The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar Sejarah Indonesia Kelas X_Kerajaan Islam di Indonesia_La Ode Muhamad Nandar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by IsmyKarmila, 2023-08-20 01:46:59

Modul Ajar Sejarah Indonesia Kelas X_Kerajaan Islam di Indonesia_La Ode Muhamad Nandar

Modul Ajar Sejarah Indonesia Kelas X_Kerajaan Islam di Indonesia_La Ode Muhamad Nandar

MODUL PEMBELAJARAN FASE E/KELAS X MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA MASA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA DISUSUN OLEH: LA ODE MUHAMAD NANDAR


Informasi Umum Capaian Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila Kompetensi Awal Sarana dan Prasarana Targer Peserta Didik Nama Penyusun : La Ode Muhamad nandar, S.Pd. Judul Modul : Kerajaan Islam di Indonesia Nama Institusi : SMA Negeri 1 Kendari Kelas/Fase : X/E Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit Semester : Ganjil Tahun Disusun : 2023 Peserta didik mampu mengalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia serta menunjukan bukti-bukti peninggalan kehidupan pada masyarakat indonesia Selama mengikuti kegiatan pembelajaran pada Topik I ini, peserta didik dituntut untuk memiliki dan mengaplikasikan sikap yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila, yaitu: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Siswa diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap baik dengan guru dan teman kelas, bertutur kata yang baik dan sopan. Bergotong Royong Siswa diharapkan dapat saling berkolaborasi dengan teman dan saling bertukar pikiran terkait materi, topik, atau permasalahan yang diberikan oleh guru. Bernalar Kritis Siswa dituntut untuk berpikir secara logis, terstruktur dalam menjawab berbagai pertanyaan, topik, atau permasalahan yang sedang dibahas. Mandiri Siswa dituntut untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya, dengan , mengerjakan tugas tepat waktu, dan tidak menyontek saat mengerjakan soal. Berkebinekaan Global Siswa dituntut untuk menumbuhkan sikap saling menghargai antarsesama siswa, dan menghargai perbedaan pendapat atau ide. Kreatif Siswa dituntut untuk kreatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru Papan tulis, Spidol, Laptop, HP, LCD. Peserta didik reguler Pada akhir Fase E, Pesertadidik mampu memahami konsepdasar kerajaan Islam;menganalisis manusia dalamkerajaan Islam; menganalisiskerajaan Islam dalam ruanglingkup lokal, nasional, danglobal; menganalisis kerajaanIslam dalam dimensi masa lalu,masa kini, dan masa depan;menganalisis kerajaan Islam dari pola perkembangan, perubahan,keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis kerajaan Islamsecara diakronis (kronologi)maupun sinkronis


Peserta didik mampu menjelaskan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Peserta didik mampu menjelaskan perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan kerajaan Islam. Peserta didik mampu menjelaskan bukti-bukti kehidupan pengaruh islam yang masih ada sampai saat ini 1. 2. 3. Tujuan Pembelajaran Pertanyaan Pemantik Pemahaman Bermakna Berikan beberapa contoh kerajaan yang termaksud dalam kerajaan Islam di Indonesia, mengapa? Bagaimana respon masyarakat terkait munculnya kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam 1. 2. Ceramah, diskusi, tanya jawab. Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) & Project Based Learning (PjBL) Model Pembeajaran Jumlah Peserta Didik 36 Siswa Pemahaman yang mendalam tentang peran, perkembangan, dan dampak kerajaan-kerajaan Islam di wilayah Indonesia. Materi ini harus mencakup aspek-aspek penting seperti sejarah, struktur pemerintahan, agama, budaya, ekonomi, serta hubungan dengan kerajaan lain dan pengaruhnya terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.


Guru mengucapkan salam. Guru memnita salah satu peserta didik untuk menuyiapkan kelas dan berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan kalimat pembuka. Guru menyanyakan kabar peserta didik. Guru mengabsen peserta didik. Guru merefleksi materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya menggunakan metode refleksi round Robin. Guru melakukan pemansan dengan mengajukan pertanyaan pemantik terkait materi yang akan dibahas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Peserta didik dibagi kedalam kelompok belajar sebanyak 6 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 6 siswa. Pertemuan 1 Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti Guru melakukan kegiatan literasi melalui akses video materi dan artikel dari link yang dibagikan. Siswa mengamati video materi sesuai link yang sudah diberikan guru https://drive.google.com/file/d/11hQUXvOyNjp9w 9SvkA_pSq7g798TvzAB/view?usp=share_link Siswa mengamati artikel online materi sesuai link yang sudah diberikan guru https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokume n/59c4c574865eac963be3cd30/18ca716c8a953b40 825709bf2a323aa2.pdf Siswa menganalisis materi dari video dan artikel online yang telah diberikan (C4) Masing-masing kelompok dibagikan LKPD. Siswa menguraikan hasil pengamatan video dan artikel di LKPD (C5) Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskui yang dituangkan dalam LKPD mengenai materi perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan kerajaankerajaan Islam di Indonesia


Kegiatan Penutup Guru merefleksi secara lisan menggunakan metode refleksi 4F untuk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan Guru memberikan penjelasan tambahan sebagai penguatan materi. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyiapkan kelas dan mengucapkan terima kasih kepada guru. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan kalimat penutup dan salam.


Guru mengucapkan salam. Guru memnita salah satu peserta didik untuk menuyiapkan kelas dan berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan kalimat pembuka. Guru menyanyakan kabar peserta didik. Guru mengabsen peserta didik. Guru merefleksi materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya menggunakan metode refleksi round Robin. Guru melakukan pemansan dengan mengajukan pertanyaan pemantik "bagaimana respon masyarakat terkait munculnya kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam?" Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai DAN manfaat mempelajari materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik dibagi kedalam kelompok belajar sebanyak 6 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 6-7 siswa. Pertemuan 2 Kegiatan Pendahuluan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti Guru mengarahkan peserta didik untuk berkumpul dengan kelompok masing-masing. Guru menyampaikan bahwa masing-masing kelompok akan mengerjakan proyek tentang materi pada pertemuan kali ini. Kelompok 1 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa Kerajaan Samudera Pasai. Kelompok 2 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa Kerajaan Aceh. Kelompok 3 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa Kerajaan Demak. Kelompok 4 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa Kerajaan Banten. Kelompok 5 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa KerajaanTernate dan Tidore. Kelompok 6 membuat poster tentang kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya pada masa Kerajaan Gowa dan Tallo. 1. 2. 3. 4. 5. 6.


Kegiatan Penutup Peserta didik merefleksi dan menyimpulkan nilai-nilai atau manfaat apa yang didapat dari pembuatan proyek yang telah dilaksanakan pada hari itu (C5). Guru melakukan refleksi dengan metode refleksi 4F untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru memberikan informasi untuk mempelajari materi pada pertemuan selanjutnya. Guru motivasi dengan kata-kata mutiara. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyiapkan kelas dan mengucapkan terima kasih kepada guru. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan kalimat penutup dan salam. Siswa diarahkan untuk merumuskan perkembangan kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia yang kemudian dituangkan dalam bentuk poster (C5). Melakukan pemantauan pada siswa selama menjalankan proyek serta membimbing siswa jika ada kesulitan Siswa menyajikan hasil proyek kelompok tentang perkembangan kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya Islam kerajaankerajaan di Indonesia di depan kelas (P5). Guru menanggapi hasil pemaparan proyek siswa. Guru mengevaluasi hasil dari proyek yang telah di selesaikan siswa. Guru memberikan penjelasan tambahan sebagai penguatan materi dari proyek yang telah dilaksanakan siswa. Siswa menyimpulkan pemahaman dan pengetahuan baru yang didapatkan dari pelaksanaan proyek (C5). Guru memberikan penghargaan kepada setiap kelompok yang telah berhasil melaksanakan proyek.


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 1 Nama Anggota Kelompok : Samudera Pasai


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 2 Nama Anggota Kelompok : Demak


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 3 Nama Anggota Kelompok : Banten


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 4 Nama Anggota Kelompok : Mataram


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 5 Nama Anggota Kelompok : Makassar


Pertanyaan : Dimana letak kerajaan / kesultanan tersebut ? Siapa saja sultan / raja yang pernah memerintah di kerajaan / kesultanan tersebut ? Bagaimana kerajaan / kesultanan tersebut dapat berjaya pada masanya ? Apa penyebab kerajaan/kesultanan tersebut mengalami kemunduran ? Jawaban : Kelompok : 6 Nama Anggota Kelompok : Ternate dan Tidore


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peta Lokasi Kerajaan Samudera Pasai Raja Kerajaan Samudra Pasai berikutnya adalah Meurah Noe yang bergelar Maharaja Nuruddin berkuasa dari tahun1155-1210. Raja ini dikenal juga dengan sebutan Tengku Samudra atau Sulthan Nazimuddin Al-Kamil. Sultan ini sebenarnya berasal dari Mesir yang ditugaskan sebagai laksamana untuk merebut pelabuhan di Gujarat. Raja ini tidak memiliki keturunan sehingga pada saat wafat, kerajaan Samudra Pasai dilanda kekacauan karena perebutan kekuasaan. Meurah Silu bergelar Sultan Malik-al Saleh (1285-1297). Meurah Silu adalah keturunan Raja Perlak (sekarang Malaysia) yang mendirikan dinasti kedua kerajaan Samudra Pasai. Pada masa pemerintahannya, system pemerintahan kerajaan dan angkatan perang laut dan darat sudah terstruktur rapi. Kerajaan mengalami kemakmuran, terutama setelah Pelabuhan Pasai dibuka. Hubungan Kerajaan Samudra Pasai dan Perlak berjalan harmonis. Meurah Silu memperkokoh hubungan ini dengan menikahi putri Ganggang Sari, anak Raja Perlak. Meurah Silu berhasil memperkuat pengaruh Kerajaan Samudra Pasai di pantai timur Aceh dan berkembang menjadi kerajaan perdagangan yang kuat di Selat Malaka. Raja-raja Samudra Pasai selanjutnya adalah Sultan Muhammad Malik Zahir (1297- 1326), Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1345), Sultan Manshur Malik Zahir (1345-1346), dan Sultan Ahmad Malik Zahir (1346-1383). Raja selanjutnya adalah Sultan Zainal Abidin (1383-1405). Pada masa pemerintahannya, kekuasaan kerajaan meliputi daerah Kedah di Semenanjung Malaya. Sultan Zainal Abidin sangat aktif menyebarkan pengaruh Islam kepulau Jawa dan Sulawesi dengan mengirimkan ahli-ahli dakwah, seperti Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak. Kerajaan Samudera Pasai Pasai didirikan pada abad ke-11 oleh Meurah Khair. Kerajaan ini terletak dipesisir Timur Laut Aceh. Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Pendiri dan raja pertama Kerajaan Samudra Pasai adalah Meurah Khair. Ia bergelar Maharaja Mahmud Syah (1042- 1078). Pengganti Meurah Khair adalah Maharaja Mansyur Syah dari tahun 1078-1133. Pengganti Maharaja Mansyur Syah adalah Maharaja Ghiyasyuddin Syah dari tahun 1133-1155. Bahan Bacaan


Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peta Lokasi Kerajaan Aceh Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan Aceh Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pada tahun 1360 M, Samudera Pasai ditaklukkan oleh Majaphit, dan sejak saat itu, kerajaan Pasai terus mengalami kemudunduran. Diperkirakan, menjelang berakhirnya abad ke-14 M, kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M). Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang)


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan kerajaan Pasai. Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya. Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. Sejarah mencatat bahwa, usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan kerajaan kecil yang sudah berada di bawah Portugis berjalan lancar. Secara berurutan, Portugis yang berada di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. Ketika Portugis mundur ke Pidie, Mughayat juga menggempur Pidie, sehingga Portugis terpaksa mundur ke Pasai. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut benteng Portugis di Pasai. Dengan jatuhnya Pasai pada tahun 1524 M, , Aceh Darussalam menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut. Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang luar biasa, terutama dari aspek persenjataan. Portugis yang kewalahan menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan, karena memang tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. Senjata-senjata inilah yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis. Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh, Portugis mundur ke Peurelak. Namun, pasukan Aceh tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis. Peurelak kemudian juga diserang, sehingga Portugis mundur ke Aru. Tak berapa lama, Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke Malaka. Sultan Iskandar Muda Dalam sejarahnya, Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590 1636). Pada masa itu, Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia Tenggara. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan dinasti Usmani di Turki, Inggris dan Belanda. Pada masa Iskandar Muda, Aceh pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. Kunjungan ini diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang Aceh. Wilayah kekuasaan Aceh mencapi Pariaman wilayah pesisir Sumatra Barat, Perak diMalaka yang secara efektif bisa direbut dari portugis tahun 1575.


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peta Lokasi Kerajaan Demak Peninggalan Sejarah Kerajaan Aceh Kerajaan Demak Berdirinya Kerajaan Demak dilatarbelakangi oleh melemahnya pemerintahan Kerajaan Majapahit atas daerah-daerah pesisir utara Jawa. Daerah-daerah pesisir seperti Tuban dan Cirebon sudah mendapat pengaruh Islam. Dukungan daerah-daerah yang juga merupakan jalur perdagangan yang kuat ini sangat berpengaruh bagi pendirian Demak sebagai kerajaan Islam yang merdeka dari Majapahit.


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Raden Patah Raden Patah adalah raja pertama Kerajaan Demak. Ia memerintah dari tahun 1500- 1518. Pada masa pemerintahan agama Islam mengalami perkembangan pesat. Raden Patah bergelar Senopati Jimbun Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Pengangkatan Raden Patah sebagai Raja Demak dipimpin oleh anggota wali lainnya. Pada masa pemerintahannya, wilayah kerajaan Demak meliputi daerah Jepara, Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi, dan beberapa daerah di Kalimantan. Pada masa pemerintahannya juga dibangun Masjid Agung Demak yang dibantu oleh para wali dan sunan sahabat Demak. Pada masa Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, Raden Patah merasa berkewajiban untuk membantu. Jatuhnya kerajaan Malaka berarti putusnya jalur perdagangan nasional. Untuk itu, ia mengirimkan putrannya, Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka. Namun, usaha itu tidak berhasil. Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518, ia digantikan oleh putranya Pati Unus. Pati Unus hanya memerintah tidak lebih dari tiga tahun. Ia wafat tahun 1521 dalam usahanya mengusir Portugis dari kerajaan Malaka. Saudaranya, Sultan Trenggono, akhirnya menjadi raja Demak ketiga dan merupakan raja Demak terbesar. Sultan Trenggono berkuasa di kerajaan Demak dari tahun 1521-1546. Sultan Trenggono dilantik menjadi raja Demak oleh Sultan Gunung Jati. Ia memerintah Demak dengan gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya dan agama Islam berkembang lebih luas lagi. Sultan Trenggono mengirim Fatahilallah ke Banten. Dalam perjalanannya ke Banten, Fatahillah singgah di Cirebon untuk menemui Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Bersama-sama dengan pasukan Kesultanan Cirebon, Fatahillah kemudian dapat menaklukan Banten dan Pajajaran. Setelah wafatnya Sultan Trenggono pada tahun 1546, Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran karena terjadinya perebutan kekuasaan. Perebutan tahta Kerajaan Demak ini terjadi antara Sunan Prawoto dengan Arya Penangsang. Arya Penangsang adalah Bupati Jipang (sekarang Bojonegoro) yang merasa lebih berhak atas tahta Kerajaan Demak. Perebutan kekuasaan ini berkembang menjadi konflik berdarah dengan terbunuhnya Sunan Prawoto oleh Arya Penangsang. Arya Penangsang juga membunuh adik Sunan Prawoto, yaitu Pangeran Hadiri. Usaha Arya Penangsang menjadi Sultan Demak di halangi oleh Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggono. Jaka Tingkir mendapat dukungan dari para tetua Demak, yaitu Ki Gede Pemanahan dan Ki Penjawi. Konflik berdarah ini akhirnya berkembang menjadi Perang Saudara. Dalam pertempuran ini, Arya Penagsang terbunuh sehingga tahta Kerajaan Demak jatuh ke tangan Jaka Tingkir. Jaka Tingkir menjadi raja Kerajaan Demak dengan gelar Sultan Hadiwijya. Ia kemudian memindahan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang.Walaupun sebenarnya sudah menjadi kerajaan baru, kerajaan Pajang masih mengklaim diri sebagai penerus Kerajaan Demak. Sebagai tanda terima kasih kepada Ki Gede Pemanahan yang telah mendukungnya, Sultan Hadiwijaya memberikan sebuah daerah Perdikan (otonom) yang disebut Mataram. Ki Gede Pemanahan kemudian menjadi penguasa Mataram dan di sebut Ki Gede Mataram.


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peta Lokasi Kerajaan Banten Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak Kerajaan Banten Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak merebut pelabuhan Banten dari kerajaan Sunda, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Menurut sumber Portugis, sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Sunda Kalapa dan Cimanuk. Sultan Hadiwijaya bukanlah digantikan oleh putranya, yakni Pangeran Benawa, melainkan putra Sunan Prawoto, Aria Pangiri. Pangeran Benawa sendiri diangkat sebagai penguasa daerah Jipang. Pangeran Benawan kurang puas dengan keputusan ini. Apalagi, pemerintahan Aria Pangiri di Pajang juga dikelilingi oleh para bekas pejabat Kerajaan Demak. Pangeran Benawa kemudian minta bantuan kepada Sutawijaya, putra Ki Ageng Mataram, untuk merebut kembali tahta Kerajaan Pajang. Pada tahun 1588, Sutawijaya dan Pangeran Benawan berhasil merebut kembali tahta Kerajaan Pajang. Kemudian, Benawa menyerahkan hak kuasanya pada Sutawijaya secara simbolis melalui penyerahan pusaka Pajang pada Sutawijaya. Dengan demikian, Pajang menjadi bagian kekuasaan Kerajaan Mataram.


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peninggalan Sejarah Kerajaan Banten Kerajaan Ternate dan Tidore Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di sebelah barat Pulau Halmahera, Maluku Utara. Wilayah kekuasaan kedua kerajaan ini meliputi Kepulauan Maluku dan sebagian Papua. Tanah Maluku yang kaya akan rempah-rempah menjadikannya terkenal di dunia Internasional dengan sebutan Spice Island. Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Pelurusan Sejarahbahwa Pangeran Sabakingkin atau Sultan Maulana Hasanuddin nikah dengan Putri Kintamani mempunyai Anak yang pertama bernama Yusuf Akbar (Maulana Yusuf), pelurusan sejarah bahwa Anak Kedua Ratu Siti Rodiah kawin dengan Sultan Mahmud Badaruddin II Kesultanan Palembang Darussalam sedang anak ketiga Muhammad Nazaruddin (Sultan Maulana Muhammad Nazaruddin bergelar Alamsyah) Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama (inilah Sejarah Bikinan Belanda). Pelurusan Sejarah bahwa Sultan Muhammad bukan anak dari Maulana Yusuf tetapi anak ketiga dari Sultan Hasanuddin, dengan nama lengkap Sultan Muhammad Nazaruddin "Alamsyah" dikawal oleh empat Pengawal Kesultanan masing-masing bernama Ananta Kusuma, Daeng, Nata Kusuma dan Jalaluddin pada saat itu Sultan Muhammad Nazaruddin yang bergelar Alamsyah berusia 19 tahun,melakukan perjalanan ke Palembang pada masa Inggeris masuk ke Palembang...bukan untuk memerangi palembang tetapi menyambangi keluarga (Saudaranya yang bernama Ratu Siti Rodiah yang nikah dengan Sultan Mahmud Badaruddin II). Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. Pada zaman pemerintahan Sultan Haji, tepatnya pada 12 Maret 1682, wilayah Lampung diserahkan kepada VOC. seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung. Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahun itu, Sultan Muhamad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh GubernurJenderal Belanda, Herman William Daendels tahun 1808.


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peta Lokasi Kerajaan Ternate dan Tidore Pada abad ke 12 M, Permintaan akan cengkeh dan Pala dari negara Eropa meningkat pesat. Hal ini menyebabkan dibukannya perkebunan di daerah Pulau Buru, Seram dan Ambon. Dengan adanya kepentingan atas penguasa perdagangan terjadilah persekutuan daerah antara kerajaan. Persekutuan-persekutuan tersebut adalah Uli Lima (Persekutuan Lima). Yaitu persekutuan antara lima saudara yang dipimpin oleh Ternate (yang meliputi Obi, Bacan, Seram dan Ambon, serta Uli Siwa (persekutuan Sembilan) yaitu persekutuan antara sembilan bersaudara yang wilayahnya meliputi Pulau Tidore, Makyan, Jahilolo atau Halmahera dan pulau-pulau di daerah itu sampai Papua. Antara kedua persekutuan tersebut telah terjadi persaingan yang sangat tajam. Hal ini terjadi setelah para pedagang Eropa datang ke Maluku. Pada tahun 1512, bangsa Portugis datang ke Ternate, sedangkan tahun 1521 bansa Spanyol datang ke Tidore. Setelah 10 tahun berada di Kerajaan Ternate, bangsa Portugis mendirikan Benteng yang diberi nama Sao Paolo. Menurut Portugis, benteng tersebut berguna untuk melindungi Ternate dari Kerajaan Tidore. Namun hal tersebut hanyalah taktik Portugis agar mereka dapat tetap berdagang dan menguasai Ternate. Pembangunan Benteng Soa Paolo mendapat perlawanan dan salah seorang yang menantang kehadiran kekuasaan militer Portugis tersebut yaitu Sultan Hairun. Beliau berkuasa di kerajaan Ternate sejak tahun 1559. Sultan tidak ingin perekonomian dan pemerintahan kerajaan di kuasai oleh bangsa lain dan pendirian benteng tersebut dianggap menunjukkan niat buruk Portugis atas Ternate. Ketidaksetujuan Sultan Hairun terhadap Portugis tidak berbentuk kekerasan, sebaliknya Sultan Haitun bersedia berunding dengan Portugis di Benteng Sao Paolo. Ternyata niat baik Sultan Hairun dimanfaatkan Portugis untuk menahannya di benteng tersebut. Keesokan harinya Sultan Hairun telah terbunuh hal ini terjadi pada tahun 1570. Wafatnya Sultan Hairun menyebabkan kebencian rakyat Maluku semakin besar. Sultan Baabullah yang menjadi Raja Ternate berikutnya dan memimpin perang melawan Portugis. Usaha ini menampakkan hasil pada tahun 1575, setelah Portugis berhasil dipukul mundur dan pergi meninggalkan bentengnya di Ternate. Bangsa Portugis bergerak ke Selatan dan Menaklukan Timor pada tahun 1578. Sultan Baabullah kemudian memperluas kekuasaannya hingga Maluku, Sulawesi, Papua, Mindano dan Bima. Keberhasilan pemerintahannya membuat Sultan Baabullah mendapat julukan Tuan dari Tujuh Pulau Dua Pulau.


Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia Peninggalan Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang)


Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia 10 Sultan Hasanuddin Peta Lokasi Kerajaan Gowa dan Tallo Sultan Alauddin adalah Raja Makassar pertama yang memeluk agama Islam. Ia memimpin Makassar dari tahun 1591-1638. Sebelumnya, Sultan Alauddin bernama asli Karaeng Ma ‘towaya Tumamenanga Ri Agamanna. Setelah Sultan Alauddin wafat, Kerajaan Makassar dipimpin oleh Muhammad Said 1639-1653. Setelah Muhammad Said wafat, beliau kemudian digantikan oleh Sultan Hasanuddin. Beliau berkuasa sejak tahun 1653. Masa pemerintahannya merupakan masa gemilang kerajaan Makassar. Dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Makassar berhasil menguasai kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi Selatan, yaitu Ruwu, Wajo, Soppeng, dan Bone. Sultan Hasanuddin juga berniat menjadikan Kerajaan Makassar sebagai penguasa tunggal di jalur perdagangan Indonesia bagian timur. Oleh karena itu Sultan Hasanuddin harus menghadapi kekuatan armada VOC Belanda sebelum dapat menguasai Maluku. Kerajaan Gowa dan Tallo adalah dua kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan dan saling berhubungan baik. Banyak orang mengetahuinya sebagai Kerajaan Makassar. Makassar sebenarnya adalah ibu kota Gowa yang juga disebut sebagai Ujungpandang. Sebelum abad ke- 16, raja-raja Makassar belum memeluk agama Islam. Baru setelah datangnya Dato Ri Bandang, seorang penyiar islam dari Sumatra, Makassar berkembang menjadi kerajaan Islam. Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kerajaan Gowa dan Tallo


Sekolah Bhinneka – PPI Nagoya (Jepang) Kelas Flores: Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia 11 Peninggalan Sejarah Kerajaan Gowa dan Tallo Belanda berusaha keras menghentikan serangan-serangan Kerajaan Makasar. Untuk itu Belanda bersekutu dengan Raja Bone, yaitu Arub(Tuan) Palaka. Aru Palaka bersedia membantu Belanda dengan syarat akan diberikan kemerdekan. Pada tahun 1667, dengan bantuan Kerajaan Bone berhasil menekan Makassar untuk menyetujui perjanjian Bongaya. Perjanjian ini berisi tiga buah kesepakatan yaitu VOC mendapat hak monopoli dagang di Makassar, Belanda dapat mendirikan benteng Rotterdam di Makassar, Makassar harus melepas daerah yang dikuasainya seta mengakui Aru Palaka sebagai Raja Bone. Setelah Sultan Hasanuddin turun tahta pada tahun 1669, Mapasomba putranya berusaha menggantikan kepemimpinan ayahnya dan meneruskan perjuangan perjuangan ayahnya melewan Belanda. Pasukan Kerajaan Makassar akhirnya bisa dipukul mundur oleh Belanda dan jalur perdagangan di kuasai oleh Belanda.


Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudra Pasai terletak di Sumatera yang berkuasa dari abad ke-13 hingga abad ke-16. Kesultanan Pasai didirikan oleh Marah Silu, yang setelah masuk Islam bergelar Sultan Malik Al-Saleh. Kerajaan Samudera Pasai kemudian berhasil mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Malik Az Zahir Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Kerajaan Demak menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa di bawah kepemimpinan raja pertamanya. Kerajaan Demak berdiri pada awal abad ke-16 Masehi seiring kemunduran Majapahit. Pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah. Kerajaan Banten adalah salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah menjadi penguasa jalur pelayaran dan perdagangan. Salah satu faktor kemajuan dari Kesultanan Banten adalah posisinya yang strategis, yaitu di ujung barat Pulau Jawa, lebih tepatnya di Tanah Sunda, Provinsi Banten. Ibu kota Kesultanan Banten adalah Surosowan, Banten Lama, Kota Serang. Kerajaan Banten didirikan oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati pada abad ke-16. Raja pertama Kesultanan Banten adalah Sultan Maulana Hasanuddin, yang berkuasa antara 1552-1570 M. Kerajaan Cirebon merupakan kerajaan yang bercorak Islam di Pulau Jawa yang berdiri sejak abad ke- 15 sampai abad ke-17. Kerajaan Cirebon terletak di pantai Utara Jawa, di antara perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Dengan didukung letak yang strategis, menyebabkan Cirebon menjadi pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran. Kerajaan Cirebon didirikan oleh Raden Fatahillah atau sunan gunung jati pada tahun 1522. Kesultanan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam terbesar dalam sejarah Nusantara yang pernah berdiri di Jawa. Kerajaan Mataram Islam berlokasi di alas Mentaok yang saat ini sudah menjadi Yogyakarta. Adapun pusat pemerintahan Kesultanan Mataram saat itu adalah di Kutagede atau saat ini lebih dikenal dengan sebutan Kotagede. Kerajaan Mataram Islam benar-benar mengalami masa kejayaannya pada kepemimpinan Raden Mas Rangsang. Glosarium


Gunawan, R., Learininsih, A. D., dan Sardiman. 2016. Sejarah Indonesia. Buku Guru. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbud. Gunawan, R., Learininsih, A. D., dan Sardiman. 2016. Sejarah Indonesia. Buku SiswaJakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbud. Anonim. 2016. Modul Sejarah Indonesia. Jakara: Media Pressindo. Daftar Pustaka


Click to View FlipBook Version