P A RE N T S SMP-SMA DHUHAA ISLAMIC SCHOOL Handbook
01 V I S I SMP DhIs Religius Berkarakter Berprestasi Terampil Peduli Lingkungan Hidup Profil Pelajar "Membentuk Generasi yang Religius, Berkarakter, Terampil, Berprestasi dan Peduli Lingkungan Hidup"
Religius : Mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia (Spiritual building Education) Berkarakter : Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil Pelajar Pancasila (Character Building Education) Terampil : Mewujudkan peserta didik yang memiliki keterampilan abad 21 : Bersikap kritis, kreatif, Inovatif, Kolaboratif, Komunikatif, literat dan numerat serta memiliki kecakapan personal (Personal Skill) V I S I SMP DhIs Berprstasi : Mewujudkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik (Achievements Education) Peduli Lingkungan Hidup : Mewujudkan warga sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup
02 V I S I SMA DhIs Religius Berkarakter Berprestasi Terampil Berwawasan Global Profil Pelajar "Membentuk Generasi yang Religius, Berkarakter, Terampil, Berprestasi dan Berwawasan Global"
Religius : Mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia (Spiritual building Education) Berkarakter : Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil Pelajar Pancasila (Character Building Education) Terampil : Mewujudkan peserta didik yang memiliki keterampilan abad 21 : Bersikap kritis, kreatif, Inovatif, Kolaboratif, Komunikatif, literat dan numerat serta memiliki kecakapan personal (Personal Skill) V I S I SMA DhIs Berprstasi : Mewujudkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik (Achievements Education) Berwawasan Global : Mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik
MISI SMP DHUHAA ISLAMIC SCHOOL Mewujudkan peserta diidk yang unggul dalam keimanan dan ketaqwaan serta berakhlak mulia dengan menggembangkan sikap dan perilaku religius baik didalam sekolah maupun luar sekolah. 1. 03 2. Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil pelajar pancasila yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari menjadi pembelajaran sepanjang hayat. 3. Mewujudkan peserta didik yang memiliki wawasan pengetahuan yang komperehensif, kontekstual, dan relevan dengan penguasaan teknologi informasi yang mumpuni dalam menghadapi perubahan zaman berdasarkan nilai-nilai luhur pancasila. 4. Mewujudkan pendidikan dengan mengembangkan keterampilan Abad-21 : berpikir kritis, keterampilan, kreatifitas, inovasi, keterampilan komunikasi, dan keterampilan kolaborasi. 5. Mewujudkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik mampu bersaing secara global. 6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
MISI SMA DHUHAA ISLAMIC SCHOOL Mewujudkan peserta diidk yang unggul dalam keimanan dan ketaqwaan serta berakhlak mulia dengan menggembangkan sikap dan perilaku religius baik didalam sekolah maupun luar sekolah. 1. 03 2. Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter profil pelajar pancasila yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari menjadi pembelajaran sepanjang hayat. 3. Mewujudkan peserta didik yang memiliki wawasan pengetahuan yang komperehensif, kontekstual, dan relevan dengan penguasaan teknologi informasi yang mumpuni dalam menghadapi perubahan zaman berdasarkan nilai-nilai luhur pancasila. 4. Mewujudkan pendidikan dengan mengembangkan keterampilan Abad-21 : berpikir kritis, keterampilan, kreatifitas, inovasi, keterampilan komunikasi, dan keterampilan kolaborasi. 5. Mewujudkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik mampu bersaing secara global. 6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Program Sekolah Digitalisasi Pembelajaran Meningkatkan Budaya Literasi Pembelajaran Berbasis 3 Dimensi/ Trilogi Pembelajaran Gerakan Sekolah Bebas Perundungan (Bullying) Hari Wajib Berbahasa (Mandatory Language Day) Meningkatkan Prestasi Akademik Program Sekolah Hijau (Green School) Sister School 04
DIGITALISASI PEMBELAJARAN Pembelajaran yang berbasis digital yang berpusat kepada peserta didik ( student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making ) Perpustakaan Digital ( Digital Library) Kartu pelajar digital 1. Sebagai identitas; 2. Transaksi non tunai untuk Student Payment Platform ( SPP) dan transaksi lainnya; dan 3. Portal Informasi sekolah (PIS).
GERAKAN LITERASI SEKOLAH Gerakan Literasi Sekolah atau GLS adalah sebuah gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Pada gerakan ini, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil peran pada peningkatan minat baca siswa, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berperan pada penerbitan buku pendukung bagi siswa yang berbasis kearifan lokal, dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan berperan melalui program Satu Guru Satu Buku. Gerakan literasi sekolah merupakan salah satu bentuk kesadaran pemerintah akan pentingnya membangun budaya literasi dalam dunia pendidikan supaya tercipta budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah sebagai upaya terwujudnya long life education. Program ini dicanangkan dalam rangka menginisiasi Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti.
POJOK BACA KELAS Literasi merupakan kemampuan dasar seseorang yang harus dikuasai dalam mengolah dan mencari informasi. Lingkungan literasi merupakan hal yang dibutuhkan peserta didik untuk menunjang lingkungan yang mendukung program atau pembiasaan literasi di sekolah. Penerapan pojok baca sendiri dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Pojok baca dapat menjadi awal terbentuknya lingkungan literasi di lingkungan sekolah khususnya di setiap kelas. Dalam menceritakan kembali siswa diarahkan untuk terampil dalam berbicara sekaligus melakukan apresiasi sastra. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pengaplikasikan pojok baca dan pembimbingan menganalisis cerita serta menuliskan kembali apa hal yang telah dibacanya. Hasil dari kegiatan ini dapat menanamkan kepada siswa untuk menciptakan dan meningkatkan budaya membaca dan kebiasaan berbagai hal yang berhubungan dengan gemar membaca. Membiasakan budaya membaca, menganalisis suatu bacaan di dalam da di luar KBM : a. Didalam KBM : 15 Menit sebelum KBM di mulai. b. Diluar KBM : Kunjungan perpustakaan terjadwal.
Pembelajaran Trilogi Berbasis Qur’anic Science Berbasis Karakter Berbasis Adiwiyata ( Lingkungan hidup )
Berbasis Quranic Science Strategi: Mengintegrasikan pemahaman science (ayat Kauniyah) dengan pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah ( Ayat Qouliyah) dalam, tujuan pembelajaran, atau materi/topik pembelajaran. Target : Diharapkan siswa mampu menggabungkan pemahaman science (ayat Kauniyah) dengan pemahaman Alqur’an dan Sunnah ( Ayat Qouliyah).
Pendidikan Berbasis Karakter Target : Diharapkan siswa memiliki 6 dimensi karakter profil pelajar Pancasila.
BERBASIS ADIWIYATA (LINGKUNGAN HIDUP) Konsep “peduli lingkungan” tidak hanya berlaku ntuk para siswa, melainkan untuk seluruh orang yang ada di lingkungan sekolah, guru bahkan harus berada di garda terdepan untuk a. memberikan teladan kecintaan terhadap lingkungan hidup; b. Menghias kawasan sekolah dengan berbagai tanaman; dan c. Menumbuhkan nilai-nilai peduli lingkungan di seluruh aktivitas sekolah, termasuk pada kegiatan belajar- mengajar. Target : Diharapkan warga sekolah memiliki nilai peduli kepada lingkungan, dengan program 6 K : (1) Kebersihan (2) Kerapihan (3) Keindahan (4) Kerindangan (5) Kekeluargaan (6) Kenyamanan
Gerakan Sekolah Bebas Perundungan (Againts Bullying) Membudayakan sikap toleran, saling menghargai, saling menghormati setiap keunikan dan keberagaman sifat dan karakter peserta didik; Melakukan pengawasan dan memberikan sikap tindakan tegas untuk segala sikap perilaku yang teridentifikasi perundungan/bullying. 1. 2.
Hari Wajib Berbahasa (Mandatory Language Day) Mewajibkan kepada peserta didik dan guru untuk Berbahasa Inggris dan Berbahasa Arab di setiap hari Jumat; dan Melakukan pengawasan dan memberikan sikap tindakan tegas bagi yang tidak berbahasa di hari yang telah ditentukan. 1. 2.
Peningkatan Prestasi Akademik Melaksanakan kegiatan OSN/FL2SN tingkat sekolah; Membentuk Study Club : Math Study Club (MSC), English Study Club (ESC), Science Study Club (SSC); Melakukan Pembinaan OSN; Melaksanakan Pameran Karya; dan Menjuarai Olimpiade Sains Nasional/FL2SN Tingkat Kota dan Tingkat Provinsi. 1. 2. 3. 4. 5.
Kegiatan Pembiasaan Harian di Sekolah JJaaddwwaall KKeeggiiaattaannHHaarriiaann SSeekkoollaahh Waktu Kegiatan Tempat 07.30 - 07.45 07.45 - 08.00 08.00 - 13.00 13.00 - 13.15 Literasi, Muroja'ah, dan Amtsilati Salat Dhuhaa Berjamaah Kegiatan KBM Salat Zuhur Berjama'ah Musala Musala Musala Kelas dan Lab
Sister School Mengadakan kunjungan antar lembaga yang melakukan kemitraan pelaksanaan disesuaikan denga even kegiatan sekolah. Dengan Membuat program kerjasama dengan sekolah lain baik di dalam maupun di luar negeri guna mencapai tujuan tertentu terutama dalam bidang pendidikan, budaya dan peningkatan mutu antar kedua sekolah.
Program Kelas Inspirasi Kemitraan sekolah dengan orang tua dalam meningatkan mutu pendidikan dengan kegiatan orang tua menginspirasi peserta didik dengan profesi yang sedang dijalaninya.
Kurikulum Kurikulum 2013 (K-13/Kurtilas) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaannya pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah rintisan. keterampilan (KI-4); pengetahuan (KI-3); sosial (KI-2); dan spiritual (KI-1). Sikap dan perilaku (moral) adalah aspek penilaian yang teramat penting (nilai aspek 60%). Apabila salah seorang siswa melakukan sikap buruk, maka dianggap seluruh nilainya kurang. Ada empat aspek penilaian dalam K-13: Kurikulum K-13 05
Kurikulum Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami kami konsep dan menguatkan kompetensi. Sehingga, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Di dalam kurikulum ini terdapat proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Kemudian, dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek ini tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Kurikulum Merdeka 05 Pengembangan Soft Skills dan Karakter; Fokus pada materi essensial; dan Pembelajaran yang fleksibel. Karakteristik Kurikulum Merdeka : 1. 2. 3.
Kelas dan Model Kurikulum 06 SMP SMA 7 8 9 10 11 12 Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka Kurikulum K-13 Kurikulum K-13
07
Ekstrakulikuler Pramuka Bulu Tangkis Futsal Hadroh English Club Math Club Sains Club Kelas Kebahasaan
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 1.PROJECT AGAINTS CYBERBULLYING 6. MENGENAL KERAGAMAN KEBUDAYAAN INDONESIA 4. TANAMAN OBAT SEKOLAH DHUHAA ISLAMIC SCHOOL 2. AUTOMATIC E-GARBAGE 3. KEWIRAUSAHAAN 5. LUNA DHUHAA GAMES EDUCATION
P5 AGAINTS 01 CYBERBULLYING “Againts Cyberbullying” yang mengangkat tema bangunlah jiwa raganya menciptakan kesempatan kegiatan pembelajaran peserta didik untuk membentuk diri sesuai dengan elemenelemen yang ada dalam profil pelajar pancasila. Dengan adanya projek profil pelajar pancasila ini bertujuan agar nantinya peserta didik mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara berkelanjutan to be continue, projek dengan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau student centered ini diharapkan nantinya menjadikan perangkat ajar yang bermuara pada titik temu kolaborasi dan mengidentifikasi pihak yang terkait dalam penyelesaian masalah perundungan melalui dunia maya di sekeliling mereka karena revolusi industri 4.0.
P5 AUTOMATIC E- 02 GARBAGE Tujuan Projek “Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI” Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. • Peserta didik mengasah berbagai keterampilan berpikir (berpikir sistem, berpikir komputasional, atau design thinking) dalam mewujudkan produk berteknologi. • Peserta didik dapat mempelajari dan mempraktikkan proses rekayasa (engineering process) secara sederhana, mulai dari menentukan spesifikasi sampai dengan uji coba, untuk membangun model atau prototipe produk bidang rekayasa (engineering). • Peserta didik juga dapat mengasah keterampilan coding untuk menciptakan karya digital, dan berkreasi di bidang robotika. Harapannya, para peserta didik dapat membangun budaya smart society dengan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila persoalan-persoalan di masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan penerapan teknologi, mensinergikan aspek sosial dan aspek teknologi.
P5 KEWIRAUSAHAAN 03 Projek “Membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual “ mengangkat tema Kewirausahaan menciptakan kesempatan kegiatan pembelajaran peserta didik untuk membentuk diri sesuai dengan elemen-elemen yang ada dalam Profil Pelajar Pancasila. Dengan adanya projek profil pelajar pancasila ini bertujuan mengasah bakat dan kemampuan dalam bidang kewirausahaan dengan sebutan “Marketplace” proyek ini menjadikan sebagai sarana bagi peserta didik dan warga sekolah untuk menjalankan bagaimana prosedur tentang kerja sama, membangkitkan jiwa entrepreneur dan kemandirian. Diawali dengan menganalisis permasalahan kontekstual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian menentukan proyek dalam bentuk hasil karya yang nantinya akan dipasarkan melalui website atau market.
P5 T S a e n k a o m la a h n (T O O b S a ) t 04 Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki iklim tropis, sehingga dikenal sebagai Negara yang kaya akan keanekaragaman tumbuhan. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia terdiri dari ± 30.000 spesies tumbuhan dan ± 940 spesies diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat yang dapat dijadikan sebagai obat. Tanaman obat adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Seiring dengan perubahan zaman, pola hidup masyarakat pun ikut berubah. Salah satunya dapat dilihat dari segi pengobatan. Masyarakat sekarang lebih cenderung memilih obat modern yang mengandung bahan kimia dibandingkan dengan obat herbal yang ersedia di alam. Kurangnya pemahaman masyarakat entang pemanfaatan obat herbal merupakan salah satufaktor terjadinya perubahan pola konsumtif yang lebih nstan dalam pemilihan obat. Oleh karena itu, pemahaman tentang pemanfaatan tanaman obat herbal perlu ditanamkan kepada anak – anak sejak dini. Peranan sekolah dalam membentuk pemahaman siswa juga sangatlah penting, dengan demikian sekolah seharusnya menyediakan wahana pembelajaran tentang pemanfaatan tanaman obat herbal.
P5 05 LUNA DHUHAA GAMES EDUCATION Game yang memiliki konten pendidikan lebih dikenal dengan istilah game edukasi. Game berjenis edukasi ini bertujuan untuk memancing minat belajar terhadap materi pelajaran sambil bermain, sehingga dengan perasaan senang diharapkan bisa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan. Jenis ini sebenarnya lebih mengacu kepada isi dan tujuan game, bukan jenis yang sesungguhnya. Game sangat berpotensi untuk menumbuhkan kembali motivasi belajar anak yang mengalami penurunan Penerapan game untuk media pendidikan atau yang disebut education game bermula dari perkembangan video game yang sangat pesat dan menjadikannya sebagai media alternatif untui kegiatan pembelajaran. Game edukasi ini perlu dikembangkan dan seharusnya game tidak hanya menyenangkan tapi juga dapat mendidik Melihat kepopuleran game tersebut, para pendidik berpikir bahwa mereka mempunyai kesempatan yang baik untuk menggunakan komponen rancangan game dan menerapkannya pada pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum.
P5 MENGENAL 06 KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Sekolah dituntut peran yang besar dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan melalui kurikulum merdeka yang sesuai dengan potensi dan daya dukung sekolah sebagai refleksi pendidikan yang menitik beratkan pada peserta didik. Oleh karenanya penerapan kegiatan penguatan profil pelajar pancasila dirasa penting agar peserta didik merasakan pendidikan yang bermakna bagi diri mereka untuk tujuan hidup dimasa depan. Fungsi sekolah dalam hal ini sangat vital keberadaannya. Dimana semua unsur dan elemen pendidikan berbaur menjadi satu agar terciptanya iklim pendidikan yang dinamis, progresif, dan berkesinambungan dan kegiatan P5 ini diharapkan membawa manfaat bagi seluruh warga masyarakat sekolah.
Tautan Video P5 01 03 04 05
MARI BERGABUNG
MARI BERGABUNG
www.adh-dhuhaa.com SMP Dhuhaa Islamic School SMA Dhuhaa Islamic School SMP Dhuhaa Islamic School SMA Dhuhaa Islamic School @smp_dhuhaa @sma_dhuhaa Luna Dhuhaa Games Education