The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Angelina sekar Cahyani, 2023-11-23 08:11:09

kenduri_angel sekar_p5

kenduri_angel sekar_p5

KENDURI ATAU KENDUREN TRADISI LOKAL INDONESIA DAERAH JAWA KHUSUSNYA DI KABUPATEN SEMARANG A. PENGERTIAN KENDURI ATAU KENDUREN Kenduri adalah perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, syukuran meminta berkah dan sebagainya, sebagai asli orang Jawa sangat erat sekali dengan tradisi tersebut diatas. Tupeng terbuat dari beras, yang dimasak dengan air santan ditambah sedikit garam serta ditambahkan kunir untuk pewarna kuning. Selain sebagai bentuk perayaan, kenduri juga memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat Jawa. Dalam acara kenduri, masyarakat Jawa diajarkan untuk saling berbagi dengan sesama, membantu orang yang membutuhkan, serta meningkatkan kebersamaan dan rasa persaudaraan antar sesama. Acara kenduren atau kenduri sudah jarang dilakukan oleh orang jawa sendiri, hanya orang tertentu yang mau untuk mengadakanya, karena seiringya berjalan pergantian zaman, dan semakin jarang orang yang peduli terhadap adat istiadat yang ada dan dilakukan oleh para nenek moyang dahulu. Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebutan selamatan atau kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara. B. TAHAPAN KENDURI Kenduri terdapat tiga tahapan yang harus ada dalam kegiatan kenduri adalah: Persiapan Pada tahap ini berisi persiapan beragam makanan sesuai dengan jenis dan tujuan selamatan. Pembacaan doa Pada tahap ini berisi pengantar doa dalam bahasa Jawa, disebut dengan ujub, dan pembacaan doa dalam Bahasa Arab. Penutup Tahap ketiga berupa pelaksanaan kegiatan simbolis yang harus dilakukan oleh para peserta upacara. Teks ujub mengandung tiga aspek sastra yaitu bunyi, arti, dan tematik. Dari aspek bunyi, teks ujub mengandung efoni, aliterasi, asonansi, dan konsonansi. Dari aspek arti, teks ujub mewakili konsep hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesamanya, alam yang tampak, alam yang tidak tampak, dan


dirinya sendiri. Dari aspek tema, teks ujub mengandung tema-tema permintaan doa selamat permintaan menguasai alam, khususnya bumi dan udara, dan penghormatan kepada para arwah. Ada banyak jenis dari kenuri, namun saya mengambil salah satu jenis tersebut yaitu kenduri selapan. C. PENGERTIAN KENDURI SELAPANAN Tujuan kenduri selapanan adalah untuk mendoakan anak tersebut (yang didoakan) terhindar dari penyakit, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, terhindar dari bencana, dan menjadi anak yang bermanfaat dalam bermasyarakat. Biasanya kenduri ini diadakan setelah anak berumur 35 hari atau selapan. Tradisi Selapanan adalah suatu bentuk upacara selamatan kelahiran yang diselenggarakan pada waktu bayi telah berusia 35 hari, dan diisi dengan upacara pencukuran rambut dan pemotongan kuku jari bayi. Tradisi selapanan selain potong rambut dan aqiqah (potong kambing) juga menjalankan kondangan yaitu mengundang para tetangga. Di acara kondangan tadi, juga diselingi berjanjen atau sholawatan. Berjanjen itu diadakan bagi orangorang yang menganut agama Islam. Tradisi Selapanan adalah bagian dari warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga kelestariannya. Mereka takut bahwa jika generasi penerusnya tidak menjaga bahkan tidak melaksanakan tradisi ini, masyarakat Jawa akan kehilangan jati dirinya sebagai masyarakat yang berbudi luhur. D. REFERENSI https://www.liputan6.com/hot/read/ 5281143/kenduri-adalah-jamuanbersama-untuk-memperingati-suatuperistiwa-ini-penjelasannya https://grudo.desa.id/index.php/artik el/2023/3/28/kenduri-upacara-adatjawa-yang-memberikan-beragammanfaat https://kumparan.com/tugujogja/sel apanan-tradisi-selamatan-bayiberusia-35-hari-1sPQv1uEvrg/full


Click to View FlipBook Version