Oleh: Eva Setyawati, S.Si. Nurul Tri Rahayu, S.Pd. PHYSICS "Pengukuran " Fase E Tahun Pelajaran 2023/2024 PPG Prajabatan Fisika A
CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1 Peserta didik mampu mendeskripsikan makna besaran dan satuan melalui diskusi dengan baik.
Peta Konsep
Mari berdiskusi, perhatikan gambar di samping! Bagaimana seorang penjahit dapat memastikan bahwa ukuran baju yang dibuatnya cocok dan sesuai dengan tubuh pelanggannya?
Coba diskusikan bersama teman sebangkumu dan identifikasi tiga masalah atau tantangan utama yang dihadapi oleh seorang penjahit dalam membuat baju
Pengukuran yang Akurat Konversi Satuan: Misalnya, pola baju mungkin menggunakan satuan sentimeter untuk panjang dan lebar, sedangkan kain yang digunakan diukur dalam meter. Penjahit harus dapat mengkonversi antara satuan-satuan yang berbeda ini dengan benar untuk memastikan bahan kain yang digunakan sesuai dengan desain dan ukuran baju yang diinginkan Presisi dalam Pemotongan dan Penjahitan: Kesalahan kecil dalam pengukuran atau pemotongan bisa menghasilkan potongan yang tidak seimbang atau tidak pas. Tantangan yang dihadapi penjahit 1. 2. 3.
BESARAN DAN SATUAN? Besaran Sesuatu yang dapat diukur, memiliki "nilai" yang dinyatakan dalam "satuan" tertentu. Contoh : Massa, Suhu 45 kg 36°C Satuan selalu mendampingi nilai dari besaran. Satuan digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Dalam satuan, kita mengenal yang namanya Satuan Internasional (SI), yaitu satuan yang distandarisasi dan diakui penggunaanya secara Internasional. satuan
JENIS BESARAN Besaran Pokok Besaran Turunan Besaran Pokok layaknya batu bata, menjadi penyusun dasar dari sebuah rumah Seperti sebuah rumah, tersusun dari sebuah batu bata sebagai bahan dasarnya
Panjang Massa Waktu Kuat Arus Listrik Suhu Jumlah zat Intensitas Cahaya 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. meter (m) kilogram (kg) sekon (s) ampere (A) kelvin (K) mol candela (Cd) Besaran Pokok Satuan SI Dimensi [L] [M] [T] [I] [ϴ] [N] [J] Besaran pokok Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain.
Besaran Turunan Satuan Luas Volume Massa Jenis Kecepatan Percepatan Gaya Usaha Daya Tekanan Momentum BESARAN TURUNAN Dimensi m² m³ kg/m³ m/s m/s² Newton (kg m/s²) Joule (kg m²/s²) Watt (kg m²/s³) Pascal (N/m²) kg m/s [L]² [L]³ [M][L]⁻³ [L][T]⁻¹ [L][T]⁻² [M][L][T]⁻² [M][L]²[T]⁻² [M][L]²[T]⁻³ [M][L]⁻¹[T]⁻² [M][L][T]⁻¹ Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Satuan dari besaran turunan disusun dari satuan besaran-besaran pokoknya.
CONTOH DIMENSI Seorang atlet bermassa m berlari dengan kecepatan v. Tentukan dimensi Energi Kinetik atlet tersebut! Jawab: Rumus Satuan Dimensi
Untuk memperdalam dalam memahami dimensi silahkan scan barcode di samping atau klik link berikut ! VIDEO MATERI DIMENSI
SEE YOU PERTEMUAN 2
) ) ) ) ) ) ) ) ) P e r t e m u a n 2 ) ) ) ) ) ) ) ) ) Pertemua n 2
CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 2 Peserta didik mampu menentukan alat ukur berdasarkan besaran, satuan dan mengaitkannya dengan dimensi besaran fisika melalui diskusi dengan baik.
Kegiatan apakah yang terlihat pada gambar tersebut? Kegiatan apalagi yang membutuhkan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana satuan dan dimensi berperan dalam penggunaan alat-alat ukur dalam kehidupan sehari-hari 1. 2. 3. Perhatikan Gambar berikut!
Alifa Anindita Rahmadani Alysha Rizqi Ramadhani Arshad Pradipta Azzah Haunan Sabrina Ezar WIfa Umi Salamah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok Kelompok 1: Einstein (m) Charent Bilqies Andini Hapsari Hasan Aufar I’ zaz Naifah Keysha Alvina Azzahra Luthfi Farhana Salaras Atifah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok 2: Newton Mutia Kireina Raharjo Rahyanisa Pramsthi Raharjo Sabrina Anggani Raras Enda Tri Arwan Maulana Shofi Amalia Hannan Naufal 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok 3: Ohm Nabila Aulia Rhma Atiqa Amelia Rizqi Cindy Rindiyani Dafa Aryanta Putra Prasetya Athiya Silfie Bisma Naufa 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok 4: Ampere Dafa Hermawan Nur Majid Kirani Fatina Zahrastuti Nabila Salsabila Risa Ayu Rahmawati Adrian Ilham Alfi Mahsunah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok 5: Galileo Shafa Muthia Yumna Vienetta Rafey Asyla Eka Putri Riska Widyawati Sabila Luna Sugiarto Abiyan Baydar N Salsa HArniyanty 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kelompok 6: Volta
ORIENTASI Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tanpa sadar menggunakan atau melihat pengukuran dalam berbagai aktivitas. Apakah alat ukur yang selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa kita sangat membutuhkan alat tersebut? Ya, jika kalian menjawab alat ukur waktu itu adalah jawaban yang tepat. Bagaimana tidak? Hampir seluruh kegiatan yang akan kita lakukan selalu berpatokan dengan waktu. Oleh karena itu alat ukur waktu menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Nah, apa saja alat ukur waktu yang kalian ketahui? Selain alat ukur waktu, apa saja alat ukur yang tanpa kita sadari sering kita gunakan? Untuk menambah wawasan, coba baca artikel melalui barcode berikut.
Berdasarkan kajian teori dan orientasi masalah, identifikasikanlan besaran, satuan dan dimensi yang muncul dalam permasalahan tersebut! Tuliskan pendapatmu mengenai seberapa pentingnya besaran dan satuan dalam memecahkan masalah yang disajikan! Adakah besaran lain yang dapat membantu mengidentifikasi adanya infeksi atau gangguan kesehatan yang mungkin mempengaruhi nafsu makan dan asupan gizi anak. Bagaimana besaran tersebut dapat terukur dengan baik? Jika kita baca kembali permasalahan yang disajikan, sangat erat kaitannya dengan alat ukur yang akurat. Mengapa ada beberapa alat ukur yang berbeda untuk mengukur besaran yang sama? Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari besaran pokok, coba tentukan dimensi dari beberapa besaran turunan berikut menggunakan analisis dimensi dari besaran pokok sesuai yang kamu temukan dalam permasalahan! a.Massa jenis (ρ = m/v) b. Gaya (F=m.a) c.Momentum (P=m.v) ayo diskusi
MARI MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI HASIL LKPD YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA membantu dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin. mengevaluasi apakah anak mengalami gangguan pertumbuhan atau perkembangan secara dini, dan dapat dikatakan stunting. perbandingan data antara individu atau kelompok dengan standar yang telah ditetapkan ( grafik pertumbuhan WHO ) Besaran dan satuan yang muncul: Waktu (s), Panjang (m), Massa (kg) dengan dimensi masing-masing [T], [M], [L]. Pentingnya besaran dan satuan dalam pengukuran:
Suhu tubuh anak. Dalam fisika suhu tubuh merupakan salah satu besaran pokok dengan satuan K dan dimensi [θ]. Penggunaan alat ukur yang tepat menjadi hal utama agar besaran ini dapat terukur dengan baik. Alat untuk mengukur suhu tubuh adalah Termomter Klinis. MARI MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI HASIL LKPD YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA
memiliki rentang pengukuran yang bervariasi skala terkecil yang berbeda-beda sehingga keakuratannya juga berbeda sesuai dengan objek / benda yang diukur Alat ukur berbeda-beda meskipun untuk mengukur besaran yang sama: MARI MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI HASIL LKPD YANG TELAH DIKERJAKAN BERSAMA
Massa Jenis ANALIS DAN EVALUASI Gaya Momentum
SEE YOU PERTEMUAN 3
) ) ) ) ) ) ) ) ) P e r t e m u a n 3 ) ) ) ) ) ) ) ) ) Pertemua n 3
CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 3 Peserta didik mampu menggunakan alat ukur sesuai dengan objek yang diukur beserta nilai ketidakpastian pengukuran tunggal melalui game PENTAFIS dengan baik.
“Saat kalian melakukan pengukuran, pernahkah kalian mengalami situasi dimana hasil pengukuran kalian tidak sepenuhnya akurat?” “Pernahkah kalian menemukan situasi menarik di kehidupan seharihari yang mengharuskan kalian menggunakan pengukuran?” , Orientasi
) ) ) ) ) ) ) ) ) M a ri B ela j a r Alat Ukur F a s e E T a h u n P e l a j a r a n 2 0 2 3 / 2 0 2 4 ) ) ) ) ) ) ) ) ) O l e h: Nurul Tri Rahay u , S.P d.
) ) ) ) ) ) ) ) ) Alat Ukur Panjang ) ) ) ) ) ) ) ) ) M i s t a r R o l l M e t e r M e t e r a n J a n g k a S o r o n g M i k r o m e t e r S e k r u p
) ) ) ) ) ) ) ) ) Mis t a r ) B a g i a n m i s t a r ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) M I S T A R S k a l a p e n g u k u r a n t e r k e c i l m i s t a r y a i t u 1 m m a t a u 0 , 1 c m 1
) ) ) ) ) ) ) ) ) CARA MEMBACA MISTAR ) ) ) ) ) ) ) ) )
) ) ) ) ) ) ) ) ) R oll M e t e r 2 ) B a g i a n R o l l M e t e r ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) R O L L M E T E R R o l l m e t e r b i a s a n y a s e r i n g d i s e b u t s e b a g a i “ m e t e r a n ” a t a u “ m e t e r a n t u k a n g ” P a n j a n g r o l l m e t e r b i s a m e n c a p a i 1 5 h i n gg a 3 0 m e t e r d e n g a n a k u r a s i 1 m i l i m e t e r .
) ) ) ) ) ) ) ) ) M e t e r a n ) M E T E R A N / M E A S U R I N G T A P E 3 B a g i a n M e t e r a n ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) T a p e m e a s u r e a t a u m e a s u r i n g t a p e a d a l a h p i t a y a n g b e r i s i s a t u a n p a n j a n g y a n g b i a s a n y a d i g u n a k a n o l e h p e n j a h i t u n t u k m e n g u k u r b a g i a n t u b u h k o n s u m e n U k u r a n m e t e r a n i n i d a l a m c m d a n i n c h i
) ) ) ) ) ) ) ) ) Mikrometer Sekrup MIKROMETER SEKRUP 01 03 02 Merupakan alat ukur untuk mengukur ketebalan benda yang relatif tipis, misalnya kertas, seng, dan karbn. 0,01 mm atau 0,001 cm ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagian Mikrometer Sekrup Ketelitian Mikrometer Sekrup Pengertian 4
) ) ) ) ) ) ) ) ) Perhatikan letak garis skala utama di bagian atas sleeve yaitu menunjukkan angka 5 mm. Lihat garis dibawah skala yang menunjukkan angka 0,5 mm. Perhatikan garis pada skala nonius yang berimpit tegak lurus dengan skala utama yang menunjukkan angka 30 mm (kalikan ketelitian mikrometer sekrup yaitu 0,01. Sehingga 30 x 0,01 mm = 0,3 mm. Untuk mengetahui hasil akhir dari ukuran benda tersebut, maka jumlahkan skala Utama (atas + skala bawah) + nilai skala nonius = (5 + 0,5) + 0,30 = 5,80 mm. 1. 2. 3. 4. CARA MEMBACA MIKROMETER SEKRUP ) ) ) ) ) ) ) ) )
) ) ) ) ) ) ) ) ) Skala Utama = 5,5 mm Skala Nonius = 30 x 0,01 mm (ketelitian mikrometer sekrup) = 0,30 mm Hasil = Skala Utama + Skala Utama = 5,5 mm + 0,30 mm = 5,80 mm CARA MEMBACA MIKROMETER SEKRUP ) ) ) ) ) ) ) ) )
) ) ) ) ) ) ) ) ) VIDEO CARA MEMBACA MIKROMETER SEKRUP ) ) ) ) ) ) ) ) ) untuk mengetahui lebih dalam pembacaan dan kalibrasi alat ukur mikrometer sekrup, pindailah QR Code di samping.
) ) ) ) ) ) ) ) ) Mikrometer Sekrup JANGKA SORONG 01 03 02 Merupakan satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui panjang, diameter luar, dan diameter dalam sebuah bentuk benda tertentu 0,1 mm, 005 mm dan sekarang ada yang 0,02 mm ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagian Jangka Sorong Ketelitian Jangka Sorong Pengertian 5
) ) ) ) ) ) ) ) ) 1 2 CARA MEMBACA JANGKA SORONG Lihat Skala Utama yang berada di sebelah kiri garis nol dari skala nonius. Pada gambar skala utama menunjukkan 4,2 cm Mencari nilai skala nonius yang segaris lurus dengan skala utama. Pada gambar skala nonius yang segaris dengan skala utama ditunjukkan oleh angka 4 kemudian kalikan dengan ketelitiannya (4x 0,01 cm ) = 0,04 cm ) ) ) ) ) ) ) ) ) 03 Menjumlahkan nilai skala Utama dan skala nonius Hasil Pengukuran : 4,2 cm + 0,04 cm = 4,24 cm
) ) ) ) ) ) ) ) ) VIDEO CARA MEMBACA JANGKA SORONG ) ) ) ) ) ) ) ) ) untuk mengetahui lebih dalam pembacaan dan alat ukur jangka sorong, pindailah QR Code di samping.
) ) ) ) ) ) ) ) ) Skala Utama = 2,3 cm Skala Nonius = 2 x 0,01 cm (ketelitian) = 0,02 cm Hasil Pengukuran = Skala Utama + skala Nonius = 2,3 cm + 0,02 cm = 2,32 cm ) ) ) ) ) ) ) ) ) JANGKA SORONG DENGAN NST 0,1 MM
) ) ) ) ) ) ) ) ) Skala Utama = 0,5 cm Skala Nonius = 10 x0,005 cm (ketelitian) = 0,05 cm Hasil Pengukuran = Skala Utama + skala Nonius = 0,5 cm + 0,05 cm = 0,55 cm ) ) ) ) ) ) ) ) ) JANGKA SORONG DENGAN NST 0,05 MM
) ) ) ) ) ) ) ) ) S k a l a U t a m a = 1 2 , 1 c m S k a l a N o n i u s = 3 4 x 0 , 0 0 2 c m ( k e t eli t i a n ) = 0 , 0 6 8 c m H a s i l P e n g u k u r a n = S k ala U t a m a + s k ala N o n i u s = 1 2 , 1 c m + 0 , 0 6 8 c m = 1 2 , 1 6 8 c m ) ) ) ) ) ) ) ) ) J A N G K A S O R O N G D E N G A N N S T 0 , 0 2 M M
) ) ) ) ) ) ) ) ) Alat Ukur Massa ) ) ) ) ) ) ) ) )
) ) ) ) ) ) ) ) ) N e r a c a P e g a s N E R A C A P E G A S 0 1 0 3 0 2 1 N e r a c a p e g a s ( din a m o m e t e r ) a d ala h tim b a n g a n s e d e r h a n a y a n g m e n g g u n a k a n p e g a s s e b a g ai ala t u n t u k m e n e n t u k a n m a s s a b e n d a y a n g diu k u r n y a. Neraca ini mempunyai dua sk ala, y ait u s k ala N ( n e w t o n ) u n t u k m e n g u k u r b e r a t b e n d a d a n s k ala g ( g r a m ) u n t u k m e n g u k u r m a s s a b e n d a. Ba t a s k e t elitia n a t a u nilai s k ala t e r k e cil p a d a n e r a c a p e g a s y a n g bia s a dig u n a k a n 0,1 N ) ) ) ) ) ) ) ) ) B a g i a n N e r a c a P e g a s K e t eli t i a n P e n g e r tia n
) ) ) ) ) ) ) ) ) Neraca Gantung NERACA LENGAN GANTUNG 01 03 02 2 Neraca lengan gantung banyak digunakan di pasar pasar untuk menimbang barang. Ketelitian neraca lengan gantung adalah 1 ons. ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagian Neraca Lengan Gantung Ketelitian Pengertian Piringan Lengan piring timbangan Batang Skala
) ) ) ) ) ) ) ) ) Neraca Sama Lengan NERACA SAMA LENGAN 01 03 02 3 Neraca sama lengan biasa disebut juga dengan neraca ohauss dua lengan Fungsi neraca sama lengan biasanya digunakan sebagai alat ukur massa emas. Neraca sama lengan memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,1 gram ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagian Neraca Sama Lengan Ketelitian Pengertian
) ) ) ) ) ) ) ) ) Neraca Ohaus NERACA OHAUSS 01 03 02 4 Neraca ini digunakan untuk mengukur benda yang massa nya jauh lebih besar dan tidak bisa lagi di timbang menggunakan neraca pegas. Neraca ini memiliki tiga skala. Dimana skala pertama menggunakan ratusan gram, skala kedua menggunakan puluhan gram dan skala ketiga menggunakan satuan gram. Ketelitian neraca ohaus yaitu 0,1 gram ) ) ) ) ) ) ) ) ) Bagian Neraca Ohauss Ketelitian Pengertian
) ) ) ) ) ) ) ) ) N e r a c a O h a u s C A R A M E M B A C A S K A L A N E R A C A O H A U S S ) 4 ) ) ) ) ) ) ) ) S k ala L e n g a n D e p a n = 2,4 g r a m S k ala L e n g a n T e n g a h = 5 0 0 g r a m S k ala L e n g a n B ela k a n g = 4 0 g r a m+ 5 4 2, 4 g r a m
) ) ) ) ) ) ) ) ) N e r a c a Digit al NERACA DIGITAL 0 1 0 3 0 2 5 N e r a c a digit al j u g a dis e b u t s e b a g ai neraca elektronik, yang merupakan alat ukur otomatis sehingga diperoleh nilai massa benda lebih akurat. Ketelitian neraca digital mencapai 0,001 gram. ) ) ) ) ) ) ) ) ) B a gia n N e r a c a Digit al Ketelitian P e n g e r tia n