GLOBALISASI
Apriliya Fila Saputri, mendapat bagian Pengertian Ilmu, Pengetahuan, dan
Globalisasi.
Istilah ilmu berasal dari kata Latin Scientia / Scio / Scire yang berarti
“pengetahuan”.
Ilmu pengetahuan adalah cabang pengetahuan atau studi yang berurusan dengan
kumpulan fakta atau kebenaran yang disusun secara sistematis dan menunjukkan
operasi hukum umum: misalnya, ilmu matematika.
Pengertian Pengetahuan
pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan manusia diperoleh melalui
akal pengamatan. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan
kecerdasan untuk mengenali obyek atau peristiwa tertentu yang tidak pernah
melihat atau rasakan sebelumnya.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari istilah global yang berarti lintas batas dan sasi yang berarti
perubahan. Dengan demikian, globalisasi diartikan sebagai fase perubahan yang
terjadi pada masyarakat di seluruh dunia.
Hal ini ditandai dengan batas-batas geografis antar negara yang dikaburkan oleh
pertukaran informasi, barang, dan jasa akibat perkembangan teknologi.
Faktor pendorong globalisasi adalah,perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi, akses ilmu pengetahuan yang mendalam, permudahan dan percepatan
transportasi, serta kehadiran perusahaan multinasional yang memengaruhi
ekonomi nasional.
Bagas Junianto, mendapat bagian Karakteristik Globalisasi.
Karakteristik globalisasi
a. Ditinjau dari aspek kultural,globalisasi semakin meningkatkan interaksi
kultural melalui perkembangan media massa seperti televisi internet film
musik maupun berita skala internasional.
b. Ditinjau dari aspek geografis, yaitu adanya perubahan dalam ruang gerak
dan waktu hal ini ditandai dengan semakin menipisnya jangkauan geografis
suatu wilayah yang dapat ditempuh dalam waktu singkat.
c. ditinjau dari aspek ekonomis, globalisasi telah memunculkan aktor-aktor
transnasional seperti perusahaan multinasional yang berkembang di
berbagai negara.adanya perusahaan multinasional ini membuat pasar dan
produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung.
Avrillia Maharani Arya Putri, mendapat bagian Perkembangan IPTEK.
Perkembangan IPTEK
IPTEK muncul sebagai akibat dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia, baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Tujuan utama perkembangan
IPTEK adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah,
murah, cepat, dan aman.
Di era globalisasi ini ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi faktor yang
sangat mempengaruhi kehidupan. Berkat kemajuan IPTEK kini kita begitu mudah
berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat luar. Terjadinya proses
akulturasi dan pengaruh nilai-nilai kebudayaan antar bangsa secara langsung
ataupun tidak langsung, dapat mempengaruhi nilai, tata hidup, gaya hidup, sikap
hidup, maupun pemikiran, untuk itu diperlukan sikap bijaksana. Yaitu dengan
kesediaan untuk membuka diri terhadap tuntutan zaman, sekaligus waspada
terhadap nilai-nilai sosial budaya dari luar. Pemerintah mengambil langkah
langkah tegas guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia. Kepribadian
yang dimaksud adalah kepribadian yang sesuai dengan budaya warga Indonesia.
Dengan cara mencintai kebudayaan bangsa sebagai ciri khas budaya ,serta
meningkatkan filtrasi terhadap budaya asing dengan penanaman nilai-nilai
Pancasila.
Teknologi Komunikasi dan Informasi
Teknologi pada bagian ini adalah komputer, faksimili, televisi, radio, internet, dan
ponsel. Kesemuanya mengalami perkembangan sesuai kebutuhan jaman. Dengan
media-media tersebut seakan dunia ada digenggaman tangan, globalisasi masuk
hingga ke ruang privat.
Kemudahan-kemudahan sekaligus kecanggihan yang ditawarkan merupakan
proses sejarah yang terjadi sebagai ujian akan ketangguhan untuk terus survive
seiring perkembangan pemenuhan kebutuhan manusia. Komputer awalnya
dibuat sebagai alat hitung canggih, dan ponsel merupakan pengembangan dari HT
saat PD.
Teknologi Transportasi
Jalan Raya di Indonesia
Jalan tol (singkatan dari tax on location) pertama di Indonesia dibangun pada
1973 adalah Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Tol ini mulai digunakan
tahun 1978 hingga sekarang dan membentang sepanjang kurang lebih 50 km.
Pembuatan jalan tol kemudian berkembang di daerah lain di Pulau Jawa dan
Sumatra. Dilanjutkan dengan tol Jakarta – Tangerang sepanjang 33 km
(beroperasi November 1984), Surabaya – Gempol (49 km dan beroperasi Juli
1986). Pembangunan sempat terhenti pada Maret 1993 setelah membangun jalan
tol Surabaya – Gresik sepanjang 20,7 km dan dilanjutkan dengan pembangunan
Cikampek – Purwakarta – Padalarang (Cipularang) pada April 2005.
Transportasi Air di Indonesia
Perusahaan kapal pertama di Indonesia bernama N.V. Nederlandsch Indische
Industrie dan mulai dirintis pada 1823 oleh Gubernur Jenderal Van der Capellen.
Untuk mendukung perusahaan tersebut, dibangun bengkel reparasi kapal pada
1849 di Surabaya. Hingga pada 1939 perusahaan tersebut diubah namanya
menjadi Marine Establishment (ME).
Pasca Perang Dunia II, setelah sempat dikuasai Jepang, Belanda kembali
menguasai ME. Setelah merdeka, pada 27 Desember 1949, ME dikembalikan ke
pemerintah Indonesia dan diubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut
(PAL).
Transportasi Udara di Indonesia
Perkembangan transportasi udara Indonesia dimulai pada masa awal
kemerdekaan. Saat itu pesawat yang digunakan masih hasil modifikasi Pesawat
Cureng/Nishikoren peninggalan Jepang. Pesawat itu dirancang dan dites oleh
Agustinus Adisucipto pada Oktober 1945 di atas kota Tasikmalaya. Atas ide
Wiweko Soepono dan Nurtanio Pringgoadisuryo dibukalah bengkel pesawat di
bekas gudang kapuk di Magetan dekat Madiun. Pesawat NWG-1 menjadi jenis
pesawat hasil buatan bengkel tersebut.
Perkembangan pesawat terbang sempat terhambat karena pemberontakan
Madiun 1948 dan Agresi Militer Belanda. Dunia penerbangan Indonesia kemudian
berkembang lagi pasca peristiwa tersebut. Bandung dipilih menjadi tempat
pengembangan pesawat terbang, khususnya di lapangan terbang Andir (Husein
Sastranegara). Pada 1 Agustus 1954, Indonesia berhasil menerbangkan prototype
Si Kumbang dan selanjutnya diluncurkan pesawat latih dasar Belalang 89 dan
pesawat olahraga Kunang 25.
Berbagai kemajuan tersebut membuat banyak pihak optimis terhadap industri
penerbangan Indonesia. Akhirnya pada 16 Desember 1961 diresmikan
pembentukan Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). Setelah berbagai
gejolak, 28 April 1976 secara resmi didirikan PT Industri Pesawat Terbang
Nurtanio dengan B.J. Habibie selaku Direktur Utamanya.
Teknologi Luar Angkasa
Peristiwa penting yang mendasari berkembangnya teknologi luar angkasa dengan
cepat dimulai saat adanya perlombaan angkasa dan perang dingin antara Amerika
Serikat (AS) dan Uni Soviet (US). Untuk soal antarksa, maka US lebih
mengawalinya dibanding AS. Spunik 1 dan Yuri Gagarin dengan Vostok 1 tahun
1961 ke luar angkasa sebagai simbolnya. Namun, seakan petir di siang bolong, AS
menyerobotnya dengan peristiwa bersejarah tahun 1969 ketika Neil Amstrong
menjejakan kakinya di Bulan.
Persaingan demikian mereda, ketika US hancur, perang dingin usai. 10 tahun
kemudian, NASA (USA), Roscosmos (Russia), JAXA (Japan), ESA (Europe), and CSA
(Canada) meluncurkan ISS, sebuah Satasiun Ruang Angkasa Internasional, pada 6
Desember 1998. Ini menjadi babak baru dalam perkembangan teknologi luar
angkasa.
Teknologi Persenjataan
Nyaris setiap negara memiliki persenjataan. Perkembangan teknologi
persenjataan berkaitan erat dengan perkembangan militer khususnya ketika
Perang Dunia dan Perang Dingin. Di masa Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni
Soviet memimpin perkembangan persenjataan dengan tujuan untuk melindungi
kawannya dan perebutan pengaruh. Pihak yang terlibat berusaha meningkatkan
mutu dan jumlah persenjataannya. Adapun teknologi persenjataan yang
dikembangkan antara lain bom, senjata nuklir, rudal.
Kepemilikan senjata-senjata ini pada akhirnya diketahui berbahaya dan memicu
banyaknya konflik yang membuat situasi berbahaya. Kesadaran itu berdampak
pada menurunnya tingkat persaingan teknologi persenjataan antar banyak
negara. Blok Barat dan Blok Timur akhirnya menggagas beberapa hal untuk
mengatasi situasi. Salah satunya dengan membuat perjanjian-perjanjian Nuclear
Non-proliferation Treaty, Strategic Arms Limitation Talks (SALT), dan Strategic
Arms Reduction Treaty (START).
Dewi Masfia, mendapat bagian Dampak Globalisasi.
Dampak Globalisasi
Dampak Positif
1. Globalisasi memungkinkan individu antar negara untuk saling
berkomunikasi secara mudah dan juga murah;
2. Globalisasi memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan diseminasi
pengetahuan secara cepat dan tepat;
3. Globalisasi memungkinkan masyarakat dari berbagai komunitas, negara
serta latar belakang budaya dan agama yang berbeda untuk saling
mengenal dan memahami perbedaan satu sama lainnya;
4. Globalisasi membawa nilai-nilai universal, misalnya mengenai isu-isu
kemanusiaan seperti kesetaraan, keadilan, demokrasi dan lain sebagainya,
serta isu-isu agenda pembangunan dunia.
Dampak Negatif
1. Globalisasi memunculkan perilaku budaya masyarakat konsumtif. Sebagai
contoh, kemudahan untuk mengakses media masa serta kehadiran media
sosial mendorong individu untuk terus membeli barang-barang terkini
sebagaimana tren yang berkembang;
2. Globalisasi membawa pengaruh pada bahasa dan kebudayaan lokal. Dalam
hal ini, Bahasa Inggris yang dikenal dengan bahasa internasional memiliki
kemungkinan untuk mengikis bahkan menghilangkan bahasa-bahasa lokal;
3. Globalisasi memiliki kemungkinan untuk menghilangkan tradisi, kebiasaan
dan adat istiadat masyarakat;
4. Globalisasi memperlebar kesenjangan sosial pada skala lokal, nasional dan
global. Dalam hal ini, masyarakat perdesaan terpencil yang kesulitan dalam
mengakses internet akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan
masyarakat perkotaan. Begitupun dalam skala global, negara yang tidak
memiliki kemampuan mengembangkan teknologi akan jauh tertinggal
dengan negara-negara maju lainnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi;
5. Globalisasi berpotensi menghasilkan kriminalitas skala lintas batas.
Contohnya yaitu seperti perdagangan narkoba, perdangan manusia,
penipuan dan lain sebagainya.
Anis Nurul Wakhidah,mendapat bagian Peran Indonesia Dalam Perkembangan
IPTEK.
Peran Indonesia Dalam Perkembangan IPTEK
Peranan pemerintah dalam bidang IPTEK dapat terlihat dari hubungan
pemeruntah yang mengatur segala IPTEK melalui organisasi berupa KOMINFO
dan yang sekarang bernama BSSN(Badan Siber dan Sandi Negara).Lembaga
BSSN diciptakan oleh lembaga non kementrian pada tahun 2017 dengan
adanya keterlibatan BIN(Badan Intelegen Negara) dalam mengatur IPTEK di
Indonesia.Selain itu,peran pemerintah terhadap IPTEK berupa membuat
perundang-undangan IT yang diharapkan dapat membantu menjaga
kerahasiaan dan keamanan negara dari segala ancaman (seperti penyebaran
kebencian dan lainnya).
DAFTAR PUSTAKA
https://www.mypurohith.com/pengertian-globalisasi/
https://www.dosenpendidikan.co.id/pengetahuan-adalah/
https://blog.ruangguru.com/pengertian-dan-karakteristik-globalisasi
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-globalisasi/
https://blog.ruangguru.com/mengetahui-sejarah-perkembangan-iptek-di-masa-
kini
https://www.kompasiana.com/abyzarchelsea0074/5d9c9d0c097f366b992563d2/
perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-pada-bidang-pendidikan-di-
indonesia
https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/12/170000569/pengaruh-
globalisasi-bagi-negara?page=all
https://blog.ruangguru.com/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-ekonomi-dan-
sosial-budaya
https://www.kompasiana.com/nenene/54f79810a33311417b8b47a6/perkemban
gan-iptek-di-indonesia