KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI MODUL 2.3.A.8
Refleksi Pengalaman Belajar Modul 2.3 GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Sebagai guru penggerak haruslah mampu menjalankan peran guru penggerak yaitu menjadi coach bagi guru yang lain, agar mampu menuntun guru yang lain untuk menemukan sendiri solusi atas masalah yang dihadapiinya melaui kegiatan supervisi akademik menggunakan konsep coaching. Setelah mempelajari Modul 2.3, saya memahami bahwa .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Coaching dapat kita artikan sebagai proses menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif seorang coachee untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimiliki. Coaching lebih membantuseseorang untuk belajar (menuntun) daripada mengajarinya.
Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan Bersikap terbuka dan ingin tahu Memiliki kesadaran diri yang kuat Mampu melihat peluang baru dan masa depan Paradigma berpikir coaching: 1. 2. 3. 4. Agar menjadi coach yang baik, saya harus memiliki .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Kemitraan Proses kreatif Memaksimalkan potensi Prinsip Coaching, yaitu: 1. 2. 3. Kehadiran Penuh/Preesence Mendengarkan akti Mengajukan pertanyaan berbobot Kompetensi Inti Coaching: 1. 2. 3.
Agar proses coaching berjalan dengang baik, saya harus menerapkan .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Termotivasi untuk menerapkan prinsip coaching dalam membantu rekan sejawat untuk menemukan solusi atas masaah yang dihadapi Setelah mempelajari modul 2.3, Saya merasa .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Dalam menerapkan paradigma cara berfikir coaching dan prinsip-prinsip coaching dalam menyelesaikan masalah, rekan sejawat akan lebih terbuka dan tidak merasa malu ketika mengungkapkan masalah kepada kita Saya lumayan lebih percaya diri untuk menerapkan paradigma dan prinsip coaching setelah mendapatkan kesempatan beberapa kali dalam ruang kolaborasi untuk praktek coaching.
Penigkatan dan perkembangan kearah yang lebih baik serta lebih memahami apa itu Coaching dan penerapannya terutama dalam dunia pendidikan. Yang sudah baik dalam diri saya terkait modul 2.3 .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Melalui kegiatan praktek coaching yang saya lakukan, saya mampu menggunakan alur Tirta sebagai dasar saya dalam melakukan coaching. meskipun memang masih belum sempurna Saya juga mampu untuk belajar menerapkan paradigma berfikir dan prinsip coaching dengan lumayan baik dan sedikit menguasai kompetensi inti coaching
Lebih focus pada coachee saat melakukan coaching Mengarahkan coachee dalam menemukan solusi/masalahnya Menggali lebih banyak lagi potensi diri coachee tanpa adanya asumsi - asumsi pribadi dari saya belajar untuk menemukan kata kunci pada jawaban coachee sehingga bisa memberikan pertanyaan yang berbobot Kompetensi yang akan saya tingkatkan kedepan adalah .... GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
ANALYSIS IMPLEMENTASI DALAM KONTEKS CALON GURU PENGGERAK GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Supervisi akademik adalah upaya membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pengajaran. Kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah yang ditujukan kepada guru dengan tujuan memberikan bantuan profesional, selain itu supervisi akademik juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional maupun kompetensi paedagogik yang akan berdampak pada peningkatan kinerja guru–guru disekolah Bagaimana penerapan coaching untuk supervisi Akademik? GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Tanggung jawab pelaksanaan supervisi di sekolah adalah kepala sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah harus memiliki kompetensi supervisi. Inti dari kegiatan supervisi adalah membantu guru dan berbeda dengan penilaian kinerja guru, meskipun di dalam supervisi akademik ada penilaian. Di dalam supervisi akademik menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya.
Berdasarkan fakta dilapangan, kegiatan supervisi akademik diasumsikan sebagai suatu kegiatan observasi atau penilaian terhadap kinerja guru. Sehingga kegiatan supervisi hanya menjadi kegiatan untuk mencari kekurangan guru dan banyak guru terbebani karena di supervisi Apakah tantangan implementasi coaching di sekolah? GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI Melakukan sosialisasi tentang apa yang dimaksud Supervisi akademik dengan menggunakan konsep coaching beserta contoh penerapan secara nyata Membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan rekan sejawat, sehingga ketika memiliki permasalahan tidak segan untuk berbagi dan minta untuk disupervisi Bagaimana alternatif pemecahan masalah yang ada?
KETERKAITAN MODUL2.3 DENGAN MODUL-MODUL YANG DIPELAJARI SEBELUMNYA GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Bagaimana peran Anda sebagai seorang coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya di paket modul 2 yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosi? GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid (Tomlinson 2000). Sebelum merancang pembelajaran berdiferensiasi, terlebih dahulu kita dapat memetakan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek, yaitu aspek kesiapan, minat dan profil murid. Ketiga aspek tersebut dapat ditelusuri dari murid salah satunya melalui proses coaching. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran dan tentunya hasil dari pembelajaran murid diperlukan pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal karena Pembelajaran berdiferensiasi berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan guru merespon kebutuhan belajar murid tersebut.. Modul ini berkaitan erat dengan materi - materi pada modul sebelumnya, yaitu: GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi Menetapkan dan mencapai tujuan positif merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif serta, Membuat keputusan yang bertanggung jawab Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk Dalam membimbing murid untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab salah satunya dapat dilakukan dengan proses coaching. Pembelajaran Sosial-Emosional berbasis kesadaran penuh untuk mewujudkan kesejahteraan (well-being). Kompetensi Sosial Emosional tersebut yaitu kesadaran diri (pengenalan emosi), pengelolaan diri (pengenalan emosi dan fokus), kesadaran diri (empati), keterampilan sosial (resiliensi) dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Bagaimana keterkaitan keterampilan coaching dengan pengembangan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran? GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
Keterampilan coaching perlu dimiliki para pemimpin pembelajaran untuk menuntun segala kekuatan sebagai komunikasi pembelajaran antara guru dan murid. Coaching, memiliki peran yang sangat penting bagi pemimpin pembelajaran karena dapat digunakan untuk menggali potensi diri sekaligus mengembangkannya dengan berbagai strategi yang disepakati bersama. Proses coaching yang berhasil akan menghasilkan kekuatan bagi coach dan coachee untuk mengembangkan diri secara berkesinambungan. Pengembangan kekuatan dan potensi diri inilah yang menjadi tugas seorang coach (pemimpin pembelajaran) keterkaitan ketrampilan coaching dengan pengembangan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI
GUGUN GUNAWAN, S.PD. CGP ANGKATAN 7 KAB. GARUT SDN 2 MEKARWANGI