang telah diinkubasi
sebelumnya selama dua minggu. Meletakkan bonsai harus
sesuai dengan bentuk dasar yang ingin dibuat. Bonsai bisa
dibenamkan seluruhnya ke dalam media, jika ada bagian
batok yang masih terbuka maka ditutup dengan
menggunakan sabut kelapa yang telah dibasahi

11) Tujuan pertama pada penanam ini adalah untuk program
penumbuhan akar.

12) Bakalan bonsai yang telah ditanam disiram dengan air sampai
basah, namun jangan sampai mengalir.

13) Kemudian letakkan bonsai pada naungan 50%

E. EVALUASI
1. Media tanam yang baik merupakan syarat untuk keberhasilan
dalam melakukan budidaya. apa saja campuran media yang
digunakan untuk bonsai kelapa
2. Apa tujuan penggunaan pasir sebagai media bonsai kelapa
3. Bagaimana cara pembuatan media untuk bonsai kelapa
4. Bagaimana cara untuk mendapatkan bibit yang bagus untuk
dijadikan sebagai bonsai kelapa
5. Bonsai kelapa yang menonjolkan batok dengan cara
mengupas sabutnya dan ada yang menonjolkan bentuk
buahnya dengan tidak membuka sabutnya, jika ingin
mendapatkan hasil yang maksimal tahapan apakah yang
dilakukan untuk membentuk bonsai kelapa

MODUL - 4
PRAKTIKUM PERAWATAN BONSAI KELAPA

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu melakukan teknik yang benar mengenai

perawatan bonsai kelapa yang meliputi penyiraman, pemupukan,
penyiangan, pemendekan daun, dan pengendalian hama dan
penyakit

B. MATERI PEMBELAJARAN
Tahap ini merupakan proses yang cukup penting karena jika

pada tahap ini gagal maka bisa dikatakan telah gagal dalam membuat
bonsai kelapa. Untuk membuat ukurannya tetap kecil, harus
menyayat pada bagian tunas yang lebih tua. Ketika bibit sudah
tumbuh hingga mencapai 15 sampai 20 cm, perlu disayat pada bagian
yang paling bawah. Ketika melakukan penyayatan jangan sampai
terkena tunas yang muda, sebab hal itu akan menyebabkan
pembusukan pada tunas kelapanya. Lakukan penyayatan sebulan
minimal 3 kali agar hasilnya nanti bisa maksimal.

Penyiraman dapat dilakukan satu kali sehari hingga tanaman
lembap namun tidak terlalu basah, Gunakan air tanah dan hindari air
yang mengandung kaporit, Penyiraman dilakukan pada pagi hari,
jangan sampai air tergenang pada media (tanah), untuk hasil
maksimal gunakan sprayer.

Pada dasarnya bonsai kelapa tahan pada lingkungan yang
ekstrem, namun jika dibutuhkan dapat dilakukan sekali dalam 4 bulan
dengan pupuk kandang atau urea, untuk penggantian pupuk cukup
pada saat repoting dengan mengganti media dengan media baru
sesuai dengan komposisi yang disarankan untuk bonsai kelapa. Pupuk
yang dapat digunakan antara lain; Pupuk Kandang (Kompos),
Stimulan (banyak terdapat di toko kimia atau toko tanaman hias),
Urea tablet, Garam, Vetsin (Micin)

Penyiangan merupakan kegiatan membersihkan rumput-rumput
kecil yang tumbuh pada media bonsai kelapa dan merapikan bonsai
kelapa. Rumput yang dibiarkan tumbuh mempengaruhi pertumbuhan
bonsai kelapa, bahkan dari kelompok tumbuhan yang menghasilkan
alelopati dapat menyebabkan kematian pada bonsai kelapa. Daun-
daun yang sudah tua atau tidak tertata dengan rapi dapat dibuang
dengan menggunakan pisau yang tajam.

Beda antara bonsai kelapa dengan bibit kelapa salah satunya
terletak pada bentuk daunnya ini, jika bibit kelapa memiliki tangkai

daun yang panjang, namun berbeda dengan bonsai kelapa. Bonsai
memili daun yang pendek dan tangkai pelepah daun yang sempit,
sehingga akan tercipta kesan kerdil pada tanaman kelapa tersebut.
untuk melakukan hal ini haus menggunakan pisau yang tajam dengan
ujung yang runcing, hal ini dapat dilakukan sekali dalam sebulan atau
saat penutup pelepah baru telah muncul. Untuk memendekkan daun
ini dapat dilakukan dengan menyayat pada bagian sisi kiri dan kanan
penutup pelepah tersebut mulai dari atas sampai ke bawah atau
bagian pangkal tangkai daun.

Pengendalian hama dan penyakit hama seperti semut dapat
di atasi dengan melarutkan 1-2 sendok detergen dalam 500 ml air,
sikatkan ke batang atau bagian yang dikerubungi semut. Kutu putih
pada daun dan Serangga lain pada pangkal pelepah (luka) dapat
dibasmi dengan kapur semut dan insektisida. Kumbang pucuk (sagu),
isektisida Thiodan 35 EC 2-3 cc/liter larutan, Basudin 10 G dan sevin
85 SP pada luka sedangkan tikus secara alamiah dapat diatasi dengan
irisan jengkol

C. ALAT DAN BAHAN
Alat yang dibutuhkan ialah gembor, atau sprayer, sekop kecil,

kuas kecil, dan pisau scapel, sedangkan bahan yang dibutuhkan
antara lain bakalan bonsai yang sudah ditanam, air bersih, detergen
dan pupuk kandang

D. CARA KERJA
a. Ambil air dengan gembor atau spayer, kemudian disiram kan
dari pangkal batang sampai ke seluruh media, media harus
basah namun jangan sampai tergenang oleh air
b. Seprot daun dengan sprayer untuk mebersihkan debu-debu
yang melekat pada daun
c. Lap daun dengan tissue atau kain yang lembut dengan hati-
hati

d. Lakukan pemupukan dengan menaburkan pupuk kandang
pada media bonsai kelapa

e. Jika media memenuhi pot, kurangi media sepertiga bagian
atas media kemudian diganti dengan pupuk kandang

f. Untuk melakukan pemendekan daun, sayat bagian penutup
tunas baru atau bagian yang menjadi pelebaran pelepah
daun yang berbentuk jaring-jaring. Penyatan dilakukan dari
mulai dari atas sampai ke dasar pangkal pelepah pada bagian
kiri dan kanan pelepah daun.

g. Untuk pengendalian hama larutkan 1 sendok teh detergen
dalam 500 ml air, kemudian diaduk dan di oleskan pada
bagian tanaman yang terkena hama

E. EVALUASI
1. Apa yang akan terjadi jika bonsai kelapa kekurangan air
2. Jika air yang disiramkan terlalu banyak, bagaimana
pengaruhnya terhadap akar dan batang pada bonsai kelapa
3. Bagaimanakah cara melakukan pemupukan pada bonsai
kelapa
4. Sebutkan jenis pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk
memperbaiki nutrisi bonsai kelapa
6. Bagaimana teknik penyiangan pada media bonsai kelapa
7. Bagian apakah yang harus dibuang jika ingin membuat daun
bakalan bonsai kelapa menjadi pendek
8. Jika pada bonsai kepala banyak terdapat semut yang
mengganggu daun dan batang bonsai kelapa. Apakah yang
harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut

DAFTAR PUSTAKA

Wang, H.B., Wang M., Oin J., Huc Y.H., 2020. Enlightenments from
potted landscapes (Bonsai and Penjing) for urban revegetation
in the built environment. Urban Forestry & Urban Greening.
Volume 49, March 2020

Young, Alison. 2016. Practical guide to bonsai styles of the world
(Book review), South African Journal of Botany, 104 (2016)

Pietraszko, K. & Sobota J. 2008. Bonsai as reflection of nature’s
beauty: styles and aesthetic value. Wseas Transactions On
Environment And Development. Issue 7, Volume 4, July 2008

Anita, Rodhy, S. Ningsih, D. Solin. Penerapan metode forward
chaining dan certainty factor untuk diagnosa penyakit pada
tanaman bonsai. Jurnal Guru Kita. Vol. 3 No. 2 Maret 2019

Ho, Keyne & Juniwarti A. 2016. Fasilitas seni bonsai di Samarinda.
Jurnal eDimensi Arsitektur. No.06 2016 585-592

Riskina, E., Riskina E., Saputra D.D., Saputra F.A., 2017. Widyaningsih
A, Rasidi. 2017. Pelatihan Pembuatan Bonsai “Bokabu” dari
Oleana Syzygium Khas Borobudur untuk Peningkatan Nilai
Ekonomi Tanaman. Prosiding The 6th University Research
Colloquium 2017

Dwilestari, S & Nurmiati, S. 2018. Sistem Pakar Penentuan Style Pada
Tanaman Bonsai Menggunakan Metode Certainty Factor.
Jurnal Sainstech. Vol. 28 No. 2, Juli 2018

Widhiasih, L.K.S., Asih P.S., Hartati KAN, Puspitasari M., Laja Y.I.,
Risma NKI., 2019. Jurnal Bakti Saraswati. Vol. 08 No. 02.
September 2019.

Khalmi, S., Hidayat W., Faisal G. 2019. Taman indoor bonsai
Pekanbaru dengan pendekatan arsitektur organik. Jurnal Jom
FTEKNIK. Volume 6 Edisi 1 Januari s/d Juni 2019

Warren, P., 2020. Bonsai (Techniques, Styles, Disply Ideas). DK
Publishing.

Dupuich, J. 2020. The Litle Book of Bonsai. Ten Speed Prees
https://www.bonsaiempire.com/tree-species/indoor-bonsai
https://portaljember.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-

16742892/pohon-pohon-terbaik-untuk-bonsai-ada-pohon-
delima-dan-beringin-bagian-1
https://www.mindtalk.com/channel/bon_say/post/macam-macam-
gaya-bonsai-510521151945236794.html
http://bonsai.siti-lestari.web.id/id3/1848-
1742/Bonsai_110456_bonsai-siti-lestari.html
https://decyra.com/gaya-bonsai/
https://mediatani.co/tanaman-bonsai-sejarah-asal-mula-dan-
penyebarannya/
https://kebunbibitbuah.com/blog/sweet-milky-coconut-kelapa-susu
https://rimbakita.com/bonsai-kelapa/
https://bibitonline.com/artikel/tips-dan-triks-bagi-anda-pemilik-
bonsai-kelapa
http://www.darianahobbies.com/tips-perawatan-bonsai-kelapa.htm


Click to View FlipBook Version