LKPD
Tujuan Pembelajaran :
Bahasa Indonesia
1. Setelah peserta didik dan guru mengamati video unsur intrinsik cerita pendek melalui
presentasi www.canva.com (Colaboration -TPACK-C), peseta didik (A) dapat menemukan (B-
C4) unsur intrinsik cerita yang terdapat pada teks cerita pendek dengan tepat dan
bertanggungjawab (D-PPK)
2. Setelah peserta didik dan guru berdiskusi (Colaboration-C), peserta didik (A) dapat
membuat (B-C6) peta konsep unsur intrinsik dengan menarik dan percaya diri (D-PPK)
PPKn
1. Setelah peserta didik dan guru berdiskusi (Colaboration-C), peserta didik (A) dapat
menilai (B-C5) karakter tokoh pada teks cerita pendek yang sesuai dengan nilai Pancasila
dengan tepat dan disiplin (D-PPK)
2. Setelah peserta didik dan guru berdiskusi (Colaboration-C), peserta didik (A) dapat
membuat (C5) lima contoh sikap yang sesuai dengan Pancasila sila pertama di lingkungan
sekolah dan masyarakat dengan tepat dan percaya diri (D-PPK)
Petunjuk Belajar:
1. Amati video yang ditayangkan
2. Diskusikan Bersama teman kelompok untuk memperoleh informasi
3. Tanyakan guru bila ada yang sulit dipahami
Setelah melihat tayangan video, yuk temukan unsur intrinsik cerita pendek berikut ini !
Cerita 1
Di sebuah lapangan yang luas, terlihat seorang pemburu tengah mengintai sekawanan kuda
liar.
Pemburu itu telah membuat lingkaran berpagar, kemudian akan menggiring kuda menuju
tersebut dan menutupkan pintunya. Dengan car aini mereka mampu menangkap banyak kuda
Namun, kawanan kuda ini memiliki pemimpin yang cerdas. Setiap bergerak, pemimpin kuda
ini berlari kedepan untuk mengecek apakah semuanya aman. Kemudian, ia Kembali
memanggil teman-temannya.
“Eih, eih, eih !. Majulah, namun kalian perlu sedikit berhati-hati Ketika melewati tempat ini”
Kawanan itu akhirnya bisa berjalan dengan selamat melewati tempat yang sudah ia intai
sebelumnya.
Di suatu tempat lain, mereka Kembali berhenti. Sedangkan si pemimpin sendiri maju ke
depan lagi untuk mengecek tempat lain.
Dengan sangat hati-hati, pemimpin kuda ini mengintai jalan setapak yang akan mereka lewati
untuk mengecek apakah ada orang atau bahaya lain. Ternyata, ia menemukan sesuatu.
Ia pun memperingatkan kawan-kawannya dengan cara menderapkan kakinya dengan cepat.
“Lari, lari! Cepat lari!”. Ternyata pemimpin kuda itu melihat seseorang yang tengah
mengintai mereka di balik semak-semak. Tentu saja hal itu membuat si pemburu berteriak
dengan kesal,
“payah, mereka lepas lagi!. Aku harus menangkap kuda itu terlebih dahulu, baru setelah itu
aku bisa menangkap yang lain dengan mudah”
CERITA 2
Semut dan Merpati
Seekor semut kecil pergi ke sebuah selokan untuk minum dan istirahat setelah melewati
banyak aktivitas melelahkan. Semut itu turun ke selokan dan meminum airnya. Namun,
mengingat badannya yang sangat kecil dan ringan, hal itu tidak memungkinkan dirinya untuk
keluar dari selokan karena ia tidak bisa berenang dan karenanya hampir tenggelam.
Kebetulan seekor merpati putih yang cantik sedang berada di atas batu di salah satu bagian
selokan itu. Ia melihat apa yang menimpa semut. Hatinya jatuh hati kepada semut itu dengan
tulus. Ia terbang ke darat dan kembali lagi, sementara pada paruhnya ada sebatang rumput.
Ia mengulurkan rumput itu diantara air dan darat. Maka, semut itu menyebranginya dan
keluar dan air dengan selamat.
Hari-hari berlalu hingga suatu hari, merpati itu hinggap ke sebuah ranting pohon yang
terlindung dengan dedaunan. Kebetulan seorang pemburu lewat di kejauhan dan melihatnya.
Ia mulai membidikkan senapannya ke arah merpati tersebut untuk memburunya. Merpati itu
tidak melihat si pemburu. Akan tetapi, semut yang diselamatkan oleh sang merpati telah
melihat pemburu dan mngetahui maksudnya. Maka, semut itu naik ke tubuh pemburu dan
tatkala pemburu bermaksud melepaskan tembakan, semut itu menggigitnya dengan sangat
keras higga membuatnya kaget. Maka, pemburu itu bergerak tiba-tiba hingga tembakannya
meleset. Merpati itu pun selamat.
CERITA 3
Burung Mentawai dan Siput
Dari sekian banyak binatang, ada seekor burung yang sangat cantik rupanya. Burung
Mentawai namanya. Terbangnya cepat sekali. Namun Mentawai mempunyai sifat sombong.
Pada suatu hari, burung Mentawai sedang membersihkan dirinya di sebuah sungai. Tiba-
tiba, lewatlah beberapa ekor siput yang berjalan dengan sangat pelan. Melihat tingkah laku
siput, burung Mentawai tertawa geli seklai, kemudian berkata mengejek, “Hai Siput!
Bagaimana kalau kita berlomba adu lari?”
Mendengar ejekan itu, siput tidak dapat menjawab karena dia tahu bahwa dirinya sedang
diolok-olok. Siput lalu menceritakan penghinaan Mentawai kepada rajanya. Raja siput
kemudian menemui kancil untuk memberitahukan penghinaan Mentawai itu. Kancil
kemudian membisikkan sesuatu kepada raja siput. Raja siput menangguk-angguk gembira.
Tidak lama kemudian, tersebar berita bahwa siput akan berlomba lari dengan Mentawai.
Binatangbinatang di hutan akan menjadi saksinya. Dengan sombong, Mentawai bersumbah
akan pergi dari hutan itu apabila kalah dalam perlombaan lari dengan siput.
Mentawai tidak tahu bahwa kaum siput telah berbaris di sepanjang sungai. Raja siput berada
pada barisan paling ujung. Ketika lomba akan dimulai, muncullah seekor siput dan pada saat
aba-aba dibunyikan, dengan cepat siput menyelam. Burung Mentawai lalu terbang dengan
cepatnya. Akan tetapi ketika ia samapi dibatas lomba, tampak raja siput sedang duduk sambil
makan daun-daunan. Mentawai sangat malu dan terpukul dengan kejadian itu, lalu pergi dan
hingga kini hidup di goa-hoa.