BAHAN AJARLampiran1
KELAS V
TEMA 2. UDARA BERSIH BAGI KESEHATAN
SUBTEMA 1.
CARA TUBUH MENGOLAH
UDARA BERSIH
PEMBELAJARAN 1
Kelas/ Semester : V/ 1
Tema : 2. Udara Bersih Bagi Kesehatan
Subtema : 1. Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih
Pembelajaran :1
Alokasi Waktu : 2 JP ( 2x35 menit)
Muatan KD Indikator Pencapaian Kompetensi
Bahasa 3.2 Mengklasifikasi informasi 3.2.1 Menemukan informasi dari teks
Inon
esia yang didapat dari buku ke berdasarkan pertanyaan apa,
dalam aspek: apa, di dimana, kapan, siapa,
mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
mengapa, dan bagaimana. (C4:Menganalisis)
3.2.2 Menyimpulkan jenis kata
tanya dan kegunaannya.
(C4:Menganalisis)
4.2 Menyajikan hasil klasifikasi 4.2.1 Menyajikan informasi dari
informasi yang didapat teks dalam bentuk peta
dari buku yang pikiran. (P3:Presisi)
dikelompokkan dalam
aspek: apa, dimana,
kapan, siapa, mengapa,
dan bagaimana
menggunakan kosakata
baku.
IPA 3.2 Menjelaskan organ 3.1.1 Membandingkan organ
pernapasan dan fungsinya pernapasan pada hewan.
pada hewan dan manusia, (C5:Mengevaluasi)
serta cara memelihara 3.1.2 Menganalisis cara kerja organ
kesehatan organ pernapasan hewan.
pernapasan manusia. (C4:Menganalisis)
4.2 Membuat model sederhana 4.2.1 Menyajikan bagan cara kerja
organ pernapasan organ pernapasan hewan.
manusia. (P3:Presisi)
A. TUJUAN
1. Pesera didik menemukan informasi dari teks berdasarkan pertanyaan apa,
dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana
2. Peserta didik mampu menyimpulkan kegunaan kata tanya apa, dimana,
kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
3. Peserta didik mampu menyajikan informasi dari teks dalam bentuk peta
pikiran.
4. Peserta didik mampu menganalisis organ pernapasan pada hewan.
5. Peserta didik dapat membagankan cara kerja organ pernapasan hewan.
6. Peserta didik mampu menyajikan bagan cara kerja organ pernapasan
hewan.
PETUNJUK
1. Bacalah dan pahamilah materi tentang informasi
berdasarkan teks dan sistem pernapasan hewan.
2. Kerjakan latihan-latihan soal dengan baik!
3. Jika ada kesulitan dapat bertanya dengan guru atau
teman atau orang tua.
MENENTUKAN INFORMASI DARI TEKS
MENGGUNAKAN KATA TANYA
Membaca dapat memberi kita banyak manfaat. Salah satunya adalah memperluas
wawasan dan menambah pengetahuan. Dengan membaca, banyak informasi yang bisa kita
dapatkan. Informasi adalah penjelasan dan pemberitahuan mengenai suatu hal. Kita
dapat menguraikan informasi yang akan kita cari menggunakan kata tanya. Yuk, kita
simak kata tanya beserta informasi yang bisa kita dapatkan berikut.
1. Apa atau Apakah : digunakan untuk menanyakan benda, keadaan, atau perbuatan.
Informasi yang didapat berupa benda, pengertian, penjelasan, atau penegasan.
2. Dimana : digunakan untuk menanyakan tempat peristiwa yang akan, sedang, atau
telah terjadi. Informasi yang didapat berupa keterangan suatu tempat atau letak
tempat.
3. Kapan : diguanakan untuk menanyakan waktu peristiwa yang akan, sedang , atau
telah terjadi. Informasi yang didapat berupa keterangan waktu, seprti hari,
tanggal, atau jam.
4. Mengapa : digunakan untuk menanyakan sebab atau alasan terjadinya suatu
peristiwa. Informasi yang didapat berupa keterangan alasan terjadinya sesuatu
hal dan biasanya menggunakan kata karena atau sebab.
5. Bagaimana : digunakan untuk menanyakan keadaan atau proses terjadinya suatu
hal. Informasi yang didapat berupa penjelasan tentang keadaan atau proses
terjadinya sesuatu.
6. Siapa : digunakan untuk menanyakan orang atau pihak yang terlibat.
Jawaban dari pertanyaan yang menggunakan kata tanya “siapa” adalah orang atau
pelaku serta pihak yang terlibat sesuatu hal yang ditanyakan.
Informasi yang kita tentukan dengan kata tanya tersebut bisa kit atuliskan dalam
bentuk peta pikiran (mindmap). Peta pikiran digunakan untuk mengembangkan gagasan
atau informasi. Peta pikiran dapat dibuat berdasarkan teks yang dibaca atau informasi
yang diperoleh.
MENULISKAN INFORMASI DARI TEKS
DALAM BENTUK PETA PIKIRAN
Kita sudah menyimak kegunaan kata tanya untuk menentukan informasi
dari teks. Sekarang, kita akan membaca eks dan menuliskan informasi dari
teks tersebut. Ayo kita simak teks berikut dengan saksama.
DAYU DAN IKAN HIAS
Di rumah, Dayu memelihara bayak ikan hias. Ikan hias yang
dipelihara Dayu berjenis ikan mas koki. Ikan-ikan terebut dipelihara di
dalam akuarium. Dayu selalu memberi makan ikan-ikannya setiap hari.
Dayu juga rajin membersihkan akuarium. Saat membersihkan akuarium,
Dayu mengganti air yang sudah lama dengan air bersih. Dayu rutin
melakukannya seminggu sekali.
Ikan di dalam akuarium berenang ke sana kemari. Dayu sangat
senang melihat tingakah ikan-ikan peliharaannya. Dayu mengamati gerak
mulut ikan yang membuka dan menutup. Ikan-ikan tersebut seolah-olah
menelan air. Dayu berpikir, apa yang sebenarnya dilakukan ikan-ikan itu?
Kita sudah membaca teks berjudul Dayu dan Ikan Hias. Teks tersebut
menceritakan kegiatan Dayu memelihara ikan hias. Sekarang, kita akan
menuliskan informasi dari teks dalam bentuk peta pikiran. Kita bisa
melakukannya dengan menjawab pertanyaan sesuai isi teks. Ayo, kita
perhatikan peta pikiran tersebut.
SISTEM PERNAPASAN PADA HEWAN
Hewan memiliki sistem pernapasan yang berbeda-beda. Sistem pernapasan hewan
disesuaikan dengan tempat hidupnya. Oleh karena itu, organ pernapasan hewan pun
berbeda-beda. Kita dapat mempelajari sistem pernapasan hewan sesuai kelasnya.
Supaya lebih jelas, mari kita simak sistem pernapasan pada beberapa contoh hewan
sesuai kelasnya berikut.
CACING TANAH (Oligochaeta)
Salah satu hewan yang masuk dalam kelas
Oligochaeta adalah cacing tanah. Cacing tanah
merupakan salah satu contoh hewan lunak. Cacing
tanah tidak mempunyai organ pernapasan khusus.
Cacing tanah bernapas menggunakan permukaan
kulit. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui
permukaan kulit. Agar pernapasan cacing tanah
tetap berlangsung, kulitnya harus selalu dalam
keadaan basah dan berlendir. Kulit cacing yang
basah dapat mempermudah masuknya oksigen dan
keluarnya karbon dioksida.
Cacing tanah memiliki pembuluh darah yang berada
di bawah permukaan kulit. Darah cacing
mengandung hemoglobin sehingga mampu mengikat
oksigen yang masuk melalui kulit. Oksigen yang
diikat hemoglobin kemudian diedarkan ke sleuruh
tubuh melalui pembuluh darah. Setelah diedarkan,
zat sisa pernapasan berupa karbon dioksida dan
uap air kembali dikeluarkan dari tubuh melalui
permukaan kulit.
SERANGGA (Insecta)
IKAN (Pisces) Hewan dalam kelas Insecta biasa kita sebut
dengan serangga. Salah satu contoh
serangga adalah belalang. Alat pernapasan
pada serangga disebut trakea. Trakea
merupakan pembuluh-pembuluh halus
bercabang yang memenuhi seluruh bagian
tubuh serangga. Percabangan dari trakea
disebut trakeola. Sepanjang permukaan
tubuh serangga terdapat pori-pori kecil yang
disebut spirakel. Spirakel berfungsi sebagai
tempat keluar masuknya udara ke tubuh
serangga.
Oksigen memasuki trakea melalui spirakel.
Selanjutnya, oksigen diedarkan ke seluruh
tubuh melalui trakea. Oksigen langsung
diambil oleh sel-sel tubuh. Kemudian karbon
dioksida dari sel akan mengalir ke trakeola
dan dikeluarkan melalui lubang spirakel.
Pisces atau ikan bernapas menggunakan insang.
Insang terletak di belakang rongga mulut pada
kedua sisi kanan dan kiri kepala ikan. Insang
biasanya dilindungi oleh tutup insang
(operkulum). Terdapat empat pasang insang
yang saling tumpang tindih. Insang berbentuk
lembaran tipis dan berwarna merah muda.
Warna merah muda pada insang disebabkan
adanya pembuluh darah alus. Pembuluh darah
berfungsi untuk menyerap oksigen dan
melepaskan karbon dioksida.
Insang dan mulut ikan saling bekerja sama saat bernapas. Ikan mengambil
oksigen dengan cara memasukkan air ke dalam rongga mulut. Pada saat itu,
mulut terbuka, rongga mulut mengembang, dan insang menutup. Setelah air
masuk, rongga mulut akan menyempit dan mulut menutup. Dalam waktu yang
sama, tutup insang terbuka sehingga air yang awalnya masuk dari mulut dapat
keluar melalui insang. Ketika melewati insang, oksigen yang terkandung di
dalam air diserap oleh pembuluh darah. Pada saat yang bersamaan, pembuluh
darah juga melepaskan karbon dioksida. Jadi, karbon dioksida keluar dari
tubuh ikan bersama aliran air.
KATAK (Amfibi)
))0))(Pisces)
Amfibi adalah hewan yang hidup di
darat dan air. Salah satu contoh
hewan amfibi adalah katak. Katak
mengalami perubahan bentuk tubuh
dalam perkembangannya. Perubahan
bentuk tubuh tersebut juga
mempengaruhi organ pernapasannya.
Pada saat masih berupa berudu
(kecebong), katak hidup di air dan
bernapas dengan insang. Insang
berudu terletak di luar tubuh dan
terdiri atas lembaran-lembaran kulit
halus yang mengandung kapiler darah.
Saat berudu berumur 9 hari, berudu bernapas dengan insang dalam. Insang
dalam akan mengalami penyusutan seiring dengan mulai berfungsinya paru-
paru. Berudu kemudian tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa bernapas
menggunakan paru-paru dan kulit. Dalam paru-paru katak terdapat banyak
gelembung udara. Gelembung udara tersebut sangat tipis, berselaput, dan
penuh pembuluh darah. Di dalam gelembung udara itulah oksigen diserap dan
karbon dioksida dikeluarkan. Katak juga dapat bernapas melalui kulit. Kulit
katak selalu basah untuk memudahkan menyerap oksigen.
Reptil adalah hewan yang berkulit BUAYA (Reptil)
keras dan bersisik. Hewan yang ))0))(Pisces)
termasuk jenis reptil, antara lain ular,
kadal, dan buaya. Reptil bernapas
menggunakan paru-paru. Paru-paru
terletak di dalam rongga dada dan
dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru
reptil tersusun atas beberapa lipatan
dinding yang dapat memperbesar
permukaan paru-paru. Paru-paru kadal
dan buaya lebih kompleks daripada
reptil yang lain karena tersusun atas
beberapa belahan dan bertekstur
spons.
Oksigen masuk ke dalam tubuh reptil melalui lubang hidung menuju
tenggorokan. Setelah melewati tenggorokan, oksigen masuk ke paru-paru.
Di dalam paru-paru terjadi pertukaran udara, oksigen diserap, sedangkan
karbon dioksida dikeluarkan. Pada buaya yang sering berkubang di air,
lubang hidungnya dapat menutup ketika menyelam agar air tidak masuk ke
dalam paru-paru. Selain itu, air juga dapat dicegah masuk dengan cara
menutup tenggorokannya menggunakan lidah.
Salah satu contoh hewan yang masuk BURUNG (Aves)
dalam kelas Aves adalah burung. Burung ))0))(Pisces)
bernapas dengan paru-paru. Paru-paru
burung terletak di dalam rongga dada.
Burung juga mempunyai kantong udara
(pundi-pundi udara) yang berfungsi
untuk menyimpan udara. Pada saat tidak
terbang, pernapasan burung dimulai
dari hidung. Udara yang mengandung
oksigen masuk melalui lubang hidung
kemudian ke tenggorokan. Lalu, udara
dari tenggorokan tersebut sebagian
masuk ke kantong udara dan sebagian
lagi masuk ke paru-paru. Pada saat
tidak terbang, burung menghirup udara
sebanyak-banyaknya.
Saat terbang, burung tidak menghirup udara dari hidung. Udara yang
digunakan burung saat terbang berasal dari kantong udara. Udara dari
kantong itulah yang diembuskan menuju paru-paru. Kantong udara akan
mengempis saat mengembuskan udara menuju paru-paru. Selain membantu
pernapasan, kantong udara menjaga burung kehilangan panas tubuh. Kantong
udara juga membuat burung dapat bersuara lebih keras.
KUDA DAN LUMBA-LUMBA (Mamalia)
Mamalia merupakan hewan yang menyusui anaknya. Berdasarkan tempat
hidupnya, mamalia dibagi menjadi dua jenis, yaitu mamalia darat dan air.
Contoh mamalia darat adalah kelinci, kambing, dan kuda. Contoh mamalia air
adalah paus, duyung, dan lumba-lumba. Mamalia bernapas menggunakan paru-
paru. Oksigen masuk melalui lubang hidung, lalu tenggorokan, kemudian
menuju paru-paru. Di dalam lubang paru-paru terjadi pertukaran udara,
oksigen diserap, sedangkan karbon dioksida dikeluarkan.
Mamalia air juga bernapas dengan paru-paru. Namun, hidung pada mamalia air
dilengkapi dengan katup. Pada saat mamalia air menyelam, katup akan menutup
sehingga air tidak dapat masuk ke dalam organ pernapasannya. Begitu
sebaliknya, saat mamalia muncul ke permukaan air, katup akan membuka. Pada
saat katup membuka, mamalia akan menghirup oksigen serta mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air.
Setelah membaca informasi
tentang cara kerja organ
pernapasan hewan, Ayo
berlatih membuat bagan cara
kerja pernapasan hewan!
CONTOH BAGAN CARA KERJA
KELAS OLIGOCHAETA
(CACING)
Pentingnya Oksigen Bagi Makhluk
Hidup
Makhluk hidup memiliki beberapa ciri, seperti bernapas, makan, bergerak, dan
berkembang biak. Berdasarkan ciri tersebut, manusia, tumbuhan, dan hewan termasuk
makhluk hidup. Meskipun sama-sama makhluk hidup, manusia, tumbuhan, dan hewan
memiliki perbedaan. Misalnya, perbedaan jenis makanan, cara berjalan, ingga cara
berkembang biak.
Selain memiliki perbedaan, makhluk hidup juga memiliki persamaan. Salah satu
persamaannya adalah memerlukan oksigen untuk bernapas. Makhluk hidup mengambil
oksigen dengan cara yang berbeda-beda. Oksigen sangat penting untuk kelangsungan
hidu setiap makhluk hidup. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga ketersediaan
oksigen. Ketersediaan oksigen dapat kita jaga dengan cara menanam dan merawat
tumbuhan. Daun pada tumbuhan dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.
BAHAN AJAR
PENGAYAAN
KELAS V
TEMA 2. UDARA BERSIH BAGI KESEHATAN
SUBTEMA 1. CARA TUBUH MENGOLAH
UDARA BERSIH
PEMBELAJARAN 1
Menuliskan Pertanyaan dan Jawaban
Sesuai Isi Teks
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Mamusia bernapas dengan memasukkan udara ke dalam tubuh. Udara
tersebut mengandung oksigen. Oksigen dibutuhkan untuk mendapat energi. Energi
itulah yang mampu menggerakkan semua proses kehidupan yang penting di dalam
tubuh.
Organ pernapasan manusia terdiri dari hidung, faring, laring, trakea,
bronkus, bronkiolus, dan paru-paru (alveolus). Lubang hidung digunakan sebagai
jalan masuknya udara ke dalam rongga hidung. Di dalam rongga hidung terdapat
rambut-rambut pendek dan tebal. Rambut-rambut ini berfungsi untuk menyaring
dan menangkap kotoran yang masuk bersama udara. Udara tersebut juga
dilembabkan oleh selaput hidung.
Faring merupakan persimpangan antara saluran pernapasan pada bagian
depan dan saluran pencernaan pada bagian belakang. Sementara itu, laring terdiri
dari sembilan susunan tulang rawan yang berbentuk kotak. Laring terdapat di
bagian belakang faring. Trakea disebut juga batang tenggorokan. Pada trakea
terdapat jaringan yang disebut silia. Silia bergerak dan mendorong keluar debu-
debu dan bakteri yang masuk.
Percabangan dari trakea yaitu bronkus. Bronkus terdiri atas bronkus kiri
dan bronkus kanan. Sementara itu, percabangan dari bronkus disebut bronkiolus.
Selain organ-organ pernapasan tesebut, masih ada lagi disebut alveolus. Alveolus
terdapat di dalam paru-paru dan merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen
dan karbon dioksida. Alveolus dikelilingi kapiler-kapiler darah. Alveolus berbentuk
seperti buah anggur.
Menuliskan Pertanyaan dan Jawaban
Sesuai Isi Teks
Mari gunakan kata tanya apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana
untuk menuliskan pertanyaan berdasarkan teks. Kita tuliskan pertanyaan
sebanyak-banyaknya. Kita juga bisa menuliskan jawaban dari pertanyaan
tersebut. Kita tuliskan pertanyaan dan jawaban dalam bentuk tabel seperti
berikut.
KATA PERTANYAAN JAWABAN
TANYA
APA 1. Apa saja organ 1.
pernapasan pada
manusia?
2. Apa fungsi lubang 2.
hidung pada manusia?
3. Apa fungsi rambut- 3.
rambut pada rongga
hidung?
4. Apa yang dimaksud 4.
dengan faring?
5. Jaringan apa yang 5.
terdapat pada trakea?
DIMANA 1. Dimana letak laring? 1.
2. Dimana letak alveolus? 2.
KAPAN 1. Kapan manusia 1.
membutuhkan oksigen?
MENGAPA 1. Mengapa oksigen 1.
dibutuhkan oleh tubuh?
BAGAIMANA 1. Bagaimana manusia 1.
bernapas?
2. Bagaimana susunan 2.
laring?
3. Bagaimana cara kerja 3.
silia ada trakea?
4. Bagaimana bentuk 4.
alveolus?
BAHAN AJAR PENGAYAAN
KEGIATAN BERSAMA ORANGTUA
Perhatikan jenis binatang yang berada
di sekitar rumahmu.
Buatlah bagan pernapasan hewan tersebut.
Buatlah pertanyaan menggunakan
kata tanya apa, kapan, dimana, mengapa,
bagaimana masing-masing satu.
...........................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
1. Kusumawati, Heny, dkk. 2017. Udara Bersih Bagi Kesehatan: Buku Guru-Edisi Revisi.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kusumawati, Heny, dkk. 2017. Udara Bersih Bagi Kesehatan: Buku Siswa-Edisi
Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.