Keputusan Konferda| 45 Lampiran Keputusan Konferda XIII Tahun 2024 Wanita Katolik RI DPD Jabar NOMOR SKEP-V/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 BERITA ACARA SIDANG PLENO IV: PEMILIHAN PIMPINAN WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT MASA BAKTI 2024–2029 Pada hari ini, Hari : Minggu Tanggal : 28 Januari 2024 Bertempat di : Ruang Ignatius, Bumi Silih Asih, Bandung Dalam Sidang Pleno IV Konferda XIII Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat telah dilaksanakan Pemilihan Pimpinan Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat untuk masa bakti tahun 2024 – 2029 sebagai berikut : 1. Kuorum Konferensi Daerah XIII Tahun 2024 dihadiri oleh : a. 45 orang Utusan dengan membawa Surat Mandat sebanyak : 57 dari 29 Cabang dan Ranting yang berada di wilayah kerja Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat 2. Pemilihan dilakukan sebagai berikut: a. Pembacaan Laporan Pokja Pencalonan sebagai pertanggungjawaban proses rekruitmen dan penetapan bakal calon menjadi calon sesuai dengan kriteria serta proses seleksi yang telah ditetapkan. b. Pengesahan tata tertib pemilihan c. Pengajuan dan perkenalan Calon d. Pelaksanaan Pemilihan e. Penghitungan surat suara 3. Nama-nama Calon yang telah memenuhi Kriteria dan menyatakan bersedia dipilih : 1) Catharina Agustin Prihantini 2) Emerentiana Anastasia Enny Setiawati 3) M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 4) Maria Magdalena Enna Teguh 4. Jumlah Calon yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi kriteria ada 1 (satu) orang 5. Hasil Perolehan suara 1) Catharina Agustin Prihantini memperoleh : 33 suara 2) Emerentiana Anastasia Enny Setiawati memperoleh : 29 suara 3) M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi memperoleh : 35 suara 4) Maria Magdalena Enna Teguh memperoleh : 41 suara
46 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Terpilih sebagai Ketua Presidium/Anggota Presidium 1) Maria Magdalena Enna Teguh memperoleh : 41 suara 2) M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi memperoleh : 35 suara 3) Catharina Agustin Prihantini memperoleh : 33 suara 6. Penetapan Jabatan Pimpinan terpilih. Tiga orang dengan perolehan suara terbanyak adalah Pimpinan terpilih. Berdasarkan prinsip Solidaritas dan Subsidiaritas, ketiga Pimpinan terpilih telah bersepakat, disaksikan Penasihat Rohani dan Wakil Dewan Pengurus Daerah, menetapkan jabatan masing-masing sebagai berikut: 1. Maria Magdalena Enna Teguh menjabat sebagai : Ketua Presidium 2. M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi menjabat sebagai : Anggota Presidium I 3. Catharina Agustin Prihantini menjabat sebagai : Anggota Presidium II Berita Acara ini merupakan pertanggungjawaban Tim Pemilihan dalam melaksanakan tugasnya pada Pemilihan Pimpinan Dewan Pengurus Daerah masa bakti 2024-2029. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG PLENO IV Ketua, Sekretaris, M B Corry Timmerman Navita Kristi Astuti Pendamping: Pendamping Rohani : Pater Yanuarius Muni, OAD …………………………………. Anggota Tim: Anggota 1 : Anne Gunawan (DPC Waringin) …………………………………. Anggota 2 : Veronika Setyorini (DPC Karawang) …………………………………. Saksi 1 : Ester Esty Tyaswening (DPC Marinus) ……………………………….. Saksi 2 : Kresensia Ermisi (DPC Subang) ………………………………….
Keputusan Konferda| 47 Lampiran Keputusan Konferda XIII Tahun 2024 Wanita Katolik RI DPD Jabar NOMOR SKEP-V/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 TATA TERTIB SIDANG PEMILIHAN PIMPINAN DEWAN PENGURUS DAERAH JAWA BARAT MASA BAKTI TAHUN 2024-2029 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pedoman Rancangan Tata Tertib ini selanjutnya disahkan sebagai Tata Tertib Sidang Pemilihan Pimpinan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat untuk menjadi pedoman bagi Tim Pemilihan dan seluruh peserta Konferda XIII melaksanakan Pemilihan Pimpinan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat masa bakti tahun 2024-2029 Pasal 2 Dasar 1. Anggaran Dasar Tahun 2018: a. Bab II tentang Asas, Visi-Misi, Sifat dan Pedoman: Pasal 5 tentang Azas, Pasal 6 tentang Visi-Misi, dan Pasal 7 tentang Sifat dan Pedoman b. Bab V tentang Musyawarah, Kuorum, dan Pengambilan Keputusan: Pasal 11 tentang Musyawarah, Pasal 12 tentang Kuorum dan Pengambilan Keputusan, Pasal 14 tentang Konferensi Daerah 2. Penjelasan Anggaran Rumah Tangga 2018: a. Bab II tentang Semangat dan Sikap b. Bab IV tentang Organisasi, Pasal 5 tentang Pembentukan Tingkat Organisasi: Pasal 7 tentang Tugas Kewajiban dan Wewenang Dewan Pengurus Daerah c. Bab V tentang Pelaksanaan Musyawarah: Pasal 16 tentang Hak Bicara dan Hak Suara, Pasal 18 tentang Konferensi Daerah Pasal 3 Tujuan Pemilihan bertujuan untuk: melaksanakan tugas dan kewajiban Konferda sesuai AD-ART, yaitu memilih dan menetapkan Pimpinan Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat, masa bakti tahun 2024- 2029 Pasal 4 Pemilih Pemilih adalah anggota Wanita Katolik RI, selaku Utusan yang memiliki Surat Mandat sah atas nama Cabang dan Rantingnyaatau memegang Surat Mandat sah atas nama Cabang atau Ranting lain yang diwakilinya Pasal 5 Pimpinan, Pendamping dan Saksi 1. Pimpinan Sidang Pemilihan adalah Ketua Tim Pemilihan, dibantu seorang Sekretaris dan anggota Tim, yang kesemuanya bukan pemegang mandat
48 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 2. Pendamping adalah Penasihat Rohani (Pastor) Dewan Pengurus Daerah setempat dan Presidium Dewan Pengurus Pusat 3. Saksi adalah seorang wakil dari Peserta yang ditunjuk, berasal dari Cabang yang berbeda dengan Cabang para calon BAB II TATA CARA PEMILIHAN Pasal 6 Proses Sidang Pemilihan Acara Sidang Pemilihan disusun sebagai berikut : 1. Memastikan tercapainya kuorum 2. Menunjuk 2(dua) orang saksi sesuai Bab I pasal 5 butir (3) di atas 3. Menyampaikan laporan tahapan rekrutmen dan seleksi calon yang telah dilakukan oleh Pokja Pencalonan 4. Memperkenalkan satu demi satu calonyang telah menyatakan kesediaannya, dan telah mengikuti tahapan seleksi 5. Menuliskan nama-nama calon pada papan pemilihan yang tersedia di hadapan peserta sidang 6. Calon yang sudah mengikuti tahapan seleksi tetapi karena satu dan lain hal tidak hadir dalam Sidang Pemilihan tanpa memberikan alasan maka pencalonannya dinyatakan gugur Pasal 7 Pelaksanaan Pemilihan Pelaksanaan pemilihan sebagai berikut : 1. Pemilihan dilakukan secara tertulis dan rahasia 2. Setiap Utusan menerima satu kertas Suara untuk dirinya dan sejumlah Kartu Suara sesuai jumlah Surat Mandat yang diwakilinya 3. Utusan yang menjadi calon tidak dibenarkan untuk memilih dan apabila membawa Surat Mandat agar dikuasakan kepada utusan lain. 4. Setiap Utusan maju ke depan untuk mencoblos pada setiap kertas suara, tiga nama calon yang berbeda, yang dipilih dari antara nama-nama yang tercantum di papan pemilihan, kemudian memasukkan kertas suara ke dalam Kotak Suara 5. Apabila dalam satu kertas suara terdapat lebih dari satu nama Calon yang sama, atau terdapat nama/tulisan lain yang bukan nama Calon maka kertas suara tersebut dianggap tidak sah (Apabila dalam satu kertas suara terdapat lebih dari satu coblosan dalam satu foto, atau coblosan berada diluar bingkai foto, atau terdapat kurang dari tiga atau lebih dari tiga coblosan di dalam satu kertas suara maka dianggap tidak sah) Pasal 8 Hasil Pemilihan 1. Penghitungan jumlah suara ditulis pada papan pemilihan, di hadapan segenap peserta Konferda XIII dan Saksi 2. Tiga nama calon dengan perolehan jumlah suara terbanyak ditetapkan sebagai Pimpinan terpilih 3. Dalam hal tercapainya jumlah suara sama untuk lebih dari satu Calon dalam peringkat suara terbanyak, maka perlu dilakukan pemilihan ulang khusus untuk calon- calon yang memperoleh jumlah suara sama, sampai tercapai selisih jumlah suara di antara keduanya 4. Penentuan jabatan pimpinan Dewan Pengurus Daerah ditetapkan berdasarkan perolehan suara
Keputusan Konferda| 49 5. Ketiga pimpinan terpilih diberi waktu untuk memantapkan hasil pemilihan didampingi Penasihat Rohani Dewan Pengurus Daerah setempat dan Presidium Dewan Pengurus Pusat 6. Pengumuman Hasil Pemilihan ditulis dalam format Berita Acara dan dibacakan di hadapan segenap peserta Konferda XIII. Bab IV PENUTUP Pasal 9 Penutup Hal–hal yang belum tercantum dalam Tata Tertib ini apabila dipandang perlu, dapat ditambahkan berdasarkan kesepakatan seluruh peserta sidang dan atas persetujuan Pimpinan sidang. Tata Tertib Pemilihan Konferda XIII Tahun 2024 ini adalah yang sesuai dengan AD/ART Tahun 2023. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG PLENO IV Ketua, Sekretaris, M B Corry Timmerman Navita Kristi Astuti
50 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 SURAT KEPUTUSAN KONFERENSI DAERAH XIII WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT NOMOR: SKEP-VI/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/ 2024 TENTANG PERAN WANITA KATOLIK RI DALAM MENYIAPKAN KADER-KADER PENYELENGGARA NEGARA DAN PEJABAT PUBLIK WANITA KATOLIK RI DEWAN PENGURUS DAERAH JAWA BARAT MASA BAKTI TAHUN 2024-2029 KONFERDA XIII WANITA KATOLIK RI DEWAN PENGURUS DAERAH JAWA BARAT Menimbang: 1. bahwa keberlangsungan hidup organisasi Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat perlu tetap dipertahankan untuk melaksanakan visi dan misi organisasi demi kepentingan masyarakat dan Gereja 2. bahwa Wanita Katolik RI sebagai organisasi yang berlandaskan Iman Katolik menghormati hak dan kewajiban anggotanya untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 3. bahwa Wanita Katolik RI yang mandiri dan merupakan wadah kader bangsa dan gereja, memiliki anggota yang berpotensial, mempunyai aspirasi dan sikap terhadap pemahaman serta minat untuk berpolitik 4. bahwa seluruh anggota Wanita Katolik RI sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan Negara, selayaknya menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 5. bahwa perlu dikeluarkan Surat Keputusan tentang Peran Wanita Katolik RI dalam menyiapkan Kader-Kader Penyelenggara Negara dan Pejabat publik Mengingat: 1. Mukadimah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tahun 2023 2. Anggaran Dasar Tahun 2018 Bab II tentang Asas, Visi-Misi, Sifat dan Pedoman, Pasal 5 tentang Asas, Pasal 6 tentang Visi-Misi dan Pasal 7 tentang Sifat dan Pedoman Memperhatikan: Keputusan Sidang Pleno III dalam Konferda XIII tanggal 28 Januari 2024 tentang Pengesahan Hasil Sidang Komisi Pengembangan Kualitas Organisasi M E M U T U S K A N Menetapkan: Pertama : Wanita Katolik RI menyiapkan anggotanya untuk siap menjadi kader-kader yang dapat ditempatkan dalam jabatan penyelenggara negara dan pejabat publik Kedua : Wanita Katolik RI menyiapkan anggotanya agar selalu peka dan menyadari perkembangan sosial budaya dan pertahanan keamanan di tingkat lokal maupun tingkat nasional Ketiga : Anggota Wanita Katolik RI dapat menjadi anggota atau pengurus Partai Politik yang memiliki asas dan visi-misi yang tidak bertentangan dengan organisasi Wanita Katolik RI Keempat : Anggota Dewan Pengurus Wanita Katolik RI pada semua jenjang diberi kebebasan memilih untuk tetap menjadi Pengurus Organisasi atau menjadi Pengurus dan/atau Anggota Partai Politik
Keputusan Konferda| 51 Kelima : Kegiatan sebagai anggota atau pengurus organisasi tidak dibenarkan menggunakan identitas Parpol dan/atau diintegrasikan ke dalam kegiatan organisasi Keenam : Anggota Wanita Katolik RI sebagai Warga Negara Indonesia, dapat menggunakan haknya untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani yang berlandaskan Iman Kristiani, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta semangat kesatuan dan persatuan demi kepentingan masyarakat Ketujuh : Keputusan ini ditetapkan berdasarkan situasi dan kondisi daerah dan masyarakat setempat serta melakukan koordinasi dengan mengindahkan kebijakan Dewan Pengurus Pusat Kedelapan : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan diterbitkannya keputusan tentang pencabutan . Ditetapkan di : Bandung Pada tanggal : 28 Januari 2024 KONFERDA XIII WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT Ketua, Wantyana Wahju
Lampiran| 53 LAMPIRAN POKJA PENCALONAN KONFERDA XIII TAHUN 2024
54 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Lampiran Kelompok Kerja Pencalonan Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 PENGUSULAN BAKAL CALON PIMPINAN DPD JABAR WANITA KATOLIK RI MASA BAKTI 2024-2029 Ketentuan pengajuan bakal calon adalah sebagai berikut: 1. Bakal Calon adalah anggota Wanita Katolik RI (bdk ART Bab III pasal 4) dengan syarat mendapat dukungan atau dicalonkan lewat Cabang 2. Cabang hanya boleh mencalonkan 1 pimpinan dari kedua pimpinan yang ada di satu cabang. Prosedur Administrasi pengajuan Bakal Calon: 1. Surat penjelasan tentang ketentuan pencalonan dan pengajuan bakal calon oleh Pokja Pencalonan melalui Sekretariat DPD Jabar disampaikan kepada Cabang-cabang 2. Cabang berkoordinasi dengan Ranting di wilayah kerjanya 3. Nama bakal calon disampaikan kepada Panitia Konferda cq Pokja Pencalonan dengan kelengkapan biodata/CV, pernyataan kesediaan dan dukungan tertulis, sebagai lampiran untuk setiap nama bakal calon selambat-lambatnya 31 Juli 2023 Kriteria Dasar Bakal Calon: 1. Anggota Wanita Katolik RI dengan memiliki NPA (Nomor Pokok Anggota) 2. Pendidikan sekurang-kurangnya D3 (disarankan melampirkan fotokopi ijazah) 3. Usia pada saat dipilih minimal 40 tahun dan maksimal 65 tahun pada saat pemilihan 4. Mempunyai pengalaman sebagai pengurus/pimpinan Wanita Katolik RI di tingkat Cabang/Ranting sekurang-kurangnya selama 1 periode 5. Belum pernah menjabat 2 (dua) kali sebagai pimpinan DPD 6. Bukan anggota dan/atau pengurus partai politik saat dipilih dan bersedia membuat surat pernyataan tidak menjadi anggota maupun pengurus partai politik selama masa bakti 7. Bersedia berkarya memimpin Wanita Katolik RI selama 1 periode dengan tuntas 8. Mempunyai kesiapan dan kerelaan waktu, moril dan materiil untuk dapat menjalankan tugas sebagai Pimpinan Daerah secara optimal 9. Mendapat dukungan dari keluarga (pernyataan secara tertulis) 10. Melampirkan Surat Keterangan Sehat fisik dan mental dari dokter 11. Tidak sedang terkait dengan masalah hukum 12. Bersedia mentaati Iman Katolik dan Ajaran Gereja Katolik 13. Memiliki wawasan yang memadai terkait dengan Gereja dan Bangsa 14. Bersedia mengikuti proses seleksi yang ditetapkan Pokja Pencalonan berupa presentasi dan wawancara pada bulan Agustus 2023, bertempat di aula Katedral Bandung 15. Siap melaksanakan kepemimpinan berpedoman pada asih asah asuh, dan prinsip solidaritas dan subsidiaritas (bdk AD Bab II pasal 7)
Lampiran| 55 Terlampir kami sampaikan formulir 3 (tiga) lembar isian: 1. Formulir Biodata Bakal Calon 2. Formulir Pernyataan Bakal Calon 3. Formulir Pengajuan Bakal Calon Formulir tersebut diisi sebagai kelengkapan pendaftaran nama Bakal Calon dan dikirimkan ke Pokja Pencalonan melalui email: [email protected] Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Ketua Pokja Pencalonan Lidwina Wahyu Widayati
56 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Lampiran Kelompok Kerja Pencalonan Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 PENGAJUAN BAKAL CALON PIMPINAN DPD JABAR MASA BAKTI 2024-2029 NO DPC NAMA BAKAL CALON ANGGOTA CABANG PENDI DIKAN USIA TAHUN KET 1 Marinus 1.Maria Magdalena Enna Teguh 2.M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi Martinus D3 Ajun Akuntan 62 2 Karawang 1.M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 2.Maria Magdalena Enna Teguh Cimahi S1 58 3 Purwakarta 1.Maria Magdalena Enna Teguh 2. M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 4 Martinus Maria Magdalena Enna Teguh 5 Cimahi 1.Maria Gorethi Licen 2 Catharina Agustin Prihantini Cimahi Cikutra Diploma S1 50 59 6 Melania M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 7 Tasikmalaya M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 8 Kebon Kelapa 1.Maria Magdalena Enna Teguh 2.Catharina Agustin Prihantini 3.M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 9 Sukawarna Catharina Agustin Prihantini 10 Lembang M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 11 Dayeuhkolot Catharina Agustin Prihantini 12 Katedral M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 13 Cisantana Maria Magdalena Enna Teguh 14 Buahbatu 1. Enny Setiawati 2. M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi Buahbatu S1 64 15 Waringin Catharina Agustin Prihantini
Lampiran| 57 NO DPC NAMA BAKAL CALON ANGGOTA CABANG PENDI DIKAN USIA TAHUN KET 16 Garut 1.Maria Susanti Ilona Kaligis 2.M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 3.Lily Susanti Buahbatu Sukajadi Mundur Mundur 17 Pamanukan M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 18 Kamuning Catharina Agustin Prihantini 19 Ciledug 1.Maria Susanti Ilona Kaligis 2.Rita Sihombing 3.M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi Tasikmalaya Mundur Batal 20 St. Yusuf Cirebon M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 21 Cigugur Maria Magdalena Enna Teguh 22 Sukajadi Maria Magdalena Enna Teguh 23 Indramayu Catharina Agustin Prihantini 24 Pandu M.A.I Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 25 Cikutra Catharina Agustin Prihantini 26 Subang 27 Gandarusa 28 Bunda Maria Cirebon 29 Kota Bukit Indah
Lampiran| 59 LAMPIRAN KARYA TULIS KONFERDA XIII TAHUN 2024
60 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Lampiran Kelompok Kerja Pencalonan Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 Karya Tulis Bakal Calon Pimpinan Wanita Katolik RI DPD Jabar Masa Bakti 2024-2029 Tema: Harapan terhadap DPD Jabar WKRI Masa Bakti 2024-2029 Bagian-bagian yang harus terdapat dalam karya tulis/presentasi: 1. Tentang organisasi DPD Jabar WKRI masa bakti 2024-2029 - Apa sasaran / target kepengurusan yang akan aku bentuk? - Apa harapan dan impianku terhadap situasi dan kondisi Wanita Katolik RI di Jawa Barat, jelaskan alasannya. - Seperti apa visi, misi dan nilai-nilai (values) di kepengurusan nanti? 2. Tentang diri pribadi - Apa saja kelebihanku dan hal-hal yang dapat mendukung tercapainya cita-cita terkait organisasi WKRI Jawa Barat? - Apa saja kekuranganku dan hal-hal yang dapat menghambat tercapainya cita-cita terkait organisasi WKRI Jawa Barat? - Bagaimana pandangan dan dukungan keluarga dan lingkunganku terhadap keterlibatanku di kepengurusan WKRI? - Apa saja usaha yang sudah atau akan aku lakukan agar cita-cita tersebut tercapai? Minimal tulisan: 2 halaman. Minimal slide: 4 slide. Karya tulis dan visual untuk presentasi dikirimkan ke Pokja Pencalonan, melalui email: [email protected]. Selambat-lambatnya Senin, 4 September 2023 Bandung, 18 Agustus 2023 Ketua Pokja Pencalonan Lidwina Wahyu Widayati
Lampiran| 61 Lampiran Karya Tulis Balon Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 Organisasi yang Tumbuh, Berkembang dan Menginspirasi Tema: Harapan terhadap DPD Jabar WKRI Masa Bakti 2024-2029 Oleh: M A I Pramukanti WL Dewi. Pendahuluan Berusia hampir satu abad, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) menjadi salah satu organisasi tertua di Indonesia. Patut disyukuri bahwa organisasi ini masih bertahan sampai saat ini. Akhir-akhir ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang dengan terang-terangan melakukan tindakan intoleransi dan melanggar hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Ormas-ormas ini lahir dari pasca reformasi, namun terlihat sangat garang. Ditengah-tengah situasi yang demikian ternyata ormas Katolik mampu memberi warna sebagai penyejuk hidup berbangsa dan bernegara. Namun demikian WKRI tidak boleh berpuas diri, tantangan ke depan semakin banyak. Salah satu tantangannya adalah bagaimana WKRI dan para anggotanya dapat membaca tanda-tanda jaman serta bersinergi dengannya. Arus globalisasi di Indonesia saat ini maju dengan sangat pesat, seiring dengan itu perkembangan teknologi juga semakin canggih, yang menekankan penguasaan teknologi digital. Oleh karena itu, agar semangat ke-Bhinekaan terus bergaung, WKRI harus melakukan revitalisasi sumber dayanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa organisasi ini mendapat sebutan ‘Tua”, dari segi berdirinya organisasi dan dari segi anggotanya yang kebanyakan sudah lanjut usia. Kesan ini tercermin dari keengganan orang muda untuk bergabung dalam organisasi, ada orang muda yang mengatakan belum waktunya berkarya di WKRI. Hal ini menimbulkan kesan bahwa anggota WKRI terdiri dari kaum lansia. Pandangan seperti ini harus diubah jika WKRI ingin meningkatkan jatidirinya sebagai organisasi yang menghargai keBhinekaan. WKRI harus banyak mempromosikan dirinya di kalangan wanita yang masih berusia muda agar terjaminnya regenerasi kepemimpinan di WKRI. Orang muda perlu mengerti cara berorganisasi, menjalankan visi misi sehingga di usia muda yang masih punya idealisme tinggi dapat berkarya untuk WKRI, bukan hanya sekedar ingin menjadi pemimpin. WKRI juga perlu menyampaikan Visi Misinya sampai ke seluruh dunia melalui teknologi digital. Peran media saat ini sangat penting, hampir tidak ada bagian hidup harian manusia saat ini yang terlepas dari media teknologi. Di sinilah tugas perutusan kaum wanita muda yang lebih mengerti teknologi informasi dalam menyampaikan kebaikan. WKRI merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan sekaligus keagamaan yang bertugas sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Republik Indonesia khususnya dalam pemberdayaan perempuan. Organisasi yang juga menjadi mitra bagi Gereja Katolik ini juga melihat fenomena yang terjadi di dalam kehidupan sosial perempuan yang pada masanya dianggap memiliki batasan-batasan yang membuat kaum perempuan menjadi terbelakang dari kaum laki-laki. Melihat fenomena ini, WKRI menggerakan para kaum perempuan Katolik untuk membantu para perempuan lain agar menjadi lebih baik. Selain sebagai
62 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 organisasi kemasyarakatan yang mengurus kehidupan sosial perempuan, WKRI juga merupakan salah satu organisasi keagamaan yang berperan sebagai fasilitator bagi perempuan-perempuan Katolik untuk mengembangkan kreatifitas di bidang kerohanian. Organisasi yang berdiri pada tanggal 26 Juni 1924 digagas dan didirikan oleh R.Ay. Maria Soelastri ini adalah salah satu organisasi yang menjadi patokan bagi banyak kaum wanita di Indonesia khususnya wanita Katolik. WKRI adalah organisasi mandiri, mempunyai Prinsip Asih, Asah, Asuh serta Asas Solidaritas, Subsidiaritas berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Di Indonesia WKRI beranggotakan 98.000 orang, di Jawa Barat 2.093 anggota, mempunyai 29 cabang dan 44 ranting. Perannya sangat diperhitungkan dalam jajaran organisasi lain dan tergabung dalam organisasi besar Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan tercatat sebagai anggota nomor 2 dari 73 organisasi. WKRI mempunyai kelebihan dari Wanita Katolik biasa karena kita menyandang kata RI didalamnya dan menjadi khas karena mempunyai kata “Katolik”. Kegiatan-kegiatan yang ada lebih diperuntukan untuk masyarakat luas, berjejaring dengan pemerintah ataupun instansi terkait lainnya dengan mendorong semua cabang untuk mengadakan kegiatan yang menarik untuk wanita muda sebagai cikal bakal generasi penerus WKRI. Pada saat ini program unggulan yang ada adalah nasi murah dan eco enzym yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Perubahan dan Inovasi Organisasi Perubahan keorganisasian yaitu proses peralihan organisasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diinginkan pada masa mendatang, dengan tujuan meningkatkan efektivitas kearah yang lebih baik. Struktur dan proses-proses organisasi tidaklah tetap, tetapi lebih merupakan pola-pola hubungan yang berubah secara terus menerus(berkelanjutan) dalam suatu kegiatan sosial yang lebih luas. Apabila dirasa ada gangguan dalam organisasi, dan kepuasan anggota maka perlu diadakan perubahan. Hal Ini memerlukan pertimbangan-pertimbangan jangka pendek dan jangka panjang agar stabilitas dan kelangsungan hidup oganisaisi dapat terjamin. Jelas bahwa perubahan yang dilakukan adalah meningkatkan efektifitas organisasi, dalam hal pencapain tujuan, meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya yang lebih baik. Perubahan ini diharapkankan dapat memberi dampak positif bagi para anggota dan kelestarian organisasi. Untuk mencapai hal itu, pemimpin perlu mengenali perbedaan dan mengusahakan tindakan berdasarkan perubahan yang direncanakan yang mengarah ke perbaikan organisasi. Organisasi tak pernah sepi dari berbagai masalah yang menderanya. Permasalahan datang silih berganti. Perkembangan jaman menuntut adanya perubahan, maka organisasi perlu melakukan sinergi agar anggotanya saling mendukung dan bekerjasama untuk menciptakan kinerja maksimal. Ukuran keberhasilan sebuah organisasi ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari faktor sumber daya manusia, sumber daya organisasi, sampai ketersediaan sumber daya lain yang berasal dari dalam maupun luar organisasi. Mulai dari pengaruh positif maupun pengaruh negatif dari dalam dan luar lingkungan. Organisasi tumbuh dan berkembang layaknya seorang manusia. Tumbuh membutuhkan pikiran, waktu, tenaga, dan sumber kebutuhan organisasi lainnya. Semakin besar sebuah organisasi, semakin banyak pula tantangan dan masalah yang akan dihadapi. Pengelola organisasi perlu melakukan berbagai terobosan baru di tengah banyaknya permasalahan organisasi dengan mengurai akar masalah serta mencari solusi untuk menanggulanginya. bagaikan
Lampiran| 63 menggunakan dongkrak mobil, jika dongkrak itu belum ditempatkan pada titik yang tepat, mobil tidak akan bisa terangkat. Proses perubahan organisasi secara efektif dilakukan dengan 8 Langkah: 1. Menciptakan urgensi 2. Menyusun tim 3. Menciptakan visi dan strategi 4. Komunikasi rencana perubahan 5. Memecahkan solusi bersama-sama 6. Rayakan kesuksesan jangka pendek 7. Mempertahankan perubahan 8. Menjadikan perubahan sebagai budaya Langkah yang dilakukan untuk pengembangan organisasi: 1. Melakukan perubahan/transformasional untuk pengembangan organisasi 2. Peningkatan kompetensi dan pengetahuan/skill anggota 3. Mengevaluasi Kinerja 4. Pengembangan keilmuan Tujuan pengembangan organisasi secara umum adalah membangun kapasitas organisasi dalam memecahkan masalah, beradaptasi dengan perubahan. Sedangkan sasaran dari perubahan adalah peningkatan kualitas organisasi. Harapan untuk DPD Jabar 2024-2029 Ketika kita berorganisasi dengan baik, maka perilaku (attitude), etos kerja, integritas, keahlian berkomunikasi, hubungan sosial masyarakat, dan yang lainnya akan merambat naik ke arah positif. Semoga DPD Jabar diperjalanan selanjutnya, seluruh pengurus dan anggota dapat lebih berani dalam berkegiatan menembus pasar yang heterogen, berjejaring, berkolaborasi lintas agama dan lintas organisasi dan berkomunikasi dengan lebih baik karena komunikasi merupakan salah satu kunci utama. Diharapkan pengurus dan anggota sadar akan tugas-tugasnya, berinisiatif tanpa saling menunggu. Visi • Terwujudnya WKRI DPD JABAR sebagai Organisasi yang solid dan profesional dengan Sistem Pembinaan anggota yang terencana dan berkelanjutan untuk meraih prestasi yang unggul di semua bidang demi perkembangan organisasi serta bekerja dan berpelayanan dengan tekad teguh untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya Jawa Barat dan membantu peningkatan taraf ekonomi masyarakat kecil Misi • Mengedepankan kejujuran dan transparansi dalam organisasi, melalui laku, lisan dan tulisan • Mengoptimalkan kesadaran masyarakat merawat kelestarian lingkungan. • Meningkatkan kualitas pengurus, anggota dan masyarakat dalam kemampuan menyerap • kemajuan teknologi • Pembinaan dan pelatihan untuk lebih mencintai kearifan budaya lokal seperti kesenian (tradisional). • Membangkitkan kembali UMKM dan memaksimalkan UMKM yang ada guna membentuk suatu kolaborasi yang baik dan interaktif antar anggota
64 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Program yang dicanangkan ➢ Pemberantasan Perdagangan manusia (Human trafficking) Pencegahan Stunting. Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak Penghijauan Bumi/Pengelolaan Lingkungan Hidup (Laudato Si). ➢ Melestarikan Kebudayaan lokal bekerjasama dengan Propinsi/Pemerintah/Cabang, Ranting’ Memajukan perekonomian daerah lewat UMKM khususnya yang berada di Jawa Barat. ➢ Pemahaman AD/ART: setiap pasal akan dibahas pada rapat pendampingan (pembahasan 2 bulan sekali). Tentang diri pribadi Kekuranganku dan hal-hal yang dapat menghambat tercapainya cita-cita terkait organisasi Wanita Katolik RI Jawa Barat: • Kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum (Public Speaking). • Kadang “tidak enakan” atau sulit menolak. • Mudah terdistraksi/beralih perhatian. • Terlalu kritis dengan diri sendiri. • Kurang teliti. Kelebihanku dan hal-hal yang dapat mendukung tercapainya cita-cita terkait organisasi Wanita Katolik RI Jawa Barat: • Transparan, berpikiran positif. • Berkomitmen terhadap pekerjaan. • Empati terhadap orang lain. • Fleksibel, bisa ditempatkan dimana saja. • Selalu ingin mempelajari hal baru. • Mudah diajak bekerjasama. • Kemampuan interpersonal, dapat bergaul dengan semua orang. Pandangan dan dukungan keluarga dan lingkunganku terhadap keterlibatanku di kepengurusan Wanita Katolik RI: Umat Katolik harus bercahaya dan cahayanya berawal dari keluarga yang mampu ditangani dan dijaga dengan baik. Pancaran gereja pertama kali akan muncul dalam diri kita secara pribadi, baru keluar ke lingkungan kecil dan besar. WKRI melangkah berawal dari keluarga dan kita harus kembali lagi ke dalam keluarga. Pendidikan anak-anak berasal dari keluarga, sebagai wanita kita harus dapat menjaga dan memberikan bekal pendidikan dan ajaran iman Katolik agar anak-anak menjadi manusia unggul dan kuat saat harus terjun di masyarakat. Melakukan cita-cita tersebut tidaklah mudah. Salah satu usaha yang sudah dilakukan agar cita-cita tersebut tercapai adalah dengan memberikan contoh dan teladan yang baik agar anak-anak dan orang muda merasa dicintai sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif, mengajak bergabung dalam kegiatan-kegiatan menggerea (BIA, BIR, OMK, Legio Maria, dll).
Lampiran| 65 PENUTUP Kesimpulan Dari penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa WKRI adalah organisasi besar yang diperhitungkan oleh organisasi-organisasi lain, maka sudah sewajarnya mengadakan perubahan dalam seluruh aspek agar organisasi lestari, berjalan dan berkembang lebih baik. Saran Berdasarkan penulisan diatas, penulis menyarankan untuk mendahulukan kepentingan keluarga sebelum berpelayanan di masyarakat karena berawal dari keluaga yang baik akan tercipta kaum muda unggul, mumpuni yang merupakan cikal bakal WKRI. Dari banyak hal yang telah kita simak bersama-sama, semoga apa yang telah penulis sampaikan bermanfaat dan dapat diterima dengan baik. Jadikan Organisasi sebagai pembangun kualitas diri. Terima kasih.
66 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 HARAPAN TERHADAP DPD JAWA BARAT WKRI MASA BAKTI 2024-2029 Catharina Agustin Prihantini Masa Kepemimpinan WKRI DPD Jawa Barat masa bakti 2019-2024 akan berakhir dan saat mencari calon-calon Pimpinan WKRI DPD Jawa Barat. Dan Pimpinan DPD Jawa Barat sudah membuat keputusan bahwa KONFERDA XIII akan diselenggarakan pada bulan Januari 2024. Dalam awal tahun 2023, Rekan-rekan Ketua Cabang WKRI DPD Jawa Barat, sudah mencari dan melihat yang akan dicalonkan pada Kepemimpinan masa bakti 2024-2029. Sejak awal saya tidak sanggup dicalonkan karena tidak dana yang memadai jika menjadi pemimpin WKRI DPD Jawa Barat serta situasi yang lebih luas jangkauan dalam daerah yang menjadikan pemikiran Pimpinan WKRI DPD Jawa Barat. Dengan berbagai keberanian dan rasa tanggung jawab dengan keadaan diri saya yang seadanya, saya menyanggupi bersedia menjadi Bakal Calon WKRI DPD Jawa Barat. Dan saat menjadikan tulisan ini sebagai pegangan bagi saya dalam menghadapi ibu-ibu dalam karya tulis yang akan disajukan saat ini dan semoga menjadikan motivasi dan semangat bekerjasama dengan ibu-ibu Semua Anggota WKRI dan terimakasih atas support dan kepercayaan kepada saya seandainya menjadi Pimpinan WKRI DPD Jawa Barat, inilah saya seadanya hanya keinginan WKRI lebih dikenal terutama disekitar Gereja maupun masyarakat sekitar kita masing-masing dan masyarakat umum yang lain. Dalam menjalankan Visi Misi WKRI dalam AD ART disampaikan bahwa kita sebagai umat juga menjunjung tinggi kedaulatan NKRI dan Pancasila, sebagai 100% katolik, 100% warga Indonesia. Sebagai Anggota WKRI kita pun harus mengikuti perkembangan jaman saat ini, yaitu dengan mengenal perkembangan digital dan belajar bekerjasama dan mau berusaha mengetahui keadaan Indonesia saat ini dan segala adminitrasi Organisasi yang berkembang dan berusaha mengikuti aturan yang berlaku saat ini untuk mengukir sejarah di masa akan datang bahwa kita tercatat dalam masa kepemimpinan yang kompak, beriring sejalan dengan kemajuan masa digital dan lebih mumpuni. Saya sebagai anggota WKRI berawal dari kumpulan arisan ibu-ibu Lingkungan dan sebagai Wanita sudah berkeluarga ikut kumpulan yang diadakan lingkungan selain kegiatan Doa Bersama, latihan Koor ternyata ada perkumpulan lain juga. Dan setelah mengikuti kegiatan ibu-ibu Wanita Katolik ada kelanjutannya, ternyata kita ada wadah tersediri agar bisa terjun kemasyarakat luas dan bisa diakui dengan masuk menjadi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI). Berawal menjadi anggota Ranting dan akhir mengenal ibu-ibu Di Gereja dengan yang lebih besar dan lebih luas diajak menjadi Pengurus Cabang, lalu sebulan sekali ada pertemuan Rapat pendampingan di DPD Jawa Barat, Ternyata banyak juga ibu-ibu WKRI dari Paroki Lain yang satu Kota Bandung dan akhirnya meluas hingga 1 sekeuskupan, Banyak ilmu yang didapat, positip negatip tetapi nilai yang baik dan positip banyak didapat yang saya terima, dan dapat menambah ilmu dan menambah imam katolik yang sejati. Semoga apa yang saya tuliskan bisa menjadi gambaran sebagai anggota WKRI sejak awal hingga nantinya, saya laaksanakan dengan tulus iklas dan tidak menjadi beban berarti, saya mendapatkan begitu banyak Saudara yang sangat mendukung saya. Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati Catharina Agustin Prihantini Cabang Cikutra
Lampiran| 67 KONFERDA XIII TAHUN 2024 Harapan Terhadap DPD Masa Bakti 2024-2029 MM Enna Teguh Salam sejahtera untuk semuanya Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan sasaran atau target kepengurusanyang akan saya bentuk adalah kepengurusan yang bersih,solid,saling percaya, dan kepengurusan dengan usia muda minimal 55 tahun kebawah. Semuanya ini untuk persiapanperiode yang akan datang. Dengan usia muda diharapkan kegiatan dapat lebih bervariasi danmenarik kaum muda untuk masuk dan bergabung dengan WKRI. Jika kepengurusan usia muda dimulai dari ranting maka kedepannya, cabang maupun DPD tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari penerus usia muda. Ranting adalah inti dari organisasi WKRI, jadi harus memiliki dasar yang kuat. Cabang-cabang yang belum memiliki ranting segera membentuk ranting, bagi cabang yang masih mempunyai anggota cabang, segera menambah ranting supaya tidak ada lagi anggotacabang. Begitu pula untuk pembuatan NPA masih ada yang belum mengerti. Adapun visi saya sebagai berikut: 1. Pengurus memiliki kekuatan moral dan kemampuan dalam pelayanan dimasyarakat 2. Mewujudkan kesejahteraan baik untuk anggota maupun masyarakat 3. Menegakkan harkat dan martabat manusia 4. Lingkungan hidup yang bersih Sedangkan misi yang akan saya lakukan yaitu, 1. Mengembangkan kemampuan dan memberdayakan seluruh jajaran WKRI guna meningkatkan kualitas pengabdian 2. Menghimpun aspirasi dan mengaktualisasikan potensi WKRI agar karyapengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan 3. Mengupayakan lingkungan hidup yang seimbang Kelebihan yang saya miliki untuk mendukung visi dan misi saya yaitu, - Saya menyukai adanya tantangan - Saya selalu berusaha memberi kesempatan kepada orang lain untuk dapatberkembang - Saya gesit dalam bekerja dan selalu berusaha menyelesaikan tugas hingga selesai Sedangkan kekurangan dalam diri yang saya rasakan yaitu seringkali terlalu bersemangat dalam melalukan pekerjaan yang menyebabkan orang lain terkadang tidak dapat mengikuti langkah yang saya ambil. Sehingga saya harus menyadari dan sedikit menyesuaikan tempo saya dalam bekerja dengan orang lain. Saya memiliki keluarga yang sangat mendukung dan berpandangan positif terhadap kegiatansaya dalam berorganisasi di WKRI ini. Saya juga merasa sangat didukung oleh lingkungan sekitar saya, khususnya oleh WKRI cabang Martinus. Usaha yang sudah saya lakukan untuk ikut memajukan WKRI yaitu, - Melakukan sosialisasi saat akan mengadakan konfercab agar konfercab dapat terlaksana dengan
68 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 lancar. - Melakukan pemantapan organisasi agar cabang dan ranting paham mengenai organisasi WKRI, sekalipun hasil saat ini masih belum maksimal karena masih adabeberapa cabang maupun ranting yang belum rutin mengumpulkan laporan bulanan, laporan tahunan, dan data-data konfercab. Masih ada juga beberapa cabang dan ranting yang kesulitan untuk penulisan NPA. Kedepannya, hal ini akan saya beri perhatian khusus agar cabang atau ranting dapat bekerja secara lebih optimal dan tidak mengalami kesulitan. - Melakukan kaderisasi agar semakin banyak anggota usia muda dan yang memilikijiwa kepemimpinan - Memberikan perhatian untuk kegiatan PPUK dan kasus stunting karena kegiatan ini bertujuan untuk mencapai masyarakat sejahtera dan mempunyai kehidupan yang sehat Sayapun selalu berusaha untuk hadir dalam setiap rapat pleno maupun pendampingandengan tujuan untuk lebih memperhatikan situasi dan kondisi perkembangan di cabang dan ranting. Untuk tertib organisasi maka kepengurusan dibatasi hanya untuk dua periode dan diminta untuk menyampaikan laporan keuangan setiap tahunnya pada saat pembuatan laporan tahunan. Semua kegiatan yang dilakukan di masyarakat tidak harus selalu memakai atribut WKRI jika dirasa tidak memungkinkan. Pemahaman mengenai AD/ART akan terus dilakukan agar seluruh cabang dan ranting pahamakan tugas dan kewajibannya masing-masing. Harapan saya kedepan, semua dapat terlaksana dengan baik agar DPD Jabar semakin maju, khususnya dalamkarya pengabdian dimasyarakatterutamamengenai perekonomian denganmenggalakan kegiatan PPUK dan memberi perhatian khusus terhadap kasus stunting serta DPD dapat bekerjasama dengan organisasi lain. Program yang baik dari cabang hendaknya lebih dioptimalkan dan berkesinambungan agar mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Misalnya, gerakan Eco Enzyme, menanam sayuran organik dan hidroponik, dan nasi murah. Sekian pemaparan dari saya, saya ucapkan terima kasih.
Lampiran | 69 KONFERDA XIII TAHUN 2024 Karya Tulis/ Presentasi HarapanTerhadapWKRI-DPDJawaBarat MasaBaktiTahun2024-2029 Oleh MariaGorethiLicen Mewakili WKRI - DPC Cimahi Asal Ranting Graha Bukit Raya MasaBaktiTahun2022-2025 PerumGreenVille Blok IV/19Cilame, Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Email: [email protected] No. HP:0812 2174 8737
70 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 I. PENDAHULUAN 1. LATARBELAKANG Sebagai sebuah organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia memiliki kepengurusan pada setiap lapisan dari pusat hingga ke daerah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Kepengurusan WKRI dibagi dalam 4 tingkatan DPP, DPD, DPC, dan Ranting. Seperti yang kita ketahui WKRI - DPD Jawa Barat adalah salah satu kepengurusan tingkat daerah dari kepengurusan tingkat daerah yang saatini ada diwilayah Republik Indonesia. WKRI DPDjawa baratsendirimemiliki 29 cabang yang tersebar dimasing -masing tingkat kabupaten dan kota dibawah naungan paroki di tiap daerah masing masing. 29 Cabang yang dimaksud tersebut antara lain: B03- 1 Buah Batu B03- 2 Cigugur B03- 3 Cikutra B03- 4 Ciledug B03- 5 Cimahi B03- 6 St Yusuf B03- 7 Cisantana B03- 8 Dayeuhkolot B03- 9 Garut B03- 10 Indramayu B03- 11 Karawang B03- 12 Kamuning B03- 13 Katedral B03- 14 Kebon Kalapa B03- 15 Melania B03- 16 Pamanukan B03- 17 Pandu B03- 18 Purwakarta B03- 19 Subang B03- 20 Sukajadi B03- 21 Tasikmalaya B03- 22 Waringin B03- 23 Martinus B03- 24 Gandarusa B03- 25 Bunda Maria B03- 26 Sukawarna B03- 27 Kota Bukit Indah B03- 28 Lembang B03- 29 St Marinus 2.
Lampiran | 71 3. MAKSUD DAN TUJUAN CABANG CIMAHI Maksud dan tujuan cabang cimahi berpatisipasi dalam pengajuan balon ketua presidium DPD Jawa barat adalah ingin berkontrusi lebih agar aspirasi dari cabang cimahi dapat terakomodir dengan baik. Berdasarkan hasil pemetaan terlihat jelas bahwa DPD Jawa barat sangat mempunyai potensi untuk berkembang bukan hanya bertambahnya jumlah anggota Organisasi diharapkan peningkatan kesejahteraan segi ekonomi sosial dan budaya dapat direalisasi sehingga menunjang kegiatan dalam kemasyarakatan/pasar. 4. SASARAN TARGET KEPENGURUSAN Terbagi Menjadi 2 Bagian: Internal Memperkuatsertamembangunkarakter/attitudeseluruhanggotanyadaritingkatan wilayah kerja paling bawah sehingga mencerminkan Adab yang selaras dengan Visi Dan Misi Organisasi WKRI Mengembalikan tujuan awal organisasi lebih berperan pada kemasyarakatan / pasar bersifat sosial aktif berpedoman pada prinsip solidaritas dan subsidiaritas yang dilandasi ajaran sosial Gereja. Membuka kesempatan kaderisasi yang disertai dengan pola pelatihan dan edukasi pendidikan dasar terlebih pada anggota yang mempunyai kemampuan baik secara tulisan dan lisan namun tidak disertai verifikasi kelembagaan. External Agenda tahunan program kerja kepengurusan lebih diperluas menjalin kerjasama dengan organisasi lain. 5. VISI DAN MISI DALAM KEPENGURUSAN DPD JAWA BARAT MASA BAKTI TAHUN 2024 - 2029 Visi Melanjutkan program kerja kepengurusan terdahulu yang belum tercapai secara paralel dengan programkerja kepengurusanmasa baktitahun 2024 - 2029, sehingga tercapai kesejahteraan bagisesama. Misi Menyelesaikan kepengurusan masa bakti Tahun 2024 - 2029 lebih pada karakter building. Kaderisasi pembentukan leadership yang berkualitas. Mempertajam kegiatan UMKM di tiap cabang di Jawa barat, agar dapat dimanfaatkan anggota dlm berkarya disesuaikan dengan komoditi daerah masing masing. Menjadikan Swasembada pangan (jimpitan beras) disetiap Cabang sebagaisalah satu penunjang dalam kegiatan rutin baksos di daerah masing masing. 6. PERSONAL POINT OF VIEW Secara pribadi saya menyambut baik dan menanggapi positif maksud tujuan Cabang Cimahi ikut dalam pengajuan balon ketua Presidium DPD Jawa Barat. Keinginan untuk adanya perubahan. Yang dimaksud dengan perubahan adalah lebih kepada Organisasi yang lebih berstruktur bertumbuh semakin baik tidak tumpang tinggi antara masing -masing pengurus. Job desk wilayah kerja dan kewenangan dalam mengambil keputusan antara pengurustidak saling bersebrangan. Kita tidak melupakan sejarah, bahwa bangsa indonesia dibangun atas dasar penyampaian komunikasi yang sangat baik darisabang sampai merauke sehingga menjadi negara kesatuan
72 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 dalam kebhinekaan. Komunikasi adalah salah satu sarana yang fundamentalmenurutsaya yang bisa tercapai nya satu keinginan dengan banyak pemikiran. Latar belakang Pendidikan yang saya miliki tidak termasuk dalam kriteria sebagai balon ketua presidium DPD Jawa barat, namun seiring waktu dan keterlibatan saya di Organisasi WKRI membawa saya untuk 2 Periode menempati wilayah kerja Ranting sebagai ketua Ranting Permata danwakil ketua Ranting GBR saat ini hasil pemekaran Ranting Permata saat saya menjabat ketua periode sebelumnya. Tegas dan Lugas mungkin ini karakter kepemimpinan yg saya miliki, jarang untuk memberikan toleransi jika kewajiban sebagai pengurus tidak dijalankan dengan baik. Saya selalu memberi waktu dead line dalam setiap apa yg saya kerjakan, ini kekurangan saya. Sayamenyadari hadir disini tidak lebih pintar dariteman -teman saya yang di Cabang Cimahi, tidak juga berjanji bahwa semua aspirasi dapat terpenuhi. Namun saya hadir disini dengan iman dan keyakinan bahwa Tuhan akan membimbing dan menyertai saya dengan talenta yg Tuhan berikan. Semangat Spiritualias mengawali setiap langkah yang saya ambil bersama teman teman di kepengurusan DPDjawa barat nantinya jika seandainya sayamasuk dalamkepengurusan masa baktitahun 2024 - 2029. Jabatan ketua presidiumbukanlah tujuan akhir dari perjuangan kami di Cabang Cimahi. Siapapun yang menjabat ketua presidium, Cabang Cimahi akan tetap solid mendukung DPD Jawa baratsehingga dapat menjadi inspirasi DPD wilayah lainnya dalam menyikapi persoalan internal dan eksternal dengan cara yang bijak baik dan benar. II. PENUTUP WKRI adalah organisasi kemasyarakatan yang menjungjung tinggi nilai - nilai Pancasila. dimana secara tidak langsung setiap anggotanya merupakan cermin kepribadian dalam bertindak, berprilaku secara baik dan benar agar dapat memenuhi sasaran organisasi wanita katolik yang sesungguhnya layak dan pantas 100 % katolik 100 % indonesia. Demikian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan hari ini, mohon maaf apabila dalam penyampaian presentasi ada kekurangan. saya siap untuk belajarlagi dan menunggu proses selanjutnya. Tuhan Memberkati.
Lampiran | 73 KONFERDA XIII TAHUN 2024 HARAPAN TERHADAP WKRI DPD JABAR MASA BAKTI 2024 – 2029 Oleh Enny Setiawati Visi dan Misi adalah dua elemen penting dalam perencanaan strategis dan manajemen organisasi, baik itu perusahaan, lembaga pemerintah, maupun organisasi non-profit. Kedua elemen ini membantu dalam merumuskan tujuan jangka panjang (visi) dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (misi). Visi adalah gambaran atau cita-cita jangka panjang yang diinginkan oleh organisasi. Ini adalah pandangan ideal tentang masa depan yang ingin dicapai oleh organisasi. Visi memberikan arah dan tujuan yang inspiratif kepada organisasi. Ini adalah gambaran tentang dunia yang ingin diciptakan oleh organisasi melalui upaya dan keberhasilannya. Visi biasanya bersifat abstrak, inspiratif, dan menggambarkan pencapaian yang besar di masa depan. Misi adalah pernyataan yang lebih konkret yang menjelaskan tujuan inti organisasi, fokus utama kegiatan, dan sasaran yang ingin dicapai dalam jangka pendek hingga menengah. Misi menjelaskan "apa" yang dilakukan organisasi, "bagaimana" melakukannya, dan "untuk siapa" itu dilakukan. Ini menguraikan peran dan identitas organisasi dalam lingkungannya. Misi membantu organisasi untuk tetap fokus dan memberikan panduan operasional sehari- hari. Visi dan misi seringkali digunakan bersama-sama dalam perencanaan strategis organisasi. Visi memberikan inspirasi dan arah jangka panjang, sementara misi memberikan panduan tindakan dan fokus dalam pencapaian visi tersebut. Selain itu, visi dan misi harus sesuai dengan nilai-nilai dan budaya organisasi, dan mereka membantu dalam memotivasi karyawan, stakeholders, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja menuju tujuan bersama. Visi yang hendak dicapai pada DPD WKRI tahun 2024 – 2029: Selain kami menjalankan Visi dan Misi DPP, kami juga mempunyai harapan dengan Visi dan Misi DPD Jabar yaitu, “Bersatu padu dengan seluruh jajaran di Jawa Barat untuk menciptakan kekompakan dengan mempererat ikatan dan menjalin komunikasi yang baik, mengikuti kemajuan perkembangan teknologi, serta siap melayani secara profesional demi pelayanan sosial.” Misi DPD WKRI Tahun 2024 – 2029: - Memepererat ikatan dan menjalin komunikasi yang baik - Mengadakan kegiatan di bidang sosial - Mewadahi bakat dan minat anggota - Memberi pelatihan tentang tehnologi yang sedang berkembang - Mepererat keakraban antar anggota - Meningkatkan kerja sama dan kekompakan
74 | Buku Hasil Konferda Tahun 2024 Maka kami akan membentuk pengurus yang solid, dengan tim yang solid apapun yang dihadapi akan mudah mendapatkan solusi. Selain itu, saya juga akan melakukan evaluasi dan melanjutkan program kerja yang baik dari kepengurusan sebelumnya. Untuk mendukung tercapainya visi dan misi tersebut, WKRI dirasa perlu mememiliki usaha kreatif. Adanya usaha kreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah penyaluran ide kreatif dari anggota. Selain itu, usaha kreatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan, baik untuk WKRI sendiri maupun anggota yang terlibat aktif dalam menjalankanusaha kreatif ini. Adanya tambahan sumber pemasukan bagi WKRI diharapkan dapat membantu menunjang pelaksananaan kegiatan organisasi. Dengan memperkuat bidang usaha, dalam organisasi dengan adanya uang yg cukup maka kami akan sangat mudah bergerak untuk membantu lingungan sekitar juga dapat membantucabang2 lain yang membutuhkan. Tentang pribadi Saya adalah seorang yang mampu berkomunikasi dengan baik dan fleksibel, mampu menempatkan diri. Saya memiliki motivasi tinggi dan memiliki ketekunan dalam mengerjakan sesuatu, sehingga senantiasa bersemangat untuk melakukan suatu pekerjaan hingga tuntas. Saya mandiri, mampu mengerjakan suatu perkejaan secara mandiri, maupun bekerja sama dalam tim. Saya mudah beradaptasi dalam lingkungan baru. Selain itu, saya memiiliki pengalaman berkerja untuk melakukan koordinasi tim secara efektif dalam mencapai tujuan/target bersama, karenanya saya mampu menjadi pemimpin dalam suatu kelompok. Saya memiliki menajemen waktu yang baik, mampu memperkirakan dan mengatur waktu, hal ini memungkinkan saya untuk dapat mengerjakan sesuatu dengan lebih efektif dan efisien. Hal yang kurang baik dari diri saya dalam melakukan pekerjaan dalam kelompok adalah saya kurang sabar ketika melihat anggota kelompok tidak melakukan pekerjaan dengan segera, ada kalanya saya cenderung terlalu kritis dan sedikit keras kepala, juga terlalu menjaga perasaan orang (tidak tegaan). Pada waktu pertama mengikuti organisasi WKRI dan menjadi pengurus, lingkungan sekitar bertanya, apa manfaatnya, saya jelaskan kalau sudah berbuat dan menolong bagi yang membutuhkan rasanya menambah kebahagian dalam diri sendiri. Dalam keluarga inti hanyaada anak-anak yang sebenarnya tidak terlalu memahami kegiatan WKRI, jadi tidak banyak pertanyaan tentang apa kegiatan saya di WKRI. Anak-anak yang penting saya senang menjalani seluruh kegiatan yang saya lakukan. Usaha kami sekarang ini memberi solusi dan ide-ide yang di perlukan untuk pribadi orang yang bertanya seputar organisasi WKRI. Misalnya dengan menjual secara online suatu produk, yang membuat mendapat hasil dan organisasi yang menjadi wadahnya juga mendapatkan keuntungan dari penjualan produk-produk tersebut. Kami pernah melakukan penjualan baju-baju bekas layak pakai yang diperoleh dari sumbangan. Kami menjual dengan harga yang sangat terjangkau untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. Dari kegiatan ini, kami selain membantu masyarakat sekitar juga kami mendapat pemasukan untuk kas organisasi WKRI. Jayalah selalu Wanita Katolik Republik Indonesia!
Lampiran| 75 LAMPIRAN BERITA ACARA KONFERDA XIII TAHUN 2024
76 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Lampiran Berita Acara Sidang Pleno III Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 BERITA ACARA SIDANG PLENO III Pada Hari : Minggu Tanggal : 28 Januari 2024 Bertempat di : Ruang Ignatius, Bumi Silih Asih, Bandung dalam Sidang Pleno III Konferensi Daerah XIII Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat telah dilaksanakan Pengesahan Hasil Sidang Komisi dan Tim,sebagai berikut: 1. Pembacaan Laporan Komisi Program Kerja yang tertuang dalam Berita Acara Sidang Komisi Program Kerja oleh Ketua/Sekretaris Sidang Komisi Program Kerja dan Pengesahan Laporan Komisi Program Kerja oleh Pimpinan Sidang Pleno III 2. Pembacaan Laporan Komisi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi yang tertuang dalam Berita Acara Sidang Komisi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi oleh Ketua/Sekretaris Sidang Komisi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi dan Pengesahan Laporan Komisi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi oleh Pimpinan Sidang Pleno III 3. Pembacaan Laporan Tim Pemeriksa Keuangan/Verifikasi yang tertuang dalam Berita Acara Sidang Pemeriksaan Keuangan/Verifikasi oleh Ketua Tim Pemeriksa Keuangan/Verifikasi dan Pengesahan Laporan Tim Pemeriksa Keuangan/Verifikasi oleh Pimpinan Sidang Pleno III 4. Pembacaan Laporan Tim Pemilihan yang tertuang dalam Berita Acara Sidang Tim Pemilihan dan pengesahannya oleh Pimpinan Sidang Pleno III Berita Acara ini merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan Sidang Pleno III dalam Konferda XIII Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG PLENO III Ketua, Sekretaris, Yeti Mariati Maria Marcellina Jenny
Lampiran| 77 Lampiran Berita Acara Sidang Tim Kelompok Kerja Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 BERITA ACARA SIDANG TIM KELOMPOK KERJA Pada Hari : Kamis Tanggal : 12 Oktober 2023 dan 19 Oktober 2023 Waktu : Pk. 09.00 – Pk.12.00 WIB Bertempat di : Aula Gereja St. Petrus, Katedral - Bandung Dalam upaya melengkapi syarat pelaksanaan Konferda XIII Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat telah dilaksanakan penjaringan bakal calon pemimpin Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat untuk Masa Bakti 2024 - 2029 1. Penetapan Ketua, Sekretaris dan Anggota.(Dibentuk sebelum ada Ba-Lon) Ketua : Lidwina Wahyu Widayati Sekretaris : Hediana Darmawan Anggota : Pst. Agustinus Sudarno, OSC 2.Penjaringan dilakukan dengan mencari dan meminta dari cabang dan ranting untukmengajukan bakal calon. 3. Melengkapi data bakal calon dengan mengisi formulir yang sudah disediakan. 4. Menyeleksi bakal calon dengan berbagai pertimbangan dan mendapat masukan dari berbagai pihak untuk mendapatkan calon pimpinan Wanita Katolik RI Dewan PengurusDaerah Jawa Barat dengan tepat. Berita Acara ini merupakan pertanggungjawaban Sidang Tim Pokja untuk mendapatkan pengesahan dalam Sidang Pleno III Konferda XIII Tahun 2024 Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG TIM KELOMPOK KERJA Ketua, Sekretaris, Yeti Mariati Maria Marcellina Jenny
78 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 Lampiran Berita Acara Sidang Tim Pemilihan Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 BERITA ACARA SIDANG TIM PEMILIHAN Pada Hari : Minggu Tanggal : 28 Januari 2024 Bertempat di : Ruang Ignatius Bumi Silih Asih, Bandung Dalam Sidang Tim Pemilihan Konferda XIII Ta hun 202 4 Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat telah dilaksanakan beberapa kesepakatan sebagai berikut: 1. Penetapan Ketua dan Sekretaris Sidang: Ketua : M B Corry Timmerman Sekretaris : Navita Kristi Astuti Nama-nama tersebut di atas akan menjadi Ketua dan Sekretaris dalam Sidang Pleno IV 2. Pembahasan Materi Pencalonan oleh seluruh peserta Sidang Tim Pemilihan terlaksana secara tertib dan lancar, menghasilkan draft/usulan Rancangan Pemilihan dan Penetapan Pimpinan Pimpinan terpilih dan menjadi materi Sidang Pleno IV 3. Materi Usulan Rancangan Pemilihan dan Penetapan Pimpinan terpilih yang telah disepakatioleh segenap peserta Sidang Tim Pemilihan merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini. Berita Acara ini merupakan pertanggungjawaban Sidang Tim Pemilihan untuk mendapatpengesahan dalam Sidang Pleno IV Konferda XIII Tahun 2024 WanitaKatolik RI DPD Jawa Barat. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG TIM PEMILIHAN Ketua, Sekretaris M B Corry Timmerman Navita Kristi Astuti
Lampiran| 79 Lampiran Berita Acara Sidang Pleno V Konferda XIII Tahun 2024 DPD Jawa Barat KONFERDA XIII TAHUN 2024 BERITA ACARA SIDANG PLENO V Pada hari ini, Hari : Minggu Tanggal : 28 Januari 2024 Bertempat di : Ruang Ignatius, Bumi Silih Asih, Bandung Dalam Sidang Pleno V Konferensi Daerah Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat telah dilaksanakan Pengesahan Hasil Konferda XIII Dewan Pengurus Daerah sebagai berikut: Pembacaan Keputusan-Keputusan Hasil Konferda XIII oleh Sekretaris Sidang dan Pengesahan Keputusan-Keputusan Hasil Konferda XIII sebagaiberikut: a. SKEP-I/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/2024 tentang Keabsahan Konferda XIII, Tata Tertib Konferda dan Jadwal Acara b. SKEP-II/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/2024 tentang Pengesahan LaporanPertanggungjawaban DPD Jawa Barat c. SKEP-III/KONFERDA XIII DPD JABAR/I/2024 tentang Program Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat Masa Bakti 2024-2029 d. SKEP-IV/KONFERDA XIII DPD JABAR /I/2024 tentang Program Kerja DPD Jawa Barat Masa Bakti 2024-2029 e. SKEP-V/KONFERDA XIII DPD JABAR /I/2024 tentang Penetapan Hasil Perolehan Suara dan Penetapan Pimpinan Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat Masa Bakti 2024-2029 f. SKEP-VI/KONFERDA XIII DPD JABAR /I/2024 tentang Peran Wanita Katolik RI dalam Menyiapkan Kader-Kader Penyelenggara Negara dan Pejabat Publik Wanita Katolik RI DPD Jawa Barat Masa Bakti 2024-2029 Berita Acara ini merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan Sidang Pleno V dalam Konferda XIII Tahun 2024 Wanita Katolik RI Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat. Bandung, 28 Januari 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 WANITA KATOLIK RI DPD JAWA BARAT SIDANG PLENO V Ketua, Sekretaris, Agnes Evi Lumban Tobing M. M Ayi Ika Sartika
Keputusan Konferda| 81 RUMUSAN HASIL KONFERDA XIII TAHUN 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024
82 | Buku Keputusan Konferda XIII Tahun 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 RUMUSAN HASIL KONFERDA XIII WANITA KATOLIK RI DEWAN PENGURUS DAERAH JAWA BARAT PENDAHULUAN 1. Konferda adalah merupakan Rapat Paripurna tingkat daerah dengan sistem perwakilan anggota, diselenggarakan sekali dalam 5 tahun oleh Dewan Pengurus Daerah sebagai pertanggungjawaban masa bakti kepengurusan, serta menetapkan langkah organisasi di 5 tahun mendatang dan memilih pimpinan organisasi di tingkat daerah. Berpedoman pada ART Bab V, Pasal 18 tentang Konferda Ayat 3, maka Dewan Pengurus Daerah menentukan Peserta Konferda yang terdiri atas: 1) Dewan Pengurus Daerah 2) Dewan Pengurus Pusat 3) Anggota yang menjadi Utusan dan Peninjau (jumlah dilihat dalam lampiran) 4) Penasihat Rohani Dewan Pengurus Daerah 5) Undangan yang ditentukan oleh Dewan Pengurus Daerah. Total peserta Konferda XIII Tahun 2024 sebanyak 61 orang sesuai dengan kapasitas ruangan di Gedung Bumi Silih Asih Jl. Moch. Ramdhan no. 18 Bandung. 2. Konferda XIII Tahun 2024 mencanangkan tema: Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia • Peran Perempuan: dalam rangka memperingati usia 100 tahun, Wanita Katolik RI perlu menengok ke belakang menapaki kembali sejarah perjuangan perempuan dan mengidentifikasi peran yang sudah ditapakkan di masa lalu sampai dengan masa kini dengan segala tantangan perubahan zaman, agar dapat meneruskan spirit asal dan misi perjuangan. • Kesejahteraan Bersama: memiliki pesan kunci dalam Ajaran Gereja Katolik adalah tentang kasih kepada sesama manusia dan seluruh lingkungan hidup. Wanita Katolik RI yang sejak awal lahir karena kepedulian dan bela rasa kepada yang lemah dan terpinggirkan mengangkat kemanusiaan dalam rangka mewujudkan keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan untuk semua (bonum commune) • Negara Kesatuan Republik Indonesia: selalu mengingat bahwa NKRI dibentuk dari keberagaman suku/ras, agama/kepercayaan, adat/budaya. Oleh karena itu keberagaman yang merupakan keniscayaan bagi Indonesia ini harus dirawat, dijaga keberadaannya. Marilah menyadari bahwa satu per satu dari kita (manusia Indonesia) mempunyai perbedaan, tetapi perbedaan ini hendaklah menjadi tekad untuk mewujudkan lingkungan yang ramah-nyaman-aman bagi semua Konferda XIII diselenggarakan dalam bentuk: Sidang-sidang terdiri dari : Sidang Pleno, Sidang Komisi dan Tim. Adapun materi yang dibahas adalah : A. Materi Pokok: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Rancangan Program Kerja 5 tahun, Berkas laporan dan usulan Pokja Pencalonan B. Materi Penunjang: Peneguhan Spiritualitas, paparan narasumber berkaitan dengan gambaran perubahan situasi dan kondisi global serta nasional sesuai dengan perkembangan di masyarakat.
Keputusan Konferda| 83 PEMBUKAAN DAN DISKUSI PANEL 3. Perayaan Ekaristi Pembukaan Konferda XIII Misa dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC ( Uskup Keuskupan Bandung ) dan Vikjen RD Yustinus Hilman Pujiatmoko. Mgr menjelaskan bahwa perjalanan kehidupan perlu peneguhan hati, derap langkah peserta Konferda membawa bendera Merah Putih dan Vandel WKRI mengartikan maju melangkah melaksanakan Konferda XIII untuk menuju 5 tahun kedepan supaya lebih baik dan menyenangkan. Kegiatan dalam WKRI perlu peneguhan dari Tuhan Yesus. Dalam sejarah terbentuknya WKRI yang memiliki Visi dan Misi yang jelas dengan azas subsidiaritas dan solidaritas serta Asih Asah Asuh juga berdasarkan ajaran sosial gereja. 4. Sambutan Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI Ibu Wantyana Wahju menjelaskan bahwa tema Konferda XIII diambil dari Konggres XXI yaitu “Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”. WKRI merupakan salah satu organisasi masyaratat yang tertua yang berjejaring dengan berbagai organisasimasyarakat lainnya, baik pemerintah maupun pihak swasta. Dalam Konferda ini siapapun yang akan terpilih harus didukung oleh seluruh anggota 5. Sambutan Kabid Ketahanan Ekonomi, Budaya , Seni , Agama Dan Kemasyarakatan. Bapak Dani Hadianto SE, MAB mewakili PJ Gubernur Jawa Barat. Beliau mengapresiasi Kegiatan Konferda XIII dan berharap WKRI semakin maju, membawa pikiran-pikiran yang positif dalam masyarakat serta semakin peka dan peduli terhadap permasalahan yang ada. Peran perempuan sangat penting dalam membina pendidikan dan perilaku anak-anak bangsa. 6. Sambutan Anggota Presidium I DPP Ibu Lusia Willar membacakan sambutan tertulis dari Ketua Presidium DPP, Ibu Elly Kusumawati Handoko yang tidak dapat hadir. Beliau mengapresiasi Panitia Konferda XII DPD Jabar dalam menyelenggarakan Konferda ini. Konferda adalah forum tertinggi dalam WKRI, yang harus memperhatikan masyakarat kecil, menciptakan usaha, mengubah pola pikir, melek digital, memperluas jejaring kerjasama lintas suku, etnis dan agama serta isu perempuan perkawinan anak. PEMBUKAAN RESMI KONFERDA XIII Anggota Presidium I Ibu Lusia Willar, disaksikan oleh 3 Presidium, Ketua BKOW Ibu Hj. Euis Siti Julaeha Saidin dan Bapak Dani Hadianto membuka Konferda XIII secara resmi dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada Ketua Presidum DPD Jawa Barat dari ketua BKOW. SEMINAR Pemateri seminar adalah Pastor DR Ferry Sutrisna Wijaya, Pr., membawakan “ Gagasan Mengenai Peran WKRI menanggapi Darurat ilkim”. Beliau menjelaskan stategi 3 pintu untuk mengatasi lingkungan hidup. Pintu depan untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk kedalam rumah dengan cara tidak membeli makanan yang dibungkus plastik. Pintu tengah, menggunakan kembali bungkus bekas makanan (reuse). Pintu belakang, tidak ada sampah yang dibuang ke luar rumah. HASIL KONFERDA XIII TAHUN 2024 7. Hasil Sidang-sidang Komisi dan Tim : 1) Komisi Program Kerja menghasilkan kesepakatan menerima Rancangan Strategi dan Program Kerja Daerah yang berkaitan dengan isu : - Menyusun anggota untuk satu tujuan berpartisipasi di ranah politik praktis maupun keputusan pemerintah - Mengikuti kegiatan perempuan untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi perubahan iklim - Mengujungi Lapas dan posyandu
84 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 - Melayani keluarga yang mengalami permasalahan ekonomi - Mengadakan seminar untuk menambah pengetahuan - Mengadakan pelatihan ketrampilan yang berguna untuk meningkatkan ekonomi - Berjejaring dengan organisasi lain - Mencari usaha untuk mendapatkan dana kegiatan 2) Komisi Program Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi membuat Rancangan Program Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi yaitu: - Melaksanakan rekomendasi Rakorda tahun 2022 untuk iuran anggota dari Rp. 2000,00 menjadi Rp. 3000,00 - Kaderisasi - Dewan Pengurus di semua tingkat organisasi berkewajiban mematuhi azas tata tertib organisasi yang menunjukan kualitas kehidupan berorganisasi dengan melaksanakan Rapat Paripurna - Pembentukan wilayah kerja sebagai uapaya memperluas daya jangkau kerja pelayanan WKRI - Kemandirian dalam berpolitik - Pengembangan Kemitraan harus sesuai dengan visi-misi organisasi 3) Tim Verifikasi Keuangan: memeriksa Laporan Keuangan dari tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan tanggal 25 Januari 2024 dengan hasil catatan pembukuan yang ada, sudah sesuai dengan bukti fisiknya (dokumen). 8. Hasil Sidang Pleno IV tentang Pemilihan Pimpinan Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat masa bakti Tahun 2024- 2029. Perolehan suara terhitung sebagai berikut 1) Catharina Agustin Prihantini 33 suara 2) Emerentiana Anastasia Enny Setiawati 29 suara 3) Maria Angela Immaculata Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 35 suara 4) Maria Magdalena Enna Teguh 41 suara Dengan demikian yang terpilih menjadi Pimpinan DPD Jawa Barat adalah Maria Magdalena Enna Teguh (Ketua Presidium); M.A.I. Pramukanti W.L.D (Anggota Presidium I); Catharina Agustin Prihantini (Anggota Presidium II). Bandung, 28 Januari 2024 TIM PERUMUS Sekretaris, Ketua dr. Kristiana Nina Taruk Irene Ana Yohana Notulis Yulia Suryamah Titin Sunarti Anne Gunawan
Lampiran | 85 NOTULEN KONFERDA XIII TAHUN 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024
86 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 KONFERDA XIII TAHUN 2024 NOTULEN KONFERDA XIII TAHUN 2024 WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA DEWAN PENGURUS DAERAH JAWA BARAT BSA KEUSKUPAN BANDUNG, 27-28 JANUARI 2024 TEMA: “Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia “ *PERARAKAN Acara Konferda dimulai dengan Perarakan pembawa Bendera Merah Putih sebanyak 26 cabang dan pembawa Vandel sebanyak 29 vandel memasuki Aula St Yohanes Paulus II untuk mengikuti Misa Pembukaan Konferda, Misa dipinpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin O.S.C. dan Vikjen Yustinus Hilman Pujiatmoko, Pr. Dalam Homilinya, Mgr menjelaskan bahwa kemiringan harus diluruskan. Perjalan kehidupan perlu peneguhan hati, derap langkah peserta Konferda pembawa Bendera Merah Putih dan Vandel mengartikan maju melangkah melaksanakan Konferda XIII menuju lima tahun ke depan akan lebih menyenangkan. Kegiatan dalam WKRI perlu peneguhan dari Tuhan Yesus. Dalam sejarah terbentuknya WKRI yang memiliki visi danmisi yang jelas, dengan asa 2S 3A (Asas Subsidiaritas dan Solidaritas serta Asih Asah Asuh) dan berdasarkan Ajaran Sosial Gereja. Dalam bacaan Injil Markus, mengajarkan kita bahwa kita jangan takut akan badai dan angin topan kehidupan, selama kita percaya Tuhan Yesus ada bersama kita. Ajak Yesus untuk berbicara dilibatkan dalam kehidupan organisasi. Begitu juga dalam kehidupan berorganisasi, kita harus percaya kepada Tuhan Yesus. WKRI sebagai organisasi sosial yang menyuarakan kesetaraan gender sebagai garda terdepan dalam meningkatkan harkat dan martabat perempuan. Pemilihan Presidium harus berjalan dengan damai, kita dukung kegiatan ini sebagai wujud rasa tanggung jawab. *UPACARA RESMI PEMBUKAAN KONFERDA XIII TAHUN 2024 Doa Pembukaan oleh Ibu Theresia Lipat Juan, dilanjutkan dengan menyanyikan LAGU INDONESIA RAYA, dan diikuti dengan *Mengheningkan Cipta oleh Ibu Lusia Willar (Anggota Presidium I DPP), kemudian mengumandangkan LAGU MARS WKRI *LAPORAN KETUA PANITIA PELAKSANA Ibu Erna Saleh, selaku Ketua panitia pelaksana melaporkan kehadiran peserta keseluruhan, dan menjelaskan kegiatan pra Konferda khususnya dalam penggalangan dana untuk kegiatan Konferda ini. Akhirnya beliau mengucapkan selamat menjalankan Konferda. *SAMBUTAN KETUA PRESIDIUM WKRI DPD JAWA BARAT Ibu Wantyana Wahju selaku Ketua Presidiun DPD Jawa Barat, menjelaskan bahwa tema Konferda diambil dari tema Kongres XXI yaitu “Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia “. WKRI merupakan salah satu organisasi masyarakat yang tertua, yang berjejaring dengan berbagai organisasi masyarakat lainnya, pemerintah dan pihak swasta. Dalam Konferda ini siapapun yang akan terpilih harus didukung oleh seluruh anggota * SAMBUTAN WKRI DPP Anggota Presidium I, Ibu Lusi Willar membacakan Sambutan tertulis dari Ketua Presidium WKRI DPP, Ibu Elly Kusumawati Handoko yang tidak bisa hadir. Beliau mengapresiasi Panitia Konferda dan DPD Jawa Barat dalam penyelenggaraan Konferda XIII ini. Konferda adalah forum tertinggi di WKRI, dan harus selalu memperhatikan point-point penting dalam pelaksanaan kegiatannya, yaitu:
Lampiran | 87 1. Selaras tema Konferda, usaha kecil , pelatihan dan inovasi, menciptakan usaha bagi anggota dan masyarakat. 2. Mengubah pola pikir, untuk melek digital. 3. Kerjasama jejaring, lintas suku, etnis dan agama tentang isu peremupuan, perkawinan anak, 4. Penetapan dan mengesahkan dan menetapkan pimpinan daerah, Presidium 2S 3A ( subsidiaritas solidaritas asih asah asuh ) * SAMBUTAN KABID KETAHANAN EKONOMI, BUDAYA, SENI, AGAMA DAN KEMASYARAKATAN Bpk. Dani Hadianto, S.E., M.A.B. menyampaikan permohonan maaf karena ketidakhadiran Bapak Pj. Gubernur, dikarenakan ada kegiatan lain, dan beliau sangat mengapresiasi kegiatan Konferda ini dan berharap WKRI semakin maju dan selalu membawa fikiran-fikiran yang positf dalam masyarakat, serta semakin peka dan peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Peran perempuan sangat penting dalam peranannya membina pendidikan dan perilaku anak-anak bangsa *PEMBUKAAN RESMI KONFERDA XIII Pemukulan gong oleh Anggota Presidium I DPP Ibu Lusia Willar, disaksikan tiga Presidium, Ketua BKOW Hj. Euis Siti Julaeha Saidin dan Bapak Dani Hadianto. Dilanjutkan dengan pemberian kenang- kenangan kepada Presidium DPD Jawa Barat dari Ketua BKOW. SEMINAR Pemateri seminar adalah Pastor Dr. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr. membawakan Gagasan mengenai Peran WKRI menanggapi Darurat iklim” Materi yang disampaikan: Diawali dengan pertanyaan dari peserta konggres. Dari cab Cigugur, peran wanita katolik dalam politik dan Dari Cikutra Program yg paling baik untuk WKRi yg ultah ke 100, yang lain tentang pengelolahan sampah. Rm Ferry mengingatkan supaya “menomorsatukan Indonesia”. Sebagai Ormas, WKRI jangan masuk ke politik praktis. Wanita Katolik harus aktif dalam mendidik dan membina para wanita untuk menjadi kader dan menghormatii semua orang. Dan memberikan pendidikan politik. Diharapkan WKRI mempunyai etika, jujur dan kerja keras serta bisa bekerja sama. Apakah kita sudah mempunyai peran untuk Indonesia.WKRI harus keluar kandang, jangan scoop Paroki, melangkah keluar pintu ke tempat yang kotor dan berlumpur. Field hospital Church, jadikan kita sebagai RS lapangan saat ada yang memerlukan. Anggota WKRI adalah orang yang kekatolikannya sudah matang. Ibu RA Maria Soelastri Soejadi D. Sastraningrat sebagai Pendiri Wanita Katolik RI. Langkah awal beliau pembicaraan dari hati kehati di Pabrik Cerutu dan Pabrik Gula di Yogyakarta. Hasil pembicaraan dibentuklah peraturan untuk kedua belah pihak untuk perbaikkan nasib para buruh. Kerinduan Ibu Soelastri yang harus kita kerjakan saat ini karena di luar sana masih banyak kalangan miskin, tertindas, kurang pendidikan dengan memberdayakan mereka dengan Kursus keterampilan termasuk lewat pendidikan, misal mengajar makanan sehat di Posyandu, giziseimbang. Dalam Laudato Si (24 mei 2015) dan apostolic Laudate Deum (4 Okt 2023), mengatakan Dunia kita sudah rusak. Stategi 3 pintu untuk mengatasi Lingkungan hidup dengan pintu depan, tengah, belakang., 98 persen mengurangi jumlah sampah dengan megubah perilaku belanja (pintu depan) Belilah makanan yg tidak dibungkus plastik, mengurangi semua jenis plastik. Misal membuka warung dengan menjual refill semua bahan keperluan rumah tangga. Strategi pintu depan mengurangi sampah. Pintu tengah namanya reuse (memakai kembali). Pintu belakang recycle. Akhirnya tidak ada sampah yang dibuang. Hendaknya WKRI membuat pelatihan cara membuat makanan yang sehat untuk keluarga, misalnya membuat kaldu dari jamur. Untuk stunting, pintu depan membuat makanan sehat, pintu belakang” memberi susu”. Program semua harus bersifat mendidik. Kesimpulan mengenai gagasan peran WKRI menanggapi darurat iklim: 1 WKRI Tidak fokus pada kerasulan internal, sekitar gereja dan altar saja. 2 Tidak focus pada anggota dan keluarga saja. 3. Tidak perlu terlalu fokus pada keterlibatan politik 4. Tidak fokus pada pendidikan formal maupun non formal
88 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 5 Tidak terlalu fokus pada anak balita stunting tapi pada ibunya 6. Tidak terlalu fokus pada masalah ketahanan dan kedaulatan pangan. WKRI sebaiknya fokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya perempuan dengan tingkat ekonomi/ pendidikan/ kesehatan yang kurang memadai dan perempuan yang rentan, dengan cara mendirikan dan mengelola sekolah pemberdayaan perempuan yang program kerjanya: 1. Pribadi: mendampingi dan melatih perempuan agar mampu mengenali diri sendiri, mencintai diri, menerima dan mampu mengembangkan dirinya sendiri dengan segala potensinya 2. Keluarga: Mendampingi dan melatih perempuan agar mampu untuk berkomunikasi dan membangun relasi yg terbuka dan sehat. 3 Ekonomi keluarga “mendampingi dan melatih perempuan” agar mampu mengelola keuangan 4 Pangan :menyediakan pangan yang sehat dan enak 5 Gizi: menyediakan makanan dan asupan gizi yang cukup dan memadai bagi anak- anak 6 Pendidikan: mendampingi dan mendidik anak untuk tumbuh sehat, cerdas,jujur, rajin, trampil, tangguh untuk membangun masa depan yang baik 7 Komunitas dan jaringan: yang saling menghormati , saling mencintai,saling mengembangkan diri dan mampu bekerja sama untuk membangun pribadi, keluarga,komunitas dan masyarakat yang lebih sehat , sejahtera, dan bahagia. SIDANG PLENO I Ketua : Presidium Sekretaris : Presidium Pada hari ini Sabtu, 27 Januari 2024 pukul 14.35 WIB, di Gedung Bumi Silih Asih, dimulai Sidang Pleno I. Kehadiran peserta dalam sidang pleno I sebanyak 60 orang, sehingga memenuhi kuorum. Sidang dibuka secara resmi oleh Ibu Wantyana Wahju Pembacaan BAB I dan pasal oleh Ibu Tanti Mariani Sidang Pleno ‘sah” apabila 2/3 hadir dari jumlah Cabang dan ranting sehingga Sidang dianggap ” Sah” Ada perbaikan -Pasal 7 AD-ART Tahun 2023. -Rancangan tata tertib bisa diterima. -Revisi jam kegiatan, ada kemajuan 30 menit dari jadwal acara Pembukaan resmi Pertanyaan: 1 Mengenai pakaian resmi dalam Sidang 2 Mengenai waktu untuk mengganti pakaian Berita Acara Sidang Pleno I dibacakan oleh Ibu Tanti Mariani Dihadiri 44 Utusan, yang membawa 57 surat mandat dari 29 Cabang, dan 4 orang undangan SIDANG PLENO II PERTANGGUNGJAWABAN LPJ (2019- 2024) Sidang Pleno II dipimpin oleh: Ketua : Lani Djumiati Sekretaris : Margaretha Maria Sri Tarmin LPJ : Presidium Berdasarkan absen, sidang dihadiri oleh 60 orang, untuk itu telah memenuhi kuorum. Ibu Wantyana melaporkan kegiatan yang sudah dikerjakan selama Periode Kepengurusan 2019- 2024 baik yang dikerjakan secara online maupun online karena adanya pandemi covid19. Terbentuknya 3 Cabang baru yaitu DPC Lembang, DPC Kota Bukit Indah dan DPC St Marinus serta 6 ranting baru. Bidang Organisasi 1. Mensosialisasi Makna visi misi , AD- ART , dan keputusan Kongres XX 2. Melaksanakan 1 x Konferda thn 2022 3. Kegiatan kegiatan koordinasi dengan DPC 4. Mekasanakan Raker
Lampiran | 89 5. Meningkatkan Kualitas organisasI Bidang Kesejahteraan 1. Kegiatan yang ditujukan untuk kesejahteraan anggota Pengurus DPD ( Renungan harian secara online sewaktu pandemic,ziarek, misa syukur, rekoleksi) 2. Kegiatan ditujukan bagi Kesejahteraan masyarakat( Pelatihan merangkai bunga, membagikan sembako, masker, lomba paduan suara,ziarek ke Toraja, membantu vaksinasi covid , buka puasa lintas agama, baksos, pembuatan dari barang daur ulang, nasi murah dll) Bidang Pendidikan - Seminar narkoba - Pelatihan Jurnalistik - Seminar tentang korupsi - Talk show management stress - Lomba penulisan kronik - Seminar tentang Pernikahan anak, KDRT - Cabang juga berinisiatif mengalakan kebersihan lingkungan dengan membuar eco enzyme , seminar etika komunikasi, demo make up, membuat Rosario,line dance, dll Bidang Humas - Menerbitkan warta DPD - Membuat Buku Sejarah WKRI DPD Jawa Barat. -Meghadiri Kegiatan Organisasi Wanita di Jawa Barat -Menghadiri Raker Pelaporan tengah tahun BKOW - Mengadakan lomba membuat cover Warta DPD Jawa Barat. Bidang Usaha - Menyediakan dan menjual atribut organisasi - Membuat proposal untuk mencari dana - Bekerjasama dengan Bid kesra dari kegiatan ziarek untuk mendapatkan dana. - Membuat batik berlogo WKRI Evaluasi: -Tertib administasi harus lebih ditingkatkan. -Masih sedikitnya anggota dibawah usia 40 tahun. - Masih ada kendala dalam pelaksanaan program PPUK. Kesimpulan dan Saran Keberhasilan adanya kerjasama yang baik dari DPD dan DPC, bertambahnya jumlah anggota dan jumlah ranting, meluasnya kerjasama dengan jejaring, membuat buku panduan Konfercab dan RAR serta menyelengarakan pelatihan-pelatihan dengan melibatkan Cabang, membuat Buku Sejarah WKRI DPD Jabar. Saran-saran: - Pendataan organisasi setiap tahun - Tertib administrasi - Pemantapan organisasi - Pengembangan wilayah - Cabang masih lenih banyak menghadiri undangan, bukan meyelenggarakan kegiatan - Transpormasi ilmu dan pemahaman organisasi peril ditinhkatkan - Kegiatan merangkum Kaum muda - Lebih giat memperkenalkan Visi Misi organisasi diLingkungan gereja dan masyarakat Tanya-Jawab : -Tanya: Cabang Martinus Tantangan pembuatan KTA yang belum berhasil sampai saat ini - Jawab : KTA, ranahnya DPP dalam pembuatannya.
90 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 -Tanya: Cabang Cimahi (Ibu Tien) Mohon penjelasan Surat Tugas yang dibuat oleh diri sendiri? -Jawab: Lucia Wilar (DPP): Tidak ada ketua mengutus diri sendiri. Tetapi diwakili pengurus inti. Sanggahan Bu Tanti: DPD jabar pernah ditolak ketika membawa surat ke kongres. Bisa saja ketua membuat surat tugas untuk diri sendiri, yang memberi tugas adalah Ketua, sedangkan yang diberi tugas adalah nama individu, apabila memang tidak bisa, mohon DPP membuat Juklak sebagai pedoman untuk pembuatan pembuatan surat-surat. Bu Tanti: Bagi cabang yang punya ranting, ketua cabang sebagai peninjau dan ranting sebagai utusan. Tanya: Cabang Santo Yusuf, Cirebon Yang dimaksud dengan Peninjau? Jawab: Peninjau mempunyai Hak bicara tapi tidakmempunyai Hakmemilih Kalau Utusan mempunyai Hak memilih -Tanya: Ranting Pagarsih Daerah yang memerlukan perhatian, apakah kita boleh bekerja sama dengan BKOW? -Jawaban: Cabang silahkan bekerjasama dengan GOW setempat, tapi di Kota Bandung, GOW telah ada perwakilan dari WKRI, jadi silakan menghubungi perwakilan WKRI untuk diadakan kerjasama. Dengan diterimanya Laporan Pertanggungjawaban, Kepengurusan WKRI DPD Jawa Barat Periode Tahun 2019- 2024, maka Presidum dinyatakan Demisioner, segala atribut organisasi diserahterimakan kepada DPP. Presidium menyerahkan secara simbolik kepada Ketua Sidang Pleno II. Ucapan Terimakasih dari Ibu Wantyana secara moril dan materi untuk kebersamaan selama 5 tahun ini, sungguh banyak kemajuan utuk DPD yang sudah diusahakan secaramaksimal Ibu Lusia Willarsebagai Perwakilan dari DPP menerima laporan LPJ sampai terpilihnya pimpinan DPD terpilih. Sidang Pleno II selesai, pada pukul 17.40 wib. SIDANG PLENO III Ketua sidang pleno III: Yeti Mariyati (DPR Cijerah) Sekretaris : Maria Marcelina Jenny (DPR Merdeka-Banceuy) a.Sidang–sidang dibagi kedalam sidang-sidang Komisi : 1. Sidang Komisi Program Kerja Ketua sidang komisi: Theresia Lipat Juan (DPR Pandanwangi) Sekretaris : Veronica Yuni (DPR St. Antonius) Narasumber : Liliana (DPC Martinus) Program Kerja yang disepakati adalah: I. Bidang Organisasi : - Menyusun anggota untuk satu tujuan berpartisipasi di ranah politik praktis maupun keputusan pemerintah II. Bidang Kesejahteraan : -Mengikukuti kegiatan perempuan untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi perubahan iklim -Mengujungi Lapas dan posyandu -Melayani keluarga yang mengalami permasalahan ekonomi III. Bidang Pendidikan : -Mengadakan pelatihan ketrampilan yang berguna untuk meningkatkan ekonomi IV. Bidang Hubungan Masyarakat : -Berjejaring dengan organisasi lain V. Bidang Usaha : - Mencari usaha untuk mendapatkan dana untuk kegiatan organisasi. Tanya jawab: -Tanya: Ibu Rita (Cabang Tasik) -Ada Posyandu yang tidak mempunyai gedung sehingga pemanggilan/pelayanan balita dari door to door?
Lampiran | 91 Jawab: Ibu Lily menjawab. Posyandu tidak perlu gedung, yang penting ada peralatan posyandu lengkap da nada kegiatan. Bu Reni (Cab. Sumedang) menjawab Posyandu merupakan UKBM (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat), pengajuan gedung dimulai dari RT-RW-KelurahanKecamatan-Dinkes), mengatasi stunting dimulai dari edukasi kepada para remaja, calon pengantin, serta pemberian zat besi (Fe). -Tanya: Ibu Nursintan (DPR Kebon Kangkung) menanyakan apakah tanaman dapat menggunakan NPK? Jawab: Bu Lialiana menjawab bahwa tanaman harus mendapat pupuk lengkap yang namanya NPK, unsur N untuk kesuburan tanah, unsur P untuk pertumbuhan tanaman, unsur K untuk kelebatan dan kesehatan tanaman. Tanya: Ibu Christien (DPR Baros) menanyakan berhubungan dengan bidang apa jika berkunjung ke Lapas? Jawab: Ibu Liliana menjawab, kunjungan ke Lapas termasuk kegiatan Bid. Kesejahteraan. Seluruh rancangan konsep yang diusulkan sudah selaras tema yang diusung dalan Kongres XXI 2023 dan Konferda XXIII 2024 dengan tema “Peran Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan republic Indonesia “. Strategi yang akan dibuat adlah : (1) Peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan (kursus,seminar, lokakarya, pelatihan dan studi khusus) ; (2) Sosialisasi, diseminasi promosi dan publikasi kepada komunitas perempuan, umat dan masyarakat; (3) Pengembangan riset dan studi terkait isu-isu perempuan , umat dan masyarakat; (4) Pengembangan jejaring kemitraan, Pentahelix (Akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, media) ; (5) Pengembangan nilai-nilai religious dan sinodalitas (jalan bersama) ; (6) Pemanfaatan teknologi, komunikasi digita dan media sosial ; (7) Advokasi kebijakan. 2. Sidang Komisi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi Ketua sidang komisi : Emilia Sulastri ( DPR Cinunuk ) Sekretaris : Veronica Yuni Susilowati (DPR St. Antonius) Narasumber : Erna saleh (DPC Lembang) Memaparan sosialisasiVisidanMisiWKRI,supaya anggota lebihmemahaminya.HasilKongres XXI adalah: (1) Dana Abadisudah ditiadakan. Tujuan darisidang komisi ini adalah memahami bahwa kita dipilih oleh Tuhan untuk menjalankan tugas kegiatan yang memiliki fungsi collective collegial yaitu bersama memimpin DPD, memilih presidium untuk tetap menjaga marwah organisasi. ; (2) Mengadakan lomba membaca AD-ART agar dapat dipahami oleh anggota ; (3) Pemanfaatan IT dengan menggunakan media sosial contohnya Instagram dan media sosial lainnya, kegiatan organisasi bisa dipublikasikan lewat media sosial, dengan melibatkan generasi muda ; (4) Membuat SOP tentang pencatatan keuangan, bukan atas keinginan sendiri/pribadi, ada serah terima kekayaan organisasi, keuangan harus dilaporkan tiap bulan, dan disepakati oleh semua pihak.(5) Sosialisasi tentang seragam nasional. 3. Sidang Komisi dan Tim Verifikasi Keuangan. Ketua Tim Verifikasi : Angelina Paskahwati ( DPR Kopo Permai) Sekretaris : Agustina Rostika (DPR Manggahang) Anggota 1 : Maria Adiana Nuryati (DPR Sarijadi) Anggota 2 : Veronica Anastia Hansilah (DPR St. Ignatius) Laporan terlampir lengkap dalam rekening Bank, laporan harian dicatat oleh bidang-bidang dan bendahara: (1) Pembuatan pelaporan dari Bulan Juli 2019 s/d Bulan Desember 2023; (2) Laporan dan arsip terlampir; (3) Laporan telah diperiksa oleh Tim Verifikasi yaitu oleh: Ibu Ingewati (Bendahara I DPD Jabar), Ibu Sisca Harianto (Bendahara II DPD Jabar), Ibu Wantyana Wahju (Ketua PresidiumDPD Jabar, Ibu KhoHwie Hong (DPP), Ibu LusiaWillar(DPP). Bukti- bukti terlampir dengan lengkap, kas harian dimasukkan per bidang lalu diarsipkan, tidak ada uang
92 | Buku Hasil Konferda XIII Tahun 2024 cash, semua melalui Bank dan tercatat dengan baik. Kesimpulan: Tidak ada hal-hal yang menjadikan perhatian tim audit sehingga laporan keuangan dalam kondisi wajar dan baik. 4. Sidang Tim Pemilihan 5. Penjelasan aturan-aturan dalam pemilihan pimpinan presidium. Penayangan foto-foto bakal calon yaitu: 1) Catharina Agustin Prihantini 2) Emerentiana Anastasia Enny Setiawati 3) Maria Angela Immaculata Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 4) Maria Magdalena Enna Teguh b. Pembacaan Berita Acara masing masing Sidang Komisi c. Pembacaan Berita Acara Sidang Pleno III SIDANG PLENO IV: PEMILIHAN PIMPINAN PRESIDIUM 1) Pembacaan alur pemilihan 2) Ketua sidang pleno IV : Maria Brigita Corry Timmerman (DPC Cigugur) Sekretaris sidang : Novita Kristi Astuti (DPC Katedral) Anggota 1 : Veronica Setyorini (DPC Karawang) Anggota 2 : Anne Gunawan (DPC Waringin) 3) Tercatat ada 45 utusan dan 19 peninjau. 4) Pembacaan Tata tertib Pemilihan 5) Pembacaan Calon Pimpinan DPD Jawa Barat 6) Doa oleh Pastor Yanuarius 7) Pembacaan kertas suara dan cara pencoblosan, ada 57 kertas suara. Saksi saksi: Ibu Esti (penghitungan suara) dan ibu Misi (penulisan di papan) 8) Pemanggilan urutan pemilih berdasarkan urutan cabang dan kegiatan pencoblosan. 9) Penghitungan kertas suara yang masuk kota pencoblosan, ada 57 kertas suara (46 sah dan 11 tidak sah) 10) Hasil perhitungan suara sebagai berikut : 1. Catharina Agustin Prihantini 33 suara 2. Emerentiana Anastasia Enny Setiawati 29 suara 3. Maria Angela Immaculata Pramukanti Willyastuti Larat Dewi 35 suara 4. Maria Magdalena Enna Teguh 41 suara Dengan demikian yang terpilih menjadi Pimpinan DPD Jawa Barat adalah : M.M. Enna Teguh (Ketua Presiium); M.A.I. Pramukanti W.L.D (Anggota Presidium I); Catharina Agustin Prihantini (Anggota Presidium II). SIDANG PLENO V: PEMBACAAN SKEP-SKEP DAN RUMUSAN HASIL KONFERDA XIII Ketua Sidang Pleno V : Agnes Evi Lumban Tobing (DPR Paskalis) Sekretaris Sidang Pleno V : Maria Magdalena Ayi Ika Sartika (DPR Ciawi) Ketua Tim perumus : Irene Ana Yohana (DPD Jabar) Sekretaris : dr. Kristiana Nina Taruk (DPC Inramayu) UPACARA PELANTIKAN PIMPINAN DPD JAWA BARAT Upacara Pelantikan Pimpinan DPD Jabar dipimpin oleh DPP, dimulai dengan (1) Pembacaan Naskah SKEP Pimpina Terpilih oleh Ibu Kho Hwie Hong; (2) Pelantikan 3 Presidium oleh Ibu Lusia Willar; (3) Pengucapan
Lampiran | 93 Janji; (4) Pembacaan Pakta Integritas; (5) Pengalungan Gordon dan Penyalaan Lilin kepada 3 Presidium yang dilantik; (6) Pemberkatan oleh Pst. Yustinus; (7) Foto bersama, Pimpinan yang telah dilantik, DPP, Sekjen DPP, Pastor, para saksi dan foto bersama mantan 3 Presidium Jabar periode sebelumnya; (8) Penandatanganan berkas-berkas; (9) Penyerahan kembali atribut organisasi dari DPP kepada pimpinan DPD yang telah dilantik; (10) Penyerahan sertifikat kepada 3 mantan Pimpinan Presidium DPD Jabar sebelumnya. Kesan-kesan peserta: Kesan dari perwakilan peserta Konferda disampaikan oleh Ibu Veronica Setyorini (DPC Karawang), beliau menyampaikan penyambutan panitia luar biasa, acara perarakan berjalaan dengan baik dan lancar, makanannya enak-enak, malam keakraban dirasakan peserta penuh kegembiraan, peserta Konferda bergabung dengan DPD, DPP, Cabang dan Ranting, pelaksanaan sidang-sidang pleno maupun sidangsidang komisi tertata dengan rapih oleh ketua pelaksana. Harapannya kepemimpinan presidium yang baru agar lebih maju lagi. Sambutan Ketua Presidium DPD Jabar Ibu Enna menyampaikan bahwa beliau akan menjadi seorang pelayan anggota semua, namun perlu adanya kerjasama dan bantuan semua anggota agar organisasi berjalan dengan baik dan lancar. Sambutan dari DPP Ibu Lusia Willar didampingi oleh Ibu Erna, Ibu Kho Hwie Hong, Ibu Yuni, menyampaikan proficiat kepada semua cabang, SC, OC dan terutam kepada Presidium Terpilih, agar dapat bekerja mengikuti jaman, berkomitmen yang tinggi,serta menyampaikan salam dari Ibu Ketua DPP, Ibu Elly Kusumawati H. PENUTUPAN KONFERDA XIII Sambutan Ketua Panitia Pelaksana Konferda XIII, Ibu Erna Saleh menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan pimpinan Presidium periode Tahun 2019-2023 yang telah memberikan kepercayaan kepadanya, dan kepada tim panitia yang solid dalam melaksanakan Konferda ini, juga kepada cabang dan ranting yang telah hadir. Penutupan Konferda ditandai dengan pemukulan gong. Menyanyikan lagu Hymne WKRI MISA PENEGUHAN Misa Peneguhan dipimpin oleh RD RF Bhanu Viktorahadi, Pr. Dilanjutkan dengan acara pemberian bouquet bunga dari panitia untuk pimpinan presidium lama, diakhiri dengan foto bersama. Bandung, 28 Januari 2024 WKRI KONFERDA XIII JAWA BARAT Notulis, Yulia Suryamah: Titin Sunarti: Anne Gunawan: