The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)<br>Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fahriaabduldjalil5960, 2023-07-21 20:27:34

Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)<br>Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

Keywords: Best Practice,Rencana Tingkat Lanjut

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN Disusun Oleh : Nama : Fahria Abd. Djalil Unit Kerja : MTSS Alkhairaat Parigi PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Juli 2023


LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi MTSS Alkhairaat Parigi Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dengan pembelajaran berbasis PJBL PELAJARAN Bahasa Inggris pada Materi Recount Text. Penulis Fahria Abd Djalil, SPd Tanggal 12 Juli 2023 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi Latar belakang masalah Praktik pembelajaran ini adalah: 1. Pembelajaran masih berpusat pada Guru 2. Sumber belajar yang digunakan oleh Siswa masih terbatas 3. Penggunaan media teknologi dalam pembelajaran masih kurang 4. Antusias belajar siswa masih kurang 5. Hasil belajar rata-rata peserta didik dalam kelas masih rendah. Praktik pembelajaran sangat penting karena: 1. Praktik pembelajaran dapat dijadikan contoh pembelajaran Inovatif oleh para Guru disekolah yang ingin memanfaatkan media tekhnologi dalam mengajar. 2. Pembelajaran bisa berpusat kepada peserta didik sehingga pengetahuan dari mencoba didalam kelas bisa lebih efektif. 3. Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi saya untuk membuat inovasi baru dalam pembelajaran. 4. Pembelajaran juga bisa membangkitkan minat peserta didik dalam berkompetisi antara mereka.


Peran dan tanggung jawab Guru dalam praktik pembelajaran ini adalah berkewajiban memberikan praktek baik dalam penggunaan media tekhnologi kepada Guru-Guru lain dalam proses belajar mengajar. Dengan media baru, beban guru dalam mengajar bisa berkurang dan selain itu hasil belajar Siswa bisa lebih baik sebagai imbas dari keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran yang diberikan. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat. Berdasarkan eksplorasi masalah pada lk. 1.2 didapatkan tantangan dari kegiatan ini adalah: 1. Guru harus lebih mementingkan penyampaian materi ajar dan target yang telah ditetapkan daripada pengetahuan yang bisa didapatkan oleh peserta Didik. 2. Metode mengajar guru masih menggunakan cara lama yaitu metode Ceramah dan diskusi. 3. Guru menggunakan metode mengajar yang monoton karena Siswa belum siap untuk menerima pembelajaran 4. Guru tidak mau meningkatkan pengetahuannya 5. Jarang dilakukan pembimbingan dan pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan Guru 6. Pemahaman guru dalam materi pengajaran inovatif masih kurang 7. Adanya rasa takut mencoba karena takut gagal. Berdasarkan penyebab masalah diatas, tantangan yang dihadapi Guru adalah: 1. Guru harus mengubah paradigma tentang pendidikan yang lama dimana segala sesuatu berpusat pada guru. Guru harus belajar menjadi fasilatator didalam kelas dimana peserta didik harus lebih aktif dalam proses pembelajaran didalam kelas. 2. Guru harus belajar menggunakan metode dan model pembelajaran yang baru agar siswa bisa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran 3. Guru harus meningkatkan diri dengan belajar sesuatu yang baru serta berani mencoba metode baru untuk


memperluas pengetahuan dalam mengajar. 4. Guru harus memunculkan pesona baru yang disukai oleh siswa sehingga saat belajar siswa bisa merasa lebih santai. berdasarkan hal tersebut diatas, tantangan yang dihadapi Guru adalah belajar menjadi fasilitator dalam kelas, mempelajari metode baru dan inovatif, meningkatkan kompetensi dan menciptakan Hubungan baik dengan siswa. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini modul ajar dan lampiran-lampirannya (pembelajaran inovatif) Memakai media TPACK aplikasi pembelajaran melalui video (link Youtube) untuk pembelajaran Yang terlibat siswa kelas 8 Menghibau Siswa menggunakan Aplikasi Kamus EnglishIndonesia yang ada di Hp Mengunggah hasil karya peserta didik di Akun Tik Tok mereka kemudian membagi di Grup WA kelas. Sumber daya atau materi yang digunakan internet dan Video Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan ternyata berdampak sangat positif untuk peserta didik, hal tersebut antara lain: 1. Respon Siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembuatan Video lebih menarik dan menantang. 2. Peserta didik akhirnya mampu mempraktekan Skill Speaking mereka karena tertarik dengan pembuatan video yang mereka upload di akun tik tok mereka. 3. Hasil belajar Siswa juga meningkat dilihat dari hasil LKPD yang dipraktekan langsung melalui video yang mereka


dari keseluruhan proses tersebut bagikan, selain itu membiarkan peserta Didik membawa smarthpone ke sekolah mempermudah guru melakukan Assesment secara Online kepada siswa dan lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan kertas namun data digital. Indikator keberhasilan adalah peningkatan pemahaman dan scoring siswa dalam menyelesaikan soal-soal berbasis hots,pada materi Recount text. Akhirnya saya mengambil kesimpulan faktor keberhasilan dari pembelajaran ini ditentukan oleh kesiapan media, Instrumen dan perangkat ajar yang baik dan tentunya kemampuan saya sebagai Guru dalam membawa suasana belajar yang nyaman dan dapat dimengerti dan dihapahami dengan oleh peserta Didik. Selain itu juga peserta Didik berperan penting dalam menjaga ketertiban dalam kelas sehingga pembelajaran bisa berhasil dengan optimal. Berdasarkan proses dan aktivitas yang telah saya laksanakan,pembelajaran dengan model dan metode baru lebih menantang dan seru untuk dilaksanakan, hal ini berefek baik pada saya sebagai seorang Guru dan juga peserta didik saya.bahkan ketika model pembelajaran yang ingin kita terapkan tidaklah sempurna,hal itu akan menjadi sempurna didalam kelas sehingga tidak ada yang salah dengan mencoba model pembelajaran Inovatif dalam kelas selama tujuan yang ingin dicapai adalah unuk kebaikan bersama, baik sekolah, pendidik dan peserta Didik. Trimakasi dosen dan Guru pamong atas bimbingannya Trimakasi rekan-rekan yang selalu ful suport. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi modul ajar dan lampiran-lampirannya (pembelajaran inovatif)


tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Memakai media TPACK aplikasi pembelajaran melalui video (link Youtube) untuk pembelajaran Yang terlibat siswa kelas 8 Menghibau Siswa menggunakan Aplikasi Kamus EnglishIndonesia yang ada di Hp Mengunggah hasil karya peserta didik di Akun Tik Tok mereka kemudian membagi di Grup WA kelas. Sumber daya atau materi yang digunakan internet dan Video Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan ternyata berdampak sangat positif untuk peserta didik, hal tersebut antara lain: 4. Respon Siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembuatan Video lebih menarik dan menantang. 5. Peserta didik akhirnya mampu mempraktekan Skill Speaking mereka karena tertarik dengan pembuatan video yang mereka upload di akun tik tok mereka. 6. Hasil belajar Siswa juga meningkat dilihat dari hasil LKPD yang dipraktekan langsung melalui video yang mereka bagikan, selain itu membiarkan peserta Didik membawa smarthpone ke sekolah mempermudah guru melakukan Assesment secara Online kepada siswa dan lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan kertas namun data digital. Indikator keberhasilan adalah peningkatan pemahaman dan scoring siswa dalam menyelesaikan soal-soal berbasis hots,pada materi Recount text. Akhirnya saya mengambil kesimpulan faktor keberhasilan dari pembelajaran ini ditentukan oleh kesiapan media, Instrumen


dan perangkat ajar yang baik dan tentunya kemampuan saya sebagai Guru dalam membawa suasana belajar yang nyaman dan dapat dimengerti dan dihapahami dengan oleh peserta Didik. Selain itu juga peserta Didik berperan penting dalam menjaga ketertiban dalam kelas sehingga pembelajaran bisa berhasil dengan optimal. Berdasarkan proses dan aktivitas yang telah saya laksanakan,pembelajaran dengan model dan metode baru lebih menantang dan seru untuk dilaksanakan, hal ini berefek baik pada saya sebagai seorang Guru dan juga peserta didik saya.bahkan ketika model pembelajaran yang ingin kita terapkan tidaklah sempurna,hal itu akan menjadi sempurna didalam kelas sehingga tidak ada yang salah dengan mencoba model pembelajaran Inovatif dalam kelas selama tujuan yang ingin dicapai adalah unuk kebaikan bersama, baik sekolah, pendidik dan peserta Didik. Trimakasi dosen dan Guru pamong atas bimbingannya Trimakasi rekan-rekan yang selalu ful suport.


RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) PPG DALAM JABATAN KATEGORI I TAHUN 2023 IDENTITAS MAHASISWA Nama : Fahria Abd Djalil Lokasi : Mts. Alkhairaat Parigi Bidang Studi : Bahasa Inggris Lingkup Pendidikan : Madrasah TSanawiyah LPTK : Universitas Muhammadiyah Malang I. PENDAHULUAN Rencana Tindak Lanjut (RTL) merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kegitan DIKLAT PPG DALJAB dan melakukan evaluasi pembelajaran pada Aksi 1 dan Aksi 2. Dari hasil evaluasi yang dilakukan penulis, maka penulis menyimpulkan Pembelajaran pada Aksi 1 yang akan dijadikan referensi penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan ini dibuat secara spesifik dan tentunya realistis. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Tentu hal ini akan memberikan banyak manfaat kepada Peserta Didik, serta dapat dijadikan referensi bagi rekan sejawat dalam melaksanakan pembelajaran. II. LATAR BELAKANG MASALAH `Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun oleh penulis merupakan jawaban dari adanya beberapa masalah yang dihadapi oleh penulis dan peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan di kelas. Diantaranya sebagai berikut: Masih rendahnya kompetensi siswa dalam menulis teks recount sederhana dalam bentuk Dialogue yang kemudian dipraktekan dalam bentuk speaking Masih rendahnya kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran berbasis IT Masih rendahnya kompetensi guru dalam membuat dan menyusun modul ajar/RPP yang baik dan benar. Masih kurangnya komunikasi antara guru dalam berbagi pengalaman tentang pembelajaran yang inovatif Guru/penulis belum melakukan publikasi tentang model pembelajaran inovatif. Rencana Tindak Lanjut merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan kegitan DIKLAT PPG DALJAB dan melakukan evaluasi pembelajaran pada Aksi 1 dan Aksi 2. Dari hasil evaluasi yang dilakukan penulis, maka penulis menyimpulkan Pembelajaran pada Aksi 1 yang akan dijadikan referensi penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan ini dibuat secara spesifik dan tentunya realistis. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Tentu hal ini akan


memberikan banyak manfaat kepada Peserta Didik, serta dapat dijadikan referensi bagi rekan sejawat dalam melaksanakan pembelajaran. Rencana Tindak Lanjut tersebut adalah sebagai berikut: No Rencana Tindak Lanjut Keterangan 1 Meningkatakan kompetensi peserta didik dalam menulis Dialog recount text sederhana dan kemudian mempraktekan dengan berdialog bersama - Menggunakan media pembelajaran berbasis IT - Menggunakan model pembelajaran PjBL - Metode diskusi, serta - Menggunakan moda Luring Siswa dan Guru 2 Meningkatkan kompetensi diri (penulis) dalam hal penggunaan media pembelajaran berbasis IT - Mencari referensi tentang media pembelajaran berbasis IT - Selalu menggunakan media pembelajaran berbasis IT dalam setiap pembelajaran di kelas - Meninggalkan model Pembelajaran Konvensional Mahasiswa/Guru 3 Menyusun Modul Ajar - Mencari literature pembuatan Modul Ajar yang baik dan benar - Memuat materi dengan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) - Membuat lampiran-lampiran (Bahan Ajar, Media Pembelajaran, LKPD, Penilaian, kisi-kisi, dan evaluasi) Mahasiswa/Guru 4 Sharing dan Berbagi Pengalaman dengan teman sejawat - Meminta Kepala Madrasah untuk rutin melakukan Supervisi. - Mengundang rekan -rekan guru lainnya untuk melihat langsung proses pembelajaran di kelas. Kepala Madrasah, Mahasiswa/Guru, Rekan Sejawat 5 Mempublikasikan - Mengunggah video Pembelajaran di media (Youtube/group WhatsApp dan AkunTik-tok) Mahasiswa/Guru III. PENUTUP Demikianlah Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disusun Penulis, semoga bisa dijadikan rujukan dan referensi bagi rekan sejawat dan rekan guru lainnya sebagai bentuk tanggung jawab pendidik dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan peserta didik itu sendiri. Tentunya banyak kekurangan dan kekeliruan


dalam penulisan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini. Olehnya, saran, masukan dan koreksi untuk kesempurnaan tulisan ini sangat Penulis harapkan. Parigi Moutong, 18 Juli 2023 Penulis Fahria Abd Djalil


Click to View FlipBook Version