TANAH
LONGSOR DI
SUMEDANG
Apa itu tanah
Longsor?
perpindahan material pembentuk
lereng berupa batuan, bahan
rombakan, tanah, atau material
campuran tersebut, bergerak ke
bawah atau keluar lereng atau sering
disebut gerakan tanah adalah suatu
peristiwa geologi yang terjadi karena
pergerakan masa batuan atau tanah
dengan berbagai tipe dan jenis
Jenis jenis tanah
longsor:
Ada enam jenis tanah longsor, yakni longsoran
translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan
batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan.
Simak penjelasannya berikut ini. Longsoran translasi
adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada
bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang
landai.
Bencana tanah longsor di
Sumedang 2021
Bencana longsor menimpa Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung,
Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada Sabtu (9/1). Longsor terjadi dua
kali, pertama pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul
19.00 WIB.
40 orang tewas
Terkubur dalam
longsor
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat
Dani Ramdani menyebut ada 1.126
jiwa terdampak akibat bencana
longsor tersebut. Selain korban
tewas sebanyak 40 orang, juga ada 3
orang luka berat dan 22 orang luka
ringan
Faktor-faktor yang menyebabkan?
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
menungkapkan beberapa faktor alam dan nonalam yang
menjadi pemicu bencana tanah longsor tersebut.Faktor
terjadinya tanah longsor dipicu oleh cuaca, kondisi geologi dan
pemanfaatan lahan. Hal tersebut disampaikan beberapa
narasumber dalam webinar pembelajaran tanah longsor
Cihanjuang pada Rabu, 3 Februari 2021
Hasil pemantauan cuaca menunjukkan pertumbuhan awan
hujan cukup intens satu hingga dua jam sebelum terjadi tanah
longsor, dan fenomena cuaca ini memicu hujan sangat lebat
dalam waktu singkat
Terjadi nya
pelapukan!
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) menyatakan salah satu penyebab
bencana longsor yang terjadi di Kecamatan
Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,
yakni akibat adanya pelapukan sejumlah jenis
bebatuan.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian
ESDM Kasbani mengatakan pelapukan itu
menyebabkan lolosnya air, sehingga lapisan
pelapukan bebatuan breksi dan tufa itu menjadi
bidang yang tergelincir atau longsor.
Warga Direlokasi kan
warga yang terdampak longsor akan segera direlokasi permanen,
sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) Doni Monardo beberapa waktu lalu.
Herman berujar, warga yang terdampak diperkirakan 1.003 jiwa
atau 267 KK.
"Pemda akan melakukan relokasi permanen bagi
masyarakat terdampak dan terancam longsor, dan
kami sedang melakukan persiapan untuk lokasi yang
di tentukan"
Beberapa gambar;
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tanah
_longsor_Sumedang_2021
Sekian
Terima kasih